SMPKelas IXFase D

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas IX
Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam

Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Pantun, syair, dan gurindam adalah puisi lama dengan ciri khas berbeda. Pantun berima a-b-a-b dengan sampiran dan isi. Syair berima a-a-a-a, semua baris isi, sering bercerita. Gurindam dua baris berima a-a, berisi nasihat. Memahami perbedaannya penting untuk mengapresiasi kekayaan sastra Indonesia dan nilai moral yang terkandung di dalamnya.

Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam
Bahasa Indonesia · Kelas IX · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam
Bahasa Indonesia · Fase D · Kelas IX · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasD / IX
Materi PokokMembandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal dan mampu mengidentifikasi ciri-ciri dasar pantun, syair, dan gurindam secara terpisah.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Peserta didik mampu menganalisis persamaan dan perbedaan karakteristik pantun, syair, dan gurindam berdasarkan kaidah kebahasaan.
  2. kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
    Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide baru untuk menciptakan pantun, syair, dan gurindam dengan tema yang relevan.
  3. komunikasi — elemen: Berkomunikasi secara efektif
    Peserta didik mampu mengomunikasikan hasil perbandingan dan karya sastra mereka dengan jelas dan percaya diri di depan kelas.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menulis berbagai jenis teks (narasi, deskripsi, eksposisi, persuasi, dan argumentasi) untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pengalaman dengan struktur yang logis dan bahasa yang efektif.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualPantun, syair, dan gurindam adalah bentuk puisi lama yang memiliki karakteristik dan fungsi berbeda dalam tradisi sastra Melayu.
KonseptualKonsep kunci meliputi rima, bait, larik, isi, sampiran, dan pesan moral yang membedakan ketiga jenis puisi lama tersebut.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah membandingkan struktur, kaidah kebahasaan, dan isi pantun, syair, dan gurindam.
MetakognitifPeserta didik akan merefleksikan strategi terbaik untuk membedakan dan memahami puisi lama serta bagaimana pengetahuan ini relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui analisis contoh teks, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pantun, syair, dan gurindam dengan tepat.
  2. Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat membandingkan persamaan dan perbedaan struktur serta kaidah kebahasaan pantun, syair, dan gurindam secara runtut.
  3. Melalui kegiatan menulis, peserta didik dapat menciptakan satu pantun, satu syair, dan satu gurindam sesuai kaidah yang benar.
  4. Setelah presentasi kelompok, peserta didik dapat menyajikan hasil perbandingan dan karya pantun, syair, serta gurindam mereka dengan percaya diri dan jelas.
Halaman 2 · Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami perbedaan dan persamaan antara pantun, syair, dan gurindam membantu peserta didik mengapresiasi kekayaan sastra Indonesia dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis teks.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa pantun, syair, dan gurindam, meskipun sama-sama puisi lama, memiliki ciri khas yang berbeda dan pesan yang beragam?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Memahami fungsi pantun, syair, dan gurindam sebagai bagian dari seni pertunjukan tradisional atau lagu daerah.
Sejarah: Mengaitkan munculnya pantun, syair, dan gurindam dengan perkembangan sastra Melayu klasik dan pengaruh budaya lain.
Pendidikan Karakter: Menganalisis pesan moral dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam puisi lama untuk pembentukan karakter.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk berdiskusi tentang pantun atau syair yang mereka ketahui dari tradisi lisan keluarga, memperkaya pemahaman peserta didik.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur dengan meja kelompok yang fleksibel, dilengkapi poster contoh puisi lama, dan akses ke perpustakaan sekolah untuk referensi.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPeserta didik dapat menggunakan aplikasi pengolah kata atau platform online untuk menulis dan mengedit karya puisi lama mereka, serta mencari referensi di internet.
Halaman 3 · Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui analisis contoh teks, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pantun, syair, dan gurindam dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Berantai: Guru menyebutkan satu kata kunci dari pantun/syair/gurindam, lalu peserta didik melanjutkan dengan kata yang berhubungan hingga membentuk rantai makna. Misal: 'Pantun' -> 'Nasihat' -> 'Bijak'.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pengetahuan tentang puisi lama yang pernah dipelajari dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan pertanyaan pemantik: 'Apa saja ciri khas yang membuat pantun, syair, dan gurindam itu unik dan berbeda satu sama lain?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan tiga contoh teks puisi lama (pantun, syair, gurindam) pada layar dan meminta peserta didik membaca serta mengamati perbedaannya secara sekilas.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan membagikan LKPD yang berisi teks-teks puisi lama serta instruksi identifikasi ciri-ciri.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi ciri-ciri setiap jenis puisi lama (jumlah baris, rima, isi, sampiran) berdasarkan contoh yang diberikan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menuliskan hasil identifikasi ciri-ciri pantun, syair, dan gurindam pada lembar kerja yang disediakan, lengkap dengan contoh dari teks.
  2. Setiap kelompok menyiapkan presentasi singkat untuk memaparkan hasil identifikasi ciri-ciri pantun, syair, dan gurindam mereka.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi ciri-ciri pantun, syair, dan gurindam, sedangkan kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok, mengoreksi jika ada kekeliruan, dan memperjelas konsep yang masih samar.
  3. Guru menguatkan pemahaman peserta didik tentang ciri-ciri spesifik pantun, syair, dan gurindam melalui penjelasan tambahan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri-ciri utama pantun, syair, dan gurindam yang telah dipelajari.
  2. Guru mengajak peserta didik merefleksi pembelajaran hari ini, menanyakan hal yang paling menarik dan menantang, serta memberikan apresiasi atas partisipasi aktif.
  3. Guru memberikan tugas mandiri untuk mencari contoh lain pantun, syair, dan gurindam, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat membandingkan persamaan dan perbedaan struktur serta kaidah kebahasaan pantun, syair, dan gurindam secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Teka-teki Rima: Guru membacakan dua baris pantun/syair/gurindam yang belum lengkap rimanya, lalu peserta didik secara bergantian menebak kata yang tepat untuk melengkapi rima.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya tentang ciri-ciri pantun, syair, dan gurindam.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: 'Hari ini kita akan lebih dalam membandingkan ketiga puisi lama ini dan menemukan keunikan masing-masing.'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan sebuah tabel perbandingan kosong dan menanyakan kepada peserta didik, 'Bagaimana cara kita mengisi tabel ini agar semua perbedaan dan persamaan pantun, syair, dan gurindam terlihat jelas?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok yang sama seperti sebelumnya dan membagikan LKPD yang berisi contoh pantun, syair, dan gurindam yang lebih kompleks.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok menganalisis contoh-contoh tersebut untuk menemukan persamaan dan perbedaan pada struktur, rima, jumlah suku kata, dan pesan yang disampaikan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mengisi tabel perbandingan yang ada di LKPD dengan data yang telah mereka analisis, meliputi aspek struktur, kaidah kebahasaan, dan isi.
  2. Peserta didik mempersiapkan argumen dan bukti dari teks untuk mendukung hasil perbandingan mereka, siap untuk dipresentasikan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil perbandingan mereka, menjelaskan persamaan dan perbedaan yang ditemukan, dan menjawab pertanyaan dari kelompok lain.
  2. Guru memfasilitasi diskusi kelas, mengidentifikasi poin-poin penting dari setiap presentasi, dan memberikan klarifikasi jika ada perbedaan pendapat atau kesalahan interpretasi.
  3. Guru menguatkan pemahaman peserta didik tentang detail perbandingan antara pantun, syair, dan gurindam, menekankan pada aspek-aspek kunci yang membedakan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting perbandingan pantun, syair, dan gurindam.
  2. Guru mengajak peserta didik merefleksi strategi yang mereka gunakan untuk membandingkan informasi dan memberikan apresiasi atas kerja sama tim yang baik.
  3. Guru memberikan tugas persiapan untuk pertemuan berikutnya, yaitu mencari inspirasi tema untuk membuat puisi lama, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 3Melalui kegiatan menulis, peserta didik dapat menciptakan satu pantun, satu syair, dan satu gurindam sesuai kaidah yang benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rima Cepat: Guru menyebutkan satu kata, peserta didik secara bergantian menyebutkan kata lain yang berima sama secepat mungkin. Misal: 'Buku' -> 'Paku' -> 'Beku'.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru mengulas kembali materi perbandingan pantun, syair, dan gurindam, serta menanyakan kesiapan peserta didik untuk berkarya.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: 'Setelah memahami perbedaannya, sekarang saatnya kita berkreasi dengan pantun, syair, dan gurindam!'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan contoh pantun, syair, dan gurindam yang menarik dan relevan dengan kehidupan remaja, lalu bertanya, 'Bagaimana cara kita membuat karya seperti ini dengan kaidah yang benar?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru mengingatkan kembali kaidah penulisan pantun, syair, dan gurindam yang telah dipelajari, serta memberikan kebebasan peserta didik memilih tema yang relevan.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik secara individu mulai menyusun draf pantun, syair, dan gurindam mereka, dengan fokus pada rima, jumlah baris, dan isi sesuai jenisnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Peserta didik saling bertukar draf karya dengan teman sebangku atau dalam kelompok untuk mendapatkan masukan dan perbaikan (peer-editing).
  2. Peserta didik merevisi karya mereka berdasarkan masukan yang diterima dan memastikan semua kaidah penulisan pantun, syair, dan gurindam terpenuhi dengan baik.
  3. Peserta didik menuliskan karya final mereka pada lembar kerja atau kertas yang telah disiapkan untuk dikumpulkan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Beberapa peserta didik secara sukarela membacakan satu karya (pantun/syair/gurindam) mereka di depan kelas, dan teman-teman lain memberikan apresiasi.
  2. Guru memberikan umpan balik umum tentang karya-karya yang dihasilkan, menyoroti kreativitas dan ketepatan penggunaan kaidah, serta memberikan motivasi.
  3. Guru menguatkan pentingnya terus berlatih menulis puisi lama untuk melestarikan budaya dan mengasah kemampuan berbahasa.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan proses pembelajaran dari membandingkan hingga menciptakan pantun, syair, dan gurindam.
  2. Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas usaha dan karya yang telah dihasilkan, menciptakan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas pengayaan untuk mencari lebih banyak contoh puisi lama atau mencoba menulis jenis puisi lain, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKYuk, Bedah Puisi Lama!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan membandingkan ciri-ciri pantun, syair, dan gurindam.

Alat & bahan: Alat tulis, kertas, contoh teks pantun/syair/gurindam

Langkah kerja:

  1. Tentukan sampiran, isi, dan pola rima teks pantun berikut, lalu buatlah satu pantun nasihat.
    PantunBuah cempedak di luar pagar,Ambil galah tolong jolokkan.Saya budak baru belajar,Kalau salah tolong tunjukkan.
    Gambar 1. Teks bacaan
  2. Amati 3 contoh puisi lama yang diberikan (Pantun, Syair, Gurindam) pada tabel 1.
  3. Identifikasi ciri-ciri masing-masing puisi lama berdasarkan jumlah baris, rima, dan isi. Tuliskan pada kolom yang kosong di tabel 1.
  4. Bandingkan persamaan dan perbedaan ketiganya. Tuliskan pada kolom yang kosong di tabel 2.
  5. Diskusikan hasil pengamatan dan perbandinganmu dengan kelompok, lalu siapkan untuk presentasi.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang pantun?
  2. Pernahkah kamu mendengar tentang syair atau gurindam?
  3. Apa perbedaan mendasar antara puisi dan prosa?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil karya tulis pantun, syair, dan gurindam serta presentasi perbandingan.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi ciri-ciri pantun, syair, dan gurindam.Ciri-ciri pantun, syair, gurindam.2 JPpenalaran kritis
2Membandingkan persamaan dan perbedaan pantun, syair, dan gurindam.Perbandingan struktur dan kaidah puisi lama.2 JPpenalaran kritis, komunikasi
3Menciptakan pantun, syair, dan gurindam.Penulisan pantun, syair, gurindam.2 JPkreativitas, komunikasi
Halaman 9 · Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Puisi lama adalah kekayaan sastra Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Pantun, syair, dan gurindam adalah tiga bentuk puisi lama yang paling dikenal, masing-masing dengan karakteristik unik dan pesan moral yang mendalam. Memahami perbedaannya akan membuka wawasan kita tentang keindahan bahasa dan kearifan lokal.

1. Pantun: Ciri dan Struktur
Pantun adalah bentuk puisi Melayu asli yang terdiri dari empat baris dalam satu bait. Ciri khas pantun meliputi rima a-b-a-b, baris pertama dan kedua sebagai sampiran (pembayang), serta baris ketiga dan keempat sebagai isi yang menyampaikan maksud. Jumlah suku kata setiap baris antara 8-12 suku kata. Pantun sering berisi nasihat, teka-teki, atau sindiran. Contoh: 'Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Kalau ada umur panjang, boleh kita berjumpa lagi.'

2. Syair: Ciri dan Struktur
Syair merupakan puisi lama yang berasal dari Persia dan dibawa masuk ke Nusantara bersamaan dengan masuknya Islam. Setiap bait syair terdiri dari empat baris dengan rima a-a-a-a. Semua baris dalam syair merupakan isi, tidak ada sampiran. Isi syair umumnya berupa cerita, nasihat, atau ajaran agama. Bahasa yang digunakan seringkali puitis dan memiliki makna kiasan. Contoh: 'Dengarkanlah wahai anakanda, rajinlah belajar sepanjang masa. Ilmu itu pelita hidupmu, janganlah engkau lalai selalu.'

3. Gurindam: Ciri dan Struktur
Gurindam adalah bentuk puisi lama yang berasal dari India, terdiri dari dua baris dalam satu bait. Ciri utama gurindam adalah rima a-a, dan setiap baris merupakan satu kesatuan ide yang utuh. Baris pertama berisi syarat atau sebab, sedangkan baris kedua berisi akibat atau jawabannya. Gurindam selalu berisi nasihat, filosofi hidup, atau kebenaran. Contoh: 'Barang siapa tidak memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilang nama.'

4. Perbandingan Struktur dan Kaidah
Perbandingan antara pantun, syair, dan gurindam dapat dilihat dari beberapa aspek. Pantun memiliki rima a-b-a-b, syair a-a-a-a, dan gurindam a-a. Jumlah baris per bait pantun dan syair adalah empat, sedangkan gurindam dua. Pantun memiliki sampiran dan isi, sementara syair dan gurindam seluruhnya adalah isi. Isi pantun dan syair lebih bervariasi, sedangkan gurindam lebih fokus pada nasihat atau kebenaran.

5. Kaidah Kebahasaan
Dari segi kaidah kebahasaan, ketiganya menggunakan bahasa Melayu klasik. Namun, pantun sering menggunakan peribahasa atau ungkapan sehari-hari. Syair cenderung menggunakan bahasa yang lebih formal dan kiasan untuk membangun narasi atau ajaran. Gurindam menggunakan bahasa yang lugas dan padat makna untuk menyampaikan nasihat yang jelas. Pemilihan kata (diksi) dan gaya bahasa menjadi kunci perbedaan dalam penyampaian pesan.

6. Pesan Moral dan Fungsi
Pantun sering berfungsi sebagai hiburan, sindiran, atau media penyampaian nasihat ringan. Syair banyak digunakan untuk menyampaikan ajaran agama, cerita kepahlawanan, atau sejarah. Gurindam khusus berfungsi sebagai media penyampaian nasihat, falsafah hidup, dan kebenaran universal. Ketiganya memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan etika masyarakat melalui sastra lisan maupun tulisan.

Rangkuman: Pantun, syair, dan gurindam adalah puisi lama dengan ciri khas berbeda. Pantun berima a-b-a-b dengan sampiran dan isi. Syair berima a-a-a-a, semua baris isi, sering bercerita. Gurindam dua baris berima a-a, berisi nasihat. Memahami perbedaannya penting untuk mengapresiasi kekayaan sastra Indonesia dan nilai moral yang terkandung di dalamnya.

Halaman 10 · Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
PantunPuisi lama Melayu yang terdiri dari empat baris, berima a-b-a-b, dengan sampiran dan isi.
SyairPuisi lama yang terdiri dari empat baris, berima a-a-a-a, semua baris berisi cerita atau nasihat.
GurindamPuisi lama yang terdiri dari dua baris, berima a-a, berisi nasihat atau kebenaran.
RimaPersamaan bunyi pada akhir kata dalam baris-baris puisi.
SampiranBagian pantun yang tidak berkaitan langsung dengan isi, biasanya pada dua baris pertama.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 13–18

Modul Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXPeta Konsep
Membandingkan Pantun dengan Syair dan GurindamPantun: Ciri dan StrukturSyair: Ciri dan StrukturGurindam: Ciri dan StrukturPerbandingan Struktur dan KaidahKaidah Kebahasaan
Dari sub-bab Membandingkan Pantun dengan Syair dan GurindamHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXProfil Lulusan
Penalaran kritisKreativitasKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 9 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam pada Bahasa Indonesia SMP, Fase D, elemen Menulis.

Modul Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam untuk Bahasa Indonesia kelas IX.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam ini gratis?

Ya. Modul Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam untuk Bahasa Indonesia kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?

Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia SMPSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.