SMPKelas IXFase D📘 Bab 2.2Semester 1

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas IX
Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Pantun adalah puisi lama Indonesia yang memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan sehari-hari, seperti nasihat, hiburan, teka-teki, dan kiasan. Pantun digunakan dalam upacara adat sebagai sarana komunikasi dan penghormatan. Sebagai media nasihat dan pendidikan, pantun efektif menyampaikan pesan moral. Selain itu, pantun juga populer sebagai hiburan dan media kreatif yang terus berkembang, membuktikan kekayaan budaya dan bahasa Indonesia.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari
Bahasa Indonesia · Kelas IX · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari
Bahasa Indonesia · Fase D · Kelas IX · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasD / IX
Materi PokokPenggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah mengenal ciri-ciri dasar dan struktur pantun dari materi sebelumnya.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  3. Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenulis
Rumusan CP FasePada akhir Fase D, peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif dalam bentuk teks fiksi maupun nonfiksi, serta mampu menyunting dan memperbaiki tulisan sesuai kaidah kebahasaan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualPantun sering digunakan dalam upacara adat, nasihat, hiburan, dan bahkan promosi produk di Indonesia.
KonseptualPenggunaan pantun melibatkan pemahaman terhadap fungsi, jenis, dan konteks yang tepat untuk menyampaikan pesan secara efektif.
ProseduralPeserta didik akan berlatih mengidentifikasi jenis pantun berdasarkan konteks penggunaannya dan merumuskan ide menjadi pantun yang sesuai.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman akan budaya lokal melalui pantun dapat memperkaya cara berkomunikasi mereka.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan berbagai contoh pantun, peserta didik dapat mengidentifikasi empat jenis pantun berdasarkan fungsinya dengan tepat.
  2. Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis konteks penggunaan pantun dalam situasi sehari-hari sesuai kaidah kebahasaan.
  3. Setelah menganalisis masalah, peserta didik dapat merancang pantun nasihat atau jenaka untuk situasi tertentu dengan kreatif.
  4. Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat menyajikan pantun hasil karyanya secara lisan di depan kelas dengan percaya diri.
Halaman 2 · Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami berbagai fungsi dan jenis pantun dalam kehidupan sehari-hari membantu kita berkomunikasi secara kreatif dan melestarikan budaya lokal.

Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kamu mendengar pantun di acara pernikahan atau melihat pantun sebagai iklan? Mengapa pantun masih dipakai sampai sekarang?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Memahami pantun sebagai salah satu bentuk karya sastra lisan yang sering diiringi musik atau ditampilkan dalam pertunjukan seni.
Pendidikan Pancasila: Mengaitkan pantun nasihat dengan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang terkandung dalam budaya Indonesia.
Kemitraan PembelajaranOrang tua diajak untuk mendukung peserta didik mencari contoh pantun dari lingkungan sekitar atau media tradisional.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas yang nyaman dengan penataan tempat duduk kelompok dan akses ke proyektor untuk menampilkan contoh pantun.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video pendek berisi pantun dari YouTube atau platform digital lain sebagai stimulus awal pembelajaran.
Halaman 3 · Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan berbagai contoh pantun, peserta didik dapat mengidentifikasi empat jenis pantun berdasarkan fungsinya dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan melakukan presensi.
  2. Guru bertanya kepada peserta didik, 'Siapa yang pernah mendengar pantun di televisi atau di acara keluarga?' untuk mengaitkan pengalaman mereka.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi jenis dan fungsi pantun, serta menjelaskan bahwa kegiatan akan diakhiri dengan membuat pantun sederhana.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan beberapa contoh pantun dari berbagai konteks (nasihat, jenaka, teka-teki, adat) menggunakan proyektor, lalu bertanya, 'Apa perbedaan fungsi dari pantun-pantun ini?'
  2. Guru membagikan LKPD 'Pantun di Sekeliling Kita' dan meminta peserta didik secara individu membaca contoh-contoh pantun yang ada di LKPD.
  3. Guru memfasilitasi diskusi singkat tentang kesan awal peserta didik terhadap contoh-contoh pantun yang telah dibaca.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok diminta untuk mengisi tabel di LKPD untuk mengidentifikasi jenis pantun (nasihat, jenaka, teka-teki, kiasan) dan fungsi pantun dari contoh yang diberikan, serta menuliskan alasannya.
  3. Guru berkeliling untuk memberikan bimbingan dan umpan balik awal kepada kelompok yang mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi jenis pantun.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka di depan kelas, menjelaskan jenis dan fungsi pantun yang ditemukan.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan terhadap presentasi, lalu guru memfasilitasi diskusi untuk menyamakan persepsi.
  3. Guru memberikan penguatan konsep tentang berbagai jenis pantun dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari, meluruskan miskonsepsi jika ada.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan jenis-jenis pantun dan kegunaannya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini.
  3. Guru memberikan tugas rumah untuk mencari contoh pantun dari media massa atau internet dan mempersiapkan diri untuk pertemuan berikutnya.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat menyajikan pantun hasil karyanya secara lisan di depan kelas dengan percaya diri.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam dan memeriksa kesiapan peserta didik, termasuk tugas mencari contoh pantun.
  2. Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu daerah yang mengandung pantun atau puisi singkat untuk membangun suasana.
  3. Guru mengingatkan kembali tujuan pembelajaran yaitu menganalisis konteks pantun dan membuat pantun sendiri, serta menjelaskan bahwa hari ini akan ada presentasi pantun.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru menanyakan, 'Bagaimana kita bisa membuat pantun yang tepat sasaran untuk menyampaikan pesan tertentu, misalnya nasihat atau hiburan?'
  2. Guru memfasilitasi diskusi tentang contoh pantun yang dibawa peserta didik dari rumah, menanyakan konteks penggunaannya dan mengapa pantun tersebut menarik.
  3. Mendesain perencanaan proyek: Guru menjelaskan bahwa peserta didik akan membuat pantun nasihat atau jenaka secara kelompok, kemudian menyajikannya secara lisan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Menyusun jadwal: Peserta didik dibagi ke dalam kelompok yang sama seperti pertemuan sebelumnya dan diberikan waktu untuk berdiskusi memilih topik pantun (nasihat atau jenaka) dan merancang pantun yang akan dibuat.
  2. Memonitor kemajuan proyek: Setiap kelompok mulai menyusun draf pantun mereka, memastikan rima, jumlah suku kata, dan isi pantun sesuai dengan jenis yang dipilih.
  3. Guru berkeliling, memantau proses kerja kelompok, dan memberikan umpan balik konstruktif terhadap draf pantun yang sedang dibuat.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menguji hasil: Setiap kelompok secara bergantian menyajikan pantun hasil karyanya di depan kelas secara lisan dengan ekspresi yang sesuai.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Peserta didik lain memberikan umpan balik positif dan saran perbaikan terhadap pantun yang disajikan, baik dari segi isi maupun penyampaian.
  3. Guru memberikan penguatan dan apresiasi terhadap kreativitas peserta didik dalam membuat dan menyajikan pantun, serta mengoreksi jika ada kesalahan kaidah.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama merangkum pentingnya pantun sebagai bagian dari budaya dan alat komunikasi.
  2. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas usaha dan kreativitasnya, menciptakan suasana menggembirakan di akhir pembelajaran.
  3. Guru memberikan tindak lanjut berupa anjuran untuk terus berlatih membuat pantun dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKPantun di Sekeliling Kita
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Mengidentifikasi jenis dan fungsi pantun dari berbagai contoh yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama yang sangat populer dalam kebudayaan Indonesia. Lebih dari sekadar susunan kata indah, pantun memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari kita.

Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, contoh pantun bergambar.

Langkah kerja:

  1. Amati gambar 1 yang menampilkan beberapa contoh pantun dengan konteks berbeda.
    Contoh-Contoh PantunPantun 1: Pergi ke pasar membeli mangga, jangan lupa membeliduku. Hormatilah orang tua dan guru, agar ilmumu berkahselalu.Pantun 2: Ada kucing makan ketupat, ketupat jatuh ke lantai.Jangan suka mengintip teman, nanti kena damprat.Pantun 3: Kalau tuan pergi ke kota, jangan lupa beli alpukat.Kalau siang ia bersembunyi, kalau malam ia terlihat. (Apakahitu?)Pantun 4: Anak ayam turun sepuluh, mati satu tinggal sembilan.Tuntutlah ilmu sungguh-sungguh, jangan sampai ketinggalan.
    Gambar 1. Teks bacaan
  2. Baca dan pahami setiap pantun yang disajikan.
  3. Diskusikan dengan kelompokmu untuk menentukan jenis pantun (nasihat, jenaka, teka-teki, kiasan) dan fungsi pantun tersebut.
  4. Catat hasil diskusimu pada tabel yang tersedia, sertakan alasan mengapa kamu menggolongkan pantun tersebut ke dalam jenis tertentu.
  5. Siapkan dirimu untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang ciri-ciri pantun?
  2. Sebutkan satu contoh pantun yang pernah kamu dengar!
  3. Menurutmu, untuk apa pantun biasanya digunakan?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kemampuan mereka mengidentifikasi jenis pantun pada LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian performa peserta didik saat menyajikan pantun hasil karyanya secara lisan di depan kelas, meliputi isi, kaidah, dan ekspresi.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi empat jenis pantun berdasarkan fungsinya dengan tepat.Pengenalan jenis dan fungsi pantun.2 JPPenalaran kritis
2Menganalisis konteks penggunaan pantun dalam situasi sehari-hari sesuai kaidah kebahasaan.Analisis konteks pantun dan kaidah kebahasaan.2 JPPenalaran kritis, Komunikasi
3Merancang pantun nasihat atau jenaka untuk situasi tertentu dengan kreatif.Perancangan dan penulisan pantun.2 JPKreativitas
4Menyajikan pantun hasil karyanya secara lisan di depan kelas dengan percaya diri.Presentasi pantun lisan.2 JPKomunikasi
Halaman 8 · Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama yang sangat populer dalam kebudayaan Indonesia. Lebih dari sekadar susunan kata indah, pantun memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari kita. Dari menyampaikan nasihat bijak hingga menghibur dalam suasana ceria, pantun adalah cerminan kekayaan bahasa dan budaya kita. Mari kita telusuri lebih jauh bagaimana pantun digunakan dalam berbagai kesempatan.

1. Jenis-Jenis Pantun Berdasarkan Fungsi
Pantun dapat dikelompokkan berdasarkan fungsinya. Ada pantun nasihat yang berisi petuah atau ajaran moral, seperti 'Pergi ke pasar membeli mangga, jangan lupa membeli duku. Hormatilah orang tua dan guru, agar ilmumu berkah selalu.' Kemudian ada pantun jenaka yang bertujuan menghibur dan membuat tertawa, contohnya 'Ada kucing makan ketupat, ketupat jatuh ke lantai. Jangan suka mengintip teman, nanti kena damprat.' Pantun teka-teki mengajak pendengar untuk berpikir, seperti 'Kalau tuan pergi ke kota, jangan lupa beli alpukat. Kalau siang ia bersembunyi, kalau malam ia terlihat. Apakah itu?' (Bulan). Terakhir, pantun kiasan yang menggunakan perumpamaan untuk menyampaikan pesan secara tidak langsung, 'Anak ayam turun sepuluh, mati satu tinggal sembilan. Tuntutlah ilmu sungguh-sungguh, jangan sampai ketinggalan.' Memahami jenis-jenis ini membantu kita menggunakan pantun secara tepat.

2. Pantun dalam Upacara Adat
Dalam berbagai upacara adat di Indonesia, pantun seringkali menjadi bagian tak terpisahkan. Misalnya, dalam upacara pernikahan adat Melayu, pantun digunakan sebagai sarana berbalas pantun antara pihak keluarga mempelai pria dan wanita. Ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga simbolisasi proses negosiasi, penghormatan, dan penyampaian maksud baik. Pantun juga hadir dalam upacara penyambutan tamu penting, pengangkatan pemimpin adat, atau bahkan ritual-ritual kesuburan. Penggunaan pantun dalam konteks ini menunjukkan betapa dalamnya akar pantun dalam tradisi dan nilai-nilai masyarakat.

3. Pantun sebagai Media Nasihat dan Pendidikan
Sejak dahulu kala, pantun telah menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan nasihat, ajaran moral, dan nilai-nilai luhur. Bentuknya yang ringkas, berirama, dan mudah diingat membuat pesan yang disampaikan melalui pantun lebih mudah diterima. Orang tua sering menggunakan pantun untuk menasihati anak-anaknya tentang pentingnya kejujuran, kerja keras, atau sopan santun. Guru juga dapat memanfaatkan pantun untuk menjelaskan konsep pelajaran atau memberikan motivasi kepada peserta didik. Pantun pendidikan seringkali mengandung pesan tentang pentingnya menuntut ilmu atau menjaga lingkungan. Contohnya, 'Pergi ke laut mencari ikan, ikan banyak di tengah samudra. Rajinlah belajar sepanjang zaman, agar hidupmu penuh makna.'

4. Pantun sebagai Hiburan dan Media Kreatif
Selain fungsi formal, pantun juga sangat populer sebagai sarana hiburan. Pantun jenaka seringkali digunakan untuk mencairkan suasana, membuat suasana lebih akrab, dan mengundang tawa. Dalam pergaulan sehari-hari, berbalas pantun jenaka bisa menjadi permainan yang menyenangkan. Selain itu, pantun juga menjadi media kreatif bagi para penulis dan seniman. Mereka menciptakan pantun-pantun baru dengan tema-tema kontemporer, bahkan mengadaptasinya ke dalam bentuk lagu atau pertunjukan. Ini menunjukkan bahwa pantun adalah bentuk sastra yang dinamis dan terus berkembang seiring waktu, relevan dengan kehidupan modern.

Rangkuman: Pantun adalah puisi lama Indonesia yang memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan sehari-hari, seperti nasihat, hiburan, teka-teki, dan kiasan. Pantun digunakan dalam upacara adat sebagai sarana komunikasi dan penghormatan. Sebagai media nasihat dan pendidikan, pantun efektif menyampaikan pesan moral. Selain itu, pantun juga populer sebagai hiburan dan media kreatif yang terus berkembang, membuktikan kekayaan budaya dan bahasa Indonesia.

Halaman 9 · Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Pantun NasihatPantun yang berisi pesan moral atau ajaran kebaikan.
Pantun JenakaPantun yang bertujuan untuk menghibur dan membuat tertawa.
Pantun Teka-TekiPantun yang berisi pertanyaan dan jawabannya tersembunyi dalam isi.
Pantun KiasanPantun yang menggunakan perumpamaan untuk menyampaikan pesan.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXPeta Konsep
Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hariJenis-Jenis Pantun Berdasarkan FungsiPantun dalam Upacara AdatPantun sebagai Media Nasihat dan PendidikanPantun sebagai Hiburan dan Media Kreatif
Dari sub-bab Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hariHalaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXProfil Lulusan
Penalaran kritisKreativitasKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

📝 Butuh soal ujiannya juga?

Materi Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari masuk ASAS Bahasa Indonesia Kelas IX Semester 1. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.

Mesin Soal Bahasa Indonesia Kelas IX →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 9 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari pada Bahasa Indonesia SMP, Fase D, elemen Menulis.

Modul Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas IX SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari ini gratis?

Ya. Modul Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari untuk Bahasa Indonesia kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?

Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia SMPSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.