Modul Ajar & RPP IPA Kelas VII
BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami konsep dasar materi dan energi, serta mampu melakukan pengukuran sederhana. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
Peserta didik menganalisis data percobaan suhu dan kalor, serta mengevaluasi kesimpulan yang diambil berdasarkan bukti ilmiah. - Kreativitas — elemen: Menghasilkan Gagasan yang Orisinal
Peserta didik merancang percobaan sederhana untuk menyelidiki fenomena pemuaian, menunjukkan ide-ide baru dalam desainnya. - Kolaborasi — elemen: Kerja Sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan eksperimen dan memecahkan masalah terkait suhu dan kalor.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Sains |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan konsep suhu, kalor, dan pemuaian, serta mengaplikasikannya dalam konteks kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini melibatkan fakta tentang bagaimana suhu air mendidih atau es mencair pada titik tertentu, serta bagaimana benda memuai saat dipanaskan. |
| Konseptual | Konsep inti meliputi definisi suhu sebagai derajat panas, kalor sebagai energi yang berpindah, dan pemuaian sebagai perubahan ukuran akibat perubahan suhu. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar prosedur pengukuran suhu menggunakan termometer, melakukan percobaan perpindahan kalor, dan mengamati proses pemuaian. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya langkah-langkah ilmiah dalam memahami fenomena alam dan bagaimana pengetahuan ini dapat diterapkan untuk memecahkan masalah. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui demonstrasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep suhu dan alat pengukurnya dengan tepat.
- Dengan melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi) dengan benar.
- Setelah menganalisis data percobaan, peserta didik dapat menghitung jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu atau mengubah wujud zat dengan rumus yang tepat.
- Melalui pengamatan fenomena sehari-hari, peserta didik dapat menjelaskan konsep pemuaian zat padat, cair, dan gas, serta contoh penerapannya dengan benar.
- Dengan merancang dan melaksanakan proyek sederhana, peserta didik dapat menerapkan konsep suhu, kalor, dan pemuaian untuk membuat alat atau menjelaskan fenomena di lingkungan sekitar secara kreatif.
- Setelah melakukan diskusi, peserta didik dapat menganalisis pemanfaatan energi kalor dalam kehidupan sehari-hari dan dampaknya terhadap lingkungan dengan kritis.
Pemahaman bermakna: Memahami hubungan antara suhu, kalor, dan pemuaian membantu peserta didik menjelaskan berbagai fenomena alam dan teknologi di sekitar mereka, seperti cara kerja termometer atau mengapa kabel listrik dibuat kendur.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita bisa merasa panas saat berjemur di bawah matahari, padahal tidak ada api di dekat kita?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Fisika: Konsep suhu, kalor, dan pemuaian adalah dasar dalam fisika yang terkait dengan termodinamika dan sifat material. Kimia: Perubahan wujud zat akibat kalor melibatkan perubahan energi pada tingkat molekuler yang juga dipelajari dalam kimia. Teknologi: Aplikasi pemuaian dan perpindahan kalor sangat relevan dalam perancangan jembatan, bangunan, dan mesin. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi mengenai contoh pemanfaatan energi kalor di rumah, seperti penggunaan kompor atau pemanas air, untuk memperkaya pemahaman peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan kelas yang kondusif dengan meja berkelompok dan akses ke area praktik (misal, sudut sains) akan mendukung eksperimen, ditambah akses internet yang aman untuk riset. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video demonstrasi dari YouTube atau simulasi interaktif tentang perpindahan kalor dapat memperjelas konsep yang sulit diamati secara langsung. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui demonstrasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep suhu dan alat pengukurnya dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tepuk Suhu: Guru memimpin tepuk tangan dengan tempo cepat untuk 'panas' dan tempo lambat untuk 'dingin', meminta peserta didik merasakan perbedaannya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi) dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Gerakan 'Panas-Dingin': Peserta didik berdiri, lalu bergerak cepat sambil menggosok tangan untuk 'panas' dan bergerak lambat sambil menggigil untuk 'dingin', merasakan perubahan suhu tubuh.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Mempelajari konsep suhu, kalor, dan pemuaian melalui percobaan dan analisis data.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Suhu, kalor, dan pemuaian adalah tiga konsep fundamental dalam ilmu fisika yang saling berkaitan erat. Ketiganya membantu kita memahami mengapa es bisa mencair, mengapa air mendidih, atau mengapa jembatan memiliki celah.
Alat & bahan: Termometer, gelas beker, pemanas spiritus, es batu, air, batang logam, lilin, korek api, pewarna makanan
Langkah kerja:
- Termometer pada gambar menunjukkan suhu 27 °C. Jika suhunya naik 5 °C, berapa suhunya sekarang? Tandai pada termometer.
Gambar 1. Termometer - Amati termometer, lalu identifikasi bagian-bagian utamanya dan catatlah fungsinya pada tabel pengamatan.
- Isilah gelas beker dengan 100 mL air, ukur suhunya menggunakan termometer, dan catat hasilnya pada tabel.
- Panaskan air tersebut hingga mendidih, lalu ukur kembali suhunya dan catat pada tabel.
- Masukkan es batu ke dalam gelas beker yang berisi air dingin, amati perubahan suhu hingga es mencair, dan catat suhunya setiap 1 menit.
- Diskusikan hasil pengamatanmu dengan kelompok, lalu tentukan perbedaan antara suhu dan kalor berdasarkan data yang kamu peroleh.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang panas?
- Bagaimana cara kita mengetahui suatu benda itu panas atau dingin?
- Pernahkah kamu melihat air mendidih? Apa yang terjadi pada air itu?
- Menurutmu, mengapa ada celah di antara sambungan rel kereta api?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat melakukan percobaan dan diskusi, serta penilaian hasil LKPD.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan konsep suhu dan alat pengukurnya | Suhu dan termometer | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengidentifikasi jenis-jenis perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi) | Perpindahan kalor | 2 JP | Kolaborasi |
| 3 | Menghitung jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu atau mengubah wujud zat | Perhitungan kalor | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 4 | Menjelaskan konsep pemuaian zat padat, cair, dan gas, serta contoh penerapannya | Pemuaian zat | 2 JP | Kreativitas |
Suhu, kalor, dan pemuaian adalah tiga konsep fundamental dalam ilmu fisika yang saling berkaitan erat. Ketiganya membantu kita memahami mengapa es bisa mencair, mengapa air mendidih, atau mengapa jembatan memiliki celah. Mempelajari materi ini akan membuka wawasan kita tentang bagaimana energi panas bekerja di sekitar kita dan bagaimana kita dapat memanfaatkannya.
1. 1. Suhu
Suhu adalah ukuran derajat panas atau dingin suatu benda. Suhu menunjukkan energi kinetik rata-rata partikel dalam suatu zat. Semakin tinggi suhu, semakin cepat partikel-partikel bergerak. Alat untuk mengukur suhu disebut termometer. Ada beberapa skala suhu yang umum digunakan, yaitu Celsius (°C), Fahrenheit (°F), dan Kelvin (K). Skala Kelvin adalah skala suhu mutlak, di mana 0 K (-273,15 °C) adalah titik nol mutlak, yaitu suhu terendah yang mungkin dicapai, di mana partikel tidak memiliki energi kinetik.
2. 2. Kalor
Kalor adalah bentuk energi yang berpindah dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah. Kalor bukan sifat yang dimiliki benda, melainkan proses transfer energi. Satuan kalor dalam Sistem Internasional (SI) adalah Joule (J), meskipun kalori (kal) juga sering digunakan. 1 kalori setara dengan 4,184 Joule. Jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu suatu zat bergantung pada massa zat, kalor jenis zat, dan perubahan suhunya. Rumusnya adalah Q = mcΔT, di mana Q adalah kalor, m adalah massa, c adalah kalor jenis, dan ΔT adalah perubahan suhu.
3. 3. Perpindahan Kalor
Kalor dapat berpindah melalui tiga cara: konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat perantara tanpa disertai perpindahan partikel zat tersebut, umumnya terjadi pada zat padat. Konveksi adalah perpindahan kalor melalui aliran zat perantara yang disertai perpindahan partikel zat, terjadi pada zat cair dan gas. Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara, melalui gelombang elektromagnetik, seperti panas matahari yang sampai ke bumi.
4. 4. Kalor Laten dan Perubahan Wujud
Selain untuk menaikkan suhu, kalor juga dapat digunakan untuk mengubah wujud zat, seperti dari padat ke cair (melebur), cair ke gas (menguap), atau sebaliknya. Kalor yang dibutuhkan untuk mengubah wujud zat pada suhu konstan disebut kalor laten. Kalor laten terdiri dari kalor lebur (untuk perubahan padat-cair) dan kalor uap (untuk perubahan cair-gas). Rumusnya adalah Q = mL, di mana L adalah kalor lebur atau kalor uap. Selama perubahan wujud, suhu zat tidak berubah meskipun kalor terus diberikan.
5. 5. Pemuaian Zat Padat
Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda akibat kenaikan suhu. Pada zat padat, pemuaian dapat terjadi dalam bentuk pemuaian panjang, pemuaian luas, dan pemuaian volume. Pemuaian panjang terjadi pada benda berbentuk batang, pemuaian luas pada benda berbentuk lempengan, dan pemuaian volume pada benda berbentuk ruang. Koefisien muai panjang, luas, dan volume berbeda untuk setiap jenis bahan. Contoh pemuaian panjang adalah rel kereta api yang memiliki celah.
6. 6. Pemuaian Zat Cair dan Gas
Zat cair dan gas juga mengalami pemuaian saat dipanaskan. Pemuaian pada zat cair hanya berupa pemuaian volume. Pemuaian zat cair lebih besar daripada zat padat. Contohnya adalah naiknya permukaan air raksa atau alkohol dalam termometer. Gas juga memuai dengan sangat signifikan saat dipanaskan, dan pemuaian gas lebih besar daripada zat cair dan padat. Contohnya adalah balon yang mengembang saat dipanaskan atau ban sepeda yang terasa lebih keras saat cuaca panas.
7. 7. Pemanfaatan Energi Kalor
Energi kalor memiliki banyak pemanfaatan dalam kehidupan sehari-hari dan industri. Dalam rumah tangga, kalor digunakan untuk memasak, memanaskan air, atau mengeringkan pakaian. Dalam industri, kalor digunakan untuk proses pengeringan, sterilisasi, peleburan logam, dan pembangkit listrik. Pemanfaatan energi kalor juga dapat ditemukan pada mesin uap, mesin pendingin, dan berbagai alat rumah tangga seperti setrika atau oven.
8. 8. Dampak dan Tantangan
Meskipun bermanfaat, pemanfaatan energi kalor juga memiliki dampak dan tantangan. Pembakaran bahan bakar fosil untuk menghasilkan kalor menyebabkan polusi udara dan efek rumah kaca. Pemuaian dan penyusutan yang tidak terkontrol dapat merusak struktur bangunan atau mesin. Oleh karena itu, penting untuk memahami prinsip-prinsip ini agar dapat memanfaatkan energi kalor secara efisien dan bertanggung jawab, serta mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Rangkuman: Suhu adalah ukuran panas atau dingin benda, diukur dengan termometer. Kalor adalah energi yang berpindah dari suhu tinggi ke rendah, melalui konduksi, konveksi, atau radiasi. Kalor dapat menaikkan suhu (Q=mcΔT) atau mengubah wujud zat (Q=mL). Pemuaian adalah bertambahnya ukuran benda karena kenaikan suhu, terjadi pada padat, cair, dan gas, dengan aplikasi luas di kehidupan sehari-hari.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Suhu | Ukuran derajat panas atau dingin suatu benda. |
| Kalor | Energi yang berpindah akibat perbedaan suhu. |
| Termometer | Alat untuk mengukur suhu. |
| Konduksi | Perpindahan kalor tanpa perpindahan zat perantara. |
| Konveksi | Perpindahan kalor disertai perpindahan zat perantara. |
| Radiasi | Perpindahan kalor tanpa zat perantara. |
| Kalor Jenis | Jumlah kalor untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1°C. |
| Kalor Laten | Kalor yang dibutuhkan untuk mengubah wujud zat. |
| Pemuaian | Bertambahnya ukuran benda akibat kenaikan suhu. |
| Penyusutan | Berkurangnya ukuran benda akibat penurunan suhu. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian" mata pelajaran IPA Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPA Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Hakikat Ilmu Sains dan Metode IlmiahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopZat dan PerubahannyaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSuhu, Kalor, dan PemuaianModul siap unduh · Word + PDF ber-kopGerak dan GayaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 3 siap unduh
Karakteristik dan Klasifikasi Makhluk HidupBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisEkologi dan Pelestarian LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBumi dan Tata SuryaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul IPA lain yang sudah tersedia
Suhu dan KalorIPA Kelas VII SMPBAB 4 Hubungan Gerak dan GayaIPA Kelas VII SMPBAB 5 TekananIPA Kelas VII SMPEkologi dan Keanekaragaman HayatiIPA Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar IPA Kelas VII →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian masuk ujian semester IPA Kelas VII. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal IPA Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPA kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian pada IPA SMP, Fase D, elemen Pemahaman Sains.
Modul BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian untuk IPA kelas VII.
Apakah modul ajar IPA materi BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini gratis?
Ya. Modul BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPA kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian untuk IPA kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul IPA ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.