SMPKelas VIIFase D

Modul Ajar & RPP IPA Kelas VII
BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Suhu adalah ukuran panas atau dingin benda, diukur dengan termometer. Kalor adalah energi yang berpindah dari suhu tinggi ke rendah, melalui konduksi, konveksi, atau radiasi. Kalor dapat menaikkan suhu (Q=mcΔT) atau mengubah wujud zat (Q=mL). Pemuaian adalah bertambahnya ukuran benda karena kenaikan suhu, terjadi pada padat, cair, dan gas, dengan aplikasi luas di kehidupan sehari-hari.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian
IPA · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian
IPA · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranIPA
Fase / KelasD / VII
Materi PokokBAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memahami konsep dasar materi dan energi, serta mampu melakukan pengukuran sederhana.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
    Peserta didik menganalisis data percobaan suhu dan kalor, serta mengevaluasi kesimpulan yang diambil berdasarkan bukti ilmiah.
  2. Kreativitas — elemen: Menghasilkan Gagasan yang Orisinal
    Peserta didik merancang percobaan sederhana untuk menyelidiki fenomena pemuaian, menunjukkan ide-ide baru dalam desainnya.
  3. Kolaborasi — elemen: Kerja Sama
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan eksperimen dan memecahkan masalah terkait suhu dan kalor.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPemahaman Sains
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan konsep suhu, kalor, dan pemuaian, serta mengaplikasikannya dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMateri ini melibatkan fakta tentang bagaimana suhu air mendidih atau es mencair pada titik tertentu, serta bagaimana benda memuai saat dipanaskan.
KonseptualKonsep inti meliputi definisi suhu sebagai derajat panas, kalor sebagai energi yang berpindah, dan pemuaian sebagai perubahan ukuran akibat perubahan suhu.
ProseduralPeserta didik akan belajar prosedur pengukuran suhu menggunakan termometer, melakukan percobaan perpindahan kalor, dan mengamati proses pemuaian.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya langkah-langkah ilmiah dalam memahami fenomena alam dan bagaimana pengetahuan ini dapat diterapkan untuk memecahkan masalah.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui demonstrasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep suhu dan alat pengukurnya dengan tepat.
  2. Dengan melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi) dengan benar.
  3. Setelah menganalisis data percobaan, peserta didik dapat menghitung jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu atau mengubah wujud zat dengan rumus yang tepat.
  4. Melalui pengamatan fenomena sehari-hari, peserta didik dapat menjelaskan konsep pemuaian zat padat, cair, dan gas, serta contoh penerapannya dengan benar.
  5. Dengan merancang dan melaksanakan proyek sederhana, peserta didik dapat menerapkan konsep suhu, kalor, dan pemuaian untuk membuat alat atau menjelaskan fenomena di lingkungan sekitar secara kreatif.
  6. Setelah melakukan diskusi, peserta didik dapat menganalisis pemanfaatan energi kalor dalam kehidupan sehari-hari dan dampaknya terhadap lingkungan dengan kritis.
Halaman 2 · BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami hubungan antara suhu, kalor, dan pemuaian membantu peserta didik menjelaskan berbagai fenomena alam dan teknologi di sekitar mereka, seperti cara kerja termometer atau mengapa kabel listrik dibuat kendur.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita bisa merasa panas saat berjemur di bawah matahari, padahal tidak ada api di dekat kita?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuFisika: Konsep suhu, kalor, dan pemuaian adalah dasar dalam fisika yang terkait dengan termodinamika dan sifat material.
Kimia: Perubahan wujud zat akibat kalor melibatkan perubahan energi pada tingkat molekuler yang juga dipelajari dalam kimia.
Teknologi: Aplikasi pemuaian dan perpindahan kalor sangat relevan dalam perancangan jembatan, bangunan, dan mesin.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi mengenai contoh pemanfaatan energi kalor di rumah, seperti penggunaan kompor atau pemanas air, untuk memperkaya pemahaman peserta didik.
Lingkungan PembelajaranLingkungan kelas yang kondusif dengan meja berkelompok dan akses ke area praktik (misal, sudut sains) akan mendukung eksperimen, ditambah akses internet yang aman untuk riset.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video demonstrasi dari YouTube atau simulasi interaktif tentang perpindahan kalor dapat memperjelas konsep yang sulit diamati secara langsung.
Halaman 3 · BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui demonstrasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep suhu dan alat pengukurnya dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tepuk Suhu: Guru memimpin tepuk tangan dengan tempo cepat untuk 'panas' dan tempo lambat untuk 'dingin', meminta peserta didik merasakan perbedaannya.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi untuk memastikan kehadiran peserta didik.
  2. Guru menampilkan gambar orang yang sedang mengukur suhu tubuh dengan termometer dan bertanya, 'Apa yang sedang dilakukan orang ini? Mengapa penting untuk mengukur suhu?' untuk mengaitkan dengan pengalaman peserta didik.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu memahami konsep suhu dan alat pengukurnya, serta pertanyaan pemantik 'Bagaimana kita tahu seberapa panas atau dingin suatu benda secara objektif?' untuk membangun kesadaran belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan video singkat tentang berbagai fenomena yang berkaitan dengan suhu, seperti air mendidih, es mencair, atau cuaca panas dan dingin.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi masalah atau pertanyaan dari video, misalnya 'Bagaimana cara mengukur panas atau dingin secara akurat?' dan 'Apa perbedaan antara panas dan suhu?'.
  3. Pengumpulan data: Peserta didik mengamati demonstrasi guru tentang pengukuran suhu menggunakan beberapa jenis termometer (air raksa, alkohol, digital) pada air panas dan air dingin, serta mencatat hasil pengukurannya.
  4. Pengolahan data: Peserta didik membandingkan hasil pengukuran dari berbagai termometer dan mendiskusikan prinsip kerja masing-masing termometer dalam kelompok.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pembuktian: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka tentang prinsip kerja termometer dan bagaimana termometer mengukur suhu, menjelaskan perbedaan skala Celsius, Fahrenheit, dan Kelvin.
  2. Peserta didik mengerjakan LKPD 1 yang berisi soal-soal tentang konversi skala suhu dan identifikasi bagian-bagian termometer.
  3. Guru berkeliling membimbing kelompok yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep atau mengerjakan LKPD.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menarik kesimpulan: Setiap kelompok menyajikan kesimpulan mereka tentang konsep suhu, perbedaan suhu dan kalor, serta fungsi termometer sebagai alat pengukur suhu.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan hasil kerja kelompok, mengoreksi miskonsepsi yang mungkin muncul.
  3. Guru memberikan penguatan materi tentang pentingnya pengukuran suhu yang akurat dalam berbagai bidang kehidupan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan materi tentang suhu dan termometer yang telah dipelajari hari ini.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua peserta didik atas partisipasi aktif mereka dan mengingatkan untuk terus menjaga rasa ingin tahu.
  3. Guru menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya yaitu tentang kalor dan perpindahannya, kemudian menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi) dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Gerakan 'Panas-Dingin': Peserta didik berdiri, lalu bergerak cepat sambil menggosok tangan untuk 'panas' dan bergerak lambat sambil menggigil untuk 'dingin', merasakan perubahan suhu tubuh.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru bertanya, 'Mengapa sendok yang diletakkan di sup panas ikut terasa panas?' untuk mengaitkan dengan pengalaman sehari-hari dan konsep kalor.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi jenis-jenis perpindahan kalor dan pertanyaan pemantik 'Bagaimana energi panas berpindah dari satu benda ke benda lain?' untuk membangun kesadaran belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video atau gambar tentang berbagai fenomena perpindahan kalor, seperti api unggun yang menghangatkan, air mendidih, dan setrika panas.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diberikan LKPD 2 yang berisi skenario masalah tentang perpindahan kalor di kehidupan sehari-hari.
  3. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok merencanakan dan menyiapkan alat dan bahan untuk melakukan tiga percobaan sederhana: konduksi (memanaskan batang logam), konveksi (memanaskan air dalam gelas dengan pewarna), dan radiasi (merasakan panas dari lampu pijar).
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Peserta didik melaksanakan percobaan sesuai dengan prosedur yang telah direncanakan, mencatat hasil pengamatan, dan mengidentifikasi jenis perpindahan kalor yang terjadi pada setiap percobaan.
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mengolah data pengamatan, membuat laporan percobaan yang berisi hipotesis, alat/bahan, prosedur, hasil, dan kesimpulan, serta menyiapkan presentasi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan kesimpulan mereka tentang jenis-jenis perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi) dengan contoh-contohnya.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik terhadap presentasi, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan percobaan, serta melakukan diskusi untuk mengklarifikasi konsep.
  3. Guru memberikan penguatan materi tentang perbedaan mekanisme perpindahan kalor dan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan materi tentang perpindahan kalor yang telah dipelajari.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama dan hasil percobaan yang telah dilakukan oleh peserta didik.
  3. Guru mengingatkan untuk mempelajari kembali materi tentang kalor dan perpindahannya untuk pertemuan berikutnya, kemudian menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKEksplorasi Suhu dan Kalor!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Mempelajari konsep suhu, kalor, dan pemuaian melalui percobaan dan analisis data.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Suhu, kalor, dan pemuaian adalah tiga konsep fundamental dalam ilmu fisika yang saling berkaitan erat. Ketiganya membantu kita memahami mengapa es bisa mencair, mengapa air mendidih, atau mengapa jembatan memiliki celah.

Alat & bahan: Termometer, gelas beker, pemanas spiritus, es batu, air, batang logam, lilin, korek api, pewarna makanan

Langkah kerja:

  1. Termometer pada gambar menunjukkan suhu 27 °C. Jika suhunya naik 5 °C, berapa suhunya sekarang? Tandai pada termometer.
    -1001020304050°C
    Gambar 1. Termometer
  2. Amati termometer, lalu identifikasi bagian-bagian utamanya dan catatlah fungsinya pada tabel pengamatan.
  3. Isilah gelas beker dengan 100 mL air, ukur suhunya menggunakan termometer, dan catat hasilnya pada tabel.
  4. Panaskan air tersebut hingga mendidih, lalu ukur kembali suhunya dan catat pada tabel.
  5. Masukkan es batu ke dalam gelas beker yang berisi air dingin, amati perubahan suhu hingga es mencair, dan catat suhunya setiap 1 menit.
  6. Diskusikan hasil pengamatanmu dengan kelompok, lalu tentukan perbedaan antara suhu dan kalor berdasarkan data yang kamu peroleh.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang panas?
  2. Bagaimana cara kita mengetahui suatu benda itu panas atau dingin?
  3. Pernahkah kamu melihat air mendidih? Apa yang terjadi pada air itu?
  4. Menurutmu, mengapa ada celah di antara sambungan rel kereta api?

Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat melakukan percobaan dan diskusi, serta penilaian hasil LKPD.

Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan konsep suhu dan alat pengukurnyaSuhu dan termometer2 JPPenalaran Kritis
2Mengidentifikasi jenis-jenis perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi)Perpindahan kalor2 JPKolaborasi
3Menghitung jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu atau mengubah wujud zatPerhitungan kalor2 JPPenalaran Kritis
4Menjelaskan konsep pemuaian zat padat, cair, dan gas, serta contoh penerapannyaPemuaian zat2 JPKreativitas
Halaman 8 · BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Suhu, kalor, dan pemuaian adalah tiga konsep fundamental dalam ilmu fisika yang saling berkaitan erat. Ketiganya membantu kita memahami mengapa es bisa mencair, mengapa air mendidih, atau mengapa jembatan memiliki celah. Mempelajari materi ini akan membuka wawasan kita tentang bagaimana energi panas bekerja di sekitar kita dan bagaimana kita dapat memanfaatkannya.

1. 1. Suhu
Suhu adalah ukuran derajat panas atau dingin suatu benda. Suhu menunjukkan energi kinetik rata-rata partikel dalam suatu zat. Semakin tinggi suhu, semakin cepat partikel-partikel bergerak. Alat untuk mengukur suhu disebut termometer. Ada beberapa skala suhu yang umum digunakan, yaitu Celsius (°C), Fahrenheit (°F), dan Kelvin (K). Skala Kelvin adalah skala suhu mutlak, di mana 0 K (-273,15 °C) adalah titik nol mutlak, yaitu suhu terendah yang mungkin dicapai, di mana partikel tidak memiliki energi kinetik.

2. 2. Kalor
Kalor adalah bentuk energi yang berpindah dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah. Kalor bukan sifat yang dimiliki benda, melainkan proses transfer energi. Satuan kalor dalam Sistem Internasional (SI) adalah Joule (J), meskipun kalori (kal) juga sering digunakan. 1 kalori setara dengan 4,184 Joule. Jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu suatu zat bergantung pada massa zat, kalor jenis zat, dan perubahan suhunya. Rumusnya adalah Q = mcΔT, di mana Q adalah kalor, m adalah massa, c adalah kalor jenis, dan ΔT adalah perubahan suhu.

3. 3. Perpindahan Kalor
Kalor dapat berpindah melalui tiga cara: konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat perantara tanpa disertai perpindahan partikel zat tersebut, umumnya terjadi pada zat padat. Konveksi adalah perpindahan kalor melalui aliran zat perantara yang disertai perpindahan partikel zat, terjadi pada zat cair dan gas. Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara, melalui gelombang elektromagnetik, seperti panas matahari yang sampai ke bumi.

4. 4. Kalor Laten dan Perubahan Wujud
Selain untuk menaikkan suhu, kalor juga dapat digunakan untuk mengubah wujud zat, seperti dari padat ke cair (melebur), cair ke gas (menguap), atau sebaliknya. Kalor yang dibutuhkan untuk mengubah wujud zat pada suhu konstan disebut kalor laten. Kalor laten terdiri dari kalor lebur (untuk perubahan padat-cair) dan kalor uap (untuk perubahan cair-gas). Rumusnya adalah Q = mL, di mana L adalah kalor lebur atau kalor uap. Selama perubahan wujud, suhu zat tidak berubah meskipun kalor terus diberikan.

5. 5. Pemuaian Zat Padat
Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda akibat kenaikan suhu. Pada zat padat, pemuaian dapat terjadi dalam bentuk pemuaian panjang, pemuaian luas, dan pemuaian volume. Pemuaian panjang terjadi pada benda berbentuk batang, pemuaian luas pada benda berbentuk lempengan, dan pemuaian volume pada benda berbentuk ruang. Koefisien muai panjang, luas, dan volume berbeda untuk setiap jenis bahan. Contoh pemuaian panjang adalah rel kereta api yang memiliki celah.

6. 6. Pemuaian Zat Cair dan Gas
Zat cair dan gas juga mengalami pemuaian saat dipanaskan. Pemuaian pada zat cair hanya berupa pemuaian volume. Pemuaian zat cair lebih besar daripada zat padat. Contohnya adalah naiknya permukaan air raksa atau alkohol dalam termometer. Gas juga memuai dengan sangat signifikan saat dipanaskan, dan pemuaian gas lebih besar daripada zat cair dan padat. Contohnya adalah balon yang mengembang saat dipanaskan atau ban sepeda yang terasa lebih keras saat cuaca panas.

7. 7. Pemanfaatan Energi Kalor
Energi kalor memiliki banyak pemanfaatan dalam kehidupan sehari-hari dan industri. Dalam rumah tangga, kalor digunakan untuk memasak, memanaskan air, atau mengeringkan pakaian. Dalam industri, kalor digunakan untuk proses pengeringan, sterilisasi, peleburan logam, dan pembangkit listrik. Pemanfaatan energi kalor juga dapat ditemukan pada mesin uap, mesin pendingin, dan berbagai alat rumah tangga seperti setrika atau oven.

8. 8. Dampak dan Tantangan
Meskipun bermanfaat, pemanfaatan energi kalor juga memiliki dampak dan tantangan. Pembakaran bahan bakar fosil untuk menghasilkan kalor menyebabkan polusi udara dan efek rumah kaca. Pemuaian dan penyusutan yang tidak terkontrol dapat merusak struktur bangunan atau mesin. Oleh karena itu, penting untuk memahami prinsip-prinsip ini agar dapat memanfaatkan energi kalor secara efisien dan bertanggung jawab, serta mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Rangkuman: Suhu adalah ukuran panas atau dingin benda, diukur dengan termometer. Kalor adalah energi yang berpindah dari suhu tinggi ke rendah, melalui konduksi, konveksi, atau radiasi. Kalor dapat menaikkan suhu (Q=mcΔT) atau mengubah wujud zat (Q=mL). Pemuaian adalah bertambahnya ukuran benda karena kenaikan suhu, terjadi pada padat, cair, dan gas, dengan aplikasi luas di kehidupan sehari-hari.

Halaman 9 · BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
SuhuUkuran derajat panas atau dingin suatu benda.
KalorEnergi yang berpindah akibat perbedaan suhu.
TermometerAlat untuk mengukur suhu.
KonduksiPerpindahan kalor tanpa perpindahan zat perantara.
KonveksiPerpindahan kalor disertai perpindahan zat perantara.
RadiasiPerpindahan kalor tanpa zat perantara.
Kalor JenisJumlah kalor untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1°C.
Kalor LatenKalor yang dibutuhkan untuk mengubah wujud zat.
PemuaianBertambahnya ukuran benda akibat kenaikan suhu.
PenyusutanBerkurangnya ukuran benda akibat penurunan suhu.
Daftar pustaka6 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian" mata pelajaran IPA Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIIPeta Konsep
BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian1. Suhu2. Kalor3. Perpindahan Kalor4. Kalor Laten dan Perubahan Wujud5. Pemuaian Zat Padat
Dari sub-bab BAB 6 Suhu, Kalor, dan PemuaianHalaman 12
Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIIProfil Lulusan
Penalaran KritisKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

📝 Butuh soal ujiannya juga?

Materi BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian masuk ujian semester IPA Kelas VII. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.

Mesin Soal IPA Kelas VII →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar IPA kelas 7 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian pada IPA SMP, Fase D, elemen Pemahaman Sains.

Modul BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian untuk IPA kelas VII.

Apakah modul ajar IPA materi BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini gratis?

Ya. Modul BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar IPA kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian untuk IPA kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul IPA ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?

Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi BAB 6 Suhu, Kalor, dan Pemuaian yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar IPA SMPSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.