Modul Ajar & RPP IPA Kelas VII
Ekologi dan Keanekaragaman Hayati
Modul ajar (RPP) IPA SMP kelas VII materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Ekologi dan Keanekaragaman Hayati yang Anda cari? Materi IPA Kelas VII lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Ekologi dan Keanekaragaman Hayati |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik mengetahui beberapa jenis hewan dan tumbuhan serta tempat hidupnya di sekitar mereka.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis hubungan antar komponen ekosistem dan mengevaluasi dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. - Kolaborasi — elemen: Kerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi masalah lingkungan dan merumuskan solusi konservasi keanekaragaman hayati. - Kemandirian — elemen: Pemahaman diri dan situasi
Peserta didik memahami peran mereka dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mengambil inisiatif untuk berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman IPA |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta menjelaskan pentingnya keanekaragaman hayati dan upaya konservasinya untuk keberlanjutan kehidupan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Ekosistem hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan berbagai jenis flora dan fauna endemik. |
| Konseptual | Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya, sedangkan keanekaragaman hayati adalah variasi makhluk hidup pada berbagai tingkat. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengamati komponen ekosistem, mengidentifikasi jaring-jaring makanan, dan merancang upaya sederhana untuk konservasi. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa pemahaman tentang ekologi dan keanekaragaman hayati sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup di bumi. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan lingkungan sekitar, peserta didik dapat mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida ekologi dengan benar.
- Setelah menganalisis studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor penyebab hilangnya keanekaragaman hayati dengan akurat.
- Melalui proyek mini konservasi, peserta didik dapat merancang dan mengimplementasikan upaya pelestarian keanekaragaman hayati sederhana di lingkungan sekolah dengan mandiri.
Pemahaman bermakna: Memahami ekologi dan keanekaragaman hayati membantu kita menyadari betapa pentingnya menjaga keseimbangan alam dan melestarikan makhluk hidup untuk masa depan bumi.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian berpikir, mengapa ada begitu banyak jenis makhluk hidup di bumi ini dan apa yang akan terjadi jika salah satu dari mereka punah?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menyusun laporan proyek dan presentasi hasil konservasi dengan tata bahasa yang baik dan benar. Seni Budaya: Mendesain poster edukasi atau media visual lain untuk kampanye pelestarian keanekaragaman hayati. Matematika: Menghitung populasi spesies tertentu atau persentase lahan yang dihijaukan dalam proyek konservasi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat diajak untuk berpartisipasi dalam proyek mini konservasi di sekolah, misalnya dengan menyumbangkan bibit tanaman atau memberikan bimbingan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilakukan di dalam kelas untuk diskusi dan di luar kelas (area sekolah) untuk pengamatan ekosistem dan pelaksanaan proyek konservasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video edukasi dari YouTube, artikel ilmiah daring, dan aplikasi identifikasi makhluk hidup untuk mendukung eksplorasi materi dan proyek. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan lingkungan sekitar, peserta didik dapat mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Suara Hewan: Guru memutar rekaman suara hewan (misal burung, katak, monyet) dan peserta didik menebak nama hewan tersebut. Permainan ini melatih pendengaran dan mengenalkan keanekaragaman.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida ekologi dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Berantai: Guru menyebutkan satu makhluk hidup (misal: padi), lalu peserta didik lain menyebutkan pemangsanya (misal: tikus), dan seterusnya membentuk rantai makanan. Permainan ini melatih asosiasi dan pemahaman awal tentang transfer energi.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Melalui proyek mini konservasi, peserta didik dapat merancang dan mengimplementasikan upaya pelestarian keanekaragaman hayati sederhana di lingkungan sekolah dengan mandiri. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Teka-teki Lingkungan: Guru membacakan teka-teki tentang masalah lingkungan atau hewan langka, dan peserta didik menebak jawabannya. Permainan ini membangkitkan kepedulian terhadap isu lingkungan.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem dan menganalisis interaksinya.
Alat & bahan: Kertas, pensil warna, gunting, lem
Langkah kerja:
- Amati gambar ekosistem sawah di bawah ini dengan seksama.
- Identifikasi komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (benda tak hidup) yang ada dalam gambar. Kelompokkan mereka dalam tabel.
- Diskusikan dalam kelompok, bagaimana komponen-komponen tersebut saling berinteraksi atau berhubungan.
- Buatlah minimal 3 contoh rantai makanan yang mungkin terjadi di ekosistem sawah tersebut.
- Gambarlah jaring-jaring makanan yang lebih kompleks berdasarkan rantai makanan yang sudah kalian buat.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 jenis hewan yang sering kamu lihat di sekitar rumah!
- Apa yang dibutuhkan tumbuhan untuk hidup?
- Menurutmu, apa itu lingkungan?
- Mengapa penting untuk menjaga kebersihan lingkungan?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat diskusi dan presentasi, serta penilaian terhadap LKPD dan poster proyek.
Sumatif (akhir): Tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep ekologi dan keanekaragaman hayati, serta penilaian proyek mini konservasi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem. | Konsep Ekosistem | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan konsep rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida ekologi. | Aliran Energi dalam Ekosistem | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 3 | Merancang dan mengimplementasikan upaya pelestarian keanekaragaman hayati sederhana. | Konservasi Keanekaragaman Hayati | 2 JP | Kolaborasi, Kemandirian |
Modul ini akan mengajak kalian menjelajahi dunia ekologi dan keanekaragaman hayati. Kita akan belajar bagaimana makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya dan mengapa penting untuk menjaga kekayaan alam ini. Mari kita pahami peran kita sebagai bagian dari ekosistem bumi.
1. Pengertian Ekologi dan Ekosistem
Ekologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan fisik dan biologisnya. Lingkungan ini mencakup segala sesuatu yang ada di sekitar makhluk hidup, baik yang hidup (biotik) maupun yang tidak hidup (abiotik). Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Contohnya adalah ekosistem hutan, ekosistem danau, atau ekosistem sawah. Komponen biotik meliputi produsen (tumbuhan), konsumen (hewan), dan dekomposer (pengurai). Komponen abiotik meliputi air, tanah, udara, cahaya matahari, dan suhu.
2. Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan
Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antar makhluk hidup dengan urutan tertentu, di mana energi berpindah dari satu organisme ke organisme lain. Contohnya, padi dimakan tikus, tikus dimakan ular, ular dimakan elang. Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari beberapa rantai makanan yang saling berhubungan dalam suatu ekosistem. Ini menunjukkan bahwa satu organisme bisa menjadi makanan bagi lebih dari satu jenis organisme, dan satu organisme bisa memakan lebih dari satu jenis organisme. Jaring-jaring makanan menggambarkan aliran energi yang lebih kompleks dan realistis di alam.
3. Piramida Ekologi
Piramida ekologi menggambarkan struktur trofik (tingkat makanan) dalam suatu ekosistem. Ada tiga jenis piramida ekologi: piramida jumlah, piramida biomassa, dan piramida energi. Piramida jumlah menunjukkan jumlah individu pada setiap tingkat trofik. Piramida biomassa menunjukkan berat total organisme pada setiap tingkat trofik. Piramida energi menunjukkan jumlah energi yang tersedia pada setiap tingkat trofik. Umumnya, bentuk piramida ini menyempit ke atas, menunjukkan bahwa jumlah, biomassa, dan energi semakin berkurang pada tingkat trofik yang lebih tinggi.
4. Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah variasi makhluk hidup di bumi, yang meliputi keanekaragaman gen, jenis, dan ekosistem. Keanekaragaman gen adalah variasi genetik dalam satu spesies, misalnya perbedaan warna bulu pada kucing. Keanekaragaman jenis adalah variasi antarspesies dalam satu genus atau famili, misalnya harimau, singa, dan kucing. Keanekaragaman ekosistem adalah variasi tipe ekosistem di bumi, seperti hutan hujan, padang rumput, atau terumbu karang. Keanekaragaman hayati sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan menyediakan berbagai sumber daya bagi manusia.
5. Pentingnya Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai sumber pangan, obat-obatan, sandang, dan papan. Selain itu, keanekaragaman hayati juga berperan penting dalam menjaga kualitas lingkungan, seperti menjaga siklus air, kesuburan tanah, dan penyerapan karbon dioksida. Lingkungan yang kaya keanekaragaman hayati cenderung lebih stabil dan tahan terhadap gangguan. Hilangnya keanekaragaman hayati dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem dan kerugian besar bagi kehidupan di bumi.
6. Ancaman dan Upaya Konservasi
Keanekaragaman hayati menghadapi berbagai ancaman, seperti perusakan habitat, perburuan liar, pencemaran lingkungan, perubahan iklim, dan masuknya spesies invasif. Untuk melestarikan keanekaragaman hayati, diperlukan upaya konservasi. Konservasi dapat dilakukan secara in situ (di habitat aslinya) seperti taman nasional dan cagar alam, atau secara ex situ (di luar habitat aslinya) seperti kebun binatang dan kebun raya. Selain itu, pendidikan lingkungan, penegakan hukum, dan partisipasi masyarakat juga sangat penting dalam upaya konservasi.
Rangkuman: Ekologi mempelajari interaksi makhluk hidup dan lingkungannya dalam ekosistem. Rantai dan jaring-jaring makanan menggambarkan aliran energi, sedangkan piramida ekologi menunjukkan struktur trofik. Keanekaragaman hayati adalah variasi kehidupan yang esensial bagi keseimbangan alam dan sumber daya manusia. Ancaman terhadapnya memerlukan upaya konservasi in situ dan ex situ serta kesadaran kolektif untuk keberlanjutan bumi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Ekologi | Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungannya. |
| Ekosistem | Sistem ekologi yang terbentuk dari interaksi makhluk hidup dan lingkungannya. |
| Biotik | Komponen hidup dalam ekosistem, seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. |
| Abiotik | Komponen tak hidup dalam ekosistem, seperti air, udara, tanah, dan cahaya matahari. |
| Rantai Makanan | Peristiwa makan dan dimakan antar makhluk hidup dengan urutan tertentu. |
| Jaring-jaring Makanan | Gabungan dari beberapa rantai makanan yang saling berhubungan. |
| Keanekaragaman Hayati | Variasi makhluk hidup di bumi pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem. |
| Konservasi | Upaya pelestarian dan perlindungan sumber daya alam, termasuk keanekaragaman hayati. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Ekologi dan Keanekaragaman Hayati" mata pelajaran IPA Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Peta Materi IPA Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Objek IPA dan PengukuranModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKlasifikasi Makhluk HidupModul siap unduh · Word + PDF ber-kopZat dan PerubahannyaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSuhu dan KalorModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 4 siap unduh
EnergiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSistem Organisasi KehidupanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisEkosistemModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPencemaran LingkunganBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul IPA lain yang sudah tersedia
Bumi dan Tata SuryaIPA Kelas VII SMPFotosintesisIPA Kelas VII SMPgerak dan gayaIPA Kelas VII SMPHakikat Ilmu Sain dan Metode IlmiahIPA Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar IPA Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPA kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati pada IPA SMP, Fase D, elemen Pemahaman IPA.
Modul Ekologi dan Keanekaragaman Hayati ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Ekologi dan Keanekaragaman Hayati untuk IPA kelas VII.
Apakah modul ajar IPA materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati ini gratis?
Ya. Modul Ekologi dan Keanekaragaman Hayati untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Ekologi dan Keanekaragaman Hayati ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Ekologi dan Keanekaragaman Hayati ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Ekologi dan Keanekaragaman Hayati dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPA kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Ekologi dan Keanekaragaman Hayati ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Ekologi dan Keanekaragaman Hayati untuk IPA kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Ekologi dan Keanekaragaman Hayati ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Ekologi dan Keanekaragaman Hayati beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul IPA ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.