Modul Ajar & RPP IPS Kelas VII
Berkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn)
Modul ajar (RPP) IPS SMP kelas VII materi Berkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn) lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Berkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn) yang Anda cari? Materi IPS Kelas VII lainnya:
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPS |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Berkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn) |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang lingkungan sekitar dan beberapa masalah lingkungan yang sering mereka dengar atau lihat.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis penyebab dan dampak pencemaran lingkungan serta mengevaluasi solusi yang ditawarkan dengan argumen logis. - Kolaborasi — elemen: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi jenis pencemaran dan merancang kampanye pencegahan pencemaran. - Kemandirian — elemen: Memahami diri dan situasi yang dihadapi
Peserta didik mengidentifikasi peran pribadi dalam menjaga lingkungan dan mengambil inisiatif untuk mengurangi dampak pencemaran.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Lingkungan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis dinamika lingkungan alam serta interaksi manusia dengan lingkungan, termasuk dampaknya terhadap keberlanjutan kehidupan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pencemaran udara akibat asap kendaraan bermotor dan pabrik adalah fakta nyata yang sering kita temui di perkotaan. |
| Konseptual | Pencemaran lingkungan adalah masuknya zat atau energi ke dalam lingkungan yang menyebabkan perubahan kualitas lingkungan hingga tidak berfungsi lagi sesuai peruntukannya. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah mengidentifikasi jenis pencemaran, menganalisis penyebab, dampak, dan merumuskan solusi penanganannya. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman tentang pencemaran lingkungan dapat memengaruhi keputusan dan tindakan mereka dalam kehidupan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi jenis-jenis pencemaran lingkungan (udara, air, tanah) dengan tepat.
- Menganalisis penyebab utama terjadinya pencemaran lingkungan (udara, air, tanah) berdasarkan studi kasus.
- Menjelaskan dampak pencemaran lingkungan terhadap ekosistem dan kehidupan manusia.
- Merancang solusi sederhana untuk mengurangi pencemaran lingkungan di sekitar sekolah atau rumah.
- Mengembangkan kesadaran dan sikap peduli terhadap lingkungan sebagai upaya menjaga kelestarian alam.
Pemahaman bermakna: Pencemaran lingkungan bukan hanya masalah global, tetapi juga masalah yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, dan setiap individu memiliki peran penting dalam mencegah serta mengatasinya.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kamu merasa tidak nyaman dengan kondisi lingkungan di sekitarmu? Apa yang membuatmu merasa tidak nyaman?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menyusun laporan observasi dan teks kampanye lingkungan yang efektif dan persuasif. IPA: Memahami proses kimia dan biologi yang terjadi dalam pencemaran serta dampaknya pada makhluk hidup. Seni Budaya: Membuat poster atau infografis kampanye pencegahan pencemaran yang menarik dan informatif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung anak dalam menerapkan kebiasaan ramah lingkungan di rumah dan mendiskusikan isu pencemaran di lingkungan sekitar. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas dan area sekitar sekolah digunakan sebagai laboratorium observasi, serta akses ke perpustakaan sekolah untuk mencari informasi tambahan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video edukasi dari YouTube tentang jenis pencemaran, aplikasi pengolah kata/presentasi untuk membuat laporan atau kampanye mini, serta mesin pencari untuk riset solusi. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis pencemaran lingkungan (udara, air, tanah) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Lingkungan: Guru menyebutkan ciri-ciri suatu jenis pencemaran, peserta didik menebak jenis pencemarannya. Contoh: 'Berbau tak sedap, terlihat keruh.' Jawaban: Pencemaran air. Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan menanyakan kabar. Guru mengajak peserta didik untuk mengingat kembali apa yang mereka ketahui tentang lingkungan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi jenis pencemaran dan mengapa penting untuk mempelajarinya, serta bagaimana proses belajar akan berlangsung. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati berbagai gambar atau video pendek tentang fenomena pencemaran lingkungan (misalnya, tumpukan sampah, sungai kotor, asap pabrik). Mereka diminta untuk mengidentifikasi apa yang mereka lihat dan menduga jenis pencemaran apa yang terjadi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik melakukan eksplorasi di sekitar sekolah (misalnya, melihat kondisi selokan, tempat sampah, atau udara di halaman). Mereka mencatat temuan mereka dan mengelompokkan jenis pencemaran yang teridentifikasi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan identifikasi jenis pencemaran. Guru memberikan umpan balik dan menguatkan pemahaman tentang berbagai jenis pencemaran (udara, air, tanah) serta karakteristiknya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan jenis-jenis pencemaran. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan tugas rumah untuk mencari contoh pencemaran di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Pertemuan ditutup dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis penyebab utama terjadinya pencemaran lingkungan (udara, air, tanah) berdasarkan studi kasus. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata: Peserta didik duduk melingkar. Satu orang menyebutkan kata terkait lingkungan, orang berikutnya menyebutkan kata lain yang berhubungan. Contoh: 'Sampah' -> 'Plastik' -> 'Laut'. Guru menyapa dan mengecek kehadiran. Guru mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang jenis-jenis pencemaran. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis penyebab pencemaran dan bagaimana proses belajar akan melibatkan pemecahan masalah. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diberikan studi kasus atau artikel berita tentang satu kejadian pencemaran lingkungan yang spesifik (misalnya, pencemaran sungai akibat limbah industri atau pencemaran udara akibat kebakaran hutan). Mereka membaca dan menganalisis informasi untuk mengidentifikasi penyebab-penyebabnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan studi kasus tersebut. Mereka membuat peta pikiran atau diagram alir untuk menggambarkan hubungan antara berbagai penyebab pencemaran dan dampaknya. Setiap kelompok merumuskan hipotesis tentang solusi awal. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis penyebab pencemaran dan hipotesis solusi mereka. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memfasilitasi diskusi untuk memperdalam pemahaman tentang kompleksitas penyebab pencemaran. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan penyebab utama pencemaran lingkungan. Guru memberikan apresiasi dan menugaskan peserta didik untuk mulai memikirkan solusi konkret yang bisa diterapkan di lingkungan mereka. Pertemuan ditutup dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (mini-proyek) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Merancang solusi sederhana untuk mengurangi pencemaran lingkungan di sekitar sekolah atau rumah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Teko Ajaib: Peserta didik berpasangan. Satu berperan sebagai 'teko' dan yang lain 'meminta' solusi pencemaran. Contoh: 'Teko, beri aku solusi untuk sampah plastik!' 'Teko' menjawab dengan ide kreatif. Guru menyapa dan mengecek kehadiran. Guru mengulas kembali hasil analisis penyebab pencemaran dari pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu merancang solusi nyata dan bagaimana mereka akan berkolaborasi dalam proyek ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara individu melakukan riset singkat (bisa dari buku atau internet) tentang berbagai solusi inovatif untuk mengatasi jenis pencemaran yang mereka identifikasi di pertemuan sebelumnya. Mereka mencatat ide-ide yang relevan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik berdiskusi untuk merancang sebuah 'Kampanye Pencegahan Pencemaran Sederhana' atau 'Proyek Lingkungan Mini' yang dapat diterapkan di sekolah atau rumah. Mereka membuat poster, infografis, atau presentasi singkat yang berisi identifikasi masalah, penyebab, dampak, dan solusi yang diusulkan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan rancangan kampanye/proyek mereka di depan kelas. Guru dan kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik bersama-sama merefleksikan seluruh rangkaian pembelajaran tentang pencemaran lingkungan. Guru mengapresiasi kerja keras dan ide-ide kreatif peserta didik. Guru mendorong peserta didik untuk menerapkan solusi yang dirancang dalam kehidupan sehari-hari dan menanamkan sikap peduli lingkungan. Pertemuan ditutup dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi jenis, penyebab, dan dampak pencemaran di lingkungan sekitar sekolah.
Alat & bahan: Alat tulis, lembar observasi, kamera ponsel (opsional)
Langkah kerja:
- Bentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
- Amati lingkungan sekitar sekolah (halaman, selokan, tempat sampah, udara) selama 15 menit.
- Catat semua temuan yang menunjukkan adanya pencemaran lingkungan pada kolom 'Jenis Pencemaran'.
- Diskusikan dengan kelompokmu apa yang menjadi penyebab dan dampak dari pencemaran yang kalian temukan.
- Isi tabel observasi dengan lengkap dan siapkan untuk dipresentasikan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang lingkungan?
- Pernahkah kamu melihat sampah berserakan? Di mana?
- Menurutmu, apa yang terjadi jika lingkungan kotor terus-menerus?
- Apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan tetap bersih?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil rancangan kampanye/proyek mini pencegahan pencemaran lingkungan yang dipresentasikan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis pencemaran lingkungan (udara, air, tanah) dengan tepat. | Jenis-jenis pencemaran lingkungan | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis penyebab utama terjadinya pencemaran lingkungan (udara, air, tanah) berdasarkan studi kasus. | Penyebab dan dampak pencemaran | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 3 | Merancang solusi sederhana untuk mengurangi pencemaran lingkungan di sekitar sekolah atau rumah. | Solusi pencegahan pencemaran | 2 JP | Kolaborasi, Kemandirian |
Lingkungan adalah tempat kita hidup dan berinteraksi. Namun, seringkali kita melihat lingkungan yang kotor dan tidak sehat. Kondisi ini disebut pencemaran lingkungan. Memahami apa itu pencemaran, jenis-jenisnya, penyebab, dan dampaknya sangat penting agar kita bisa berperan aktif menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih baik.
1. Apa Itu Pencemaran Lingkungan?
Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan oleh kegiatan manusia sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai peruntukannya. Pencemaran bisa disebabkan oleh faktor alam (misalnya letusan gunung berapi) tetapi sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia.
2. Jenis-jenis Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan medium yang tercemar. Pencemaran udara terjadi ketika udara terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, dan partikulat. Pencemaran air adalah masuknya zat atau energi ke dalam air yang merusak kualitas air, seperti limbah rumah tangga, limbah industri, dan pestisida. Pencemaran tanah terjadi ketika tanah terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya seperti sampah plastik, limbah B3, dan tumpahan minyak.
3. Pencemaran Udara: Penyebab dan Dampak
Pencemaran udara umumnya disebabkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor, asap pabrik, pembakaran sampah, dan kebakaran hutan. Dampaknya sangat serius, antara lain gangguan pernapasan (asma, ISPA), hujan asam yang merusak bangunan dan tanaman, serta pemanasan global akibat peningkatan gas rumah kaca. Kualitas udara yang buruk juga dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
4. Pencemaran Air: Penyebab dan Dampak
Penyebab utama pencemaran air meliputi pembuangan limbah rumah tangga (deterjen, sisa makanan), limbah industri (bahan kimia berbahaya), limbah pertanian (pestisida, pupuk kimia), dan tumpahan minyak. Dampaknya termasuk kematian organisme air, penyebaran penyakit melalui air yang tercemar (diare, kolera), serta kekurangan air bersih untuk kebutuhan manusia dan hewan. Air yang tercemar juga dapat berbau busuk dan berwarna keruh.
5. Pencemaran Tanah: Penyebab dan Dampak
Pencemaran tanah seringkali disebabkan oleh pembuangan sampah anorganik (plastik, styrofoam) yang sulit terurai, limbah industri, tumpahan bahan kimia, dan penggunaan pestisida berlebihan. Dampaknya mencakup penurunan kesuburan tanah, rusaknya ekosistem mikroorganisme tanah, masuknya zat beracun ke dalam rantai makanan, serta berkurangnya lahan produktif untuk pertanian. Sampah yang menumpuk juga dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sarang penyakit.
6. Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran
Ada banyak cara untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran lingkungan. Untuk pencemaran udara, kita bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum. Untuk pencemaran air, pengelolaan limbah rumah tangga dan industri harus diperbaiki. Untuk pencemaran tanah, penting untuk mengurangi penggunaan plastik, melakukan daur ulang, dan mengelola sampah dengan baik. Edukasi dan kesadaran masyarakat adalah kunci utama.
Rangkuman: Pencemaran lingkungan adalah masalah serius yang disebabkan oleh masuknya zat berbahaya ke lingkungan, merusak kualitas udara, air, dan tanah. Dampaknya luas, mulai dari kesehatan manusia hingga kerusakan ekosistem. Mengenali jenis, penyebab, dan dampak pencemaran sangat penting agar kita dapat berkontribusi aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan, demi kelestarian alam dan keberlanjutan hidup.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pencemaran | Masuknya zat atau energi ke lingkungan yang merusak kualitasnya. |
| Limbah | Sisa proses produksi atau kegiatan lain yang tidak digunakan lagi. |
| Ekosistem | Komunitas makhluk hidup dan lingkungan fisiknya yang saling berinteraksi. |
| Daur ulang | Proses mengolah kembali barang bekas menjadi barang baru. |
| B3 | Bahan Berbahaya dan Beracun. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Berkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn)" mata pelajaran IPS Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi IPS Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Keruangan dan Interaksi AntarruangModul siap unduh · Word + PDF ber-kopInteraksi SosialModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAktivitas EkonomiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMasa Praaksara, Hindu-Buddha, dan IslamModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKeluarga Awal KehidupanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 dari 4 siap unduh
Potensi Ekonomi LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPemberdayaan MasyarakatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopNasionalisme dan Jati Diri BangsaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKebutuhan dan KelangkaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMateri IPS di kelas lain
Berkenalan Dengan Lingkungan SekitarIPS Kelas VII SMPBerkenalan Dengan Masyarakat (Dinamika dan Perubahan Sosial)IPS Kelas VII SMPPotensi bencana alamIPS Kelas VII SMPPotensi Bencana Alam di IndonesiaIPS Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar IPS Kelas VII →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar IPS Berkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn) ini gratis?
Ya. Modul Berkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn) untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPS kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar IPS kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Berkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn) ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII SMP.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Berkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn) untuk IPS kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Berkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn) ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPS kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar IPS kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Berkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn) pada IPS SMP, Fase D, elemen Pemahaman Lingkungan.
Bisakah modul Berkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Berkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn) dapat Anda sesuaikan dengan murid IPS kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.