Modul Ajar & RPP IPS Kelas VII
Berkenalan Dengan Lingkungan Sekitar
Modul ajar (RPP) IPS SMP kelas VII materi Berkenalan Dengan Lingkungan Sekitar lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Berkenalan Dengan Lingkungan Sekitar yang Anda cari? Materi IPS Kelas VII lainnya:
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPS |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Berkenalan Dengan Lingkungan Sekitar |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Lapangan |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang lingkungan sebagai tempat tinggal dan berinteraksi sehari-hari.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis informasi tentang lingkungan sekitar dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi potensi dan masalah. - kolaborasi — elemen: bekerja sama
Peserta didik berinteraksi dengan teman sebaya dan anggota komunitas lokal untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah lingkungan secara bersama-sama. - kewargaan — elemen: peduli lingkungan sosial
Peserta didik menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pelestarian dan pengembangan komunitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Manusia, Ruang, dan Lingkungan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menganalisis dinamika interaksi antara manusia dengan lingkungan fisik dan sosial di sekitarnya, serta dampaknya terhadap kehidupan bermasyarakat. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Lingkungan sekitar rumah atau sekolah peserta didik, seperti keberadaan sungai, pasar tradisional, atau keramaian jalan, adalah contoh nyata dari materi ini. |
| Konseptual | Konsep inti materi ini adalah interaksi spasial dan sosial antara manusia dengan unsur-unsur lingkungan fisik dan non-fisik di suatu wilayah. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara mengamati, mendata, dan menganalisis karakteristik lingkungan sekitar serta merumuskan solusi atas permasalahan yang ada. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pengetahuan tentang lingkungan dapat membantu mereka menjadi warga negara yang lebih bertanggung jawab dan peduli terhadap tempat tinggalnya. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi unsur-unsur lingkungan fisik dan non-fisik di sekitar tempat tinggal atau sekolah.
- Menganalisis interaksi antara manusia dengan lingkungan fisik dan sosial di sekitar tempat tinggal atau sekolah.
- Merumuskan potensi dan masalah lingkungan sekitar berdasarkan hasil pengamatan.
- Membuat peta sederhana atau sketsa lingkungan sekitar yang menunjukkan potensi dan masalah.
- Mempresentasikan hasil pengamatan dan analisis lingkungan sekitar dengan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Memahami lingkungan sekitar bukan hanya tentang mengetahui nama tempat, tetapi juga mengenali potensi, tantangan, dan bagaimana kita dapat berkontribusi positif untuk keberlanjutan dan kesejahteraan bersama.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu mengenal lingkungan di sekitar kita lebih dari sekadar tahu namanya?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Lapangan |
| Lintas Disiplin Ilmu | Matematika: Menghitung jarak atau skala pada peta sederhana, mengolah data kuantitatif dari pengamatan lingkungan. Seni Budaya: Menggambar sketsa atau peta lingkungan dengan estetika visual yang baik dan simbol yang mudah dipahami. Bahasa Indonesia: Menyusun laporan observasi atau deskripsi lingkungan dengan pilihan kata yang tepat dan jelas. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendampingi peserta didik mengamati lingkungan sekitar rumah dan mendiskusikan potensi serta masalah yang ada di sana. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang nyaman, area luar sekolah untuk pengamatan singkat, serta akses ke perpustakaan sekolah atau pusat komunitas untuk mencari informasi tambahan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan aplikasi pemetaan sederhana seperti Google Maps untuk orientasi awal, atau aplikasi pengolah gambar untuk membuat sketsa peta digital jika memungkinkan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi unsur-unsur lingkungan fisik dan non-fisik di sekitar tempat tinggal atau sekolah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Suara Lingkungan: Guru memutar rekaman suara lingkungan (misal: pasar, sungai, jalan raya) dan peserta didik menebak sumber suara serta menyebutkan benda yang mungkin ada di sana. Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, menyampaikan tujuan pembelajaran tentang pentingnya mengenal lingkungan sekitar, dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa saja yang ada di sekitar sekolah kita?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mengamati gambar atau video lingkungan sekitar (misalnya, area sekitar sekolah atau permukiman) dan mengidentifikasi berbagai unsur fisik (bangunan, jalan, sungai) dan non-fisik (aktivitas manusia, interaksi sosial) yang terlihat. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mengisi tabel identifikasi unsur lingkungan, kemudian membandingkan hasil pengamatan mereka dengan kelompok lain untuk menemukan kesamaan dan perbedaan unsur lingkungan yang telah diidentifikasi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, kemudian guru memberikan penguatan tentang pentingnya mengamati detail lingkungan dan bagaimana unsur-unsur tersebut saling terkait. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama unsur-unsur lingkungan, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan tugas untuk mulai mengamati lingkungan rumah sebagai persiapan pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis interaksi antara manusia dengan lingkungan fisik dan sosial di sekitar tempat tinggal atau sekolah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Kata Berantai Lingkungan: Peserta didik membentuk lingkaran, satu menyebutkan objek di lingkungan, yang lain melanjutkan dengan objek yang berinteraksi dengannya. Contoh: 'Sungai' -> 'Sampah' -> 'Manusia'. Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, mereviu hasil identifikasi unsur lingkungan, menyampaikan tujuan pembelajaran tentang analisis interaksi, dan menanyakan: 'Bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungan yang kalian amati?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik disajikan studi kasus atau artikel berita singkat tentang masalah lingkungan lokal (misalnya, banjir karena sampah, polusi udara, kemacetan) dan secara berkelompok menganalisis interaksi manusia dengan lingkungan yang menyebabkan masalah tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat diagram interaksi atau peta pikiran yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara aktivitas manusia dan kondisi lingkungan, serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam interaksi tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Kelompok mempresentasikan hasil analisis interaksi mereka, lalu guru memfasilitasi diskusi tentang dampak positif dan negatif dari interaksi tersebut, serta memberikan umpan balik konstruktif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik merangkum poin-poin penting tentang interaksi lingkungan, memberikan apresiasi atas kerja keras, dan memberikan pengantar untuk proyek pemetaan lingkungan di pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Merumuskan potensi dan masalah lingkungan sekitar berdasarkan hasil pengamatan; Membuat peta sederhana atau sketsa lingkungan sekitar yang menunjukkan potensi dan masalah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Lingkungan Impianku: Peserta didik secara cepat menggambar satu elemen lingkungan impian mereka di selembar kertas kecil dan menunjukkannya ke teman sambil menjelaskan singkat. Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, mereviu konsep interaksi lingkungan, menyampaikan tujuan pembelajaran untuk membuat proyek peta lingkungan, dan menanyakan: 'Bagaimana kita bisa menggambarkan lingkungan kita agar lebih mudah dipahami?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok merencanakan proyek pembuatan peta sederhana atau sketsa lingkungan sekitar (bisa lingkungan sekolah atau lingkungan tempat tinggal yang sudah mereka amati), dengan fokus pada penandaan potensi dan masalah yang telah diidentifikasi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat peta sederhana atau sketsa lingkungan mereka, melengkapi dengan legenda dan simbol yang jelas untuk menunjukkan potensi (misalnya, area hijau, fasilitas umum) dan masalah (misalnya, area kumuh, tempat sampah yang meluap). |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Kelompok mempresentasikan proyek peta mereka kepada kelas, menjelaskan potensi dan masalah yang tergambar, dan bagaimana peta tersebut dapat digunakan untuk pemahaman lingkungan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap hasil karya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang lingkungan, memberikan apresiasi atas semua proyek yang telah dibuat, dan mendorong peserta didik untuk terus peduli dan berkontribusi pada lingkungan sekitar. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi dan menganalisis unsur-unsur serta interaksi dalam lingkungan sekitar.
Alat & bahan: Kertas, pensil, penggaris, pewarna, lembar observasi, kamera ponsel (opsional)
Langkah kerja:
- Bentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
- Amati lingkungan di sekitar sekolah atau area yang telah ditentukan guru selama 15-20 menit.
- Identifikasi minimal 5 unsur fisik dan 5 unsur non-fisik yang ada di lingkungan tersebut.
- Catat interaksi yang terjadi antara manusia dengan unsur-unsur lingkungan yang kalian amati.
- Diskusikan potensi dan masalah yang muncul dari interaksi tersebut.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang lingkungan sekitar?
- Sebutkan 3 hal yang paling kalian sukai dari lingkungan sekolah atau rumah!
- Sebutkan 3 hal yang menurut kalian perlu diperbaiki di lingkungan sekolah atau rumah!
- Menurut kalian, mengapa penting untuk mengenal lingkungan sekitar kita?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan data pada LKPD selama kegiatan mengamati dan menganalisis lingkungan.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek peta sederhana atau sketsa lingkungan dan presentasi kelompok berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi unsur-unsur lingkungan fisik dan non-fisik di sekitar tempat tinggal atau sekolah. | Unsur-unsur lingkungan fisik (geografis, bangunan) dan non-fisik (sosial, ekonomi, budaya). | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis interaksi antara manusia dengan lingkungan fisik dan sosial di sekitar tempat tinggal atau sekolah. | Dampak interaksi manusia terhadap lingkungan (positif dan negatif). | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Merumuskan potensi dan masalah lingkungan sekitar berdasarkan hasil pengamatan; Membuat peta sederhana atau sketsa lingkungan sekitar yang menunjukkan potensi dan masalah. | Potensi dan masalah lingkungan; Pembuatan peta/sketsa sederhana. | 2 JP | kolaborasi, kewargaan, penalaran kritis |
Lingkungan sekitar adalah segala sesuatu yang ada di sekeliling kita, baik itu benda mati, makhluk hidup, maupun berbagai aktivitas yang terjadi. Mengenal lingkungan sekitar akan membantu kita memahami tempat tinggal kita, potensi yang dimilikinya, serta tantangan yang perlu kita hadapi bersama. Mari kita jelajahi lebih dalam apa saja yang membentuk lingkungan kita dan bagaimana kita berinteraksi dengannya.
1. Apa Itu Lingkungan Sekitar?
Lingkungan sekitar adalah totalitas dari segala sesuatu yang mengelilingi suatu organisme atau tempat. Ini mencakup unsur-unsur fisik, biologis, dan sosial. Bagi manusia, lingkungan sekitar bisa berarti area di sekitar rumah, sekolah, atau tempat kerja. Memahami lingkungan berarti mengenali komponen-komponennya dan bagaimana komponen tersebut saling berinteraksi. Contohnya, di lingkungan perkotaan, kita akan menemukan gedung-gedung tinggi, jalan raya, kendaraan bermotor, dan berbagai aktivitas ekonomi. Sementara di pedesaan, kita mungkin menemukan sawah, sungai, perkebunan, dan interaksi yang lebih erat dengan alam.
2. Unsur-unsur Lingkungan Fisik
Unsur lingkungan fisik adalah komponen alami atau buatan manusia yang tidak hidup, tetapi membentuk lanskap dan kondisi geografis suatu wilayah. Ini termasuk kondisi geografis seperti topografi (dataran rendah, perbukitan), hidrografi (sungai, danau), iklim (suhu, curah hujan), dan tanah. Selain itu, ada juga unsur fisik buatan manusia seperti bangunan (rumah, sekolah, pasar), infrastruktur (jalan, jembatan, saluran air), dan fasilitas umum lainnya. Unsur-unsur ini sangat memengaruhi bagaimana manusia hidup dan beraktivitas di suatu tempat. Misalnya, daerah dataran rendah sering menjadi pusat permukiman padat karena akses yang mudah dan lahan yang relatif datar.
3. Unsur-unsur Lingkungan Non-Fisik (Sosial dan Budaya)
Unsur lingkungan non-fisik mencakup aspek-aspek sosial, ekonomi, dan budaya yang membentuk kehidupan masyarakat. Aspek sosial meliputi pola interaksi antarwarga, struktur masyarakat, norma, dan nilai-nilai yang berlaku. Aspek ekonomi berkaitan dengan mata pencaharian penduduk, kegiatan perdagangan, industri, dan tingkat kesejahteraan. Sementara itu, aspek budaya mencakup adat istiadat, tradisi, kesenian, bahasa, dan sistem kepercayaan. Semua unsur ini saling terkait dan memengaruhi cara hidup masyarakat. Misalnya, di lingkungan yang mayoritas penduduknya petani, akan ada tradisi dan kearifan lokal yang berkaitan dengan pertanian dan musim tanam.
4. Interaksi Manusia dengan Lingkungan
Manusia tidak hidup terpisah dari lingkungannya. Ada interaksi timbal balik yang konstan antara manusia dengan lingkungan fisik dan non-fisik. Interaksi ini bisa bersifat positif maupun negatif. Interaksi positif misalnya, manusia memanfaatkan sumber daya alam secara bijak untuk memenuhi kebutuhan hidup, membangun fasilitas umum yang mendukung kesejahteraan, atau menjaga kebersihan lingkungan. Contoh interaksi negatif adalah pembuangan sampah sembarangan ke sungai yang menyebabkan banjir, penebangan hutan ilegal yang mengakibatkan longsor, atau polusi udara akibat aktivitas industri. Memahami interaksi ini penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
5. Mengenali Potensi Lingkungan Sekitar
Setiap lingkungan memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Potensi ini bisa berupa sumber daya alam (tanah subur, air bersih, hasil hutan), keindahan alam untuk pariwisata, atau potensi sosial-ekonomi seperti pasar tradisional yang ramai, kerajinan tangan lokal, atau komunitas yang aktif. Mengidentifikasi potensi ini penting agar masyarakat dapat mengembangkan wilayahnya secara berkelanjutan. Misalnya, sebuah desa yang memiliki sungai bersih dan pemandangan indah dapat dikembangkan menjadi destinasi ekowisata yang memberdayakan ekonomi lokal.
6. Mengidentifikasi Masalah Lingkungan Sekitar
Selain potensi, lingkungan sekitar juga sering menghadapi berbagai masalah. Masalah lingkungan bisa berupa masalah fisik seperti banjir, kekeringan, pencemaran (air, udara, tanah), atau masalah sosial seperti kemacetan, kriminalitas, dan kurangnya fasilitas umum. Mengidentifikasi masalah adalah langkah awal untuk mencari solusi. Misalnya, jika ada masalah sampah yang menumpuk, solusinya bisa berupa program daur ulang, edukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah, atau penyediaan tempat sampah yang memadai. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengatasi masalah ini.
7. Pentingnya Peta dan Sketsa Lingkungan
Peta dan sketsa lingkungan adalah alat visual yang sangat berguna untuk memahami suatu wilayah. Peta memberikan gambaran detail tentang lokasi, bentuk, dan penyebaran objek-objek geografis dengan skala tertentu. Sketsa lingkungan, meskipun lebih sederhana dan tidak selalu berskala, dapat membantu kita memvisualisasikan elemen-elemen penting di sekitar kita, termasuk potensi dan masalah. Dengan membuat peta atau sketsa, kita dapat lebih mudah mengidentifikasi area-area tertentu, merencanakan tindakan, atau menjelaskan kondisi lingkungan kepada orang lain. Ini adalah keterampilan dasar yang sangat bermanfaat dalam ilmu geografi dan perencanaan wilayah.
Rangkuman: Lingkungan sekitar kita terdiri dari unsur fisik (alam dan buatan) serta non-fisik (sosial, ekonomi, budaya) yang saling berinteraksi. Manusia memiliki peran penting dalam interaksi ini, baik secara positif maupun negatif. Dengan mengenali potensi dan mengidentifikasi masalah di lingkungan sekitar, kita dapat berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian dan meningkatkan kualitas hidup bersama. Peta dan sketsa adalah alat bantu yang efektif untuk memahami dan memvisualisasikan kondisi lingkungan kita.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Lingkungan | Segala sesuatu yang ada di sekeliling suatu organisme atau tempat. |
| Interaksi | Hubungan timbal balik antara dua atau lebih komponen atau individu. |
| Potensi Lingkungan | Kemampuan atau sumber daya yang dimiliki lingkungan yang dapat dimanfaatkan. |
| Unsur Fisik | Komponen lingkungan yang tidak hidup, seperti tanah, air, udara, atau bangunan. |
| Unsur Non-Fisik | Komponen lingkungan yang berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Berkenalan Dengan Lingkungan Sekitar" mata pelajaran IPS Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi IPS Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Keruangan dan Interaksi AntarruangModul siap unduh · Word + PDF ber-kopInteraksi SosialModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAktivitas EkonomiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMasa Praaksara, Hindu-Buddha, dan IslamModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKeluarga Awal KehidupanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 dari 4 siap unduh
Potensi Ekonomi LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPemberdayaan MasyarakatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopNasionalisme dan Jati Diri BangsaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKebutuhan dan KelangkaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMateri IPS di kelas lain
Kehidupan Sosial dan Kondisi Lingkungan SekitarIPS Kelas VII SMPBerkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn)IPS Kelas VII SMPBerkenalan Dengan Masyarakat (Dinamika dan Perubahan Sosial)IPS Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar IPS Kelas VII →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar IPS Berkenalan Dengan Lingkungan Sekitar ini gratis?
Ya. Modul Berkenalan Dengan Lingkungan Sekitar untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPS kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar IPS kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Berkenalan Dengan Lingkungan Sekitar ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII SMP.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Berkenalan Dengan Lingkungan Sekitar untuk IPS kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Berkenalan Dengan Lingkungan Sekitar ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPS kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar IPS kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Berkenalan Dengan Lingkungan Sekitar pada IPS SMP, Fase D, elemen Manusia, Ruang, dan Lingkungan.
Bisakah modul Berkenalan Dengan Lingkungan Sekitar ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Berkenalan Dengan Lingkungan Sekitar dapat Anda sesuaikan dengan murid IPS kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.