Modul Ajar & RPP IPS Kelas VII
Pembiasaan Manusia Jaman Praaksara
Modul ajar (RPP) IPS SMP kelas VII materi Pembiasaan Manusia Jaman Praaksara lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Pembiasaan Manusia Jaman Praaksara yang Anda cari? Materi IPS Kelas VII lainnya:
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPS |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Pembiasaan Manusia Jaman Praaksara |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang konsep waktu, perubahan, dan keberlanjutan dalam sejarah serta ciri-ciri umum kehidupan masa lalu.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik menciptakan ide-ide baru untuk merekonstruksi kebiasaan hidup manusia praaksara berdasarkan bukti arkeologis. - kolaborasi — elemen: bekerja sama
Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk mengumpulkan informasi, menganalisis data, dan menyajikan hasil temuan mereka. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis berbagai sumber informasi untuk menarik kesimpulan yang logis tentang pola hidup masyarakat praaksara.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Konsep Sejarah |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menganalisis perkembangan kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan kebudayaan pada masa praaksara hingga masa kemerdekaan di Indonesia, serta mengidentifikasi keberlanjutan dan perubahan dalam konteks lokal dan global. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Manusia praaksara di Indonesia memiliki kebiasaan hidup berburu dan meramu, nomaden, serta menggunakan alat-alat batu sederhana. |
| Konseptual | Pembiasaan hidup manusia praaksara merupakan adaptasi terhadap lingkungan dan sumber daya alam yang tersedia, membentuk pola sosial dan budaya awal. |
| Prosedural | Menganalisis artefak dan situs purbakala untuk merekonstruksi pola hidup manusia praaksara, serta menyajikan temuannya. |
| Metakognitif | Menyadari bagaimana metode ilmiah dan interpretasi bukti dapat membantu kita memahami kehidupan masa lalu yang tidak tercatat. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi ciri-ciri kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya manusia praaksara di Indonesia.
- Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pembiasaan hidup manusia praaksara (berburu-meramu, nomaden, bercocok tanam sederhana).
- Mengevaluasi adaptasi manusia praaksara terhadap lingkungan dan teknologi yang digunakan.
- Membuat simulasi atau diorama sederhana tentang salah satu pembiasaan manusia praaksara berdasarkan bukti arkeologis.
- Menyajikan hasil analisis dan simulasi tentang pembiasaan manusia praaksara secara komunikatif dan informatif.
Pemahaman bermakna: Memahami pembiasaan manusia jaman praaksara membantu kita mengapresiasi adaptasi dan inovasi awal manusia, serta dampaknya terhadap perkembangan peradaban.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana manusia tanpa tulisan bisa bertahan hidup dan berkembang di masa lalu?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Membuat diorama atau simulasi yang membutuhkan kreativitas dalam desain dan tata letak. Bahasa Indonesia: Menyusun narasi atau deskripsi yang jelas untuk presentasi proyek dan laporan. Ilmu Pengetahuan Alam: Memahami ekosistem dan sumber daya alam yang memengaruhi pola hidup manusia praaksara. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendampingi peserta didik mencari informasi tambahan atau bahan-bahan sederhana untuk proyek diorama/simulasi. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan sudut-sudut yang memungkinkan pameran diorama atau simulasi singkat. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan internet untuk mencari gambar-gambar artefak, situs purbakala, atau video dokumenter terkait kehidupan praaksara sebagai referensi proyek. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya manusia praaksara di Indonesia. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Artefak: Guru menunjukkan gambar artefak praaksara (kapak genggam, gerabah). Peserta didik menebak nama dan fungsinya secara cepat. Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran. Guru menampilkan gambar goa dan alat-alat batu, menanyakan 'Apa yang kalian ketahui tentang gambar ini?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan, serta relevansinya dengan kehidupan saat ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mengamati berbagai gambar situs dan artefak praaksara dari Indonesia, lalu mendiskusikan apa saja yang bisa mereka simpulkan tentang kehidupan manusia pada masa itu (makanan, tempat tinggal, alat yang digunakan). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menyusun daftar ciri-ciri kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya manusia praaksara berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi, kemudian mencatatnya di lembar kerja. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan daftar ciri-ciri tersebut. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep, menekankan bahwa pola hidup mereka adalah bentuk adaptasi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama ciri-ciri utama kehidupan praaksara. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. Guru menutup dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pembiasaan hidup manusia praaksara (berburu-meramu, nomaden, bercocok tanam sederhana). |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata: Guru menyebut satu kata terkait praaksara (misal: 'berburu'). Peserta didik berikutnya harus menyebut kata lain yang berhubungan dan menjelaskan kaitannya, berlanjut cepat. Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran. Guru mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya. Guru mengajukan pertanyaan 'Mengapa manusia praaksara hidupnya berpindah-pindah dan berburu? Apa yang membuat mereka berubah?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan akan ada studi kasus. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dalam kelompok menganalisis studi kasus atau teks singkat tentang perubahan pola hidup manusia praaksara dari berburu-meramu ke bercocok tanam sederhana, mengidentifikasi faktor-faktor pendorong dan penghambat perubahan tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat peta konsep atau diagram alir yang menjelaskan hubungan antara lingkungan, sumber daya, teknologi, dan pola pembiasaan hidup manusia praaksara, serta faktor-faktor yang menyebabkan perubahan pola hidup. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Kelompok mempresentasikan peta konsepnya, dilanjutkan sesi tanya jawab dan diskusi kelas untuk mengklarifikasi pemahaman. Guru memandu diskusi untuk menemukan benang merah antar faktor. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik merefleksikan pentingnya adaptasi dan inovasi dalam menghadapi tantangan hidup. Guru memberikan tugas membaca materi untuk persiapan proyek di pertemuan berikutnya. Guru menutup dengan apresiasi dan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Membuat simulasi atau diorama sederhana tentang salah satu pembiasaan manusia praaksara berdasarkan bukti arkeologis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Gerak Tiruan: Guru menyebutkan salah satu aktivitas praaksara (misal: 'membuat api'). Peserta didik menirukan gerakannya tanpa suara secara serentak. Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya dan menyampaikan bahwa hari ini akan membuat proyek. Guru menjelaskan tujuan proyek: membuat simulasi/diorama kehidupan praaksara dan menyajikannya. Guru memotivasi peserta didik untuk berkreasi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok merencanakan proyek simulasi atau diorama mereka, menentukan tema (misal: berburu, meramu, membuat alat), bahan yang dibutuhkan, dan pembagian tugas berdasarkan bukti-bukti yang telah dipelajari. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat simulasi adegan atau diorama sederhana yang menggambarkan salah satu pembiasaan manusia praaksara, menggunakan bahan-bahan sederhana yang relevan, dan mempersiapkan presentasi singkat tentang hasil karyanya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya (simulasi/diorama) di depan kelas, menjelaskan konsep dan kaitan dengan materi yang telah dipelajari. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan umpan balik konstruktif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan kerja keras peserta didik. Guru dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang pembiasaan manusia praaksara. Guru memberikan motivasi untuk terus belajar dan menghargai sejarah. Guru menutup dengan doa dan salam yang hangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis bukti-bukti arkeologis untuk merekonstruksi pola hidup manusia praaksara dan menyajikannya dalam bentuk tabel.
Alat & bahan: Gambar-gambar artefak praaksara, teks bacaan singkat, pensil, penggaris
Langkah kerja:
- Amati dengan seksama gambar-gambar artefak dan situs praaksara yang disediakan.
- Baca teks singkat yang menjelaskan konteks penemuan artefak tersebut.
- Diskusikan dalam kelompok, apa saja informasi yang bisa kalian dapatkan dari gambar dan teks.
- Isi tabel analisis dengan informasi tentang jenis artefak, perkiraan fungsi, dan implikasinya terhadap pola hidup manusia praaksara.
- Siapkan hasil analisis kalian untuk dipresentasikan di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang masa praaksara?
- Menurutmu, bagaimana manusia purba mendapatkan makanan?
- Pernahkah kamu mendengar tentang alat-alat yang digunakan manusia purba?
- Mengapa manusia purba hidupnya berpindah-pindah?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kelengkapan dan ketepatan isi LKPD, serta kolaborasi dalam penyusunan proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek diorama/simulasi dan presentasi kelompok berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya manusia praaksara di Indonesia. | Ciri-ciri kehidupan praaksara (berburu-meramu, nomaden). | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pembiasaan hidup manusia praaksara. | Faktor pendorong dan penghambat perubahan pola hidup praaksara. | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Membuat simulasi atau diorama sederhana tentang pembiasaan manusia praaksara. | Proyek diorama/simulasi dan presentasi. | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
Masa praaksara adalah periode panjang dalam sejarah manusia sebelum ditemukannya tulisan. Pada masa ini, manusia purba mengembangkan berbagai cara untuk bertahan hidup dan beradaptasi dengan lingkungan. Pembiasaan hidup mereka, mulai dari cara mencari makan, tempat tinggal, hingga alat yang digunakan, membentuk dasar bagi perkembangan peradaban selanjutnya di Indonesia.
1. Pengertian dan Periodisasi Masa Praaksara
Masa praaksara, juga dikenal sebagai zaman prasejarah, adalah kurun waktu di mana manusia belum mengenal tulisan. Di Indonesia, masa ini dibagi berdasarkan perkembangan teknologi alat yang digunakan, seperti zaman Batu (Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum) dan zaman Logam. Setiap periode menunjukkan tingkat adaptasi dan inovasi yang berbeda dalam pembiasaan hidup manusia purba. Misalnya, Paleolitikum ditandai dengan alat batu kasar, sedangkan Neolitikum dengan alat batu halus dan pertanian.
2. Pola Hidup Berburu dan Meramu (Food Gathering)
Pada awal masa praaksara, manusia purba hidup secara nomaden atau berpindah-pindah. Mereka sangat tergantung pada alam, mencari makan dengan berburu hewan liar dan meramu tumbuhan di hutan. Kehidupan mereka sangat sederhana, dengan kelompok-kelompok kecil yang terus bergerak mengikuti ketersediaan sumber daya. Alat-alat yang digunakan umumnya masih kasar, seperti kapak genggam dan alat serpih dari batu. Mereka sering tinggal di gua-gua atau di tepi sungai yang kaya akan sumber daya.
3. Pola Hidup Menetap dan Bercocok Tanam (Food Producing)
Seiring berjalannya waktu, manusia praaksara mulai mengembangkan kemampuan bercocok tanam dan beternak. Perubahan ini memungkinkan mereka untuk tidak lagi sepenuhnya bergantung pada alam dan mulai hidup menetap. Pola hidup dari berburu-meramu beralih ke menghasilkan makanan (food producing). Ini terjadi pada masa Neolitikum, ditandai dengan alat-alat batu yang lebih halus dan penggunaan gerabah. Kehidupan menetap ini mendorong terbentuknya desa-desa kecil.
4. Alat-alat dan Teknologi Praaksara
Teknologi pada masa praaksara sangat sederhana namun esensial untuk bertahan hidup. Alat-alat terbuat dari batu, tulang, dan kayu. Contohnya adalah kapak genggam (paleolitikum), kapak lonjong dan kapak persegi (neolitikum), serta mata panah. Pada zaman Logam, manusia mulai mengenal teknik peleburan dan pencetakan logam untuk membuat perunggu dan besi, seperti kapak corong dan nekara. Perkembangan teknologi ini mencerminkan peningkatan kemampuan adaptasi dan kreativitas manusia purba.
5. Kehidupan Sosial dan Kepercayaan
Kehidupan sosial manusia praaksara sangat terikat pada kelompok. Pada masa berburu-meramu, kelompoknya kecil dan bersifat kekerabatan. Setelah hidup menetap, terbentuk komunitas desa dengan pembagian kerja sederhana. Mereka juga mulai mengembangkan sistem kepercayaan animisme dan dinamisme, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang dan benda-benda yang memiliki kekuatan gaib. Bukti kepercayaan ini terlihat dari tradisi penguburan dan bangunan megalitikum seperti menhir dan dolmen.
6. Faktor Pendorong Perubahan Pola Hidup
Perubahan pola hidup manusia praaksara didorong oleh beberapa faktor. Ketersediaan sumber daya alam yang semakin terbatas akibat perburuan berlebihan mendorong mereka mencari alternatif. Penemuan teknik bercocok tanam dan domestikasi hewan menjadi inovasi kunci. Selain itu, peningkatan populasi dan kebutuhan akan tempat tinggal yang lebih permanen juga turut memengaruhi transisi dari nomaden ke menetap. Ini menunjukkan kemampuan adaptasi manusia terhadap tantangan lingkungan.
Rangkuman: Pembiasaan manusia praaksara di Indonesia meliputi pola hidup berburu dan meramu yang nomaden, kemudian berkembang menjadi bercocok tanam dan menetap. Adaptasi ini didukung oleh perkembangan teknologi alat dari batu hingga logam, serta pembentukan struktur sosial dan sistem kepercayaan awal. Pemahaman akan pembiasaan ini membantu kita melihat bagaimana manusia purba berinteraksi dengan lingkungannya dan meletakkan dasar bagi peradaban yang lebih kompleks.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Praaksara | Masa sebelum manusia mengenal tulisan. |
| Nomaden | Pola hidup berpindah-pindah tempat. |
| Food Gathering | Cara hidup mencari makan dengan berburu dan meramu. |
| Food Producing | Cara hidup menghasilkan makanan melalui pertanian dan peternakan. |
| Artefak | Benda-benda hasil karya manusia purba yang ditemukan. |
| Megalitikum | Zaman batu besar, ditandai dengan bangunan batu besar terkait kepercayaan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pembiasaan Manusia Jaman Praaksara" mata pelajaran IPS Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi IPS Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Keruangan dan Interaksi AntarruangModul siap unduh · Word + PDF ber-kopInteraksi SosialModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAktivitas EkonomiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMasa Praaksara, Hindu-Buddha, dan IslamModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKeluarga Awal KehidupanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 dari 4 siap unduh
Potensi Ekonomi LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPemberdayaan MasyarakatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopNasionalisme dan Jati Diri BangsaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKebutuhan dan KelangkaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMateri IPS di kelas lain
Pembiasaan Diri Dalam KebutuhanIPS Kelas VII SMPBerkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn)IPS Kelas VII SMPBerkenalan Dengan Lingkungan SekitarIPS Kelas VII SMPBerkenalan Dengan Masyarakat (Dinamika dan Perubahan Sosial)IPS Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar IPS Kelas VII →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar IPS Pembiasaan Manusia Jaman Praaksara ini gratis?
Ya. Modul Pembiasaan Manusia Jaman Praaksara untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPS kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar IPS kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pembiasaan Manusia Jaman Praaksara ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII SMP.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pembiasaan Manusia Jaman Praaksara untuk IPS kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Pembiasaan Manusia Jaman Praaksara ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPS kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar IPS kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pembiasaan Manusia Jaman Praaksara pada IPS SMP, Fase D, elemen Pemahaman Konsep Sejarah.
Bisakah modul Pembiasaan Manusia Jaman Praaksara ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pembiasaan Manusia Jaman Praaksara dapat Anda sesuaikan dengan murid IPS kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.