Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam Kelas VII
Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M)
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026 · KMA 1503/2025 (Panca Cinta)
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang sejarah perkembangan Islam pada masa Khulafaur Rasyidin. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
Peserta didik menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan dan keadilan dari sejarah Bani Umayyah dalam kehidupan sehari-hari. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis informasi dari berbagai sumber tentang kemajuan peradaban Bani Umayyah di Damaskus. - kolaborasi — elemen: bekerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyajikan hasil analisis tentang sejarah dan nilai-nilai Bani Umayyah.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Sejarah Peradaban Islam |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis sejarah perkembangan Islam pada masa Bani Umayyah di Damaskus, mengidentifikasi kemajuan peradaban, serta mengambil ibrah dan nilai-nilai positif dari peristiwa tersebut untuk diterapkan dalam kehidupan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Damaskus menjadi ibu kota Daulah Umayyah dan pusat pemerintahan Islam dari tahun 661 hingga 750 M. |
| Konseptual | Daulah Umayyah adalah kekhalifahan Islam pertama yang menerapkan sistem monarki hereditas, bukan lagi musyawarah seperti Khulafaur Rasyidin. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah menganalisis sumber sejarah, mengidentifikasi faktor kemajuan, dan merumuskan nilai-nilai moral dari peristiwa sejarah. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya belajar sejarah untuk memahami akar peradaban Islam dan mengambil pelajaran berharga bagi masa kini. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mempelajari bagaimana pemimpin dan masyarakat Daulah Umayyah berjuang menegakkan ajaran Allah dan Rasul-Nya, menginspirasi untuk berpegang teguh pada iman. |
| 2. Cinta Ilmu | Menelusuri perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Bani Umayyah, menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berinovasi demi kemajuan. |
| 3. Cinta Lingkungan | Melihat bagaimana Daulah Umayyah membangun kota dan infrastruktur, menyadarkan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengambil pelajaran dari keadilan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, mendorong untuk berbuat baik dan adil kepada diri sendiri serta sesama manusia. |
| 5. Cinta Tanah Air | Memahami kontribusi besar Daulah Umayyah dalam membangun peradaban, menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap warisan budaya Islam Indonesia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui kajian literatur dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan sejarah berdirinya Daulah Umayyah di Damaskus dengan runtut.
- Dengan menganalisis berbagai sumber informasi, peserta didik dapat mengidentifikasi setidaknya tiga kemajuan peradaban Islam pada masa Bani Umayyah di Damaskus secara tepat.
- Melalui kegiatan presentasi, peserta didik dapat memaparkan kontribusi Daulah Umayyah di Damaskus terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam dengan jelas.
- Setelah mengkaji kisah para tokoh Bani Umayyah, peserta didik dapat merumuskan minimal empat nilai Islami yang dapat diteladani dari sejarah Bani Umayyah di Damaskus secara relevan.
- Dengan melakukan refleksi, peserta didik dapat mengaitkan nilai-nilai Islami dari sejarah Bani Umayyah dengan konteks kehidupan modern dengan contoh yang konkret.
Pemahaman bermakna: Memahami sejarah Daulah Umayyah di Damaskus bukan hanya tentang fakta masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana peradaban Islam berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia, serta nilai-nilai luhur yang dapat kita teladani hingga kini.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah kota di masa lalu bisa menjadi pusat peradaban yang begitu maju dan berpengaruh bagi dunia hingga saat ini?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sejarah: Memahami kesinambungan dan perubahan peradaban dari masa Khulafaur Rasyidin ke Daulah Umayyah. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menyusun argumen dan mempresentasikan informasi secara koheren dan persuasif. Seni Budaya: Mengapresiasi karya arsitektur dan seni Islam yang berkembang pada masa Daulah Umayyah. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendiskusikan kisah-kisah kepemimpinan dan keadilan dalam Islam dari berbagai sumber di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata untuk mendukung diskusi kelompok, dengan akses ke perpustakaan atau sudut baca digital yang nyaman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan situs web edukasi, video dokumenter pendek, dan aplikasi presentasi digital untuk eksplorasi dan penyajian materi. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui kajian literatur dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan sejarah berdirinya Daulah Umayyah di Damaskus dengan runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Tokoh Islam: Guru menyebutkan ciri-ciri seorang tokoh muslim awal, peserta didik menebak namanya. Contoh: 'Sahabat Nabi, khalifah keempat, menantu Nabi.' (Ali bin Abi Thalib).
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan menganalisis berbagai sumber informasi, peserta didik dapat mengidentifikasi setidaknya tiga kemajuan peradaban Islam pada masa Bani Umayyah di Damaskus secara tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Berantai: Guru memulai dengan satu kata terkait Damaskus, peserta didik berikutnya menyambung dengan kata lain yang berhubungan, secara berantai. Contoh: Damaskus - Kota - Pusat - Peradaban.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh, peristiwa, dan kemajuan peradaban Daulah Umayyah di Damaskus.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Daulah Umayyah di Damaskus merupakan salah satu periode penting dalam sejarah Islam yang menandai transisi dari sistem kekhalifahan ke monarki.
Alat & bahan: Buku paket PAI, perangkat digital (tablet/laptop), koneksi internet, alat tulis
Langkah kerja:
- Amati gambar 1 tentang wilayah kekuasaan Daulah Umayyah dan diskusikan dengan kelompokmu kota-kota penting yang ada di dalamnya.
Daulah Umayyah Damaskus Andalusia Afrika Utara Asia Tengah Gambar 1. Peta pikiran - Bacalah sumber informasi yang tersedia tentang sejarah berdirinya Daulah Umayyah dan kemajuan peradabannya.
- Identifikasi minimal tiga tokoh penting, tiga peristiwa kunci, dan tiga kemajuan peradaban yang dicapai.
- Isilah tabel di bawah ini dengan data yang telah kamu temukan.
- Diskusikan nilai-nilai Islami apa yang dapat kamu petik dari setiap kemajuan peradaban tersebut.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Siapa khalifah terakhir dari Khulafaur Rasyidin?
- Apa yang kamu ketahui tentang Damaskus?
- Menurutmu, mengapa sebuah peradaban bisa berkembang maju?
- Apakah ada perbedaan antara sistem kekhalifahan dan kerajaan dalam Islam?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi.
Sumatif (akhir): Penilaian infografis/poster digital dan presentasi kelompok tentang kontribusi dan nilai Islami Daulah Umayyah.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan sejarah berdirinya Daulah Umayyah di Damaskus | Sejarah Berdirinya Daulah Umayyah | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi kemajuan peradaban Islam pada masa Bani Umayyah di Damaskus | Kemajuan Peradaban Bani Umayyah | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Merumuskan nilai-nilai Islami yang dapat diteladani dari sejarah Bani Umayyah | Nilai-nilai Keteladanan Bani Umayyah | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kolaborasi |
Daulah Umayyah di Damaskus merupakan salah satu periode penting dalam sejarah Islam yang menandai transisi dari sistem kekhalifahan ke monarki. Selama hampir satu abad, Damaskus menjadi pusat peradaban yang gemilang, melahirkan berbagai kemajuan di berbagai bidang. Mari kita telusuri jejak-jejak kejayaan tersebut dan petik nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
1. Latar Belakang Berdirinya Daulah Umayyah
Daulah Umayyah didirikan oleh Mu'awiyah bin Abi Sufyan pada tahun 661 M setelah wafatnya Khalifah Ali bin Abi Thalib dan perjanjian damai dengan Hasan bin Ali. Berdirinya daulah ini menandai berakhirnya masa Khulafaur Rasyidin dan dimulainya sistem pemerintahan monarki hereditas (kerajaan turun-temurun) dalam Islam. Mu'awiyah memindahkan ibu kota dari Kufah ke Damaskus, yang strategis dan telah menjadi basis kekuasaannya sebagai gubernur Syam. Perpindahan ini membawa perubahan signifikan dalam struktur politik dan administrasi kekhalifahan Islam, dengan Damaskus sebagai pusatnya.
2. Para Khalifah Penting Daulah Umayyah
Beberapa khalifah penting yang memimpin Daulah Umayyah antara lain Mu'awiyah bin Abi Sufyan sebagai pendiri, yang meletakkan dasar-dasar administrasi dan militer. Kemudian ada Abdul Malik bin Marwan yang dikenal sebagai 'Bapak Para Raja' karena berhasil mengkonsolidasi kekuasaan, melakukan arabisasi administrasi, mencetak mata uang Islam, dan membangun Kubah Batu di Yerusalem. Umar bin Abdul Aziz juga dikenal sebagai khalifah yang sangat adil dan saleh, sering dijuluki 'Khulafaur Rasyidin kelima' karena kebijakannya yang pro-rakyat dan reformasi yang dilakukannya.
3. Kemajuan di Bidang Arsitektur dan Seni
Pada masa Daulah Umayyah, Damaskus menjadi pusat pembangunan arsitektur Islam yang megah. Salah satu peninggalan paling terkenal adalah Masjid Umayyah (Masjid Agung Damaskus), yang dibangun di atas reruntuhan gereja dan kuil Romawi. Masjid ini menampilkan perpaduan gaya arsitektur Romawi, Bizantium, dan Islam, dengan mozaik-mozaik indah yang menjadi ciri khasnya. Selain itu, banyak istana dan kota-kota baru dibangun, menunjukkan kemajuan dalam tata kota dan desain bangunan yang fungsional dan estetis, seperti Qasr Amra.
4. Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Meskipun fokus utama Daulah Umayyah adalah ekspansi wilayah dan konsolidasi pemerintahan, benih-benih perkembangan ilmu pengetahuan mulai tumbuh. Bahasa Arab menjadi bahasa resmi administrasi dan ilmu pengetahuan, mendorong penerjemahan karya-karya Yunani dan Persia. Ilmu kedokteran, astronomi, dan matematika mulai dipelajari dan dikembangkan. Para ulama dan ilmuwan mulai mengumpulkan dan membukukan hadis Nabi ﷺ (Hadits Nabi), serta mengembangkan ilmu tafsir dan fikih, meletakkan dasar bagi keilmuan Islam di masa selanjutnya.
5. Ekspansi Wilayah dan Tata Pemerintahan
Daulah Umayyah berhasil memperluas wilayah kekuasaan Islam hingga ke Afrika Utara, Andalusia (Spanyol), dan sebagian Asia Tengah. Ekspansi ini didukung oleh kekuatan militer yang terorganisir dengan baik. Dalam tata pemerintahan, mereka membentuk departemen-departemen (diwan) seperti diwan al-kharaj (pajak), diwan al-rasail (surat-menyurat), dan diwan al-barid (pos), yang menunjukkan sistem administrasi yang efisien. Sistem peradilan juga ditegakkan dengan mengangkat hakim-hakim (qadi) di berbagai wilayah.
6. Nilai-Nilai Islami dari Sejarah Bani Umayyah
Dari sejarah Daulah Umayyah, kita dapat memetik banyak nilai Islami. Semangat kepemimpinan yang kuat dan visioner, seperti yang ditunjukkan oleh Mu'awiyah dan Abdul Malik, penting untuk kemajuan. Keadilan dan kepedulian terhadap rakyat, terutama pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, mengajarkan pentingnya amanah. Semangat keilmuan dan pembangunan peradaban menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk maju dan berkontribusi. Selain itu, toleransi beragama juga terlihat dalam pengelolaan wilayah yang beragam, meskipun ada beberapa kebijakan yang kontroversial.
Rangkuman: Daulah Umayyah di Damaskus (661–750 M) adalah kekhalifahan Islam pertama yang beralih ke sistem monarki. Dipimpin oleh khalifah-khalifah seperti Mu'awiyah dan Abdul Malik, daulah ini mencapai puncak kejayaan dalam arsitektur, administrasi, dan ekspansi wilayah. Masjid Umayyah adalah salah satu peninggalan megah. Meskipun ada tantangan, nilai-nilai kepemimpinan, keadilan, dan semangat keilmuan dari periode ini tetap relevan dan dapat menjadi teladan bagi umat Islam di masa kini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Daulah Umayyah | Kekhalifahan Islam pertama yang berdiri setelah masa Khulafaur Rasyidin. |
| Damaskus | Ibu kota Daulah Umayyah, kini ibu kota Suriah. |
| Monarki Hereditas | Sistem pemerintahan kerajaan turun-temurun. |
| Arabisasi | Proses menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi dalam administrasi. |
| Diwan | Departemen atau kantor pemerintahan pada masa kekhalifahan Islam. |
| Qadi | Hakim dalam sistem peradilan Islam. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M)" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Agama Islam Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Al-Qur’an dan Sunah sebagai Pedoman HidupModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMeneladan Nama dan Sifat Allah untuk Kebaikan HidupModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMenghadirkan Salat dan Zikir dalam KehidupanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMengagungkan Allah Swt. dengan Tunduk pada Perintah-NyaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 5 siap unduh
Alam Semesta sebagai Tanda Kekuasaan Allah Swt.Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBERIKUTNYAMawas Diri dan Introspeksi dalam Menjalani KehidupanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMenghindari Gibah dan Melaksanakan TabayunBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisRukhsah: Kemudahan dari Allah Swt. dalam Beribadah kepada-NyaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAndalusia: Kota Peradaban Islam di Barat (756–1031 M)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Pendidikan Agama Islam lain yang sudah tersedia
Al-quran dan sunah sebagai Pedoman HidupPendidikan Agama Islam Kelas VII SMPAsmaul husnaPendidikan Agama Islam Kelas VII SMPAyat Al-Qur’an dan Hadis tentang keimanan QS. al-Baqarah/1:Pendidikan Agama Islam Kelas VII SMPAyat Al-Qur’an dan Hadis tentang keimanan QS. al-Baqarah/1: 285Pendidikan Agama Islam Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas VII →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) masuk ASAS Pendidikan Agama Islam Kelas VII Semester 1. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal Pendidikan Agama Islam Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) pada Pendidikan Agama Islam SMP, Fase D, elemen Sejarah Peradaban Islam.
Modul Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Pendidikan Agama Islam kelas VII SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam materi Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) ini gratis?
Ya. Modul Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Islam kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) untuk Pendidikan Agama Islam kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Islam kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Islam kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Agama Islam ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661–750 M) yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Agama Islam MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.