Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas IX
Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang keberagaman budaya di Indonesia dan pentingnya persatuan. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kewargaan — elemen: Memahami peran sebagai warga negara Indonesia
Peserta didik mengenali dan menghargai tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia sebagai bagian dari identitas bangsa. - Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi informasi
Peserta didik menganalisis dampak globalisasi terhadap tradisi dan kearifan lokal serta merumuskan solusi pelestariannya. - Kolaborasi — elemen: Bekerja sama dalam kelompok
Peserta didik berinteraksi dan bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun strategi pelestarian budaya lokal.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Bhinneka Tunggal Ika |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam keberagaman masyarakat Indonesia, serta mengembangkan sikap toleransi dan menghargai perbedaan tradisi, kearifan lokal, dan budaya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas contoh nyata tradisi, kearifan lokal, dan budaya yang ada di berbagai daerah di Indonesia. |
| Konseptual | Materi ini meliputi konsep dasar tradisi, kearifan lokal, budaya, serta tantangan dan peluang dalam masyarakat global. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah konkret dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan merencanakan upaya pelestarian budaya. |
| Metakognitif | Peserta didik didorong untuk menyadari bagaimana nilai-nilai budaya membentuk identitas diri dan masyarakat, serta peran mereka dalam melestarikannya. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna tradisi, kearifan lokal, dan budaya dengan tepat.
- Dengan mengamati contoh kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia secara runtut.
- Melalui analisis video, peserta didik dapat menganalisis peran tradisi, kearifan lokal, dan budaya dalam masyarakat global dengan benar.
- Setelah berdiskusi, peserta didik dapat merumuskan komitmen menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal, serta budaya Indonesia dalam masyarakat global secara mandiri.
Pemahaman bermakna: Menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal, serta budaya adalah kunci untuk mempertahankan identitas bangsa di tengah arus globalisasi yang dinamis, sekaligus memperkaya khazanah peradaban dunia.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita agar nilai-nilai luhur budaya Indonesia tidak luntur di tengah gempuran tren global yang begitu cepat?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Mengenali dan mempraktikkan bentuk-bentuk seni tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya. Sejarah: Mempelajari latar belakang dan perkembangan tradisi serta kearifan lokal di Indonesia. Bahasa Indonesia: Mengidentifikasi dan menganalisis teks yang berkaitan dengan cerita rakyat atau naskah kuno sebagai warisan budaya. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk berbagi cerita tentang tradisi keluarga atau kearifan lokal daerah asal mereka, atau mengundang tokoh masyarakat/budayawan lokal ke sekolah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar kondusif untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan akses ke perpustakaan sekolah atau area digital untuk riset. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video dokumenter, artikel daring, dan platform media sosial untuk riset, berbagi informasi, dan kampanye pelestarian budaya. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna tradisi, kearifan lokal, dan budaya dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Budaya: Guru menyebutkan ciri-ciri suatu tradisi/budaya, peserta didik menebak namanya. Dilakukan bergantian, menciptakan suasana akrab dan fokus pada materi.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan mengamati contoh kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Sambung Kata Budaya: Guru memulai dengan satu kata terkait budaya, lalu peserta didik bergantian menyebutkan kata lain yang berhubungan. Melatih fokus dan kreativitas.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan menganalisis makna serta contoh tradisi, kearifan lokal, dan budaya di Indonesia.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan keberagaman budaya. Dari Sabang sampai Merauke, terhampar ribuan tradisi, kearifan lokal, dan bentuk budaya yang menjadi identitas bangsa.
Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, gunting, lem, gambar-gambar budaya
Langkah kerja:
- Lengkapi asal daerah setiap tarian pada tabel berikut.
Gambar 1. Tabel - Amati 1 yang menunjukkan berbagai kegiatan budaya di Indonesia.
- Diskusikan dalam kelompok, apa makna dari 'Tradisi', 'Kearifan Lokal', dan 'Budaya' berdasarkan pengamatan dan pengetahuan awal kalian.
- Identifikasi minimal 3 contoh tradisi, 3 contoh kearifan lokal, dan 3 contoh budaya yang ada di lingkungan sekitar atau daerah lain di Indonesia.
- Tuliskan hasil diskusi dan identifikasi kalian pada kolom yang tersedia di tabel.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang budaya di daerahmu?
- Menurutmu, mengapa budaya perlu dilestarikan?
- Pernahkah kamu melihat tradisi unik di Indonesia? Sebutkan satu!
- Apa saja tantangan yang dihadapi dalam melestarikan budaya di era modern?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan ketepatan isi LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian esai tentang komitmen pelestarian budaya dan tes pilihan ganda untuk mengukur pemahaman konsep.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan makna tradisi, kearifan lokal, dan budaya | Makna dan konsep dasar tradisi, kearifan lokal, dan budaya. | 2 JP | Kewargaan, Penalaran Kritis |
| 2 | Mengidentifikasi berbagai tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia | Contoh-contoh tradisi, kearifan lokal, dan budaya di Indonesia. | 2 JP | Kewargaan, Penalaran Kritis |
| 3 | Merumuskan komitmen menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal, serta budaya Indonesia dalam masyarakat global | Peran, tantangan, dan strategi pelestarian budaya di era global. | 2 JP | Kewargaan, Kolaborasi |
Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan keberagaman budaya. Dari Sabang sampai Merauke, terhampar ribuan tradisi, kearifan lokal, dan bentuk budaya yang menjadi identitas bangsa. Di tengah arus globalisasi yang begitu cepat, menjaga dan melestarikan kekayaan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Modul ini akan mengajakmu menyelami makna, contoh, peran, serta komitmen kita dalam melestarikan warisan leluhur di tengah masyarakat global.
1. 1. Makna Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya
Tradisi adalah kebiasaan atau adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, seringkali memiliki nilai-nilai sakral atau filosofis. Contohnya upacara adat pernikahan atau tradisi mudik Lebaran. Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan pengetahuan yang diwariskan dari nenek moyang, yang mengandung nilai-nilai bijaksana dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, seperti sistem subak di Bali atau tradisi sasi di Maluku. Sementara itu, budaya adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri dengan belajar, mencakup bahasa, kesenian, sistem religi, dan lain-lain. Ketiganya saling berkaitan erat dan membentuk identitas suatu masyarakat.
2. 2. Contoh Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya di Indonesia
Indonesia memiliki segudang contoh. Tradisi seperti Grebeg Maulud di Yogyakarta, Ngaben di Bali, atau Rambu Solo di Toraja menunjukkan kekayaan ritual dan upacara. Kearifan lokal dapat kita temukan pada konsep Tri Hita Karana di Bali yang menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama, atau Suku Baduy yang menjaga kelestarian hutan dengan kearifan 'pikukuh'. Bentuk budaya sangat beragam, mulai dari batik sebagai warisan dunia, tari Saman dari Aceh, wayang kulit, hingga berbagai bahasa daerah yang menjadi ciri khas setiap suku bangsa. Masing-masing memiliki keunikan dan nilai-nilai luhur yang patut dibanggakan.
3. 3. Peran Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya dalam Masyarakat Global
Di era globalisasi, tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia memiliki peran penting. Pertama, sebagai identitas bangsa, membedakan kita dari bangsa lain. Kedua, sebagai perekat persatuan dan kesatuan, memperkuat rasa kebersamaan di tengah keberagaman. Ketiga, sebagai sumber inspirasi dan inovasi, mendorong kreativitas dalam berbagai bidang. Keempat, sebagai daya tarik pariwisata, memperkenalkan kekayaan Indonesia ke mata dunia. Kelima, sebagai penjaga keseimbangan ekosistem, melalui kearifan lokal dalam mengelola sumber daya alam. Peran-peran ini menunjukkan bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga modal berharga untuk masa depan.
4. 4. Tantangan Pelestarian Budaya di Era Global
Globalisasi membawa tantangan besar bagi pelestarian budaya. Arus informasi yang cepat, dominasi budaya asing, serta perubahan gaya hidup modern dapat mengikis nilai-nilai tradisional. Generasi muda mungkin lebih tertarik pada budaya populer dari luar negeri, sementara bahasa daerah dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan. Komersialisasi budaya juga bisa menghilangkan makna sakralnya. Selain itu, kurangnya regenerasi pelaku seni dan adat, serta urbanisasi yang menggeser masyarakat adat, turut menjadi ancaman serius bagi kelangsungan budaya lokal.
5. 5. Komitmen Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya
Menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal, serta budaya adalah komitmen bersama. Pemerintah dapat mendukung melalui kebijakan perlindungan dan promosi. Masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan adat dan memperkenalkan budaya kepada anak-anak. Sekolah berperan penting dalam pendidikan multikultural dan ekstrakurikuler budaya. Generasi muda memiliki peran sentral sebagai agen perubahan, dengan bangga mempelajari, mempraktikkan, dan mempromosikan budaya Indonesia melalui berbagai platform. Komitmen ini harus diwujudkan dalam aksi nyata, agar kekayaan budaya kita tetap lestari dan berkembang di tengah masyarakat global.
Rangkuman: Tradisi, kearifan lokal, dan budaya adalah pilar identitas bangsa Indonesia. Mereka memiliki makna mendalam, beragam bentuk, dan peran vital dalam masyarakat global. Meskipun menghadapi tantangan globalisasi, komitmen bersama dari pemerintah, masyarakat, sekolah, dan terutama generasi muda, sangat diperlukan untuk menjaga dan melestarikan kekayaan budaya ini agar tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan bangsa.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Tradisi | Kebiasaan atau adat istiadat yang diwariskan turun-temurun. |
| Kearifan Lokal | Pandangan hidup dan pengetahuan bijaksana masyarakat setempat. |
| Budaya | Keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia. |
| Globalisasi | Proses integrasi internasional yang timbul dari pertukaran pandangan dunia, produk, ide, dan aspek kebudayaan lainnya. |
| Identitas Bangsa | Ciri khas atau jati diri suatu bangsa yang membedakannya dari bangsa lain. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Pancasila Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 3 siap unduh
Hubungan Pancasila dengan UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara KesatuanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopHak dan Kewajiban Warga NegaraModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKemerdekaan Berpendapat Warga Negara pada Era Keterbukaan InformasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 2 siap unduh
Modul Pendidikan Pancasila lain yang sudah tersedia
Hak dan kewajiban warga negarPendidikan Pancasila Kelas IX SMPHunungan pancasila,undang-undang dasar 1945,bhineka tinggal ikaPendidikan Pancasila Kelas IX SMPbab 2 penerapan nilai-nilai pancasilaPendidikan Pancasila Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Pancasila kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global pada Pendidikan Pancasila SMP, Fase D, elemen Bhinneka Tunggal Ika.
Modul Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Pendidikan Pancasila kelas IX SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila materi Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global ini gratis?
Ya. Modul Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Pancasila kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global untuk Pendidikan Pancasila kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Pancasila kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Pancasila kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Pancasila ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Pancasila MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.