MAKelas XFase E📘 Bab 3Semester 2

Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas X
Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Kebinekaan adalah anugerah dan modal sosial pembangunan nasional yang harus dikelola dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan gotong royong. Penerapan prinsip kebersamaan, saling membantu, sukarela, dan kekeluargaan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi Pancasila, sangat penting untuk menciptakan harmoni. Generasi muda memiliki peran vital dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai ini demi masa depan Indonesia yang bersatu dan maju.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional
Pendidikan Pancasila · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional
Pendidikan Pancasila · Fase E · Kelas X · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasE / X
Materi PokokMengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + Praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memahami konsep dasar Pancasila dan pentingnya persatuan serta kesatuan dalam kehidupan berbangsa.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
    Peserta didik mengembangkan sikap toleransi dan menghargai perbedaan sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ajaran agama.
  2. kewargaan — elemen: kebinekaan global
    Peserta didik menunjukkan pemahaman dan sikap positif terhadap kebinekaan Indonesia sebagai kekuatan untuk pembangunan nasional.
  3. kolaborasi — elemen: kerja sama
    Peserta didik aktif berpartisipasi dalam kerja sama tim untuk menyelesaikan masalah sosial yang berkaitan dengan kebinekaan.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis kebinekaan sosial, budaya, dan ekonomi sebagai modal sosial pembangunan nasional serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam mengelola keberagaman untuk mewujudkan harmoni.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMasyarakat Indonesia memiliki beragam suku, agama, ras, dan antargolongan yang hidup berdampingan.
KonseptualKebinekaan adalah kekayaan bangsa yang apabila dikelola dengan baik dapat menjadi modal sosial pembangunan nasional.
ProseduralMengidentifikasi dan menganalisis masalah-masalah sosial terkait kebinekaan serta merumuskan solusi berbasis gotong royong.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya refleksi diri terhadap prasangka dan stereotip untuk membangun sikap inklusif dan toleran.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMeningkatkan rasa syukur atas anugerah kebinekaan sebagai ciptaan Tuhan, serta menumbuhkan toleransi antar umat beragama.
2. Cinta IlmuMengembangkan pemahaman mendalam tentang konsep kebinekaan dan gotong royong sebagai pilar pembangunan nasional Indonesia.
3. Cinta LingkunganMendorong kesadaran untuk menjaga lingkungan sosial yang harmonis dan damai di tengah perbedaan, menghindarkan konflik.
4. Cinta Diri dan SesamaMenumbuhkan empati dan saling menghargai antar individu dengan latar belakang berbeda, membangun persaudaraan sejati.
5. Cinta Tanah AirMemperkuat rasa nasionalisme dengan menjadikan kebinekaan sebagai kekuatan pemersatu untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui analisis kasus, peserta didik dapat menjelaskan asal-usul dan makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan tepat.
  2. Dengan studi dokumen, peserta didik dapat mengidentifikasi perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila secara runtut.
  3. Setelah diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis prinsip gotong royong untuk membangun harmoni dalam keragaman dengan benar.
  4. Melalui simulasi, peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai gotong royong dalam menyelesaikan masalah kebinekaan di lingkungan masyarakat dengan kolaboratif.
  5. Dengan proyek mini, peserta didik dapat merancang strategi pengelolaan kebinekaan sebagai modal sosial pembangunan nasional secara kreatif.
Halaman 2 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Kebinekaan bukan hanya perbedaan, melainkan kekuatan yang dapat dioptimalkan melalui gotong royong dan nilai Pancasila untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kebinekaan yang kita miliki dapat menjadi kekuatan, bukan justru pemicu perpecahan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + Praktik
Lintas Disiplin IlmuSosiologi: Menganalisis struktur sosial, interaksi antar kelompok, dan dampak kebinekaan terhadap kohesi sosial.
Ekonomi: Memahami konsep ekonomi kerakyatan, koperasi, dan peran UMKM dalam pembangunan ekonomi nasional.
Sejarah: Melacak jejak sejarah Bhinneka Tunggal Ika dan perkembangan semangat gotong royong di Indonesia dari masa ke masa.
Kemitraan PembelajaranPeserta didik dapat berinteraksi dengan tokoh masyarakat atau pemimpin komunitas untuk menggali praktik gotong royong lokal atau mendiskusikan tantangan kebinekaan.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas yang diatur fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta akses ke perpustakaan atau ruang diskusi untuk mencari referensi.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform kolaborasi daring (misalnya Google Docs/Slides) untuk penyusunan laporan atau presentasi kelompok, serta akses internet untuk riset data dan informasi.
Halaman 3 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui analisis kasus, peserta didik dapat menjelaskan asal-usul dan makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Gambar Bhinneka Tunggal Ika: Guru menayangkan gambar-gambar simbol kebinekaan Indonesia, peserta didik menebak makna dan keterkaitannya dengan Bhinneka Tunggal Ika.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengaitkan materi dengan pengalaman peserta didik tentang keragaman di lingkungan sekitar, misalnya perbedaan adat istiadat saat perayaan hari besar.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi bagi persatuan di tengah beragamnya Indonesia?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang konflik sosial akibat perbedaan di masyarakat, lalu meminta peserta didik mengidentifikasi masalah yang muncul.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil dan membagikan lembar kerja yang berisi kasus-kasus terkait kebinekaan.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok menganalisis kasus tersebut untuk menemukan akar masalah dan mencari keterkaitan dengan konsep Bhinneka Tunggal Ika dari berbagai sumber belajar.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Peserta didik menyusun hasil analisis mereka dalam bentuk peta pikiran atau infografis yang menjelaskan asal-usul dan makna Bhinneka Tunggal Ika, serta cara mengatasi masalah kebinekaan.
  2. Setiap kelompok mempersiapkan presentasi singkat tentang hasil analisis dan solusi yang mereka tawarkan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya, kemudian kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan konstruktif.
  2. Guru memberikan umpan balik terhadap presentasi dan hasil analisis kelompok, mengarahkan diskusi agar mencapai pemahaman yang komprehensif.
  3. Guru memberikan penguatan konsep tentang pentingnya Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat bangsa dan modal sosial pembangunan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting tentang makna Bhinneka Tunggal Ika dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas partisipasi aktif dan ide-ide cemerlang, menciptakan suasana belajar yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas membaca materi tentang gotong royong untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan studi dokumen, peserta didik dapat mengidentifikasi perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rantai Kata Gotong Royong: Peserta didik membentuk lingkaran, satu persatu menyebutkan kata yang berhubungan dengan gotong royong, membentuk rantai kata tanpa mengulang.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengaitkan materi dengan hasil diskusi pertemuan sebelumnya mengenai Bhinneka Tunggal Ika dan bertanya 'Bagaimana semangat persatuan itu terwujud dalam kegiatan ekonomi kita sehari-hari?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa saja bentuk gotong royong yang ada dalam praktik ekonomi Pancasila?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan video atau gambar-gambar kegiatan ekonomi masyarakat yang menunjukkan praktik gotong royong, seperti koperasi, UMKM, atau kegiatan sosial ekonomi lainnya.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik secara individu mengidentifikasi berbagai bentuk gotong royong yang terlihat dari tayangan dan mencatat pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam benak mereka.
  3. Pengumpulan data: Peserta didik membaca dan menganalisis berbagai sumber bacaan (artikel, buku teks, berita) yang disediakan guru mengenai perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengolahan data: Peserta didik dalam kelompok menganalisis informasi yang telah dikumpulkan, mengelompokkan bentuk-bentuk gotong royong, dan mengidentifikasi ciri-ciri ekonomi Pancasila yang terkandung di dalamnya.
  2. Pembuktian: Setiap kelompok membuat poster atau mind map yang menggambarkan perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila dengan contoh konkret.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menarik kesimpulan: Setiap kelompok mempresentasikan poster/mind map mereka, menjelaskan temuan dan kesimpulan tentang gotong royong dalam ekonomi Pancasila.
  2. Guru memberikan umpan balik terhadap presentasi dan hasil karya peserta didik, mengklarifikasi konsep-konsep yang masih kurang tepat.
  3. Guru memberikan penguatan mengenai pentingnya gotong royong sebagai pilar ekonomi Pancasila dan dampaknya terhadap kesejahteraan bersama.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru merumuskan simpulan tentang berbagai bentuk gotong royong dalam ekonomi Pancasila dan manfaatnya.
  2. Guru memberikan pujian atas kreativitas dan kerja sama peserta didik, menciptakan suasana belajar yang positif dan memotivasi.
  3. Guru memberikan tugas observasi sederhana tentang praktik gotong royong di lingkungan sekitar dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKMenelusuri Makna Bhinneka Tunggal Ika
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu akan menganalisis kasus-kasus kebinekaan untuk memahami asal-usul dan makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.

Info singkat: Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan keberagaman. Kebinekaan ini bukan sekadar perbedaan, melainkan sebuah anugerah yang harus dikelola dengan bijak.

Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, gunting, lem, gambar terkait kebinekaan

Langkah kerja:

  1. Amati gambar 1 tentang berbagai simbol kebinekaan di Indonesia, lalu diskusikan maknanya dengan kelompokmu.
    IndonesiaSuku JawaSuku SundaSuku BatakSuku DayakSuku Bugis
    Gambar 1. Peta pikiran
  2. Baca dan analisis tiga kasus konflik sosial yang disebabkan oleh perbedaan budaya atau agama di masyarakat yang dibagikan gurumu.
  3. Identifikasi akar masalah dari setiap kasus dan diskusikan bagaimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika dapat menjadi solusi.
  4. Buatlah peta pikiran yang menghubungkan kasus-kasus tersebut dengan asal-usul dan makna Bhinneka Tunggal Ika, sertakan minimal 3 contoh konkret.
  5. Presentasikan hasil peta pikiranmu di depan kelas dan berikan tanggapan atas presentasi kelompok lain.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang arti Bhinneka Tunggal Ika?
  2. Sebutkan tiga contoh perbedaan yang ada di lingkungan sekitarmu!
  3. Menurutmu, mengapa perbedaan dapat menjadi sumber konflik?
  4. Bagaimana cara kita menjaga persatuan di tengah perbedaan?

Formatif (proses): Penilaian observasi terhadap partisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan ketepatan isi LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian proyek mini pengelolaan kebinekaan berdasarkan kreativitas, relevansi, dan potensi dampak positifnya.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan asal-usul dan makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan tepat.Asal-usul dan makna Bhinneka Tunggal Ika2 JPkewargaan
2Mengidentifikasi perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila secara runtut.Gotong royong dalam ekonomi Pancasila2 JPkolaborasi
3Menganalisis prinsip gotong royong untuk membangun harmoni dalam keragaman dengan benar.Prinsip gotong royong dan harmoni2 JPkeimanan dan ketakwaan
4Merancang strategi pengelolaan kebinekaan sebagai modal sosial pembangunan nasional secara kreatif.Perancangan proyek pengelolaan kebinekaan2 JPkreativitas
Halaman 8 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan keberagaman. Kebinekaan ini bukan sekadar perbedaan, melainkan sebuah anugerah yang harus dikelola dengan bijak. Dengan semangat Pancasila dan gotong royong, kebinekaan dapat menjadi modal sosial yang kuat untuk pembangunan nasional, membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

1. Asal-usul dan Makna Bhinneka Tunggal Ika
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular pada masa Kerajaan Majapahit. Semboyan ini berarti 'Berbeda-beda tetapi Tetap Satu' dan menjadi lambang persatuan bangsa Indonesia. Maknanya sangat mendalam, menekankan bahwa meskipun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan, kita tetap satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Semboyan ini menjadi landasan filosofis dan etis bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, mendorong toleransi, saling menghargai, dan persatuan di tengah perbedaan yang ada.

2. Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan
Kebinekaan adalah aset berharga yang dimiliki Indonesia. Ketika dikelola dengan baik, keberagaman ini dapat menjadi modal sosial yang kuat untuk pembangunan. Modal sosial merujuk pada jaringan hubungan, norma, dan kepercayaan yang memfasilitasi koordinasi dan kerja sama untuk keuntungan bersama. Dalam konteks kebinekaan, ini berarti kemampuan masyarakat yang beragam untuk bersatu, bergotong royong, dan saling mendukung demi mencapai tujuan pembangunan nasional. Contohnya, kolaborasi antar komunitas dalam pengembangan pariwisata lokal yang mencerminkan kekayaan budaya masing-masing.

3. Perwujudan Gotong Royong dalam Ekonomi Pancasila
Ekonomi Pancasila adalah sistem ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, salah satunya adalah gotong royong. Gotong royong dalam ekonomi Pancasila berarti kerja sama kolektif untuk mencapai kesejahteraan bersama, bukan hanya keuntungan individu. Perwujudannya dapat dilihat dalam berbagai bentuk, seperti koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang saling mendukung, atau program-program pemberdayaan masyarakat. Koperasi, misalnya, merupakan wujud nyata gotong royong di mana anggota bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka secara adil dan merata.

4. Prinsip Gotong Royong untuk Harmoni
Untuk membangun harmoni dalam keragaman, prinsip gotong royong perlu diterapkan secara konsisten. Prinsip-prinsip ini meliputi kebersamaan, saling membantu, sukarela, dan kekeluargaan. Kebersamaan mengajarkan kita untuk merasa senasib sepenanggungan, sementara saling membantu mendorong kita untuk meringankan beban sesama. Sikap sukarela dan kekeluargaan memperkuat ikatan sosial, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk dialog dan penyelesaian masalah secara damai. Dengan prinsip-prinsip ini, perbedaan tidak lagi menjadi penghalang, melainkan justru memperkaya perspektif dan solusi.

5. Tantangan dalam Mengelola Kebinekaan
Meskipun kebinekaan adalah kekuatan, pengelolaannya juga menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut meliputi munculnya prasangka, stereotip, diskriminasi, hingga potensi konflik sosial. Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi juga dapat mempercepat penyebaran informasi yang salah atau provokatif, yang berpotensi mengikis persatuan. Oleh karena itu, diperlukan upaya terus-menerus dalam pendidikan, dialog antarbudaya, dan penegakan hukum untuk memastikan kebinekaan tetap menjadi sumber kekuatan, bukan kelemahan.

6. Peran Generasi Muda dalam Mengelola Kebinekaan
Generasi muda memiliki peran krusial dalam mengelola kebinekaan. Dengan semangat inovasi dan keterbukaan, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang mempromosikan toleransi, inklusivitas, dan kolaborasi. Melalui berbagai kegiatan positif seperti program pertukaran budaya, proyek sosial lintas komunitas, atau pemanfaatan media sosial untuk kampanye perdamaian, generasi muda dapat menunjukkan bahwa perbedaan adalah keindahan yang harus dirayakan. Mereka juga dapat menjadi pelopor dalam menciptakan ruang-ruang dialog yang aman dan produktif bagi berbagai kelompok masyarakat.

Rangkuman: Kebinekaan adalah anugerah dan modal sosial pembangunan nasional yang harus dikelola dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan gotong royong. Penerapan prinsip kebersamaan, saling membantu, sukarela, dan kekeluargaan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi Pancasila, sangat penting untuk menciptakan harmoni. Generasi muda memiliki peran vital dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai ini demi masa depan Indonesia yang bersatu dan maju.

Halaman 9 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
KebinekaanKeadaan yang beragam atau berbeda-beda.
Modal SosialJaringan hubungan, norma, dan kepercayaan yang memfasilitasi koordinasi dan kerja sama untuk keuntungan bersama.
Bhinneka Tunggal IkaSemboyan bangsa Indonesia yang berarti 'Berbeda-beda tetapi Tetap Satu'.
Gotong RoyongKerja bersama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan.
Ekonomi PancasilaSistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, mengutamakan kebersamaan dan keadilan.
Daftar pustaka6 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XPeta Konsep
Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan NasionalAsal-usul dan Makna Bhinneka Tunggal IkaKebinekaan sebagai Modal Sosial PembangunanPerwujudan Gotong Royong dalam Ekonomi PancasilaPrinsip Gotong Royong untuk HarmoniTantangan dalam Mengelola Kebinekaan
Dari sub-bab Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan NasionalHalaman 12
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanKewargaanKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Pendidikan Pancasila kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional pada Pendidikan Pancasila MA, Fase E, elemen Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa.

Modul Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 2 (genap), menurut urutan materi Pendidikan Pancasila kelas X MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila materi Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional ini gratis?

Ya. Modul Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Pancasila kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional untuk Pendidikan Pancasila kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Pancasila kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Pancasila kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Pendidikan Pancasila ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?

Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Pancasila SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila MASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.