Modul Ajar & RPP Seni Budaya Kelas XI
Karya Seni Rupa Modern
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Seni Budaya |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Karya Seni Rupa Modern |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang seni rupa tradisional dan beberapa konsep dasar seni rupa. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik menunjukkan penghargaan terhadap keberagaman ekspresi seni sebagai manifestasi kebesaran Tuhan dan kekayaan budaya bangsa. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
Peserta didik menciptakan karya seni rupa modern dengan ide-ide baru yang inovatif, mencerminkan pemikiran bebas dan ekspresi pribadi. - penalaran kritis — elemen: merefleksi pemikiran dan proses berpikir
Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi berbagai aliran serta karakteristik karya seni rupa modern dengan argumen yang logis dan sistematis.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Elemen Mengalami, Menciptakan, Merefleksikan, Berpikir dan Bekerja Artistik, dan Berdampak |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase F, peserta didik mampu mengapresiasi dan menciptakan karya seni rupa modern dengan memahami konteks sejarah, karakteristik, serta nilai-nilai estetis yang terkandung di dalamnya, serta merefleksikan dampaknya terhadap masyarakat. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Seni rupa modern mencakup berbagai aliran seperti Kubisme, Surealisme, dan Abstrak yang muncul pada abad ke-19 dan ke-20. |
| Konseptual | Karya seni rupa modern seringkali menekankan ekspresi pribadi seniman, inovasi bentuk, dan penolakan terhadap tradisi akademis. |
| Prosedural | Proses penciptaan karya seni rupa modern melibatkan eksplorasi ide, pemilihan media, dan teknik ekspresi yang sesuai dengan aliran tertentu. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa pemahaman mendalam tentang konteks sejarah dan filosofi di balik seni modern akan memperkaya apresiasi dan kemampuan berkreasi mereka. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menghargai keindahan dan keberagaman ekspresi seni sebagai anugerah dan manifestasi kebesaran Allah SWT. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat menggali ilmu tentang sejarah dan filosofi seni rupa modern untuk memperkaya wawasan dan pemahaman. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menciptakan karya seni yang merefleksikan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan dan sosial di sekitar kita. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan empati dan apresiasi terhadap karya seniman lain, serta berani mengekspresikan ide-ide pribadi secara otentik. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menghargai dan melestarikan warisan seni rupa, sekaligus berinovasi untuk memajukan khazanah seni bangsa Indonesia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati berbagai contoh karya seni rupa modern, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri utama dan tokoh-tokoh penting dari berbagai aliran seni rupa modern dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis perbedaan gaya dan filosofi antara aliran seni rupa modern seperti Kubisme dan Surealisme secara runtut.
- Dengan memanfaatkan berbagai media dan teknik, peserta didik dapat merencanakan konsep karya seni rupa modern yang orisinal dan sesuai dengan ide yang dipilih secara kreatif.
- Melalui proses berkarya, peserta didik dapat menciptakan sebuah karya seni rupa modern yang inovatif, menunjukkan pemahaman terhadap karakteristik aliran yang dipilih, dan mengekspresikan ide pribadi dengan percaya diri.
- Setelah presentasi kelompok, peserta didik dapat mengevaluasi karya seni rupa modern berdasarkan kriteria estetika dan relevansi kontekstual dengan argumen yang logis.
- Dengan menyimak materi, peserta didik dapat menjelaskan pengaruh perkembangan sosial dan teknologi terhadap munculnya berbagai aliran seni rupa modern dengan jelas.
Pemahaman bermakna: Memahami karya seni rupa modern membantu kita menghargai inovasi, keberanian berekspresi, dan relevansi seni dalam merefleksikan perubahan sosial dan budaya di dunia.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah karya seni yang terlihat 'aneh' atau 'tidak biasa' bisa menjadi sangat penting dalam sejarah seni?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sejarah: Memahami konteks sejarah sosial-politik yang melatarbelakangi munculnya aliran-aliran seni rupa modern. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menulis esai apresiasi dan deskripsi karya seni rupa modern dengan bahasa yang lugas dan estetis. Filosofi: Menganalisis pemikiran dan gagasan filosofis yang mendasari berbagai aliran seni rupa modern. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak mengunjungi pameran seni rupa modern bersama anak atau memfasilitasi bahan-bahan berkarya di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memiliki ruang yang cukup untuk berkarya secara individu maupun kelompok, dengan akses ke area display untuk apresiasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform berbagi karya seni digital (misalnya Instagram, Pinterest) untuk mencari inspirasi dan mempublikasikan karya peserta didik. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati berbagai contoh karya seni rupa modern, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri utama dan tokoh-tokoh penting dari berbagai aliran seni rupa modern dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Aliran: Guru menampilkan potongan-potongan gambar karya seni rupa modern, peserta didik menebak aliran seninya. Permainan ini melatih pengamatan dan pengetahuan awal.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis perbedaan gaya dan filosofi antara aliran seni rupa modern seperti Kubisme dan Surealisme secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Teka-teki Filosofi: Guru membacakan deskripsi singkat tanpa menyebut nama seniman atau aliran. Peserta didik menebak aliran seni rupa modern yang dijelaskan. Ini melatih pemahaman konsep.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri dan tokoh penting dari aliran seni rupa modern yang berbeda.
Alat & bahan: Lembar kerja, pensil warna/spidol, gunting, lem, gambar-gambar karya seni rupa modern.
Langkah kerja:
- Amati 6 gambar karya seni rupa modern pada kolom 'Karya' di bawah ini dengan seksama.
- Identifikasi aliran seni rupa modern (Kubisme, Surealisme, Ekspresionisme, Fauvisme) yang paling sesuai untuk setiap karya, lalu tuliskan di kolom 'Aliran'.
- Tuliskan minimal dua ciri khas yang paling menonjol dari setiap aliran yang kamu identifikasi di kolom 'Ciri Khas'.
- Tuliskan nama tokoh seniman penting yang terkait dengan aliran tersebut di kolom 'Tokoh Seniman'.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan dua contoh karya seni rupa yang kamu ketahui!
- Menurutmu, apa bedanya seni rupa dulu dan sekarang?
- Apa yang membuat sebuah karya seni terlihat 'modern' bagimu?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan progres perencanaan proyek karya seni.
Sumatif (akhir): Penilaian portofolio karya seni rupa modern dan presentasi hasil analisis perbandingan aliran seni.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri utama dan tokoh-tokoh penting dari berbagai aliran seni rupa modern. | Pengenalan aliran seni rupa modern (Fauvisme, Kubisme, Ekspresionisme, Surealisme). | 2 JP | kreativitas, penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis perbedaan gaya dan filosofi antara aliran seni rupa modern. | Perbandingan mendalam antara Kubisme dan Surealisme. | 2 JP | penalaran kritis, keimanan dan ketakwaan |
| 3 | Merencanakan konsep karya seni rupa modern yang orisinal. | Perancangan ide, media, teknik, dan sketsa awal karya seni rupa modern. | 2 JP | kreativitas, kemandirian |
| 4 | Menciptakan sebuah karya seni rupa modern yang inovatif. | Proses berkarya seni rupa modern dengan inspirasi dari aliran yang dipilih. | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
Seni rupa modern adalah babak penting dalam sejarah seni, menandai pergeseran dari tradisi klasik menuju inovasi dan ekspresi pribadi. Muncul pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, seni modern menantang konvensi, membuka jalan bagi berbagai aliran yang revolusioner dan memengaruhi cara kita memandang dunia seni hingga kini. Mari kita jelajahi kekayaan dan keberanian di baliknya.
1. Pengertian dan Latar Belakang Seni Rupa Modern
Seni rupa modern merujuk pada periode seni yang berkembang dari sekitar tahun 1860-an hingga 1970-an, ditandai oleh penolakan terhadap gaya-gaya tradisional dan akademis yang dominan sebelumnya. Latar belakang kemunculannya sangat dipengaruhi oleh revolusi industri, perkembangan ilmu pengetahuan, filsafat baru, serta perubahan sosial dan politik yang masif. Seniman modern mencari cara baru untuk mengekspresikan realitas yang semakin kompleks, seringkali berfokus pada emosi, persepsi subjektif, dan eksplorasi bentuk serta warna. Ini adalah era di mana seniman mulai membebaskan diri dari tuntutan untuk merepresentasikan dunia secara realistis, membuka ruang bagi eksperimen radikal.
2. Fauvisme: Ledakan Warna Liar
Fauvisme (1905-1908) adalah aliran seni rupa modern pertama yang mengejutkan publik dengan penggunaan warna-warna cerah dan non-naturalistik secara berani. Istilah 'Fauves' (binatang buas) diberikan oleh kritikus seni karena penggunaan warna yang dianggap 'liar'. Tokoh utamanya adalah Henri Matisse, André Derain, dan Maurice de Vlaminck. Ciri khas Fauvisme adalah penggunaan warna murni langsung dari tube cat, sapuan kuas yang ekspresif, dan penyederhanaan bentuk. Mereka tidak lagi terikat pada representasi warna objek yang sebenarnya, melainkan menggunakan warna untuk mengekspresikan emosi dan menciptakan komposisi yang dinamis. Contoh karyanya adalah 'The Dance' oleh Matisse.
3. Kubisme: Pecahan Sudut Pandang
Kubisme (sekitar 1907-1914) adalah aliran revolusioner yang dikembangkan oleh Pablo Picasso dan Georges Braque. Aliran ini menolak perspektif tunggal dan mencoba merepresentasikan objek dari berbagai sudut pandang secara bersamaan dalam satu bidang gambar. Ciri khas Kubisme adalah dekomposisi objek menjadi bentuk-bentuk geometris dasar (kubus, silinder, kerucut), penggunaan palet warna yang terbatas (seringkali monokromatik), dan penekanan pada struktur. Ada dua fase utama: Kubisme Analitis (objek dipecah dan dianalisis) dan Kubisme Sintetis (objek dibangun kembali dari bentuk-bentuk baru, seringkali dengan kolase). Karyanya seringkali tampak abstrak dan sulit dikenali.
4. Ekspresionisme: Jeritan Jiwa
Ekspresionisme (awal abad ke-20) muncul terutama di Jerman sebagai reaksi terhadap industrialisasi dan alienasi modern. Aliran ini menekankan ekspresi emosi dan perasaan batin seniman, seringkali dengan distorsi bentuk dan penggunaan warna yang intens dan tidak wajar. Tokoh-tokoh penting termasuk Ernst Ludwig Kirchner, Franz Marc, dan Wassily Kandinsky. Ekspresionisme mencoba menyampaikan pengalaman subjektif dan kondisi psikologis, seringkali dengan tema-tema kesepian, kecemasan, atau spiritualitas. Bentuk-bentuk yang tidak proporsional dan garis-garis tebal sering digunakan untuk memperkuat kesan emosional. Contoh terkenal adalah 'The Scream' oleh Edvard Munch.
5. Surealisme: Dunia Mimpi dan Bawah Sadar
Surealisme (mulai tahun 1920-an) berakar dari Dadaisme dan dipelopori oleh André Breton. Aliran ini mengeksplorasi alam bawah sadar, mimpi, dan irasionalitas sebagai sumber inspirasi. Seniman Surealis mencoba melepaskan diri dari logika dan rasionalitas, menciptakan citra-citra yang aneh, tak terduga, dan seringkali mengganggu. Tokoh-tokianya adalah Salvador Dalí, René Magritte, dan Joan Miró. Ciri khasnya meliputi juxtaposisi objek yang tidak berhubungan, ilusi optik, dan penggambaran realitas yang terdistorsi. Karya Surealis seringkali memicu pertanyaan tentang makna dan interpretasi, mengajak penikmatnya untuk menyelami alam bawah sadar mereka sendiri.
6. Seni Abstrak: Melepaskan Diri dari Realitas
Seni Abstrak adalah aliran yang sepenuhnya melepaskan diri dari representasi objek dunia nyata. Seniman abstrak berfokus pada elemen-elemen visual murni seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur untuk menciptakan komposisi yang murni estetis atau ekspresif. Tokoh-tokoh penting termasuk Wassily Kandinsky (sering disebut sebagai pelopor abstrak murni), Piet Mondrian (dengan Neoplastisisme-nya), dan Jackson Pollock (dengan Abstrak Ekspresionisme). Ada berbagai jenis abstrak, dari yang geometris dan terstruktur hingga yang spontan dan ekspresif. Tujuan utamanya adalah untuk membangkitkan emosi, ide, atau pengalaman spiritual tanpa mengacu pada objek yang dapat dikenali.
Rangkuman: Seni rupa modern adalah periode inovatif yang menolak tradisi dan merayakan ekspresi pribadi seniman. Aliran seperti Fauvisme dengan warna liarnya, Kubisme dengan dekomposisi bentuknya, Ekspresionisme yang sarat emosi, Surealisme yang menyelami alam mimpi, dan Seni Abstrak yang melepaskan diri dari realitas, semuanya berkontribusi pada keragaman dan kekayaan seni modern. Memahami konteks dan filosofi di balik setiap aliran sangat penting untuk mengapresiasi keberanian dan dampaknya.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Fauvisme | Aliran seni yang menggunakan warna-warna cerah dan non-naturalistik secara bebas. |
| Kubisme | Aliran seni yang merepresentasikan objek dari berbagai sudut pandang secara bersamaan dalam bentuk geometris. |
| Ekspresionisme | Aliran seni yang menekankan ekspresi emosi dan perasaan batin seniman melalui distorsi bentuk dan warna. |
| Surealisme | Aliran seni yang mengeksplorasi alam bawah sadar, mimpi, dan irasionalitas. |
| Abstrak | Seni yang tidak merepresentasikan objek dunia nyata, berfokus pada elemen visual murni. |
| Dekomposisi | Proses memecah objek menjadi bagian-bagian atau bentuk-bentuk dasar. |
| Juxtaposisi | Penempatan dua atau lebih elemen yang berbeda secara berdekatan untuk efek kontras. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Karya Seni Rupa Modern" mata pelajaran Seni Budaya Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Karya Seni Rupa Modern yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Seni Budaya Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Semester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Tari Kreasi dan Manajemen PergelaranBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKritik TariBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTeater ModernBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Seni Budaya di kelas lain
Karya Seni Rupa KontemporerSeni Budaya Kelas XII MAKarya Tari KontemporerSeni Budaya Kelas XII MAKonsep Seni Rupa Dua dan Tiga DimensiSeni Budaya Kelas X MAKurasi dan Pameran AkhirSeni Budaya Kelas XII MALihat semua Modul Ajar Seni Budaya Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Seni Budaya kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Karya Seni Rupa Modern pada Seni Budaya MA, Fase F, elemen Elemen Mengalami, Menciptakan, Merefleksikan, Berpikir dan Bekerja Artistik, dan Berdampak.
Modul Karya Seni Rupa Modern ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Seni Budaya kelas XI MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Seni Budaya materi Karya Seni Rupa Modern ini gratis?
Ya. Modul Karya Seni Rupa Modern untuk kelas XI MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Karya Seni Rupa Modern ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Seni Budaya kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Seni Budaya kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Karya Seni Rupa Modern ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Karya Seni Rupa Modern dapat Anda sesuaikan dengan murid Seni Budaya kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Seni Budaya kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Karya Seni Rupa Modern ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XI MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Karya Seni Rupa Modern tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Karya Seni Rupa Modern untuk Seni Budaya kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Karya Seni Rupa Modern ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Seni Budaya kelas XI MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Karya Seni Rupa Modern beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Seni Budaya kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Seni Budaya ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Karya Seni Rupa Modern yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Seni Budaya SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.