Modul Ajar & RPP Bahasa Jawa Kelas VII
Nulis lan Maca Cerita Pengalaman
Sudah jadi 10 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 10 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Jawa |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Nulis lan Maca Cerita Pengalaman |
| Alokasi Waktu | 1 Pertemuan (2 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar dalam memahami cerita sederhana dan menulis kalimat dalam bahasa Jawa. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
Peserta didik mengembangkan kejujuran dalam menyampaikan pengalaman pribadi dan menghargai pengalaman orang lain sebagai bagian dari adab berkomunikasi. - komunikasi — elemen: memahami dan menyampaikan gagasan
Peserta didik mampu menyampaikan cerita pengalaman pribadi secara lisan dan tulisan dengan bahasa Jawa yang runtut dan jelas. - kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik mengembangkan gagasan unik dalam menyusun cerita pengalaman dengan memilih diksi dan gaya bahasa yang menarik.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis dan Mempresentasikan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks narasi, deskripsi, eksposisi, dan persuasi dalam bahasa Jawa dengan struktur yang runtut dan kaidah kebahasaan yang tepat, serta mampu mempresentasikan hasil tulisannya secara lisan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Cerita pengalaman nyata yang pernah dialami seseorang, misalnya pengalaman liburan sekolah atau pengalaman lucu di rumah. |
| Konseptual | Konsep inti cerita pengalaman adalah rangkaian peristiwa yang dialami seseorang, memiliki alur, tokoh, latar, dan pesan moral. |
| Prosedural | Langkah-langkah menulis cerita pengalaman meliputi menentukan ide, menyusun kerangka, mengembangkan cerita, dan menyunting tulisan. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya berlatih menulis dan membaca untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Jawa dan mengkomunikasikan ide secara efektif. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menghargai pengalaman orang lain dan bersyukur atas setiap peristiwa yang Allah berikan dalam hidup. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat untuk mempelajari tata cara menulis dan membaca cerita pengalaman dengan bahasa Jawa yang baik. |
| 3. Cinta Lingkungan | Mengambil hikmah dari pengalaman pribadi yang berkaitan dengan lingkungan sekitar dan menjaganya. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Berani berbagi cerita pengalaman pribadi dengan jujur dan empati terhadap cerita teman sekelas. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mencintai dan melestarikan bahasa Jawa sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa dengan menggunakannya dalam menulis cerita. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui tayangan video dan diskusi, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur cerita pengalaman (tokoh, latar, alur) dengan tepat.
- Dengan bimbingan guru dan contoh teks, peserta didik dapat menyusun kerangka cerita pengalaman pribadi secara runtut.
- Melalui kegiatan menulis mandiri, peserta didik dapat menulis cerita pengalaman pribadi dalam bahasa Jawa dengan pilihan kata yang sesuai dan gaya bahasa yang menarik.
- Setelah berlatih membaca nyaring, peserta didik dapat membacakan cerita pengalaman pribadi dengan intonasi dan ekspresi yang tepat di depan kelas.
- Melalui umpan balik teman, peserta didik dapat merevisi cerita pengalaman yang ditulisnya agar lebih baik dan komunikatif.
Pemahaman bermakna: Mempelajari cara menulis dan membaca cerita pengalaman akan membantu kamu mengungkapkan perasaan dan ide, serta memahami sudut pandang orang lain melalui cerita mereka.
Pertanyaan pemantik: "Apa pengalaman paling berkesan yang pernah kamu alami dan bagaimana kamu akan menceritakannya agar orang lain ikut merasakan?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam: Mengembangkan kejujuran dalam bercerita dan mengambil hikmah dari setiap pengalaman sebagai bentuk syukur. Bahasa Indonesia: Memperkaya kosakata dan struktur kalimat dalam menulis narasi, serta teknik presentasi yang efektif. Seni Budaya: Mengembangkan ekspresi diri dan intonasi yang tepat saat membacakan cerita di depan umum. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat mendorong peserta didik untuk menceritakan pengalaman sehari-hari di rumah dan mendengarkan dengan penuh perhatian. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan akses ke papan tulis atau media visual. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan video inspiratif dari YouTube atau platform edukasi lainnya sebagai stimulus awal untuk menganalisis cerita pengalaman. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui tayangan video dan diskusi, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur cerita pengalaman (tokoh, latar, alur) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tepuk Cerita: Guru menyebutkan satu kata, lalu peserta didik meneruskan dengan satu kata lain secara bergiliran membentuk cerita pendek, sambil tepuk tangan.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu akan mengidentifikasi unsur-unsur cerita pengalaman dari sebuah video dengan tepat.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Cerita pengalaman adalah salah satu bentuk tulisan yang paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Setiap orang pasti memiliki pengalaman unik yang bisa dibagikan.
Alat & bahan: video cerita pengalaman, kertas, alat tulis
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Saksikan video cerita pengalaman yang ditayangkan guru dengan saksama.
- Setelah menonton, diskusikan dalam kelompokmu siapa saja tokoh yang ada dalam cerita tersebut.
- Catatlah di tabel (Gambar) kapan (waktu) dan di mana (tempat) peristiwa dalam cerita itu terjadi.
- Urutkanlah kejadian-kejadian penting dalam cerita tersebut mulai dari awal hingga akhir.
- Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Pernahkah kamu menceritakan pengalamanmu kepada orang lain?
- Apa saja yang biasanya kamu ceritakan saat berbagi pengalaman?
- Menurutmu, apa yang membuat sebuah cerita menjadi menarik?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil identifikasi unsur-unsur cerita pengalaman dari video yang ditayangkan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi unsur-unsur cerita pengalaman (tokoh, latar, alur) dengan tepat. | Unsur-unsur cerita pengalaman | 2 JP | komunikasi, penalaran kritis |
| 2 | Menyusun kerangka cerita pengalaman pribadi secara runtut. | Kerangka cerita pengalaman | 2 JP | kreativitas, komunikasi |
| 3 | Menulis cerita pengalaman pribadi dalam bahasa Jawa dengan pilihan kata yang sesuai dan gaya bahasa yang menarik. | Menulis cerita pengalaman | 2 JP | kreativitas, komunikasi |
| 4 | Membacakan cerita pengalaman pribadi dengan intonasi dan ekspresi yang tepat di depan kelas. | Membaca nyaring cerita pengalaman | 2 JP | komunikasi, percaya diri |
Cerita pengalaman adalah salah satu bentuk tulisan yang paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Setiap orang pasti memiliki pengalaman unik yang bisa dibagikan. Modul ini akan membimbing kamu untuk bisa menulis dan menceritakan pengalamanmu sendiri dalam bahasa Jawa, serta memahami cerita pengalaman orang lain.
1. Apa kuwi Cerita Pengalaman?
Cerita pengalaman yaiku karangan narasi kang nyeritakake kedadeyan utawa prastawa kang wis tau dialami dening panulis. Cerita iki asipat pribadi lan biasane nggambarake prastawa kang wigati utawa menehi kesan mendalam. Tujuane yaiku kanggo nuduhake piwulang, hiburan, utawa informasi marang pamaca utawa pamireng. Cerita pengalaman bisa awujud pengalaman seneng, sedih, lucu, utawa nggegirisi. Contone, pengalaman liburan menyang pantai, pengalaman kapisan mlebu sekolah anyar, utawa pengalaman nulungi kanca.
2. Unsur-unsur Cerita Pengalaman
Supaya cerita pengalamanmu dadi apik lan gampang dimangerteni, ana unsur-unsur kang kudu ana. Unsur-unsur kuwi antarane: 1. Tokoh: Paraga kang nglakoni kedadeyan ing crita. Bisa dadi awake dhewe (aku) utawa wong liya. 2. Latar: Wektu lan papan kedadeyan crita. Latar wektu bisa awujud 'ing sawijining esuk', 'nalika liburan', utawa 'ing wulan Ramadhan'. Latar papan bisa awujud 'ing sekolah', 'ing omah simbah', utawa 'ing alas'. 3. Alur/Plot: Urutan kedadeyan saka wiwitan nganti pungkasan. Biasane urut (maju) nanging bisa uga mundur utawa campuran. Alur sing apik bakal nggawa pamaca utawa pamireng melu ngrasakake crita.
3. Langkah-langkah Nulis Cerita Pengalaman
Nulis cerita pengalaman iku ana tahapane. Kapisan, temtokake ide utawa pengalaman apa kang paling berkesan. Pikirake kedadeyan-kedadeyan penting sing ana ing pengalaman kuwi. Kapindho, gawe kerangka cerita. Kerangka iki isine poin-poin penting saka critamu, kaya pembuka, inti cerita, lan penutup. Katelu, kembangake kerangka dadi kalimat-kalimat kang jangkep lan runtut. Gunakake basa Jawa kang apik lan gampang dimangerteni. Kaping papat, wenehi sentuhan pribadi, contone nggunakake gaya bahasa utawa diksi kang unik. Pungkasan, waca maneh lan sunting tulisanmu kanggo nemokake kesalahan ejaan utawa tata basa.
4. Pilihan Tembung lan Gaya Basa
Pilihan tembung (diksi) lan gaya basa (majas) iku penting banget kanggo nggawe cerita pengalamanmu luwih menarik. Gunakake tembung-tembung kang pas lan nggambarake kahanan kanthi jelas. Contone, tinimbang mung nulis 'aku mlaku', bisa ditulis 'aku lumaku alon-alon' utawa 'aku mlayu banter'. Gaya basa bisa nambah kaendahan lan daya tarik crita. Contone, 'ati bungah kaya ketiban lintang' (simile) utawa 'angin nggawa kabar' (personifikasi). Aja lali gunakake ukara kang cekak nanging jelas, lan variasi ukara supaya ora bosen.
5. Maca Cerita Pengalaman kanthi Ekspresif
Sawise nulis, penting uga bisa maca cerita pengalaman kanthi ekspresif. Maca ekspresif iku tegese maca kanthi nggunakake intonasi (nada suara), lafal (pengucapan), lan ekspresi (mimik muka) kang pas karo isi cerita. Contone, yen ceritane sedih, intonasi kudu luwih alon lan swara rada lirih. Yen ceritane lucu, bisa diwaca kanthi semangat lan ekspresi sumringah. Latihan maca nyaring ing ngarep kaca utawa kanca bisa mbantu nglatih intonasi lan ekspresimu.
6. Revisi lan Umpan Balik
Naskah pertama ora mesthi sampurna. Penting banget kanggo nindakake revisi utawa nyunting. Waca maneh tulisanmu kanthi teliti. Cek ejaan, tata basa, lan tanda baca. Apa alur ceritane wis runtut? Apa pesen sing arep disampekake wis jelas? Aja isin njaluk umpan balik saka kanca utawa guru. Umpan balik bisa mbantu nemokake kekurangan ing tulisanmu lan nggawe cerita pengalamanmu dadi luwih apik lan komunikatif.
Rangkuman: Cerita pengalaman adalah karangan narasi pribadi yang menceritakan kejadian berkesan, memiliki unsur tokoh, latar, dan alur. Menulisnya butuh ide, kerangka, pengembangan, pilihan kata, dan gaya bahasa yang tepat. Membacanya secara ekspresif dengan intonasi dan mimik yang sesuai akan membuat cerita lebih hidup. Revisi dan umpan balik penting untuk menyempurnakan tulisan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Narasi | Bentuk karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian. |
| Diksi | Pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaan untuk mengungkapkan gagasan. |
| Intonasi | Nada suara atau irama bicara saat mengucapkan kalimat. |
| Ekspresi | Mimik muka atau gerak tubuh yang menunjukkan perasaan atau maksud. |
| Alur | Urutan kejadian dalam sebuah cerita. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Nulis lan Maca Cerita Pengalaman" mata pelajaran Bahasa Jawa Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Nulis lan Maca Cerita Pengalaman yang Anda cari? Materi Bahasa Jawa Kelas VII lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitMateri Bahasa Jawa Terkait
Cerita PendalamanBahasa Jawa Kelas VII MTsCerita RakyatBahasa Jawa Kelas VII MTsCrita Sayang Bidang RencanaBahasa Jawa Kelas VII MTsPachelathonBahasa Jawa Kelas VII MTsSerat Wulangreh Pupuh SinomBahasa Jawa Kelas VII MTsTerbang Gambuh Serat WulangrehBahasa Jawa Kelas VII MTsPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Jawa kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Nulis lan Maca Cerita Pengalaman pada Bahasa Jawa MTs, Fase D, elemen Menulis dan Mempresentasikan.
Modul Nulis lan Maca Cerita Pengalaman ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Nulis lan Maca Cerita Pengalaman untuk Bahasa Jawa kelas VII.
Apakah modul ajar Bahasa Jawa materi Nulis lan Maca Cerita Pengalaman ini gratis?
Ya. Modul Nulis lan Maca Cerita Pengalaman untuk kelas VII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Nulis lan Maca Cerita Pengalaman ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Jawa kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Nulis lan Maca Cerita Pengalaman ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Nulis lan Maca Cerita Pengalaman dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Jawa kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Jawa kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Nulis lan Maca Cerita Pengalaman ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Nulis lan Maca Cerita Pengalaman tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Nulis lan Maca Cerita Pengalaman untuk Bahasa Jawa kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Nulis lan Maca Cerita Pengalaman ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Jawa kelas VII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Nulis lan Maca Cerita Pengalaman beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Jawa kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun dan Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Jawa ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Nulis lan Maca Cerita Pengalaman yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.