Modul Ajar & RPP IPAS Kelas VI
Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPAS |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang keragaman budaya di lingkungan sekitar mereka dan beberapa tradisi lokal. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kewargaan — elemen: Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya
Peserta didik menganalisis berbagai kearifan lokal di Indonesia dan membandingkannya untuk memahami nilai-nilai luhur yang terkandung. - kolaborasi — elemen: Bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan menyajikan proyek pameran mini kearifan lokal, serta memecahkan masalah bersama. - kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik mengembangkan ide-ide baru dalam membuat presentasi atau karya seni yang merepresentasikan kearifan lokal dengan cara unik.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Peserta didik memahami dan menganalisis hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya, serta kearifan lokal dalam menjaga keberlanjutan kehidupan. |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis berbagai kearifan lokal dan budaya daerah di Indonesia, serta memahami perannya dalam memperkuat persatuan bangsa. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas contoh nyata kearifan lokal di berbagai daerah Indonesia, seperti rumah adat, upacara tradisional, dan sistem pertanian tradisional. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah bahwa kearifan lokal merupakan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun, berfungsi sebagai pedoman hidup, dan berperan penting dalam persatuan bangsa. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah mengidentifikasi, menganalisis, dan mempresentasikan informasi tentang kearifan lokal secara sistematis. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman terhadap kearifan lokal dapat membentuk rasa cinta tanah air dan menghargai keragaman sebagai kekuatan bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui diskusi kelompok dan pengamatan gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga contoh kearifan lokal yang sarat nilai luhur dengan tepat.
- Dengan studi kasus, peserta didik mampu menganalisis nilai-nilai luhur yang terkandung dalam berbagai kearifan lokal secara runtut.
- Melalui proyek pameran mini, peserta didik dapat menyajikan informasi tentang keberagaman kearifan lokal di Indonesia dengan jelas dan menarik.
- Setelah menyaksikan presentasi teman, peserta didik dapat menjelaskan peran kearifan lokal dalam memperkuat persatuan bangsa dengan argumen yang logis.
- Dengan kegiatan refleksi, peserta didik mampu menyimpulkan pentingnya melestarikan kearifan lokal sebagai warisan budaya bangsa secara mandiri.
- Melalui pembuatan produk kreatif, peserta didik dapat menunjukkan apresiasi terhadap kearifan lokal sebagai identitas bangsa dengan hasil karya yang orisinal.
Pemahaman bermakna: Kearifan lokal bukan sekadar tradisi lama, melainkan cerminan nilai-nilai luhur yang relevan untuk membangun karakter dan mempererat persatuan bangsa di tengah keberagaman.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah tradisi kuno bisa tetap relevan dan menyatukan kita di zaman modern ini?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menulis deskripsi dan presentasi lisan tentang kearifan lokal. Seni Budaya: Pembuatan produk kreatif (poster, diorama) yang merepresentasikan kearifan lokal. Pendidikan Pancasila: Pemahaman tentang nilai-nilai persatuan dan keberagaman dalam konteks kearifan lokal. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berpartisipasi dengan menceritakan kearifan lokal di daerah asal mereka atau membantu peserta didik mencari informasi terkait proyek. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan kelas diatur agar mendukung kerja kelompok dan pameran mini, dengan akses ke perpustakaan atau internet untuk riset. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik memanfaatkan internet untuk mencari informasi, video, atau gambar tentang kearifan lokal dan menggunakan aplikasi presentasi sederhana untuk proyek. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui diskusi kelompok dan pengamatan gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga contoh kearifan lokal yang sarat nilai luhur dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Kearifan Lokal: Guru menunjukkan gambar-gambar kearifan lokal (misalnya rumah adat, alat musik tradisional), peserta didik menebak namanya secara cepat.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan studi kasus, peserta didik mampu menganalisis nilai-nilai luhur yang terkandung dalam berbagai kearifan lokal secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Sambung Kata Kearifan: Guru menyebut satu kata terkait kearifan lokal (misal: 'rumah'), peserta didik berikutnya menyambung dengan kata lain yang relevan ('adat'), terus bergantian.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 30 menit
Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai luhur dari berbagai kearifan lokal di Indonesia.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.
Info singkat: Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki keunikan tersendiri yang diwariskan secara turun-temurun.
Alat & bahan: Gambar kearifan lokal, alat tulis, kertas HVS
Langkah kerja:
- Lengkapi asal daerah setiap rumah adat pada tabel berikut.
Gambar 1. Tabel - Amati kearifan lokal yang disajikan oleh gurumu.
- Diskusikan dalam kelompokmu, apa nama kearifan lokal dan dari daerah mana asalnya.
- Identifikasi nilai-nilai luhur apa saja yang terkandung dalam kearifan lokal tersebut (misalnya, gotong royong, toleransi, cinta lingkungan).
- Catat hasil diskusimu pada tabel yang tersedia.
- Tuliskan satu contoh nyata penerapan nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang budaya daerahmu?
- Sebutkan satu contoh tradisi yang masih dilakukan di lingkungan sekitarmu!
- Menurutmu, mengapa kita perlu menghargai perbedaan budaya?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kontribusi dalam proyek pameran mini.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek pameran mini dan presentasi kelompok serta lembar refleksi individu.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi minimal tiga contoh kearifan lokal yang sarat nilai luhur. | Jejak Budaya yang Sarat akan Nilai Luhur | 3 JP | kewargaan |
| 2 | Menganalisis nilai-nilai luhur yang terkandung dalam berbagai kearifan lokal. | Warna-Warni Kearifan Lokal | 2 JP | kewargaan, penalaran kritis |
| 3 | Menyajikan informasi tentang keberagaman kearifan lokal di Indonesia dengan jelas dan menarik. | Keberagaman yang Menyatukan | 3 JP | kolaborasi, kreativitas |
| 4 | Menjelaskan peran kearifan lokal dalam memperkuat persatuan bangsa dengan argumen yang logis. | Keberagaman yang Menyatukan | 2 JP | kewargaan, komunikasi |
Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki keunikan tersendiri yang diwariskan secara turun-temurun. Kekayaan ini dikenal sebagai kearifan lokal, yaitu nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman hidup masyarakat. Mari kita selami lebih dalam warisan leluhur yang tak ternilai ini dan pahami perannya dalam mempersatukan bangsa.
1. Jejak Budaya yang Sarat akan Nilai Luhur
Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi, yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat secara turun-temurun. Ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga cara hidup yang telah teruji dan terbukti mampu menjaga keseimbangan alam serta kehidupan sosial. Contohnya, sistem Subak di Bali yang mengatur irigasi sawah secara adil, mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan. Ada juga tradisi Sasi di Maluku yang mengatur waktu panen hasil laut atau hutan, menunjukkan nilai konservasi lingkungan dan keberlanjutan. Kearifan lokal ini seringkali tercermin dalam bentuk upacara adat, cerita rakyat, lagu daerah, arsitektur rumah tradisional, hingga sistem mata pencarian.
2. Warna-Warni Kearifan Lokal
Indonesia memiliki ribuan bentuk kearifan lokal yang beragam, mencerminkan kekayaan etnis dan geografisnya. Di Jawa, ada filosofi 'Memayu Hayuning Bawana' yang berarti memperindah keindahan dunia, mendorong manusia untuk menjaga alam dan sesama. Di Sumatera Barat, sistem 'Nagari' mengatur kehidupan masyarakat berdasarkan adat dan agama, menanamkan nilai musyawarah dan mufakat. Sementara itu, masyarakat Dayak di Kalimantan memiliki 'Hutan Adat' yang dijaga kelestariannya sebagai sumber kehidupan dan identitas. Setiap kearifan lokal ini memiliki keunikan tersendiri, namun semuanya berlandaskan pada nilai-nilai universal seperti kebersamaan, toleransi, rasa hormat, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
3. Nilai-Nilai Luhur dalam Kearifan Lokal
Kearifan lokal mengandung berbagai nilai luhur yang sangat relevan untuk kehidupan modern. Nilai gotong royong, misalnya, mendorong kerja sama dan saling membantu dalam masyarakat. Nilai toleransi mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara damai. Nilai konservasi lingkungan mengingatkan kita akan pentingnya menjaga alam untuk generasi mendatang. Selain itu, ada juga nilai spiritualitas, keadilan, dan musyawarah yang menjadi pilar dalam banyak kearifan lokal. Memahami nilai-nilai ini membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik dan warga negara yang bertanggung jawab, serta mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan identitas.
4. Kearifan Lokal sebagai Perekat Persatuan
Meskipun beragam, kearifan lokal memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan bangsa. Keberagaman kearifan lokal menunjukkan kekayaan identitas bangsa yang harus dibanggakan. Dengan memahami dan menghargai kearifan lokal daerah lain, kita belajar untuk menerima perbedaan sebagai kekuatan, bukan perpecahan. Misalnya, perayaan Nyepi di Bali mengajarkan toleransi bagi umat lain untuk menghormati. Tradisi 'Mappacci' di Sulawesi Selatan atau 'Mangulosi' di Batak, meskipun berbeda, sama-sama melambangkan kebersamaan dan harapan baik. Kearifan lokal menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai suku dan budaya, menumbuhkan rasa saling memiliki dan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
5. Melestarikan Kearifan Lokal
Melestarikan kearifan lokal adalah tugas kita bersama. Ada banyak cara untuk melakukannya, mulai dari mempelajari cerita rakyat dan lagu daerah, ikut serta dalam upacara adat, hingga mengenakan pakaian tradisional. Generasi muda memiliki peran krusial dalam menjaga warisan ini agar tidak punah. Dengan memperkenalkan kearifan lokal kepada teman-teman dari daerah lain, kita turut menyebarkan semangat persatuan dan kebanggaan akan budaya bangsa. Pameran budaya, festival seni, dan penggunaan media digital dapat menjadi sarana efektif untuk melestarikan dan mempromosikan kearifan lokal kepada khalayak yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Rangkuman: Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun, berfungsi sebagai pedoman hidup, dan tercermin dalam berbagai aspek budaya. Keberagaman kearifan lokal di Indonesia, seperti Subak atau Sasi, mengandung nilai-nilai penting seperti gotong royong, toleransi, dan konservasi lingkungan. Kearifan lokal berperan sebagai perekat persatuan bangsa dengan menumbuhkan rasa saling menghargai dan bangga akan identitas budaya. Melestarikan kearifan lokal adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan leluhur ini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kearifan Lokal | Pandangan hidup dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat. |
| Subak | Sistem irigasi tradisional di Bali yang mencerminkan nilai gotong royong. |
| Sasi | Tradisi larangan memanen hasil laut atau hutan dalam jangka waktu tertentu di Maluku. |
| Gotong Royong | Kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. |
| Toleransi | Sikap menghargai perbedaan pendapat, keyakinan, atau kebiasaan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa" mata pelajaran IPAS Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPAS Kelas VI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 3 siap unduh
Makanan Bergizi untuk Kesehatan PencernaanmuModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTarik dan EmbuskanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopJejak Sang PahlawanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 3 siap unduh
Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan BangsaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopEnergi untuk Masa DepanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMengembara di Jagat RayaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul IPAS lain yang sudah tersedia
BAB 4 Indahnya Kearifan Lokal NusantaraIPAS Kelas VI SDALAT PERNAPASAN PADA MANUSIAIPAS Kelas VI SDBagaimana tubuh kita bergerakIPAS Kelas VI SDBagaimana tubuh kita bisa bergerak?IPAS Kelas VI SDLihat semua Modul Ajar IPAS Kelas VI →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa masuk ujian semester IPAS Kelas VI. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal IPAS Kelas VI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPAS kelas 6 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VI dan kelas 6 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa pada IPAS SD, Fase C, elemen Peserta didik memahami dan menganalisis hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya, serta kearifan lokal dalam menjaga keberlanjutan kehidupan..
Modul Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa untuk IPAS kelas VI.
Apakah modul ajar IPAS materi Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa ini gratis?
Ya. Modul Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa untuk kelas VI SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPAS kelas VI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa dapat Anda sesuaikan dengan murid IPAS kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPAS kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase C untuk kelas VI SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa untuk IPAS kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPAS kelas VI SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPAS kelas VI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun dan Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul IPAS ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Bab 4 Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPAS MI ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.