Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas VI
Belajar Bermusyawarah
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Belajar Bermusyawarah |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami pentingnya hidup rukun dan menghargai perbedaan di lingkungan sekitar. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kewargaan — elemen: Memahami dan menghargai keberagaman
Peserta didik menghargai perbedaan pendapat dalam musyawarah dan menerima keputusan bersama sebagai wujud nyata keberagaman. - Kolaborasi — elemen: Bekerja sama dalam kelompok
Peserta didik aktif berkontribusi dalam kelompok untuk mencapai tujuan musyawarah, menunjukkan sikap saling membantu dan menghargai. - Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi informasi
Peserta didik mampu menganalisis berbagai sudut pandang dalam diskusi dan mengevaluasi argumen untuk mencapai keputusan terbaik.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pancasila |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi praktik musyawarah untuk mencapai mufakat dalam konteks kehidupan bermasyarakat di Indonesia serta mengidentifikasi manfaatnya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Musyawarah sering dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mengambil keputusan bersama, seperti pemilihan ketua kelas atau menentukan jadwal piket. |
| Konseptual | Musyawarah adalah proses pembahasan bersama untuk mencapai mufakat (kesepakatan) dengan semangat kekeluargaan dan saling menghargai pendapat. |
| Prosedural | Langkah-langkah bermusyawarah meliputi penyampaian pendapat, mendengarkan, mempertimbangkan, serta mencapai dan melaksanakan keputusan bersama. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa kemampuan bermusyawarah adalah keterampilan penting untuk menyelesaikan masalah dan membangun kebersamaan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi manfaat musyawarah dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat.
- Dengan simulasi musyawarah, peserta didik dapat menjelaskan prinsip-prinsip musyawarah untuk mufakat secara runtut.
- Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis contoh penerapan musyawarah dalam pengambilan keputusan di lingkungan sekolah dengan benar.
- Melalui praktik langsung, peserta didik dapat menunjukkan sikap menghargai perbedaan pendapat saat bermusyawarah dengan baik.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat menyusun dan melaksanakan prosedur musyawarah untuk mencapai keputusan bersama secara mandiri.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menerapkan musyawarah akan membantu peserta didik menyelesaikan masalah bersama secara adil, melatih sikap saling menghargai, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu berdiskusi dan mengambil keputusan bersama, bukan keputusan sendiri?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan keterampilan berbicara, menyimak, dan menyampaikan argumen dengan santun dalam diskusi atau musyawarah. Matematika: Penggunaan data dan statistik sederhana (misalnya hasil voting) dalam mengambil keputusan jika mufakat sulit tercapai. Seni Budaya: Membuat poster atau infografis tentang prinsip-prinsip musyawarah yang baik. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk menceritakan pengalaman bermusyawarah di keluarga atau lingkungan tempat tinggal mereka kepada anak-anak di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata ulang agar mendukung diskusi kelompok dan simulasi musyawarah, dengan kursi yang mudah digeser dan area presentasi yang jelas. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek dari YouTube atau platform edukasi lainnya yang menggambarkan contoh musyawarah yang baik dan kurang baik sebagai stimulus. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi manfaat musyawarah dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tebak Kata Berbisik: Guru membisikkan satu kata kepada siswa pertama, lalu siswa tersebut membisikkan ke teman sebelahnya sampai akhir, lalu siswa terakhir menyebutkan kata yang didengar.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan simulasi musyawarah, peserta didik dapat menjelaskan prinsip-prinsip musyawarah untuk mufakat secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Teka-teki 'Siapakah Aku?': Guru memberikan 3-5 ciri-ciri suatu benda atau tokoh, peserta didik menebaknya. Contoh: 'Aku punya sayap, suka makan madu, dan menghasilkan lilin. Siapakah aku?' (Lebah)
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Melatih peserta didik mengidentifikasi masalah, menyampaikan pendapat, dan mengambil keputusan bersama melalui musyawarah.
Alat & bahan: Kertas plano, spidol, gunting, lem, gambar ilustrasi masalah
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Amati gambar di bawah ini yang menunjukkan sebuah masalah di lingkungan sekolah. Diskusikan dengan kelompokmu, apa masalah yang terjadi?
- Tuliskan minimal tiga ide atau solusi untuk mengatasi masalah tersebut di lembar kerja yang disediakan.
- Gunting kartu pendapat yang telah disediakan. Setiap anggota kelompok memilih satu pendapat yang paling disetujui dan menempelkannya di kolom 'Pendapat Pilihan'.
- Lakukan simulasi musyawarah di kelompokmu. Sampaikan pendapatmu secara bergantian, dengarkan teman, dan cari kesepakatan terbaik.
- Tuliskan keputusan hasil musyawarah kelompokmu dan alasan mengapa keputusan tersebut yang dipilih.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu lakukan jika ada perbedaan pendapat dengan temanmu?
- Pernahkah kamu ikut dalam kegiatan musyawarah di rumah atau sekolah? Ceritakan pengalamanmu!
- Menurutmu, mengapa kita perlu mencari kesepakatan bersama?
Formatif (proses): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok dan simulasi musyawarah, serta penilaian hasil LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian performa saat simulasi musyawarah dan jawaban esai tentang pentingnya musyawarah.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi manfaat musyawarah dalam kehidupan sehari-hari. | Manfaat Musyawarah | 2 JP | Kewargaan, Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan prinsip-prinsip musyawarah untuk mufakat. | Prinsip Musyawarah | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 3 | Menyusun dan melaksanakan prosedur musyawarah untuk mencapai keputusan bersama. | Prosedur Musyawarah dan Praktik | 2 JP | Kewargaan, Kolaborasi, Penalaran Kritis |
Musyawarah adalah jantung demokrasi di Indonesia, sebuah tradisi luhur yang telah diajarkan oleh para leluhur kita. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi di mana harus mengambil keputusan bersama. Dengan belajar bermusyawarah, kita tidak hanya mencari jalan keluar terbaik, tetapi juga belajar menghargai setiap perbedaan dan membangun kebersamaan.
1. Apa Itu Musyawarah?
Musyawarah berasal dari bahasa Arab 'syawara' yang berarti berunding atau bertukar pikiran. Secara istilah, musyawarah adalah upaya bersama dengan sikap rendah hati untuk memecahkan masalah, mengambil keputusan, atau mencapai kesepakatan bersama. Tujuan utamanya adalah mencapai mufakat, yaitu kesepakatan bulat yang diterima oleh semua pihak. Jika mufakat sulit tercapai, barulah dilakukan voting (pemungutan suara) sebagai jalan terakhir, tetapi semangat kekeluargaan tetap diutamakan.
2. Manfaat Bermusyawarah
Bermusyawarah memiliki banyak manfaat positif. Pertama, keputusan yang diambil melalui musyawarah umumnya lebih baik karena melibatkan berbagai sudut pandang dan pemikiran. Kedua, musyawarah melatih kita untuk menghargai pendapat orang lain dan tidak egois. Ketiga, keputusan yang diambil secara bersama-sama akan lebih mudah diterima dan dilaksanakan oleh semua pihak, sehingga mengurangi konflik. Keempat, musyawarah memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di antara anggota masyarakat atau kelompok.
3. Prinsip-Prinsip Musyawarah
Agar musyawarah berjalan dengan baik dan mencapai mufakat, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Pertama, setiap peserta musyawarah memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat. Kedua, pendapat harus disampaikan dengan sopan, logis, dan tidak memaksakan kehendak. Ketiga, semua peserta harus mendengarkan pendapat orang lain dengan seksama dan lapang dada. Keempat, mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan. Kelima, keputusan harus diterima dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh semua pihak.
4. Contoh Musyawarah di Lingkungan Sekolah
Di sekolah, banyak keputusan yang dapat diambil melalui musyawarah. Misalnya, pemilihan ketua kelas dan pengurus kelas lainnya, menentukan jadwal piket kelas, merencanakan kegiatan rekreasi sekolah, atau memutuskan tema lomba kebersihan antarkelas. Melalui musyawarah, setiap siswa dapat berpartisipasi aktif dalam menentukan arah dan kegiatan kelas atau sekolah, sehingga mereka merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.
5. Sikap dalam Bermusyawarah
Sikap yang baik sangat penting saat bermusyawarah. Kita harus bersikap terbuka terhadap ide-ide baru, tidak mudah marah jika pendapat kita tidak diterima, dan selalu berusaha mencari titik temu. Menghindari sikap memaksakan kehendak, mencela, atau merendahkan pendapat orang lain adalah kunci keberhasilan musyawarah. Ingatlah bahwa tujuan musyawarah adalah kebaikan bersama, bukan kemenangan individu.
6. Prosedur Pelaksanaan Musyawarah
Musyawarah biasanya diawali dengan pembukaan oleh pemimpin musyawarah (misalnya ketua kelas atau guru), dilanjutkan dengan penyampaian masalah yang akan dibahas. Kemudian, setiap peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat atau usulan. Setelah semua pendapat terkumpul, dilakukan pembahasan untuk menyaring dan mempertimbangkan setiap usulan. Jika ada beberapa pilihan, bisa dilakukan voting jika mufakat tidak tercapai. Terakhir, keputusan hasil musyawarah dibacakan dan disepakati bersama, lalu dicatat dalam notulen.
Rangkuman: Musyawarah adalah proses berunding untuk mencapai mufakat dengan semangat kekeluargaan. Manfaatnya termasuk menghasilkan keputusan yang lebih baik, melatih sikap menghargai, mengurangi konflik, dan memperkuat persatuan. Prinsip-prinsip musyawarah meliputi hak bicara yang sama, sopan santun, mendengarkan aktif, mengutamakan kepentingan bersama, dan bertanggung jawab terhadap keputusan. Musyawarah adalah pilar penting dalam kehidupan berdemokrasi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Musyawarah | Proses berunding untuk mencapai kesepakatan. |
| Mufakat | Kesepakatan bulat yang diterima oleh semua pihak. |
| Voting | Pemungutan suara untuk mengambil keputusan jika mufakat tidak tercapai. |
| Notulen | Catatan resmi jalannya musyawarah dan keputusan yang dihasilkan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Belajar Bermusyawarah" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Belajar Bermusyawarah yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Pancasila Kelas VI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 4 siap unduh
Belajar Pancasila dengan MenyenangkanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMengamalkan Pancasila untuk Kebahagiaan BersamaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMengenal Norma, Hak, dan Kewajiban dalam Kehidupan Berbangsa dan BernegaraModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Menghormati Perbedaan Budaya dan Agama dalam Kehidupan Sehari-hariBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBERIKUTNYAProvinsiku Bagian dari Wilayah Negara Kesatuan Republik IndonesiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenjaga Persatuan dan Kesatuan dengan Gotong RoyongBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Pendidikan Pancasila lain yang sudah tersedia
Belajar Pancasila Dan MenyenangkanPendidikan Pancasila Kelas VI SDPancasila dalam Kehidupan Sehari-hariPendidikan Pancasila Kelas VI SDSejarah Kelahiran PancasilaPendidikan Pancasila Kelas VI SDKronologi Sejarah Kelahiran PancasilaPendidikan Pancasila Kelas V SDLihat semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas VI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Pancasila kelas 6 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VI dan kelas 6 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Belajar Bermusyawarah pada Pendidikan Pancasila SD, Fase C, elemen Pancasila.
Modul Belajar Bermusyawarah ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Pendidikan Pancasila kelas VI SD di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila materi Belajar Bermusyawarah ini gratis?
Ya. Modul Belajar Bermusyawarah untuk kelas VI SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Belajar Bermusyawarah ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Pancasila kelas VI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Belajar Bermusyawarah ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Belajar Bermusyawarah dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Belajar Bermusyawarah ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase C untuk kelas VI SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Belajar Bermusyawarah tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Belajar Bermusyawarah untuk Pendidikan Pancasila kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Belajar Bermusyawarah ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Pancasila kelas VI SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Belajar Bermusyawarah beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Pancasila kelas VI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Pancasila ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Belajar Bermusyawarah yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Pancasila MI ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.