Modul Ajar & RPP Ekonomi Kelas XI
Perpajakan
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Ekonomi |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Perpajakan |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami konsep dasar pendapatan nasional dan peran pemerintah dalam perekonomian secara umum. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis berbagai kasus penghindaran pajak dan mengevaluasi dampak etis serta ekonominya bagi masyarakat. - Kewargaan — elemen: Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan bersama
Peserta didik berpartisipasi dalam simulasi musyawarah untuk menentukan prioritas penggunaan dana pajak di tingkat lokal. - Kolaborasi — elemen: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun proposal kampanye kesadaran pajak yang efektif dan komunikatif.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Perilaku Konsumen dan Produsen, Permintaan dan Penawaran, Pasar, Pendapatan Nasional, Pembangunan Ekonomi, Uang dan Perbankan, Kebijakan Fiskal dan Moneter, Perdagangan Internasional |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis permasalahan ekonomi makro, termasuk perpajakan, serta mengidentifikasi solusi kebijakan yang relevan untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pajak adalah pungutan wajib dari rakyat untuk negara tanpa imbalan langsung yang digunakan untuk kepentingan umum. |
| Konseptual | Sistem perpajakan mencakup jenis-jenis pajak, fungsi pajak, asas pemungutan pajak, serta mekanisme perhitungan dan pelaporan pajak. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara menghitung Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta memahami prosedur pelaporan pajak. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya peran pajak dalam pembangunan negara dan tanggung jawab sebagai warga negara yang patuh pajak. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis pajak dan fungsinya dengan tepat.
- Dengan studi kasus, peserta didik dapat menganalisis asas-asas pemungutan pajak dan penerapannya di Indonesia secara kritis.
- Setelah mengamati contoh, peserta didik dapat menghitung Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan benar.
- Melalui simulasi, peserta didik dapat menjelaskan prosedur pelaporan pajak secara runtut dan akurat.
- Dengan menyusun proposal, peserta didik dapat merancang kampanye kesadaran pajak yang kreatif dan persuasif.
Pemahaman bermakna: Memahami perpajakan bukan hanya tentang kewajiban membayar, tetapi juga tentang kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat, serta bagaimana sistem ini bekerja secara adil dan efisien.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus membayar pajak, padahal kita tidak langsung merasakan manfaatnya?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sosiologi: Menganalisis dampak sosial dari kebijakan pajak dan tingkat kepatuhan masyarakat. Pendidikan Pancasila: Membahas asas keadilan dalam pemungutan pajak sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila. Informatika: Memanfaatkan perangkat lunak pengolah angka untuk simulasi perhitungan pajak dan aplikasi desain grafis untuk kampanye. |
| Kemitraan Pembelajaran | Peserta didik dapat mengundang praktisi pajak atau perwakilan Kantor Pajak Pratama setempat untuk sesi tanya jawab tentang perpajakan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok yang dinamis, dilengkapi akses internet untuk riset data perpajakan terkini. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan aplikasi presentasi digital untuk menyajikan hasil kampanye dan platform kolaborasi daring untuk menyusun proposal. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis pajak dan fungsinya dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Tebak Kata Pajak: Guru menyebutkan ciri-ciri suatu jenis pajak, peserta didik menebak jenis pajak tersebut dengan cepat.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan studi kasus, peserta didik dapat menganalisis asas-asas pemungutan pajak dan penerapannya di Indonesia secara kritis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Rantai Kata Pajak: Setiap peserta didik menyebutkan satu kata yang berhubungan dengan pajak, membentuk rantai kata tanpa mengulang.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 55 menit
Tujuan: Kamu dapat mengidentifikasi jenis dan fungsi pajak serta menganalisis asas pemungutan pajak dari studi kasus.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Pajak adalah tulang punggung pembangunan suatu negara. Tanpa pajak, pemerintah akan kesulitan membiayai berbagai program dan fasilitas publik yang kita nikmati bersama.
Alat & bahan: Laptop/komputer, koneksi internet, alat tulis
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Amati pembangunan fasilitas umum di daerahmu dan catat jenis fasilitas yang kamu lihat.
- Baca artikel berita berjudul 'Dampak Ketidakpatuhan Pajak terhadap Pembangunan Nasional' yang telah disediakan guru.
- Identifikasi minimal 3 masalah pokok yang diakibatkan oleh ketidakpatuhan pajak dari artikel tersebut.
- Diskusikan dalam kelompokmu, jenis-jenis pajak apa saja yang seharusnya berkontribusi pada pembangunan fasilitas umum yang kamu amati?
- Analisislah asas-asas pemungutan pajak yang mungkin dilanggar dalam kasus ketidakpatuhan pajak yang kamu baca, kemudian catat temuanmu pada tabel.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang pajak?
- Sebutkan satu contoh fasilitas publik yang kamu gunakan sehari-hari!
- Menurutmu, dari mana pemerintah mendapatkan uang untuk membangun fasilitas tersebut?
- Apakah kamu pernah mendengar istilah 'Pajak Penghasilan' atau 'Pajak Pertambahan Nilai'?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan perhitungan pajak.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis pajak dan fungsinya dengan tepat. | Pengertian, jenis, dan fungsi pajak. | 4 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis asas-asas pemungutan pajak dan penerapannya di Indonesia secara kritis. | Asas-asas pemungutan pajak. | 4 JP | Penalaran Kritis, Kewargaan |
| 3 | Menghitung Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan benar. | Perhitungan PPh dan PPN. | 4 JP | Penalaran Kritis |
| 4 | Menjelaskan prosedur pelaporan pajak secara runtut dan akurat serta merancang kampanye kesadaran pajak. | Prosedur pelaporan pajak dan kampanye pajak. | 4 JP | Kewargaan, Kolaborasi |
Pajak adalah tulang punggung pembangunan suatu negara. Tanpa pajak, pemerintah akan kesulitan membiayai berbagai program dan fasilitas publik yang kita nikmati bersama. Modul ini akan membimbingmu memahami esensi perpajakan, mulai dari jenis, fungsi, asas, hingga cara menghitung dan melaporkannya. Mari selami dunia pajak dan pahami kontribusimu sebagai warga negara!
1. Pengertian dan Fungsi Pajak
Pajak adalah iuran wajib yang dibayarkan oleh rakyat kepada negara tanpa mendapatkan imbalan langsung, tetapi digunakan untuk membiayai pengeluaran umum dan pembangunan. Fungsi pajak sangat vital, meliputi fungsi anggaran (budgetair) sebagai sumber penerimaan negara, fungsi regulasi (mengatur) untuk mencapai tujuan ekonomi tertentu seperti mengendalikan inflasi, fungsi pemerataan pendapatan, dan fungsi stabilitas ekonomi. Contohnya, pajak digunakan untuk membangun sekolah, rumah sakit, jalan, hingga subsidi energi.
2. Jenis-Jenis Pajak
Pajak dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa kriteria. Berdasarkan sifatnya, ada pajak langsung (misalnya Pajak Penghasilan/PPh) yang dikenakan langsung pada wajib pajak dan tidak dapat dialihkan, serta pajak tidak langsung (misalnya Pajak Pertambahan Nilai/PPN) yang dapat dialihkan bebannya kepada pihak lain. Berdasarkan instansi pemungutnya, ada pajak pusat (PPh, PPN, Pajak Penjualan atas Barang Mewah/PPnBM, Bea Meterai, Pajak Bumi dan Bangunan PBB Sektor P3) dan pajak daerah (Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Hotel dan Restoran). Berdasarkan objeknya, ada pajak atas penghasilan, pajak atas konsumsi, dan pajak atas kekayaan.
3. Asas Pemungutan Pajak
Pemungutan pajak harus didasarkan pada asas-asas tertentu agar adil dan efisien. Menurut Adam Smith, ada empat asas: asas keadilan (equality), asas kepastian (certainty), asas kemudahan (convenience), dan asas efisiensi (economy). Asas keadilan berarti pajak dikenakan sesuai kemampuan, kepastian berarti jelas subjek, objek, dan tarifnya, kemudahan berarti mudah bagi wajib pajak untuk membayar, dan efisiensi berarti biaya pungut tidak lebih besar dari penerimaan. Di Indonesia, asas ini menjadi pedoman dalam penyusunan undang-undang perpajakan.
4. Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi
PPh adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh wajib pajak orang pribadi maupun badan dalam satu tahun pajak. Untuk orang pribadi, perhitungan PPh melibatkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang merupakan batas penghasilan yang tidak dikenakan pajak. Tarif PPh bersifat progresif, artinya semakin tinggi penghasilan, semakin besar persentase pajaknya. Contohnya, gaji karyawan dipotong PPh 21, yang perhitungannya mempertimbangkan status pernikahan dan jumlah tanggungan.
5. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
PPN adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi barang atau jasa di dalam Daerah Pabean (wilayah Indonesia). PPN merupakan pajak tidak langsung karena beban pajaknya dapat dialihkan kepada konsumen akhir. Tarif PPN umum di Indonesia saat ini adalah 11%. Contohnya, ketika kamu membeli barang di toko, harga yang kamu bayar sudah termasuk PPN. PPN dikenakan pada setiap mata rantai produksi dan distribusi, namun yang menanggung adalah konsumen akhir.
6. Prosedur Pelaporan Pajak
Wajib pajak memiliki kewajiban untuk melaporkan pajaknya secara periodik. Untuk PPh orang pribadi, pelaporan dilakukan menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Orang Pribadi. Untuk PPN, pelaporan dilakukan setiap bulan menggunakan SPT Masa PPN. Pelaporan dapat dilakukan secara manual ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau secara elektronik (e-filing) melalui aplikasi yang disediakan Direktorat Jenderal Pajak. Kepatuhan dalam pelaporan pajak sangat penting untuk menghindari sanksi dan mendukung transparansi.
Rangkuman: Pajak adalah pungutan wajib negara yang berfungsi sebagai sumber anggaran, pengatur ekonomi, pemerataan pendapatan, dan stabilitator. Jenis pajak beragam, seperti PPh dan PPN. Pemungutan pajak berlandaskan asas keadilan, kepastian, kemudahan, dan efisiensi. Wajib pajak bertanggung jawab menghitung dan melaporkan PPh serta PPN sesuai prosedur, berkontribusi pada pembangunan dan kesejahteraan bangsa.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pajak | Iuran wajib kepada negara tanpa imbalan langsung. |
| PPh | Pajak atas penghasilan. |
| PPN | Pajak atas konsumsi barang/jasa. |
| PTKP | Penghasilan Tidak Kena Pajak. |
| SPT | Surat Pemberitahuan pajak. |
| E-filing | Pelaporan pajak secara elektronik. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Perpajakan" mata pelajaran Ekonomi Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bagian dari Bab 4 · APBN, APBD, dan Kebijakan Fiskal
Modul ini membahas satu subbab. Subbab lain di bab ini, atau seluruh bab dalam satu modul:
Bab 4APBN, APBD, dan Kebijakan Fiskal4.1APBN4.2APBD4.3PerpajakanSedang Anda buka4.4Kebijakan FiskalBukan Perpajakan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Ekonomi Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 2 siap unduh
Pertumbuhan Ekonomi dan KemiskinanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKetenagakerjaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 2 siap unduh
Uang, Inflasi, dan Kebijakan MoneterModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAPBN, APBD, dan Kebijakan FiskalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Ekonomi lain yang sudah tersedia
APBN, APBD dan Kebijakan FiskalEkonomi Kelas XI SMABADAN USAHAEkonomi Kelas XI SMAIndeks Harga dan InflasiEkonomi Kelas XI SMAKebijakan Moneter dan FiskalEkonomi Kelas XI SMALihat semua Modul Ajar Ekonomi Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Ekonomi kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Perpajakan pada Ekonomi SMA, Fase F, elemen Perilaku Konsumen dan Produsen, Permintaan dan Penawaran, Pasar, Pendapatan Nasional, Pembangunan Ekonomi, Uang dan Perbankan, Kebijakan Fiskal dan Moneter, Perdagangan Internasional.
Modul Perpajakan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Ekonomi kelas XI SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Ekonomi materi Perpajakan ini gratis?
Ya. Modul Perpajakan untuk kelas XI SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Perpajakan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Ekonomi kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Ekonomi kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Perpajakan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Perpajakan dapat Anda sesuaikan dengan murid Ekonomi kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Ekonomi kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Perpajakan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XI SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Perpajakan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Perpajakan untuk Ekonomi kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Perpajakan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Ekonomi kelas XI SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Perpajakan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Ekonomi kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Ekonomi ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Perpajakan yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Ekonomi MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.