SMKKelas XIIFase F

Modul Ajar & RPP Informatika Kelas XII
Berpikir Komputasional

Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Berpikir komputasional adalah kerangka kerja pemecahan masalah yang meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma. Keterampilan ini memungkinkan kita memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, menemukan keteraturan, menyaring informasi esensial, dan merancang langkah-langkah solusi yang logis dan efisien. Ini adalah fondasi penting untuk inovasi di era digital.

Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Berpikir Komputasional
Informatika · Kelas XII · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Berpikir Komputasional
Informatika · Fase F · Kelas XII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasF / XII
Materi PokokBerpikir Komputasional
Alokasi Waktu3 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang penggunaan komputer dan logika sederhana dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi berbagai pendekatan dalam menyelesaikan masalah kompleks menggunakan prinsip berpikir komputasional.
  2. Kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
    Peserta didik menghasilkan gagasan-gagasan orisinal untuk merancang solusi inovatif terhadap masalah nyata dengan menerapkan berpikir komputasional.
  3. Kolaborasi — elemen: Kerja sama
    Peserta didik bekerja sama dalam tim untuk memecahkan masalah, berbagi ide, dan membangun solusi bersama berbasis berpikir komputasional.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainBerpikir Komputasional
Rumusan CP FasePada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menyelesaikan masalah kompleks, baik dalam konteks informatika maupun disiplin ilmu lain, dengan merumuskan solusi yang efisien dan efektif.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualBerpikir komputasional digunakan dalam pengembangan algoritma pencarian rute terpendek di aplikasi peta digital.
KonseptualBerpikir komputasional melibatkan dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma untuk menemukan solusi masalah.
ProseduralPeserta didik akan belajar langkah-langkah dekomposisi masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang dapat dikelola.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana berpikir komputasional dapat membantu mereka memecahkan berbagai jenis masalah secara sistematis dan kreatif.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah kompleks dan mendekomposisinya menjadi sub-masalah yang lebih kecil dengan tepat.
  2. Dengan menganalisis data, peserta didik dapat mengenali pola-pola yang muncul pada masalah dan menggeneralisasikannya secara akurat.
  3. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan abstraksi dari masalah yang kompleks untuk fokus pada informasi esensial dengan benar.
  4. Dengan menggunakan diagram alir, peserta didik dapat merancang algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah yang telah diabstraksi secara logis.
  5. Setelah merancang algoritma, peserta didik dapat mengimplementasikan solusi berbasis berpikir komputasional dalam bentuk pseudocode atau kode program sederhana dengan benar.
  6. Melalui presentasi proyek, peserta didik dapat mengevaluasi efektivitas dan efisiensi solusi yang telah dibuat berdasarkan prinsip berpikir komputasional secara kritis.
Halaman 2 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Berpikir komputasional bukan hanya tentang komputer, melainkan cara berpikir sistematis untuk memecahkan masalah kompleks, yang berguna dalam berbagai aspek kehidupan dan profesi.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita memecahkan masalah besar dan rumit menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuMatematika: Penerapan konsep logika, deret, dan optimasi dalam perancangan algoritma.
Bahasa Indonesia: Kemampuan menyusun kalimat yang runtut dan jelas untuk menjelaskan langkah-langkah algoritma dan hasil pemecahan masalah.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan: Penggunaan berpikir komputasional untuk merancang solusi inovatif atau proses produksi yang efisien.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi tentang masalah sehari-hari di rumah yang dapat dipecahkan dengan berpikir komputasional, seperti mengatur jadwal atau inventaris.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar memungkinkan kerja kelompok yang fleksibel dan akses mudah ke papan tulis atau proyektor, dengan pencahayaan yang nyaman untuk diskusi.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform simulasi algoritma atau lingkungan pemrograman visual seperti Scratch atau Blockly untuk menguji dan memvisualisasikan solusi.
Halaman 3 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah kompleks dan mendekomposisinya menjadi sub-masalah yang lebih kecil dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Komputasi: Guru menyebutkan kata terkait komputasi satu per satu, peserta didik menebak kategori atau arti cepat. Contoh: 'Algoritma' - 'Langkah-langkah'.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Guru menampilkan gambar labirin dan bertanya bagaimana cara robot menemukan jalan keluar, mengaitkan dengan konsep pemecahan masalah.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik tentang cara memecahkan masalah besar, memastikan peserta didik memahami fokus belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru memaparkan studi kasus masalah sehari-hari yang kompleks (misal: mengatur jadwal pengiriman barang untuk banyak pelanggan) dan memantik diskusi tentang tantangan yang dihadapi.
  2. Guru memfasilitasi peserta didik untuk merumuskan pertanyaan mendasar yang akan dijawab melalui proyek, seperti 'Bagaimana kita bisa mengoptimalkan rute pengiriman barang agar efisien?'
  3. Guru menayangkan video singkat tentang dekomposisi masalah dalam berpikir komputasional dan mengajak peserta didik mengidentifikasi elemen-elemen kunci.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi studi kasus masalah.
  2. Setiap kelompok mendiskusikan studi kasus dan mengidentifikasi masalah utama, kemudian memecahnya menjadi sub-masalah yang lebih kecil dan terkelola.
  3. Peserta didik dalam kelompok membuat daftar tugas dan peran untuk setiap anggota dalam menyelesaikan sub-masalah yang telah didekomposisi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil dekomposisi masalah mereka di depan kelas, menjelaskan bagaimana masalah besar dibagi menjadi bagian-bagian.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi, menyoroti kekuatan dan area yang bisa diperbaiki dalam dekomposisi.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya dekomposisi dalam berpikir komputasional dan memastikan pemahaman konsep dasar.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik dan guru bersama-sama menyimpulkan pentingnya dekomposisi masalah sebagai langkah awal berpikir komputasional.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan partisipasi aktif peserta didik, lalu mengajak mereka merenungkan manfaat berpikir sistematis dalam kehidupan.
  3. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan menganalisis data, peserta didik dapat mengenali pola-pola yang muncul pada masalah dan menggeneralisasikannya secara akurat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Deteksi Pola Kata: Guru menyebutkan serangkaian kata, peserta didik harus menemukan pola tersembunyi (misal: kata berakhiran 'an', kata benda).
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengulas kembali konsep dekomposisi masalah dari pertemuan sebelumnya dan bertanya bagaimana langkah selanjutnya setelah masalah dipecah.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang pengenalan pola dan mengaitkannya dengan proyek yang sedang berjalan, memastikan peserta didik siap untuk tahap berikutnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Guru memfasilitasi setiap kelompok untuk meninjau kembali dekomposisi masalah dari pertemuan sebelumnya dan mengidentifikasi data yang relevan.
  2. Guru menayangkan contoh-contoh pengenalan pola dalam berbagai konteks (misal: pola cuaca, pola lalu lintas) dan menjelaskan bagaimana pola dapat membantu memprediksi atau menyederhanakan masalah.
  3. Peserta didik dalam kelompok menganalisis data yang diberikan (misal: data rute pengiriman sebelumnya, data kepadatan lalu lintas) untuk mencari pola-pola yang muncul.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Menyusun jadwal: Peserta didik melanjutkan kerja kelompok untuk mengidentifikasi pola-pola yang relevan dengan sub-masalah yang telah didekomposisi.
  2. Setiap kelompok mendokumentasikan pola-pola yang ditemukan dan mulai menyusun jadwal atau tahapan kerja untuk proyek mereka, termasuk bagaimana pola tersebut akan dimanfaatkan.
  3. Peserta didik berdiskusi tentang bagaimana pola-pola ini dapat digeneralisasi untuk diterapkan pada kasus-kasus serupa atau lebih luas.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan pola-pola yang mereka temukan dan generalisasinya, menjelaskan relevansinya dengan masalah proyek.
  2. Guru dan kelompok lain memberikan umpan balik mengenai validitas dan relevansi pola yang diidentifikasi serta potensi generalisasinya.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya pengenalan pola sebagai langkah vital dalam berpikir komputasional untuk menyederhanakan masalah.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama-sama menyimpulkan bahwa pengenalan pola membantu menemukan solusi yang efisien untuk masalah yang berulang.
  2. Guru mengapresiasi semangat peserta didik dalam menemukan pola dan mendorong mereka untuk terus mengembangkan kepekaan terhadap pola di sekitar.
  3. Guru mengingatkan tentang tahapan proyek selanjutnya dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 3Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan abstraksi dari masalah yang kompleks untuk fokus pada informasi esensial dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Abstraksi Gambar: Guru menampilkan gambar detail, lalu meminta peserta didik menggambar ulang hanya dengan elemen paling esensial. Fokus pada inti.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengulas kembali konsep dekomposisi dan pengenalan pola, lalu bertanya bagaimana cara kita menyaring informasi penting dari banyak data.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang abstraksi dan bagaimana ini akan membantu menyempurnakan solusi proyek, memastikan peserta didik termotivasi.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Memantau kemajuan proyek: Guru menjelaskan konsep abstraksi sebagai proses menghilangkan detail yang tidak perlu dan fokus pada esensi masalah.
  2. Guru menayangkan contoh-contoh abstraksi dalam kehidupan nyata (misal: peta yang menyederhanakan detail jalan, model 3D yang menyederhanakan objek fisik).
  3. Peserta didik dalam kelompok meninjau kembali dekomposisi masalah dan pola yang telah ditemukan, kemudian mengidentifikasi elemen-elemen yang paling esensial.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Setiap kelompok berdiskusi untuk merumuskan abstraksi dari masalah proyek mereka, menciptakan representasi sederhana yang hanya mencakup detail penting.
  2. Peserta didik mulai merancang algoritma sederhana atau langkah-langkah solusi berdasarkan abstraksi yang telah dibuat, menggunakan diagram alir atau pseudocode.
  3. Guru berkeliling membimbing kelompok dalam proses abstraksi dan perancangan algoritma, memberikan masukan dan koreksi yang diperlukan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Perwakilan kelompok mempresentasikan abstraksi masalah mereka dan rancangan algoritma awal, menjelaskan mengapa detail tertentu dihilangkan.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik mengenai kejelasan abstraksi dan kelogisan algoritma yang dirancang.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya abstraksi untuk membuat solusi yang lebih umum dan efisien, serta menyempurnakan rancangan algoritma.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik dan guru bersama-sama menyimpulkan bahwa abstraksi membantu menyederhanakan masalah dan membuat solusi lebih mudah diimplementasikan.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas peserta didik dalam merumuskan abstraksi dan merancang algoritma.
  3. Guru mengingatkan untuk mempersiapkan implementasi solusi dan presentasi proyek di pertemuan selanjutnya, lalu memimpin doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKPecahkan Masalah, Temukan Pola!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mendekomposisi masalah, mengenali pola, dan merumuskan abstraksi untuk merancang solusi.

Alat & bahan: Kertas, pensil/pulpen, sticky notes, studi kasus (terlampir), komputer dengan akses internet

Langkah kerja:

  1. Tuliskan urutan perintah (atas, bawah, kiri, kanan) agar robot mencapai bintang dengan langkah paling sedikit.
    123456ABCDEF
    Gambar 1. Labirin
  2. Amati studi kasus pengiriman barang yang diberikan oleh guru. Identifikasi masalah utama yang dihadapi oleh perusahaan logistik.
  3. Gunakan peta pikiran untuk mendekomposisi masalah utama menjadi sub-masalah yang lebih kecil dan terkelola. Tuliskan setiap sub-masalah pada cabang-cabang peta.
  4. Analisis data pengiriman yang tersedia (misal: daftar alamat, waktu tempuh rata-rata) dan temukan pola-pola yang muncul (misal: rute berulang, area padat).
  5. Berdasarkan dekomposisi dan pola, rumuskan abstraksi dari masalah tersebut. Fokus pada informasi esensial dan abaikan detail yang tidak relevan.
  6. Rancang algoritma sederhana dalam bentuk diagram alir atau pseudocode untuk menyelesaikan salah satu sub-masalah yang telah diabstraksi.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda pahami tentang 'masalah' dalam kehidupan sehari-hari?
  2. Pernahkah Anda memecahkan masalah dengan membuat daftar langkah-langkah?
  3. Menurut Anda, apa gunanya menyederhanakan masalah yang rumit?
  4. Berikan satu contoh masalah yang menurut Anda sulit dipecahkan.

Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok dalam mendekomposisi masalah, mengenali pola, dan merancang algoritma, serta partisipasi aktif dalam diskusi.

Sumatif (akhir): Penilaian proyek akhir berupa presentasi solusi komputasional dan laporan implementasi.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi masalah kompleks dan mendekomposisinyaDekomposisi Masalah2 JPPenalaran Kritis
2Mengenali pola dan merumuskan abstraksiPengenalan Pola dan Abstraksi2 JPKreativitas
3Merancang dan mengimplementasikan algoritmaAlgoritma dan Implementasi2 JPPenalaran Kritis, Kolaborasi
4Mengevaluasi efektivitas solusi komputasionalEvaluasi Solusi2 JPPenalaran Kritis
Halaman 9 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Berpikir komputasional adalah keterampilan fundamental yang melibatkan penyelesaian masalah dengan cara yang dapat dipahami oleh komputer, namun sangat relevan untuk manusia. Ini bukan hanya tentang pemrograman, tetapi cara berpikir sistematis yang memungkinkan kita menghadapi tantangan kompleks di berbagai bidang, mulai dari sains hingga bisnis.

1. Dekomposisi Masalah
Dekomposisi adalah proses memecah masalah besar dan kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, lebih sederhana, dan lebih mudah dikelola. Setiap bagian dapat diselesaikan secara terpisah, dan ketika semua bagian disatukan, masalah asli akan terpecahkan. Misalnya, merencanakan perjalanan liburan dapat didekomposisi menjadi memilih tujuan, memesan tiket, mencari akomodasi, dan menyusun jadwal kegiatan.

2. Pengenalan Pola
Pengenalan pola adalah kemampuan untuk menemukan kesamaan, tren, atau keteraturan dalam data. Setelah masalah didekomposisi, kita dapat mencari pola-pola yang muncul di antara sub-masalah atau dalam data yang terkait. Mengidentifikasi pola membantu kita memahami masalah lebih dalam dan menemukan solusi yang dapat digeneralisasi. Contohnya, mengenali pola dalam data penjualan untuk memprediksi permintaan produk di masa mendatang.

3. Abstraksi
Abstraksi adalah proses menyaring informasi yang tidak penting dan fokus pada detail yang esensial saja. Ini membantu kita menyederhanakan masalah dengan membuat representasi umum tanpa mengabaikan inti permasalahan. Dengan abstraksi, kita dapat membuat model masalah yang lebih mudah dianalisis dan dipecahkan. Misalnya, peta jalan adalah abstraksi dari dunia nyata yang menghilangkan detail seperti bangunan dan pepohonan, hanya menyisakan informasi jalan dan rute.

4. Perancangan Algoritma
Algoritma adalah serangkaian langkah-langkah yang terstruktur dan logis untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan tertentu. Setelah masalah didekomposisi, pola dikenali, dan abstraksi dibuat, langkah selanjutnya adalah merancang algoritma. Algoritma dapat digambarkan menggunakan diagram alir, pseudocode, atau bahasa pemrograman. Contohnya, algoritma untuk mencari buku di perpustakaan dimulai dari memeriksa rak, membaca judul, hingga mengambil buku.

5. Implementasi dan Pengujian
Implementasi adalah proses mengubah algoritma yang telah dirancang menjadi bentuk yang dapat dieksekusi, misalnya kode program. Setelah diimplementasikan, solusi perlu diuji untuk memastikan bahwa ia bekerja dengan benar dan efektif dalam menyelesaikan masalah. Pengujian melibatkan menjalankan solusi dengan berbagai masukan data dan memverifikasi outputnya. Jika ada kesalahan, proses debugging atau perbaikan akan dilakukan hingga solusi optimal tercapai.

6. Manfaat Berpikir Komputasional
Berpikir komputasional melatih kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan kreativitas. Keterampilan ini tidak hanya relevan dalam bidang informatika, tetapi juga dalam berbagai disiplin ilmu dan profesi. Dengan berpikir komputasional, individu menjadi lebih adaptif dalam menghadapi masalah baru, mampu merancang solusi inovatif, dan bekerja secara lebih efisien dan sistematis. Ini adalah fondasi penting untuk inovasi di era digital.

Rangkuman: Berpikir komputasional adalah kerangka kerja pemecahan masalah yang meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma. Keterampilan ini memungkinkan kita memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, menemukan keteraturan, menyaring informasi esensial, dan merancang langkah-langkah solusi yang logis dan efisien. Ini adalah fondasi penting untuk inovasi di era digital.

Halaman 10 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
AlgoritmaSerangkaian langkah terstruktur untuk menyelesaikan masalah.
DekomposisiMemecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil.
PolaKeteraturan atau kesamaan yang berulang dalam data.
AbstraksiFokus pada detail esensial, mengabaikan yang tidak perlu.
PseudocodeDeskripsi algoritma yang mirip kode program, tetapi tidak spesifik bahasa.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Berpikir Komputasional" mata pelajaran Informatika Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 13–18

Modul Berpikir Komputasional ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XIIPeta Konsep
Berpikir KomputasionalDekomposisi MasalahPengenalan PolaAbstraksiPerancangan AlgoritmaImplementasi dan Pengujian
Dari sub-bab Berpikir KomputasionalHalaman 13
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XIIProfil Lulusan
Penalaran KritisKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Informatika kelas 12 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Berpikir Komputasional pada Informatika SMK, Fase F, elemen Berpikir Komputasional.

Modul Berpikir Komputasional ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Berpikir Komputasional untuk Informatika kelas XII.

Apakah modul ajar Informatika materi Berpikir Komputasional ini gratis?

Ya. Modul Berpikir Komputasional untuk kelas XII SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Berpikir Komputasional ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Informatika kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Informatika kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Berpikir Komputasional ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Berpikir Komputasional dapat Anda sesuaikan dengan murid Informatika kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Informatika kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Berpikir Komputasional ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Berpikir Komputasional tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Berpikir Komputasional untuk Informatika kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Berpikir Komputasional ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Informatika kelas XII SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Berpikir Komputasional beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Informatika kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Informatika ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Berpikir Komputasional disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Informatika SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.