Modul Ajar & RPP Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VII
Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Koding dan Kecerdasan Artifisial |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang teknologi digital dan pernah berinteraksi dengan aplikasi yang menggunakan kecerdasan artifisial sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi kasus etika penggunaan AI untuk mengambil keputusan yang bertanggung jawab. - Kolaborasi — elemen: Bekerja Sama dan Berkomunikasi untuk Mencapai Tujuan Bersama
Peserta didik berkolaborasi dalam kelompok untuk merumuskan pedoman etika penggunaan AI yang disepakati bersama. - Kewargaan — elemen: Mengenali dan Mengatasi Dampak Negatif Penggunaan Teknologi
Peserta didik mengenali dan mengusulkan solusi untuk mengatasi dampak negatif AI terhadap masyarakat dan individu.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Koding dan Kecerdasan Artifisial |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan konsep dasar kecerdasan artifisial, serta memahami implikasi etis dan sosial dari penggunaannya dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kecerdasan Artifisial (AI) sudah digunakan dalam berbagai aplikasi sehari-hari seperti rekomendasi produk, asisten virtual, dan filter media sosial. |
| Konseptual | Etika penggunaan AI melibatkan prinsip-prinsip moral dan nilai-nilai kemanusiaan yang harus dipertimbangkan dalam perancangan, pengembangan, dan penerapan teknologi AI. |
| Prosedural | Menganalisis studi kasus penggunaan AI, mengidentifikasi dilema etika, dan merumuskan solusi atau pedoman etis yang relevan. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam menghadapi perkembangan teknologi AI yang pesat. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi setidaknya tiga isu etika utama dalam penggunaan Kecerdasan Artifisial dengan tepat.
- Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan lima prinsip etika dasar untuk pengembangan dan penggunaan Kecerdasan Artifisial secara kolaboratif.
- Melalui simulasi, peserta didik dapat menjelaskan dampak positif dan negatif Kecerdasan Artifisial pada kehidupan sehari-hari dengan argumen yang kuat.
- Setelah meninjau pedoman, peserta didik dapat mengusulkan dua solusi konkret untuk mengatasi tantangan etika penggunaan Kecerdasan Artifisial di lingkungan sekitar dengan logis.
Pemahaman bermakna: Memahami etika penggunaan Kecerdasan Artifisial sangat penting agar teknologi ini dapat memberikan manfaat maksimal tanpa menimbulkan dampak negatif yang merugikan individu maupun masyarakat.
Pertanyaan pemantik: "Jika sebuah AI bisa membuat keputusan penting, siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Kaitannya dengan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan tanggung jawab warga negara dalam penggunaan teknologi. Bahasa Indonesia: Kaitannya dengan kemampuan menyusun argumen, presentasi, dan menulis laporan hasil analisis studi kasus secara efektif. Informatika: Kaitannya dengan pemahaman dasar cara kerja AI dan dampaknya terhadap masyarakat. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/komunitas dapat diajak berdiskusi tentang penggunaan AI dalam keluarga atau lingkungan sekitar untuk memperkaya perspektif peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar kondusif untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan akses ke komputer/tablet dan koneksi internet yang stabil untuk riset dan simulasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform presentasi digital (misalnya, Google Slides, Canva) untuk menyajikan hasil analisis dan simulasi, serta sumber belajar online tentang etika AI. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi setidaknya tiga isu etika utama dalam penggunaan Kecerdasan Artifisial dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata AI: Guru menyebutkan satu kata terkait AI, peserta didik menebak kata berikutnya yang berhubungan. Contoh: 'Robot' -> 'Otomatis' -> 'Cerdas'.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan lima prinsip etika dasar untuk pengembangan dan penggunaan Kecerdasan Artifisial secara kolaboratif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Teka-teki Etika: Guru membacakan skenario singkat tentang dilema etika AI. Peserta didik secara cepat menyebutkan 'setuju' atau 'tidak setuju' dan alasannya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi isu etika dalam kasus penggunaan Kecerdasan Artifisial dan merumuskan prinsip etika.
Alat & bahan: Lembar kerja, pulpen, komputer/tablet (opsional), akses internet (opsional)
Langkah kerja:
- Amati gambar di bawah ini yang menunjukkan contoh penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari dan diskusikan apa yang sedang terjadi.
Penggunaan AI Asisten Virtual Rekomendasi Produk Filter Media Sosial Diagnosis Medis Gambar 1. Peta pikiran - Baca studi kasus penggunaan AI yang diberikan oleh guru dengan cermat, lalu identifikasi pihak-pihak yang terlibat dan tujuan penggunaan AI tersebut.
- Identifikasi minimal tiga isu etika yang mungkin timbul dari penggunaan AI dalam studi kasus tersebut, lalu tuliskan dampak positif dan negatifnya.
- Bersama kelompokmu, rumuskan lima prinsip etika dasar yang menurut kalian harus diterapkan dalam pengembangan dan penggunaan AI.
- Presentasikan hasil identifikasi isu dan rumusan prinsip etika kelompokmu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang Kecerdasan Artifisial?
- Pernahkah kamu mendengar tentang 'etika' dalam konteks teknologi?
- Sebutkan satu contoh penggunaan AI yang kamu tahu.
- Menurutmu, apakah ada hal yang perlu diwaspadai dari penggunaan AI?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan ketepatan identifikasi isu etika pada LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil simulasi dan usulan solusi etika AI berdasarkan kriteria kejelasan, kelengkapan, dan relevansi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi isu etika utama dalam penggunaan Kecerdasan Artifisial. | Konsep dasar etika AI, studi kasus dilema etika AI. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Merumuskan prinsip etika dasar untuk pengembangan dan penggunaan Kecerdasan Artifisial. | Prinsip-prinsip etika AI, pedoman etika AI dari berbagai sumber. | 2 JP | Kolaborasi |
| 3 | Menjelaskan dampak positif dan negatif Kecerdasan Artifisial pada kehidupan sehari-hari. | Dampak AI di berbagai sektor kehidupan, analisis risiko dan manfaat AI. | 2 JP | Kewargaan |
| 4 | Mengusulkan solusi konkret untuk mengatasi tantangan etika penggunaan Kecerdasan Artifisial. | Solusi etika AI, peran individu dalam penggunaan AI yang bertanggung jawab. | 2 JP | Penalaran Kritis |
Kecerdasan Artifisial (AI) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, dari asisten virtual hingga rekomendasi belanja. Namun, di balik kemajuan ini, ada pertanyaan penting tentang bagaimana kita memastikan AI digunakan secara bertanggung jawab dan etis. Modul ini akan membimbingmu untuk memahami isu-isu etika yang muncul dan bagaimana kita bisa menjadi pengguna AI yang bijak.
1. Pengenalan Kecerdasan Artifisial (AI)
Kecerdasan Artifisial (AI) adalah bidang ilmu komputer yang bertujuan menciptakan mesin yang mampu berpikir dan belajar seperti manusia. Contoh AI meliputi sistem rekomendasi di platform streaming, asisten suara seperti Siri atau Google Assistant, dan mobil tanpa pengemudi. AI bekerja dengan menganalisis data dalam jumlah besar untuk mengidentifikasi pola dan membuat keputusan. Kemampuan AI untuk mengotomatiskan tugas dan memproses informasi dengan cepat telah membawa banyak inovasi, namun juga menimbulkan pertanyaan baru tentang dampak dan penggunaannya.
2. Mengapa Etika Penting dalam AI?
Seiring dengan semakin canggihnya AI, kemampuannya untuk memengaruhi kehidupan manusia juga meningkat. Oleh karena itu, etika menjadi sangat penting dalam pengembangan dan penggunaan AI. Etika AI adalah seperangkat prinsip moral dan nilai-nilai yang memandu perancangan, pengembangan, dan penerapan sistem AI agar tidak merugikan manusia atau masyarakat. Tanpa kerangka etika yang kuat, AI berpotensi menimbulkan masalah seperti diskriminasi, pelanggaran privasi, atau bahkan pengambilan keputusan yang tidak adil. Memahami etika AI membantu kita memastikan bahwa teknologi ini melayani kemanusiaan.
3. Isu-Isu Etika Utama dalam AI
Ada beberapa isu etika utama yang sering muncul dalam penggunaan AI. Pertama, bias algoritma, di mana AI belajar dari data yang mengandung bias manusia sehingga menghasilkan keputusan yang tidak adil atau diskriminatif. Kedua, privasi data, karena AI seringkali membutuhkan akses ke data pribadi dalam jumlah besar. Ketiga, akuntabilitas, yaitu siapa yang bertanggung jawab jika AI membuat kesalahan atau menyebabkan kerugian. Keempat, transparansi, yaitu sejauh mana kita dapat memahami bagaimana AI mengambil keputusan. Kelima, dampak terhadap lapangan kerja dan kesenjangan sosial, karena AI dapat menggantikan pekerjaan manusia dan memperlebar jurang digital.
4. Prinsip Etika Dasar untuk AI
Untuk mengatasi isu-isu etika tersebut, berbagai prinsip etika dasar telah dirumuskan. Beberapa prinsip umum meliputi keadilan (AI harus memperlakukan semua orang secara adil), transparansi (cara kerja AI harus dapat dijelaskan), akuntabilitas (pihak yang bertanggung jawab harus jelas), keamanan (AI tidak boleh membahayakan), dan privasi (data pribadi harus dilindungi). Selain itu, penting juga prinsip otonomi manusia (AI harus mendukung, bukan menggantikan, pengambilan keputusan manusia) dan keberlanjutan (AI harus bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat jangka panjang). Prinsip-prinsip ini menjadi panduan penting bagi para pengembang dan pengguna AI.
5. Dampak Positif AI pada Kehidupan Sehari-hari
Kecerdasan Artifisial menawarkan banyak dampak positif yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam kesehatan, AI membantu diagnosis penyakit lebih cepat dan pengembangan obat baru. Di bidang pendidikan, AI menyediakan pembelajaran personalisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap siswa. Dalam transportasi, mobil otonom berpotensi mengurangi kecelakaan dan kemacetan. AI juga meningkatkan efisiensi di industri, membantu penelitian ilmiah, dan bahkan menciptakan pengalaman hiburan yang lebih imersif. Dengan penggunaan yang etis dan bertanggung jawab, AI dapat menjadi alat yang sangat ampuh untuk kemajuan dan kesejahteraan manusia.
6. Dampak Negatif dan Tantangan Etika AI
Meskipun banyak manfaat, penggunaan AI juga membawa dampak negatif dan tantangan etika. Salah satu kekhawatiran terbesar adalah hilangnya pekerjaan karena otomatisasi, yang dapat menyebabkan ketidaksetaraan ekonomi. Selain itu, potensi AI untuk memanipulasi informasi atau menyebarkan disinformasi dapat mengancam demokrasi dan kohesi sosial. Pengawasan massal melalui teknologi pengenalan wajah berbasis AI juga menimbulkan masalah privasi dan kebebasan individu. Penting bagi kita untuk secara proaktif mengidentifikasi dan mengatasi tantangan ini agar manfaat AI dapat dinikmati secara merata dan aman.
7. Mengatasi Tantangan Etika AI
Untuk mengatasi tantangan etika AI, diperlukan pendekatan multi-pihak. Pemerintah perlu membuat regulasi yang jelas dan adaptif. Perusahaan teknologi harus mengedepankan prinsip 'AI yang bertanggung jawab' dalam pengembangan produk mereka. Masyarakat perlu meningkatkan literasi digital dan etika AI agar dapat menggunakan teknologi ini secara bijak. Pendidikan etika AI sejak dini juga krusial untuk membentuk generasi yang sadar akan implikasi teknologi. Dengan kolaborasi dan kesadaran bersama, kita dapat memastikan AI menjadi kekuatan positif bagi masa depan.
Rangkuman: Etika penggunaan Kecerdasan Artifisial sangat krusial untuk memastikan teknologi ini membawa manfaat maksimal tanpa dampak negatif. Isu seperti bias algoritma, privasi data, dan akuntabilitas memerlukan prinsip-prinsip etika yang jelas seperti keadilan dan transparansi. Dengan memahami dampak positif dan negatif AI, serta berkolaborasi dalam merumuskan solusi, kita dapat menciptakan ekosistem AI yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi semua.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kecerdasan Artifisial (AI) | Sistem komputer yang dapat melakukan tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia. |
| Etika AI | Prinsip moral yang memandu pengembangan dan penggunaan AI secara bertanggung jawab. |
| Bias Algoritma | Kecenderungan sistem AI untuk menghasilkan hasil yang tidak adil karena data latih yang bias. |
| Privasi Data | Hak individu untuk mengontrol informasi pribadi mereka yang dikumpulkan dan digunakan. |
| Akuntabilitas AI | Penentuan pihak yang bertanggung jawab atas keputusan atau tindakan yang diambil oleh sistem AI. |
| Transparansi AI | Kemampuan untuk memahami bagaimana sistem AI mengambil keputusan atau menghasilkan output. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial" mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Berpikir Komputasional LanjutanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAlgoritma dan Diagram AlirModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPemrograman Visual dengan BlokModul siap unduh · Word + PDF ber-kopLiterasi Digital dan Jejak DigitalModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMengenal Kecerdasan Artifisial dan Cara KerjanyaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 dari 4 siap unduh
Pengumpulan dan Penyajian DataModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Koding dan Kecerdasan Artifisial lain yang sudah tersedia
memecahkan masalah dengan logikaKoding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial pada Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP, Fase D, elemen Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Modul Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial materi Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial ini gratis?
Ya. Modul Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial dapat Anda sesuaikan dengan murid Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial untuk Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Koding dan Kecerdasan Artifisial ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Koding dan Kecerdasan Artifisial MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.