Modul Ajar & RPP Bahasa Inggris Kelas XII
Connected to Social Media
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Inggris |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Connected to Social Media |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (5 JP: Pertemuan 1 3 JP · Pertemuan 2 2 JP) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang penggunaan media sosial dan beberapa kosakata terkait teknologi informasi. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik mengembangkan akhlak bernegara dengan bijak menggunakan media sosial, menghindari ujaran kebencian, dan menyebarkan informasi positif. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis informasi dari berbagai sumber media sosial untuk membedakan fakta dan opini, serta mengidentifikasi bias. - komunikasi — elemen: mengemukakan dan menganalisis argumen
Peserta didik mampu mengemukakan argumen yang logis dan persuasif tentang dampak media sosial, serta menganalisis argumen orang lain.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menyimak – Berbicara |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menyimak dan memahami berbagai teks informatif dan naratif kompleks dalam konteks sosial dan akademik. Peserta didik dapat berbicara untuk menyampaikan ide, argumen, dan pandangan secara koheren dan persuasif dalam diskusi formal maupun informal. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Media sosial adalah platform daring yang memungkinkan pengguna berinteraksi, berbagi konten, dan menciptakan komunitas virtual. |
| Konseptual | Konsep utama meliputi literasi digital, etika berkomunikasi daring, dampak positif dan negatif media sosial, serta privasi data. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari cara mengevaluasi kebenaran informasi, menyusun argumen yang persuasif, dan berpartisipasi dalam diskusi daring secara etis. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya berpikir kritis dalam menyaring informasi media sosial dan bertanggung jawab atas jejak digital mereka. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menyadari bahwa penggunaan media sosial harus selaras dengan nilai-nilai agama, menghindari penyebaran fitnah atau ujaran kebencian yang dilarang oleh Allah SWT. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong peserta didik untuk mencari dan menyaring informasi yang bermanfaat di media sosial, serta menggunakan platform tersebut sebagai sarana untuk belajar dan berbagi pengetahuan positif. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menggunakan media sosial secara bertanggung jawab untuk menyuarakan isu-isu lingkungan, mendukung kampanye keberlanjutan, dan mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membiasakan diri untuk berempati dan menghargai keberagaman pendapat di media sosial, menghindari perundungan siber, serta menggunakan platform untuk mendukung dan menyemangati sesama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan kekayaan budaya dan pariwisata Indonesia, menyebarkan semangat nasionalisme, serta menjaga persatuan bangsa dari polarisasi daring. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis teks dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi dampak positif dan negatif penggunaan media sosial dengan tepat.
- Setelah mengamati studi kasus, peserta didik dapat mengevaluasi kebenaran informasi yang ditemukan di media sosial berdasarkan kriteria literasi digital secara mandiri.
- Dengan berpartisipasi dalam debat kelas, peserta didik dapat menyajikan argumen pro dan kontra mengenai isu-isu media sosial secara koheren dan persuasif.
- Melalui penulisan esai, peserta didik dapat merumuskan solusi kreatif untuk mengatasi tantangan etika dan keamanan dalam penggunaan media sosial dengan bahasa Inggris yang baik.
Pemahaman bermakna: Media sosial, meskipun menawarkan banyak manfaat, juga membawa tantangan etika dan keamanan yang memerlukan literasi digital dan penalaran kritis untuk mengelola dampaknya secara bijak.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana media sosial membentuk cara kita berinteraksi dan memandang dunia, serta apa saja tantangan terbesarnya?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam etika berkomunikasi di media sosial, seperti toleransi dan persatuan. Informatika: Memahami aspek keamanan data, privasi, dan jejak digital yang terkait dengan penggunaan media sosial. Sosiologi: Analisis dampak media sosial terhadap interaksi sosial, pembentukan opini publik, dan perubahan budaya masyarakat. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang penggunaan media sosial yang sehat di rumah dan tantangan yang dihadapi anak-anak mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur untuk memfasilitasi diskusi kelompok dan debat, dengan akses internet terbatas untuk riset terarah. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform media sosial (misalnya Twitter atau Instagram) sebagai sumber studi kasus dan contoh nyata isu-isu yang dibahas. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis teks dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi dampak positif dan negatif penggunaan media sosial dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Emoji: Guru menampilkan serangkaian emoji, peserta didik menebak makna atau situasi yang diwakilinya, lalu menghubungkannya dengan perasaan saat bermedia sosial.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan berpartisipasi dalam debat kelas, peserta didik dapat menyajikan argumen pro dan kontra mengenai isu-isu media sosial secara koheren dan persuasif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Benar atau Salah (Media Sosial): Guru membacakan pernyataan tentang media sosial (misal: 'Media sosial selalu membuat kita merasa lebih baik'), peserta didik berdiri jika setuju atau duduk jika tidak setuju.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan menganalisis dampak positif serta negatif media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Alat & bahan: Teks artikel (terlampir), alat tulis, kertas flipchart/papan tulis mini, spidol.
Langkah kerja:
- Study the provided article about social media trends. (Pelajari artikel yang disediakan tentang tren media sosial.)
Gambar 1. Peta pikiran - Identify at least three positive impacts of social media from the article. (Identifikasi minimal tiga dampak positif media sosial dari artikel.)
- Identify at least three negative impacts of social media from the article. (Identifikasi minimal tiga dampak negatif media sosial dari artikel.)
- Discuss with your group how these impacts manifest in your daily life. (Diskusikan dengan kelompokmu bagaimana dampak-dampak ini terwujud dalam kehidupan sehari-hari kalian.)
- Prepare a short presentation of your findings. (Siapkan presentasi singkat dari temuanmu.)
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- What social media platforms do you use most often?
- What kind of content do you usually share or consume on social media?
- Have you ever encountered fake news or misinformation on social media? How did you react?
- What do you think are the biggest advantages and disadvantages of social media?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan debat, serta penilaian kualitas argumen yang disampaikan.
Sumatif (akhir): Penilaian esai individu tentang dampak media sosial dan solusi etika digital, serta penilaian presentasi kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi dampak positif dan negatif penggunaan media sosial. | Dampak positif dan negatif media sosial. | 3 JP | penalaran kritis, komunikasi |
| 2 | Mengevaluasi kebenaran informasi di media sosial. | Literasi digital dan verifikasi informasi. | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menyajikan argumen pro dan kontra isu media sosial. | Debat dan penyusunan argumen. | 2 JP | komunikasi, penalaran kritis |
| 4 | Merumuskan solusi tantangan etika media sosial. | Etika digital dan solusi kreatif. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, mengubah cara kita berinteraksi, belajar, dan bahkan bekerja. Unit ini akan membimbing kita menjelajahi kompleksitas dunia daring, memahami dampak, serta mengembangkan keterampilan untuk menjadi pengguna media sosial yang cerdas, etis, dan bertanggung jawab.
1. What is Social Media?
Social media refers to interactive digital platforms that facilitate the creation and sharing of information, ideas, interests, and other forms of expression via virtual communities and networks. These platforms allow users to connect with others globally, fostering communication and content exchange. Examples include Facebook, Instagram, Twitter, TikTok, and LinkedIn. Their primary function is to build and maintain social connections, share personal updates, and consume various forms of digital content.
2. Positive Impacts of Social Media
Social media offers numerous benefits. It enhances communication by connecting people across distances and time zones, facilitating easier contact with friends, family, and colleagues. It also serves as a powerful tool for information dissemination, allowing for rapid sharing of news, educational content, and public awareness campaigns. Furthermore, social media fosters community building, enabling individuals with shared interests to connect, collaborate, and support each other. For businesses, it provides a cost-effective marketing channel and a platform for customer engagement. For example, many educational institutions use social media to share announcements and learning resources.
3. Negative Impacts of Social Media
Despite its advantages, social media also poses significant challenges. Issues such as cyberbullying and online harassment can lead to psychological distress for victims. The spread of misinformation and fake news can mislead the public and create social instability. Privacy concerns are also rampant, as personal data is often collected and used by platforms, sometimes without full user awareness. Additionally, excessive use can lead to addiction, reduced face-to-face interaction, and mental health issues like anxiety and depression. The constant comparison with others' curated online lives can also foster feelings of inadequacy.
4. Digital Literacy and Critical Thinking
Digital literacy is crucial for navigating the complexities of social media. It involves the ability to find, evaluate, create, and communicate information effectively and responsibly in digital environments. Critical thinking, specifically, means questioning the credibility of sources, identifying biases, and analyzing information before accepting it as truth. For instance, when encountering a sensational headline, a digitally literate individual would cross-reference the information with multiple reputable sources before sharing it. This skill helps users to avoid falling victim to scams or misinformation.
5. Ethical Communication Online
Ethical communication on social media involves respecting others' opinions, avoiding hate speech, and being mindful of the impact of one's words. It means refraining from spreading rumors, engaging in personal attacks, or posting content that could harm others. Users should always consider the 'golden rule' – treating others online as they would want to be treated offline. This includes giving credit to original creators, understanding copyright, and not sharing private information about others without consent. Adhering to these principles helps create a safer and more positive online environment for everyone.
6. Protecting Your Privacy and Data
Protecting personal privacy and data on social media is paramount. This involves regularly reviewing and adjusting privacy settings to control who sees your posts and personal information. Users should be cautious about sharing sensitive details like their home address, phone number, or financial information. Being aware of the data tracking practices of various platforms and using strong, unique passwords for each account are also vital steps. Understanding the terms and conditions of social media platforms can help users make informed decisions about their digital footprint.
7. Balancing Online and Offline Life
Achieving a healthy balance between online and offline activities is essential for well-being. This includes setting boundaries for screen time, engaging in real-world hobbies, and prioritizing face-to-face interactions. Regularly taking digital breaks can help reduce feelings of being overwhelmed or constantly connected. Encouraging offline activities like reading a book, spending time in nature, or engaging in sports can significantly improve mental health and foster stronger real-life relationships. It's about using social media as a tool, not letting it control one's life.
Rangkuman: Media sosial adalah platform digital interaktif yang memfasilitasi komunikasi dan berbagi konten. Meskipun menawarkan banyak manfaat seperti konektivitas global dan penyebaran informasi, ia juga membawa tantangan seperti perundungan siber, misinformasi, dan masalah privasi. Literasi digital, berpikir kritis, dan komunikasi etis sangat penting untuk menavigasi dunia daring secara bertanggung jawab dan menjaga keseimbangan hidup yang sehat.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Cyberbullying | Perundungan yang terjadi melalui media digital. |
| Digital Footprint | Jejak data yang ditinggalkan seseorang saat menggunakan internet. |
| Misinformation | Informasi yang salah, tidak akurat, atau menyesatkan yang disebarkan tanpa niat jahat. |
| Fake News | Berita palsu yang sengaja dibuat untuk menipu atau menyesatkan. |
| Privacy Settings | Pengaturan yang memungkinkan pengguna mengontrol siapa yang dapat melihat informasi pribadi mereka. |
| Viral Content | Konten yang menyebar dengan cepat dan luas di media sosial. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Connected to Social Media" mata pelajaran Bahasa Inggris Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Connected to Social Media yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Inggris Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 3 siap unduh
Digging the Hidden Gem of Borneo (Kalimantan)Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 2 siap unduh
Future Method of PaymentModul siap unduh · Word + PDF ber-kopToday’s LifeModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Bahasa Inggris lain yang sudah tersedia
Application LetterBahasa Inggris Kelas XII MAArgumentative Text, E-moneyBahasa Inggris Kelas XII MAArgumentative Text: E-MoneyBahasa Inggris Kelas XII MADiscussion Text: Carbon FootprintsBahasa Inggris Kelas XII MALihat semua Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Inggris kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Connected to Social Media pada Bahasa Inggris MA, Fase F, elemen Menyimak – Berbicara.
Modul Connected to Social Media ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Bahasa Inggris kelas XII MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Bahasa Inggris materi Connected to Social Media ini gratis?
Ya. Modul Connected to Social Media untuk kelas XII MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Connected to Social Media ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Inggris kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Inggris kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Connected to Social Media ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Connected to Social Media dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Inggris kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Inggris kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Connected to Social Media ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Connected to Social Media tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Connected to Social Media untuk Bahasa Inggris kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Connected to Social Media ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Inggris kelas XII MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Connected to Social Media beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Inggris kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Inggris ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Connected to Social Media yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Inggris SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.