Modul Ajar & RPP Seni Budaya Kelas XII
Naskah dan Pementasan Teater
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Seni Budaya |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Naskah dan Pementasan Teater |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang unsur-unsur drama dan pertunjukan seni, serta pengalaman singkat dalam apresiasi seni teater. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak Bernegara
Menghargai keberagaman seni teater sebagai manifestasi budaya yang memperkaya pemahaman nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. - kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
Merancang naskah teater dan konsep pementasan yang inovatif, menampilkan ide-ide segar dan berbeda dari yang sudah ada. - kolaborasi — elemen: Kerja sama
Bekerja sama secara efektif dalam tim untuk menyusun naskah, menyiapkan properti, dan melaksanakan pementasan teater.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Berkarya |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengembangkan gagasan kreatif melalui proses eksplorasi, eksperimentasi, dan penciptaan karya seni, serta menyajikannya dalam berbagai konteks dengan mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Teater di Indonesia memiliki beragam bentuk dan gaya, seperti teater tradisional (misalnya Ludruk, Ketoprak) dan teater modern (misalnya teater realis, absurd). |
| Konseptual | Naskah teater adalah blueprint yang berisi dialog, karakter, latar, dan panduan akting, sedangkan pementasan teater adalah perwujudan naskah tersebut di atas panggung. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah penulisan naskah teater, mulai dari penentuan ide hingga penyusunan dialog, serta tahapan persiapan dan pelaksanaan pementasan. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana proses kreatif dalam teater melibatkan pemikiran kritis, empati, dan kemampuan kolaborasi untuk menghasilkan karya yang bermakna. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengekspresikan kekaguman terhadap keindahan ciptaan Allah melalui seni teater, serta bersyukur atas talenta yang diberikan untuk berkarya. |
| 2. Cinta Ilmu | Aktif mencari dan menganalisis berbagai referensi naskah teater, serta berusaha mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam penulisan dan pementasan. |
| 3. Cinta Lingkungan | Mengangkat isu-isu lingkungan dalam naskah teater sebagai bentuk kepedulian dan ajakan untuk menjaga kelestarian alam. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membangun empati dan menghargai perbedaan karakter melalui peran dalam teater, serta bekerja sama secara harmonis dalam tim produksi. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menciptakan naskah teater yang mengangkat cerita rakyat atau isu-isu lokal, serta melestarikan budaya bangsa melalui pementasan seni tradisional. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati contoh naskah teater, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik naskah teater (tema, alur, tokoh, latar, dialog) dengan tepat.
- Melalui analisis naskah teater pendek, peserta didik dapat merumuskan ide dasar dan pesan moral yang terkandung dalam naskah tersebut secara kritis.
- Dengan bimbingan guru dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menyusun kerangka naskah teater pendek yang original sesuai tema yang dipilih secara terstruktur.
- Melalui latihan olah tubuh dan olah suara, peserta didik dapat memerankan tokoh dengan ekspresi dan intonasi yang sesuai karakter secara meyakinkan.
- Setelah memahami tahapan produksi, peserta didik dapat merencanakan kebutuhan pementasan teater (properti, kostum, tata panggung, musik) dengan realistis.
- Melalui praktik pementasan teater pendek, peserta didik dapat menampilkan akting dan kerja sama tim yang harmonis sesuai naskah dan konsep yang telah disepakati.
Pemahaman bermakna: Naskah dan pementasan teater bukan sekadar hiburan, melainkan cerminan kehidupan, sarana kritik sosial, dan media ekspresi budaya yang mendalam, membutuhkan kerja sama tim yang solid dan proses kreatif yang terstruktur.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah cerita yang hanya berupa tulisan bisa hidup di atas panggung dan menggerakkan hati penonton?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menulis naskah, diksi, gaya bahasa, dan dialog yang efektif. Sejarah: Menggali konteks sejarah dan budaya untuk ide naskah, serta memahami perkembangan teater di Indonesia dan dunia. Seni Rupa: Perancangan tata panggung, properti, kostum, dan tata rias untuk mendukung visual pementasan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat mendukung dengan menyediakan waktu dan tempat bagi peserta didik untuk berlatih pementasan, serta memberikan motivasi dan apresiasi terhadap karya mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok dan berlatih akting, serta akses ke ruang serbaguna sekolah untuk latihan pementasan yang lebih besar. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi penulisan naskah daring (misalnya Celtx, WriterDuet) untuk kolaborasi real-time dan pencarian referensi video pementasan teater di platform edukasi. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati contoh naskah teater, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik naskah teater (tema, alur, tokoh, latar, dialog) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Teater: Guru menyebutkan satu kata terkait teater, lalu peserta didik secara bergiliran menyebutkan kata lain yang berhubungan hingga membentuk rantai makna.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui analisis naskah teater pendek, peserta didik dapat merumuskan ide dasar dan pesan moral yang terkandung dalam naskah tersebut secara kritis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Pantomim Ekspresi: Guru menyebutkan satu emosi (misalnya senang, marah, sedih), lalu peserta didik secara spontan memerankannya tanpa suara selama 10 detik.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik naskah teater dan merumuskan ide dasar serta pesan moralnya.
Alat & bahan: Naskah teater pendek, alat tulis, perangkat gawai untuk mencari referensi
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Bacalah naskah teater pendek 'Perpisahan' di bawah ini dengan saksama.
- Identifikasi unsur-unsur intrinsik naskah: tema, alur, tokoh, latar, dan dialog.
- Rumuskan ide dasar dan pesan moral yang terkandung dalam naskah tersebut.
- Diskusikan hasil temuanmu dengan anggota kelompok dan catat pada tabel yang disediakan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang teater?
- Sebutkan beberapa contoh pertunjukan teater yang pernah Anda lihat atau dengar!
- Menurut Anda, apa saja yang dibutuhkan untuk membuat sebuah pertunjukan teater?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian naskah teater pendek yang dihasilkan kelompok dan penampilan pementasan teater mini.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik naskah teater | Unsur-unsur intrinsik naskah teater | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Merumuskan ide dasar dan pesan moral naskah teater | Ide dasar dan pesan moral dalam naskah teater | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menyusun kerangka naskah teater pendek yang original | Konsep dan kerangka naskah teater | 4 JP | kreativitas, kolaborasi |
| 4 | Merencanakan kebutuhan pementasan teater | Manajemen produksi pementasan teater | 2 JP | kolaborasi, kemandirian |
Seni teater adalah salah satu bentuk seni pertunjukan yang paling tua dan kaya makna. Ia tidak hanya menghibur, tetapi juga merefleksikan kehidupan, menyuarakan kritik, dan melestarikan budaya. Mempelajari naskah dan pementasan teater akan membuka wawasan kita tentang proses kreatif di balik sebuah pertunjukan yang mampu memukau penonton.
1. Pengertian Naskah Teater
Naskah teater, sering disebut lakon atau drama, adalah karangan tertulis yang berisi cerita, dialog, dan petunjuk teknis untuk dipentaskan. Naskah ini menjadi 'cetak biru' bagi para pelaku teater, mulai dari sutradara, aktor, hingga kru panggung. Tanpa naskah, sebuah pementasan tidak akan memiliki arah dan alur yang jelas. Naskah teater berbeda dengan novel atau cerpen karena fokus utamanya adalah dialog dan aksi yang dapat diperankan di atas panggung.
2. Unsur-unsur Intrinsik Naskah Teater
Naskah teater terdiri dari beberapa unsur intrinsik yang saling berkaitan, yaitu: (1) Tema: gagasan pokok yang mendasari cerita. (2) Alur (plot): rangkaian peristiwa yang membentuk cerita. (3) Tokoh dan Penokohan: karakter yang memerankan cerita dan penggambaran sifat-sifatnya. (4) Latar (setting): tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa. (5) Dialog: percakapan antartokoh. (6) Amanat/Pesan Moral: nilai-nilai atau pelajaran yang ingin disampaikan penulis kepada penonton. Pemahaman mendalam terhadap unsur-unsur ini sangat penting untuk menganalisis dan menciptakan naskah yang berkualitas.
3. Jenis-jenis Naskah Teater
Naskah teater dapat dikelompokkan berdasarkan genre, seperti tragedi, komedi, melodrama, farce, atau drama absurd. Ada pula naskah teater tradisional yang kaya akan nilai budaya lokal, seperti Ketoprak, Ludruk, Lenong, atau Wayang Orang. Naskah teater modern cenderung lebih bebas dalam bentuk dan tema, seringkali mengeksplorasi isu-isu kontemporer. Setiap jenis memiliki karakteristik dan gaya penulisan yang berbeda, namun tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar penulisan naskah.
4. Proses Penulisan Naskah Teater
Menulis naskah teater membutuhkan proses kreatif yang sistematis. Dimulai dari penemuan ide atau gagasan pokok, kemudian dikembangkan menjadi sinopsis. Selanjutnya, ditentukan tokoh dan karakternya, serta dibuat kerangka alur cerita. Tahap berikutnya adalah penulisan dialog yang sesuai dengan karakter dan situasi. Penting untuk memperhatikan petunjuk laku (stage direction) untuk aktor dan kru panggung. Proses ini seringkali melibatkan revisi berulang hingga naskah dianggap matang dan siap dipentaskan.
5. Pengertian Pementasan Teater
Pementasan teater adalah perwujudan naskah di atas panggung melalui interpretasi dan aksi para aktor, didukung oleh elemen-elemen artistik lainnya. Ini adalah puncak dari seluruh proses kreatif dan teknis yang melibatkan banyak pihak. Pementasan teater tidak hanya sekadar menampilkan cerita, tetapi juga menciptakan pengalaman estetis dan emosional bagi penonton. Keberhasilan pementasan sangat bergantung pada kolaborasi yang solid antar seluruh tim produksi.
6. Unsur-unsur Pementasan Teater
Pementasan teater melibatkan beberapa unsur penting, antara lain: (1) Aktor: pemeran karakter dalam cerita. (2) Sutradara: pemimpin artistik yang mengarahkan pementasan. (3) Tata Panggung: desain latar belakang dan properti di atas panggung. (4) Tata Cahaya: pengaturan pencahayaan untuk menciptakan suasana. (5) Tata Suara: pengaturan musik dan efek suara. (6) Tata Rias dan Kostum: penampilan fisik aktor. (7) Penonton: elemen penting yang memberikan respons terhadap pementasan. Semua unsur ini bekerja sama untuk menciptakan pengalaman teater yang utuh dan bermakna.
7. Tahapan Produksi Pementasan Teater
Proses produksi pementasan teater secara umum meliputi tiga tahapan: (1) Pra-produksi: pemilihan naskah, pembentukan tim produksi, casting aktor, penyusunan jadwal latihan, dan perancangan konsep pementasan. (2) Produksi: latihan intensif (olah vokal, olah tubuh, blocking), pembuatan properti, kostum, tata panggung, serta technical rehearsal. (3) Pasca-produksi: pementasan itu sendiri, evaluasi, dan pembongkaran set. Setiap tahapan memerlukan koordinasi yang cermat dan kerja sama tim yang solid.
8. Apresiasi dan Kritik Teater
Apresiasi teater adalah kemampuan untuk menghargai dan memahami nilai-nilai estetis serta pesan yang terkandung dalam sebuah pementasan. Kritik teater adalah analisis dan penilaian terhadap sebuah pementasan, baik dari segi artistik maupun substansi cerita. Keduanya membantu penonton untuk lebih mendalam dalam menikmati dan memahami seni teater, serta memberikan masukan bagi para seniman untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas pertunjukan mereka. Kritis dan apresiatif adalah kunci untuk menjadi penonton teater yang cerdas.
Rangkuman: Naskah teater adalah fondasi tertulis yang berisi cerita, dialog, dan petunjuk untuk pementasan, terdiri dari unsur intrinsik seperti tema, alur, tokoh, latar, dan dialog. Pementasan teater adalah perwujudan naskah tersebut di atas panggung, didukung oleh aktor, sutradara, tata panggung, cahaya, suara, rias, dan kostum. Kedua elemen ini saling melengkapi dalam menciptakan karya seni yang mampu merefleksikan kehidupan dan menyampaikan pesan moral kepada penonton.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Aktor | Pemeran tokoh dalam pementasan teater. |
| Sutradara | Orang yang bertanggung jawab mengarahkan seluruh proses pementasan teater. |
| Dialog | Percakapan antartokoh dalam naskah teater. |
| Monolog | Percakapan satu tokoh dengan dirinya sendiri atau penonton. |
| Properti | Benda-benda yang digunakan di atas panggung untuk mendukung pementasan. |
| Blocking | Penempatan posisi dan gerakan aktor di atas panggung. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Naskah dan Pementasan Teater" mata pelajaran Seni Budaya Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Naskah dan Pementasan Teater yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Seni Budaya Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Karya Seni Rupa KontemporerModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKurasi dan Pameran AkhirModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMusik Kontemporer dan KreasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopManajemen Pertunjukan MusikModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap unduh
Karya Tari KontemporerModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPergelaran Karya SendiriModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Seni Budaya kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Naskah dan Pementasan Teater pada Seni Budaya MA, Fase F, elemen Berkarya.
Modul Naskah dan Pementasan Teater ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Seni Budaya kelas XII MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Seni Budaya materi Naskah dan Pementasan Teater ini gratis?
Ya. Modul Naskah dan Pementasan Teater untuk kelas XII MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Naskah dan Pementasan Teater ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Seni Budaya kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Seni Budaya kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Naskah dan Pementasan Teater ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Naskah dan Pementasan Teater dapat Anda sesuaikan dengan murid Seni Budaya kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Seni Budaya kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Naskah dan Pementasan Teater ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Naskah dan Pementasan Teater tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Naskah dan Pementasan Teater untuk Seni Budaya kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Naskah dan Pementasan Teater ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Seni Budaya kelas XII MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Naskah dan Pementasan Teater beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Seni Budaya kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Seni Budaya ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Naskah dan Pementasan Teater yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Seni Budaya SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.