Modul Ajar & RPP Sosiologi Kelas X
Diferensiasi Sosial Budaya
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sosiologi |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Diferensiasi Sosial Budaya |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang masyarakat sebagai bagian dari kehidupan sosial dan kebudayaan. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik mengembangkan sikap toleransi dan saling menghargai perbedaan sebagai wujud ketaatan kepada ajaran agama. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis berbagai bentuk diferensiasi sosial budaya dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat secara objektif. - kolaborasi — elemen: bekerja sama dan berkomunikasi
Peserta didik berinteraksi secara positif dengan teman sebaya untuk menyelesaikan tugas kelompok dan berbagi pandangan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Diri dan Lingkungan Sosial |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami konsep dasar sosiologi, menganalisis struktur sosial, diferensiasi sosial, stratifikasi sosial, dan konflik sosial, serta menerapkan pengetahuan tersebut untuk memecahkan masalah sosial di lingkungan sekitar. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Diferensiasi sosial budaya dapat dilihat dari keberagaman suku bangsa, agama, pekerjaan, dan jenis kelamin dalam masyarakat Indonesia. |
| Konseptual | Diferensiasi sosial budaya adalah pengelompokan masyarakat secara horizontal berdasarkan ciri-ciri tertentu tanpa membedakan tingkatan. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari cara mengidentifikasi bentuk-bentuk diferensiasi sosial budaya dan menganalisis dampaknya terhadap interaksi sosial. |
| Metakognitif | Kesadaran akan pentingnya menghargai perbedaan dan membangun harmoni sosial sebagai bagian dari masyarakat yang beragam akan ditumbuhkan. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengembangkan sikap toleransi dan saling menghargai perbedaan sebagai wujud ketaatan kepada ajaran agama dan pencipta. |
| 2. Cinta Ilmu | Aktif mencari dan menganalisis informasi tentang keberagaman sosial budaya untuk memperkaya pengetahuan dan pemahaman. |
| 3. Cinta Lingkungan | Mendorong kepedulian terhadap lingkungan sosial, memastikan semua individu merasa diakui dan dihargai dalam masyarakat. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membangun empati terhadap sesama manusia dengan memahami latar belakang dan perspektif yang berbeda dalam masyarakat. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menjunjung tinggi nilai persatuan dalam keberagaman sebagai bentuk cinta tanah air dan identitas bangsa Indonesia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk diferensiasi sosial secara tepat.
- Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan faktor-faktor penyebab diferensiasi sosial budaya dengan runtut.
- Setelah mengamati video, peserta didik dapat mengklasifikasikan jenis-jenis diferensiasi sosial budaya berdasarkan ciri-cirinya secara benar.
- Melalui studi kasus, peserta didik dapat menganalisis dampak positif dan negatif diferensiasi sosial budaya terhadap masyarakat dengan kritis.
- Dengan proyek observasi, peserta didik dapat menyajikan contoh nyata diferensiasi sosial budaya di lingkungan sekitar secara sistematis.
- Setelah melakukan refleksi, peserta didik dapat mengembangkan sikap toleransi terhadap perbedaan sosial budaya secara mandiri.
Pemahaman bermakna: Diferensiasi sosial budaya adalah keniscayaan dalam masyarakat, dan pemahaman yang mendalam tentangnya akan membantu peserta didik mengembangkan sikap toleransi serta membangun harmoni sosial.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana keberagaman yang ada di sekitar kita, seperti perbedaan suku, agama, atau profesi, dapat memengaruhi cara kita berinteraksi satu sama lain?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Memahami Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar diferensiasi sosial budaya di Indonesia. Sejarah: Menganalisis bagaimana sejarah dan migrasi penduduk membentuk pola diferensiasi sosial budaya suatu wilayah. Bahasa Indonesia: Mengembangkan keterampilan menulis laporan observasi dan presentasi lisan yang efektif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang keberagaman di lingkungan tempat tinggal dan pengalaman mereka dalam menghadapi perbedaan sosial. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok yang fleksibel, dengan akses ke area observasi di sekitar sekolah atau komunitas. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform presentasi digital seperti Canva atau Google Slides untuk menyajikan hasil proyek observasi dan video edukasi dari YouTube sebagai stimulus awal. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk diferensiasi sosial secara tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Diferensiasi: Guru menyebutkan ciri-ciri suatu kelompok, dan peserta didik menebak kelompok sosial yang dimaksud, seperti 'memiliki keyakinan yang sama' untuk 'agama'.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan faktor-faktor penyebab diferensiasi sosial budaya dengan runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rangkai Kata Diferensiasi: Peserta didik secara bergiliran menyebutkan satu kata yang berhubungan dengan diferensiasi sosial, membentuk sebuah kalimat panjang secara spontan.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bentuk-bentuk diferensiasi sosial budaya di lingkungan sekitar.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Masyarakat adalah kumpulan individu yang hidup bersama dan saling berinteraksi. Dalam interaksi tersebut, kita akan menemukan berbagai perbedaan, baik dari segi fisik, sosial, maupun budaya.
Alat & bahan: Alat tulis, lembar observasi, kamera ponsel (opsional)
Langkah kerja:
- Lengkapi peta konsep dasar pelapisan sosial berikut, lalu berikan contoh di masyarakat sekitarmu.
Gambar 1. Peta pikiran - Amati berbagai aktivitas masyarakat di sebuah kota. Identifikasi perbedaan-perbedaan yang kamu lihat.
- Catatlah minimal 5 perbedaan yang kamu temukan, seperti jenis pekerjaan, pakaian adat, atau kegiatan keagamaan, dalam tabel di bawah ini.
- Klasifikasikan perbedaan-perbedaan yang sudah kamu catat ke dalam bentuk diferensiasi sosial (misalnya: diferensiasi profesi, diferensiasi suku, diferensiasi agama).
- Diskusikan dengan kelompokmu, mengapa perbedaan-perbedaan tersebut dapat terjadi di masyarakat.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu pahami tentang masyarakat?
- Sebutkan dua contoh perbedaan yang ada di lingkungan sekolahmu!
- Menurutmu, apakah perbedaan itu selalu menyebabkan masalah?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan penyelesaian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian laporan proyek observasi dan presentasi tentang diferensiasi sosial budaya.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk diferensiasi sosial secara tepat. | Konsep dan Bentuk Diferensiasi Sosial | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan faktor-faktor penyebab diferensiasi sosial budaya dengan runtut. | Faktor-faktor Diferensiasi Sosial Budaya | 2 JP | kolaborasi |
| 3 | Setelah mengamati video, peserta didik dapat mengklasifikasikan jenis-jenis diferensiasi sosial budaya berdasarkan ciri-cirinya secara benar. | Jenis-jenis Diferensiasi Sosial Budaya | 2 JP | penalaran kritis |
| 4 | Dengan proyek observasi, peserta didik dapat menyajikan contoh nyata diferensiasi sosial budaya di lingkungan sekitar secara sistematis. | Dampak Diferensiasi Sosial Budaya dan Toleransi | 2 JP | kolaborasi, keimanan dan ketakwaan |
Masyarakat adalah kumpulan individu yang hidup bersama dan saling berinteraksi. Dalam interaksi tersebut, kita akan menemukan berbagai perbedaan, baik dari segi fisik, sosial, maupun budaya. Perbedaan ini bukan penghalang, melainkan kekayaan yang membuat kehidupan sosial menjadi lebih dinamis dan berwarna. Modul ini akan mengajak kamu menjelajahi konsep diferensiasi sosial budaya.
1. Pengertian Diferensiasi Sosial
Diferensiasi sosial adalah penggolongan masyarakat secara horizontal, artinya tidak ada tingkatan lebih tinggi atau lebih rendah. Penggolongan ini didasarkan pada ciri-ciri yang berbeda namun setara. Misalnya, perbedaan jenis kelamin, ras, suku bangsa, agama, atau profesi. Meskipun berbeda, semua kelompok memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan dalam struktur sosial. Diferensiasi ini merupakan keniscayaan dalam setiap masyarakat, baik masyarakat tradisional maupun modern.
2. Bentuk-bentuk Diferensiasi Sosial
Diferensiasi sosial memiliki berbagai bentuk yang dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah diferensiasi ras (pengelompokan berdasarkan ciri fisik seperti warna kulit dan bentuk rambut), diferensiasi suku bangsa (berdasarkan asal-usul, budaya, dan bahasa), diferensiasi agama (berdasarkan keyakinan dan praktik spiritual), diferensiasi jenis kelamin (berdasarkan perbedaan biologis laki-laki dan perempuan), dan diferensiasi profesi (berdasarkan jenis pekerjaan atau keahlian). Setiap bentuk memiliki karakteristik unik namun tetap setara secara sosial.
3. Faktor Penyebab Diferensiasi Sosial Budaya
Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya diferensiasi sosial budaya. Pertama, faktor geografis, di mana kondisi alam memengaruhi mata pencarian dan kebudayaan masyarakat. Kedua, faktor sejarah, yaitu perjalanan masa lalu suatu kelompok yang membentuk identitas dan tradisi. Ketiga, faktor demografi, seperti pertumbuhan penduduk dan migrasi, yang membawa keberagaman. Keempat, faktor kebudayaan, di mana setiap kelompok mengembangkan sistem nilai, norma, dan praktik yang berbeda. Kelima, faktor adaptasi lingkungan, di mana masyarakat menyesuaikan diri dengan kondisi alam yang berbeda.
4. Diferensiasi Ras dan Etnis
Diferensiasi ras mengacu pada pengelompokan manusia berdasarkan ciri-ciri fisik yang diturunkan, seperti warna kulit, bentuk rambut, dan fitur wajah. Contoh ras di dunia antara lain Kaukasoid, Negroid, dan Mongoloid. Sementara itu, diferensiasi etnis atau suku bangsa mengacu pada pengelompokan berdasarkan kesamaan budaya, bahasa, adat istiadat, dan nenek moyang. Di Indonesia, kita mengenal beragam suku seperti Jawa, Sunda, Batak, Minang, Dayak, dan lain-lain. Perbedaan ini menjadi kekayaan bangsa yang perlu dijaga persatuannya.
5. Diferensiasi Agama dan Kepercayaan
Diferensiasi agama adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan keyakinan terhadap Tuhan atau kekuatan spiritual. Di Indonesia, ada enam agama yang diakui secara resmi: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Selain itu, ada juga berbagai aliran kepercayaan lokal. Perbedaan agama ini menuntut sikap saling menghormati dan toleransi antarumat beragama. Agama seringkali memengaruhi sistem nilai, norma, dan praktik kehidupan sehari-hari penganutnya, membentuk karakteristik budaya yang unik.
6. Diferensiasi Profesi dan Jenis Kelamin
Diferensiasi profesi adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan jenis pekerjaan atau keahlian yang dimiliki. Setiap profesi memiliki peran dan fungsi yang berbeda namun saling melengkapi dalam masyarakat, misalnya guru, dokter, petani, pedagang, dan seniman. Diferensiasi jenis kelamin merujuk pada perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. Dalam konteks sosial, gender seringkali memengaruhi peran dan harapan masyarakat terhadap individu. Penting untuk memastikan kesetaraan kesempatan bagi semua profesi dan jenis kelamin.
7. Dampak Diferensiasi Sosial Budaya
Diferensiasi sosial budaya dapat menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya antara lain munculnya saling melengkapi kebutuhan, meningkatkan toleransi, mendorong inovasi, dan memperkaya kebudayaan. Dampak negatifnya bisa berupa konflik sosial, diskriminasi, stereotip, dan etnosentrisme jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan sikap saling menghargai, memahami perbedaan, dan membangun komunikasi yang efektif antar kelompok berbeda agar terwujud harmoni sosial.
Rangkuman: Diferensiasi sosial budaya adalah pengelompokan masyarakat secara horizontal berdasarkan ciri-ciri yang berbeda namun setara, seperti ras, suku, agama, jenis kelamin, dan profesi. Faktor geografis, sejarah, demografi, kebudayaan, dan adaptasi lingkungan menjadi penyebabnya. Meskipun membawa dampak positif seperti kekayaan budaya dan saling melengkapi, diferensiasi juga berpotensi memicu konflik. Oleh karena itu, sikap toleransi dan saling menghargai adalah kunci untuk menciptakan harmoni sosial dalam masyarakat yang beragam.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Diferensiasi Sosial | Pengelompokan masyarakat secara horizontal berdasarkan ciri-ciri yang setara. |
| Ras | Pengelompokan manusia berdasarkan ciri fisik yang diwariskan. |
| Etnis | Pengelompokan berdasarkan kesamaan budaya, bahasa, dan asal-usul. |
| Toleransi | Sikap saling menghargai dan menerima perbedaan. |
| Etnosentrisme | Sikap memandang kebudayaan sendiri sebagai yang terbaik. |
| Harmoni Sosial | Keadaan damai dan rukun dalam masyarakat yang beragam. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Diferensiasi Sosial Budaya" mata pelajaran Sosiologi Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Diferensiasi Sosial Budaya yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sosiologi Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 3 siap unduh
Kajian SosiologiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPenelitian SosialModul siap unduh · Word + PDF ber-kopStruktur Sosial dalam MasyarakatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 dari 2 siap unduh
Ragam Gejala Sosial dalam MasyarakatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Sosiologi lain yang sudah tersedia
Interaksi SosialSosiologi Kelas X MALembaga SosialSosiologi Kelas X MAMasalah SosialSosiologi Kelas X MAPenyimpangan dan Pengendalian SosialSosiologi Kelas X MALihat semua Modul Ajar Sosiologi Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sosiologi kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Diferensiasi Sosial Budaya pada Sosiologi MA, Fase E, elemen Pemahaman Diri dan Lingkungan Sosial.
Modul Diferensiasi Sosial Budaya ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Sosiologi kelas X MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Sosiologi materi Diferensiasi Sosial Budaya ini gratis?
Ya. Modul Diferensiasi Sosial Budaya untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Diferensiasi Sosial Budaya ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sosiologi kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sosiologi kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Diferensiasi Sosial Budaya ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Diferensiasi Sosial Budaya dapat Anda sesuaikan dengan murid Sosiologi kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sosiologi kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Diferensiasi Sosial Budaya ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Diferensiasi Sosial Budaya tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Diferensiasi Sosial Budaya untuk Sosiologi kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Diferensiasi Sosial Budaya ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sosiologi kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Diferensiasi Sosial Budaya beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sosiologi kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sosiologi ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Diferensiasi Sosial Budaya yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Sosiologi SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.