Modul Ajar & RPP Akidah Akhlak Kelas VI
Menjauhi Sifat Putus Asa
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Akidah Akhlak |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Menjauhi Sifat Putus Asa |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami pentingnya sifat sabar dan syukur dalam menghadapi cobaan hidup. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak Beragama
Peserta didik menunjukkan sikap optimis dan tawakal kepada Allah SWT sebagai wujud keimanan dalam menghadapi kesulitan. - kemandirian — elemen: Regulasi Diri
Peserta didik mampu mengelola emosi negatif seperti putus asa dan mencari solusi positif secara mandiri. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
Peserta didik menganalisis dampak negatif putus asa dan merumuskan strategi untuk menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025 |
| Elemen / Domain | Akhlak |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik terbiasa menerapkan akhlak mulia dalam berinteraksi dengan sesama dan alam, serta mampu menghindari sifat-sifat tercela seperti putus asa dengan keyakinan kepada Allah SWT. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Putus asa dapat terlihat ketika seseorang berhenti berusaha setelah mengalami kegagalan berulang, misalnya seorang peserta didik yang menyerah belajar setelah mendapat nilai buruk. |
| Konseptual | Putus asa adalah perasaan kehilangan harapan dan keyakinan akan keberhasilan atau solusi, yang bertentangan dengan ajaran Islam tentang tawakal dan optimisme. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah praktis untuk mengatasi perasaan putus asa, seperti mencari dukungan, berdoa, dan terus berusaha. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya mengidentifikasi dan mengelola emosi negatif serta mengembangkan pola pikir positif untuk mencapai tujuan. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Meningkatkan keyakinan kepada Allah SWT sebagai sumber harapan, serta senantiasa berdoa dan bertawakal dalam menghadapi setiap tantangan hidup. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong semangat mencari ilmu dan hikmah dari setiap kegagalan, serta menggunakan pengetahuan agama untuk menguatkan mental dan jiwa. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan mental dari putus asa adalah bentuk syukur atas nikmat akal dan hati dari Allah SWT. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membangun empati terhadap teman yang sedang bersedih atau putus asa, serta memberikan dukungan dan motivasi untuk bangkit bersama-sama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mengembangkan jiwa pantang menyerah dan optimisme sebagai karakter bangsa yang kuat dalam menghadapi berbagai permasalahan, baik pribadi maupun sosial. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan kisah inspiratif, peserta didik dapat menjelaskan pengertian putus asa dan bahayanya dengan tepat.
- Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi contoh perilaku putus asa dan lawan katanya (optimisme) dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
- Setelah menganalisis dalil naqli, peserta didik dapat menyimpulkan larangan putus asa dalam Islam serta perintah untuk senantiasa berharap kepada Allah SWT dengan argumentasi yang kuat.
- Melalui simulasi kasus, peserta didik dapat merumuskan langkah-langkah praktis untuk menghindari dan mengatasi sifat putus asa dengan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Menjauhi sifat putus asa berarti senantiasa memiliki harapan dan keyakinan kepada pertolongan Allah SWT, serta terus berusaha meskipun menghadapi kesulitan, karena setiap kesulitan pasti ada kemudahan.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kamu merasa sangat sedih atau kecewa sampai ingin menyerah? Apa yang kamu lakukan saat itu?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis dan menyimpulkan pesan moral dari kisah inspiratif tentang pantang menyerah. Pendidikan Pancasila: Mengembangkan sikap pantang menyerah sebagai bentuk pengamalan nilai kerja keras dan optimisme dalam kehidupan berbangsa. Matematika: Menghitung persentase keberhasilan setelah beberapa kali mencoba untuk menunjukkan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak berdiskusi dengan anak tentang pengalaman mengatasi kesulitan dan memberikan dukungan moral untuk tidak putus asa. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas dihias dengan poster-poster motivasi dan kutipan inspiratif yang mendukung sikap optimis dan pantang menyerah. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video kisah inspiratif dari YouTube atau platform edukasi lainnya sebagai stimulus awal diskusi dan pemahaman materi. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan kisah inspiratif, peserta didik dapat menjelaskan pengertian putus asa dan bahayanya dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tepuk Semangat: Guru memandu peserta didik melakukan tepuk dengan irama 'prok-prok-prok, semangat!' untuk membangkitkan energi positif dan fokus.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah menganalisis dalil naqli, peserta didik dapat menyimpulkan larangan putus asa dalam Islam serta perintah untuk senantiasa berharap kepada Allah SWT dengan argumentasi yang kuat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Sambung Ayat: Guru mengucapkan awal sebuah ayat pendek terkait optimisme (misalnya QS. Al-Insyirah: 5), lalu peserta didik secara bergiliran melanjutkan ayat tersebut sampai selesai.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu akan menganalisis kasus dan merumuskan solusi untuk menghindari sifat putus asa.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.
Info singkat: Dalam hidup, kita pasti akan menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Terkadang, kesulitan ini bisa membuat kita merasa sedih, kecewa, bahkan ingin menyerah.
Alat & bahan: kertas manila, spidol warna, alat tulis
Langkah kerja:
- Perhatikan yang berisi skenario kasus tentang seorang anak yang mengalami kegagalan.
- Bacalah dengan saksama skenario kasus tersebut dan diskusikan dalam kelompokmu: 'Apa yang menyebabkan anak tersebut merasa putus asa?'
- Identifikasi dampak negatif dari perasaan putus asa yang dialami anak tersebut, lalu catat pada kolom 'Dampak Negatif' di tabel.
- Diskusikan langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan anak tersebut untuk mengatasi perasaannya dan menghindari putus asa, catat pada kolom 'Langkah Mengatasi' di tabel.
- Buatlah peta pikiran sederhana yang berisi skenario kasus, dampak negatif, dan solusi kreatif dari kelompokmu, lalu presentasikan di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu rasakan jika mengalami kegagalan dalam suatu hal?
- Apakah kamu pernah merasa ingin menyerah saat menghadapi kesulitan?
- Menurutmu, mengapa kita tidak boleh putus asa?
- Siapa yang bisa membantu kita saat merasa putus asa?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil peta pikiran dan simulasi peran tentang cara mengatasi putus asa.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian putus asa dan bahayanya | Pengertian dan bahaya putus asa | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| 2 | Menyimpulkan larangan putus asa dari dalil naqli | Dalil naqli tentang larangan putus asa dan perintah optimis | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| 3 | Merumuskan langkah-langkah menghindari dan mengatasi putus asa | Strategi praktis menghindari dan mengatasi putus asa | 2 JP | kemandirian, penalaran kritis |
Dalam hidup, kita pasti akan menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Terkadang, kesulitan ini bisa membuat kita merasa sedih, kecewa, bahkan ingin menyerah. Perasaan inilah yang kita sebut putus asa. Namun, sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk tidak pernah putus asa dari rahmat Allah SWT. Modul ini akan membimbing kamu untuk memahami mengapa putus asa dilarang dan bagaimana cara menghadapinya dengan semangat optimisme.
1. Pengertian Putus Asa
Putus asa (al-ya's) adalah perasaan kehilangan harapan, keyakinan, dan semangat untuk mencapai suatu tujuan atau mengatasi suatu masalah. Ini adalah kondisi batin ketika seseorang merasa tidak ada lagi jalan keluar atau pertolongan, sehingga ia berhenti berusaha. Dalam Islam, putus asa dianggap sebagai sifat tercela karena menunjukkan ketidakpercayaan terhadap kekuasaan dan kasih sayang Allah SWT. Seseorang yang putus asa seringkali melihat kegagalan sebagai akhir segalanya, bukan sebagai bagian dari proses belajar.
2. Bahaya Sifat Putus Asa
Sifat putus asa memiliki banyak dampak negatif, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Bagi diri sendiri, putus asa dapat melemahkan semangat, menyebabkan stres, depresi, bahkan menarik diri dari pergaulan. Orang yang putus asa juga cenderung tidak mau berusaha lagi, sehingga potensi dirinya tidak berkembang. Dalam jangka panjang, putus asa bisa menghambat kesuksesan dan kebahagiaan. Dari sudut pandang agama, putus asa adalah dosa besar karena meragukan pertolongan Allah SWT.
3. Dalil Larangan Putus Asa
Al-Qur'an dan Hadis banyak sekali melarang umat Islam untuk berputus asa. Allah SWT berfirman dalam QS. Yusuf ayat 87: '…walaa tay'asuu mir-rauḥillaah, innahuu laa yay'asu mir-rauḥillaahi illal-qaumul-kaafiruun' (…dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir). Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa putus asa adalah sifat orang-orang kafir. Rasulullah SAW juga selalu mengajarkan optimisme dan tawakal kepada Allah dalam setiap keadaan.
4. Pentingnya Sikap Optimis dan Tawakal
Lawan dari putus asa adalah optimisme dan tawakal. Optimisme adalah keyakinan bahwa segala sesuatu akan berakhir baik, sementara tawakal adalah menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT setelah berusaha semaksimal mungkin. Dengan optimisme, kita akan selalu melihat peluang di balik kesulitan. Dengan tawakal, kita akan merasa tenang karena yakin Allah akan memberikan yang terbaik. Kedua sifat ini adalah kunci kebahagiaan dan kesuksesan dunia akhirat, serta merupakan wujud keimanan yang kuat.
5. Langkah-langkah Menghindari Putus Asa
Ada beberapa langkah praktis yang bisa kamu lakukan untuk menghindari sifat putus asa. Pertama, selalu ingat bahwa Allah SWT Maha Pengasih dan Penyayang, dan setiap kesulitan pasti ada kemudahan (QS. Al-Insyirah: 5-6). Kedua, teruslah berdoa dan memohon pertolongan kepada-Nya. Ketiga, jangan takut mencoba lagi setelah gagal, karena kegagalan adalah guru terbaik. Keempat, carilah dukungan dari orang-orang terdekat seperti orang tua, guru, atau teman. Kelima, fokuslah pada hal-hal positif dan bersyukur atas nikmat yang ada.
6. Mengatasi Putus Asa dengan Aksi Nyata
Jika perasaan putus asa mulai datang, jangan biarkan berlarut-larut. Segera lakukan aksi nyata: 1) Berwudu dan salat, mohon ketenangan hati kepada Allah. 2) Curhat kepada orang yang kamu percaya. 3) Lakukan aktivitas yang kamu sukai untuk mengalihkan pikiran negatif. 4) Buat rencana kecil yang bisa kamu capai, mulailah dari yang paling mudah. 5) Baca kisah-kisah orang sukses yang pernah gagal berkali-kali. Ingatlah, setiap orang pernah gagal, tapi yang membedakan adalah mereka yang tidak putus asa.
Rangkuman: Putus asa adalah perasaan kehilangan harapan yang dilarang dalam Islam karena menunjukkan ketidakpercayaan kepada Allah SWT. Sifat ini memiliki dampak negatif yang besar. Kita harus senantiasa optimis dan bertawakal, serta berusaha semaksimal mungkin. Ada banyak langkah praktis untuk menghindari dan mengatasi putus asa, seperti berdoa, bersabar, terus berusaha, mencari dukungan, dan berfokus pada hal positif. Dengan begitu, kita bisa meraih kebahagiaan dan kesuksesan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Putus asa | Perasaan kehilangan harapan dan keyakinan. |
| Optimisme | Sikap selalu berharap baik dan positif. |
| Tawakal | Menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah berusaha. |
| Dalil naqli | Dasar hukum dari Al-Qur'an dan Hadis. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Menjauhi Sifat Putus Asa" mata pelajaran Akidah Akhlak Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Menjauhi Sifat Putus Asa yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Akidah Akhlak Kelas VI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Kalimat Thayyibah IstighfarModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAsmaul Husna (al-Ghaffar al-Afuww)Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopIman kepada Qada dan QadarModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTobat dan Tanggung JawabModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap unduh
Akhlak terhadap LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPemaaf dan Lapang DadaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Akidah Akhlak lain yang sudah tersedia
TeladankuAkidah Akhlak Kelas VI MILihat semua Modul Ajar Akidah Akhlak Kelas VI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Akidah Akhlak kelas 6 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VI dan kelas 6 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Menjauhi Sifat Putus Asa pada Akidah Akhlak MI, Fase C, elemen Akhlak.
Modul Menjauhi Sifat Putus Asa ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Akidah Akhlak kelas VI MI di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Akidah Akhlak materi Menjauhi Sifat Putus Asa ini gratis?
Ya. Modul Menjauhi Sifat Putus Asa untuk kelas VI MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Menjauhi Sifat Putus Asa ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Akidah Akhlak kelas VI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Akidah Akhlak kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Menjauhi Sifat Putus Asa ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menjauhi Sifat Putus Asa dapat Anda sesuaikan dengan murid Akidah Akhlak kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Akidah Akhlak kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Menjauhi Sifat Putus Asa ini mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025, pada Fase C untuk kelas VI MI. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Menjauhi Sifat Putus Asa tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menjauhi Sifat Putus Asa untuk Akidah Akhlak kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Menjauhi Sifat Putus Asa ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Akidah Akhlak kelas VI MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Menjauhi Sifat Putus Asa beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Akidah Akhlak kelas VI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Akidah Akhlak ini cocok untuk MI negeri, swasta, maupun SD?
Ya. Kop, logo, dan nama MI Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SD, pilih jenjang SD saat mengisi borang: materi Menjauhi Sifat Putus Asa yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.