MIKelas VIFase CSemester 2

Modul Ajar & RPP Akidah Akhlak Kelas VI
Menjauhi Sifat Putus Asa

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Putus asa adalah perasaan kehilangan harapan yang dilarang dalam Islam karena menunjukkan ketidakpercayaan kepada Allah SWT. Sifat ini memiliki dampak negatif yang besar. Kita harus senantiasa optimis dan bertawakal, serta berusaha semaksimal mungkin. Ada banyak langkah praktis untuk menghindari dan mengatasi putus asa, seperti berdoa, bersabar, terus berusaha, mencari dukungan, dan berfokus pada hal positif. Dengan begitu, kita bisa meraih kebahagiaan dan kesuksesan.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Menjauhi Sifat Putus Asa
Akidah Akhlak · Kelas VI · Fase C
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Akidah Akhlak · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Menjauhi Sifat Putus Asa
Akidah Akhlak · Fase C · Kelas VI · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranAkidah Akhlak
Fase / KelasC / VI
Materi PokokMenjauhi Sifat Putus Asa
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memahami pentingnya sifat sabar dan syukur dalam menghadapi cobaan hidup.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak Beragama
    Peserta didik menunjukkan sikap optimis dan tawakal kepada Allah SWT sebagai wujud keimanan dalam menghadapi kesulitan.
  2. kemandirian — elemen: Regulasi Diri
    Peserta didik mampu mengelola emosi negatif seperti putus asa dan mencari solusi positif secara mandiri.
  3. penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
    Peserta didik menganalisis dampak negatif putus asa dan merumuskan strategi untuk menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanSK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Elemen / DomainAkhlak
Rumusan CP FasePeserta didik terbiasa menerapkan akhlak mulia dalam berinteraksi dengan sesama dan alam, serta mampu menghindari sifat-sifat tercela seperti putus asa dengan keyakinan kepada Allah SWT.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualPutus asa dapat terlihat ketika seseorang berhenti berusaha setelah mengalami kegagalan berulang, misalnya seorang peserta didik yang menyerah belajar setelah mendapat nilai buruk.
KonseptualPutus asa adalah perasaan kehilangan harapan dan keyakinan akan keberhasilan atau solusi, yang bertentangan dengan ajaran Islam tentang tawakal dan optimisme.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah praktis untuk mengatasi perasaan putus asa, seperti mencari dukungan, berdoa, dan terus berusaha.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya mengidentifikasi dan mengelola emosi negatif serta mengembangkan pola pikir positif untuk mencapai tujuan.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMeningkatkan keyakinan kepada Allah SWT sebagai sumber harapan, serta senantiasa berdoa dan bertawakal dalam menghadapi setiap tantangan hidup.
2. Cinta IlmuMendorong semangat mencari ilmu dan hikmah dari setiap kegagalan, serta menggunakan pengetahuan agama untuk menguatkan mental dan jiwa.
3. Cinta LingkunganMenumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan mental dari putus asa adalah bentuk syukur atas nikmat akal dan hati dari Allah SWT.
4. Cinta Diri dan SesamaMembangun empati terhadap teman yang sedang bersedih atau putus asa, serta memberikan dukungan dan motivasi untuk bangkit bersama-sama.
5. Cinta Tanah AirMengembangkan jiwa pantang menyerah dan optimisme sebagai karakter bangsa yang kuat dalam menghadapi berbagai permasalahan, baik pribadi maupun sosial.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan kisah inspiratif, peserta didik dapat menjelaskan pengertian putus asa dan bahayanya dengan tepat.
  2. Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi contoh perilaku putus asa dan lawan katanya (optimisme) dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
  3. Setelah menganalisis dalil naqli, peserta didik dapat menyimpulkan larangan putus asa dalam Islam serta perintah untuk senantiasa berharap kepada Allah SWT dengan argumentasi yang kuat.
  4. Melalui simulasi kasus, peserta didik dapat merumuskan langkah-langkah praktis untuk menghindari dan mengatasi sifat putus asa dengan percaya diri.
Halaman 2 · Menjauhi Sifat Putus Asa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Akidah Akhlak · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Menjauhi sifat putus asa berarti senantiasa memiliki harapan dan keyakinan kepada pertolongan Allah SWT, serta terus berusaha meskipun menghadapi kesulitan, karena setiap kesulitan pasti ada kemudahan.

Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kamu merasa sangat sedih atau kecewa sampai ingin menyerah? Apa yang kamu lakukan saat itu?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Menganalisis dan menyimpulkan pesan moral dari kisah inspiratif tentang pantang menyerah.
Pendidikan Pancasila: Mengembangkan sikap pantang menyerah sebagai bentuk pengamalan nilai kerja keras dan optimisme dalam kehidupan berbangsa.
Matematika: Menghitung persentase keberhasilan setelah beberapa kali mencoba untuk menunjukkan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses.
Kemitraan PembelajaranOrang tua diajak berdiskusi dengan anak tentang pengalaman mengatasi kesulitan dan memberikan dukungan moral untuk tidak putus asa.
Lingkungan PembelajaranKelas dihias dengan poster-poster motivasi dan kutipan inspiratif yang mendukung sikap optimis dan pantang menyerah.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video kisah inspiratif dari YouTube atau platform edukasi lainnya sebagai stimulus awal diskusi dan pemahaman materi.
Halaman 3 · Menjauhi Sifat Putus Asa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Akidah Akhlak · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan kisah inspiratif, peserta didik dapat menjelaskan pengertian putus asa dan bahayanya dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitIce breaking: Tepuk Semangat: Guru memandu peserta didik melakukan tepuk dengan irama 'prok-prok-prok, semangat!' untuk membangkitkan energi positif dan fokus.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan melakukan presensi.
  2. Guru menanyakan pengalaman peserta didik tentang perasaan sedih atau kecewa yang pernah mereka alami, mengaitkan dengan pentingnya tidak menyerah.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami sifat putus asa dan bahayanya, serta mengajukan pertanyaan pemantik 'Mengapa kita tidak boleh putus asa?' agar peserta didik sadar tujuan dan proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video pendek atau membacakan kisah inspiratif tentang seseorang yang menghadapi kesulitan namun tidak menyerah dan akhirnya berhasil.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil dan meminta setiap kelompok untuk mencatat poin-poin penting dari kisah tersebut, terutama bagian yang menunjukkan semangat pantang menyerah.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi apa itu putus asa berdasarkan kisah yang diamati, serta apa saja bahayanya jika seseorang putus asa.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok membuat daftar pengertian putus asa dan bahayanya dalam bentuk poin-poin di kertas manila.
  2. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, menjelaskan dengan contoh dari kisah yang telah diamati.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan terhadap presentasi, lalu guru memfasilitasi diskusi untuk menyamakan persepsi.
  2. Guru memberikan umpan balik positif atas partisipasi dan hasil diskusi kelompok, serta mengapresiasi upaya mereka dalam memahami materi.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang pengertian putus asa dan bahayanya, serta menekankan bahwa putus asa adalah sifat tercela dalam Islam.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan pelajaran tentang pengertian dan bahaya putus asa.
  2. Guru mengajak peserta didik merefleksikan pentingnya selalu optimis dan berharap kepada Allah SWT, menciptakan suasana yang menggembirakan dengan pujian.
  3. Guru memberikan tugas membaca dalil-dalil tentang larangan putus asa untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Menjauhi Sifat Putus Asa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Akidah Akhlak · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Setelah menganalisis dalil naqli, peserta didik dapat menyimpulkan larangan putus asa dalam Islam serta perintah untuk senantiasa berharap kepada Allah SWT dengan argumentasi yang kuat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitIce breaking: Sambung Ayat: Guru mengucapkan awal sebuah ayat pendek terkait optimisme (misalnya QS. Al-Insyirah: 5), lalu peserta didik secara bergiliran melanjutkan ayat tersebut sampai selesai.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang pengertian putus asa dan bahayanya, kemudian menghubungkannya dengan dalil naqli yang akan dipelajari.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami dalil naqli tentang larangan putus asa dan pentingnya berharap kepada Allah SWT, serta mendorong peserta didik untuk aktif menemukan hikmahnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan beberapa potongan ayat Al-Qur'an dan hadis yang berkaitan dengan larangan putus asa dan perintah untuk optimis (misalnya QS. Yusuf: 87, QS. Az-Zumar: 53) tanpa terjemahan lengkap.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok yang sama seperti sebelumnya dan meminta mereka untuk mencoba menerjemahkan atau mencari makna umum dari dalil-dalil tersebut menggunakan kamus atau tafsir sederhana yang tersedia.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik menganalisis dalil-dalil naqli yang diberikan, mencari tahu konteks dan pesan utama yang terkandung di dalamnya terkait sifat putus asa dan harapan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok membuat poster mini atau infografis berisi dalil naqli, terjemahan singkat, dan kesimpulan tentang larangan putus asa serta perintah berharap kepada Allah SWT.
  2. Setiap kelompok mempresentasikan poster atau infografisnya, menjelaskan dalil dan argumentasi mereka tentang mengapa putus asa dilarang dalam Islam.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memfasilitasi sesi tanya jawab dan diskusi antar kelompok untuk memperdalam pemahaman tentang makna dalil-dalil tersebut.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan pujian atas analisis dan presentasi peserta didik, mendorong mereka untuk terus menggali ilmu agama.
  3. Guru menguatkan pemahaman bahwa putus asa adalah dosa besar karena meragukan kekuasaan dan kasih sayang Allah SWT, serta menegaskan pentingnya tawakal.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan dalil-dalil yang melarang putus asa dan perintah untuk selalu berharap kepada Allah SWT.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas semangat belajar dan diskusinya, menciptakan suasana gembira dan memotivasi.
  3. Guru memberikan tugas untuk mencari contoh nyata orang-orang yang berhasil karena tidak putus asa untuk dibahas pada pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Menjauhi Sifat Putus Asa — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · AYO BELAJAR!Lawan Putus Asa, Raih Asa!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu akan menganalisis kasus dan merumuskan solusi untuk menghindari sifat putus asa.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.

Info singkat: Dalam hidup, kita pasti akan menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Terkadang, kesulitan ini bisa membuat kita merasa sedih, kecewa, bahkan ingin menyerah.

Alat & bahan: kertas manila, spidol warna, alat tulis

Langkah kerja:

  1. Perhatikan yang berisi skenario kasus tentang seorang anak yang mengalami kegagalan.
  2. Bacalah dengan saksama skenario kasus tersebut dan diskusikan dalam kelompokmu: 'Apa yang menyebabkan anak tersebut merasa putus asa?'
  3. Identifikasi dampak negatif dari perasaan putus asa yang dialami anak tersebut, lalu catat pada kolom 'Dampak Negatif' di tabel.
  4. Diskusikan langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan anak tersebut untuk mengatasi perasaannya dan menghindari putus asa, catat pada kolom 'Langkah Mengatasi' di tabel.
  5. Buatlah peta pikiran sederhana yang berisi skenario kasus, dampak negatif, dan solusi kreatif dari kelompokmu, lalu presentasikan di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Menjauhi Sifat Putus Asa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Akidah Akhlak · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu rasakan jika mengalami kegagalan dalam suatu hal?
  2. Apakah kamu pernah merasa ingin menyerah saat menghadapi kesulitan?
  3. Menurutmu, mengapa kita tidak boleh putus asa?
  4. Siapa yang bisa membantu kita saat merasa putus asa?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil peta pikiran dan simulasi peran tentang cara mengatasi putus asa.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Menjauhi Sifat Putus Asa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Akidah Akhlak · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan pengertian putus asa dan bahayanyaPengertian dan bahaya putus asa2 JPkeimanan dan ketakwaan, penalaran kritis
2Menyimpulkan larangan putus asa dari dalil naqliDalil naqli tentang larangan putus asa dan perintah optimis2 JPkeimanan dan ketakwaan, penalaran kritis
3Merumuskan langkah-langkah menghindari dan mengatasi putus asaStrategi praktis menghindari dan mengatasi putus asa2 JPkemandirian, penalaran kritis
Halaman 8 · Menjauhi Sifat Putus Asa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Akidah Akhlak · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Dalam hidup, kita pasti akan menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Terkadang, kesulitan ini bisa membuat kita merasa sedih, kecewa, bahkan ingin menyerah. Perasaan inilah yang kita sebut putus asa. Namun, sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk tidak pernah putus asa dari rahmat Allah SWT. Modul ini akan membimbing kamu untuk memahami mengapa putus asa dilarang dan bagaimana cara menghadapinya dengan semangat optimisme.

1. Pengertian Putus Asa
Putus asa (al-ya's) adalah perasaan kehilangan harapan, keyakinan, dan semangat untuk mencapai suatu tujuan atau mengatasi suatu masalah. Ini adalah kondisi batin ketika seseorang merasa tidak ada lagi jalan keluar atau pertolongan, sehingga ia berhenti berusaha. Dalam Islam, putus asa dianggap sebagai sifat tercela karena menunjukkan ketidakpercayaan terhadap kekuasaan dan kasih sayang Allah SWT. Seseorang yang putus asa seringkali melihat kegagalan sebagai akhir segalanya, bukan sebagai bagian dari proses belajar.

2. Bahaya Sifat Putus Asa
Sifat putus asa memiliki banyak dampak negatif, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Bagi diri sendiri, putus asa dapat melemahkan semangat, menyebabkan stres, depresi, bahkan menarik diri dari pergaulan. Orang yang putus asa juga cenderung tidak mau berusaha lagi, sehingga potensi dirinya tidak berkembang. Dalam jangka panjang, putus asa bisa menghambat kesuksesan dan kebahagiaan. Dari sudut pandang agama, putus asa adalah dosa besar karena meragukan pertolongan Allah SWT.

3. Dalil Larangan Putus Asa
Al-Qur'an dan Hadis banyak sekali melarang umat Islam untuk berputus asa. Allah SWT berfirman dalam QS. Yusuf ayat 87: '…walaa tay'asuu mir-rauḥillaah, innahuu laa yay'asu mir-rauḥillaahi illal-qaumul-kaafiruun' (…dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir). Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa putus asa adalah sifat orang-orang kafir. Rasulullah SAW juga selalu mengajarkan optimisme dan tawakal kepada Allah dalam setiap keadaan.

4. Pentingnya Sikap Optimis dan Tawakal
Lawan dari putus asa adalah optimisme dan tawakal. Optimisme adalah keyakinan bahwa segala sesuatu akan berakhir baik, sementara tawakal adalah menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT setelah berusaha semaksimal mungkin. Dengan optimisme, kita akan selalu melihat peluang di balik kesulitan. Dengan tawakal, kita akan merasa tenang karena yakin Allah akan memberikan yang terbaik. Kedua sifat ini adalah kunci kebahagiaan dan kesuksesan dunia akhirat, serta merupakan wujud keimanan yang kuat.

5. Langkah-langkah Menghindari Putus Asa
Ada beberapa langkah praktis yang bisa kamu lakukan untuk menghindari sifat putus asa. Pertama, selalu ingat bahwa Allah SWT Maha Pengasih dan Penyayang, dan setiap kesulitan pasti ada kemudahan (QS. Al-Insyirah: 5-6). Kedua, teruslah berdoa dan memohon pertolongan kepada-Nya. Ketiga, jangan takut mencoba lagi setelah gagal, karena kegagalan adalah guru terbaik. Keempat, carilah dukungan dari orang-orang terdekat seperti orang tua, guru, atau teman. Kelima, fokuslah pada hal-hal positif dan bersyukur atas nikmat yang ada.

6. Mengatasi Putus Asa dengan Aksi Nyata
Jika perasaan putus asa mulai datang, jangan biarkan berlarut-larut. Segera lakukan aksi nyata: 1) Berwudu dan salat, mohon ketenangan hati kepada Allah. 2) Curhat kepada orang yang kamu percaya. 3) Lakukan aktivitas yang kamu sukai untuk mengalihkan pikiran negatif. 4) Buat rencana kecil yang bisa kamu capai, mulailah dari yang paling mudah. 5) Baca kisah-kisah orang sukses yang pernah gagal berkali-kali. Ingatlah, setiap orang pernah gagal, tapi yang membedakan adalah mereka yang tidak putus asa.

Rangkuman: Putus asa adalah perasaan kehilangan harapan yang dilarang dalam Islam karena menunjukkan ketidakpercayaan kepada Allah SWT. Sifat ini memiliki dampak negatif yang besar. Kita harus senantiasa optimis dan bertawakal, serta berusaha semaksimal mungkin. Ada banyak langkah praktis untuk menghindari dan mengatasi putus asa, seperti berdoa, bersabar, terus berusaha, mencari dukungan, dan berfokus pada hal positif. Dengan begitu, kita bisa meraih kebahagiaan dan kesuksesan.

Halaman 9 · Menjauhi Sifat Putus Asa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Akidah Akhlak · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Putus asaPerasaan kehilangan harapan dan keyakinan.
OptimismeSikap selalu berharap baik dan positif.
TawakalMenyerahkan segala urusan kepada Allah setelah berusaha.
Dalil naqliDasar hukum dari Al-Qur'an dan Hadis.
Daftar pustaka6 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Menjauhi Sifat Putus Asa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Akidah Akhlak · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Menjauhi Sifat Putus Asa" mata pelajaran Akidah Akhlak Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 11 · Menjauhi Sifat Putus Asa — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Menjauhi Sifat Putus Asa ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaAkidah Akhlak · Kelas VIPeta Konsep
Menjauhi Sifat Putus AsaPengertian Putus AsaBahaya Sifat Putus AsaDalil Larangan Putus AsaPentingnya Sikap Optimis dan TawakalLangkah-langkah Menghindari Putus Asa
Dari sub-bab Menjauhi Sifat Putus AsaHalaman 12
Nama sekolah AndaAkidah Akhlak · Kelas VIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaAkidah Akhlak · Kelas VILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaAkidah Akhlak · Kelas VIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaAkidah Akhlak · Kelas VIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaAkidah Akhlak · Kelas VIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanKemandirianPenalaran kritis
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Menjauhi Sifat Putus Asa yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Peta Materi Akidah Akhlak Kelas VI Setahun

Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.

Semester 2 / Genap3 dari 3 siap unduh

Akhlak terhadap LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPemaaf dan Lapang DadaModul siap unduh · Word + PDF ber-kop
Menjauhi Sifat Putus AsaHalaman yang sedang Anda buka

Modul Akidah Akhlak lain yang sudah tersedia

TeladankuAkidah Akhlak Kelas VI MILihat semua Modul Ajar Akidah Akhlak Kelas VI →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Akidah Akhlak kelas 6 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VI dan kelas 6 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Menjauhi Sifat Putus Asa pada Akidah Akhlak MI, Fase C, elemen Akhlak.

Modul Menjauhi Sifat Putus Asa ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 2 (genap), menurut urutan materi Akidah Akhlak kelas VI MI di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Akidah Akhlak materi Menjauhi Sifat Putus Asa ini gratis?

Ya. Modul Menjauhi Sifat Putus Asa untuk kelas VI MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Menjauhi Sifat Putus Asa ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Akidah Akhlak kelas VI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Akidah Akhlak kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Menjauhi Sifat Putus Asa ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menjauhi Sifat Putus Asa dapat Anda sesuaikan dengan murid Akidah Akhlak kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Akidah Akhlak kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Menjauhi Sifat Putus Asa ini mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025, pada Fase C untuk kelas VI MI. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Menjauhi Sifat Putus Asa tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menjauhi Sifat Putus Asa untuk Akidah Akhlak kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Menjauhi Sifat Putus Asa ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Akidah Akhlak kelas VI MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Menjauhi Sifat Putus Asa beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Akidah Akhlak kelas VI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Akidah Akhlak ini cocok untuk MI negeri, swasta, maupun SD?

Ya. Kop, logo, dan nama MI Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SD, pilih jenjang SD saat mengisi borang: materi Menjauhi Sifat Putus Asa yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).

Semua Modul Ajar Akidah Akhlak MISemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.