MIKelas IFase ASemester 1

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas I
Awas Kuman!

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Kuman adalah makhluk kecil tak terlihat yang bisa membuat kita sakit. Kita bisa melawan kuman dengan menjaga kebersihan diri seperti mandi teratur dan mencuci tangan dengan sabun. Kebersihan lingkungan juga penting. Dengan hidup bersih, kita akan sehat, kuat, dan bisa belajar serta bermain dengan ceria. Mari selalu ingat langkah-langkah cuci tangan yang benar dan biasakan hidup bersih!

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Awas Kuman!
Bahasa Indonesia · Kelas I · Fase A
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Awas Kuman!
Bahasa Indonesia · Fase A · Kelas I · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasA / I
Materi PokokAwas Kuman!
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranDiscovery Learning + Praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah mengenal huruf vokal dan konsonan serta mampu membaca beberapa kata sederhana.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak kepada alam
    Peserta didik menunjukkan sikap bersyukur atas nikmat kesehatan dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT.
  2. kesehatan — elemen: Menerapkan perilaku hidup sehat
    Peserta didik mempraktikkan cara mencuci tangan dengan benar untuk mencegah penyebaran kuman dan penyakit.
  3. komunikasi — elemen: Menyimak dan berbicara
    Peserta didik mampu menyimak informasi tentang kuman dan menyampaikan pendapat tentang pentingnya menjaga kebersihan diri.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenyimak; Membaca dan Memirsa; Menulis
Rumusan CP FasePada akhir Fase A, peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu menyimak dengan baik, memahami informasi, serta dapat menuliskan kata dan kalimat sederhana dengan ejaan yang benar.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualKuman adalah makhluk hidup sangat kecil yang tidak terlihat mata namun dapat menyebabkan penyakit.
KonseptualMenjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah cara efektif untuk mencegah kuman masuk ke tubuh dan menyebabkan sakit.
ProseduralPeserta didik akan belajar langkah-langkah mencuci tangan yang benar dan cara menjaga kebersihan diri lainnya.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya menjaga kebersihan sebagai tanggung jawab pribadi untuk kesehatan diri dan orang lain.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMengenali kuman sebagai ciptaan Allah SWT dan menjaga kesehatan sebagai bentuk syukur atas nikmat-Nya.
2. Cinta IlmuAktif mencari tahu dan memahami informasi tentang kuman serta cara melawannya demi pengetahuan yang bermanfaat.
3. Cinta LingkunganBerpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan kelas dan sekolah agar terhindar dari penyebaran kuman.
4. Cinta Diri dan SesamaMempraktikkan kebiasaan hidup bersih untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari penyakit.
5. Cinta Tanah AirMenyebarkan informasi tentang pentingnya kebersihan kepada keluarga dan teman sebagai wujud kepedulian bersama.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui demonstrasi, peserta didik dapat mengidentifikasi keberadaan kuman di lingkungan sekitar dengan tepat.
  2. Dengan menyimak cerita, peserta didik dapat menyebutkan minimal tiga cara mencegah kuman masuk ke tubuh secara mandiri.
  3. Melalui praktik langsung, peserta didik dapat mempraktikkan langkah-langkah mencuci tangan yang benar sesuai urutan.
  4. Setelah mengamati gambar, peserta didik dapat menuliskan suku kata ka-, ki-, ku-, ke-, ko- dengan rapi dan benar.
  5. Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat menyusun kata-kata sederhana yang berkaitan dengan kebersihan diri menggunakan suku kata yang telah dipelajari.
Halaman 2 · Awas Kuman! — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah kunci untuk hidup sehat karena kuman penyebab penyakit ada di sekitar kita.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita melindungi diri dari makhluk kecil tak terlihat yang bisa membuat kita sakit?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisDiscovery Learning + Praktik
Lintas Disiplin IlmuPAI (Pendidikan Agama Islam): Menjaga kebersihan sebagai sebagian dari iman (thaharah) dan bentuk syukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan.
Matematika: Menghitung jumlah langkah mencuci tangan atau mengelompokkan benda-benda berdasarkan kategori bersih/kotor.
Seni Budaya: Membuat poster sederhana atau menggambar tentang cara menjaga kebersihan diri.
Kemitraan PembelajaranOrang tua diajak untuk membimbing peserta didik mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar di rumah dan menjaga kebersihan lingkungan keluarga.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas dilengkapi poster langkah mencuci tangan dan tempat sampah yang mudah dijangkau, serta area cuci tangan yang bersih dan berfungsi baik.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video edukasi singkat tentang kuman dan lagu cuci tangan dari YouTube sebagai stimulus pembelajaran dan media penguatan.
Halaman 3 · Awas Kuman! — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 105 menit · awal 20 · inti 65 · penutup 20
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui demonstrasi, peserta didik dapat mengidentifikasi keberadaan kuman di lingkungan sekitar dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menitIce breaking: Tangan Bersih, Tangan Kotor: Guru meminta peserta didik mengangkat tangan bersih mereka, lalu menyebutkan benda kotor yang pernah mereka sentuh. Ini untuk memancing kesadaran tentang kuman.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan melakukan presensi.
  2. Guru bertanya jawab tentang pengalaman peserta didik bermain di luar rumah dan apa yang mereka rasakan jika lupa mencuci tangan.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang mengenal kuman dan pentingnya menjaga kebersihan, serta mengajak peserta didik mencari tahu tentang kuman.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan video singkat tentang kuman dan dampaknya pada kesehatan, lalu bertanya, 'Apa yang kalian lihat di video ini?'
  2. Identifikasi masalah: Guru menunjukkan beberapa benda di kelas (misalnya meja, gagang pintu) dan bertanya, 'Apakah ada kuman di sini? Bagaimana kita bisa tahu?'
  3. Pengumpulan data: Guru melakukan demonstrasi sederhana menggunakan senter dan bubuk glitter yang ditaburkan di tangan peserta didik, kemudian meminta mereka menyentuh beberapa benda. Guru menyorot benda-benda tersebut untuk menunjukkan glitter yang menempel sebagai analogi kuman.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Pengolahan data: Peserta didik secara berkelompok mengamati benda-benda di sekitar mereka yang telah disentuh dengan tangan ber-glitter, kemudian mendiskusikan di mana saja kuman (glitter) bisa berpindah.
  2. Pembuktian: Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan mereka tentang penyebaran 'kuman' (glitter) dan menyimpulkan bahwa kuman bisa menyebar dengan mudah melalui sentuhan.
  3. Guru membimbing peserta didik untuk menghubungkan hasil pengamatan dengan konsep kuman yang tidak terlihat namun ada di mana-mana.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menarik kesimpulan: Peserta didik secara individu menuliskan satu kalimat tentang apa itu kuman dan di mana kuman bisa ditemukan di LKPD.
  2. Guru memberikan umpan balik positif atas partisipasi dan pemahaman peserta didik, serta menguatkan konsep bahwa kuman ada di sekitar kita.
  3. Guru menegaskan bahwa kuman bisa menyebabkan sakit dan perlu cara untuk menghindarinya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Guru bersama peserta didik merangkum kembali tentang keberadaan kuman yang tidak terlihat namun ada di mana-mana.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua peserta didik atas semangat belajarnya dan mengajak mereka untuk selalu menjaga kebersihan.
  3. Guru memberikan tugas rumah untuk mencari tahu dari orang tua tentang cara-cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Awas Kuman! — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 105 menit · awal 20 · inti 65 · penutup 20
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan menyimak cerita, peserta didik dapat menyebutkan minimal tiga cara mencegah kuman masuk ke tubuh secara mandiri.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menitIce breaking: Tepuk Sehat: Guru memimpin tepuk dengan gerakan: tepuk satu kali (sehat!), tepuk dua kali (kuat!), tepuk tiga kali (sehat, kuat, cerdas!). Untuk membangkitkan semangat dan fokus pada kesehatan.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang kuman dan bertanya, 'Siapa yang sudah tahu cara melawan kuman?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu belajar cara-cara mencegah kuman masuk ke tubuh dan mengajak peserta didik untuk menemukan cara-cara tersebut.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru membacakan cerita pendek berjudul 'Petualangan Si Kuman Nakal' yang menceritakan bagaimana kuman berusaha masuk ke tubuh anak, namun gagal karena anak tersebut menjaga kebersihan.
  2. Identifikasi masalah: Guru bertanya kepada peserta didik, 'Apa yang dilakukan tokoh cerita agar kuman tidak masuk ke tubuhnya?'
  3. Pengumpulan data: Peserta didik secara berpasangan mendiskusikan apa saja cara yang disebutkan dalam cerita untuk mencegah kuman.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Pengolahan data: Setiap pasangan menuliskan minimal tiga cara mencegah kuman yang mereka temukan dari cerita di kertas yang disediakan.
  2. Pembuktian: Beberapa pasangan diminta untuk menyebutkan cara-cara tersebut di depan kelas, dan guru menuliskan di papan tulis.
  3. Guru mengajak peserta didik untuk mengidentifikasi apakah ada cara lain yang mereka tahu selain yang disebutkan dalam cerita.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menarik kesimpulan: Peserta didik bersama guru menyimpulkan daftar cara-cara mencegah kuman, seperti mencuci tangan, mandi teratur, dan makan makanan sehat.
  2. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya setiap cara dan bagaimana itu melindungi tubuh dari penyakit.
  3. Guru memotivasi peserta didik untuk mulai menerapkan kebiasaan baik ini dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Guru bersama peserta didik membuat rangkuman tentang pentingnya menjaga kebersihan dan cara-caranya.
  2. Guru memberikan pujian kepada peserta didik yang aktif berdiskusi dan menyebutkan cara-cara menjaga kebersihan.
  3. Guru memberikan tantangan untuk mempraktikkan salah satu cara mencegah kuman di rumah dan meminta peserta didik untuk berdoa bersama.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Awas Kuman! — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · AYO MEMBACA!Ayo Lawan Kuman!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi keberadaan kuman dan mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar.

Alat & bahan: Pensil, krayon, lembar LKPD, sabun, air mengalir (atau hand sanitizer)

Langkah kerja:

  1. Lingkari benda-benda yang menurutmu banyak kumannya!
  2. Setelah melihat gambar, tuliskan satu kalimat tentang apa itu kuman di kotak yang tersedia.
  3. Urutkan langkah-langkah mencuci tangan yang benar dengan memberi nomor 1 sampai 6 pada kotak di samping gambar.
    Basahi tangandengan air1Pakai sabun2Gosok telapaktangan3Gosok punggungtangan4Gosok sela-selajari5Bilas dengan airbersih6
    Gambar 1. Alur
  4. Lengkapi suku kata ini menjadi kata yang benar: K_MAN, K_TOR, BER_IH, S_KAT.
  5. Warnai gambar anak yang sedang mencuci tangan dengan rapi dan ceria!
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Awas Kuman! — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang kuman?
  2. Pernahkah kamu sakit perut? Kira-kira kenapa ya?
  3. Bagaimana cara kamu membersihkan tangan setelah bermain?
  4. Bisakah kamu membaca kata 'sikat'?

Formatif (proses): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik mencuci tangan, serta hasil pengisian LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian unjuk kerja praktik mencuci tangan dan hasil tulisan suku kata/kata sederhana di LKPD.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Awas Kuman! — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi keberadaan kuman di lingkungan sekitar.Kuman dan penyebarannya.3 JPkeimanan dan ketakwaan, kesehatan
2Menyebutkan cara mencegah kuman masuk ke tubuh.Cara-cara menjaga kebersihan diri.3 JPkesehatan, komunikasi
3Mempraktikkan langkah mencuci tangan yang benar dan menulis suku kata ka-, ki-, ku-, ke-, ko-.Praktik cuci tangan dan penulisan suku kata.3 JPkesehatan, komunikasi
Halaman 8 · Awas Kuman! — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Selamat datang di modul 'Awas Kuman!'! Kita akan belajar tentang makhluk kecil tak terlihat yang bisa membuat kita sakit, yaitu kuman. Tapi jangan khawatir, kita juga akan menemukan cara-cara seru untuk melawan mereka dan menjaga tubuh kita tetap sehat dan kuat. Yuk, kita mulai petualangan menjaga kebersihan!

1. Mengenal Kuman: Si Kecil Tak Terlihat
Kuman adalah makhluk hidup yang sangat kecil, jauh lebih kecil dari semut! Kita tidak bisa melihat kuman dengan mata telanjang. Kuman ada di mana-mana, di tangan kita, di meja, di lantai, bahkan di udara. Ada kuman baik yang membantu tubuh kita, tapi ada juga kuman jahat yang bisa membuat kita sakit. Kuman jahat ini bisa menyebabkan batuk, pilek, sakit perut, dan penyakit lainnya. Jadi, kita harus berhati-hati dengan kuman jahat!

2. Bagaimana Kuman Menyebar?
Kuman sangat pintar berpindah tempat! Mereka bisa menempel di tangan kita saat kita menyentuh benda-benda kotor. Ketika kita bersin atau batuk tanpa menutup mulut, kuman bisa terbang ke udara dan menempel pada orang lain atau benda di sekitar kita. Kuman juga bisa masuk ke tubuh kita jika kita makan dengan tangan yang kotor. Oleh karena itu, penting sekali untuk tahu cara mencegah penyebaran kuman.

3. Cara Melawan Kuman: Jaga Kebersihan Diri
Ada banyak cara untuk melawan kuman jahat! Salah satu cara paling penting adalah menjaga kebersihan diri. Ini termasuk mandi dua kali sehari, mengganti baju yang kotor, memotong kuku secara teratur, dan yang paling utama adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Dengan menjaga kebersihan diri, kita akan lebih sulit diserang kuman dan tetap sehat.

4. Mencuci Tangan yang Benar
Mencuci tangan bukan hanya membasahi tangan dengan air, lho! Ada langkah-langkah khusus agar semua kuman hilang. Pertama, basahi tangan dengan air mengalir dan pakai sabun. Kedua, gosok telapak tangan. Ketiga, gosok punggung tangan dan sela-sela jari. Keempat, gosok kedua tangan dengan posisi jari saling mengunci. Kelima, gosok ibu jari dengan gerakan memutar. Keenam, gosok ujung jari ke telapak tangan. Ketujuh, bilas dengan air bersih. Terakhir, keringkan dengan handuk bersih atau tisu. Ingat, mencuci tangan harus pakai sabun dan air mengalir!

5. Kata-kata Kunci Kebersihan: Belajar Suku Kata ka-, ki-, ku-, ke-, ko-
Mari kita belajar menulis kata-kata yang berhubungan dengan kebersihan. Kita akan fokus pada suku kata 'ka', 'ki', 'ku', 'ke', 'ko'. Contohnya: 'kuman', 'kotor', 'bersih', 'sikat', 'kesehatan'. Dengan mengenal suku kata ini, kita bisa membaca dan menulis lebih banyak kata penting tentang menjaga diri dari kuman. Latihan menulis akan membuat tangan kita terampil dan tulisan kita rapi.

6. Kebersihan Lingkungan: Rumah dan Sekolah Bersih
Selain kebersihan diri, kebersihan lingkungan juga sangat penting. Kuman suka tempat yang kotor dan lembap. Jadi, kita harus rajin membersihkan rumah dan sekolah. Buanglah sampah pada tempatnya, sapu lantai, dan bersihkan kamar mandi. Lingkungan yang bersih membuat kuman tidak betah dan kita semua bisa hidup lebih sehat dan nyaman.

7. Manfaat Hidup Bersih
Hidup bersih punya banyak manfaat! Kita jadi jarang sakit, tubuh kita kuat, dan kita bisa bermain serta belajar dengan gembira. Orang lain juga akan senang berdekatan dengan kita karena kita selalu wangi dan rapi. Ingatlah, menjaga kebersihan adalah tanda kita menyayangi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Yuk, jadi anak yang bersih dan sehat!

Rangkuman: Kuman adalah makhluk kecil tak terlihat yang bisa membuat kita sakit. Kita bisa melawan kuman dengan menjaga kebersihan diri seperti mandi teratur dan mencuci tangan dengan sabun. Kebersihan lingkungan juga penting. Dengan hidup bersih, kita akan sehat, kuat, dan bisa belajar serta bermain dengan ceria. Mari selalu ingat langkah-langkah cuci tangan yang benar dan biasakan hidup bersih!

Halaman 9 · Awas Kuman! — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
KumanMakhluk hidup sangat kecil yang tidak terlihat mata, sebagian bisa menyebabkan penyakit.
KebersihanKeadaan bebas dari kotoran dan penyakit.
Suku kataBagian dari kata yang diucapkan dalam satu hembusan napas.
SanitizerCairan pembersih tangan untuk membunuh kuman.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Awas Kuman! — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Awas Kuman!" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas I ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 11 · Awas Kuman! — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Awas Kuman! ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IPeta Konsep
Awas Kuman!Mengenal Kuman: Si Kecil Tak TerlihatBagaimana Kuman Menyebar?Cara Melawan Kuman: Jaga Kebersihan DiriMencuci Tangan yang BenarKata-kata Kunci Kebersihan: Belajar Suku Kata ka-, ki-, ku-, ke-, ko-
Dari sub-bab Awas Kuman!Halaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas ILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanKesehatanKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Awas Kuman! yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 1 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas I dan kelas 1 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Awas Kuman! pada Bahasa Indonesia MI, Fase A, elemen Menyimak; Membaca dan Memirsa; Menulis.

Modul Awas Kuman! ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas I MI di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Awas Kuman! ini gratis?

Ya. Modul Awas Kuman! untuk kelas I MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Awas Kuman! ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas I ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas I langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Awas Kuman! ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Awas Kuman! dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas I di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas I ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Awas Kuman! ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase A untuk kelas I MI. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Awas Kuman! tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Awas Kuman! untuk Bahasa Indonesia kelas I di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Awas Kuman! ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas I MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Awas Kuman! beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas I berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk MI negeri, swasta, maupun SD?

Ya. Kop, logo, dan nama MI Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SD, pilih jenjang SD saat mengisi borang: materi Awas Kuman! yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia SD ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia MISemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.