Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas V
Menulis Cerita Pendalaman (Narasi)
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | C / V |
| Materi Pokok | Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah mampu menulis teks narasi sederhana dengan unsur tokoh, latar, dan alur. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
- Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks narasi dengan memperhatikan kaidah kebahasaan dan struktur yang sesuai, serta mengembangkan ide menjadi cerita yang menarik dan mendalam. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Cerita narasi dapat ditemukan dalam buku cerita, dongeng, atau bahkan pengalaman sehari-hari yang diceritakan ulang. |
| Konseptual | Menulis cerita pendalaman adalah proses mengembangkan ide menjadi narasi yang memiliki konflik, klimaks, dan resolusi dengan penekanan pada pengembangan karakter dan suasana. |
| Prosedural | Proses menulis cerita pendalaman melibatkan tahapan perencanaan, penulisan draf, penyuntingan, dan publikasi. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya tahapan menulis untuk menghasilkan cerita yang berkualitas dan mampu merefleksikan proses kreatifnya. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menulis cerita yang mengandung nilai-nilai kebaikan dan keindahan ciptaan Allah, serta menginspirasi untuk selalu bersyukur. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat menggali ide-ide baru, membaca banyak referensi, dan belajar kaidah penulisan untuk menghasilkan cerita yang bermutu. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menggambarkan keindahan alam dan pentingnya menjaga lingkungan dalam cerita, menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab terhadap bumi. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan karakter tokoh yang memiliki empati, saling menolong, dan menghargai perbedaan, serta merefleksikan diri melalui pengalaman tokoh cerita. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menulis cerita yang berlatar belakang budaya dan kekayaan alam Indonesia, menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui diskusi kelompok dan pengamatan contoh cerita, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur cerita pendalaman (tokoh, latar, alur, konflik) dengan tepat.
- Dengan bimbingan guru dan panduan LKPD, peserta didik dapat merencanakan kerangka cerita pendalaman yang memuat ide pokok, konflik, dan penyelesaian secara runtut.
- Setelah menyusun kerangka cerita, peserta didik dapat menulis draf awal cerita pendalaman dengan mengembangkan karakter dan suasana yang kuat.
- Melalui kegiatan saling meninjau karya, peserta didik dapat menyunting draf cerita teman sebaya berdasarkan kaidah kebahasaan dan struktur narasi dengan cermat.
- Dengan semangat kolaborasi, peserta didik dapat mempresentasikan cerita pendalaman yang telah disunting di depan kelas secara percaya diri.
Pemahaman bermakna: Menulis cerita pendalaman membantu kamu mengekspresikan ide, perasaan, dan imajinasi, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan empati terhadap tokoh dalam cerita.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah cerita dapat membuat pembacanya merasa dekat dengan tokoh dan ikut merasakan petualangan mereka?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam: Mengembangkan cerita yang mengandung nilai-nilai moral dan akhlak mulia, serta kisah-kisah teladan dari sejarah Islam. Seni Budaya: Menggambar ilustrasi untuk cerita yang ditulis, atau membuat drama pendek dari cerita yang telah dibuat. Ilmu Pengetahuan Sosial: Menulis cerita dengan latar belakang sejarah atau budaya Indonesia, memperkenalkan kearifan lokal dalam narasi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat mendorong minat baca anak di rumah dan mendengarkan cerita yang ditulis anak, memberikan dukungan moral untuk mengembangkan imajinasi. |
| Lingkungan Pembelajaran | Sudut baca di kelas dengan koleksi buku cerita yang beragam dan nyaman, serta mading untuk memajang karya terbaik peserta didik, mendukung pembelajaran menulis cerita. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi penulisan sederhana di tablet atau komputer untuk menulis draf cerita, serta platform berbagi cerita online yang aman untuk anak-anak, dapat meningkatkan motivasi menulis. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui diskusi kelompok dan pengamatan contoh cerita, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur cerita pendalaman (tokoh, latar, alur, konflik) dengan tepat. Dengan bimbingan guru dan panduan LKPD, peserta didik dapat merencanakan kerangka cerita pendalaman yang memuat ide pokok, konflik, dan penyelesaian secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah menyusun kerangka cerita, peserta didik dapat menulis draf awal cerita pendalaman dengan mengembangkan karakter dan suasana yang kuat. Melalui kegiatan saling meninjau karya, peserta didik dapat menyunting draf cerita teman sebaya berdasarkan kaidah kebahasaan dan struktur narasi dengan cermat. Dengan semangat kolaborasi, peserta didik dapat mempresentasikan cerita pendalaman yang telah disunting di depan kelas secara percaya diri. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu akan merencanakan dan menulis kerangka cerita pendalamanmu sendiri.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.
Info singkat: Menulis cerita adalah kegiatan yang menyenangkan dan melatih imajinasi.
Alat & bahan: Kertas, pensil, penghapus, pensil warna, kertas tempel
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Amati seorang anak yang sedang membaca buku cerita, lalu tuliskan apa yang kamu rasakan saat membaca cerita yang menarik.
- Pikirkan sebuah ide cerita yang ingin kamu tulis. Bisa tentang petualangan, persahabatan, atau kejadian menarik lainnya. Tuliskan ide pokokmu di kolom 'Ide Pokok Cerita'.
- Kembangkan ide pokokmu menjadi kerangka cerita. Isi tabel dengan detail tokoh utama dan pendukung, latar tempat dan waktu, serta konflik yang akan terjadi.
- Susunlah alur cerita sederhana (awal, tengah, akhir) berdasarkan konflik yang kamu pilih. Tuliskan bagaimana konflik itu dimulai, mencapai puncaknya, dan bagaimana penyelesaiannya.
- Setelah kerangka selesai, kamu bisa mulai membuat ilustrasi sederhana untuk cerita tersebut di bagian bawah LKPD.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Pernahkah kamu membuat cerita sendiri? Cerita tentang apa?
- Apa saja bagian-bagian penting yang harus ada dalam sebuah cerita?
- Menurutmu, apa yang membuat sebuah cerita menjadi menarik untuk dibaca?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan proses penulisan draf cerita, serta umpan balik dari teman sebaya.
Sumatif (akhir): Penilaian cerita pendalaman yang ditulis peserta didik berdasarkan rubrik penilaian dan presentasi lisan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi unsur-unsur cerita pendalaman (tokoh, latar, alur, konflik) dengan tepat. | Unsur-unsur cerita narasi | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Merencanakan kerangka cerita pendalaman yang memuat ide pokok, konflik, dan penyelesaian secara runtut. | Perencanaan kerangka cerita | 2 JP | kreativitas |
| 3 | Menulis draf awal cerita pendalaman dengan mengembangkan karakter dan suasana yang kuat. | Penulisan draf cerita | 2 JP | komunikasi |
| 4 | Menyunting draf cerita teman sebaya berdasarkan kaidah kebahasaan dan struktur narasi dengan cermat. | Penyuntingan cerita | 2 JP | kolaborasi |
Menulis cerita adalah kegiatan yang menyenangkan dan melatih imajinasi. Dalam modul ini, kamu akan belajar bagaimana mengembangkan cerita sederhana menjadi cerita pendalaman yang lebih kaya dan menarik, dengan tokoh-tokoh yang hidup dan alur yang membuat pembaca penasaran. Siapkan ide-ide terbaikmu untuk menjadi penulis cerita hebat!
1. Mengenal Cerita Pendalaman
Cerita pendalaman adalah jenis narasi yang tidak hanya menceritakan kejadian, tetapi juga menggali lebih dalam perasaan, motivasi, dan perubahan yang dialami tokoh. Cerita ini seringkali memiliki konflik yang kompleks dan penyelesaian yang memberikan pelajaran berharga. Unsur-unsur utamanya meliputi tokoh yang berkembang, latar yang mendetail, alur yang runtut dengan puncak konflik, serta amanat yang kuat. Membaca cerita pendalaman dapat membantu kita memahami berbagai sudut pandang dan merasakan emosi yang dialami tokoh.
2. Unsur-unsur Penting dalam Cerita
Setiap cerita memiliki unsur-unsur pembangunnya. Tokoh adalah pelaku dalam cerita, bisa manusia, hewan, atau benda. Latar adalah tempat dan waktu terjadinya peristiwa. Alur adalah urutan kejadian dari awal hingga akhir. Konflik adalah masalah atau pertentangan yang dialami tokoh. Amanat adalah pesan moral atau pelajaran yang ingin disampaikan penulis. Untuk membuat cerita pendalaman, kamu perlu mengembangkan setiap unsur ini agar lebih kaya dan tidak sekadar permukaan. Misalnya, tokoh tidak hanya baik atau jahat, tetapi memiliki sisi lain yang menarik.
3. Merencanakan Kerangka Cerita
Sebelum menulis, penting untuk membuat kerangka cerita. Ini seperti denah sebelum membangun rumah. Mulailah dengan ide pokok atau tema besar ceritamu. Kemudian, tentukan tokoh utama dan tokoh pendukung, serta sifat-sifat mereka. Gambarkan latar tempat dan waktu dengan detail agar pembaca bisa membayangkannya. Pikirkan juga konflik utama yang akan menjadi inti cerita, dan bagaimana konflik itu akan berkembang dari awal, mencapai puncak, hingga akhirnya menemukan penyelesaian. Kerangka ini akan menjadi panduanmu saat mulai menulis draf.
4. Menulis Draf Awal Cerita
Setelah kerangka siap, mulailah menulis draf awal ceritamu. Jangan takut salah di tahap ini, fokuslah untuk menuangkan semua ide ke dalam tulisan. Kembangkan karakter tokoh dengan memberikan mereka dialog dan tindakan yang sesuai sifatnya. Gambarkan suasana latar dengan kata-kata yang evocative agar pembaca ikut merasakan. Pastikan alur cerita berjalan logis dan konflik terasa nyata. Gunakan gaya bahasa yang menarik dan pilihan kata yang tepat agar ceritamu semakin hidup. Ini adalah kesempatanmu untuk berkreasi sebebas-bebasnya!
5. Menyunting dan Mempresentasikan Cerita
Setelah draf selesai, langkah berikutnya adalah menyunting. Ini berarti membaca kembali ceritamu dengan cermat untuk menemukan kesalahan ejaan, tanda baca, atau kalimat yang kurang jelas. Kamu juga bisa meminta teman untuk membacanya dan memberikan masukan. Perhatikan apakah alur sudah runtut, karakter sudah kuat, dan pesannya sudah tersampaikan. Setelah disunting, ceritamu siap untuk dipresentasikan. Bacakan ceritamu dengan intonasi dan ekspresi yang tepat agar teman-temanmu ikut merasakan emosi dalam ceritamu. Ini adalah puncak dari proses kreatifmu!
Rangkuman: Menulis cerita pendalaman adalah proses kreatif yang melibatkan perencanaan, penulisan draf, dan penyuntingan. Penting untuk mengembangkan unsur-unsur cerita seperti tokoh, latar, alur, dan konflik agar cerita menjadi hidup dan menarik. Dengan berlatih, kamu dapat menghasilkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran berharga dan menyentuh hati pembaca. Setiap langkah dalam proses ini adalah kesempatan untuk belajar dan berkreasi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Narasi | Bentuk tulisan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian. |
| Tokoh | Pelaku dalam sebuah cerita. |
| Latar | Tempat dan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita. |
| Alur | Urutan kejadian dalam cerita. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Menulis Cerita Pendalaman (Narasi)" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas V Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 3 siap unduh
Aku yang UnikModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBuku Jendela DuniaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisEkspresi Diri Lewat HobiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Belajar BerwirausahaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisCinta IndonesiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSayangi BumiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Menulis Cerita Pengalaman (Narasi)Bahasa Indonesia Kelas V MITeks Eksplanasi SederhanaBahasa Indonesia Kelas V MINusantara Berjuta CeritaBahasa Indonesia Kelas VI MIAnak-Anak yang Mengubah DuniaBahasa Indonesia Kelas VI MILihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas V →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 5 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas V dan kelas 5 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) pada Bahasa Indonesia MI, Fase C, elemen Menulis.
Modul Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) untuk Bahasa Indonesia kelas V.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) ini gratis?
Ya. Modul Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) untuk kelas V MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas V ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas V di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas V ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase C untuk kelas V MI. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) untuk Bahasa Indonesia kelas V di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas V MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas V berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk MI negeri, swasta, maupun SD?
Ya. Kop, logo, dan nama MI Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SD, pilih jenjang SD saat mengisi borang: materi Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia SD ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.