MIKelas VFase C

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas V
Menulis Cerita Pendalaman (Narasi)

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Menulis cerita pendalaman adalah proses kreatif yang melibatkan perencanaan, penulisan draf, dan penyuntingan. Penting untuk mengembangkan unsur-unsur cerita seperti tokoh, latar, alur, dan konflik agar cerita menjadi hidup dan menarik. Dengan berlatih, kamu dapat menghasilkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran berharga dan menyentuh hati pembaca. Setiap langkah dalam proses ini adalah kesempatan untuk belajar dan berkreasi.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Menulis Cerita Pendalaman (Narasi)
Bahasa Indonesia · Kelas V · Fase C
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Menulis Cerita Pendalaman (Narasi)
Bahasa Indonesia · Fase C · Kelas V · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasC / V
Materi PokokMenulis Cerita Pendalaman (Narasi)
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah mampu menulis teks narasi sederhana dengan unsur tokoh, latar, dan alur.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  2. Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
  3. Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menulis berbagai jenis teks narasi dengan memperhatikan kaidah kebahasaan dan struktur yang sesuai, serta mengembangkan ide menjadi cerita yang menarik dan mendalam.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualCerita narasi dapat ditemukan dalam buku cerita, dongeng, atau bahkan pengalaman sehari-hari yang diceritakan ulang.
KonseptualMenulis cerita pendalaman adalah proses mengembangkan ide menjadi narasi yang memiliki konflik, klimaks, dan resolusi dengan penekanan pada pengembangan karakter dan suasana.
ProseduralProses menulis cerita pendalaman melibatkan tahapan perencanaan, penulisan draf, penyuntingan, dan publikasi.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya tahapan menulis untuk menghasilkan cerita yang berkualitas dan mampu merefleksikan proses kreatifnya.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenulis cerita yang mengandung nilai-nilai kebaikan dan keindahan ciptaan Allah, serta menginspirasi untuk selalu bersyukur.
2. Cinta IlmuBersemangat menggali ide-ide baru, membaca banyak referensi, dan belajar kaidah penulisan untuk menghasilkan cerita yang bermutu.
3. Cinta LingkunganMenggambarkan keindahan alam dan pentingnya menjaga lingkungan dalam cerita, menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab terhadap bumi.
4. Cinta Diri dan SesamaMengembangkan karakter tokoh yang memiliki empati, saling menolong, dan menghargai perbedaan, serta merefleksikan diri melalui pengalaman tokoh cerita.
5. Cinta Tanah AirMenulis cerita yang berlatar belakang budaya dan kekayaan alam Indonesia, menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui diskusi kelompok dan pengamatan contoh cerita, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur cerita pendalaman (tokoh, latar, alur, konflik) dengan tepat.
  2. Dengan bimbingan guru dan panduan LKPD, peserta didik dapat merencanakan kerangka cerita pendalaman yang memuat ide pokok, konflik, dan penyelesaian secara runtut.
  3. Setelah menyusun kerangka cerita, peserta didik dapat menulis draf awal cerita pendalaman dengan mengembangkan karakter dan suasana yang kuat.
  4. Melalui kegiatan saling meninjau karya, peserta didik dapat menyunting draf cerita teman sebaya berdasarkan kaidah kebahasaan dan struktur narasi dengan cermat.
  5. Dengan semangat kolaborasi, peserta didik dapat mempresentasikan cerita pendalaman yang telah disunting di depan kelas secara percaya diri.
Halaman 2 · Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Menulis cerita pendalaman membantu kamu mengekspresikan ide, perasaan, dan imajinasi, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan empati terhadap tokoh dalam cerita.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah cerita dapat membuat pembacanya merasa dekat dengan tokoh dan ikut merasakan petualangan mereka?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Agama Islam: Mengembangkan cerita yang mengandung nilai-nilai moral dan akhlak mulia, serta kisah-kisah teladan dari sejarah Islam.
Seni Budaya: Menggambar ilustrasi untuk cerita yang ditulis, atau membuat drama pendek dari cerita yang telah dibuat.
Ilmu Pengetahuan Sosial: Menulis cerita dengan latar belakang sejarah atau budaya Indonesia, memperkenalkan kearifan lokal dalam narasi.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat mendorong minat baca anak di rumah dan mendengarkan cerita yang ditulis anak, memberikan dukungan moral untuk mengembangkan imajinasi.
Lingkungan PembelajaranSudut baca di kelas dengan koleksi buku cerita yang beragam dan nyaman, serta mading untuk memajang karya terbaik peserta didik, mendukung pembelajaran menulis cerita.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi penulisan sederhana di tablet atau komputer untuk menulis draf cerita, serta platform berbagi cerita online yang aman untuk anak-anak, dapat meningkatkan motivasi menulis.
Halaman 3 · Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui diskusi kelompok dan pengamatan contoh cerita, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur cerita pendalaman (tokoh, latar, alur, konflik) dengan tepat. Dengan bimbingan guru dan panduan LKPD, peserta didik dapat merencanakan kerangka cerita pendalaman yang memuat ide pokok, konflik, dan penyelesaian secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru mengawali dengan pertanyaan: "Pernahkah kamu membaca cerita yang membuatmu tidak bisa berhenti membaca sampai selesai? Cerita seperti apa itu?" untuk mengaitkan pengalaman peserta didik dengan materi.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi unsur cerita dan mulai merencanakan cerita sendiri, serta pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah cerita dapat membuat pembacanya merasa dekat dengan tokoh dan ikut merasakan petualangan mereka?" agar peserta didik sadar akan tujuan dan proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru menayangkan sebuah video pendek inspiratif tentang persahabatan anak dan hewan peliharaan, lalu bertanya: "Apa yang membuat cerita ini terasa hidup dan menyentuh hati? Unsur-unsur apa saja yang kamu temukan di dalamnya?"
  2. Guru membagikan contoh cerita narasi pendek yang mendalam dan meminta peserta didik membaca secara mandiri.
  3. Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi unsur-unsur cerita (tokoh, latar, alur, konflik, amanat) dari contoh yang diberikan, lalu mencatatnya di kertas tempel.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Guru menjelaskan bahwa peserta didik akan membuat cerita pendalaman mereka sendiri, dimulai dengan merencanakan kerangka cerita.
  2. Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk curah pendapat ide cerita yang menarik, dengan fokus pada pengembangan karakter dan konflik yang kuat.
  3. Peserta didik mulai menyusun kerangka cerita pendalaman menggunakan LKPD yang disediakan, mencakup ide pokok, garis besar alur, tokoh utama, latar, dan konflik yang akan dikembangkan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan kerangka cerita awal mereka di depan kelas, menjelaskan ide dan unsur-unsur yang direncanakan.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif mengenai kejelasan kerangka dan potensi pengembangan cerita.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap ide-ide kreatif dan memberikan saran untuk pengembangan kerangka cerita agar lebih mendalam.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya perencanaan dalam menulis cerita pendalaman.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengingatkan mereka untuk terus mengembangkan ide cerita di rumah sebagai persiapan pertemuan berikutnya, menumbuhkan suasana belajar yang menggembirakan.
  3. Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Setelah menyusun kerangka cerita, peserta didik dapat menulis draf awal cerita pendalaman dengan mengembangkan karakter dan suasana yang kuat. Melalui kegiatan saling meninjau karya, peserta didik dapat menyunting draf cerita teman sebaya berdasarkan kaidah kebahasaan dan struktur narasi dengan cermat. Dengan semangat kolaborasi, peserta didik dapat mempresentasikan cerita pendalaman yang telah disunting di depan kelas secara percaya diri.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang perencanaan kerangka cerita dan bertanya: "Apakah ada kesulitan saat mengembangkan ide ceritamu di rumah?"
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menulis draf, menyunting, dan mempresentasikan cerita, serta mengingatkan peserta didik bahwa proses ini adalah kesempatan untuk berkreasi dan belajar dari teman.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menyusun jadwal: Guru memandu peserta didik untuk membuat jadwal pengerjaan draf cerita, termasuk waktu untuk menulis dan menyunting.
  2. Guru menjelaskan kriteria penulisan draf cerita pendalaman yang baik, meliputi pengembangan karakter, penggambaran latar, alur yang jelas, dan penggunaan gaya bahasa yang menarik.
  3. Peserta didik mulai menulis draf awal cerita pendalaman secara individu berdasarkan kerangka yang telah mereka susun, dengan fokus pada pengembangan karakter dan suasana.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Memonitor kemajuan proyek: Guru berkeliling mengamati proses penulisan, memberikan bimbingan individual, dan menjawab pertanyaan peserta didik terkait penulisan draf.
  2. Peserta didik bertukar draf cerita dengan teman sebaya untuk saling meninjau dan memberikan umpan balik konstruktif menggunakan rubrik penyuntingan yang disediakan.
  3. Peserta didik menyunting draf cerita mereka berdasarkan masukan dari teman dan bimbingan guru, memperbaiki kaidah kebahasaan, struktur narasi, dan pengembangan cerita.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menguji hasil: Setiap peserta didik secara bergiliran mempresentasikan cerita pendalaman yang telah disunting di depan kelas dengan intonasi dan ekspresi yang sesuai.
  2. Setelah presentasi, peserta didik lain memberikan umpan balik positif dan apresiasi terhadap karya teman.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memfasilitasi diskusi tentang proses penulisan cerita, tantangan yang dihadapi, dan pembelajaran yang diperoleh, serta memberikan penguatan terhadap hasil karya peserta didik.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan langkah-langkah penting dalam menulis cerita pendalaman dari perencanaan hingga presentasi.
  2. Guru memberikan apresiasi dan pujian kepada seluruh peserta didik atas usaha dan kreativitas mereka, menciptakan suasana yang menggembirakan dan memotivasi.
  3. Guru menginformasikan bahwa cerita terbaik akan dipajang di mading kelas, kemudian menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · AYO MEMBACA!Rancang Ceritamu, Kembangkan Imajinasi!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu akan merencanakan dan menulis kerangka cerita pendalamanmu sendiri.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.

Info singkat: Menulis cerita adalah kegiatan yang menyenangkan dan melatih imajinasi.

Alat & bahan: Kertas, pensil, penghapus, pensil warna, kertas tempel

Langkah kerja:

  1. Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
    12345678Mendatar1. Pesan moral atau pelajaranyang terkandung dalam cerita.6. Tulisan awal yang belumdisunting.7. Tempat dan waktu terjadinyaperistiwa dalam cerita.8. Urutan kejadian dalam cerita.Menurun2. Memperbaiki tulisan dari segiejaan, tata bahasa, dan isi.3. Pelaku dalam sebuah cerita.4. Masalah atau pertentangan yangdialami tokoh dalam cerita.5. Bentuk tulisan yangmenceritakan suatu peristiwaatau kejadian.
    Gambar 1. Teka-teki silang
  2. Amati seorang anak yang sedang membaca buku cerita, lalu tuliskan apa yang kamu rasakan saat membaca cerita yang menarik.
  3. Pikirkan sebuah ide cerita yang ingin kamu tulis. Bisa tentang petualangan, persahabatan, atau kejadian menarik lainnya. Tuliskan ide pokokmu di kolom 'Ide Pokok Cerita'.
  4. Kembangkan ide pokokmu menjadi kerangka cerita. Isi tabel dengan detail tokoh utama dan pendukung, latar tempat dan waktu, serta konflik yang akan terjadi.
  5. Susunlah alur cerita sederhana (awal, tengah, akhir) berdasarkan konflik yang kamu pilih. Tuliskan bagaimana konflik itu dimulai, mencapai puncaknya, dan bagaimana penyelesaiannya.
  6. Setelah kerangka selesai, kamu bisa mulai membuat ilustrasi sederhana untuk cerita tersebut di bagian bawah LKPD.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Pernahkah kamu membuat cerita sendiri? Cerita tentang apa?
  2. Apa saja bagian-bagian penting yang harus ada dalam sebuah cerita?
  3. Menurutmu, apa yang membuat sebuah cerita menjadi menarik untuk dibaca?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan proses penulisan draf cerita, serta umpan balik dari teman sebaya.

Sumatif (akhir): Penilaian cerita pendalaman yang ditulis peserta didik berdasarkan rubrik penilaian dan presentasi lisan.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi unsur-unsur cerita pendalaman (tokoh, latar, alur, konflik) dengan tepat.Unsur-unsur cerita narasi2 JPpenalaran kritis
2Merencanakan kerangka cerita pendalaman yang memuat ide pokok, konflik, dan penyelesaian secara runtut.Perencanaan kerangka cerita2 JPkreativitas
3Menulis draf awal cerita pendalaman dengan mengembangkan karakter dan suasana yang kuat.Penulisan draf cerita2 JPkomunikasi
4Menyunting draf cerita teman sebaya berdasarkan kaidah kebahasaan dan struktur narasi dengan cermat.Penyuntingan cerita2 JPkolaborasi
Halaman 8 · Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Menulis cerita adalah kegiatan yang menyenangkan dan melatih imajinasi. Dalam modul ini, kamu akan belajar bagaimana mengembangkan cerita sederhana menjadi cerita pendalaman yang lebih kaya dan menarik, dengan tokoh-tokoh yang hidup dan alur yang membuat pembaca penasaran. Siapkan ide-ide terbaikmu untuk menjadi penulis cerita hebat!

1. Mengenal Cerita Pendalaman
Cerita pendalaman adalah jenis narasi yang tidak hanya menceritakan kejadian, tetapi juga menggali lebih dalam perasaan, motivasi, dan perubahan yang dialami tokoh. Cerita ini seringkali memiliki konflik yang kompleks dan penyelesaian yang memberikan pelajaran berharga. Unsur-unsur utamanya meliputi tokoh yang berkembang, latar yang mendetail, alur yang runtut dengan puncak konflik, serta amanat yang kuat. Membaca cerita pendalaman dapat membantu kita memahami berbagai sudut pandang dan merasakan emosi yang dialami tokoh.

2. Unsur-unsur Penting dalam Cerita
Setiap cerita memiliki unsur-unsur pembangunnya. Tokoh adalah pelaku dalam cerita, bisa manusia, hewan, atau benda. Latar adalah tempat dan waktu terjadinya peristiwa. Alur adalah urutan kejadian dari awal hingga akhir. Konflik adalah masalah atau pertentangan yang dialami tokoh. Amanat adalah pesan moral atau pelajaran yang ingin disampaikan penulis. Untuk membuat cerita pendalaman, kamu perlu mengembangkan setiap unsur ini agar lebih kaya dan tidak sekadar permukaan. Misalnya, tokoh tidak hanya baik atau jahat, tetapi memiliki sisi lain yang menarik.

3. Merencanakan Kerangka Cerita
Sebelum menulis, penting untuk membuat kerangka cerita. Ini seperti denah sebelum membangun rumah. Mulailah dengan ide pokok atau tema besar ceritamu. Kemudian, tentukan tokoh utama dan tokoh pendukung, serta sifat-sifat mereka. Gambarkan latar tempat dan waktu dengan detail agar pembaca bisa membayangkannya. Pikirkan juga konflik utama yang akan menjadi inti cerita, dan bagaimana konflik itu akan berkembang dari awal, mencapai puncak, hingga akhirnya menemukan penyelesaian. Kerangka ini akan menjadi panduanmu saat mulai menulis draf.

4. Menulis Draf Awal Cerita
Setelah kerangka siap, mulailah menulis draf awal ceritamu. Jangan takut salah di tahap ini, fokuslah untuk menuangkan semua ide ke dalam tulisan. Kembangkan karakter tokoh dengan memberikan mereka dialog dan tindakan yang sesuai sifatnya. Gambarkan suasana latar dengan kata-kata yang evocative agar pembaca ikut merasakan. Pastikan alur cerita berjalan logis dan konflik terasa nyata. Gunakan gaya bahasa yang menarik dan pilihan kata yang tepat agar ceritamu semakin hidup. Ini adalah kesempatanmu untuk berkreasi sebebas-bebasnya!

5. Menyunting dan Mempresentasikan Cerita
Setelah draf selesai, langkah berikutnya adalah menyunting. Ini berarti membaca kembali ceritamu dengan cermat untuk menemukan kesalahan ejaan, tanda baca, atau kalimat yang kurang jelas. Kamu juga bisa meminta teman untuk membacanya dan memberikan masukan. Perhatikan apakah alur sudah runtut, karakter sudah kuat, dan pesannya sudah tersampaikan. Setelah disunting, ceritamu siap untuk dipresentasikan. Bacakan ceritamu dengan intonasi dan ekspresi yang tepat agar teman-temanmu ikut merasakan emosi dalam ceritamu. Ini adalah puncak dari proses kreatifmu!

Rangkuman: Menulis cerita pendalaman adalah proses kreatif yang melibatkan perencanaan, penulisan draf, dan penyuntingan. Penting untuk mengembangkan unsur-unsur cerita seperti tokoh, latar, alur, dan konflik agar cerita menjadi hidup dan menarik. Dengan berlatih, kamu dapat menghasilkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran berharga dan menyentuh hati pembaca. Setiap langkah dalam proses ini adalah kesempatan untuk belajar dan berkreasi.

Halaman 9 · Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
NarasiBentuk tulisan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian.
TokohPelaku dalam sebuah cerita.
LatarTempat dan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita.
AlurUrutan kejadian dalam cerita.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Menulis Cerita Pendalaman (Narasi)" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VPeta Konsep
Menulis Cerita Pendalaman (Narasi)Mengenal Cerita PendalamanUnsur-unsur Penting dalam CeritaMerencanakan Kerangka CeritaMenulis Draf Awal CeritaMenyunting dan Mempresentasikan Cerita
Dari sub-bab Menulis Cerita Pendalaman (Narasi)Halaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VProfil Lulusan
KreativitasKomunikasiKeimanan dan ketakwaan
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 5 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas V dan kelas 5 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) pada Bahasa Indonesia MI, Fase C, elemen Menulis.

Modul Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) untuk Bahasa Indonesia kelas V.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) ini gratis?

Ya. Modul Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) untuk kelas V MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas V ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas V langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas V di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas V ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase C untuk kelas V MI. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) untuk Bahasa Indonesia kelas V di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas V MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas V berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk MI negeri, swasta, maupun SD?

Ya. Kop, logo, dan nama MI Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SD, pilih jenjang SD saat mengisi borang: materi Menulis Cerita Pendalaman (Narasi) yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia SD ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia MISemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.