MIKelas VIFase C

Modul Ajar & RPP IPAS Kelas VI
Kearifan Lokal

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

📽️ Modul ini sekalian jadi PPT-nyaSlide dari isi modul ini · satu .pptx per pertemuan

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Kearifan lokal adalah warisan budaya tak ternilai yang berisi pandangan hidup, pengetahuan, dan praktik cerdas dari nenek moyang kita. Ia memiliki ciri khas lokal, diwariskan turun-temurun, dan mengandung nilai-nilai luhur. Contohnya Subak di Bali atau Sasi di Maluku. Kearifan lokal berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keharmonisan sosial, serta menjadi identitas bangsa yang harus kita lestarikan.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Kearifan Lokal
IPAS · Kelas VI · Fase C
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Kearifan Lokal
IPAS · Fase C · Kelas VI · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasC / VI
Materi PokokKearifan Lokal
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang budaya dan adat istiadat yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak Bernegara
    Peserta didik mengembangkan sikap toleransi dan menghargai keberagaman kearifan lokal sebagai bentuk syukur atas ciptaan Tuhan.
  2. kewargaan — elemen: Menganalisis peran dan fungsi lembaga negara
    Peserta didik mengidentifikasi peran kearifan lokal dalam menjaga keharmonisan masyarakat dan lingkungan di daerahnya.
  3. kreativitas — elemen: Menghasilkan karya dan tindakan orisinal
    Peserta didik merancang dan membuat karya sederhana yang merepresentasikan salah satu bentuk kearifan lokal di Indonesia.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMemahami Lingkungan dan Keberlanjutan
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai bentuk kearifan lokal yang ada di Indonesia, serta menganalisis peran dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya untuk keberlanjutan hidup masyarakat dan lingkungan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualKearifan lokal meliputi berbagai bentuk nyata seperti rumah adat, upacara tradisional, dan cara bercocok tanam ramah lingkungan.
KonseptualKearifan lokal adalah pandangan hidup dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun, mengandung nilai-nilai luhur untuk menjaga keseimbangan alam dan sosial.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah mengidentifikasi, menganalisis, dan mempresentasikan bentuk-bentuk kearifan lokal.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya melestarikan kearifan lokal sebagai identitas bangsa dan sumber pembelajaran hidup.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMengenali dan menghargai kearifan lokal sebagai bentuk syukur atas keberagaman ciptaan Allah SWT dan anugerah-Nya kepada bangsa Indonesia.
2. Cinta IlmuMeningkatkan rasa ingin tahu dan semangat belajar untuk mendalami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap bentuk kearifan lokal.
3. Cinta LingkunganMendorong kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan melalui praktik-praktik kearifan lokal yang ramah alam.
4. Cinta Diri dan SesamaMenumbuhkan sikap toleransi, gotong royong, dan saling menghargai antar sesama dalam memahami keberagaman kearifan lokal.
5. Cinta Tanah AirMenumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air dengan melestarikan serta memperkenalkan kekayaan kearifan lokal Indonesia.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga contoh kearifan lokal yang ada di Indonesia dengan tepat.
  2. Dengan membaca teks dan melakukan wawancara sederhana, peserta didik dapat menganalisis nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kearifan lokal dengan runtut.
  3. Setelah melakukan studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan peran kearifan lokal dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan sosial dengan jelas.
  4. Melalui proyek pembuatan maket, peserta didik dapat merancang dan membuat karya sederhana yang merepresentasikan salah satu bentuk kearifan lokal dengan kreatif.
  5. Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik dapat mempresentasikan hasil karyanya tentang kearifan lokal dengan percaya diri dan komunikatif.
Halaman 2 · Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Kearifan lokal bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga solusi cerdas yang relevan untuk tantangan masa kini dan masa depan, mengajarkan kita hidup selaras dengan alam dan sesama.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa nenek moyang kita punya cara-cara unik yang berbeda-beda untuk hidup dan menjaga alam?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Agama Islam: Kearifan lokal sebagai wujud syukur atas nikmat Allah SWT berupa keragaman budaya dan upaya menjaga alam ciptaan-Nya.
Bahasa Indonesia: Mengembangkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis melalui diskusi, wawancara, dan presentasi proyek.
Seni Budaya: Apresiasi terhadap bentuk-bentuk seni dalam kearifan lokal seperti tari, musik, atau kerajinan tradisional.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi untuk berbagi cerita tentang kearifan lokal di daerah asal mereka atau daerah tempat tinggal, memperkaya informasi peserta didik.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur menjadi area diskusi kelompok yang fleksibel, dengan sudut pajang karya untuk presentasi proyek yang aman dan nyaman.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video dokumenter pendek tentang kearifan lokal dan penggunaan perangkat lunak presentasi sederhana untuk penyajian hasil proyek.
Halaman 3 · Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProject Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga contoh kearifan lokal yang ada di Indonesia dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitIce breaking: Tebak Gerakan Adat: Guru memperagakan beberapa gerakan tari atau ritual adat sederhana tanpa suara, peserta didik menebak asalnya. Pemenang melanjutkan peragaan.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan melakukan presensi.
  2. Apersepsi: Guru menayangkan video singkat tentang keragaman budaya Indonesia dan bertanya, 'Apa yang kalian rasakan saat melihat keindahan budaya kita? Ada yang tahu mengapa kita memiliki banyak sekali cara hidup yang berbeda-beda?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi kearifan lokal dan menjelaskan bahwa mereka akan mengerjakan proyek sederhana untuk mendalaminya, serta menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Mengapa nenek moyang kita punya cara-cara unik yang berbeda-beda untuk hidup dan menjaga alam?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru mengajak peserta didik merumuskan pertanyaan inti terkait kearifan lokal, misalnya: 'Apa saja bentuk kearifan lokal yang ada di Indonesia dan bagaimana kita bisa mempelajarinya?'
  2. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil yang heterogen.
  3. Guru menunjukkan beberapa gambar kearifan lokal (misalnya: rumah adat, subak di Bali, tradisi Sasi di Maluku) dan meminta peserta didik mengamati dengan seksama.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Setiap kelompok berdiskusi untuk memilih satu jenis kearifan lokal yang menarik perhatian mereka dari gambar yang ditunjukkan atau dari pengetahuan mereka sebelumnya.
  2. Peserta didik dalam kelompok membuat rencana proyek sederhana untuk mencari informasi lebih lanjut tentang kearifan lokal pilihan mereka, termasuk jenis karya yang akan dibuat (maket, poster, infografis) dan pembagian tugas.
  3. Guru membagikan LKPD 'Jejak Kearifan Lokal' dan menjelaskan petunjuk pengisiannya sebagai panduan awal proyek.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan rencana proyek awal mereka di depan kelas, termasuk kearifan lokal yang dipilih dan ide karya yang akan dibuat.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap rencana proyek setiap kelompok, memastikan relevansi dan kelayakan proyek.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya kearifan lokal sebagai warisan budaya dan sumber nilai-nilai luhur.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pengertian dan contoh awal kearifan lokal.
  2. Refleksi & Apresiasi: Guru mengajak peserta didik untuk berbagi perasaan mereka tentang rencana proyek yang akan dikerjakan dan memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif yang muncul.
  3. Guru memberikan tugas untuk mulai mengumpulkan bahan dan informasi awal untuk proyek mereka di rumah, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProject Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan membaca teks dan melakukan wawancara sederhana, peserta didik dapat menganalisis nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kearifan lokal dengan runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitIce breaking: Rantai Kata Kearifan: Guru menyebut satu kata terkait kearifan lokal (misal: 'adat'), peserta didik berikutnya menyebut kata lain yang berhubungan (misal: 'rumah'), dan seterusnya, membentuk rantai makna. Jika terhenti, kelompok lain melanjutkan.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan melakukan presensi.
  2. Apersepsi: Guru bertanya, 'Siapa yang sudah mulai mencari informasi tentang kearifan lokal pilihannya? Apa hal menarik yang kalian temukan?'
  3. Guru mengingatkan kembali tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis nilai-nilai luhur dalam kearifan lokal dan melanjutkan pengerjaan proyek.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menyusun jadwal: Setiap kelompok meninjau kembali rencana proyek mereka dan membuat jadwal kerja yang lebih detail untuk menyelesaikan proyek, termasuk kapan akan mengumpulkan data dan kapan akan membuat karya.
  2. Guru membagikan bahan ajar mengenai nilai-nilai luhur dalam kearifan lokal (misalnya: gotong royong, menjaga lingkungan, toleransi).
  3. Peserta didik dalam kelompok membaca dan mendiskusikan bahan ajar tersebut, mengaitkannya dengan kearifan lokal yang mereka pilih.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Memonitor kemajuan proyek: Peserta didik dalam kelompok mulai mengolah informasi yang sudah mereka kumpulkan atau hasil wawancara sederhana (jika memungkinkan) untuk mengidentifikasi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kearifan lokal mereka.
  2. Setiap kelompok mengisi bagian analisis nilai-nilai luhur dalam LKPD 'Jejak Kearifan Lokal' berdasarkan informasi yang ditemukan.
  3. Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memberikan arahan, dan memastikan mereka memahami hubungan antara kearifan lokal dengan nilai-nilai luhur.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Perwakilan kelompok mempresentasikan analisis singkat mereka tentang nilai-nilai luhur dalam kearifan lokal pilihan mereka.
  2. Guru memberikan umpan balik tentang kedalaman analisis dan relevansi nilai-nilai yang ditemukan.
  3. Guru memberikan penguatan bahwa nilai-nilai luhur dalam kearifan lokal sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya nilai-nilai luhur dalam kearifan lokal.
  2. Refleksi & Apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik dalam menganalisis dan mendorong mereka untuk terus semangat menyelesaikan proyek.
  3. Guru mengingatkan peserta didik untuk melanjutkan pengerjaan karya proyek di rumah dan membawa semua bahan yang diperlukan untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · AYO MENGAMATI!Jejak Kearifan Lokal
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu dapat mengidentifikasi, menganalisis nilai, dan menjelaskan peran kearifan lokal.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.

Info singkat: Indonesia adalah negara kaya raya dengan beragam budaya. Di setiap daerah, ada cara hidup dan pengetahuan unik yang diwariskan dari nenek moyang kita.

Alat & bahan: Gambar kearifan lokal, alat tulis, kertas HVS, bahan untuk maket (kardus bekas, lem, gunting, pewarna), lembar wawancara sederhana

Langkah kerja:

  1. Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
    12345Mendatar4. Sistem irigasi tradisional danadat di Bali.5. Aturan adat di Maluku untukmelarang pengambilan hasilalam pada waktu tertentu.Menurun1. Pengaturan atau pengairan airuntuk lahan pertanian.2. Mulia, tinggi, atau terhormat.3. Komunitas makhluk hidup danlingkungan fisiknya yangsaling berinteraksi.
    Gambar 1. Teka-teki silang
  2. Amati kearifan lokal yang ditunjukkan gurumu, lalu diskusikan dengan kelompokmu apa yang kalian lihat.
  3. Pilih satu kearifan lokal yang paling menarik perhatian kelompokmu, lalu tuliskan nama kearifan lokal tersebut di kolom 'Nama Kearifan Lokal'.
  4. Cari tahu lebih banyak tentang kearifan lokal pilihanmu (bisa dari buku, internet, atau wawancara singkat), lalu catat informasi penting di kolom 'Deskripsi Singkat'.
  5. Identifikasi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kearifan lokal tersebut (misalnya: gotong royong, menjaga lingkungan, toleransi) dan tuliskan di kolom 'Nilai Luhur'.
  6. Jelaskan peran kearifan lokal tersebut dalam menjaga keberlanjutan lingkungan atau kehidupan sosial di kolom 'Peran'.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang budaya di daerahmu?
  2. Sebutkan satu contoh tradisi yang pernah kamu lihat atau ikuti!
  3. Menurutmu, mengapa orang-orang zaman dulu punya cara hidup yang berbeda dengan kita sekarang?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan bimbingan guru terhadap progres proyek.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek (maket/poster) dan presentasi kelompok berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi minimal tiga contoh kearifan lokal yang ada di Indonesia dengan tepat.Pengertian dan contoh kearifan lokal.2 JPkewargaan
2Menganalisis nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kearifan lokal dengan runtut.Nilai-nilai luhur dalam kearifan lokal.2 JPkeimanan dan ketakwaan
3Merancang dan membuat karya sederhana yang merepresentasikan salah satu bentuk kearifan lokal dengan kreatif.Proyek kearifan lokal.2 JPkreativitas
4Mempresentasikan hasil karyanya tentang kearifan lokal dengan percaya diri dan komunikatif.Presentasi proyek kearifan lokal.2 JPkomunikasi
Halaman 8 · Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Indonesia adalah negara kaya raya dengan beragam budaya. Di setiap daerah, ada cara hidup dan pengetahuan unik yang diwariskan dari nenek moyang kita. Inilah yang kita sebut 'kearifan lokal'. Kearifan lokal adalah harta karun yang mengajarkan kita banyak hal tentang bagaimana hidup selaras dengan alam dan sesama.

1. Apa Itu Kearifan Lokal?
Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat adat atau komunitas tertentu, diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pengetahuan ini biasanya bersifat lokal dan terintegrasi dengan budaya serta lingkungan sekitar. Kearifan lokal bukan hanya tentang tradisi lama, tetapi juga cara-cara cerdas masyarakat dalam menghadapi tantangan hidup, seperti menjaga lingkungan, berinteraksi sosial, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contohnya, cara bercocok tanam yang ramah lingkungan atau aturan adat yang menjaga hutan.

2. Ciri-ciri Kearifan Lokal
Kearifan lokal memiliki beberapa ciri khas. Pertama, bersifat lokal, artinya hanya berlaku atau dikenal di daerah tertentu. Kedua, diwariskan secara lisan atau melalui praktik langsung dari generasi tua ke generasi muda. Ketiga, mengandung nilai-nilai moral dan etika yang kuat, seringkali berkaitan dengan ajaran agama atau kepercayaan setempat. Keempat, adaptif dan mampu bertahan menghadapi perubahan zaman, meski kadang perlu penyesuaian. Kelima, berfungsi untuk menjaga keseimbangan alam dan sosial, serta memecahkan masalah yang ada di masyarakat.

3. Contoh-contoh Kearifan Lokal di Indonesia
Indonesia memiliki banyak sekali contoh kearifan lokal. Misalnya, 'Subak' di Bali, yaitu sistem irigasi tradisional yang diatur secara adat untuk mengairi sawah. Ada juga 'Sasi' di Maluku, aturan adat untuk melarang pengambilan hasil laut atau hutan pada waktu tertentu agar sumber daya tidak cepat habis. Di Kalimantan, ada 'Hutan Larangan' yang tidak boleh dimasuki sembarangan untuk menjaga kelestarian hutan. Contoh lain adalah 'Pahomba' atau pacuan kuda tradisional di Sumba, yang bukan hanya hiburan tetapi juga ritual kesuburan tanah.

4. Nilai-nilai Luhur dalam Kearifan Lokal
Setiap kearifan lokal mengandung nilai-nilai luhur yang sangat berharga. Nilai-nilai ini bisa berupa gotong royong atau kebersamaan, seperti dalam tradisi 'Mappalili' di Sulawesi Selatan saat menanam padi. Ada juga nilai menjaga kelestarian alam, seperti dalam sistem 'Hutan Adat' di berbagai daerah. Nilai toleransi dan saling menghormati juga sering ditemukan, misalnya dalam tradisi 'Sedekah Bumi' yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Nilai kejujuran dan keadilan juga menjadi fondasi penting dalam banyak aturan adat.

5. Peran Kearifan Lokal bagi Lingkungan
Kearifan lokal memainkan peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Banyak praktik tradisional yang ternyata sangat ramah lingkungan dan berkelanjutan. Misalnya, cara bertani tanpa bahan kimia, pengelolaan air yang efisien, atau aturan adat yang melarang perburuan hewan langka. Masyarakat adat seringkali memiliki pemahaman mendalam tentang ekosistem lokal mereka dan mengembangkan cara hidup yang tidak merusak alam. Ini menunjukkan bahwa kearifan lokal adalah solusi cerdas untuk menjaga bumi kita tetap lestari.

6. Peran Kearifan Lokal bagi Kehidupan Sosial
Selain menjaga lingkungan, kearifan lokal juga sangat berperan dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial. Aturan-aturan adat seringkali mengatur hubungan antarwarga, penyelesaian konflik, dan pembagian tugas dalam masyarakat. Nilai-nilai seperti musyawarah untuk mufakat, saling tolong-menolong, dan menghormati orang yang lebih tua menjadi perekat sosial yang kuat. Dengan adanya kearifan lokal, masyarakat memiliki pedoman hidup yang jelas, sehingga tercipta ketertiban, kedamaian, dan rasa persatuan yang kuat.

7. Melestarikan Kearifan Lokal
Melestarikan kearifan lokal adalah tanggung jawab kita bersama. Ini bisa dilakukan dengan mempelajari dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, ikut serta dalam kegiatan adat, atau menceritakan kembali kisah-kisah tradisional kepada generasi muda. Pemerintah dan masyarakat juga perlu bekerja sama untuk melindungi situs-situs budaya dan mendukung praktik-praktik kearifan lokal agar tidak punah. Dengan melestarikan kearifan lokal, kita tidak hanya menjaga warisan nenek moyang, tetapi juga memperkaya identitas bangsa dan menemukan solusi untuk masalah masa kini.

Rangkuman: Kearifan lokal adalah warisan budaya tak ternilai yang berisi pandangan hidup, pengetahuan, dan praktik cerdas dari nenek moyang kita. Ia memiliki ciri khas lokal, diwariskan turun-temurun, dan mengandung nilai-nilai luhur. Contohnya Subak di Bali atau Sasi di Maluku. Kearifan lokal berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keharmonisan sosial, serta menjadi identitas bangsa yang harus kita lestarikan.

Halaman 9 · Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Kearifan LokalPandangan hidup dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun oleh suatu komunitas.
SubakSistem irigasi tradisional dan adat di Bali.
SasiAturan adat di Maluku untuk melarang pengambilan hasil alam pada waktu tertentu.
IrigasiPengaturan atau pengairan air untuk lahan pertanian.
EkosistemKomunitas makhluk hidup dan lingkungan fisiknya yang saling berinteraksi.
LuhurMulia, tinggi, atau terhormat.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Kearifan Lokal" mata pelajaran IPAS Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Kearifan Lokal ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaIPAS · Kelas VIPeta Konsep
Kearifan LokalApa Itu Kearifan Lokal?Ciri-ciri Kearifan LokalContoh-contoh Kearifan Lokal di IndonesiaNilai-nilai Luhur dalam Kearifan LokalPeran Kearifan Lokal bagi Lingkungan
Dari sub-bab Kearifan LokalHalaman 12
Nama sekolah AndaIPAS · Kelas VIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaIPAS · Kelas VILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaIPAS · Kelas VIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaIPAS · Kelas VIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaIPAS · Kelas VIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanKewargaanKreativitas
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS + analisis butir soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Kearifan Lokal yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

📝 Butuh soal ujiannya juga?

Materi Kearifan Lokal masuk ujian semester IPAS Kelas VI. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.

Mesin Soal IPAS Kelas VI →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar IPAS kelas 6 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VI dan kelas 6 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kearifan Lokal pada IPAS MI, Fase C, elemen Memahami Lingkungan dan Keberlanjutan.

Modul Kearifan Lokal ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kearifan Lokal untuk IPAS kelas VI.

Apakah modul ajar IPAS materi Kearifan Lokal ini gratis?

Ya. Modul Kearifan Lokal untuk kelas VI MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Kearifan Lokal ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPAS kelas VI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Kearifan Lokal ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kearifan Lokal dapat Anda sesuaikan dengan murid IPAS kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar IPAS kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Kearifan Lokal ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase C untuk kelas VI MI. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kearifan Lokal tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kearifan Lokal untuk IPAS kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Kearifan Lokal ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPAS kelas VI MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kearifan Lokal beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPAS kelas VI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul IPAS ini cocok untuk MI negeri, swasta, maupun SD?

Ya. Kop, logo, dan nama MI Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SD, pilih jenjang SD saat mengisi borang: materi Kearifan Lokal yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPAS SD ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar IPAS MISemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.