Modul Ajar & RPP Prakarya Kelas IX
Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Prakarya |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis bahan keras alami dan buatan yang ada di lingkungan sekitar.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kreativitas, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Kerajinan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menciptakan produk kerajinan dari bahan keras yang ada di lingkungan sekitar, dengan mempertimbangkan aspek fungsional, estetika, dan keberlanjutan, serta memahami potensi ekonomi dan nilai budaya produk tersebut. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kerajinan ukiran kayu Jepara dan anyaman bambu Tasikmalaya adalah contoh nyata kerajinan bahan keras kayu dan bambu yang memiliki nilai ekonomi tinggi. |
| Konseptual | Prinsip dasar kerajinan bahan keras kayu dan bambu meliputi teknik pembentukan, pengukiran, penganyaman, dan finishing untuk menghasilkan produk fungsional dan estetis. |
| Prosedural | Proses pembuatan kerajinan bahan keras kayu dan bambu melibatkan tahapan perencanaan, pemilihan bahan, pembentukan, penghalusan, dan penyelesaian akhir. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya merancang produk kerajinan yang inovatif dan bernilai jual, serta memahami proses berpikir kreatif dalam mengatasi tantangan produksi. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis kayu dan bambu sebagai bahan keras kerajinan dengan tepat.
- Setelah menganalisis karakteristik bahan, peserta didik mampu merancang desain produk kerajinan berbahan kayu atau bambu yang fungsional dan estetis secara kolaboratif.
- Dengan bimbingan guru dan alat yang tersedia, peserta didik dapat menerapkan teknik dasar pembentukan dan penghalusan kerajinan kayu atau bambu sesuai desain yang telah dibuat.
- Melalui praktik langsung, peserta didik dapat menghasilkan produk kerajinan sederhana berbahan kayu atau bambu dengan memperhatikan kerapian dan keamanan kerja.
- Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik dapat mempresentasikan hasil karya kerajinan mereka dengan percaya diri dan menjelaskan nilai-nilai keunikan produk.
Pemahaman bermakna: Memahami potensi kayu dan bambu sebagai bahan baku kerajinan dapat mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi, sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa mengubah sebatang kayu atau bambu bekas menjadi karya seni atau benda fungsional yang memiliki nilai jual tinggi?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Memahami unsur estetika, bentuk, dan filosofi dalam karya kerajinan tradisional kayu dan bambu. Ilmu Pengetahuan Alam: Mengenali sifat fisik kayu dan bambu, serta pengaruhnya terhadap proses pengolahan dan kekuatan produk. Matematika: Menerapkan konsep pengukuran, skala, dan perhitungan biaya dalam perencanaan dan pembuatan kerajinan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas dapat diajak berpartisipasi dengan berbagi pengalaman dalam mengolah kayu atau bambu, atau menyediakan bahan baku lokal. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilakukan di ruang kelas yang dilengkapi meja kerja memadai dan area praktik di luar kelas yang aman untuk proses pemotongan dan penghalusan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan internet untuk mencari inspirasi desain kerajinan, melihat tutorial teknik dasar, dan mendokumentasikan proses proyek melalui foto/video. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis kayu dan bambu sebagai bahan keras kerajinan dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan bimbingan guru dan alat yang tersedia, peserta didik dapat menerapkan teknik dasar pembentukan dan penghalusan kerajinan kayu atau bambu sesuai desain yang telah dibuat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik dapat mempresentasikan hasil karya kerajinan mereka dengan percaya diri dan menjelaskan nilai-nilai keunikan produk. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik dan potensi kayu serta bambu sebagai bahan kerajinan.
Alat & bahan: Sampel potongan kayu (jati, mahoni), sampel potongan bambu (apus, petung), alat tulis, penggaris
Langkah kerja:
- Tuliskan jenis setiap bahan kerajinan pada tabel berikut, lalu tuliskan satu produk dari setiap bahan.
Gambar 1. Tabel - Amati dengan saksama sampel potongan kayu dan bambu yang tersedia di meja kelompok kalian.
- Sentuh dan rasakan tekstur permukaan masing-masing sampel, lalu catat hasilnya pada tabel.
- Diskusikan dalam kelompok keunggulan dan kelemahan masing-masing bahan untuk dijadikan kerajinan.
- Buatlah sketsa ide produk kerajinan sederhana dari kayu atau bambu yang paling sesuai dengan karakteristik bahan.
- Presentasikan hasil pengamatan dan ide sketsa kelompok kalian di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 jenis bahan keras yang kamu ketahui!
- Pernahkah kamu melihat kerajinan dari kayu atau bambu? Di mana?
- Menurutmu, apa bedanya kayu dan bambu sebagai bahan kerajinan?
- Alat apa saja yang biasa digunakan untuk membuat kerajinan dari kayu?
Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik selama kegiatan diskusi kelompok, praktik pembuatan, dan saat presentasi proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian produk kerajinan yang dihasilkan dan presentasi kelompok berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis kayu dan bambu sebagai bahan keras kerajinan dengan tepat. | Jenis dan karakteristik kayu/bambu | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Merancang desain produk kerajinan berbahan kayu atau bambu yang fungsional dan estetis secara kolaboratif. | Prinsip desain kerajinan, sketsa ide | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
| 3 | Menerapkan teknik dasar pembentukan dan penghalusan kerajinan kayu atau bambu sesuai desain. | Teknik dasar potong, bentuk, haluskan | 2 JP | Kemandirian, Kreativitas |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mensyukuri karunia Allah SWT atas kekayaan alam berupa kayu dan bambu sebagai bahan kerajinan yang bermanfaat, serta menjaga amanah dalam mengolahnya. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat menggali ilmu tentang karakteristik kayu dan bambu, serta teknik-teknik pengolahannya untuk menciptakan karya yang inovatif dan berkualitas. |
| 3. Cinta Lingkungan | Memanfaatkan sumber daya kayu dan bambu secara bijak dan bertanggung jawab, serta mengelola limbah sisa produksi kerajinan dengan baik untuk menjaga kelestarian alam. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membangun kerja sama yang harmonis dalam kelompok saat merancang dan membuat kerajinan, saling menghargai ide dan membantu satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mencintai dan melestarikan budaya bangsa melalui pengembangan kerajinan tradisional berbahan kayu dan bambu, serta bangga memperkenalkan karya lokal kepada dunia. |
Kerajinan dari bahan keras seperti kayu dan bambu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia. Kekayaan alam kita menyediakan beragam jenis kayu dan bambu yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai estetika dan fungsional tinggi. Melalui modul ini, kita akan menjelajahi potensi bahan-bahan ini, mempelajari teknik dasarnya, dan menciptakan karya-karya unik yang mencerminkan kreativitas dan kearifan lokal.
1. Mengenal Kayu sebagai Bahan Keras
Kayu adalah bahan alami yang banyak digunakan dalam kerajinan karena tekstur, kekuatan, dan keindahannya. Jenis kayu yang sering dipakai antara lain jati, mahoni, sonokeling, dan pinus. Setiap jenis kayu memiliki karakteristik unik, seperti serat, warna, dan tingkat kekerasan yang berbeda. Pemilihan jenis kayu sangat memengaruhi hasil akhir kerajinan. Kayu jati dikenal kuat dan tahan lama, cocok untuk ukiran detail. Mahoni lebih lunak dan mudah dibentuk, ideal untuk pahatan. Pemahaman karakteristik ini krusial dalam merancang produk kerajinan yang tepat guna dan bernilai estetika tinggi.
2. Mengenal Bambu sebagai Bahan Keras
Bambu merupakan bahan keras alami yang sangat fleksibel dan memiliki pertumbuhan cepat, menjadikannya pilihan ramah lingkungan untuk kerajinan. Jenis bambu seperti bambu apus, bambu petung, dan bambu wulung sering digunakan. Bambu apus memiliki serat yang halus dan lentur, cocok untuk anyaman. Bambu petung berdiameter besar dan kuat, sering dipakai untuk konstruksi atau furnitur. Keunggulan bambu terletak pada kelenturan, kekuatan, dan ketersediaannya yang melimpah. Teknik pengolahan bambu meliputi pemotongan, pembelahan, penganyaman, dan pengawetan untuk mencegah serangan hama.
3. Teknik Dasar Pengolahan Kayu
Pengolahan kayu dalam kerajinan melibatkan beberapa teknik dasar. Pertama, pemotongan menggunakan gergaji untuk membentuk ukuran yang diinginkan. Kedua, pembentukan dengan pahat atau ukir untuk menciptakan detail dan pola. Ketiga, penghalusan menggunakan amplas untuk mendapatkan permukaan yang mulus. Keempat, penyambungan dengan lem atau paku untuk menggabungkan beberapa bagian. Terakhir, finishing dengan cat, pernis, atau pelitur untuk melindungi kayu dan menambah nilai estetika. Setiap teknik membutuhkan ketelitian dan kesabaran untuk menghasilkan produk berkualitas.
4. Teknik Dasar Pengolahan Bambu
Pengolahan bambu memiliki teknik khas yang berbeda dari kayu. Setelah dipotong sesuai ukuran, bambu seringkali dibelah menjadi bilah-bilah tipis atau dipipihkan. Teknik anyaman adalah salah satu yang paling populer, di mana bilah bambu dianyam menjadi berbagai bentuk seperti keranjang, tikar, atau wadah. Selain anyaman, bambu juga bisa dibentuk dengan teknik pemanasan untuk melengkungkan, atau diukir. Finishing pada bambu umumnya menggunakan pernis atau lapisan anti rayap untuk menjaga keawetan dan keindahan alaminya. Keterampilan dalam teknik ini sangat penting untuk menciptakan kerajinan bambu yang kuat dan menarik.
5. Aspek Fungsional dan Estetika
Dalam membuat kerajinan bahan keras, dua aspek utama yang perlu diperhatikan adalah fungsionalitas dan estetika. Fungsionalitas berarti produk kerajinan harus memiliki kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari, seperti kotak pensil, tempat tisu, atau hiasan dinding. Sementara itu, estetika berkaitan dengan keindahan visual produk, meliputi bentuk, warna, tekstur, dan ornamen. Produk yang baik adalah perpaduan harmonis antara fungsi dan keindahan, sehingga tidak hanya berguna tetapi juga enak dipandang. Perencanaan desain yang matang akan memastikan kedua aspek ini terpenuhi secara optimal.
Rangkuman: Kerajinan bahan keras kayu dan bambu menawarkan potensi besar untuk kreativitas dan kemandirian. Pemahaman tentang jenis, karakteristik, dan teknik dasar pengolahan kayu dan bambu sangat penting. Proses berkarya melibatkan perencanaan desain, pembentukan, penghalusan, hingga finishing, dengan memperhatikan aspek fungsional dan estetika. Melalui praktik ini, peserta didik tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mengasah keterampilan, ketekunan, dan apresiasi terhadap warisan budaya.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Estetika | Cabang filosofi yang membahas keindahan dan seni. |
| Fungsional | Memiliki kegunaan atau fungsi praktis. |
| Finishing | Tahap akhir dalam proses pembuatan produk untuk memperindah dan melindungi permukaan. |
| Serat Kayu | Pola atau arah susunan sel-sel kayu yang memberikan tekstur khas. |
| Anyaman | Teknik membuat kerajinan dengan menyilangkan bahan-bahan secara teratur. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu" mata pelajaran Prakarya Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Prakarya Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi PakaiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKerajinan Media CampuranBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBudi Daya Ikan Hias dan UnggasBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengolahan Hasil Peternakan dan PerikananBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Rekayasa Elektronika DasarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisRancangan dan Biaya ProduksiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPemasaran ProdukBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Prakarya kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu pada Prakarya MTs, Fase D, elemen Kerajinan.
Modul Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu untuk Prakarya kelas IX.
Apakah modul ajar Prakarya materi Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu ini gratis?
Ya. Modul Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Prakarya kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Prakarya kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu dapat Anda sesuaikan dengan murid Prakarya kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Prakarya kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu untuk Prakarya kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Prakarya kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Prakarya kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Prakarya ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Prakarya SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.