MTsKelas IXFase D

Modul Ajar & RPP Prakarya Kelas IX
Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu

Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Kerajinan bahan keras kayu dan bambu menawarkan potensi besar untuk kreativitas dan kemandirian. Pemahaman tentang jenis, karakteristik, dan teknik dasar pengolahan kayu dan bambu sangat penting. Proses berkarya melibatkan perencanaan desain, pembentukan, penghalusan, hingga finishing, dengan memperhatikan aspek fungsional dan estetika. Melalui praktik ini, peserta didik tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mengasah keterampilan, ketekunan, dan apresiasi terhadap warisan budaya.

Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu
Prakarya · Kelas IX · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu
Prakarya · Fase D · Kelas IX · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPrakarya
Fase / KelasD / IX
Materi PokokKerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis bahan keras alami dan buatan yang ada di lingkungan sekitar.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kreativitas, kolaborasi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainKerajinan
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menciptakan produk kerajinan dari bahan keras yang ada di lingkungan sekitar, dengan mempertimbangkan aspek fungsional, estetika, dan keberlanjutan, serta memahami potensi ekonomi dan nilai budaya produk tersebut.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualKerajinan ukiran kayu Jepara dan anyaman bambu Tasikmalaya adalah contoh nyata kerajinan bahan keras kayu dan bambu yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
KonseptualPrinsip dasar kerajinan bahan keras kayu dan bambu meliputi teknik pembentukan, pengukiran, penganyaman, dan finishing untuk menghasilkan produk fungsional dan estetis.
ProseduralProses pembuatan kerajinan bahan keras kayu dan bambu melibatkan tahapan perencanaan, pemilihan bahan, pembentukan, penghalusan, dan penyelesaian akhir.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya merancang produk kerajinan yang inovatif dan bernilai jual, serta memahami proses berpikir kreatif dalam mengatasi tantangan produksi.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis kayu dan bambu sebagai bahan keras kerajinan dengan tepat.
  2. Setelah menganalisis karakteristik bahan, peserta didik mampu merancang desain produk kerajinan berbahan kayu atau bambu yang fungsional dan estetis secara kolaboratif.
  3. Dengan bimbingan guru dan alat yang tersedia, peserta didik dapat menerapkan teknik dasar pembentukan dan penghalusan kerajinan kayu atau bambu sesuai desain yang telah dibuat.
  4. Melalui praktik langsung, peserta didik dapat menghasilkan produk kerajinan sederhana berbahan kayu atau bambu dengan memperhatikan kerapian dan keamanan kerja.
  5. Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik dapat mempresentasikan hasil karya kerajinan mereka dengan percaya diri dan menjelaskan nilai-nilai keunikan produk.
Halaman 2 · Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami potensi kayu dan bambu sebagai bahan baku kerajinan dapat mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi, sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa mengubah sebatang kayu atau bambu bekas menjadi karya seni atau benda fungsional yang memiliki nilai jual tinggi?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Memahami unsur estetika, bentuk, dan filosofi dalam karya kerajinan tradisional kayu dan bambu.
Ilmu Pengetahuan Alam: Mengenali sifat fisik kayu dan bambu, serta pengaruhnya terhadap proses pengolahan dan kekuatan produk.
Matematika: Menerapkan konsep pengukuran, skala, dan perhitungan biaya dalam perencanaan dan pembuatan kerajinan.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau komunitas dapat diajak berpartisipasi dengan berbagi pengalaman dalam mengolah kayu atau bambu, atau menyediakan bahan baku lokal.
Lingkungan PembelajaranPembelajaran dilakukan di ruang kelas yang dilengkapi meja kerja memadai dan area praktik di luar kelas yang aman untuk proses pemotongan dan penghalusan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPeserta didik menggunakan internet untuk mencari inspirasi desain kerajinan, melihat tutorial teknik dasar, dan mendokumentasikan proses proyek melalui foto/video.
Halaman 3 · Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis kayu dan bambu sebagai bahan keras kerajinan dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru menampilkan beberapa gambar produk kerajinan dari kayu dan bambu, lalu bertanya: 'Apa saja benda-benda ini? Terbuat dari apa? Bagaimana perasaan kalian melihatnya?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi jenis kayu dan bambu serta merancang proyek kerajinan, dan menjelaskan pertanyaan pemantik untuk memicu ide awal.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru mengajak peserta didik untuk merumuskan pertanyaan inti terkait potensi kayu dan bambu di lingkungan sekitar mereka sebagai bahan kerajinan.
  2. Guru menayangkan video singkat tentang proses pembuatan kerajinan dari kayu dan bambu di pedesaan, kemudian meminta peserta didik mencatat jenis-jenis kayu dan bambu yang digunakan.
  3. Peserta didik dalam kelompok kecil mengidentifikasi karakteristik fisik (tekstur, warna, kekuatan) dari berbagai sampel kayu dan bambu yang disediakan guru (misalnya: potongan kayu jati, mahoni, bambu apus, bambu petung).
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Setiap kelompok mendiskusikan ide produk kerajinan berbahan kayu atau bambu yang dapat dibuat, dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan di lingkungan sekitar dan fungsi produk.
  2. Peserta didik membuat sketsa awal desain produk kerajinan yang fungsional dan memiliki nilai estetika, termasuk daftar alat dan bahan yang dibutuhkan.
  3. Guru memberikan umpan balik awal terhadap sketsa desain dan rencana kerja setiap kelompok untuk memastikan kelayakan dan keamanan proyek.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan sketsa desain dan rencana proyek mereka di depan kelas, menjelaskan alasan pemilihan bahan dan konsep desainnya.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan konstruktif terhadap presentasi, difasilitasi oleh guru.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya perencanaan yang matang dalam proyek kerajinan, serta mengapresiasi ide-ide kreatif yang muncul.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan jenis-jenis kayu dan bambu yang cocok untuk kerajinan dan pentingnya perencanaan desain.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengingatkan untuk mempersiapkan alat serta bahan yang disepakati untuk pertemuan berikutnya.
  3. Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan bimbingan guru dan alat yang tersedia, peserta didik dapat menerapkan teknik dasar pembentukan dan penghalusan kerajinan kayu atau bambu sesuai desain yang telah dibuat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengingatkan kembali proyek kerajinan yang telah dirancang pada pertemuan sebelumnya dan bertanya: 'Apakah kalian sudah siap memulai proses pembuatan kerajinan hari ini?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memulai praktik pembuatan kerajinan dan menekankan pentingnya keselamatan kerja selama proses produksi.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menyusun jadwal: Guru memfasilitasi setiap kelompok untuk menyusun jadwal kerja yang realistis untuk menyelesaikan proyek kerajinan, termasuk pembagian tugas antar anggota.
  2. Guru mendemonstrasikan teknik dasar pemotongan, pembentukan, dan penghalusan kayu/bambu dengan aman menggunakan alat-alat sederhana (misal: gergaji tangan, pahat kecil, amplas).
  3. Peserta didik mengamati dan bertanya tentang teknik yang didemonstrasikan, serta mendiskusikan potensi kesulitan yang mungkin dihadapi dalam pengerjaan proyek.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Memonitor kemajuan proyek: Setiap kelompok mulai mengerjakan proyek kerajinan mereka sesuai dengan desain dan jadwal yang telah disusun, dengan fokus pada pembentukan bahan dasar.
  2. Peserta didik secara bergantian mempraktikkan teknik pemotongan, pembentukan, dan penghalusan di bawah pengawasan guru, saling membantu dan berkolaborasi dalam kelompok.
  3. Guru berkeliling membimbing, memberikan saran teknis, dan memastikan peserta didik bekerja dengan aman dan efisien.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Setiap kelompok menunjukkan progress proyek mereka, menjelaskan tantangan yang dihadapi dan solusi yang ditemukan.
  2. Guru memberikan umpan balik langsung terhadap teknik yang digunakan dan kualitas pekerjaan yang telah dicapai, serta memberikan motivasi.
  3. Peserta didik mencatat perbaikan yang perlu dilakukan dan merencanakan langkah selanjutnya untuk penyelesaian proyek.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pelajaran hari ini tentang teknik dasar kerajinan dan pentingnya kerja sama tim.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik atas semangat dan kerja keras mereka, serta mengingatkan untuk menjaga kebersihan area kerja.
  3. Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 3Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik dapat mempresentasikan hasil karya kerajinan mereka dengan percaya diri dan menjelaskan nilai-nilai keunikan produk.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengingatkan kembali proyek kerajinan yang akan diselesaikan dan dipresentasikan hari ini: 'Sudah sejauh mana persiapan presentasi karya kalian?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyelesaikan, menguji, dan mempresentasikan karya, serta menekankan pentingnya apresiasi terhadap hasil kerja keras.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menguji hasil: Setiap kelompok melakukan finishing pada produk kerajinan mereka, seperti menghaluskan permukaan, mengecat, atau melapisinya agar terlihat rapi dan menarik.
  2. Peserta didik memeriksa kembali fungsi dan estetika produk yang telah dibuat, memastikan kesesuaian dengan desain awal dan standar kualitas yang diharapkan.
  3. Guru memberikan arahan terakhir tentang teknik finishing yang tepat dan membantu jika ada kesulitan teknis.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengevaluasi pengalaman: Setiap kelompok menyiapkan presentasi tentang produk kerajinan mereka, meliputi proses pembuatan, tantangan yang dihadapi, solusi, dan nilai keunikan produk.
  2. Peserta didik secara bergiliran mempresentasikan produk kerajinan mereka di depan kelas, menjelaskan setiap tahapan dan menjawab pertanyaan dari teman atau guru.
  3. Peserta didik lain memberikan pertanyaan dan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan produk yang ditampilkan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Guru memimpin diskusi kelas untuk mengevaluasi keseluruhan proses proyek, mulai dari perencanaan hingga presentasi, menyoroti keberhasilan dan area yang perlu ditingkatkan.
  2. Guru memberikan umpan balik menyeluruh kepada setiap kelompok, mengapresiasi kreativitas, kerja sama, dan kualitas produk yang dihasilkan.
  3. Peserta didik melakukan refleksi diri tentang pengalaman belajar mereka dalam membuat kerajinan dari bahan keras kayu dan bambu.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran tentang kerajinan bahan keras kayu dan bambu, termasuk nilai-nilai yang dapat dipetik dari proses berkarya.
  2. Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas dedikasi, kreativitas, dan hasil karya mereka yang membanggakan, serta mendorong untuk terus berkarya.
  3. Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam, mengajak peserta didik untuk menjaga kebersihan dan kerapian kelas.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKEksplorasi Kayu & BambuNama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik dan potensi kayu serta bambu sebagai bahan kerajinan.

Alat & bahan: Sampel potongan kayu (jati, mahoni), sampel potongan bambu (apus, petung), alat tulis, penggaris

Langkah kerja:

  1. Tuliskan jenis setiap bahan kerajinan pada tabel berikut, lalu tuliskan satu produk dari setiap bahan.
    Bahan kerajinanBahanJenis bahanKayuBambuSabunBatu
    Gambar 1. Tabel
  2. Amati dengan saksama sampel potongan kayu dan bambu yang tersedia di meja kelompok kalian.
  3. Sentuh dan rasakan tekstur permukaan masing-masing sampel, lalu catat hasilnya pada tabel.
  4. Diskusikan dalam kelompok keunggulan dan kelemahan masing-masing bahan untuk dijadikan kerajinan.
  5. Buatlah sketsa ide produk kerajinan sederhana dari kayu atau bambu yang paling sesuai dengan karakteristik bahan.
  6. Presentasikan hasil pengamatan dan ide sketsa kelompok kalian di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Sebutkan 3 jenis bahan keras yang kamu ketahui!
  2. Pernahkah kamu melihat kerajinan dari kayu atau bambu? Di mana?
  3. Menurutmu, apa bedanya kayu dan bambu sebagai bahan kerajinan?
  4. Alat apa saja yang biasa digunakan untuk membuat kerajinan dari kayu?

Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik selama kegiatan diskusi kelompok, praktik pembuatan, dan saat presentasi proyek.

Sumatif (akhir): Penilaian produk kerajinan yang dihasilkan dan presentasi kelompok berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi jenis-jenis kayu dan bambu sebagai bahan keras kerajinan dengan tepat.Jenis dan karakteristik kayu/bambu2 JPPenalaran Kritis
2Merancang desain produk kerajinan berbahan kayu atau bambu yang fungsional dan estetis secara kolaboratif.Prinsip desain kerajinan, sketsa ide2 JPKreativitas, Kolaborasi
3Menerapkan teknik dasar pembentukan dan penghalusan kerajinan kayu atau bambu sesuai desain.Teknik dasar potong, bentuk, haluskan2 JPKemandirian, Kreativitas

Integrasi Panca Cinta (KBC):

Nilai CintaWujud dalam Pembelajaran
1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMensyukuri karunia Allah SWT atas kekayaan alam berupa kayu dan bambu sebagai bahan kerajinan yang bermanfaat, serta menjaga amanah dalam mengolahnya.
2. Cinta IlmuBersemangat menggali ilmu tentang karakteristik kayu dan bambu, serta teknik-teknik pengolahannya untuk menciptakan karya yang inovatif dan berkualitas.
3. Cinta LingkunganMemanfaatkan sumber daya kayu dan bambu secara bijak dan bertanggung jawab, serta mengelola limbah sisa produksi kerajinan dengan baik untuk menjaga kelestarian alam.
4. Cinta Diri dan SesamaMembangun kerja sama yang harmonis dalam kelompok saat merancang dan membuat kerajinan, saling menghargai ide dan membantu satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama.
5. Cinta Tanah AirMencintai dan melestarikan budaya bangsa melalui pengembangan kerajinan tradisional berbahan kayu dan bambu, serta bangga memperkenalkan karya lokal kepada dunia.
Halaman 9 · Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Kerajinan dari bahan keras seperti kayu dan bambu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia. Kekayaan alam kita menyediakan beragam jenis kayu dan bambu yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai estetika dan fungsional tinggi. Melalui modul ini, kita akan menjelajahi potensi bahan-bahan ini, mempelajari teknik dasarnya, dan menciptakan karya-karya unik yang mencerminkan kreativitas dan kearifan lokal.

1. Mengenal Kayu sebagai Bahan Keras
Kayu adalah bahan alami yang banyak digunakan dalam kerajinan karena tekstur, kekuatan, dan keindahannya. Jenis kayu yang sering dipakai antara lain jati, mahoni, sonokeling, dan pinus. Setiap jenis kayu memiliki karakteristik unik, seperti serat, warna, dan tingkat kekerasan yang berbeda. Pemilihan jenis kayu sangat memengaruhi hasil akhir kerajinan. Kayu jati dikenal kuat dan tahan lama, cocok untuk ukiran detail. Mahoni lebih lunak dan mudah dibentuk, ideal untuk pahatan. Pemahaman karakteristik ini krusial dalam merancang produk kerajinan yang tepat guna dan bernilai estetika tinggi.

2. Mengenal Bambu sebagai Bahan Keras
Bambu merupakan bahan keras alami yang sangat fleksibel dan memiliki pertumbuhan cepat, menjadikannya pilihan ramah lingkungan untuk kerajinan. Jenis bambu seperti bambu apus, bambu petung, dan bambu wulung sering digunakan. Bambu apus memiliki serat yang halus dan lentur, cocok untuk anyaman. Bambu petung berdiameter besar dan kuat, sering dipakai untuk konstruksi atau furnitur. Keunggulan bambu terletak pada kelenturan, kekuatan, dan ketersediaannya yang melimpah. Teknik pengolahan bambu meliputi pemotongan, pembelahan, penganyaman, dan pengawetan untuk mencegah serangan hama.

3. Teknik Dasar Pengolahan Kayu
Pengolahan kayu dalam kerajinan melibatkan beberapa teknik dasar. Pertama, pemotongan menggunakan gergaji untuk membentuk ukuran yang diinginkan. Kedua, pembentukan dengan pahat atau ukir untuk menciptakan detail dan pola. Ketiga, penghalusan menggunakan amplas untuk mendapatkan permukaan yang mulus. Keempat, penyambungan dengan lem atau paku untuk menggabungkan beberapa bagian. Terakhir, finishing dengan cat, pernis, atau pelitur untuk melindungi kayu dan menambah nilai estetika. Setiap teknik membutuhkan ketelitian dan kesabaran untuk menghasilkan produk berkualitas.

4. Teknik Dasar Pengolahan Bambu
Pengolahan bambu memiliki teknik khas yang berbeda dari kayu. Setelah dipotong sesuai ukuran, bambu seringkali dibelah menjadi bilah-bilah tipis atau dipipihkan. Teknik anyaman adalah salah satu yang paling populer, di mana bilah bambu dianyam menjadi berbagai bentuk seperti keranjang, tikar, atau wadah. Selain anyaman, bambu juga bisa dibentuk dengan teknik pemanasan untuk melengkungkan, atau diukir. Finishing pada bambu umumnya menggunakan pernis atau lapisan anti rayap untuk menjaga keawetan dan keindahan alaminya. Keterampilan dalam teknik ini sangat penting untuk menciptakan kerajinan bambu yang kuat dan menarik.

5. Aspek Fungsional dan Estetika
Dalam membuat kerajinan bahan keras, dua aspek utama yang perlu diperhatikan adalah fungsionalitas dan estetika. Fungsionalitas berarti produk kerajinan harus memiliki kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari, seperti kotak pensil, tempat tisu, atau hiasan dinding. Sementara itu, estetika berkaitan dengan keindahan visual produk, meliputi bentuk, warna, tekstur, dan ornamen. Produk yang baik adalah perpaduan harmonis antara fungsi dan keindahan, sehingga tidak hanya berguna tetapi juga enak dipandang. Perencanaan desain yang matang akan memastikan kedua aspek ini terpenuhi secara optimal.

Rangkuman: Kerajinan bahan keras kayu dan bambu menawarkan potensi besar untuk kreativitas dan kemandirian. Pemahaman tentang jenis, karakteristik, dan teknik dasar pengolahan kayu dan bambu sangat penting. Proses berkarya melibatkan perencanaan desain, pembentukan, penghalusan, hingga finishing, dengan memperhatikan aspek fungsional dan estetika. Melalui praktik ini, peserta didik tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mengasah keterampilan, ketekunan, dan apresiasi terhadap warisan budaya.

Halaman 10 · Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
EstetikaCabang filosofi yang membahas keindahan dan seni.
FungsionalMemiliki kegunaan atau fungsi praktis.
FinishingTahap akhir dalam proses pembuatan produk untuk memperindah dan melindungi permukaan.
Serat KayuPola atau arah susunan sel-sel kayu yang memberikan tekstur khas.
AnyamanTeknik membuat kerajinan dengan menyilangkan bahan-bahan secara teratur.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu" mata pelajaran Prakarya Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 12 · Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 13–18

Modul Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPrakarya · Kelas IXPeta Konsep
Kerajinan Bahan Keras Kayu dan BambuMengenal Kayu sebagai Bahan KerasMengenal Bambu sebagai Bahan KerasTeknik Dasar Pengolahan KayuTeknik Dasar Pengolahan BambuAspek Fungsional dan Estetika
Dari sub-bab Kerajinan Bahan Keras Kayu dan BambuHalaman 13
Nama sekolah AndaPrakarya · Kelas IXIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaPrakarya · Kelas IXLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaPrakarya · Kelas IXRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaPrakarya · Kelas IXRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaPrakarya · Kelas IXProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Prakarya kelas 9 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu pada Prakarya MTs, Fase D, elemen Kerajinan.

Modul Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu untuk Prakarya kelas IX.

Apakah modul ajar Prakarya materi Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu ini gratis?

Ya. Modul Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Prakarya kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Prakarya kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu dapat Anda sesuaikan dengan murid Prakarya kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Prakarya kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu untuk Prakarya kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Prakarya kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Prakarya kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Prakarya ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?

Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Kerajinan Bahan Keras Kayu dan Bambu yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Prakarya SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Prakarya MTsSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.