Modul Ajar & RPP Prakarya Kelas IX
Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Prakarya |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang berbagai jenis bahan dan alat sederhana yang dapat digunakan untuk membuat kerajinan.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kreativitas, kolaborasi, cinta tanah air.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Kerajinan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menciptakan produk kerajinan berdasarkan jenis, sifat, karakter, teknik, dan prosedur pembuatan, serta mengembangkan ide menjadi karya inovatif yang memiliki nilai ekonomi dan estetika. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kerajinan fungsi hias seperti patung dan fungsi pakai seperti tas anyaman banyak ditemukan di sekitar kita, seringkali mencerminkan budaya lokal. |
| Konseptual | Kerajinan fungsi hias bertujuan memperindah, sementara fungsi pakai bertujuan memenuhi kebutuhan praktis, namun keduanya dapat berpadu dalam satu karya. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar merencanakan, mendesain, dan membuat karya kerajinan dengan teknik yang sesuai, serta mengevaluasi hasilnya. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana ide kreatif dapat diwujudkan menjadi karya nyata yang bermanfaat dan memiliki nilai, serta bagaimana proses belajar ini dapat diterapkan pada masalah lain. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati contoh karya kerajinan, peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis potensi bahan dan teknik kerajinan lokal untuk fungsi hias dan fungsi pakai dengan minimal tiga contoh.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat merancang sebuah produk kerajinan yang memadukan fungsi hias dan fungsi pakai sesuai kriteria desain.
- Menggunakan bahan-bahan yang tersedia, peserta didik dapat membuat produk kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai secara mandiri dan kreatif.
- Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik dapat mempresentasikan hasil karya kerajinan mereka dengan percaya diri dan runtut.
Pemahaman bermakna: Kerajinan bukan hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang solusi praktis dan ekspresi diri. Dengan memahami prinsip fungsi hias dan fungsi pakai, kita dapat menciptakan karya yang inovatif dan memiliki nilai tambah bagi kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah benda sederhana di sekitar kita bisa diubah menjadi karya kerajinan yang indah sekaligus bermanfaat?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Belajar tentang unsur rupa, prinsip desain, dan estetika dalam membuat karya kerajinan. Ilmu Pengetahuan Alam: Memahami sifat dan karakteristik bahan alam atau daur ulang yang digunakan dalam kerajinan. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan presentasi dan penulisan deskripsi produk kerajinan secara efektif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau tokoh masyarakat di desa dapat diajak berbagi pengetahuan tentang kerajinan tradisional lokal dan memberikan bimbingan teknis saat peserta didik mengerjakan proyek. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk kerja kelompok dan praktik kerajinan, dengan area khusus untuk mengumpulkan bahan alami atau daur ulang, serta area pameran sementara untuk karya peserta didik. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik dapat menggunakan internet untuk mencari inspirasi desain kerajinan, mempelajari teknik-teknik baru melalui video tutorial, dan mendokumentasikan proses pengerjaan proyek melalui foto atau video. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati contoh karya kerajinan, peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis potensi bahan dan teknik kerajinan lokal untuk fungsi hias dan fungsi pakai dengan minimal tiga contoh. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menggunakan bahan-bahan yang tersedia, peserta didik dapat membuat produk kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai secara mandiri dan kreatif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat merencanakan dan mendesain produk kerajinan yang memadukan fungsi hias dan fungsi pakai.
Alat & bahan: Pensil, penghapus, penggaris, kertas gambar, spidol warna
Langkah kerja:
- Amati gambar berbagai kerajinan di bawah ini. Diskusikan dalam kelompok, mana yang fungsi hias dan mana yang fungsi pakai.
- Peta pikiran: Pilih satu jenis bahan alam atau daur ulang yang mudah ditemukan di desamu (misal: bambu, daun kering, botol plastik). Buatlah peta pikiran tentang potensi bahan tersebut untuk kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai.
- Buatlah sketsa desain awal satu produk kerajinan yang memadukan fungsi hias dan fungsi pakai dari bahan pilihanmu.
- Tuliskan deskripsi singkat tentang karyamu: nama produk, bahan utama, teknik yang digunakan, serta fungsi hias dan fungsi pakainya.
- Presentasikan sketsa dan deskripsimu di depan kelompok lain untuk mendapatkan masukan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang kerajinan?
- Bisakah kalian memberikan contoh kerajinan yang hanya sebagai hiasan?
- Bisakah kalian memberikan contoh kerajinan yang memiliki kegunaan sehari-hari?
- Bahan apa saja yang bisa digunakan untuk membuat kerajinan?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat berdiskusi, merancang, dan membuat karya, serta penilaian keaktifan dan kolaborasi.
Sumatif (akhir): Penilaian produk kerajinan (kualitas, fungsi, estetika) dan presentasi hasil karya.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi perbedaan kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai | Konsep fungsi hias dan fungsi pakai | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis potensi bahan dan teknik kerajinan lokal | Bahan alam dan daur ulang, teknik dasar kerajinan | 2 JP | Kreativitas |
| 3 | Merancang dan membuat produk kerajinan yang memadukan fungsi hias dan fungsi pakai | Desain produk, proses pembuatan, presentasi karya | 2 JP | Kolaborasi, Kreativitas |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menyadari bahwa bakat dan kemampuan berkarya adalah anugerah dari Allah SWT yang harus disyukuri dan dikembangkan untuk kebaikan. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat menggali pengetahuan baru tentang berbagai teknik dan bahan kerajinan, serta berani mencoba ide-ide kreatif untuk menciptakan karya yang unik. |
| 3. Cinta Lingkungan | Memanfaatkan bahan-bahan alam dan daur ulang di sekitar dengan bijak untuk mengurangi limbah dan menciptakan kerajinan yang ramah lingkungan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Berbagi ide dan membantu teman dalam proses pembuatan kerajinan, serta menghargai setiap karya sebagai bentuk ekspresi diri dan kerja keras. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mengembangkan kerajinan dengan motif atau bahan khas daerah sebagai wujud kebanggaan terhadap budaya dan identitas bangsa Indonesia. |
Kerajinan adalah bagian tak terpisahkan dari budaya dan kehidupan kita. Dari benda sederhana di sekitar, kita bisa menciptakan karya yang indah dan berguna. Modul ini akan membimbingmu menjelajahi dunia kerajinan, memahami perbedaan antara kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai, serta memberanikan diri untuk berkreasi dengan bahan-bahan di sekitarmu.
1. Pengertian Kerajinan Fungsi Hias
Kerajinan fungsi hias adalah karya kerajinan yang dibuat dengan tujuan utama sebagai penghias atau memperindah suatu ruangan atau objek. Fokus utamanya adalah pada nilai estetika, keindahan bentuk, warna, dan tekstur. Meskipun indah, kerajinan ini mungkin tidak memiliki kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya termasuk patung miniatur, hiasan dinding, vas bunga yang hanya untuk pajangan, atau ornamen-ornamen kecil yang mempercantik meja. Bahan yang digunakan bisa sangat beragam, dari tanah liat, kayu, logam, hingga serat alam, dengan teknik yang bervariasi untuk mencapai efek visual yang menarik.
2. Pengertian Kerajinan Fungsi Pakai
Kerajinan fungsi pakai adalah karya kerajinan yang dibuat dengan tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan praktis atau memiliki kegunaan dalam kehidupan sehari-hari. Aspek fungsionalitas menjadi prioritas utama, meskipun nilai estetika juga tetap diperhatikan agar produk menarik. Contoh kerajinan fungsi pakai meliputi tas anyaman, keranjang, piring gerabah, tempat pensil, kotak penyimpanan, atau perabot rumah tangga sederhana. Bahan yang sering digunakan juga bervariasi, seperti bambu, rotan, kayu, kain, atau bahan daur ulang, dengan teknik pembuatan yang menekankan kekuatan dan daya tahan agar produk dapat digunakan secara efektif.
3. Memadukan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai
Dalam perkembangannya, banyak kerajinan yang tidak hanya memiliki satu fungsi, melainkan memadukan fungsi hias dan fungsi pakai secara harmonis. Sebuah keranjang anyaman, misalnya, tidak hanya berguna untuk menyimpan barang (fungsi pakai) tetapi juga memiliki motif dan warna yang indah sehingga berfungsi sebagai hiasan ruangan (fungsi hias). Demikian pula, sebuah tempat pensil bisa didesain dengan bentuk unik atau dihias sedemikian rupa sehingga menjadi objek dekoratif di meja belajar. Perpaduan ini menciptakan karya yang lebih bernilai dan diminati, menunjukkan kreativitas perajin dalam menggabungkan estetika dan utilitas.
4. Potensi Bahan dan Teknik Kerajinan Lokal
Indonesia kaya akan bahan alam yang dapat dimanfaatkan untuk kerajinan, seperti bambu, rotan, serat pandan, pelepah pisang, batok kelapa, hingga limbah rumah tangga seperti koran bekas atau botol plastik. Setiap daerah memiliki kekhasan bahan dan teknik kerajinan. Teknik yang umum digunakan antara lain menganyam, menempel, mengukir sederhana, membatik, atau menjahit. Pemanfaatan bahan lokal tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan tetapi juga melestarikan kearifan lokal. Dengan kreativitas, bahan-bahan sederhana ini dapat diubah menjadi karya kerajinan yang memiliki nilai jual dan kebanggaan daerah.
Rangkuman: Kerajinan terbagi menjadi fungsi hias yang mengutamakan keindahan dan fungsi pakai yang mengutamakan kegunaan. Namun, banyak karya kerajinan modern memadukan kedua fungsi ini, menciptakan produk yang estetis sekaligus bermanfaat. Indonesia memiliki potensi besar dalam bahan dan teknik kerajinan lokal, yang jika dimanfaatkan dengan kreativitas, dapat menghasilkan karya inovatif, bernilai ekonomi, dan melestarikan budaya.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Estetika | Cabang filsafat yang mempelajari keindahan |
| Fungsionalitas | Kemampuan suatu benda untuk menjalankan fungsinya |
| Anyaman | Teknik membuat kerajinan dengan menyilang-nyilangkan bahan |
| Dekoratif | Bersifat menghias atau memperindah |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai" mata pelajaran Prakarya Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Prakarya Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Semester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Rekayasa Elektronika DasarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisRancangan dan Biaya ProduksiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPemasaran ProdukBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Prakarya lain yang sudah tersedia
Kerajinan Bahan Keras Kayu dan BambuPrakarya Kelas IX MTsLihat semua Modul Ajar Prakarya Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Prakarya kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai pada Prakarya MTs, Fase D, elemen Kerajinan.
Modul Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Prakarya kelas IX MTs di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Prakarya materi Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai ini gratis?
Ya. Modul Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Prakarya kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Prakarya kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai dapat Anda sesuaikan dengan murid Prakarya kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Prakarya kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai untuk Prakarya kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Prakarya kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Prakarya kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Prakarya ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Prakarya SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.