Modul Ajar & RPP IPAS Kelas V
Ekosistem yang seimbang
Modul ajar (RPP) IPAS SD kelas V materi Ekosistem yang seimbang lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Ekosistem yang seimbang yang Anda cari? Materi IPAS Kelas V lainnya:
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPAS |
| Fase / Kelas | C / V |
| Materi Pokok | Ekosistem yang seimbang |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar makhluk hidup, habitat, dan kebutuhan dasarnya.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kolaborasi, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Pemahaman IPAS |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mengidentifikasi dan memahami hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya dalam suatu ekosistem, serta menyadari pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem untuk keberlangsungan hidup. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Ekosistem sawah memiliki komponen padi, tikus, ular, dan petani yang saling berinteraksi. |
| Konseptual | Keseimbangan ekosistem adalah kondisi di mana semua komponen biotik dan abiotik dalam suatu lingkungan saling berinteraksi secara harmonis dan stabil. |
| Prosedural | Peserta didik akan mengamati, mencatat, dan menganalisis interaksi antar komponen ekosistem serta dampak perubahan pada keseimbangan. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman tentang ekosistem membantu mereka menjadi warga yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem.
- Menjelaskan peran masing-masing komponen dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
- Menganalisis dampak perubahan salah satu komponen terhadap keseimbangan ekosistem.
- Merancang solusi sederhana untuk menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan sekitar.
- Mempresentasikan hasil pengamatan dan solusi menjaga keseimbangan ekosistem.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa setiap komponen dalam ekosistem memiliki peran penting dan saling bergantung, sehingga menjaga keseimbangan ekosistem adalah tanggung jawab bersama untuk kelangsungan hidup.
Pertanyaan pemantik: "Apa yang akan terjadi jika salah satu hewan di hutan tiba-tiba menghilang atau jumlahnya bertambah sangat banyak?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menyajikan informasi melalui poster dan presentasi secara lisan dan tertulis. Seni Budaya: Mendesain poster atau infografis yang menarik dan informatif untuk proyek 'Penjaga Ekosistem'. Matematika: Menghitung jumlah populasi sederhana atau persentase perubahan dalam ekosistem (jika relevan). |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat diajak berpartisipasi dalam proyek mini 'Penjaga Ekosistem' dengan membantu menyediakan bahan atau memberikan ide-ide praktis. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dapat dilakukan di luar kelas (taman sekolah, kebun mini) untuk observasi langsung, serta memanfaatkan ruang kelas yang nyaman untuk diskusi kelompok. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi presentasi sederhana (misalnya Google Slides atau Canva) untuk membuat infografis atau presentasi proyek, serta penggunaan video edukasi singkat tentang ekosistem dari YouTube. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Peserta didik diberi salam, berdoa, dan dicek kehadirannya. Guru menampilkan gambar atau video ekosistem sederhana (misalnya kolam ikan) dan mengajukan pertanyaan pemantik 'Apa saja yang kalian lihat di dalam ekosistem ini?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi komponen ekosistem. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara individu atau berpasangan mengamati gambar/video ekosistem, mengelompokkan komponen yang terlihat menjadi makhluk hidup (biotik) dan benda tak hidup (abiotik), serta mencatat hasil pengamatan mereka. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mengisi lembar kerja yang meminta mereka untuk menuliskan contoh komponen biotik dan abiotik dari ekosistem yang diamati dan mendiskusikan perbedaan keduanya dengan teman sebangku. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa perwakilan peserta didik mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang definisi dan contoh komponen biotik dan abiotik, serta menanyakan 'Mengapa penting untuk mengetahui komponen-komponen ini?'. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama tentang komponen ekosistem. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tugas pengamatan sederhana ekosistem di sekitar rumah. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan peran masing-masing komponen dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menganalisis dampak perubahan salah satu komponen terhadap keseimbangan ekosistem. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Peserta didik diberi salam, berdoa, presensi, dan mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang komponen ekosistem. Guru menanyakan 'Menurut kalian, apa yang terjadi jika salah satu komponen di ekosistem itu tidak ada?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami peran komponen dan dampaknya. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dalam kelompok kecil menganalisis kasus sederhana tentang perubahan di suatu ekosistem (misalnya, populasi tikus meningkat di sawah karena ular berkurang). Mereka berdiskusi untuk mengidentifikasi peran masing-masing komponen dan dampak perubahan tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat poster sederhana atau infografis digital yang menjelaskan interaksi antar komponen dalam kasus yang diberikan dan memprediksi dampak yang terjadi jika ada perubahan pada salah satu komponen, serta mulai merumuskan ide solusi sederhana. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan poster/infografis mereka. Kelompok lain memberikan pertanyaan dan masukan. Guru memfasilitasi diskusi tentang pentingnya setiap peran dan bagaimana perubahan kecil bisa memicu dampak besar pada keseimbangan ekosistem. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan pentingnya keseimbangan ekosistem. Guru memberikan apresiasi atas kerja kelompok dan mendorong mereka untuk mulai memikirkan proyek menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan sekolah. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Merancang solusi sederhana untuk menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan sekitar dan mempresentasikan hasil pengamatan dan solusi menjaga keseimbangan ekosistem. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Peserta didik diberi salam, berdoa, presensi, dan mengulas kembali diskusi tentang dampak perubahan ekosistem. Guru menanyakan 'Bagaimana cara kita menjaga agar ekosistem di sekitar kita tetap seimbang?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu merancang dan mempresentasikan solusi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dalam kelompok melanjutkan proyek mereka dengan merancang sebuah 'Mini Proyek Penjaga Ekosistem' untuk lingkungan sekolah (misalnya, membuat poster larangan membuang sampah sembarangan, merawat tanaman di taman sekolah, atau membuat tempat sampah terpilah). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok memfinalisasi rencana mini proyek mereka, termasuk alat dan bahan yang dibutuhkan, langkah-langkah pelaksanaan, dan target dampak yang diharapkan. Mereka menyiapkan presentasi untuk memaparkan proyeknya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan 'Mini Proyek Penjaga Ekosistem' mereka di depan kelas. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya aksi nyata dalam menjaga keseimbangan lingkungan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik dan guru bersama-sama menyimpulkan seluruh materi tentang ekosistem yang seimbang dan pentingnya peran manusia. Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas dan partisipasi aktif. Guru mendorong untuk menerapkan proyek yang telah dirancang. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik serta interaksi dalam ekosistem kolam.
Alat & bahan: Gambar/video ekosistem kolam, alat tulis, lembar kerja
Langkah kerja:
- Amati dengan seksama gambar atau video ekosistem kolam yang ditampilkan guru.
- Identifikasi makhluk hidup (tumbuhan dan hewan) yang ada di kolam, serta benda tak hidup (air, batu, cahaya matahari, udara).
- Kelompokkan hasil identifikasi ke dalam tabel yang disediakan.
- Diskusikan dengan teman kelompokmu bagaimana makhluk hidup dan benda tak hidup tersebut saling berinteraksi.
- Tuliskan kesimpulanmu tentang pentingnya interaksi ini bagi keseimbangan kolam.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa saja makhluk hidup yang kamu ketahui?
- Di mana makhluk hidup biasanya tinggal?
- Apa saja yang dibutuhkan makhluk hidup untuk bertahan hidup?
- Pernahkah kamu melihat hewan dan tumbuhan di lingkungan sekitarmu?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kelengkapan dan kejelasan poster/infografis, serta presentasi proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil presentasi 'Mini Proyek Penjaga Ekosistem' dan jawaban soal esai pada akhir pembelajaran.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem. | Komponen ekosistem (biotik dan abiotik) | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan peran masing-masing komponen dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menganalisis dampak perubahan. | Peran komponen ekosistem dan dampak perubahan | 2 JP | Kolaborasi, Penalaran Kritis |
| 3 | Merancang solusi sederhana dan mempresentasikan hasil proyek menjaga keseimbangan ekosistem. | Solusi menjaga keseimbangan ekosistem (proyek) | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi, Komunikasi |
Bumi kita adalah rumah bagi berbagai jenis makhluk hidup, mulai dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Mereka semua tidak hidup sendiri, melainkan saling berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Kumpulan makhluk hidup dan benda tak hidup yang saling berinteraksi ini membentuk sebuah 'ekosistem'. Mari kita pelajari lebih lanjut bagaimana ekosistem ini bekerja dan mengapa penting untuk menjaganya agar tetap seimbang.
1. Mengenal Komponen Ekosistem
Ekosistem terdiri dari dua jenis komponen utama: biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah semua makhluk hidup di dalamnya, seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Contohnya, di hutan ada pohon, harimau, burung, dan bakteri. Sementara itu, komponen abiotik adalah benda-benda tak hidup yang memengaruhi kehidupan, seperti air, udara, tanah, cahaya matahari, dan suhu. Kedua komponen ini saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain dalam ekosistem. Misalnya, tumbuhan membutuhkan cahaya matahari dan air untuk tumbuh, dan hewan memakan tumbuhan atau hewan lain.
2. Interaksi dalam Ekosistem
Dalam sebuah ekosistem, makhluk hidup tidak hanya berinteraksi dengan benda tak hidup, tetapi juga saling berinteraksi antar sesama makhluk hidup. Interaksi ini bisa berupa makan-dimakan (rantai makanan), persaingan untuk mendapatkan sumber daya, atau kerja sama. Contohnya, padi dimakan tikus, tikus dimakan ular, dan ular dimakan elang. Setiap makhluk hidup memiliki peran unik dalam rantai makanan ini. Keseimbangan ekosistem sangat bergantung pada kelancaran interaksi ini. Jika satu bagian terganggu, seluruh ekosistem bisa ikut terpengaruh.
3. Pentingnya Keseimbangan Ekosistem
Keseimbangan ekosistem adalah kondisi di mana semua komponen biotik dan abiotik berfungsi dengan baik dan stabil. Ini berarti populasi setiap makhluk hidup terkendali, sumber daya alam tersedia cukup, dan tidak ada gangguan besar. Mengapa penting? Karena keseimbangan ini menjamin kelangsungan hidup semua makhluk, termasuk manusia. Jika keseimbangan terganggu, misalnya karena populasi hama meningkat drastis atau hutan ditebang, bisa menyebabkan bencana alam, kelaparan, atau kepunahan spesies. Menjaga keseimbangan ekosistem berarti menjaga kehidupan itu sendiri.
4. Dampak Perubahan pada Ekosistem
Perubahan pada salah satu komponen ekosistem dapat menimbulkan dampak berantai. Misalnya, jika hutan banyak ditebang, hewan-hewan kehilangan tempat tinggal dan makanan. Ini bisa menyebabkan beberapa spesies punah atau berpindah ke tempat lain, mengganggu ekosistem baru. Selain itu, tanah menjadi lebih mudah longsor dan banjir karena tidak ada akar pohon yang menahan air. Perubahan iklim global juga menjadi ancaman besar bagi keseimbangan ekosistem, menyebabkan kenaikan suhu laut, melelehnya gletser, dan perubahan pola cuaca ekstrem.
5. Menjaga Ekosistem yang Seimbang
Kita semua memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Tindakan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, menghemat air dan listrik, menanam pohon, atau tidak merusak tanaman dan hewan liar dapat memberikan dampak positif. Pemerintah juga memiliki peran besar melalui kebijakan perlindungan hutan, laut, dan hewan langka. Dengan memahami pentingnya ekosistem dan bertindak secara bertanggung jawab, kita dapat memastikan bahwa bumi tetap menjadi tempat yang layak huni bagi generasi sekarang dan yang akan datang.
Rangkuman: Ekosistem adalah kumpulan makhluk hidup (biotik) dan benda tak hidup (abiotik) yang saling berinteraksi. Setiap komponen memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Keseimbangan ini krusial untuk kelangsungan hidup. Perubahan pada satu komponen dapat menyebabkan dampak berantai. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan ekosistem melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Ekosistem | Sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. |
| Biotik | Komponen ekosistem yang terdiri dari makhluk hidup. |
| Abiotik | Komponen ekosistem yang terdiri dari benda tak hidup. |
| Rantai Makanan | Peristiwa makan dan dimakan antar makhluk hidup dengan urutan tertentu. |
| Keseimbangan Ekosistem | Kondisi stabil di mana semua komponen ekosistem berfungsi secara harmonis. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Ekosistem yang seimbang" mata pelajaran IPAS Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi IPAS Kelas V Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 4 siap unduh
Sistem Pencernaan ManusiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopEkosistem dan Rantai MakananModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSiklus AirModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerjuangan Melawan PenjajahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap1 dari 3 siap unduh
Letak Geografis IndonesiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSistem Pernapasan dan Pencernaan ManusiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerjuangan Kemerdekaan IndonesiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri IPAS di kelas lain
EkosistemIPAS Kelas V SDBab 1 Indonesiaku akayaIPAS Kelas V SDMajulah DaerahkuIPAS Kelas V SDMajulah Daerahku ( Bagaimana Aku Memenuhi Kebutuhanku?IPAS Kelas V SDLihat semua Modul Ajar IPAS Kelas V →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar IPAS Ekosistem yang seimbang ini gratis?
Ya. Modul Ekosistem yang seimbang untuk kelas V SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar IPAS kelas V ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Ekosistem yang seimbang ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase C untuk kelas V SD.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Ekosistem yang seimbang untuk IPAS kelas V di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Ekosistem yang seimbang ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPAS kelas V SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar IPAS kelas 5 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas V dan kelas 5 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Ekosistem yang seimbang pada IPAS SD, Fase C, elemen Pemahaman IPAS.
Bisakah modul Ekosistem yang seimbang ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Ekosistem yang seimbang dapat Anda sesuaikan dengan murid IPAS kelas V di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.