Modul Ajar & RPP PJOK Kelas V
Menjadi Sehat dan Aktif
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | PJOK |
| Fase / Kelas | C / V |
| Materi Pokok | Menjadi Sehat dan Aktif |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya makanan dan aktivitas fisik untuk pertumbuhan tubuh. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kesehatan — elemen: Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
Peserta didik menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan memilih makanan bergizi dan aktif bergerak dalam kehidupan sehari-hari. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis informasi pada label gizi untuk membuat keputusan makanan yang sehat berdasarkan data dan fakta. - kolaborasi — elemen: Bekerja sama secara efektif
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merencanakan menu makanan sehat dan aktivitas fisik yang menyenangkan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Gaya Hidup Sehat |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik dapat menunjukkan perilaku hidup sehat dan aktif, memahami pentingnya gizi seimbang, serta mampu membuat keputusan cerdas terkait kesehatan diri dan lingkungan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Fakta bahwa banyak anak saat ini menghabiskan waktu lebih banyak di depan layar dibandingkan beraktivitas fisik. |
| Konseptual | Konsep gaya hidup aktif dan gizi seimbang adalah kunci untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah penyakit. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar prosedur membaca dan memahami label gizi serta cara merencanakan menu makanan sehat. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya mengambil keputusan yang bertanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati video tentang gaya hidup anak di era digital, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri gaya hidup sehat dan tidak sehat dengan tepat.
- Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menguraikan dampak positif dan negatif dari gaya hidup digital terhadap kesehatan dengan benar.
- Melalui simulasi membaca label gizi, peserta didik dapat menganalisis informasi gizi pada kemasan makanan untuk memilih makanan sehat dengan cermat.
- Setelah melakukan praktik aktivitas fisik ringan, peserta didik dapat merancang rencana aktivitas fisik sederhana yang menyenangkan untuk menjaga kebugaran tubuh secara mandiri.
- Dengan kerja kelompok, peserta didik dapat menyusun menu makanan sehat seimbang berdasarkan piramida gizi dengan tepat.
- Melalui presentasi hasil diskusi, peserta didik dapat mengomunikasikan pentingnya gaya hidup sehat dan aktif kepada teman-teman dengan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Gaya hidup aktif dan pola makan bergizi seimbang adalah fondasi utama untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh secara berkelanjutan agar terhindar dari berbagai penyakit.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa tubuh kita membutuhkan makanan yang bergizi dan aktivitas fisik setiap hari?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam: Mempelajari fungsi organ tubuh dan kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan. Bahasa Indonesia: Menganalisis informasi pada teks label gizi dan menyusun laporan hasil diskusi. Matematika: Menghitung kandungan gizi (kalori, protein, lemak) berdasarkan data pada label makanan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang pentingnya gizi seimbang dan aktivitas fisik di rumah, serta mendukung anak dalam memilih makanan sehat. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pemanfaatan lapangan sekolah atau area terbuka untuk praktik aktivitas fisik dan ruang kelas yang nyaman untuk diskusi kelompok. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan video edukasi tentang gizi dan gaya hidup sehat, serta aplikasi sederhana untuk memantau asupan makanan atau aktivitas fisik. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati video tentang gaya hidup anak di era digital, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri gaya hidup sehat dan tidak sehat dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tepuk Sehat Bugar: Guru memimpin tepuk tangan dengan irama 'sehat-bugar-ceria' sambil menyebutkan satu aktivitas sehat, lalu peserta didik mengulang dan menambah aktivitas lain.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui simulasi membaca label gizi, peserta didik dapat menganalisis informasi gizi pada kemasan makanan untuk memilih makanan sehat dengan cermat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tebak Makanan Sehat: Guru menyebutkan ciri-ciri makanan (misal: berwarna hijau, banyak serat, tumbuh di tanah), lalu peserta didik menebak nama makanannya. Dilakukan cepat dan bergantian.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis informasi pada label gizi untuk membuat pilihan makanan sehat.
Alat & bahan: Kemasan makanan ringan (minimal 3 jenis berbeda), pulpen, lembar kerja.
Langkah kerja:
- Tuliskan zat gizi utama setiap makanan pada tabel berikut, lalu susun menu bergizi seimbang untuk sarapanmu.
Gambar 1. Tabel - Amati dengan seksama kemasan makanan ringan yang tersedia.
- Identifikasi bagian-bagian label gizi seperti 'Informasi Nilai Gizi', 'Komposisi', dan 'Tanggal Kedaluwarsa'.
- Catat kandungan energi total, lemak total, gula, dan natrium (garam) dari setiap kemasan pada tabel di bawah.
- Bandingkan data yang kamu catat dan diskusikan dengan kelompokmu, mana makanan yang lebih sehat dan mengapa.
- Buatlah kesimpulan tentang pentingnya membaca label gizi sebelum membeli makanan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa makanan favoritmu dan mengapa?
- Apakah kamu sering berolahraga? Olahraga apa yang kamu suka?
- Menurutmu, apa itu gaya hidup sehat?
- Pernahkah kamu membaca informasi pada kemasan makanan?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian poster/mind map rancangan menu makanan sehat dan aktivitas fisik, serta presentasi kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri gaya hidup sehat dan tidak sehat. | Gaya Hidup Anak di Era Serba Digital | 2 JP | kesehatan, penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis informasi gizi pada kemasan makanan. | Memahami Label Gizi | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Merancang menu makanan sehat dan aktivitas fisik. | Upaya Pemenuhan Kebutuhan Gizi dan Aktivitas Fisik | 2 JP | kesehatan, kolaborasi |
Menjaga kesehatan tubuh adalah hal yang sangat penting. Di era serba digital ini, banyak kebiasaan baru yang muncul, baik yang mendukung kesehatan maupun yang justru merugikan. Modul ini akan membimbingmu untuk memahami bagaimana gaya hidupmu memengaruhi kesehatan, cara memilih makanan yang tepat, dan merencanakan aktivitas fisik yang menyenangkan agar kamu selalu sehat dan aktif.
1. Gaya Hidup Anak di Era Serba Digital
Era digital membawa banyak kemudahan, tetapi juga tantangan bagi kesehatan anak-anak. Penggunaan gawai yang berlebihan dapat mengurangi waktu untuk bergerak dan berinteraksi sosial secara langsung. Ciri gaya hidup tidak sehat di era digital antara lain: kurang tidur karena bermain gawai hingga larut malam, kurang bergerak karena lebih banyak duduk, dan mengonsumsi makanan cepat saji. Sebaliknya, gaya hidup sehat di era digital berarti memanfaatkan teknologi secara bijak, tetap aktif bergerak, tidur cukup, dan makan makanan bergizi. Keseimbangan adalah kunci utama.
2. Dampak Positif dan Negatif Gaya Hidup Digital
Gaya hidup digital memiliki dampak positif, seperti kemudahan akses informasi kesehatan, aplikasi olahraga, dan komunikasi dengan teman. Namun, ada juga dampak negatif yang perlu diwaspadai. Terlalu banyak menatap layar bisa menyebabkan mata lelah, sakit kepala, bahkan gangguan tidur. Kurangnya aktivitas fisik karena asyik bermain gawai bisa menyebabkan obesitas dan masalah tulang. Penting bagi kita untuk mengatur waktu penggunaan gawai dan memastikan kita tetap memiliki waktu untuk bermain di luar dan berolahraga.
3. Memahami Label Gizi pada Kemasan Makanan
Label gizi adalah informasi penting yang tertera pada kemasan makanan. Dengan membaca label gizi, kita bisa mengetahui kandungan nutrisi dalam makanan tersebut, seperti energi, protein, lemak, karbohidrat, gula, dan garam (natrium). Bagian 'Informasi Nilai Gizi' menunjukkan jumlah kandungan per sajian. Penting juga untuk melihat 'Tanggal Kedaluwarsa' untuk memastikan makanan masih layak konsumsi. Memahami label gizi membantu kita membuat pilihan makanan yang lebih sehat dan menghindari makanan dengan kandungan gula, garam, atau lemak yang tinggi.
4. Nutrisi Penting dalam Makanan
Tubuh kita membutuhkan berbagai nutrisi untuk berfungsi dengan baik. Karbohidrat adalah sumber energi utama, ditemukan pada nasi, roti, dan kentang. Protein penting untuk pertumbuhan dan perbaikan sel, ada pada daging, ikan, telur, dan kacang-kacangan. Lemak memberikan energi cadangan dan membantu penyerapan vitamin. Vitamin dan mineral menjaga sistem kekebalan tubuh dan berbagai fungsi organ, banyak terdapat pada buah dan sayur. Air juga sangat penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
5. Piramida Gizi dan Piring Makanku
Piramida gizi atau 'Piring Makanku' adalah panduan untuk makan sehat seimbang. Ini menunjukkan proporsi makanan yang harus kita konsumsi setiap hari. Bagian paling bawah (terbanyak) adalah karbohidrat, diikuti buah dan sayur, lalu protein hewani dan nabati, dan paling atas (paling sedikit) adalah gula, garam, dan lemak. Dengan mengikuti panduan ini, kita bisa memastikan tubuh mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah yang tepat, sehingga kita tetap sehat dan berenergi.
6. Merancang Menu Makanan Sehat Seimbang
Merancang menu makanan sehat berarti kita merencanakan makanan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam agar seimbang gizinya. Contoh menu sarapan sehat: nasi goreng dengan telur dan sayur. Makan siang: nasi, lauk ayam/ikan, tempe/tahu, sayur bening, buah. Makan malam: nasi, sup ikan, tumis kangkung. Penting juga untuk memilih camilan sehat seperti buah atau kacang-kacangan daripada makanan ringan kemasan. Variasi makanan setiap hari juga penting agar nutrisi yang didapat lebih beragam.
7. Pentingnya Aktivitas Fisik untuk Kesehatan
Selain makanan bergizi, aktivitas fisik juga sangat penting untuk menjaga kesehatan. Bergerak aktif membantu memperkuat otot dan tulang, menjaga berat badan ideal, meningkatkan mood, dan tidur lebih nyenyak. Contoh aktivitas fisik yang bisa dilakukan anak-anak antara lain bermain sepeda, berlari, berenang, bermain bola, atau melompat tali. Usahakan untuk beraktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari. Pilih aktivitas yang kamu sukai agar lebih semangat melakukannya.
8. Membuat Rencana Aktivitas Fisik Menyenangkan
Agar aktivitas fisik tidak membosankan, buatlah rencana yang bervariasi dan menyenangkan. Kamu bisa mengajak teman-teman bermain di taman, bersepeda keliling komplek, atau berenang di akhir pekan. Jadwalkan waktu khusus setiap hari untuk bergerak, misalnya 30 menit setelah pulang sekolah atau di sore hari. Ingat, setiap gerakan kecil itu penting. Kurangi waktu duduk di depan layar dan perbanyak bergerak agar tubuhmu selalu sehat dan bugar.
Rangkuman: Menjadi sehat dan aktif adalah pilihan gaya hidup. Dengan memahami dampak digital, membaca label gizi, dan merencanakan menu serta aktivitas fisik, kita dapat menjaga kesehatan optimal. Keseimbangan antara asupan gizi dan gerakan tubuh adalah kunci utama untuk tumbuh kembang yang baik dan terhindar dari berbagai penyakit. Mari jadi agen perubahan untuk gaya hidup sehat!
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Gaya Hidup Aktif | Kebiasaan melakukan aktivitas fisik secara teratur. |
| Gizi Seimbang | Susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh. |
| Label Gizi | Informasi nutrisi pada kemasan makanan. |
| Obesitas | Kondisi kelebihan berat badan yang dapat memicu masalah kesehatan. |
| Natrium | Kandungan garam dalam makanan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Menjadi Sehat dan Aktif" mata pelajaran PJOK Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Menjadi Sehat dan Aktif yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi PJOK Kelas V Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 materi · siap dibuatkan
Eksplorasi GerakBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBerpikir Cerdas, Bergerak TaktisBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAturan Baru, Permainan SeruBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap1 dari 2 siap unduh
Komunitas KesehatanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul PJOK lain yang sudah tersedia
"Permainan Bola Kecil Dalam Permainan Tradisional Bola Kasti"PJOK Kelas V SDAktivitas pola gerak dasar Lokomotor, Non Lokomotor, dan Manipulatif Melalui Aktivitas invPJOK Kelas V SDAtletik (Lari Cepat, Lompat Jauh)PJOK Kelas V SDatletik lompat jauhPJOK Kelas V SDLihat semua Modul Ajar PJOK Kelas V →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar PJOK kelas 5 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas V dan kelas 5 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Menjadi Sehat dan Aktif pada PJOK SD, Fase C, elemen Gaya Hidup Sehat.
Modul Menjadi Sehat dan Aktif ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi PJOK kelas V SD di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar PJOK materi Menjadi Sehat dan Aktif ini gratis?
Ya. Modul Menjadi Sehat dan Aktif untuk kelas V SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Menjadi Sehat dan Aktif ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas PJOK kelas V ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Menjadi Sehat dan Aktif ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menjadi Sehat dan Aktif dapat Anda sesuaikan dengan murid PJOK kelas V di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar PJOK kelas V ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Menjadi Sehat dan Aktif ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase C untuk kelas V SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Menjadi Sehat dan Aktif tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menjadi Sehat dan Aktif untuk PJOK kelas V di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Menjadi Sehat dan Aktif ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh PJOK kelas V SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Menjadi Sehat dan Aktif beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap PJOK kelas V berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul PJOK ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Menjadi Sehat dan Aktif yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman PJOK MI ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.