Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas XII
Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar dalam memahami isi teks narasi sederhana dan mengidentifikasi informasi tersurat. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Membaca dan Memirsa |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengevaluasi dan mengapresiasi informasi dari berbagai jenis teks, termasuk narasi kearifan lokal, serta mengidentifikasi perbedaan antara fakta, fiksi, opini, dan asumsi dengan kritis. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas contoh nyata teks narasi kearifan lokal seperti legenda, mitos, atau cerita rakyat yang mengandung unsur fakta, fiksi, opini, dan asumsi. |
| Konseptual | Konsep inti yang dipelajari adalah perbedaan karakteristik antara fakta, fiksi, opini, dan asumsi dalam konteks teks narasi kearifan lokal. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah sistematis untuk mengidentifikasi dan membedakan fakta, fiksi, opini, serta asumsi dalam teks narasi. |
| Metakognitif | Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan menyadari pentingnya berpikir kritis dalam memilah informasi dan tidak mudah menerima semua yang dibaca sebagai kebenaran. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis teks narasi kearifan lokal yang disajikan, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri fakta dan fiksi dengan tepat.
- Dengan membaca teks narasi kearifan lokal, peserta didik dapat membedakan antara opini dan asumsi yang terdapat dalam teks secara akurat.
- Setelah berdiskusi dalam kelompok, peserta didik dapat menganalisis teks narasi kearifan lokal untuk menemukan minimal tiga contoh fakta, fiksi, opini, dan asumsi dengan argumentasi yang logis.
- Melalui kegiatan presentasi hasil analisis, peserta didik dapat mengomunikasikan perbedaan fakta, fiksi, opini, dan asumsi dalam teks narasi kearifan lokal secara runtut dan jelas.
Pemahaman bermakna: Memahami perbedaan antara fakta, fiksi, opini, dan asumsi dalam teks narasi kearifan lokal membantu peserta didik mengembangkan pola pikir kritis dan menghargai kekayaan budaya daerah.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa tahu apakah cerita legenda yang kita dengar itu benar-benar terjadi atau hanya rekaan belaka?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sejarah: Memahami konteks sejarah dan latar belakang munculnya kearifan lokal atau legenda tertentu. Sosiologi/Antropologi: Menganalisis nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung dalam teks narasi kearifan lokal. Seni Budaya: Mengapresiasi bentuk-bentuk ekspresi seni (misalnya tari, musik, atau patung) yang terinspirasi dari kearifan lokal. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat berperan dengan berbagi cerita kearifan lokal yang mereka ketahui kepada peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dapat dilakukan di dalam kelas dengan suasana kolaboratif, serta memanfaatkan perpustakaan sekolah atau sumber daring untuk mencari teks narasi kearifan lokal. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video legenda dari YouTube, aplikasi presentasi daring untuk menyajikan hasil analisis, dan platform diskusi daring untuk berbagi temuan kelompok. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis teks narasi kearifan lokal yang disajikan, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri fakta dan fiksi dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah berdiskusi dalam kelompok, peserta didik dapat menganalisis teks narasi kearifan lokal untuk menemukan minimal tiga contoh fakta, fiksi, opini, dan asumsi dengan argumentasi yang logis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Mengidentifikasi dan membedakan fakta, fiksi, opini, serta asumsi dalam teks narasi kearifan lokal.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Teks narasi kearifan lokal adalah warisan budaya yang kaya akan cerita, nilai, dan pelajaran hidup. Namun, tidak semua yang terkandung di dalamnya adalah kebenaran mutlak.
Alat & bahan: Teks narasi kearifan lokal, alat tulis, kertas flipchart/papan tulis mini, spidol.
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Bacalah teks narasi kearifan lokal yang kamu dapatkan (teks 1) dengan saksama.
- Diskusikan dalam kelompokmu, kalimat mana saja yang menurutmu merupakan fakta, fiksi, opini, atau asumsi.
- Catatlah temuanmu ke dalam tabel analisis cerita kearifan lokal di bawah ini, berikan alasanmu untuk setiap kategori.
- Siapkan presentasi singkat untuk memaparkan hasil analisis kelompokmu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang cerita rakyat atau legenda?
- Menurutmu, apa bedanya cerita nyata dan cerita khayalan?
- Pernahkah kamu mendengar seseorang menyampaikan pendapatnya tentang suatu cerita? Bagaimana kamu tahu itu pendapatnya?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan ketepatan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil analisis teks narasi kearifan lokal secara individu atau kelompok, serta kemampuan mengomunikasikan hasil analisis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri fakta dan fiksi | Perbedaan fakta dan fiksi dalam teks narasi kearifan lokal | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Membedakan opini dan asumsi | Perbedaan opini dan asumsi dalam teks narasi kearifan lokal | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menganalisis dan mengomunikasikan hasil analisis | Analisis komprehensif fakta, fiksi, opini, dan asumsi | 2 JP | kreativitas, komunikasi |
Teks narasi kearifan lokal adalah warisan budaya yang kaya akan cerita, nilai, dan pelajaran hidup. Namun, tidak semua yang terkandung di dalamnya adalah kebenaran mutlak. Dalam modul ini, kamu akan belajar cara memilah informasi, membedakan mana yang fakta, fiksi, opini, dan asumsi, sehingga kamu bisa lebih kritis dalam memahami kekayaan budaya ini.
1. Mengenal Fakta dalam Narasi
Fakta adalah pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau telah terbukti kebenarannya. Dalam teks narasi kearifan lokal, fakta seringkali berkaitan dengan latar tempat, nama tokoh sejarah (jika ada), atau peristiwa yang tercatat dalam sejarah. Ciri-ciri fakta meliputi objektif, disertai data atau bukti, dan tidak dipengaruhi oleh pandangan pribadi penulis. Contoh: 'Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah.' Pernyataan ini dapat diverifikasi kebenarannya melalui peta atau catatan sejarah. Mengidentifikasi fakta membantu kita memahami dasar historis atau geografis suatu cerita.
2. Mengenal Fiksi dalam Narasi
Fiksi adalah cerita rekaan atau karangan yang tidak berdasarkan kenyataan, meskipun bisa saja terinspirasi dari kejadian nyata. Dalam narasi kearifan lokal, unsur fiksi seringkali muncul dalam bentuk tokoh-tokoh ajaib, peristiwa supranatural, atau dialog yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Fiksi bersifat subjektif, imajinatif, dan bertujuan untuk menghibur atau menyampaikan pesan moral secara tidak langsung. Contoh: 'Naga raksasa menjaga harta karun di dasar danau.' Pernyataan ini jelas merupakan hasil imajinasi karena naga raksasa tidak ada dalam realitas.
3. Mengenal Opini dalam Narasi
Opini adalah pandangan, pendapat, atau penilaian seseorang terhadap suatu hal. Dalam teks narasi kearifan lokal, opini bisa disampaikan oleh narator atau tokoh dalam cerita. Ciri-ciri opini adalah subjektif, tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara universal, dan sering ditandai dengan kata-kata seperti 'menurut saya', 'sebaiknya', 'saya kira', atau 'patut disayangkan'. Contoh: 'Menurutku, kearifan lokal ini sangat penting untuk diajarkan kepada generasi muda.' Ini adalah pendapat pribadi yang tidak bisa dibuktikan benar atau salahnya.
4. Mengenal Asumsi dalam Narasi
Asumsi adalah dugaan atau anggapan sementara yang diterima sebagai dasar pemikiran, meskipun belum tentu terbukti kebenarannya. Asumsi seringkali muncul ketika penulis atau tokoh cerita menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang terbatas atau tanpa bukti kuat. Asumsi bersifat spekulatif dan bisa saja salah. Contoh: 'Dia pasti berbohong karena wajahnya terlihat gugup.' Pernyataan ini adalah asumsi karena kegugupan tidak selalu berarti seseorang berbohong. Mengidentifikasi asumsi penting untuk menghindari kesimpulan yang keliru.
Rangkuman: Fakta adalah kebenaran yang dapat dibuktikan, sedangkan fiksi adalah cerita rekaan. Opini adalah pandangan pribadi yang subjektif, sementara asumsi adalah dugaan sementara yang belum tentu benar. Memahami perbedaan keempat unsur ini dalam teks narasi kearifan lokal membantu kita menjadi pembaca yang lebih kritis, mampu memilah informasi, dan menghargai nilai-nilai budaya dengan cara yang lebih mendalam.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Fakta | Pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya. |
| Fiksi | Cerita rekaan atau karangan yang tidak berdasarkan kenyataan. |
| Opini | Pandangan atau pendapat seseorang yang bersifat subjektif. |
| Asumsi | Dugaan atau anggapan sementara yang belum tentu terbukti. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 3 siap unduh
Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau PekerjaanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMeningkatkan Produktivitas melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan SeimbangModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMenciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan NyamanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 2 siap unduh
Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan ModernModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMengungkapkan Kekaguman tentang Kearifan LokalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi dan InformasiBahasa Indonesia Kelas XII SMA“Mengevaluasi Gagasan dan Pandangan dalam Teks Editorial”Bahasa Indonesia Kelas XII SMAArtikel OpiniBahasa Indonesia Kelas XII SMAMenemukan Informasi Tokoh Sastra dari EnsiklopediaBahasa Indonesia Kelas XII SMALihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas XII →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal masuk ujian semester Bahasa Indonesia Kelas XII. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal Bahasa Indonesia Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal pada Bahasa Indonesia SMA, Fase F, elemen Membaca dan Memirsa.
Modul Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal untuk Bahasa Indonesia kelas XII.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal ini gratis?
Ya. Modul Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal untuk kelas XII SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal untuk Bahasa Indonesia kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas XII SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.