SMAKelas XIIFase F

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas XII
Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

📽️ Modul ini sekalian jadi PPT-nyaSlide dari isi modul ini · satu .pptx per pertemuan

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Fakta adalah kebenaran yang dapat dibuktikan, sedangkan fiksi adalah cerita rekaan. Opini adalah pandangan pribadi yang subjektif, sementara asumsi adalah dugaan sementara yang belum tentu benar. Memahami perbedaan keempat unsur ini dalam teks narasi kearifan lokal membantu kita menjadi pembaca yang lebih kritis, mampu memilah informasi, dan menghargai nilai-nilai budaya dengan cara yang lebih mendalam.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal
Bahasa Indonesia · Kelas XII · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
MODUL AJAR
Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal
Bahasa Indonesia · Fase F · Kelas XII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasF / XII
Materi PokokBab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar dalam memahami isi teks narasi sederhana dan mengidentifikasi informasi tersurat.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  3. Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMembaca dan Memirsa
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengevaluasi dan mengapresiasi informasi dari berbagai jenis teks, termasuk narasi kearifan lokal, serta mengidentifikasi perbedaan antara fakta, fiksi, opini, dan asumsi dengan kritis.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMateri ini membahas contoh nyata teks narasi kearifan lokal seperti legenda, mitos, atau cerita rakyat yang mengandung unsur fakta, fiksi, opini, dan asumsi.
KonseptualKonsep inti yang dipelajari adalah perbedaan karakteristik antara fakta, fiksi, opini, dan asumsi dalam konteks teks narasi kearifan lokal.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah sistematis untuk mengidentifikasi dan membedakan fakta, fiksi, opini, serta asumsi dalam teks narasi.
MetakognitifMelalui pembelajaran ini, peserta didik akan menyadari pentingnya berpikir kritis dalam memilah informasi dan tidak mudah menerima semua yang dibaca sebagai kebenaran.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui analisis teks narasi kearifan lokal yang disajikan, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri fakta dan fiksi dengan tepat.
  2. Dengan membaca teks narasi kearifan lokal, peserta didik dapat membedakan antara opini dan asumsi yang terdapat dalam teks secara akurat.
  3. Setelah berdiskusi dalam kelompok, peserta didik dapat menganalisis teks narasi kearifan lokal untuk menemukan minimal tiga contoh fakta, fiksi, opini, dan asumsi dengan argumentasi yang logis.
  4. Melalui kegiatan presentasi hasil analisis, peserta didik dapat mengomunikasikan perbedaan fakta, fiksi, opini, dan asumsi dalam teks narasi kearifan lokal secara runtut dan jelas.
Halaman 2 · Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami perbedaan antara fakta, fiksi, opini, dan asumsi dalam teks narasi kearifan lokal membantu peserta didik mengembangkan pola pikir kritis dan menghargai kekayaan budaya daerah.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa tahu apakah cerita legenda yang kita dengar itu benar-benar terjadi atau hanya rekaan belaka?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuSejarah: Memahami konteks sejarah dan latar belakang munculnya kearifan lokal atau legenda tertentu.
Sosiologi/Antropologi: Menganalisis nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung dalam teks narasi kearifan lokal.
Seni Budaya: Mengapresiasi bentuk-bentuk ekspresi seni (misalnya tari, musik, atau patung) yang terinspirasi dari kearifan lokal.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau anggota komunitas dapat berperan dengan berbagi cerita kearifan lokal yang mereka ketahui kepada peserta didik.
Lingkungan PembelajaranPembelajaran dapat dilakukan di dalam kelas dengan suasana kolaboratif, serta memanfaatkan perpustakaan sekolah atau sumber daring untuk mencari teks narasi kearifan lokal.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video legenda dari YouTube, aplikasi presentasi daring untuk menyajikan hasil analisis, dan platform diskusi daring untuk berbagi temuan kelompok.
Halaman 3 · Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.1  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui analisis teks narasi kearifan lokal yang disajikan, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri fakta dan fiksi dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Apersepsi: Guru menampilkan sebuah gambar (gambar 1) yang menggambarkan salah satu kearifan lokal Indonesia, lalu bertanya: 'Apa yang kamu ketahui tentang gambar ini? Apakah ini nyata atau hanya cerita?'
  3. Penyampaian tujuan: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi fakta dan fiksi dalam teks narasi kearifan lokal, serta memantik rasa ingin tahu dengan pertanyaan: 'Mengapa penting bagi kita untuk bisa membedakan mana yang fakta dan mana yang fiksi dalam sebuah cerita?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan sebuah video pendek (durasi 3-5 menit) yang menceritakan legenda lokal (misalnya, legenda Danau Toba) dan meminta peserta didik untuk mencatat hal-hal menarik yang mereka temukan.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) dan diberikan lembar kerja yang berisi teks narasi legenda yang sama dengan video atau teks legenda lain yang relevan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok diminta untuk membaca teks dengan cermat dan mengidentifikasi kalimat-kalimat yang menurut mereka berisi fakta dan kalimat-kalimat yang berisi fiksi.
  2. Setiap kelompok mencatat temuan mereka pada tabel yang disediakan di LKPD, dengan memberikan alasan mengapa mereka menggolongkan kalimat tersebut sebagai fakta atau fiksi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Perwakilan dari setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka di depan kelas, menjelaskan mengapa suatu kalimat digolongkan sebagai fakta atau fiksi.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan umpan balik dan tanggapan terhadap presentasi, lalu guru memfasilitasi diskusi untuk menyamakan persepsi tentang ciri-ciri fakta dan fiksi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik membuat simpulan mengenai perbedaan fakta dan fiksi dalam teks narasi kearifan lokal.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan menanyakan: 'Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cerita-cerita kearifan lokal?'
  3. Guru memberikan tugas untuk mencari satu contoh teks narasi kearifan lokal dari daerah masing-masing sebagai bahan diskusi di pertemuan berikutnya, lalu menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.2  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Setelah berdiskusi dalam kelompok, peserta didik dapat menganalisis teks narasi kearifan lokal untuk menemukan minimal tiga contoh fakta, fiksi, opini, dan asumsi dengan argumentasi yang logis.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Apersepsi: Guru meminta beberapa peserta didik untuk menceritakan secara singkat teks narasi kearifan lokal yang mereka temukan sebagai tugas rumah.
  3. Penyampaian tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis teks narasi untuk menemukan opini dan asumsi, serta memantik motivasi dengan pertanyaan: 'Selain fakta dan fiksi, apa lagi yang mungkin tersembunyi dalam cerita-cerita tersebut?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan kutipan teks narasi kearifan lokal yang mengandung opini dan asumsi, lalu meminta peserta didik untuk mengidentifikasi kalimat-kalimat yang menunjukkan pendapat atau dugaan.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik kembali ke kelompok masing-masing dan membahas hasil temuan tugas rumah mereka, serta mendiskusikan perbedaan antara opini dan asumsi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menganalisis teks narasi kearifan lokal yang sudah mereka bawa dari rumah, atau teks yang disediakan guru (teks 1), untuk menemukan minimal tiga contoh fakta, fiksi, opini, dan asumsi.
  2. Setiap kelompok mengisi tabel di LKPD dengan temuan mereka, menyertakan alasan dan bukti dari teks untuk setiap kategori.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis lengkap mereka (fakta, fiksi, opini, asumsi) di depan kelas, menggunakan poster atau presentasi digital sederhana.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif, dan guru memfasilitasi diskusi mendalam untuk mengklarifikasi konsep opini dan asumsi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting tentang perbedaan fakta, fiksi, opini, dan asumsi dalam teks narasi kearifan lokal.
  2. Guru memberikan pujian atas kerja keras dan hasil analisis peserta didik, serta menanyakan: 'Bagaimana keterampilan ini membantumu menjadi pembaca yang lebih cerdas?'
  3. Guru memberikan penguatan materi dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKDetektif Cerita Kearifan Lokal
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Mengidentifikasi dan membedakan fakta, fiksi, opini, serta asumsi dalam teks narasi kearifan lokal.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.

Info singkat: Teks narasi kearifan lokal adalah warisan budaya yang kaya akan cerita, nilai, dan pelajaran hidup. Namun, tidak semua yang terkandung di dalamnya adalah kebenaran mutlak.

Alat & bahan: Teks narasi kearifan lokal, alat tulis, kertas flipchart/papan tulis mini, spidol.

Langkah kerja:

  1. Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
    1233Mendatar3. Cerita rekaan atau karanganyang tidak berdasarkankenyataan.Menurun1. Pandangan atau pendapatseseorang yang bersifatsubjektif.2. Dugaan atau anggapan sementarayang belum tentu terbukti.3. Pernyataan yang dapatdibuktikan kebenarannya.
    Gambar 1. Teka-teki silang
  2. Bacalah teks narasi kearifan lokal yang kamu dapatkan (teks 1) dengan saksama.
  3. Diskusikan dalam kelompokmu, kalimat mana saja yang menurutmu merupakan fakta, fiksi, opini, atau asumsi.
  4. Catatlah temuanmu ke dalam tabel analisis cerita kearifan lokal di bawah ini, berikan alasanmu untuk setiap kategori.
  5. Siapkan presentasi singkat untuk memaparkan hasil analisis kelompokmu di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang cerita rakyat atau legenda?
  2. Menurutmu, apa bedanya cerita nyata dan cerita khayalan?
  3. Pernahkah kamu mendengar seseorang menyampaikan pendapatnya tentang suatu cerita? Bagaimana kamu tahu itu pendapatnya?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan ketepatan pengisian LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil analisis teks narasi kearifan lokal secara individu atau kelompok, serta kemampuan mengomunikasikan hasil analisis.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi ciri-ciri fakta dan fiksiPerbedaan fakta dan fiksi dalam teks narasi kearifan lokal2 JPpenalaran kritis
2Membedakan opini dan asumsiPerbedaan opini dan asumsi dalam teks narasi kearifan lokal2 JPpenalaran kritis
3Menganalisis dan mengomunikasikan hasil analisisAnalisis komprehensif fakta, fiksi, opini, dan asumsi2 JPkreativitas, komunikasi
Halaman 8 · Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
BAHAN AJAR

Teks narasi kearifan lokal adalah warisan budaya yang kaya akan cerita, nilai, dan pelajaran hidup. Namun, tidak semua yang terkandung di dalamnya adalah kebenaran mutlak. Dalam modul ini, kamu akan belajar cara memilah informasi, membedakan mana yang fakta, fiksi, opini, dan asumsi, sehingga kamu bisa lebih kritis dalam memahami kekayaan budaya ini.

1. Mengenal Fakta dalam Narasi
Fakta adalah pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau telah terbukti kebenarannya. Dalam teks narasi kearifan lokal, fakta seringkali berkaitan dengan latar tempat, nama tokoh sejarah (jika ada), atau peristiwa yang tercatat dalam sejarah. Ciri-ciri fakta meliputi objektif, disertai data atau bukti, dan tidak dipengaruhi oleh pandangan pribadi penulis. Contoh: 'Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah.' Pernyataan ini dapat diverifikasi kebenarannya melalui peta atau catatan sejarah. Mengidentifikasi fakta membantu kita memahami dasar historis atau geografis suatu cerita.

2. Mengenal Fiksi dalam Narasi
Fiksi adalah cerita rekaan atau karangan yang tidak berdasarkan kenyataan, meskipun bisa saja terinspirasi dari kejadian nyata. Dalam narasi kearifan lokal, unsur fiksi seringkali muncul dalam bentuk tokoh-tokoh ajaib, peristiwa supranatural, atau dialog yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Fiksi bersifat subjektif, imajinatif, dan bertujuan untuk menghibur atau menyampaikan pesan moral secara tidak langsung. Contoh: 'Naga raksasa menjaga harta karun di dasar danau.' Pernyataan ini jelas merupakan hasil imajinasi karena naga raksasa tidak ada dalam realitas.

3. Mengenal Opini dalam Narasi
Opini adalah pandangan, pendapat, atau penilaian seseorang terhadap suatu hal. Dalam teks narasi kearifan lokal, opini bisa disampaikan oleh narator atau tokoh dalam cerita. Ciri-ciri opini adalah subjektif, tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara universal, dan sering ditandai dengan kata-kata seperti 'menurut saya', 'sebaiknya', 'saya kira', atau 'patut disayangkan'. Contoh: 'Menurutku, kearifan lokal ini sangat penting untuk diajarkan kepada generasi muda.' Ini adalah pendapat pribadi yang tidak bisa dibuktikan benar atau salahnya.

4. Mengenal Asumsi dalam Narasi
Asumsi adalah dugaan atau anggapan sementara yang diterima sebagai dasar pemikiran, meskipun belum tentu terbukti kebenarannya. Asumsi seringkali muncul ketika penulis atau tokoh cerita menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang terbatas atau tanpa bukti kuat. Asumsi bersifat spekulatif dan bisa saja salah. Contoh: 'Dia pasti berbohong karena wajahnya terlihat gugup.' Pernyataan ini adalah asumsi karena kegugupan tidak selalu berarti seseorang berbohong. Mengidentifikasi asumsi penting untuk menghindari kesimpulan yang keliru.

Rangkuman: Fakta adalah kebenaran yang dapat dibuktikan, sedangkan fiksi adalah cerita rekaan. Opini adalah pandangan pribadi yang subjektif, sementara asumsi adalah dugaan sementara yang belum tentu benar. Memahami perbedaan keempat unsur ini dalam teks narasi kearifan lokal membantu kita menjadi pembaca yang lebih kritis, mampu memilah informasi, dan menghargai nilai-nilai budaya dengan cara yang lebih mendalam.

Halaman 9 · Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
GLOSARIUM
IstilahArti
FaktaPernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya.
FiksiCerita rekaan atau karangan yang tidak berdasarkan kenyataan.
OpiniPandangan atau pendapat seseorang yang bersifat subjektif.
AsumsiDugaan atau anggapan sementara yang belum tentu terbukti.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
PENGESAHAN

Modul ajar "Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XIIPeta Konsep
Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan LokalMengenal Fakta dalam NarasiMengenal Fiksi dalam NarasiMengenal Opini dalam NarasiMengenal Asumsi dalam Narasi
Dari sub-bab Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan LokalHalaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XIIProfil Lulusan
Penalaran kritisKreativitasKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS + analisis butir soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

📝 Butuh soal ujiannya juga?

Materi Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal masuk ujian semester Bahasa Indonesia Kelas XII. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.

Mesin Soal Bahasa Indonesia Kelas XII →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 12 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal pada Bahasa Indonesia SMA, Fase F, elemen Membaca dan Memirsa.

Modul Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal untuk Bahasa Indonesia kelas XII.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal ini gratis?

Ya. Modul Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal untuk kelas XII SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal untuk Bahasa Indonesia kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas XII SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?

Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Bab 5: Menemukan Fakta dan Fiksi, Opini, serta Asumsi dalam Teks Narasi Kearifan Lokal yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia MA ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia SMASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.