Modul Ajar & RPP Biologi Kelas X
Ekosistem
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Biologi |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Ekosistem |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang makhluk hidup dan lingkungannya dari jenjang sebelumnya.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis data interaksi antar komponen ekosistem untuk menyimpulkan dampak perubahan lingkungan. - kolaborasi — elemen: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan melaksanakan mini proyek pengamatan ekosistem. - kesehatan — elemen: Menerapkan pola hidup sehat
Peserta didik memahami dampak ekosistem yang sehat terhadap kualitas hidup dan kesehatan manusia.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Biologi |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami konsep dasar ekosistem, interaksi antar komponennya, serta peran pentingnya dalam menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan kehidupan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Hutan hujan tropis di Indonesia adalah contoh ekosistem dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. |
| Konseptual | Ekosistem adalah kesatuan komunitas biologis dan lingkungan fisik yang saling berinteraksi membentuk suatu sistem. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam mengamati, mengidentifikasi, dan menganalisis komponen serta interaksi dalam suatu ekosistem. |
| Metakognitif | Peserta didik akan mengembangkan kesadaran tentang pentingnya memahami hubungan timbal balik dalam ekosistem untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati video tentang ekosistem, peserta didik dapat mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menguraikan konsep interaksi antar komponen ekosistem (rantai makanan, jaring-jaring makanan, simbiosis) dengan benar.
- Dengan melakukan pengamatan langsung di lingkungan sekitar, peserta didik dapat mengumpulkan data komponen dan interaksi dalam ekosistem mini dengan cermat.
- Setelah menganalisis data pengamatan, peserta didik dapat menyusun laporan hasil pengamatan ekosistem mini secara runtut dan jelas.
- Melalui presentasi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan dampak perubahan lingkungan terhadap keseimbangan ekosistem dengan memberikan minimal dua contoh konkret.
Pemahaman bermakna: Memahami ekosistem membantu kita menyadari bahwa setiap organisme dan lingkungannya saling bergantung, sehingga perubahan kecil dapat memiliki dampak besar pada keseimbangan alam dan kehidupan manusia.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kerusakan hutan di satu tempat bisa menyebabkan banjir di tempat lain yang jauh?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Geografi: Mempelajari persebaran ekosistem di Indonesia dan faktor-faktor geografis yang memengaruhinya. Kimia: Memahami siklus biogeokimia (karbon, nitrogen, air) sebagai bagian dari interaksi abiotik dalam ekosistem. Bahasa Indonesia: Keterampilan menyusun laporan ilmiah yang runtut dan jelas serta presentasi yang efektif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas dapat diajak berpartisipasi dalam mendukung pengamatan ekosistem di lingkungan sekitar rumah atau menjadi narasumber tentang kearifan lokal dalam menjaga lingkungan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan sekolah (taman, kebun, kolam) dimanfaatkan sebagai laboratorium hidup untuk pengamatan langsung, serta kelas yang nyaman dan media pembelajaran yang interaktif. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video edukasi tentang ekosistem, aplikasi identifikasi spesies sederhana, dan platform kolaborasi daring untuk menyusun laporan kelompok. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati video tentang ekosistem, peserta didik dapat mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Kata Ekosistem: Guru menyebutkan ciri-ciri suatu komponen ekosistem, peserta didik menebak namanya (misal: 'berfotosintesis', jawaban 'produsen').
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menguraikan konsep interaksi antar komponen ekosistem (rantai makanan, jaring-jaring makanan, simbiosis) dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Rantai Kata: Peserta didik menyebutkan satu makhluk hidup, lalu teman berikutnya menyebutkan makhluk hidup lain yang berhubungan dengannya, membentuk rantai.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Dengan melakukan pengamatan langsung di lingkungan sekitar, peserta didik dapat mengumpulkan data komponen dan interaksi dalam ekosistem mini dengan cermat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Suara Alam: Peserta didik mendengarkan rekaman suara alam (burung, air mengalir, angin) dan menebak sumber suaranya, mengaitkannya dengan komponen ekosistem.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik serta interaksi yang terjadi dalam ekosistem mini.
Alat & bahan: Alat tulis, lembar kerja, kamera ponsel, alat ukur sederhana (opsional)
Langkah kerja:
- Amati gambar ekosistem di bawah ini. Tuliskan apa saja komponen biotik dan abiotik yang kamu lihat pada gambar.
- Pilihlah salah satu area ekosistem mini di lingkungan sekolahmu (misalnya, pot bunga, taman kecil, atau selokan).
- Identifikasi minimal 5 komponen biotik (makhluk hidup) dan 3 komponen abiotik (benda tak hidup) yang ada di area tersebut, lalu catat pada tabel pengamatan.
- Amati dan catat minimal 3 interaksi yang terjadi antar komponen tersebut (contoh: semut memakan sisa makanan, daun kering membusuk oleh jamur).
- Diskusikan dengan kelompokmu, apa dampak jika salah satu komponen tersebut hilang atau berubah drastis?
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang 'lingkungan'?
- Sebutkan 3 jenis makhluk hidup yang ada di sekitarmu!
- Bagaimana tumbuhan mendapatkan makanannya?
- Menurutmu, apa yang akan terjadi jika semua pohon di hutan ditebang?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik pengamatan lapangan, serta kelengkapan LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian laporan hasil pengamatan ekosistem mini dan presentasi kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem. | Komponen Ekosistem | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menguraikan konsep interaksi antar komponen ekosistem. | Interaksi dalam Ekosistem | 3 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Mengumpulkan data komponen dan interaksi dalam ekosistem mini. | Pengamatan Ekosistem Mini | 3 JP | kolaborasi, kesehatan |
| 4 | Menyusun laporan dan menjelaskan dampak perubahan lingkungan terhadap keseimbangan ekosistem. | Analisis dan Pelaporan Ekosistem | 3 JP | penalaran kritis, kolaborasi, kesehatan |
Ekosistem adalah unit fungsional dalam ekologi yang terdiri dari komunitas organisme hidup (biotik) yang berinteraksi satu sama lain dan juga dengan lingkungan fisik non-hidup (abiotik) mereka. Memahami ekosistem sangat penting untuk menyadari bagaimana kehidupan di Bumi saling terhubung dan bagaimana kita dapat menjaga keberlanjutannya. Setiap komponen memiliki peran vital.
1. Komponen Ekosistem: Biotik dan Abiotik
Ekosistem terdiri dari dua komponen utama: biotik dan abiotik. Komponen biotik mencakup semua makhluk hidup, seperti produsen (organisme autotrof yang menghasilkan makanan sendiri, contohnya tumbuhan), konsumen (organisme heterotrof yang memakan organisme lain, dibagi menjadi herbivora, karnivora, omnivora), dan dekomposer (pengurai yang menguraikan sisa organisme mati, contohnya bakteri dan jamur). Komponen abiotik adalah faktor fisik dan kimia non-hidup yang memengaruhi organisme, meliputi cahaya matahari, air, tanah, udara, suhu, kelembaban, dan pH. Kedua komponen ini saling berinteraksi membentuk keseimbangan dinamis.
2. Interaksi dalam Ekosistem: Rantai dan Jaring Makanan
Interaksi antar komponen biotik membentuk aliran energi dan materi. Rantai makanan menggambarkan urutan makan dan dimakan antar organisme, dari produsen ke konsumen. Contoh: rumput → belalang → katak → ular → elang. Jaring-jaring makanan adalah kumpulan rantai makanan yang saling berhubungan dalam suatu ekosistem, menunjukkan kompleksitas hubungan makan-memakan. Hilangnya satu spesies dalam jaring-jaring makanan dapat memengaruhi banyak spesies lainnya. Keseimbangan ekosistem sangat bergantung pada kelancaran aliran energi ini.
3. Interaksi dalam Ekosistem: Simbiosis dan Lainnya
Selain rantai dan jaring makanan, ada berbagai bentuk interaksi lain. Simbiosis adalah hubungan erat antara dua spesies yang berbeda. Tiga jenis utamanya adalah mutualisme (keduanya untung, contoh: lebah dan bunga), komensalisme (satu untung, satu tidak rugi, contoh: ikan remora dan hiu), dan parasitisme (satu untung, satu rugi, contoh: cacing pita dalam usus manusia). Interaksi lain termasuk predasi (pemangsa dan mangsa), kompetisi (perebutan sumber daya), dan alelopati (satu organisme menghasilkan zat yang menghambat pertumbuhan organisme lain). Semua interaksi ini membentuk dinamika ekosistem.
4. Siklus Biogeokimia
Siklus biogeokimia adalah pergerakan unsur kimia melalui komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem. Contoh pentingnya adalah siklus air (evaporasi, kondensasi, presipitasi), siklus karbon (fotosintesis, respirasi, dekomposisi, pembakaran), siklus nitrogen (fiksasi, nitrifikasi, denitrifikasi), dan siklus fosfor. Siklus-siklus ini memastikan ketersediaan nutrisi esensial bagi kehidupan. Gangguan pada siklus ini, seperti peningkatan emisi karbon dioksida, dapat menyebabkan perubahan iklim global dan berdampak besar pada ekosistem.
5. Keseimbangan Ekosistem dan Dampak Perubahan
Ekosistem memiliki kemampuan untuk mempertahankan keseimbangannya sendiri (homeostasis). Namun, perubahan lingkungan yang drastis, baik alami (letusan gunung berapi, gempa bumi) maupun akibat aktivitas manusia (deforestasi, polusi, pembangunan), dapat mengganggu keseimbangan ini. Dampaknya bisa berupa hilangnya keanekaragaman hayati, punahnya spesies, perubahan iklim, banjir, kekeringan, hingga bencana ekologi yang lebih luas. Memahami dampak ini penting untuk mendorong tindakan konservasi dan pembangunan berkelanjutan.
6. Tipe-tipe Ekosistem
Ekosistem dapat diklasifikasikan berdasarkan habitatnya. Ekosistem darat meliputi hutan (hutan hujan tropis, hutan gugur), padang rumput, gurun, dan tundra. Setiap tipe memiliki flora dan fauna khas yang beradaptasi dengan kondisi lingkungan spesifiknya. Ekosistem perairan dibagi menjadi air tawar (sungai, danau, rawa) dan air laut (laut dangkal, laut dalam, terumbu karang, estuari). Setiap ekosistem perairan memiliki karakteristik fisik dan komunitas biologis yang unik, menunjukkan keanekaragaman luar biasa di Bumi.
Rangkuman: Ekosistem adalah sistem kompleks yang terdiri dari komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (lingkungan fisik) yang saling berinteraksi. Interaksi ini meliputi rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan simbiosis, yang semuanya penting untuk aliran energi dan siklus materi. Keseimbangan ekosistem sangat rentan terhadap perubahan, baik alami maupun ulah manusia. Menjaga keseimbangan ini krusial untuk keberlanjutan kehidupan di Bumi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Biotik | Komponen hidup dalam ekosistem. |
| Abiotik | Komponen tak hidup dalam ekosistem. |
| Produsen | Organisme yang menghasilkan makanan sendiri. |
| Konsumen | Organisme yang memakan organisme lain. |
| Dekomposer | Organisme pengurai. |
| Rantai Makanan | Urutan makan dan dimakan. |
| Jaring Makanan | Kumpulan rantai makanan. |
| Simbiosis | Hubungan erat dua spesies berbeda. |
| Homeostasis | Kemampuan ekosistem menjaga keseimbangan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Ekosistem" mata pelajaran Biologi Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Ekosistem yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Biologi Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Ruang Lingkup BiologiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKeanekaragaman HayatiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopVirusModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBakteriModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 dari 4 siap unduh
ProtistaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopJamurModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Biologi kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Ekosistem pada Biologi SMA, Fase E, elemen Pemahaman Biologi.
Modul Ekosistem ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Biologi kelas X SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Biologi materi Ekosistem ini gratis?
Ya. Modul Ekosistem untuk kelas X SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Ekosistem ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Biologi kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Biologi kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Ekosistem ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Ekosistem dapat Anda sesuaikan dengan murid Biologi kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Biologi kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Ekosistem ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Ekosistem tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Ekosistem untuk Biologi kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Ekosistem ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Biologi kelas X SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Ekosistem beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Biologi kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Biologi ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Ekosistem yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Biologi MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.