SMAKelas XFase E📘 Bab 3Semester 2

Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas X
Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Kebinekaan adalah kekayaan dan modal sosial Indonesia yang harus dikelola dengan bijak. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika menjadi landasan filosofis, sementara gotong royong adalah prinsip utama dalam ekonomi Pancasila dan pembangunan harmoni. Tantangan dalam mengelola kebinekaan harus dihadapi dengan dialog dan toleransi, dengan generasi muda sebagai agen perubahan penting untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu, adil, dan sejahtera.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional
Pendidikan Pancasila · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional
Pendidikan Pancasila · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasE / X
Materi PokokMengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memahami konsep dasar kebinekaan dan pentingnya persatuan dalam kehidupan berbangsa.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. kewargaan — elemen: Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan bersama
    Peserta didik berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok untuk merumuskan solusi pengelolaan kebinekaan di lingkungan sekitar.
  2. kolaborasi — elemen: Bekerja sama dalam tim
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menganalisis kasus-kasus kebinekaan dan menyusun rekomendasi tindakan konkret.
  3. penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Peserta didik menganalisis informasi tentang kebinekaan sebagai modal sosial dan mengevaluasi berbagai perspektif secara objektif.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPeserta didik mampu mengelola kebinekaan sebagai modal sosial pembangunan nasional
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan strategi pengelolaan kebinekaan sebagai modal sosial pembangunan nasional berdasarkan nilai-nilai Pancasila, serta mengaplikasikannya dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMasyarakat Indonesia memiliki beragam suku, agama, ras, dan budaya yang hidup berdampingan.
KonseptualKebinekaan adalah kekayaan bangsa yang dapat menjadi modal sosial pembangunan jika dikelola dengan prinsip gotong royong dan Bhinneka Tunggal Ika.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah mengidentifikasi potensi dan tantangan kebinekaan serta merumuskan strategi pengelolaannya.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif dalam menghadapi isu-isu kebinekaan di masyarakat.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna dan relevansi semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan tepat.
  2. Setelah menganalisis studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila dengan minimal tiga contoh.
  3. Dengan menyusun rencana aksi, peserta didik dapat merumuskan prinsip gotong royong untuk membangun harmoni dalam keragaman secara runtut.
  4. Melalui presentasi hasil analisis, peserta didik dapat mengevaluasi peran kebinekaan sebagai modal sosial pembangunan nasional dengan argumentasi yang logis.
Halaman 2 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Kebinekaan bukan hanya sekadar perbedaan, melainkan potensi besar yang jika dikelola dengan baik melalui gotong royong dan Bhinneka Tunggal Ika, akan menjadi kekuatan pendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menjaga agar perbedaan yang ada di Indonesia tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk kemajuan bangsa?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuSosiologi: Mempelajari struktur masyarakat, interaksi sosial, dan potensi konflik serta integrasi dalam masyarakat majemuk.
Ekonomi: Menganalisis peran koperasi dan UMKM sebagai perwujudan ekonomi Pancasila yang berbasis gotong royong.
Bahasa Indonesia: Mengembangkan keterampilan komunikasi efektif dan presentasi untuk menyampaikan gagasan tentang pengelolaan kebinekaan.
Kemitraan PembelajaranPeserta didik dapat berkolaborasi dengan komunitas lokal atau organisasi pemuda untuk mengidentifikasi isu-isu kebinekaan dan merumuskan solusi bersama.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok yang fleksibel, dengan akses ke perpustakaan atau ruang diskusi untuk mencari referensi tambahan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPeserta didik menggunakan aplikasi presentasi digital atau platform kolaborasi daring untuk menyusun dan menyajikan 'Rencana Aksi Harmoni' mereka.
Halaman 3 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna dan relevansi semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Kebinekaan: Guru menyebutkan ciri-ciri suatu suku atau budaya, peserta didik menebak suku atau budaya tersebut. Dimainkan bergantian.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru menayangkan gambar-gambar keberagaman budaya Indonesia (tarian, pakaian adat, rumah adat) dan bertanya: 'Apa yang kamu rasakan melihat keberagaman ini? Apa tantangan dan peluangnya?'
  3. Penyampaian tujuan & pertanyaan pemantik: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika membantu kita mengelola keberagaman ini?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang konflik sosial yang dipicu oleh perbedaan dan bertanya: 'Menurut kamu, mengapa konflik ini bisa terjadi? Bagaimana peran kebinekaan dalam konflik ini?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) dan diberikan modul ajar serta lembar kerja yang berisi studi kasus terkait implementasi Bhinneka Tunggal Ika.
  3. Membimbing penyelidikan: Masing-masing kelompok membaca dan menganalisis studi kasus, kemudian berdiskusi untuk menemukan makna dan relevansi semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks kasus tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menyusun peta pikiran atau infografis yang menggambarkan makna dan relevansi Bhinneka Tunggal Ika, serta bagaimana semboyan ini dapat menjadi solusi atas masalah yang disajikan dalam studi kasus.
  2. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, dengan fokus pada pemahaman mereka tentang semboyan tersebut.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan umpan balik dan pertanyaan terhadap presentasi. Guru memfasilitasi diskusi untuk menggali pemahaman lebih dalam.
  2. Guru memberikan penguatan terhadap konsep makna dan relevansi Bhinneka Tunggal Ika, serta menekankan pentingnya semboyan ini sebagai landasan persatuan bangsa.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Simpulan bersama: Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama tentang pentingnya Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi persatuan dalam keberagaman.
  2. Refleksi & apresiasi: Guru meminta peserta didik menuliskan satu hal baru yang dipelajari dan satu hal yang paling berkesan hari ini, kemudian memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta didik.
  3. Tindak lanjut & doa: Guru memberikan tugas membaca materi berikutnya tentang gotong royong dalam ekonomi Pancasila, kemudian memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Setelah menganalisis studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila dengan minimal tiga contoh.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rantai Kata Gotong Royong: Satu peserta didik menyebutkan kata terkait gotong royong, peserta didik berikutnya menyebut kata lain yang berhubungan, dan seterusnya membentuk rantai.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru bertanya: 'Apa yang kamu pahami tentang gotong royong? Bisakah kamu berikan contoh gotong royong di lingkunganmu?'
  3. Penyampaian tujuan & pertanyaan pemantik: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana gotong royong bisa menjadi prinsip ekonomi yang khas Indonesia?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan artikel berita atau studi kasus tentang praktik ekonomi yang tidak adil atau kesenjangan sosial, dan bertanya: 'Bagaimana prinsip gotong royong dapat mengatasi masalah ini dalam konteks ekonomi?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik duduk dalam kelompok yang sama. Guru membagikan lembar kerja yang berisi studi kasus tentang berbagai bentuk ekonomi Pancasila (misalnya koperasi, UMKM berbasis komunitas).
  3. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menganalisis studi kasus untuk mengidentifikasi perwujudan gotong royong dalam praktik ekonomi tersebut, mencari minimal tiga contoh konkret.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Kelompok membuat poster digital atau presentasi singkat yang memuat contoh-contoh perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila yang mereka temukan, beserta penjelasannya.
  2. Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisisnya di depan kelas, menyoroti contoh-contoh gotong royong yang paling menonjol.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memfasilitasi diskusi untuk membandingkan berbagai contoh gotong royong yang ditemukan.
  2. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya gotong royong sebagai prinsip ekonomi Pancasila yang mampu menciptakan keadilan dan kesejahteraan bersama.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Simpulan bersama: Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama tentang berbagai bentuk perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila.
  2. Refleksi & apresiasi: Guru meminta peserta didik mengisi refleksi singkat tentang bagaimana mereka bisa menerapkan nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari, kemudian memberikan apresiasi atas kerja keras kelompok.
  3. Tindak lanjut & doa: Guru memberikan pengantar untuk materi selanjutnya tentang prinsip gotong royong untuk membangun harmoni, kemudian memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu akan menganalisis studi kasus untuk mengidentifikasi perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.

Info singkat: Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan keberagaman. Kebinekaan ini meliputi suku, agama, ras, dan antargolongan.

Alat & bahan: Modul ajar, lembar studi kasus, alat tulis, kertas flipchart atau aplikasi presentasi digital

Langkah kerja:

  1. Amati Gambar 1 yang menunjukkan berbagai kegiatan ekonomi di Indonesia.
  2. Baca studi kasus yang diberikan oleh guru tentang koperasi simpan pinjam di desa 'Maju Bersama' dan kelompok UMKM 'Karya Ibu'.
  3. Diskusikan dalam kelompok, identifikasi minimal tiga contoh perwujudan gotong royong yang kamu temukan dalam studi kasus tersebut.
  4. Catat temuanmu dalam tabel yang disediakan.
  5. Buatlah kesimpulan singkat tentang bagaimana gotong royong mendukung ekonomi Pancasila.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang Bhinneka Tunggal Ika?
  2. Menurutmu, mengapa Indonesia memiliki banyak perbedaan suku dan budaya?
  3. Apa saja manfaat dari sikap gotong royong di masyarakat?
  4. Pernahkah kamu melihat atau mengalami konflik karena perbedaan?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan ketepatan isi lembar kerja.

Sumatif (akhir): Penilaian terhadap 'Rencana Aksi Harmoni' yang dibuat kelompok dan presentasinya, serta hasil tes tulis.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan makna dan relevansi semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan tepat.Asal-usul dan Makna Semboyan Bhinneka Tunggal Ika2 JPkewargaan, penalaran kritis
2Mengidentifikasi perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila dengan minimal tiga contoh.Perwujudan Gotong Royong dalam Ekonomi Pancasila2 JPkolaborasi, penalaran kritis
3Merumuskan prinsip gotong royong untuk membangun harmoni dalam keragaman secara runtut.Prinsip Gotong Royong untuk Membangun Harmoni dalam Keragaman2 JPkewargaan, kolaborasi, penalaran kritis
Halaman 8 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan keberagaman. Kebinekaan ini meliputi suku, agama, ras, dan antargolongan. Namun, keberagaman ini bukan penghalang, melainkan modal sosial yang sangat berharga untuk pembangunan nasional. Dengan memahami dan mengelola kebinekaan secara bijak, kita dapat menciptakan harmoni dan kemajuan bangsa.

1. Asal-usul dan Makna Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular pada masa Kerajaan Majapahit, yang berarti 'Berbeda-beda tetapi tetap satu'. Semboyan ini menjadi fondasi filosofis bagi bangsa Indonesia dalam menyikapi keberagaman. Maknanya bukan hanya mengakui adanya perbedaan, tetapi juga menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan tersebut. Relevansinya sangat tinggi dalam menjaga keutuhan NKRI, di mana setiap warga negara diharapkan mampu hidup berdampingan secara harmonis meski memiliki latar belakang yang berbeda. Penerapannya terlihat dalam toleransi antarumat beragama, gotong royong antarsuku, dan penghargaan terhadap budaya lain.

2. Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan
Kebinekaan adalah aset bangsa yang tak ternilai. Modal sosial merujuk pada jaringan hubungan, norma, dan kepercayaan yang memungkinkan masyarakat bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama. Dalam konteks Indonesia, keberagaman suku, budaya, dan agama dapat menjadi sumber inovasi, kreativitas, dan kekuatan kolektif. Misalnya, berbagai tradisi lokal gotong royong dapat diadaptasi untuk pembangunan infrastruktur atau program kesejahteraan. Namun, modal sosial ini memerlukan pengelolaan yang baik agar tidak menimbulkan konflik. Kepercayaan antarwarga, partisipasi aktif, dan norma-norma saling menghormati adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi kebinekaan.

3. Perwujudan Gotong Royong dalam Ekonomi Pancasila
Ekonomi Pancasila adalah sistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, salah satunya gotong royong. Gotong royong dalam ekonomi Pancasila berarti bekerja sama untuk mencapai kesejahteraan bersama, bukan semata-mata mengejar keuntungan pribadi. Contoh perwujudannya dapat dilihat pada koperasi, di mana anggota saling membantu dan berbagi keuntungan. Selain itu, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis komunitas juga sering menerapkan prinsip gotong royong, seperti dalam pemasaran bersama atau penyediaan bahan baku. Tujuan utamanya adalah menciptakan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi, mengurangi kesenjangan, serta memperkuat solidaritas di antara pelaku ekonomi.

4. Prinsip Gotong Royong untuk Membangun Harmoni
Gotong royong adalah salah satu pilar utama dalam membangun harmoni di tengah keragaman. Prinsip ini mengajarkan kita untuk saling membantu, berbagi beban, dan bekerja sama tanpa memandang perbedaan latar belakang. Dalam konteks sosial, gotong royong dapat diwujudkan melalui kerja bakti, musyawarah untuk mufakat, atau partisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan bergotong royong, masyarakat akan merasa memiliki satu sama lain, sehingga ikatan sosial semakin kuat dan potensi konflik dapat diminimalisir. Harmoni bukan berarti keseragaman, melainkan kemampuan untuk hidup rukun dan saling menghargai perbedaan.

5. Tantangan dan Peluang dalam Mengelola Kebinekaan
Mengelola kebinekaan memiliki tantangan tersendiri, seperti potensi konflik akibat perbedaan pandangan, diskriminasi, atau polarisasi sosial. Globalisasi dan perkembangan teknologi juga dapat mempercepat penyebaran informasi yang salah, memicu perpecahan. Namun, di balik tantangan tersebut terdapat banyak peluang. Kebinekaan dapat mendorong inovasi melalui pertukaran ide dari berbagai latar belakang, memperkaya budaya nasional, dan meningkatkan daya saing bangsa. Dengan pendidikan yang inklusif, dialog antarbudaya, dan kebijakan yang adil, tantangan dapat diatasi dan peluang dapat dimaksimalkan untuk kemajuan bangsa.

6. Peran Generasi Muda dalam Mengelola Kebinekaan
Generasi muda memiliki peran krusial dalam mengelola kebinekaan sebagai modal sosial. Dengan semangat inovasi dan keterbukaan, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang mempromosikan toleransi, inklusivitas, dan persatuan. Pemanfaatan teknologi digital untuk menyebarkan pesan positif tentang keberagaman, partisipasi dalam organisasi kepemudaan yang berfokus pada dialog antarbudaya, serta inisiatif proyek sosial berbasis gotong royong adalah beberapa contoh peran yang dapat diambil. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjaga warisan kebinekaan, tetapi juga menjadikannya kekuatan untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih harmonis dan maju.

Rangkuman: Kebinekaan adalah kekayaan dan modal sosial Indonesia yang harus dikelola dengan bijak. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika menjadi landasan filosofis, sementara gotong royong adalah prinsip utama dalam ekonomi Pancasila dan pembangunan harmoni. Tantangan dalam mengelola kebinekaan harus dihadapi dengan dialog dan toleransi, dengan generasi muda sebagai agen perubahan penting untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu, adil, dan sejahtera.

Halaman 9 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
KebinekaanKeadaan yang beragam atau bermacam-macam dalam suatu masyarakat.
Modal SosialJaringan hubungan, norma, dan kepercayaan yang memungkinkan masyarakat bertindak bersama lebih efektif.
Bhinneka Tunggal IkaSemboyan bangsa Indonesia yang berarti 'Berbeda-beda tetapi tetap satu'.
Gotong RoyongKerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Ekonomi PancasilaSistem ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, mengutamakan kebersamaan dan keadilan.
HarmoniKeselarasan atau keserasian dalam kehidupan bermasyarakat.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XPeta Konsep
Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan NasionalAsal-usul dan Makna Semboyan Bhinneka Tunggal IkaKebinekaan sebagai Modal Sosial PembangunanPerwujudan Gotong Royong dalam Ekonomi PancasilaPrinsip Gotong Royong untuk Membangun HarmoniTantangan dan Peluang dalam Mengelola Kebinekaan
Dari sub-bab Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan NasionalHalaman 12
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XProfil Lulusan
KewargaanKolaborasiPenalaran kritis
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Pendidikan Pancasila kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional pada Pendidikan Pancasila SMA, Fase E, elemen Peserta didik mampu mengelola kebinekaan sebagai modal sosial pembangunan nasional.

Modul Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 2 (genap), menurut urutan materi Pendidikan Pancasila kelas X SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila materi Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional ini gratis?

Ya. Modul Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional untuk kelas X SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Pancasila kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional untuk Pendidikan Pancasila kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Pancasila kelas X SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Pancasila kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Pendidikan Pancasila ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?

Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Pancasila MA ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila SMASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.