Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas XI
Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang konsep negara dan bentuk-bentuk pemerintahan. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kewargaan — elemen: Menganalisis peran dan tanggung jawab sebagai warga negara
Peserta didik menganalisis hak dan kewajiban warga negara dalam konteks demokrasi konstitusional melalui studi kasus. - penalaran kritis — elemen: Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan
Peserta didik mengidentifikasi informasi dari berbagai sumber mengenai praktik demokrasi di Indonesia dan menganalisisnya secara objektif. - kolaborasi — elemen: Bekerja sama secara efektif dengan berbagai pihak
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun presentasi tentang dinamika demokrasi di Indonesia.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran |
| Elemen / Domain | Pancasila dan Demokrasi |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis dinamika konstitusi dan praktik demokrasi di Indonesia serta menunjukkan sikap kritis dan bertanggung jawab sebagai warga negara dalam menjaga keutuhan bangsa. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Demokrasi konstitusional di Indonesia ditandai dengan adanya Pemilihan Umum dan kebebasan berpendapat yang diatur undang-undang. |
| Konseptual | Demokrasi konstitusional adalah sistem pemerintahan yang kekuasaannya dibatasi oleh konstitusi untuk melindungi hak-hak warga negara. |
| Prosedural | Menganalisis praktik demokrasi konstitusional melibatkan langkah-langkah identifikasi prinsip, studi kasus, dan evaluasi implementasi. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa pemahaman tentang demokrasi konstitusional membantu mereka menjadi warga negara yang aktif dan kritis. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui kajian literatur dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep dasar dan ciri-ciri negara demokrasi konstitusional dengan tepat.
- Melalui analisis studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi prinsip-prinsip demokrasi konstitusional yang berlaku di Indonesia dengan benar.
- Setelah mengamati periodisasi UUD di Indonesia, peserta didik dapat menganalisis perkembangan demokrasi konstitusional di Indonesia dari masa ke masa secara runtut.
- Dengan berdiskusi dan menyusun presentasi, peserta didik dapat mengevaluasi tantangan dan peluang implementasi demokrasi konstitusional di Indonesia dengan kritis.
- Melalui simulasi partisipasi warga negara, peserta didik dapat menunjukkan sikap aktif dan bertanggung jawab sebagai warga negara dalam menjaga demokrasi konstitusional.
Pemahaman bermakna: Memahami Indonesia sebagai negara demokrasi konstitusional membantu peserta didik menyadari pentingnya partisipasi aktif dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai demokrasi serta hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa Indonesia memilih sistem demokrasi konstitusional, dan apa dampaknya bagi kehidupan kita sehari-hari?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sejarah: Menganalisis periodisasi UUD dan perkembangan demokrasi di Indonesia dari masa ke masa. Sosiologi: Mengkaji partisipasi masyarakat dalam proses politik dan dampaknya terhadap demokrasi. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan presentasi dan penulisan argumentatif tentang isu-isu demokrasi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang bagaimana nilai-nilai demokrasi diterapkan dalam keluarga atau komunitas sekitar. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata untuk memfasilitasi diskusi kelompok dan presentasi, serta tersedia akses internet untuk riset. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik memanfaatkan platform daring untuk mencari berita, artikel, dan video terkait isu demokrasi serta membuat infografis digital. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui kajian literatur dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep dasar dan ciri-ciri negara demokrasi konstitusional dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Demokrasi: Guru menyebut ciri-ciri demokrasi, peserta didik menebak kata yang dimaksud. Contoh: 'Sistem ini memilih pemimpin.' Jawab: 'Pemilu!'
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui analisis studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi prinsip-prinsip demokrasi konstitusional yang berlaku di Indonesia dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Demokrasi: Peserta didik secara bergiliran menyebutkan satu kata yang berhubungan dengan demokrasi. Kata selanjutnya harus terkait dengan kata sebelumnya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri, prinsip, dan dinamika demokrasi konstitusional di Indonesia.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, buku teks, gawai dengan akses internet
Langkah kerja:
- Lengkapi wewenang setiap lembaga negara pada tabel berikut sesuai UUD NRI Tahun 1945.
Gambar 1. Tabel - Amati 1 tentang perbandingan sistem pemerintahan dan diskusikan perbedaan utamanya dengan teman kelompokmu.
- Bacalah artikel singkat tentang studi kasus 'Peran Masyarakat dalam Pengawasan Kebijakan Publik' dan identifikasi prinsip demokrasi apa yang terlihat.
- Carilah informasi mengenai perubahan UUD di Indonesia dan buatlah garis waktu singkat yang menunjukkan periode-periode penting.
- Diskusikan dalam kelompok tantangan utama yang dihadapi demokrasi Indonesia saat ini dan usulkan satu solusi konkret.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang demokrasi?
- Menurut Anda, apa peran konstitusi dalam sebuah negara?
- Apakah Indonesia adalah negara demokratis? Mengapa?
- Sebutkan salah satu hak atau kewajiban Anda sebagai warga negara!
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kualitas infografis atau peta pikiran yang dibuat.
Sumatif (akhir): Peserta didik membuat presentasi kelompok tentang evaluasi tantangan dan peluang demokrasi konstitusional di Indonesia.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan konsep dasar dan ciri-ciri negara demokrasi konstitusional | Konsep dan ciri demokrasi konstitusional | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi prinsip-prinsip demokrasi konstitusional di Indonesia | Prinsip demokrasi di Indonesia | 2 JP | kewargaan |
| 3 | Menganalisis perkembangan demokrasi konstitusional di Indonesia | Periodisasi UUD dan dinamika demokrasi | 2 JP | penalaran kritis |
| 4 | Mengevaluasi tantangan dan peluang implementasi demokrasi konstitusional | Tantangan dan peluang demokrasi | 2 JP | kolaborasi |
Indonesia menganut sistem demokrasi konstitusional, di mana kekuasaan pemerintah dibatasi oleh konstitusi untuk melindungi hak-hak warga negara. Modul ini akan membawa Anda memahami konsep, prinsip, dan perkembangan demokrasi konstitusional di Indonesia, serta tantangan dan peluang yang dihadapinya. Mari kita jelajahi bagaimana sistem ini membentuk kehidupan berbangsa dan bernegara kita.
1. Konsep Demokrasi Konstitusional
Demokrasi konstitusional adalah sistem pemerintahan yang didasarkan pada prinsip-prinsip demokrasi dan dibatasi oleh konstitusi. Konstitusi berfungsi sebagai 'hukum tertinggi' yang mengatur pembagian kekuasaan, prosedur pemerintahan, dan menjamin hak-hak dasar warga negara. Ciri utamanya meliputi pemerintahan berdasarkan hukum, jaminan hak asasi manusia, pemilu berkala, dan adanya lembaga peradilan yang independen. Tujuannya adalah mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan menciptakan pemerintahan yang adil serta bertanggung jawab.
2. Prinsip-prinsip Demokrasi di Indonesia
Indonesia menerapkan berbagai prinsip demokrasi konstitusional yang tertuang dalam UUD NRI Tahun 1945. Prinsip-prinsip ini mencakup kedaulatan rakyat, negara hukum, pembagian kekuasaan (trias politica), jaminan hak asasi manusia, peradilan yang merdeka, serta otonomi daerah. Contohnya, pemilihan umum adalah wujud kedaulatan rakyat, sementara adanya Mahkamah Konstitusi menunjukkan peradilan yang merdeka dalam menguji undang-undang. Penerapan prinsip-prinsip ini sangat penting untuk menjaga keutuhan dan keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
3. Periodisasi UUD dan Demokrasi Indonesia
Sejarah demokrasi konstitusional Indonesia ditandai oleh beberapa perubahan konstitusi. Dimulai dari UUD 1945 (1945-1949), kemudian Konstitusi RIS (1949-1950), UUDS 1950 (1950-1959), kembali ke UUD 1945 (1959-1998), dan UUD 1945 dengan amandemen (1999-sekarang). Setiap periode memiliki karakteristik demokrasi yang berbeda, dipengaruhi oleh kondisi politik dan sosial saat itu. Misalnya, periode UUDS 1950 dikenal sebagai masa demokrasi parlementer, sementara Orde Baru menerapkan demokrasi Pancasila dengan kekuasaan eksekutif yang kuat.
4. Perkembangan Demokrasi Pasca-Reformasi
Era Reformasi yang dimulai tahun 1998 membawa perubahan signifikan terhadap demokrasi konstitusional di Indonesia. Amandemen UUD 1945 sebanyak empat kali memperkuat sistem presidensial, membatasi masa jabatan presiden, memperluas jaminan HAM, dan membentuk lembaga-lembaga baru seperti Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial. Perubahan ini bertujuan untuk menciptakan sistem pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif, serta mencegah terulangnya penyalahgunaan kekuasaan seperti di masa sebelumnya.
5. Tantangan Implementasi Demokrasi
Meskipun telah banyak kemajuan, implementasi demokrasi konstitusional di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut antara lain korupsi, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang mengancam persatuan, rendahnya partisipasi politik sebagian masyarakat, serta masih adanya praktik politik uang. Mengatasi tantangan ini memerlukan peran aktif dari pemerintah, lembaga negara, masyarakat sipil, dan setiap warga negara untuk terus mengawal dan memperkuat nilai-nilai demokrasi.
6. Peluang Memperkuat Demokrasi
Di sisi lain, Indonesia juga memiliki banyak peluang untuk memperkuat demokrasi konstitusionalnya. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuka ruang baru bagi partisipasi publik dan pengawasan pemerintah melalui media sosial dan platform digital. Semakin tingginya kesadaran masyarakat akan hak-haknya, peran aktif organisasi masyarakat sipil, serta komitmen untuk menjaga pluralisme adalah modal penting. Peningkatan pendidikan politik dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi kunci untuk mewujudkan demokrasi yang matang dan berdaya.
Rangkuman: Indonesia adalah negara demokrasi konstitusional yang kekuasaannya dibatasi oleh konstitusi. Sistem ini memiliki ciri-ciri seperti kedaulatan rakyat, negara hukum, dan jaminan HAM. Sejarahnya melibatkan perubahan konstitusi dari masa ke masa yang menunjukkan dinamika demokrasi. Meskipun menghadapi tantangan seperti korupsi dan hoaks, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat demokrasinya melalui partisipasi aktif warga negara dan pemanfaatan teknologi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Konstitusional | Sesuai dengan konstitusi atau undang-undang dasar. |
| Demokrasi | Sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. |
| Kedaulatan Rakyat | Kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. |
| Trias Politica | Pembagian kekuasaan menjadi legislatif, eksekutif, dan yudikatif. |
| Amandemen | Perubahan atau penambahan pada suatu undang-undang dasar atau konstitusi. |
| Periodisasi | Pembagian waktu berdasarkan periode atau masa tertentu. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Pancasila Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 2 siap unduh
Menjiwai PancasilaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDemokrasi Berdasarkan UUD NRI Tahun 1945Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Harmoni dalam KeberagamanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenjaga Keutuhan NKRIBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Pendidikan Pancasila lain yang sudah tersedia
Pancasila sebagai ideologi Negara IndonesiaPendidikan Pancasila Kelas XI SMA"menganalisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dan merumuskaPendidikan Pancasila Kelas XI SMAA. Periodisasi Undang-Undang Dasar di IndonesiaPendidikan Pancasila Kelas XI SMADemokrasi PancasilaPendidikan Pancasila Kelas XI SMALihat semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Pancasila kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional pada Pendidikan Pancasila SMA, Fase F, elemen Pancasila dan Demokrasi.
Modul Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional untuk Pendidikan Pancasila kelas XI.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila materi Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional ini gratis?
Ya. Modul Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional untuk kelas XI SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Pancasila kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran, pada Fase F untuk kelas XI SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional untuk Pendidikan Pancasila kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Pancasila kelas XI SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Pancasila kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Pancasila ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Indonesia sebagai Negara Demokrasi Konstitusional yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Pancasila MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.