SMAKelas XIIFase F📘 Bab 2.3Semester 1

Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas XII
Kemelut Pergantian Kekuasaan

Sudah jadi 10 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

📽️ Modul ini sekalian jadi PPT-nyaSlide dari isi modul ini · satu .pptx per pertemuan

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Masa Demokrasi Liberal di Indonesia ditandai oleh sistem parlementer dan fragmentasi partai politik yang menyebabkan seringnya pergantian kabinet, seperti Kabinet Natsir, Sukiman, dan Wilopo. Setiap kabinet memiliki program kerja dan tantangan unik, namun semuanya berakhir karena mosi tidak percaya atau ketidakmampuan mengatasi masalah krusial. Ketidakstabilan ini menghambat pembangunan dan konsolidasi nasional, serta memicu pemberontakan, yang akhirnya mengakhiri periode Demokrasi Liberal.

Di bawah ini 10 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Kemelut Pergantian Kekuasaan
Sejarah · Kelas XII · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
MODUL AJAR
Kemelut Pergantian Kekuasaan
Sejarah · Fase F · Kelas XII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranSejarah
Fase / KelasF / XII
Materi PokokKemelut Pergantian Kekuasaan
Alokasi Waktu1 Pertemuan (2 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memahami latar belakang terbentuknya negara Indonesia dan struktur pemerintahan awal pasca kemerdekaan.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. penalaran kritis — elemen: Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan
    Peserta didik mengevaluasi berbagai sumber informasi mengenai peristiwa politik, mengidentifikasi bias, dan merumuskan kesimpulan yang logis dan objektif.
  2. kolaborasi — elemen: Kerja sama
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menganalisis kasus-kasus pergantian kabinet, berbagi peran, dan mencapai tujuan bersama dalam pemecahan masalah.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainSejarah Indonesia
Rumusan CP FasePada akhir Fase F, peserta didik mampu menganalisis secara kritis berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia dari masa kemerdekaan hingga masa kini, termasuk dinamika politik, ekonomi, dan sosial, serta mengaitkannya dengan konteks global dan nilai-nilai kebangsaan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMasa Demokrasi Liberal di Indonesia ditandai dengan seringnya pergantian kabinet, seperti Kabinet Natsir, Sukiman, dan Wilopo.
KonseptualKonsep kemelut pergantian kekuasaan mencakup faktor-faktor penyebab instabilitas politik dan dampaknya terhadap pembangunan nasional.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari cara menganalisis faktor-faktor penyebab dan dampak pergantian kabinet dalam sistem pemerintahan parlementer.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana peristiwa sejarah masa lalu dapat memberikan pelajaran berharga untuk memahami dinamika politik kontemporer dan pentingnya stabilitas pemerintahan.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kemelut pergantian kekuasaan pada masa Demokrasi Liberal dengan tepat.
  2. Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak pergantian kabinet terhadap stabilitas politik dan pembangunan nasional pada masa Demokrasi Liberal secara runtut.
  3. Setelah mengkaji sumber sejarah, peserta didik dapat membandingkan program kerja dan tantangan yang dihadapi Kabinet Natsir, Sukiman, dan Wilopo dengan benar.
Halaman 2 · Kemelut Pergantian Kekuasaan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami bahwa kemelut pergantian kekuasaan di Indonesia pasca kemerdekaan merupakan cerminan kompleksitas politik domestik dan intervensi eksternal yang berdampak pada stabilitas nasional.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa Indonesia mengalami begitu banyak pergantian kabinet di awal kemerdekaan, dan pelajaran apa yang bisa kita ambil dari peristiwa tersebut?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuSosiologi: Menganalisis dampak instabilitas politik terhadap struktur sosial masyarakat dan munculnya konflik sosial.
Ekonomi: Mengkaji pengaruh pergantian kekuasaan yang sering terhadap kebijakan ekonomi dan kondisi perekonomian nasional.
Kemitraan PembelajaranPeserta didik dapat mewawancarai tokoh masyarakat atau sejarawan lokal (jika memungkinkan) untuk mendapatkan perspektif tambahan mengenai kemelut politik masa Demokrasi Liberal.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas diatur secara fleksibel untuk diskusi kelompok, dilengkapi dengan akses internet dan proyektor untuk presentasi dan penayangan materi visual.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform belajar daring untuk berbagi bahan ajar, mengumpulkan tugas, dan forum diskusi asinkron mengenai isu-isu politik yang relevan.
Halaman 3 · Kemelut Pergantian Kekuasaan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kemelut pergantian kekuasaan pada masa Demokrasi Liberal dengan tepat dan membandingkan program kerja serta tantangan yang dihadapi Kabinet Natsir, Sukiman, dan Wilopo dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tepuk Sejarah: Guru memimpin tepuk tangan dengan irama tertentu, diakhiri dengan menyebut satu nama kabinet Demokrasi Liberal yang akan direspons peserta didik dengan tepuk tangan sesuai jumlah suku kata.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi untuk memastikan kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa yang kamu ketahui tentang sistem pemerintahan parlementer dan mengapa sistem tersebut cenderung tidak stabil?' untuk mengaitkan pengetahuan awal peserta didik dengan materi.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi faktor penyebab dan dampak pergantian kekuasaan, serta membandingkan kabinet-kabinet Demokrasi Liberal, dilanjutkan dengan pertanyaan pemantik 'Mengapa Indonesia mengalami begitu banyak pergantian kabinet di awal kemerdekaan?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan infografis tentang kronologi pergantian kabinet pada masa Demokrasi Liberal (Kabinet Natsir, Sukiman, Wilopo) dan menanyakan 'Apa yang kamu amati dari frekuensi pergantian kabinet ini?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi tiga kelompok, masing-masing kelompok akan fokus pada satu kabinet (Natsir, Sukiman, atau Wilopo) untuk dianalisis lebih dalam.
  3. Setiap kelompok menerima LKPD 'Mengurai Kemelut Kabinet' dan bahan ajar digital yang berisi informasi tentang kabinet yang menjadi fokus kelompoknya, serta instruksi untuk mencari informasi tambahan dari berbagai sumber terpercaya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab jatuhnya kabinet serta program kerja dan tantangan yang dihadapi oleh kabinet yang menjadi fokus mereka, mencatat hasilnya pada tabel di LKPD.
  2. Peserta didik juga menganalisis dampak pergantian kabinet tersebut terhadap stabilitas politik dan pembangunan nasional Indonesia.
  3. Setiap kelompok menyiapkan presentasi singkat mengenai hasil analisis mereka, dengan fokus pada perbandingan program dan tantangan antar kabinet.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka di depan kelas, menjelaskan faktor penyebab, program kerja, tantangan, dan dampak dari kabinet yang mereka kaji, lalu kelompok lain memberikan tanggapan.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi setiap kelompok, menekankan pada kelengkapan dan ketepatan analisis.
  3. Guru melakukan penguatan materi dengan merangkum poin-poin penting tentang kemelut pergantian kekuasaan dan menghubungkannya dengan konteks sejarah yang lebih luas, serta memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas partisipasi aktifnya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan kembali faktor-faktor penyebab dan dampak kemelut pergantian kekuasaan pada masa Demokrasi Liberal.
  2. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi singkat mengenai pelajaran yang didapat dari materi ini dan memberikan apresiasi atas kerja keras dan kontribusi mereka.
  3. Guru memberikan pengantar singkat untuk materi pertemuan berikutnya tentang dampak kemelut politik ini terhadap ekonomi dan masyarakat, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Kemelut Pergantian Kekuasaan — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKMengurai Kemelut Kabinet
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu akan mengidentifikasi faktor penyebab dan dampak pergantian kabinet, serta membandingkan program kerja Kabinet Natsir, Sukiman, dan Wilopo.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.

Info singkat: Masa Demokrasi Liberal di Indonesia (1950-1959) merupakan periode yang penuh gejolak politik. Sistem parlementer yang diterapkan menyebabkan seringnya pergantian kabinet, menciptakan ketidakstabilan pemerintahan.

Alat & bahan: Bahan ajar digital, gawai, alat tulis

Langkah kerja:

  1. Amati infografis kronologi pergantian kabinet di Indonesia pada Gambar 1, lalu diskusikan dalam kelompokmu mengapa pergantian kabinet sering terjadi.
    1950Kabinet Natsir1951Kabinet Sukiman1952Kabinet Wilopo1953Kabinet AliSastroamidjojo I
    Gambar 1. Garis waktu
  2. Identifikasi faktor-faktor penyebab jatuhnya Kabinet Natsir, Sukiman, dan Wilopo berdasarkan bahan ajar dan sumber lain, lalu catat pada kolom 'Faktor Penyebab Jatuhnya Kabinet'.
  3. Analisis program kerja utama dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing kabinet, kemudian tuliskan pada kolom 'Program Kerja Utama' dan 'Tantangan yang Dihadapi'.
  4. Diskusikan dampak pergantian kabinet terhadap stabilitas politik dan pembangunan nasional, lalu tuliskan kesimpulanmu pada kolom 'Dampak'.
  5. Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas, lalu berikan umpan balik kepada kelompok lain.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 5 · Kemelut Pergantian Kekuasaan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang sistem pemerintahan parlementer?
  2. Sebutkan salah satu kabinet yang pernah memerintah Indonesia pada masa Demokrasi Liberal!
  3. Menurutmu, apa dampak jika suatu negara sering mengalami pergantian pemimpin?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil analisis pada LKPD dan jawaban soal esai.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 6 · Kemelut Pergantian Kekuasaan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kemelut pergantian kekuasaan pada masa Demokrasi Liberal.Faktor penyebab kemelut pergantian kekuasaan2 JPpenalaran kritis
2Menganalisis dampak pergantian kabinet terhadap stabilitas politik dan pembangunan nasional.Dampak pergantian kabinet2 JPkewargaan
3Membandingkan program kerja dan tantangan yang dihadapi Kabinet Natsir, Sukiman, dan Wilopo.Perbandingan kabinet Demokrasi Liberal2 JPkolaborasi
Halaman 7 · Kemelut Pergantian Kekuasaan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
BAHAN AJAR

Masa Demokrasi Liberal di Indonesia (1950-1959) merupakan periode yang penuh gejolak politik. Sistem parlementer yang diterapkan menyebabkan seringnya pergantian kabinet, menciptakan ketidakstabilan pemerintahan. Kondisi ini menghambat upaya pembangunan dan konsolidasi negara yang baru merdeka, meninggalkan warisan tantangan bagi kepemimpinan selanjutnya.

1. Latar Belakang Demokrasi Liberal
Setelah pengakuan kedaulatan pada tahun 1949, Indonesia memasuki periode Demokrasi Liberal dengan sistem pemerintahan parlementer. Dalam sistem ini, kabinet bertanggung jawab kepada parlemen (DPR), bukan kepada presiden. Hal ini berarti kabinet dapat dijatuhkan oleh mosi tidak percaya dari parlemen. Fragmentasi partai politik yang kuat di parlemen membuat sulit terbentuknya koalisi yang stabil, sehingga kabinet seringkali berusia pendek. Setiap partai memiliki kepentingan dan ideologi yang berbeda, menyebabkan persaingan politik yang ketat.

2. Kabinet Natsir (6 September 1950 - 21 Maret 1951)
Kabinet Natsir adalah kabinet pertama pada masa Demokrasi Liberal. Dipimpin oleh Mohammad Natsir dari Masyumi, kabinet ini merupakan kabinet koalisi yang didukung oleh berbagai partai. Program kerjanya meliputi usaha mengembalikan Irian Barat, konsolidasi keamanan, dan pembangunan ekonomi. Tantangan utama yang dihadapi adalah masalah Irian Barat yang belum terselesaikan, pemberontakan di berbagai daerah, dan mosi tidak percaya dari PNI mengenai masalah pembubaran negara-negara bagian RIS. Mosi ini akhirnya menyebabkan jatuhnya kabinet Natsir.

3. Kabinet Sukiman (27 April 1951 - 3 April 1952)
Setelah Kabinet Natsir jatuh, terbentuklah Kabinet Sukiman yang dipimpin oleh Sukiman Wirjosandjojo dari Masyumi, dengan koalisi Masyumi-PNI. Program utamanya adalah meningkatkan keamanan dan kesejahteraan rakyat, serta mempercepat persiapan pemilihan umum. Namun, kabinet ini menghadapi tantangan serius terkait masalah dalam negeri seperti pemberontakan DI/TII dan masalah luar negeri, khususnya penandatanganan Mutual Security Act (MSA) dengan Amerika Serikat. Perjanjian MSA dianggap bertentangan dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia dan memicu mosi tidak percaya dari parlemen, yang akhirnya menjatuhkan Kabinet Sukiman.

4. Kabinet Wilopo (3 April 1952 - 30 Juli 1953)
Kabinet Wilopo dipimpin oleh Wilopo dari PNI dan merupakan kabinet zaken (kabinet ahli) yang beranggotakan tokoh-tokoh non-partai. Program kerjanya fokus pada persiapan pemilihan umum, penyelesaian masalah keamanan, dan pembangunan ekonomi. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah masalah agraria di Sumatera Utara (Peristiwa Tanjung Morawa) yang menimbulkan konflik antara petani dan pengusaha perkebunan, serta masalah Angkatan Darat (Peristiwa 17 Oktober 1952). Ketidakmampuan mengatasi masalah-masalah tersebut menyebabkan kabinet ini juga harus menyerahkan mandatnya.

5. Dampak Kemelut Pergantian Kekuasaan
Seringnya pergantian kabinet pada masa Demokrasi Liberal membawa dampak negatif yang signifikan. Ketidakstabilan politik menghambat pelaksanaan program pembangunan jangka panjang karena setiap kabinet baru sering mengubah kebijakan kabinet sebelumnya. Hal ini juga menyebabkan ketidakpastian hukum dan ekonomi, serta melemahnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Selain itu, kondisi ini juga dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok separatis untuk melancarkan pemberontakan, memperparah kondisi keamanan nasional. Situasi ini pada akhirnya mendorong Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekret Presiden 5 Juli 1959 yang menandai berakhirnya Demokrasi Liberal dan dimulainya Demokrasi Terpimpin.

Rangkuman: Masa Demokrasi Liberal di Indonesia ditandai oleh sistem parlementer dan fragmentasi partai politik yang menyebabkan seringnya pergantian kabinet, seperti Kabinet Natsir, Sukiman, dan Wilopo. Setiap kabinet memiliki program kerja dan tantangan unik, namun semuanya berakhir karena mosi tidak percaya atau ketidakmampuan mengatasi masalah krusial. Ketidakstabilan ini menghambat pembangunan dan konsolidasi nasional, serta memicu pemberontakan, yang akhirnya mengakhiri periode Demokrasi Liberal.

Halaman 8 · Kemelut Pergantian Kekuasaan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
GLOSARIUM
IstilahArti
Demokrasi LiberalSistem pemerintahan di mana kekuasaan eksekutif (kabinet) bertanggung jawab kepada parlemen.
KabinetBadan pemerintahan yang terdiri dari menteri-menteri dan dipimpin oleh seorang perdana menteri.
Mosi Tidak PercayaPernyataan resmi dari parlemen yang menyatakan tidak percaya kepada kabinet, yang dapat menyebabkan jatuhnya kabinet.
Kabinet ZakenKabinet yang anggotanya dipilih berdasarkan keahlian, bukan afiliasi partai politik.
MSA (Mutual Security Act)Undang-undang bantuan luar negeri Amerika Serikat yang memberikan bantuan militer dan ekonomi kepada negara-negara yang dianggap penting bagi keamanan AS.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 9 · Kemelut Pergantian Kekuasaan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
PENGESAHAN

Modul ajar "Kemelut Pergantian Kekuasaan" mata pelajaran Sejarah Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 10 · Kemelut Pergantian Kekuasaan — pratinjau tuntas.org

10 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 11–16

Modul Kemelut Pergantian Kekuasaan ini bisa jadi 16 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIIPeta Konsep
Kemelut Pergantian KekuasaanLatar Belakang Demokrasi LiberalKabinet Natsir (6 September 1950 - 21 Maret 1951)Kabinet Sukiman (27 April 1951 - 3 April 1952)Kabinet Wilopo (3 April 1952 - 30 Juli 1953)Dampak Kemelut Pergantian Kekuasaan
Dari sub-bab Kemelut Pergantian KekuasaanHalaman 11
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 12
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 13
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 14
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 15
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIIProfil Lulusan
KewargaanPenalaran kritisKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 16

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS + analisis butir soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bagian dari Bab 2 · Demokrasi Liberal hingga Demokrasi Terpimpin

Modul ini membahas satu subbab. Subbab lain di bab ini, atau seluruh bab dalam satu modul:

Bab 2Demokrasi Liberal hingga Demokrasi TerpimpinModul siap unduh · Word + PDF ber-kop2.1Indonesia di Tengah Konstelasi Perang Dingin2.2Ketersebaran Kekuatan dan Identitas Nasional Baru2.3Kemelut Pergantian KekuasaanSedang Anda buka

Bukan Kemelut Pergantian Kekuasaan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 12 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kemelut Pergantian Kekuasaan pada Sejarah SMA, Fase F, elemen Sejarah Indonesia.

Modul Kemelut Pergantian Kekuasaan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Sejarah kelas XII SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Sejarah materi Kemelut Pergantian Kekuasaan ini gratis?

Ya. Modul Kemelut Pergantian Kekuasaan untuk kelas XII SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Kemelut Pergantian Kekuasaan ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Kemelut Pergantian Kekuasaan ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kemelut Pergantian Kekuasaan dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Sejarah kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Kemelut Pergantian Kekuasaan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kemelut Pergantian Kekuasaan tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kemelut Pergantian Kekuasaan untuk Sejarah kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Kemelut Pergantian Kekuasaan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas XII SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kemelut Pergantian Kekuasaan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Sejarah ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?

Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Kemelut Pergantian Kekuasaan yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Sejarah MA ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Sejarah SMASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.