SMAKelas XIIFase F

Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas XII
Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

📽️ Modul ini sekalian jadi PPT-nyaSlide dari isi modul ini · satu .pptx per pertemuan

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Ketidakseimbangan relasi pusat dan daerah pada masa Demokrasi Liberal dan Terpimpin, yang disebabkan oleh faktor politik, ekonomi, dan ideologi, memicu berbagai gerakan disintegrasi seperti PRRI/Permesta. Dampaknya sangat serius terhadap stabilitas politik, sosial, dan ekonomi, serta mengancam keutuhan bangsa. Pemerintah melakukan berbagai upaya, baik militer maupun politik, untuk mengatasi ancaman ini, yang memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga harmoni hubungan pusat-daerah demi persatuan nasional.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi
Sejarah · Kelas XII · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
MODUL AJAR
Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi
Sejarah · Fase F · Kelas XII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranSejarah
Fase / KelasF / XII
Materi PokokKetidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang masa kemerdekaan Indonesia dan awal terbentuknya negara Republik Indonesia.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. penalaran kritis — elemen: menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Peserta didik menganalisis berbagai faktor penyebab ketidakseimbangan relasi pusat-daerah pada masa Demokrasi Liberal dan Terpimpin.
  2. kewargaan — elemen: peran sebagai warga negara
    Peserta didik mengidentifikasi dampak ketidakseimbangan relasi pusat-daerah terhadap persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
  3. kolaborasi — elemen: bekerja sama
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi solusi menjaga keutuhan bangsa dari ancaman disintegrasi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainSejarah Indonesia
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis secara kritis perkembangan masyarakat Indonesia dari masa kemerdekaan hingga reformasi, termasuk dinamika politik, ekonomi, sosial, dan budaya, serta dampaknya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualPada masa Demokrasi Liberal dan Terpimpin, terdapat berbagai pemberontakan daerah seperti PRRI/Permesta yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan pusat.
KonseptualKetidakseimbangan relasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat menjadi akar permasalahan disintegrasi bangsa, dipengaruhi oleh faktor politik, ekonomi, dan ideologi.
ProseduralPeserta didik akan belajar menganalisis sumber sejarah, mengidentifikasi pola hubungan pusat-daerah, dan menyusun argumen tentang dampak disintegrasi.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya memahami sejarah konflik pusat-daerah untuk mengambil pelajaran dalam menjaga keutuhan bangsa di masa kini dan mendatang.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui analisis sumber sejarah, peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidakseimbangan relasi pusat dan daerah pada masa Demokrasi Liberal dengan tepat.
  2. Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak ketidakseimbangan relasi pusat dan daerah terhadap anyaman disintegrasi bangsa Indonesia secara runtut.
  3. Setelah mengamati studi kasus, peserta didik dapat mengevaluasi upaya pemerintah dalam mengatasi ancaman disintegrasi pada masa Demokrasi Terpimpin dengan kritis.
  4. Melalui presentasi hasil analisis, peserta didik dapat menyajikan rekomendasi kebijakan untuk menjaga keutuhan bangsa dari potensi disintegrasi dengan argumentasi yang kuat.
Halaman 2 · Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Ketidakseimbangan relasi antara pemerintah pusat dan daerah pada masa Demokrasi Liberal dan Terpimpin merupakan faktor krusial yang memicu berbagai konflik dan ancaman disintegrasi, yang dampaknya masih relevan untuk dipelajari dalam konteks keutuhan bangsa saat ini.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa ketidakpuasan daerah terhadap pemerintah pusat pada masa lalu bisa berujung pada gerakan bersenjata yang mengancam keutuhan bangsa?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuSosiologi: Menganalisis dampak konflik pusat-daerah terhadap struktur sosial masyarakat dan integrasi sosial.
Ekonomi: Membahas isu-isu pembagian sumber daya ekonomi dan dampaknya terhadap ketidakpuasan daerah.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Mengkaji nilai-nilai persatuan dan kesatuan serta peran warga negara dalam menjaga keutuhan bangsa.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi tentang sejarah lokal atau cerita keluarga terkait peristiwa konflik pusat-daerah untuk memperkaya perspektif peserta didik.
Lingkungan PembelajaranPemanfaatan perpustakaan sekolah dan ruang kelas yang diatur untuk diskusi kelompok yang nyaman dan kondusif mendukung pembelajaran kolaboratif.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPenggunaan platform pembelajaran daring untuk mengakses sumber-sumber sejarah digital, video dokumenter, dan mengunggah hasil diskusi kelompok.
Halaman 3 · Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.1  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui analisis sumber sejarah, peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidakseimbangan relasi pusat dan daerah pada masa Demokrasi Liberal dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Tokoh Sejarah: Guru menyebutkan ciri-ciri tokoh sejarah yang terlibat dalam konflik pusat-daerah, dan peserta didik menebak namanya secara bergiliran.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan menayangkan gambar peta Indonesia dan bertanya tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bagi bangsa Indonesia, mengaitkan dengan pengalaman peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa ketidakpuasan daerah terhadap pemerintah pusat pada masa lalu bisa berujung pada gerakan bersenjata yang mengancam keutuhan bangsa?', agar peserta didik sadar akan tujuan dan proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat atau infografis tentang kondisi politik dan ekonomi Indonesia pada awal masa Demokrasi Liberal, khususnya terkait kebijakan pemerintah pusat yang memicu ketidakpuasan di daerah.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil dan memberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi studi kasus atau potongan teks dari sumber sejarah tentang ketidakseimbangan relasi pusat dan daerah pada masa tersebut.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok menganalisis studi kasus atau teks tersebut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidakseimbangan relasi pusat-daerah, seperti masalah otonomi, pembagian sumber daya, atau representasi politik.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok membuat daftar faktor-faktor penyebab ketidakseimbangan relasi pusat-daerah yang mereka temukan, disertai bukti dari sumber yang diberikan, dalam bentuk peta pikiran sederhana atau poin-poin penting.
  2. Setiap kelompok menyiapkan presentasi singkat untuk memaparkan hasil identifikasi mereka di depan kelas.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, dan kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan konstruktif.
  2. Guru memberikan umpan balik terhadap presentasi dan hasil identifikasi kelompok, mengoreksi miskonsepsi dan memperkuat pemahaman yang benar.
  3. Guru memberikan penguatan materi mengenai berbagai faktor historis yang melatarbelakangi ketidakseimbangan relasi pusat-daerah pada masa Demokrasi Liberal.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan faktor-faktor utama penyebab ketidakseimbangan relasi pusat-daerah pada masa Demokrasi Liberal.
  2. Guru mengajak peserta didik merefleksikan pembelajaran hari ini dengan menanyakan 'Apa pelajaran terpenting yang kamu dapatkan dari memahami konflik pusat-daerah ini?' dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, menciptakan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan penugasan untuk membaca materi tentang dampak ketidakseimbangan ini terhadap disintegrasi dan menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya, lalu menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.2  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak ketidakseimbangan relasi pusat dan daerah terhadap anyaman disintegrasi bangsa Indonesia secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Sambung Kata Sejarah: Guru memulai dengan satu kata terkait materi sebelumnya (misal: 'federalisme'), lalu peserta didik menyambung dengan kata lain yang relevan secara bergantian membentuk sebuah cerita singkat.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan kembali faktor-faktor penyebab ketidakseimbangan relasi pusat-daerah yang telah dipelajari di pertemuan sebelumnya, kemudian mengaitkannya dengan potensi munculnya konflik dan disintegrasi.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan bahwa peserta didik akan menganalisis dampak ketidakseimbangan relasi pusat-daerah terhadap disintegrasi, agar peserta didik sadar akan tujuan dan proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan peta wilayah Indonesia pada masa Demokrasi Liberal yang menunjukkan daerah-daerah yang mengalami pemberontakan (misalnya PRRI/Permesta) dan bertanya tentang kaitan antara ketidakseimbangan relasi pusat-daerah dengan munculnya gerakan-gerakan tersebut.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok yang sama atau baru, kemudian memberikan LKPD yang berisi data atau narasi singkat tentang berbagai gerakan disintegrasi yang muncul akibat ketidakpuasan daerah pada masa Demokrasi Liberal dan Terpimpin.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok menganalisis data atau narasi tersebut untuk mengidentifikasi dampak konkret dari ketidakseimbangan relasi pusat-daerah terhadap anyaman disintegrasi bangsa, seperti konflik bersenjata, korban jiwa, atau kerugian ekonomi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menyusun analisis tentang dampak ketidakseimbangan relasi pusat-daerah terhadap disintegrasi dalam bentuk laporan singkat atau infografis yang menggambarkan kronologi dan konsekuensi dari gerakan-gerakan tersebut.
  2. Setiap kelompok menyiapkan presentasi untuk memaparkan hasil analisis mereka di depan kelas.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka, dan kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau perbandingan dengan kasus lain.
  2. Guru memberikan umpan balik yang konstruktif terhadap presentasi dan hasil analisis kelompok, mengklarifikasi poin-poin penting dan menyoroti relevansi sejarah ini.
  3. Guru memberikan penguatan materi mengenai berbagai bentuk disintegrasi yang terjadi dan dampak jangka panjangnya terhadap persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan dampak-dampak utama dari ketidakseimbangan relasi pusat-daerah terhadap disintegrasi bangsa.
  2. Guru mengajak peserta didik merefleksikan dengan pertanyaan 'Bagaimana pemahamanmu tentang sejarah konflik ini dapat membentuk sikapmu sebagai warga negara yang baik?' dan memberikan apresiasi atas kerja keras dan diskusi yang produktif, menciptakan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan penugasan untuk mencari informasi tentang upaya pemerintah dalam mengatasi ancaman disintegrasi dan menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya, lalu menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKMenelusuri Akar Disintegrasi
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu akan menganalisis faktor-faktor penyebab ketidakseimbangan relasi pusat dan daerah serta dampaknya terhadap disintegrasi bangsa.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.

Info singkat: Masa Demokrasi Liberal dan Terpimpin di Indonesia merupakan periode krusial yang ditandai oleh dinamika politik yang kompleks.

Alat & bahan: Laptop/komputer, akses internet, alat tulis, kertas HVS

Langkah kerja:

  1. Amati peta Indonesia di bawah ini yang menunjukkan wilayah-wilayah yang pernah terlibat dalam gerakan daerah pada masa Demokrasi Liberal dan Terpimpin.
  2. Bersama kelompokmu, identifikasi minimal tiga faktor penyebab ketidakpuasan daerah terhadap pemerintah pusat berdasarkan informasi yang kamu temukan dari bahan ajar dan sumber lain.
  3. Diskusikan dampak-dampak yang timbul akibat ketidakseimbangan relasi tersebut terhadap persatuan dan kesatuan bangsa, catat minimal tiga dampak.
  4. Catat temuanmu dalam tabel di bawah ini dan siapkan untuk presentasi.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang konsep 'otonomi daerah'?
  2. Menurutmu, mengapa sebuah daerah bisa merasa tidak puas dengan kebijakan pemerintah pusat?
  3. Sebutkan salah satu contoh konflik antara pemerintah pusat dan daerah yang pernah kamu dengar atau baca!
  4. Apa yang dimaksud dengan 'disintegrasi bangsa'?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kualitas argumen yang disampaikan saat presentasi.

Sumatif (akhir): Penilaian esai individu tentang evaluasi upaya pemerintah dalam mengatasi ancaman disintegrasi.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidakseimbangan relasi pusat dan daerah pada masa Demokrasi Liberal.Faktor-faktor ketidakseimbangan relasi pusat-daerah.2 JPpenalaran kritis
2Menganalisis dampak ketidakseimbangan relasi pusat dan daerah terhadap anyaman disintegrasi bangsa.Dampak ketidakseimbangan relasi terhadap disintegrasi.2 JPkewargaan
3Mengevaluasi upaya pemerintah dalam mengatasi ancaman disintegrasi pada masa Demokrasi Terpimpin.Upaya pemerintah mengatasi disintegrasi.2 JPpenalaran kritis, kolaborasi
Halaman 8 · Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
BAHAN AJAR

Masa Demokrasi Liberal dan Terpimpin di Indonesia merupakan periode krusial yang ditandai oleh dinamika politik yang kompleks. Salah satu isu sentral yang mewarnai periode ini adalah ketidakseimbangan relasi antara pemerintah pusat dan daerah, yang kerap memicu gejolak dan ancaman disintegrasi. Memahami akar masalah ini penting untuk mengambil pelajaran berharga bagi keutuhan bangsa.

1. Latar Belakang Ketidakseimbangan Relasi Pusat-Daerah
Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia pada tahun 1949, sistem pemerintahan federal Republik Indonesia Serikat (RIS) tidak bertahan lama dan digantikan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 1950. Perubahan ini membawa konsekuensi pada struktur pemerintahan, di mana pemerintah pusat memiliki kewenangan yang lebih besar. Namun, dalam praktiknya, implementasi otonomi daerah belum berjalan optimal. Banyak daerah merasa bahwa kebijakan yang dikeluarkan pusat tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lokal mereka. Selain itu, pembagian sumber daya ekonomi, terutama dari sektor pertambangan atau perkebunan, seringkali dirasa tidak adil oleh daerah penghasil. Kesenjangan pembangunan antarwilayah juga menjadi pemicu ketidakpuasan.

2. Faktor Politik dan Ideologi
Secara politik, banyaknya partai politik pada masa Demokrasi Liberal menyebabkan instabilitas kabinet dan seringnya pergantian pemerintahan. Hal ini berdampak pada kebijakan pusat yang tidak konsisten dan kurangnya perhatian terhadap aspirasi daerah. Beberapa daerah, terutama di luar Jawa, merasa kurang terwakili dalam pemerintahan pusat. Konflik ideologi antara kelompok-kelompok politik, seperti nasionalis, agama, dan komunis, juga turut memperkeruh suasana. Ada kekhawatiran dari beberapa daerah bahwa ideologi tertentu akan mendominasi dan mengancam identitas lokal atau agama mereka, sehingga memicu gerakan perlawanan.

3. Faktor Ekonomi dan Kesenjangan Pembangunan
Sektor ekonomi menjadi salah satu pemicu utama ketidakseimbangan. Daerah-daerah yang kaya sumber daya alam, seperti Sumatera dan Sulawesi, merasa bahwa hasil kekayaan alam mereka lebih banyak dinikmati oleh pemerintah pusat dan daerah lain, sementara pembangunan di wilayah mereka sendiri tertinggal. Kebijakan ekonomi pusat yang sentralistik dan kurangnya alokasi anggaran yang memadai untuk pembangunan daerah menyebabkan ketimpangan yang signifikan. Hal ini menimbulkan sentimen bahwa daerah-daerah tersebut dieksploitasi oleh pusat, yang pada akhirnya memicu tuntutan otonomi yang lebih besar atau bahkan gerakan separatis.

4. Gerakan Disintegrasi Akibat Ketidakseimbangan
Ketidakseimbangan relasi pusat dan daerah ini memuncak dalam berbagai gerakan disintegrasi. Contoh paling menonjol adalah Gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera dan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) di Sulawesi pada tahun 1958. Gerakan-gerakan ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan pusat, terutama terkait alokasi anggaran dan otonomi daerah, serta kekecewaan terhadap instabilitas politik. Selain itu, ada juga gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di beberapa wilayah yang memiliki motif ideologi keagamaan namun juga memanfaatkan sentimen ketidakpuasan daerah terhadap pusat.

5. Dampak Anyaman Disintegrasi
Anyaman disintegrasi yang terjadi pada masa ini memiliki dampak yang luas dan mendalam. Secara politik, stabilitas negara terancam dan pemerintah harus mengerahkan sumber daya besar untuk menghadapi pemberontakan. Secara sosial, terjadi perpecahan di masyarakat, konflik bersenjata menyebabkan korban jiwa, pengungsian, dan kerusakan infrastruktur. Ekonomi nasional juga terganggu akibat terhambatnya produksi dan perdagangan di daerah-daerah konflik. Yang paling krusial adalah ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa, di mana identitas nasional teruji oleh sentimen kedaerahan yang kuat.

6. Upaya Pemerintah Mengatasi Disintegrasi
Pemerintah pusat, baik pada masa Demokrasi Liberal maupun Demokrasi Terpimpin, melakukan berbagai upaya untuk mengatasi ancaman disintegrasi. Pendekatan militeristik seringkali menjadi pilihan utama, seperti Operasi Militer Penumpasan PRRI/Permesta. Namun, pemerintah juga mencoba pendekatan politik dan rekonsiliasi, seperti pemberian amnesti dan abolisi bagi para pemberontak yang menyerah. Pada masa Demokrasi Terpimpin, Presiden Soekarno berupaya memperkuat persatuan dengan konsep 'Nasakom' (Nasionalisme, Agama, Komunisme) dan memusatkan kekuasaan untuk menciptakan stabilitas, meskipun ini juga menimbulkan kritik terkait sentralisasi yang berlebihan.

Rangkuman: Ketidakseimbangan relasi pusat dan daerah pada masa Demokrasi Liberal dan Terpimpin, yang disebabkan oleh faktor politik, ekonomi, dan ideologi, memicu berbagai gerakan disintegrasi seperti PRRI/Permesta. Dampaknya sangat serius terhadap stabilitas politik, sosial, dan ekonomi, serta mengancam keutuhan bangsa. Pemerintah melakukan berbagai upaya, baik militer maupun politik, untuk mengatasi ancaman ini, yang memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga harmoni hubungan pusat-daerah demi persatuan nasional.

Halaman 9 · Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
GLOSARIUM
IstilahArti
DisintegrasiPerpecahan suatu bangsa atau negara menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Otonomi DaerahKewenangan daerah untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat.
SentralistikSistem pemerintahan di mana kekuasaan dan pengambilan keputusan terpusat pada pemerintah pusat.
PRRIPemerintahan Revolusioner Republik Indonesia, gerakan daerah di Sumatera.
PermestaPerjuangan Rakyat Semesta, gerakan daerah di Sulawesi.
AmnestiPengampunan atau penghapusan hukuman yang diberikan oleh kepala negara kepada seseorang atau sekelompok orang.
AbolisiPenghapusan penuntutan pidana terhadap seseorang atau sekelompok orang.
NasakomKonsep persatuan yang dicetuskan Soekarno, menyatukan Nasionalisme, Agama, dan Komunisme.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
PENGESAHAN

Modul ajar "Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi" mata pelajaran Sejarah Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIIPeta Konsep
Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman DisintegrasiLatar Belakang Ketidakseimbangan Relasi Pusat-DaerahFaktor Politik dan IdeologiFaktor Ekonomi dan Kesenjangan PembangunanGerakan Disintegrasi Akibat KetidakseimbanganDampak Anyaman Disintegrasi
Dari sub-bab Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman DisintegrasiHalaman 12
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIIProfil Lulusan
Penalaran kritisKewargaanKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS + analisis butir soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 12 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi pada Sejarah SMA, Fase F, elemen Sejarah Indonesia.

Modul Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi untuk Sejarah kelas XII.

Apakah modul ajar Sejarah materi Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi ini gratis?

Ya. Modul Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi untuk kelas XII SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Sejarah kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi untuk Sejarah kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas XII SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Sejarah ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?

Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Anyaman Disintegrasi yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Sejarah MA ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Sejarah SMASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.