Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas VII
Fabel — Tunarungu
Modul ajar (RPP) Bahasa Indonesia SMPLB kelas VII materi Fabel — Tunarungu, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Fabel — Tunarungu yang Anda cari? Materi Bahasa Indonesia Kelas VII lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Fabel — Tunarungu |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal beberapa cerita sederhana tentang hewan dan mampu mengidentifikasi tokoh serta kejadian pokok dalam cerita tersebut.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
Peserta didik menganalisis struktur dan unsur kebahasaan fabel, lalu mengevaluasi pesan moral di dalamnya dengan bantuan visual. - Kreativitas — elemen: Menghasilkan Gagasan yang Orisinal
Peserta didik menciptakan ide cerita fabel baru dengan tokoh hewan dan pesan moral yang relevan, didukung penggunaan kartu gambar. - Komunikasi — elemen: Berkomunikasi Efektif
Peserta didik menyampaikan hasil diskusi dan ide cerita fabel menggunakan bahasa isyarat, ujaran, atau tulisan yang jelas dan terstruktur.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks (naratif, deskriptif, eksposisi, persuasi, dan argumentasi) yang sesuai dengan tujuan dan konteks secara terstruktur dan logis, dengan memperhatikan kaidah kebahasaan, serta mampu menyajikan gagasan dan informasi melalui tulisan dengan jelas dan efektif. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Fabel adalah cerita pendek yang menampilkan hewan sebagai tokoh, berperilaku seperti manusia, dan mengandung pesan moral. |
| Konseptual | Unsur-unsur fabel meliputi tokoh, latar, alur, tema, sudut pandang, dan amanat, yang saling berkaitan membentuk kesatuan cerita. |
| Prosedural | Menulis fabel melibatkan tahapan perencanaan, penulisan draf, revisi, dan penyuntingan, dengan fokus pada pengembangan karakter hewan dan penyampaian pesan moral. |
| Metakognitif | Kesadaran bahwa fabel dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan kartu gambar tokoh fabel, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri fabel dengan tepat.
- Dengan menyimak cerita fabel yang ditayangkan, peserta didik dapat menganalisis unsur-unsur fabel (tokoh, latar, alur, amanat) secara runtut.
- Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan pesan moral dari sebuah fabel dengan benar.
- Melalui penugasan menulis, peserta didik dapat merancang kerangka cerita fabel dengan tokoh hewan dan pesan moral yang jelas.
- Dengan bimbingan guru dan contoh, peserta didik dapat menulis draf cerita fabel sederhana sesuai kerangka yang dibuat.
- Setelah melakukan revisi, peserta didik dapat menyajikan cerita fabel hasil karyanya secara mandiri dan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Fabel bukan hanya cerita hiburan, tetapi juga sarana untuk belajar nilai-nilai moral dan etika melalui perilaku tokoh hewan yang relatable.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kamu mendengar cerita tentang kura-kura dan kelinci? Apa yang bisa kita pelajari dari cerita itu?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Menggambar ilustrasi tokoh dan latar fabel untuk mendukung cerita atau membuat komik fabel sederhana. Pendidikan Pancasila: Mengidentifikasi dan mendiskusikan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam pesan moral fabel. Ilmu Pengetahuan Alam: Mengenal jenis-jenis hewan yang menjadi tokoh fabel dan habitatnya, serta perilaku alaminya. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/wali diajak untuk mendampingi peserta didik mencari contoh fabel atau membantu dalam proses penulisan draf di rumah, serta mendiskusikan pesan moralnya. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang dilengkapi dengan sudut baca fabel, papan pajangan karya fabel peserta didik, dan area diskusi kelompok yang nyaman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan tablet atau komputer dengan aplikasi pengolah kata sederhana untuk menulis draf fabel, serta akses ke video fabel bersubtitle dan bahasa isyarat. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan kartu gambar tokoh fabel, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri fabel dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tebak Suara Hewan: Guru memperdengarkan rekaman suara hewan (atau menirukan) dan peserta didik menebak nama hewan tersebut, lalu menirukan suaranya dengan isyarat.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan menyimak cerita fabel yang ditayangkan, peserta didik dapat menganalisis unsur-unsur fabel (tokoh, latar, alur, amanat) secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Siapa Aku?: Guru menunjukkan gambar hewan (misal: singa) dan peserta didik menebak sifatnya (misal: kuat, berani) dengan isyarat atau kata kunci. Lakukan 3-4 hewan berbeda.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Dengan bimbingan guru dan contoh, peserta didik dapat menulis draf cerita fabel sederhana sesuai kerangka yang dibuat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Rantai Kata Hewan: Guru menyebut satu nama hewan (misal: 'Kucing'), peserta didik berikutnya menyebut hewan lain yang diawali huruf terakhir hewan sebelumnya (misal: 'Gajah'), dan seterusnya. Dengan isyarat/tulisan.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat merancang kerangka dan menulis draf cerita fabel sederhana dengan tokoh hewan dan pesan moral yang jelas.
Alat & bahan: Kertas, pensil warna/spidol, kartu gambar hewan, contoh kerangka fabel.
Langkah kerja:
- Perhatikan gambar-gambar hewan di bawah ini. Pilih satu atau dua hewan yang ingin kamu jadikan tokoh utama dalam fabelmu.
- Tuliskan nama hewan yang kamu pilih dan sifat-sifatnya (misal: kancil - cerdik, buaya - serakah) di kolom yang disediakan.
- Tentukan latar atau tempat kejadian fabelmu (misal: hutan, sungai, desa).
- Pikirkan masalah apa yang akan dihadapi tokoh utamamu dan bagaimana masalah itu akan diselesaikan.
- Tuliskan pesan moral (pelajaran baik) apa yang ingin kamu sampaikan melalui fabelmu.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Cerita apa yang kamu tahu tentang hewan yang bisa bicara?
- Sebutkan 3 nama hewan yang sering ada di cerita!
- Menurutmu, apa itu pesan moral dalam cerita?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD analisis unsur fabel.
Sumatif (akhir): Penilaian draf cerita fabel yang dibuat peserta didik berdasarkan kelengkapan unsur dan kejelasan pesan moral.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri fabel | Ciri-ciri fabel (tokoh hewan, sifat manusia, pesan moral) | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis unsur-unsur fabel (tokoh, latar, alur, amanat) | Unsur-unsur fabel | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Merancang kerangka dan menulis draf cerita fabel | Kerangka cerita fabel, draf fabel | 2 JP | Kreativitas |
Selamat datang di dunia fabel! Fabel adalah cerita pendek yang sangat menarik karena tokohnya adalah hewan, tetapi mereka bisa berbicara, berpikir, dan berperilaku seperti manusia. Melalui cerita-cerita ini, kita tidak hanya terhibur, tetapi juga belajar banyak tentang nilai-nilai baik dalam hidup. Mari kita jelajahi keajaiban fabel bersama-sama!
1. Apa Itu Fabel?
Fabel adalah salah satu jenis cerita naratif atau cerita rekaan. Ciri khas fabel adalah tokoh utamanya adalah hewan yang memiliki karakter dan watak seperti manusia. Hewan-hewan ini bisa berbicara, berpikir, merasakan emosi, dan melakukan tindakan layaknya manusia. Tujuan utama fabel adalah menyampaikan pesan moral atau nasihat baik kepada pembaca, seringkali dengan cara yang ringan dan mudah dicerna. Contoh fabel yang terkenal adalah 'Si Kancil dan Buaya' atau 'Semut dan Belalang'.
2. Ciri-ciri Fabel
Fabel memiliki beberapa ciri khusus yang membedakannya dari jenis cerita lain. Pertama, tokoh utamanya adalah hewan. Kedua, hewan-hewan tersebut dapat bertingkah laku seperti manusia, seperti berbicara, berpikir, dan memiliki sifat baik atau buruk. Ketiga, alur cerita fabel umumnya sederhana dan mudah dipahami. Keempat, fabel selalu mengandung pesan moral atau amanat yang bisa diambil sebagai pelajaran hidup. Kelima, latar tempat fabel biasanya di alam, seperti hutan, sungai, atau padang rumput.
3. Unsur-unsur Fabel
Untuk memahami sebuah fabel, kita perlu mengenali unsur-unsurnya. Unsur-unsur fabel antara lain: 1. Tokoh: Hewan-hewan yang berperan dalam cerita. 2. Latar: Tempat dan waktu kejadian cerita (misalnya hutan pada siang hari). 3. Alur: Rangkaian peristiwa yang membentuk cerita, dari awal hingga akhir. 4. Tema: Gagasan utama yang mendasari cerita. 5. Sudut Pandang: Cara pencerita menyampaikan kisah (biasanya orang ketiga). 6. Amanat: Pesan moral atau pelajaran yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.
4. Pesan Moral dalam Fabel
Setiap fabel selalu mengandung pesan moral atau amanat. Pesan moral ini adalah nilai-nilai kebaikan, etika, atau pelajaran hidup yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, dari fabel 'Semut dan Belalang', pesan moralnya adalah kita harus rajin bekerja dan tidak boleh malas. Pesan moral dalam fabel seringkali disampaikan secara tersirat, kita perlu membaca dan memahami seluruh cerita untuk menemukan pelajaran berharga di dalamnya.
5. Menulis Kerangka Fabel
Sebelum menulis fabel, penting untuk membuat kerangkanya agar cerita kita terarah. Langkah-langkah membuat kerangka fabel: 1. Tentukan tokoh hewan dan sifatnya. 2. Tentukan latar tempat dan waktu. 3. Buatlah alur cerita sederhana: awal (perkenalan tokoh dan latar), tengah (munculnya masalah atau konflik), dan akhir (penyelesaian masalah). 4. Tentukan pesan moral yang ingin disampaikan. Dengan kerangka ini, cerita fabelmu akan lebih rapi dan mudah dibuat.
6. Menulis Draf Fabel Sederhana
Setelah kerangka selesai, mulailah menulis draf fabel. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Ingatlah untuk membuat hewan-hewanmu berbicara dan bertingkah seperti manusia. Pastikan alur ceritamu mengalir dengan baik dari awal hingga akhir. Jangan takut membuat kesalahan di draf pertama, karena nanti kita akan merevisi dan menyempurnakannya. Fokuslah pada pengembangan cerita dan penyampaian pesan moral yang jelas.
Rangkuman: Fabel adalah cerita pendek dengan tokoh hewan yang berperilaku seperti manusia, bertujuan menyampaikan pesan moral. Ciri-cirinya meliputi tokoh hewan, sifat manusiawi, alur sederhana, dan amanat. Unsur-unsur fabel terdiri dari tokoh, latar, alur, tema, dan amanat. Menulis fabel diawali dengan membuat kerangka cerita (tokoh, latar, masalah, penyelesaian, pesan moral) kemudian dilanjutkan dengan menulis draf. Fabel mengajarkan kita nilai-nilai kebaikan dalam hidup.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Fabel | Cerita pendek dengan tokoh hewan yang berperilaku seperti manusia dan mengandung pesan moral. |
| Tokoh | Karakter atau pelaku dalam cerita. |
| Latar | Tempat dan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita. |
| Alur | Urutan kejadian atau jalannya cerita. |
| Amanat | Pesan moral atau pelajaran yang dapat diambil dari cerita. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Fabel — Tunarungu" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Peta Materi Bahasa Indonesia Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 materi · siap dibuatkan
Teks DeskripsiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisCerita Fantasi (Narasi)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTeks ProsedurBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTeks Laporan Hasil ObservasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPuisi RakyatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Modul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Teks Deskripsi — TunarunguBahasa Indonesia Kelas VII SMPLBTeks Prosedur — TunarunguBahasa Indonesia Kelas VII SMPLBTeks Deskripsi — TunagrahitaBahasa Indonesia Kelas VII SMPLBIklan, Slogan, dan Poster — TunarunguBahasa Indonesia Kelas VIII SMPLBLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Fabel — Tunarungu pada Bahasa Indonesia SMPLB, Fase D, elemen Menulis.
Modul Fabel — Tunarungu ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Fabel — Tunarungu untuk Bahasa Indonesia kelas VII.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Fabel — Tunarungu ini gratis?
Ya. Modul Fabel — Tunarungu untuk kelas VII SMPLB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Fabel — Tunarungu ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Fabel — Tunarungu ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Fabel — Tunarungu dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Fabel — Tunarungu ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase D untuk kelas VII SMPLB. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Fabel — Tunarungu tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Fabel — Tunarungu untuk Bahasa Indonesia kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Fabel — Tunarungu ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas VII SMPLB berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Fabel — Tunarungu beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMPLB negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMPLB Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Fabel — Tunarungu disusun untuk SMPLB dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.