SMPLB · Kelas VII · Fase D

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas VII
Fabel — Tunarungu

Modul ajar (RPP) Bahasa Indonesia SMPLB kelas VII materi Fabel — Tunarungu, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka.

Sampul modul ajar Bahasa Indonesia kelas VII materi Fabel — Tunarungu — siap cetak A412 lembar A4✨ Bisa sampai 18 lembar lebih3 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord (.docx) + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Fabel adalah cerita pendek dengan tokoh hewan yang berperilaku seperti manusia, bertujuan menyampaikan pesan moral. Ciri-cirinya meliputi tokoh hewan, sifat manusiawi, alur sederhana, dan amanat. Unsur-unsur fabel terdiri dari tokoh, latar, alur, tema, dan amanat. Menulis fabel diawali dengan membuat kerangka cerita (tokoh, latar, masalah, penyelesaian, pesan moral) kemudian dilanjutkan dengan menulis draf. Fabel mengajarkan kita nilai-nilai kebaikan dalam hidup.
📥 Unduh dengan Nama & Kop Sekolah Saya — GRATISIsi nama & sekolah dulu · ±1 menit · Word + PDF tanpa watermark

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Fabel — Tunarungu
Bahasa Indonesia · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Fabel — Tunarungu
Bahasa Indonesia · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasD / VII
Materi PokokFabel — Tunarungu
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal beberapa cerita sederhana tentang hewan dan mampu mengidentifikasi tokoh serta kejadian pokok dalam cerita tersebut.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
    Peserta didik menganalisis struktur dan unsur kebahasaan fabel, lalu mengevaluasi pesan moral di dalamnya dengan bantuan visual.
  2. Kreativitas — elemen: Menghasilkan Gagasan yang Orisinal
    Peserta didik menciptakan ide cerita fabel baru dengan tokoh hewan dan pesan moral yang relevan, didukung penggunaan kartu gambar.
  3. Komunikasi — elemen: Berkomunikasi Efektif
    Peserta didik menyampaikan hasil diskusi dan ide cerita fabel menggunakan bahasa isyarat, ujaran, atau tulisan yang jelas dan terstruktur.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka
Elemen / DomainMenulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menulis berbagai jenis teks (naratif, deskriptif, eksposisi, persuasi, dan argumentasi) yang sesuai dengan tujuan dan konteks secara terstruktur dan logis, dengan memperhatikan kaidah kebahasaan, serta mampu menyajikan gagasan dan informasi melalui tulisan dengan jelas dan efektif.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualFabel adalah cerita pendek yang menampilkan hewan sebagai tokoh, berperilaku seperti manusia, dan mengandung pesan moral.
KonseptualUnsur-unsur fabel meliputi tokoh, latar, alur, tema, sudut pandang, dan amanat, yang saling berkaitan membentuk kesatuan cerita.
ProseduralMenulis fabel melibatkan tahapan perencanaan, penulisan draf, revisi, dan penyuntingan, dengan fokus pada pengembangan karakter hewan dan penyampaian pesan moral.
MetakognitifKesadaran bahwa fabel dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan kartu gambar tokoh fabel, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri fabel dengan tepat.
  2. Dengan menyimak cerita fabel yang ditayangkan, peserta didik dapat menganalisis unsur-unsur fabel (tokoh, latar, alur, amanat) secara runtut.
  3. Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan pesan moral dari sebuah fabel dengan benar.
  4. Melalui penugasan menulis, peserta didik dapat merancang kerangka cerita fabel dengan tokoh hewan dan pesan moral yang jelas.
  5. Dengan bimbingan guru dan contoh, peserta didik dapat menulis draf cerita fabel sederhana sesuai kerangka yang dibuat.
  6. Setelah melakukan revisi, peserta didik dapat menyajikan cerita fabel hasil karyanya secara mandiri dan percaya diri.
Halaman 2 · Fabel — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Fabel bukan hanya cerita hiburan, tetapi juga sarana untuk belajar nilai-nilai moral dan etika melalui perilaku tokoh hewan yang relatable.

Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kamu mendengar cerita tentang kura-kura dan kelinci? Apa yang bisa kita pelajari dari cerita itu?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Menggambar ilustrasi tokoh dan latar fabel untuk mendukung cerita atau membuat komik fabel sederhana.
Pendidikan Pancasila: Mengidentifikasi dan mendiskusikan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam pesan moral fabel.
Ilmu Pengetahuan Alam: Mengenal jenis-jenis hewan yang menjadi tokoh fabel dan habitatnya, serta perilaku alaminya.
Kemitraan PembelajaranOrang tua/wali diajak untuk mendampingi peserta didik mencari contoh fabel atau membantu dalam proses penulisan draf di rumah, serta mendiskusikan pesan moralnya.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas yang dilengkapi dengan sudut baca fabel, papan pajangan karya fabel peserta didik, dan area diskusi kelompok yang nyaman.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan tablet atau komputer dengan aplikasi pengolah kata sederhana untuk menulis draf fabel, serta akses ke video fabel bersubtitle dan bahasa isyarat.
Halaman 3 · Fabel — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan kartu gambar tokoh fabel, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri fabel dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitIce breaking: Tebak Suara Hewan: Guru memperdengarkan rekaman suara hewan (atau menirukan) dan peserta didik menebak nama hewan tersebut, lalu menirukan suaranya dengan isyarat.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik, memastikan semua siap belajar.
  2. Apersepsi: Guru menunjukkan beberapa kartu gambar hewan (misalnya, kancil, buaya, semut) dan bertanya 'Hewan apa ini? Apa yang biasanya dilakukan hewan ini?' sambil mengaitkan dengan pengalaman peserta didik.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar tentang cerita fabel, cerita tentang hewan yang bisa bicara dan punya pesan moral. Nanti kalian akan tahu ciri-ciri fabel dan apa saja isi ceritanya.'
  4. Pertanyaan Pemantik: Guru menayangkan gambar fabel 'Kancil dan Buaya' dan bertanya: 'Menurut kalian, kenapa hewan-hewan ini bisa bicara dan punya akal seperti manusia di cerita ini?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat fabel 'Semut dan Belalang' dengan subtitle dan bahasa isyarat. Guru bertanya: 'Apa yang terjadi di cerita ini? Siapa saja tokohnya? Apa yang dilakukan semut? Apa yang dilakukan belalang?'
  2. Guru menayangkan beberapa kartu gambar yang menunjukkan ciri-ciri fabel (hewan bertingkah seperti manusia, ada pesan moral, cerita pendek) dan menjelaskan satu per satu dengan bahasa isyarat dan tulisan.
  3. Guru membagikan lembar kerja berisi gambar-gambar adegan dari fabel 'Kura-kura dan Kelinci' dan meminta peserta didik untuk mengurutkan kejadiannya dengan bantuan isyarat.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (2-3 orang) dengan mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan komunikasi masing-masing.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menerima satu set kartu gambar berisi ciri-ciri fabel yang sudah dijelaskan sebelumnya. Mereka diminta untuk mencocokkan ciri-ciri tersebut dengan contoh-contoh adegan dari fabel yang sudah mereka simak.
  3. Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memberikan bantuan komunikasi (isyarat/tulisan) dan memastikan semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam diskusi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, dengan salah satu anggota menunjuk kartu ciri fabel dan anggota lain menjelaskan dengan isyarat/ujaran/tulisan.
  2. Guru memberikan umpan balik positif dan koreksi jika ada kesalahpahaman, serta mendorong kelompok lain untuk bertanya.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru membuat rangkuman ciri-ciri fabel di papan tulis/proyektor, memastikan semua peserta didik memahami bahwa fabel adalah cerita hewan yang memiliki sifat manusia dan mengandung pesan moral.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru bersama peserta didik membuat simpulan tentang ciri-ciri fabel yang telah dipelajari hari ini.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua peserta didik atas partisipasi aktif dan kerja sama mereka, 'Hebat sekali hari ini! Kalian semua sudah berusaha keras dan belajar banyak!'
  3. Guru memberikan tugas mandiri berupa mencari satu contoh fabel dari buku atau internet, lalu menyampaikan pesan moralnya pada pertemuan berikutnya. Guru menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Fabel — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan menyimak cerita fabel yang ditayangkan, peserta didik dapat menganalisis unsur-unsur fabel (tokoh, latar, alur, amanat) secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitIce breaking: Siapa Aku?: Guru menunjukkan gambar hewan (misal: singa) dan peserta didik menebak sifatnya (misal: kuat, berani) dengan isyarat atau kata kunci. Lakukan 3-4 hewan berbeda.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang ciri-ciri fabel.
  2. Apersepsi: Guru meminta beberapa peserta didik untuk menyampaikan hasil tugas mencari fabel dan pesan moralnya. Guru memberikan apresiasi dan penguatan.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar lebih dalam tentang isi fabel, yaitu tokoh, latar, alur, dan pesan moralnya. Nanti kalian akan bisa menganalisis unsur-unsur ini dalam cerita.'
  4. Pertanyaan Pemantik: Guru bertanya: 'Kenapa ya, setiap fabel itu pasti ada pelajaran yang bisa kita ambil? Pelajaran apa saja yang penting dalam hidup?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video fabel 'Gajah dan Semut' dengan subtitle dan bahasa isyarat. Setelah itu, guru bertanya: 'Siapa tokoh utamanya? Di mana kejadiannya? Apa masalahnya? Bagaimana masalahnya selesai?'
  2. Guru menjelaskan unsur-unsur fabel (tokoh, latar, alur, amanat) satu per satu menggunakan kartu kata dan gambar ilustrasi yang relevan, memastikan peserta didik memahami setiap konsep.
  3. Guru memberikan contoh analisis unsur fabel dari cerita 'Gajah dan Semut' yang baru saja ditayangkan, dengan menunjuk pada bagian-bagian video atau gambar yang relevan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik kembali bekerja dalam kelompok kecil yang sama seperti pertemuan sebelumnya.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menerima LKPD yang berisi teks fabel sederhana (dilengkapi gambar ilustrasi dan kosakata kunci) berjudul 'Rubah dan Bangau'. Mereka diminta untuk mengisi tabel analisis unsur fabel (tokoh, sifat, latar, alur awal-tengah-akhir, amanat) berdasarkan cerita tersebut.
  3. Guru berkeliling, memberikan bimbingan, menjawab pertanyaan, dan membantu peserta didik yang kesulitan dalam memahami teks atau mengisi tabel analisis, menggunakan komunikasi total.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Perwakilan dari setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis unsur fabel mereka di depan kelas. Peserta didik dapat menggunakan papan tulis mini atau kartu jawaban.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif, mengoreksi jika ada kesalahan, dan memfasilitasi diskusi antar kelompok tentang perbedaan atau persamaan hasil analisis.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru menguatkan pemahaman peserta didik tentang pentingnya setiap unsur dalam membangun sebuah fabel dan bagaimana amanat dapat ditemukan dari keseluruhan cerita.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan unsur-unsur fabel (tokoh, latar, alur, amanat) yang telah dipelajari dan bagaimana cara menganalisisnya.
  2. Guru memberikan pujian atas kerja keras dan pemahaman yang ditunjukkan peserta didik, 'Luar biasa! Kalian sudah bisa menemukan banyak hal penting dalam cerita fabel!'
  3. Guru memberikan tugas untuk mulai memikirkan ide cerita fabel sendiri (tokoh hewan dan pesan moral yang ingin disampaikan). Guru menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Fabel — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProject Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Dengan bimbingan guru dan contoh, peserta didik dapat menulis draf cerita fabel sederhana sesuai kerangka yang dibuat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitIce breaking: Rantai Kata Hewan: Guru menyebut satu nama hewan (misal: 'Kucing'), peserta didik berikutnya menyebut hewan lain yang diawali huruf terakhir hewan sebelumnya (misal: 'Gajah'), dan seterusnya. Dengan isyarat/tulisan.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi tentang unsur-unsur fabel.
  2. Apersepsi: Guru meminta peserta didik untuk berbagi ide fabel yang sudah mereka pikirkan sebagai tugas sebelumnya. Guru menuliskan beberapa ide di papan tulis.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan mulai membuat cerita fabel kita sendiri! Kita akan belajar menyusun kerangka cerita dan menulis drafnya.'
  4. Pertanyaan Pemantik: Guru bertanya: 'Bagaimana ya, cara membuat cerita fabel yang bagus dan pesannya mudah dimengerti teman-teman?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru menjelaskan bahwa mereka akan membuat proyek 'Fabelku Sendiri'. Guru bertanya: 'Apa saja yang perlu kita siapkan sebelum menulis fabel? Bagaimana agar ceritanya menarik?'
  2. Guru menayangkan contoh kerangka fabel sederhana (tokoh, sifat, latar, masalah, penyelesaian, pesan moral) dan menjelaskan setiap bagiannya dengan visual dan isyarat.
  3. Guru bersama peserta didik membuat kerangka fabel secara kolaboratif sebagai contoh, menggunakan ide-ide yang sudah terkumpul dari apersepsi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Peserta didik secara individu mulai merancang kerangka cerita fabel mereka sendiri di LKPD, dengan bimbingan guru. Mereka diminta untuk menentukan tokoh hewan, sifatnya, latar, masalah yang akan dihadapi, penyelesaiannya, dan pesan moralnya.
  2. Menyusun jadwal: Guru membantu peserta didik membuat jadwal sederhana untuk menyelesaikan kerangka dan draf fabel. Guru menekankan pentingnya menyelesaikan bagian kerangka hari ini.
  3. Memonitor kemajuan proyek: Guru berkeliling, memeriksa kerangka yang dibuat peserta didik, memberikan umpan balik langsung, dan membantu menyempurnakan ide cerita agar lebih jelas dan terarah.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menguji hasil: Guru meminta beberapa peserta didik untuk secara sukarela mempresentasikan kerangka fabel mereka di depan kelas. Peserta didik lain dan guru memberikan masukan konstruktif.
  2. Mengevaluasi pengalaman: Guru memimpin diskusi singkat tentang kesulitan yang dihadapi dalam membuat kerangka dan bagaimana cara mengatasinya. Guru memberikan penguatan bahwa membuat kerangka adalah langkah penting.
  3. Guru mengarahkan peserta didik untuk mulai menulis draf cerita fabel mereka berdasarkan kerangka yang sudah dibuat, dengan fokus pada alur cerita yang runtut dan penggunaan bahasa yang sederhana. Guru mengingatkan untuk menggunakan gambar atau isyarat jika ada kosakata yang sulit.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru bersama peserta didik merefleksikan proses pembuatan kerangka dan draf awal fabel, 'Apa bagian paling sulit? Apa yang paling menyenangkan?'
  2. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan usaha peserta didik dalam memulai proyek fabel mereka, 'Kalian semua luar biasa! Setiap cerita kalian pasti akan jadi unik dan bagus!'
  3. Guru memberikan tugas untuk melanjutkan penulisan draf fabel di rumah dan membawanya pada pertemuan berikutnya untuk direvisi. Guru menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Fabel — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Peserta didik dapat merancang kerangka dan menulis draf cerita fabel sederhana dengan tokoh hewan dan pesan moral yang jelas.

Alat & bahan: Kertas, pensil warna/spidol, kartu gambar hewan, contoh kerangka fabel.

Langkah kerja:

  1. Perhatikan gambar-gambar hewan di bawah ini. Pilih satu atau dua hewan yang ingin kamu jadikan tokoh utama dalam fabelmu.
  2. Tuliskan nama hewan yang kamu pilih dan sifat-sifatnya (misal: kancil - cerdik, buaya - serakah) di kolom yang disediakan.
  3. Tentukan latar atau tempat kejadian fabelmu (misal: hutan, sungai, desa).
  4. Pikirkan masalah apa yang akan dihadapi tokoh utamamu dan bagaimana masalah itu akan diselesaikan.
  5. Tuliskan pesan moral (pelajaran baik) apa yang ingin kamu sampaikan melalui fabelmu.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Fabel — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Cerita apa yang kamu tahu tentang hewan yang bisa bicara?
  2. Sebutkan 3 nama hewan yang sering ada di cerita!
  3. Menurutmu, apa itu pesan moral dalam cerita?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD analisis unsur fabel.

Sumatif (akhir): Penilaian draf cerita fabel yang dibuat peserta didik berdasarkan kelengkapan unsur dan kejelasan pesan moral.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Fabel — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi ciri-ciri fabelCiri-ciri fabel (tokoh hewan, sifat manusia, pesan moral)2 JPPenalaran Kritis
2Menganalisis unsur-unsur fabel (tokoh, latar, alur, amanat)Unsur-unsur fabel2 JPPenalaran Kritis
3Merancang kerangka dan menulis draf cerita fabelKerangka cerita fabel, draf fabel2 JPKreativitas
Halaman 9 · Fabel — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Selamat datang di dunia fabel! Fabel adalah cerita pendek yang sangat menarik karena tokohnya adalah hewan, tetapi mereka bisa berbicara, berpikir, dan berperilaku seperti manusia. Melalui cerita-cerita ini, kita tidak hanya terhibur, tetapi juga belajar banyak tentang nilai-nilai baik dalam hidup. Mari kita jelajahi keajaiban fabel bersama-sama!

1. Apa Itu Fabel?
Fabel adalah salah satu jenis cerita naratif atau cerita rekaan. Ciri khas fabel adalah tokoh utamanya adalah hewan yang memiliki karakter dan watak seperti manusia. Hewan-hewan ini bisa berbicara, berpikir, merasakan emosi, dan melakukan tindakan layaknya manusia. Tujuan utama fabel adalah menyampaikan pesan moral atau nasihat baik kepada pembaca, seringkali dengan cara yang ringan dan mudah dicerna. Contoh fabel yang terkenal adalah 'Si Kancil dan Buaya' atau 'Semut dan Belalang'.

2. Ciri-ciri Fabel
Fabel memiliki beberapa ciri khusus yang membedakannya dari jenis cerita lain. Pertama, tokoh utamanya adalah hewan. Kedua, hewan-hewan tersebut dapat bertingkah laku seperti manusia, seperti berbicara, berpikir, dan memiliki sifat baik atau buruk. Ketiga, alur cerita fabel umumnya sederhana dan mudah dipahami. Keempat, fabel selalu mengandung pesan moral atau amanat yang bisa diambil sebagai pelajaran hidup. Kelima, latar tempat fabel biasanya di alam, seperti hutan, sungai, atau padang rumput.

3. Unsur-unsur Fabel
Untuk memahami sebuah fabel, kita perlu mengenali unsur-unsurnya. Unsur-unsur fabel antara lain: 1. Tokoh: Hewan-hewan yang berperan dalam cerita. 2. Latar: Tempat dan waktu kejadian cerita (misalnya hutan pada siang hari). 3. Alur: Rangkaian peristiwa yang membentuk cerita, dari awal hingga akhir. 4. Tema: Gagasan utama yang mendasari cerita. 5. Sudut Pandang: Cara pencerita menyampaikan kisah (biasanya orang ketiga). 6. Amanat: Pesan moral atau pelajaran yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.

4. Pesan Moral dalam Fabel
Setiap fabel selalu mengandung pesan moral atau amanat. Pesan moral ini adalah nilai-nilai kebaikan, etika, atau pelajaran hidup yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, dari fabel 'Semut dan Belalang', pesan moralnya adalah kita harus rajin bekerja dan tidak boleh malas. Pesan moral dalam fabel seringkali disampaikan secara tersirat, kita perlu membaca dan memahami seluruh cerita untuk menemukan pelajaran berharga di dalamnya.

5. Menulis Kerangka Fabel
Sebelum menulis fabel, penting untuk membuat kerangkanya agar cerita kita terarah. Langkah-langkah membuat kerangka fabel: 1. Tentukan tokoh hewan dan sifatnya. 2. Tentukan latar tempat dan waktu. 3. Buatlah alur cerita sederhana: awal (perkenalan tokoh dan latar), tengah (munculnya masalah atau konflik), dan akhir (penyelesaian masalah). 4. Tentukan pesan moral yang ingin disampaikan. Dengan kerangka ini, cerita fabelmu akan lebih rapi dan mudah dibuat.

6. Menulis Draf Fabel Sederhana
Setelah kerangka selesai, mulailah menulis draf fabel. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Ingatlah untuk membuat hewan-hewanmu berbicara dan bertingkah seperti manusia. Pastikan alur ceritamu mengalir dengan baik dari awal hingga akhir. Jangan takut membuat kesalahan di draf pertama, karena nanti kita akan merevisi dan menyempurnakannya. Fokuslah pada pengembangan cerita dan penyampaian pesan moral yang jelas.

Rangkuman: Fabel adalah cerita pendek dengan tokoh hewan yang berperilaku seperti manusia, bertujuan menyampaikan pesan moral. Ciri-cirinya meliputi tokoh hewan, sifat manusiawi, alur sederhana, dan amanat. Unsur-unsur fabel terdiri dari tokoh, latar, alur, tema, dan amanat. Menulis fabel diawali dengan membuat kerangka cerita (tokoh, latar, masalah, penyelesaian, pesan moral) kemudian dilanjutkan dengan menulis draf. Fabel mengajarkan kita nilai-nilai kebaikan dalam hidup.

Halaman 10 · Fabel — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
FabelCerita pendek dengan tokoh hewan yang berperilaku seperti manusia dan mengandung pesan moral.
TokohKarakter atau pelaku dalam cerita.
LatarTempat dan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita.
AlurUrutan kejadian atau jalannya cerita.
AmanatPesan moral atau pelajaran yang dapat diambil dari cerita.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Fabel — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Fabel — Tunarungu" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Fabel — Tunarungu — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Ambil dulu yang gratis. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Ambil yang Gratis DuluTinggal isi nama & sekolah · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembarLembar 13–18

Modul Fabel — Tunarungu ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIIPeta Konsep
Fabel — TunarunguApa Itu Fabel?Ciri-ciri FabelUnsur-unsur FabelPesan Moral dalam FabelMenulis Kerangka Fabel
Dari sub-bab Fabel — TunarunguHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIIProfil Lulusan
Penalaran KritisKreativitasKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Teks Deskripsi1Cerita Fantasi (Narasi)1Teks Prosedur1Teks Laporan Hasil Observasi1Puisi Rakyat…+4 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Semua paketPromes Semester 1
MateriJASONDTeks DeskripsiCerita Fantasi (Narasi)Teks ProsedurTeks Laporan Hasil Observasi
Sebaran materi per bulan
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Daftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 7 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Fabel — Tunarungu pada Bahasa Indonesia SMPLB, Fase D, elemen Menulis.

Modul Fabel — Tunarungu ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Fabel — Tunarungu untuk Bahasa Indonesia kelas VII.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Fabel — Tunarungu ini gratis?

Ya. Modul Fabel — Tunarungu untuk kelas VII SMPLB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Fabel — Tunarungu ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Fabel — Tunarungu ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Fabel — Tunarungu dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Fabel — Tunarungu ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase D untuk kelas VII SMPLB. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Fabel — Tunarungu tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Fabel — Tunarungu untuk Bahasa Indonesia kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Fabel — Tunarungu ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas VII SMPLB berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Fabel — Tunarungu beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMPLB negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMPLB Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Fabel — Tunarungu disusun untuk SMPLB dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia SMPLBSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.