Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas VII
Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu
Modul ajar (RPP) Pendidikan Pancasila SMPLB kelas VII materi Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus (Permendikbudristek No. 12/2024), Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu yang Anda cari? Materi Pendidikan Pancasila Kelas VII lainnya:
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik mengenal Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kewargaan — elemen: Memahami sejarah dan budaya bangsa
Peserta didik memahami kronologi perumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis gagasan para tokoh perumus Pancasila dan relevansinya. - kolaborasi — elemen: Kerja sama dalam kelompok
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun garis waktu sejarah Pancasila.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus (Permendikbudristek No. 12/2024), Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pancasila |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, serta mengidentifikasi peristiwa penting dalam sejarah perumusannya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pancasila dirumuskan oleh para pendiri bangsa dalam sidang BPUPKI. |
| Konseptual | Pancasila adalah lima dasar negara yang menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara. |
| Prosedural | Menganalisis kronologi peristiwa penting dalam perumusan Pancasila dari berbagai sumber informasi. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya memahami sejarah sebagai landasan untuk menghargai nilai-nilai kebangsaan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati video dan gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dalam perumusan Pancasila dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan kronologi sidang BPUPKI dalam perumusan Pancasila secara runtut.
- Dengan menyusun garis waktu, peserta didik dapat mempresentasikan tahapan sejarah kelahiran Pancasila dengan jelas.
- Melalui simulasi sidang, peserta didik dapat menunjukkan sikap menghargai perbedaan pendapat dalam perumusan Pancasila sesuai kaidah musyawarah.
Pemahaman bermakna: Memahami sejarah perumusan Pancasila membantu kita menghargai perjuangan para pendiri bangsa dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu mengetahui bagaimana Pancasila terbentuk?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menyimak video, membaca teks informasi, dan menuliskan gagasan. Seni Budaya: Membuat garis waktu bergambar dan poster tokoh perumus Pancasila secara kreatif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau keluarga dapat diajak untuk bercerita tentang pengalaman mereka terkait peringatan Hari Lahir Pancasila atau nilai-nilai Pancasila di lingkungan rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata dengan visualisasi peta pikiran tentang Pancasila dan poster tokoh-tokoh perumus, serta sudut baca dengan buku cerita bergambar sejarah kemerdekaan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video edukasi bersubtitle dan bahasa isyarat tentang sejarah perumusan Pancasila dari kanal YouTube Kemendikbudristek atau platform belajar lainnya. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati video dan gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dalam perumusan Pancasila dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tebak Tokoh Pahlawan: Guru menunjukkan kartu gambar pahlawan nasional secara berurutan. Peserta didik menebak nama pahlawan dan perannya secara singkat. Siapa cepat dan benar, dia menang.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan menyusun garis waktu, peserta didik dapat mempresentasikan tahapan sejarah kelahiran Pancasila dengan jelas. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Susun Kata: Guru menyiapkan kartu kata acak yang berhubungan dengan Pancasila (misal: 'Pancasila', 'Dasar', 'Negara', 'Indonesia'). Peserta didik berlomba menyusun menjadi kalimat yang benar. Kelompok tercepat menang.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh dan peristiwa penting dalam perumusan Pancasila.
Alat & bahan: Gambar tokoh pahlawan, kartu peristiwa, lembar kerja, spidol, lem.
Langkah kerja:
- Amati gambar tokoh-tokoh penting di bawah ini.
- Baca cerita singkat tentang peran setiap tokoh dalam perumusan Pancasila.
- Cocokkan gambar tokoh dengan namanya dan peran pentingnya, lalu tempelkan pada kolom yang sesuai.
- Susun kartu peristiwa sejarah kelahiran Pancasila secara berurutan pada garis waktu yang tersedia.
- Tuliskan tanggal dan nama peristiwa di setiap bagian garis waktu.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa nama dasar negara kita?
- Siapa yang tahu gambar ini? (Menunjukkan gambar Garuda Pancasila)
- Apakah kamu pernah mendengar kata 'Pancasila'?
- Sebutkan satu hal yang kamu ketahui tentang Pancasila!
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek garis waktu sejarah kelahiran Pancasila dan presentasi kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Setelah mengamati video dan gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dalam perumusan Pancasila dengan tepat. | Tokoh perumus Pancasila | 2 JP | kewargaan, penalaran kritis |
| 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan kronologi sidang BPUPKI dalam perumusan Pancasila secara runtut. | Kronologi sidang BPUPKI | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Dengan menyusun garis waktu, peserta didik dapat mempresentasikan tahapan sejarah kelahiran Pancasila dengan jelas. | Garis waktu kelahiran Pancasila | 2 JP | kewargaan, kolaborasi |
Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang sangat penting. Kita harus tahu bagaimana Pancasila terbentuk agar kita bisa menghargai perjuangan para pahlawan kita. Mari kita belajar bersama tentang sejarah kelahiran Pancasila yang penuh makna dan perjuangan.
1. Masa Penjajahan Jepang dan Janji Kemerdekaan
Dulu, Indonesia pernah dijajah oleh Jepang. Pada tanggal 7 September 1944, Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Namun, kemerdekaan itu tidak datang begitu saja. Bangsa Indonesia harus mempersiapkan diri untuk menjadi negara yang merdeka dan memiliki dasar negara sendiri.
2. Pembentukan BPUPKI
Untuk mempersiapkan kemerdekaan, Jepang membentuk sebuah badan bernama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai. BPUPKI dibentuk pada tanggal 29 April 1945. Tugas utama BPUPKI adalah menyelidiki dan merumuskan dasar negara serta persiapan kemerdekaan Indonesia. Ketua BPUPKI adalah Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat.
3. Sidang Pertama BPUPKI (29 Mei – 1 Juni 1945)
Sidang pertama BPUPKI dilaksanakan dari tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945. Dalam sidang ini, beberapa tokoh menyampaikan gagasan tentang dasar negara Indonesia. Mereka adalah Moh. Yamin, Prof. Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Setiap tokoh memiliki usulan yang berbeda, tetapi semuanya bertujuan untuk kebaikan bangsa.
4. Gagasan Dasar Negara dari Para Tokoh
Moh. Yamin mengusulkan lima dasar negara secara lisan dan tertulis. Prof. Dr. Soepomo juga mengusulkan lima dasar negara. Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 mengusulkan lima dasar negara yang dinamakan Pancasila. Usulan Ir. Soekarno inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Pancasila yang kita kenal sekarang.
5. Pembentukan Panitia Sembilan
Setelah sidang pertama, BPUPKI membentuk Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945. Panitia ini bertugas merumuskan kembali gagasan-gagasan dasar negara yang sudah disampaikan. Anggota Panitia Sembilan antara lain Ir. Soekarno (ketua), Moh. Hatta, Mr. A.A. Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdulkahar Muzakir, H. Agus Salim, Wahid Hasyim, Moh. Yamin, dan Achmad Soebardjo. Hasil kerja Panitia Sembilan adalah 'Piagam Jakarta'.
6. Sidang Kedua BPUPKI (10 – 17 Juli 1945)
Sidang kedua BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 10 sampai 17 Juli 1945. Dalam sidang ini, Piagam Jakarta dibahas dan disetujui sebagai rancangan Pembukaan Undang-Undang Dasar. Setelah itu, BPUPKI dibubarkan pada tanggal 7 Agustus 1945.
7. Pembentukan PPKI dan Pengesahan Pancasila
Setelah BPUPKI dibubarkan, dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai pada tanggal 7 Agustus 1945. PPKI bertugas melanjutkan persiapan kemerdekaan. Pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan, PPKI mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945, yang di dalamnya termasuk Pancasila sebagai dasar negara.
Rangkuman: Pancasila lahir melalui proses panjang yang melibatkan banyak tokoh penting dan sidang-sidang BPUPKI. Dimulai dari janji kemerdekaan Jepang, pembentukan BPUPKI, gagasan dasar negara dari Moh. Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno, hingga pembentukan Panitia Sembilan dan pengesahan oleh PPKI. Proses ini menunjukkan semangat musyawarah dan kerja sama para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara kita.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pancasila | Dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila. |
| BPUPKI | Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. |
| PPKI | Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. |
| Piagam Jakarta | Naskah rancangan Pembukaan UUD 1945 yang dirumuskan Panitia Sembilan. |
| Sidang | Pertemuan resmi untuk membahas suatu masalah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Peta Materi Pendidikan Pancasila Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan
Perumusan dan Penetapan PancasilaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisNorma dan UUD NRI 1945Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKeberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal IkaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKarakteristik Daerah dalam NKRIBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Modul Pendidikan Pancasila lain yang sudah tersedia
Perumusan dan Penetapan Pancasila — TunarunguPendidikan Pancasila Kelas VII SMPLBKeberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika — TunarunguPendidikan Pancasila Kelas VII SMPLBPerumusan dan Penetapan Pancasila — TunanetraPendidikan Pancasila Kelas VII SMPLBPancasila sebagai Dasar Negara — TunarunguPendidikan Pancasila Kelas VIII SMPLBLihat semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Pancasila kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu pada Pendidikan Pancasila SMPLB, Fase D, elemen Pancasila.
Modul Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu untuk Pendidikan Pancasila kelas VII.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila materi Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu ini gratis?
Ya. Modul Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu untuk kelas VII SMPLB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Pancasila kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu ini mengikuti Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus (Permendikbudristek No. 12/2024), Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII SMPLB. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu untuk Pendidikan Pancasila kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Pancasila kelas VII SMPLB berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Pancasila kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Pendidikan Pancasila ini cocok untuk SMPLB negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMPLB Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Sejarah Kelahiran Pancasila — Tunarungu disusun untuk SMPLB dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.