Modul Ajar & RPP Bahasa Inggris Kelas X
Fractured Stories
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Inggris |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Fractured Stories |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (5 JP: Pertemuan 1 3 JP · Pertemuan 2 2 JP) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah mengenal berbagai jenis teks naratif, seperti dongeng dan cerita rakyat, dan memiliki kemampuan dasar berbahasa Inggris. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik mengembangkan cerita yang menghargai keberagaman budaya dan nilai-nilai luhur sebagai anugerah Tuhan. - kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide baru dan unik untuk memodifikasi cerita rakyat atau dongeng klasik menjadi 'fractured story'. - komunikasi — elemen: berkomunikasi nonverbal
Peserta didik menyampaikan cerita yang dimodifikasi dengan ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang sesuai untuk menarik perhatian pendengar.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menyimak – Berbicara – Membaca – Menulis – Memirsa |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis berbagai jenis teks naratif, khususnya 'fractured stories', serta mampu memproduksi teks dan presentasi lisan yang kreatif dan koheren dengan mengintegrasikan elemen kebahasaan dan struktur teks yang relevan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Contoh 'fractured stories' meliputi cerita klasik yang diubah sudut pandang, akhir, atau karakternya, seperti 'The True Story of the 3 Little Pigs'. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah memodifikasi elemen cerita naratif asli untuk menciptakan perspektif baru atau pesan moral yang berbeda tanpa menghilangkan esensi aslinya. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar tahapan menganalisis cerita asli, mengidentifikasi elemen yang dapat dimodifikasi, dan menulis ulang cerita tersebut dalam Bahasa Inggris. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman mereka tentang struktur cerita dan kreativitas dapat digunakan untuk menghasilkan karya orisinal dan menarik. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Peserta didik mengembangkan cerita yang menghargai keberagaman budaya dan nilai-nilai luhur sebagai anugerah dari Allah SWT. |
| 2. Cinta Ilmu | Peserta didik secara aktif mencari dan mengeksplorasi berbagai sumber cerita klasik untuk memicu ide-ide kreatif dan memperkaya pengetahuan mereka. |
| 3. Cinta Lingkungan | Peserta didik menciptakan cerita yang mempromosikan nilai-nilai positif seperti kebaikan, kejujuran, dan empati, yang juga berkontribusi pada lingkungan sosial yang harmonis. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Peserta didik bekerja sama dalam kelompok, mendengarkan ide-ide teman, dan memberikan umpan balik yang konstruktif untuk mengembangkan karya bersama, menumbuhkan rasa saling menghargai. |
| 5. Cinta Tanah Air | Peserta didik memilih cerita rakyat atau dongeng Indonesia sebagai dasar modifikasi, sehingga melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya bangsa melalui narasi yang baru. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis teks naratif, peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik dan elemen penting dari 'fractured stories' dengan tepat.
- Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis perbedaan antara cerita naratif asli dengan 'fractured stories' secara kritis.
- Melalui kegiatan menulis, peserta didik dapat merancang dan menulis draf 'fractured story' berdasarkan dongeng atau cerita rakyat dengan struktur yang runtut.
- Dengan presentasi kelompok, peserta didik dapat menyajikan 'fractured story' mereka di depan kelas menggunakan ekspresi yang jelas dan bahasa Inggris yang komunikatif.
Pemahaman bermakna: Memahami 'fractured stories' bukan hanya tentang mengubah cerita, tetapi juga tentang mengembangkan pemikiran kritis, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi untuk menyampaikan pesan baru melalui perspektif yang berbeda.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kamu membayangkan bagaimana jika 'Cinderella' punya sepatu yang tidak pas, atau 'Kancil' tiba-tiba jadi penolong buaya?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis struktur naratif cerita rakyat dan dongeng sebagai dasar modifikasi, serta mengembangkan kosa kata dan gaya bahasa. Seni Budaya: Mengembangkan kreativitas dalam penceritaan melalui ekspresi verbal dan non-verbal, serta merancang visualisasi sederhana untuk presentasi. Pendidikan Agama Islam: Mengintegrasikan nilai-nilai moral dan etika dalam pesan yang disampaikan melalui 'fractured story', serta menghargai anugerah keberagaman cerita dari Allah SWT. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat diajak berbagi cerita rakyat daerah asal mereka sebagai inspirasi bagi peserta didik dalam memodifikasi cerita. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata ulang agar mendukung kerja kelompok dan presentasi, dengan akses ke perpustakaan atau sudut baca untuk referensi cerita. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik memanfaatkan aplikasi pengolah kata untuk menulis draf cerita, serta platform video untuk mencari inspirasi 'fractured stories' atau merekam latihan presentasi mereka. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis teks naratif, peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik dan elemen penting dari 'fractured stories' dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Judul Terbalik: Guru menyebutkan judul dongeng klasik dengan kata-kata terbalik (misal: 'Red Riding Little Hood'), peserta didik menebak judul aslinya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan presentasi kelompok, peserta didik dapat menyajikan 'fractured story' mereka di depan kelas menggunakan ekspresi yang jelas dan bahasa Inggris yang komunikatif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Siapa Aku?: Guru menyebutkan satu ciri karakter dongeng (misal: 'I love apples, but I'm afraid of witches.'), peserta didik menebak karakter tersebut.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis dan merancang 'fractured story' mereka sendiri.
Alat & bahan: Kertas HVS, alat tulis, kamus Bahasa Inggris, perangkat digital (opsional)
Langkah kerja:
- Choose a classic fairy tale or folk story. (Pilihlah sebuah dongeng klasik atau cerita rakyat.)
- Identify the main characters, setting, plot, and original message. (Identifikasi karakter utama, latar, alur, dan pesan asli.)
- Think about what you want to change: character's personality, setting, plot twist, or a new ending. (Pikirkan apa yang ingin kamu ubah: kepribadian karakter, latar, alur tak terduga, atau akhir cerita baru.)
- Write down your ideas in the mind map below. (Tuliskan ide-idemu dalam peta pikiran di bawah ini.)
Gambar 1. Peta pikiran - Start writing the draft of your fractured story in English. (Mulailah menulis draf 'fractured story' kamu dalam Bahasa Inggris.)
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 dongeng atau cerita rakyat yang kamu tahu!
- Menurutmu, apa itu 'dongeng'? (What is a 'fairy tale' in your opinion?)
- Pernahkah kamu mendengar cerita yang mirip dongeng tapi ada bagian yang diubah?
- Apa tujuan cerita dongeng biasanya?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian draf 'fractured story' dan presentasi lisan kelompok menggunakan rubrik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi karakteristik dan elemen penting dari 'fractured stories'. | Karakteristik 'fractured stories', elemen naratif yang dimodifikasi. | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis perbedaan antara cerita naratif asli dengan 'fractured stories'. | Perbandingan cerita asli dan modifikasi, sudut pandang, plot twist. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas |
| 3 | Merancang dan menulis draf 'fractured story' berdasarkan dongeng atau cerita rakyat. | Proses penulisan kreatif, pengembangan karakter, latar, dan alur. | 2 JP | Kreativitas, Komunikasi |
| 4 | Menyajikan 'fractured story' di depan kelas menggunakan ekspresi yang jelas dan bahasa Inggris yang komunikatif. | Teknik presentasi lisan, penggunaan ekspresi dan bahasa tubuh, penguasaan bahasa Inggris. | 3 JP | Komunikasi, Kreativitas |
Selamat datang di dunia 'Fractured Stories'! Pernahkah kamu membaca dongeng yang akrab di telinga, namun tiba-tiba ceritanya berubah? Mungkin karakter jahatnya menjadi pahlawan, atau akhir ceritanya tak terduga. Itulah 'fractured story', sebuah cara kreatif untuk melihat kembali cerita-cerita klasik dengan sudut pandang yang segar dan baru.
1. What are Fractured Stories? (Apa itu Fractured Stories?)
Fractured stories are creative retellings of classic fairy tales, folk stories, or myths where elements of the original story are changed or 'fractured'. These changes can include altering the plot, changing character perspectives, introducing new characters, or giving the story a completely different ending. The goal is often to offer a fresh perspective, challenge traditional morals, or simply entertain with a humorous twist. For example, 'The True Story of the 3 Little Pigs' tells the story from the wolf's point of view, making him seem misunderstood rather than purely evil.
2. Characteristics of Fractured Stories (Karakteristik Fractured Stories)
Fractured stories typically maintain some recognizable elements of the original tale, but intentionally deviate from the expected narrative. Key characteristics include: (1) A familiar source material (e.g., Cinderella, Little Red Riding Hood). (2) Significant changes to plot, characters, setting, or theme. (3) Often humorous, ironic, or satirical in tone. (4) May offer a new moral lesson or challenge the original one. (5) Requires readers to have prior knowledge of the original story to fully appreciate the 'fracture'. These stories encourage critical thinking about narrative structures and character motives.
3. Elements of Narrative (Elemen Naratif)
To 'fracture' a story effectively, it's essential to understand its core narrative elements: (1) Characters: Who are the protagonists and antagonists? What are their motivations? (2) Setting: Where and when does the story take place? (3) Plot: The sequence of events, including exposition, rising action, climax, falling action, and resolution. (4) Conflict: The main problem or struggle in the story. (5) Theme/Moral: The underlying message or lesson. By understanding these, you can strategically choose which elements to alter for your fractured version. For example, changing the wolf's motivation in 'Little Red Riding Hood' from hunger to loneliness can drastically alter the story's theme.
4. Techniques for Fracturing a Story (Teknik Memodifikasi Cerita)
There are several techniques you can use to create a fractured story: (1) Change the Point of View: Tell the story from the perspective of a minor character, the villain, or even an inanimate object. (2) Alter the Ending: Give the story a happy ending when it was sad, or vice versa, or a completely unexpected twist. (3) Change Character Traits: Make a good character bad, or a bad character good, or give them an unusual hobby. (4) Modernize the Setting: Transport a classic tale to a contemporary city or even the future. (5) Introduce New Conflicts: Add a new problem that the characters must face. (6) Combine Stories: Blend elements from two or more classic tales into one new narrative.
5. Planning Your Fractured Story (Merencanakan Fractured Story Anda)
Before writing, careful planning is crucial. First, choose a classic story that you are very familiar with. Second, brainstorm ideas for what you want to change. Ask yourself: 'What if...?' (Bagaimana jika...?) What if Cinderella was a terrible dancer? What if the Big Bad Wolf was a vegetarian? Third, outline your new plot, considering how your changes will affect the characters and the overall message. Fourth, think about the tone you want to convey – humorous, serious, or thought-provoking. This planning stage helps ensure your fractured story is coherent and engaging.
6. Writing Your Fractured Story (Menulis Fractured Story Anda)
When writing, remember to use descriptive language and engage your reader. Start with an engaging hook that signals a departure from the original. Develop your characters, even if they are familiar, by showing their new traits through their actions and dialogue. Maintain a consistent point of view throughout your narrative. Pay attention to the sequence of events to ensure your plot flows logically, even with the 'fractures'. Finally, review and revise your story for clarity, grammar, and spelling. Reading your story aloud can help you identify awkward phrasing or confusing parts.
Rangkuman: 'Fractured stories' adalah cerita klasik yang dimodifikasi elemennya secara kreatif untuk menciptakan perspektif baru, pesan berbeda, atau humor. Untuk membuatnya, kita perlu memahami elemen naratif asli (karakter, latar, alur, tema) lalu memutuskan apa yang akan diubah, seperti sudut pandang, akhir, atau sifat karakter. Perencanaan matang dan penulisan yang deskriptif akan menghasilkan cerita yang menarik dan orisinal.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Fractured Story | Cerita klasik yang elemennya diubah atau dimodifikasi. |
| Fairy Tale | Dongeng atau cerita rakyat tradisional. |
| Narrative | Teks narasi atau cerita. |
| Plot Twist | Perubahan tak terduga dalam alur cerita. |
| Perspective | Sudut pandang pencerita. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Fractured Stories" mata pelajaran Bahasa Inggris Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Fractured Stories yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Inggris Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 3 siap unduh
Great AthletesModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSports EventsModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSports and HealthModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap unduh
Healthy FoodsModul siap unduh · Word + PDF ber-kopGraffitiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Bahasa Inggris lain yang sudah tersedia
Analytical Exposition TextBahasa Inggris Kelas X MADescriptive TextBahasa Inggris Kelas X MANarrative TextBahasa Inggris Kelas X MALihat semua Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Inggris kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Fractured Stories pada Bahasa Inggris MA, Fase E, elemen Menyimak – Berbicara – Membaca – Menulis – Memirsa.
Modul Fractured Stories ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Bahasa Inggris kelas X MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Bahasa Inggris materi Fractured Stories ini gratis?
Ya. Modul Fractured Stories untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Fractured Stories ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Inggris kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Inggris kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Fractured Stories ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Fractured Stories dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Inggris kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Inggris kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Fractured Stories ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Fractured Stories tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Fractured Stories untuk Bahasa Inggris kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Fractured Stories ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Inggris kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Fractured Stories beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Inggris kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Inggris ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Fractured Stories yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Inggris SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.