Modul Ajar & RPP Seni Budaya Kelas XI
Kritik Seni Rupa
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Seni Budaya |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Kritik Seni Rupa |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang jenis-jenis seni rupa dan unsur-unsur visual dalam sebuah karya seni. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak Beragama
Peserta didik mengembangkan apresiasi terhadap keindahan ciptaan Tuhan melalui kritik seni rupa dengan adab yang baik. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi argumen dalam kritik seni rupa untuk membentuk pandangan yang objektif dan rasional. - kreativitas — elemen: Menghasilkan Gagasan yang Orisinal
Peserta didik menghasilkan gagasan orisinal dalam menyusun kritik seni rupa yang konstruktif dan inovatif.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Berpikir dan Bekerja Artistik |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan karya seni rupa dengan menunjukkan sikap kritis, kreatif, serta inovatif dalam berbagai konteks budaya dan kehidupan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kritik seni rupa dapat ditemukan dalam tulisan di koran, majalah, blog seni, atau ulasan pameran. |
| Konseptual | Kritik seni rupa adalah proses menganalisis, menafsirkan, dan mengevaluasi karya seni rupa berdasarkan teori dan konteks tertentu. |
| Prosedural | Proses kritik seni rupa meliputi deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi terhadap sebuah karya seni. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya kemampuan berpikir kritis dan objektif dalam memberikan penilaian terhadap karya seni rupa. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengekspresikan rasa syukur atas keindahan ciptaan Allah SWT melalui apresiasi dan kritik seni rupa yang beradab. |
| 2. Cinta Ilmu | Mencari dan mendalami ilmu tentang teori, sejarah, dan praktik kritik seni rupa untuk memperkaya wawasan dan kemampuan berpikir. |
| 3. Cinta Lingkungan | Mendorong peserta didik untuk menciptakan karya seni yang merefleksikan kepedulian terhadap lingkungan dan isu-isu keberlanjutan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan empati dan rasa hormat terhadap karya dan pandangan seniman lain, serta memberikan kritik yang konstruktif dan tidak merendahkan. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mengapresiasi dan melestarikan kekayaan seni rupa Indonesia melalui analisis dan kritik yang mendalam terhadap karya-karya seniman Tanah Air. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan karya seni rupa, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis kritik seni rupa dengan tepat.
- Dengan studi kasus kritik seni rupa, peserta didik dapat menganalisis tahapan kritik seni rupa secara runtut.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menyusun kerangka kritik seni rupa yang terstruktur dan logis.
- Setelah menganalisis sebuah karya seni rupa, peserta didik dapat menulis kritik seni rupa dengan bahasa yang lugas dan objektif.
- Dengan mempresentasikan hasil kritik, peserta didik dapat mengevaluasi kritik seni rupa yang dibuat oleh teman sebaya secara konstruktif.
Pemahaman bermakna: Kritik seni rupa bukan sekadar mencari kesalahan, melainkan upaya untuk memahami, mengapresiasi, dan memberikan perspektif baru terhadap karya seni, sehingga dapat memperkaya pengalaman estetik dan intelektual.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah karya seni rupa, yang mungkin terlihat sederhana, bisa memiliki makna mendalam yang berbeda bagi setiap orang?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menulis esai dan argumentasi persuasif dalam menyusun kritik seni rupa. Sejarah: Memahami konteks sejarah dan budaya di balik sebuah karya seni untuk interpretasi yang lebih mendalam dalam kritik. Pendidikan Agama Islam: Menginternalisasi nilai-nilai etika dan adab dalam menyampaikan kritik yang konstruktif dan tidak merendahkan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/komunitas dapat diajak untuk mengunjungi pameran seni lokal bersama peserta didik dan mendiskusikan kritik seni rupa yang mereka temukan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang dilengkapi dengan proyektor dan akses internet, serta sudut baca dengan buku-buku seni untuk mendukung eksplorasi materi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform digital seperti blog seni, situs web galeri virtual, atau video dokumenter tentang kritikus seni untuk analisis dan referensi. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan karya seni rupa, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis kritik seni rupa dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Makna Gambar: Guru menampilkan beberapa gambar seni rupa abstrak, peserta didik menebak makna atau kesan yang muncul dari setiap gambar secara cepat.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan studi kasus kritik seni rupa, peserta didik dapat menganalisis tahapan kritik seni rupa secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Gambar Berantai: Satu peserta didik menggambar bentuk sederhana, lalu peserta didik berikutnya menambahkan elemen, begitu seterusnya hingga membentuk karya baru, lalu tebak maknanya bersama.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat menyusun kerangka kritik seni rupa yang terstruktur untuk sebuah karya pilihan.
Alat & bahan: Karya seni rupa (cetak/digital), alat tulis, LKPD, materi ajar
Langkah kerja:
- Amati karya seni rupa pada Gambar 1 dengan seksama, catat kesan awal Anda.
- Identifikasi elemen-elemen visual pada karya tersebut (garis, warna, bentuk, tekstur, ruang).
- Diskusikan dengan kelompok Anda, apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam kerangka kritik untuk karya ini?
- Susunlah kerangka kritik seni rupa Anda pada tabel di bawah, dimulai dari deskripsi hingga evaluasi.
- Presentasikan kerangka Anda dan berikan alasan di balik setiap poin yang Anda pilih.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang kritik seni rupa?
- Sebutkan satu contoh kritik seni yang pernah Anda dengar atau baca!
- Menurut Anda, apa tujuan seseorang mengkritik sebuah karya seni?
- Apakah semua orang bisa menjadi kritikus seni?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap kritik seni rupa yang ditulis peserta didik berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis kritik seni rupa dengan tepat. | Pengertian dan jenis kritik seni rupa. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis tahapan kritik seni rupa secara runtut. | Tahapan kritik seni rupa (deskripsi, analisis, interpretasi, evaluasi). | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menyusun kerangka kritik seni rupa yang terstruktur dan logis. | Struktur kerangka kritik seni rupa. | 2 JP | kreativitas |
| 4 | Menulis kritik seni rupa dengan bahasa yang lugas dan objektif. | Praktik penulisan kritik seni rupa. | 2 JP | kreativitas |
Kritik seni rupa adalah salah satu aspek penting dalam dunia seni yang memungkinkan kita untuk memahami, mengapresiasi, dan berinteraksi lebih dalam dengan sebuah karya. Lebih dari sekadar menilai 'bagus' atau 'jelek', kritik seni rupa melibatkan proses analisis, interpretasi, dan evaluasi yang sistematis. Modul ini akan membimbing Anda untuk menjadi kritikus seni yang objektif, konstruktif, dan bertanggung jawab.
1. Pengertian Kritik Seni Rupa
Kritik seni rupa adalah kegiatan menanggapi karya seni untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan suatu karya seni dari berbagai aspek, dengan tujuan untuk membangun pemahaman dan apresiasi yang lebih baik. Kritik tidak hanya dilakukan oleh pakar, namun juga oleh masyarakat umum dalam bentuk yang berbeda. Kegiatan ini memerlukan kepekaan estetis, pengetahuan tentang sejarah seni, teori seni, dan kemampuan berbahasa yang baik untuk menyampaikan gagasan secara jelas dan persuasif.
2. Fungsi Kritik Seni Rupa
Kritik seni rupa memiliki beberapa fungsi penting. Pertama, fungsi edukatif, yaitu mendidik masyarakat untuk memahami dan mengapresiasi seni. Kedua, fungsi pengembangan, yaitu memberikan masukan kepada seniman untuk perbaikan dan pengembangan karyanya di masa depan. Ketiga, fungsi dokumentasi, yaitu mencatat dan merekam perkembangan seni. Keempat, fungsi sosial, yaitu membuka ruang dialog antara seniman, karya, dan publik, serta membentuk opini publik terhadap karya seni.
3. Jenis-jenis Kritik Seni Rupa
Kritik seni rupa dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Kritik populer umumnya disampaikan oleh masyarakat awam dengan bahasa sederhana. Kritik jurnalistik ditulis untuk media massa, bersifat informatif dan menarik. Kritik keilmuan atau akademik dilakukan oleh pakar seni dengan metodologi dan teori yang mendalam. Terakhir, kritik pedagogik diterapkan dalam konteks pendidikan, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik dalam memahami dan menciptakan seni, seringkali bersifat membimbing dan konstruktif.
4. Tahapan Kritik Seni Rupa
Proses kritik seni rupa umumnya melewati empat tahapan. Tahap pertama adalah deskripsi, yaitu menggambarkan apa yang terlihat pada karya secara objektif tanpa interpretasi. Tahap kedua adalah analisis formal, yaitu menguraikan unsur-unsur visual dan prinsip-prinsip desain yang digunakan. Tahap ketiga adalah interpretasi, yaitu menafsirkan makna atau pesan yang terkandung dalam karya. Tahap keempat adalah evaluasi atau penilaian, yaitu menentukan kualitas karya berdasarkan kriteria tertentu dan memberikan pandangan pribadi yang didukung argumen.
5. Etika dalam Kritik Seni Rupa
Dalam melakukan kritik seni rupa, etika sangat penting. Kritikus harus bersikap objektif, jujur, dan bertanggung jawab. Kritik harus disampaikan dengan bahasa yang santun dan konstruktif, tidak menyerang pribadi seniman, melainkan fokus pada karyanya. Menghargai perbedaan pandangan dan membuka ruang diskusi adalah bagian dari etika yang baik. Tujuan kritik adalah membangun dan memajukan seni, bukan merendahkan atau menjatuhkan.
6. Peran Kritikus Seni Rupa
Kritikus seni rupa memiliki peran yang signifikan sebagai jembatan antara seniman dan publik. Mereka membantu publik memahami karya seni yang kompleks, memberikan konteks, dan menyoroti nilai-nilai estetis maupun konseptual. Bagi seniman, kritikus dapat menjadi cermin yang merefleksikan kekuatan dan kelemahan karyanya, mendorong refleksi dan eksplorasi lebih lanjut. Kritikus juga berkontribusi pada diskursus seni dan sejarah seni.
Rangkuman: Kritik seni rupa adalah proses analisis, interpretasi, dan evaluasi karya seni yang bertujuan memperkaya pemahaman dan apresiasi. Terdapat berbagai jenis kritik seperti populer, jurnalistik, keilmuan, dan pedagogik. Tahapan kritik meliputi deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi. Penting untuk selalu menjunjung etika kritik yang objektif, konstruktif, dan santun agar dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan seni dan pemahaman masyarakat.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kritik Seni Rupa | Kegiatan menanggapi karya seni untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan. |
| Deskripsi | Tahap menggambarkan apa yang terlihat pada karya seni secara objektif. |
| Analisis Formal | Tahap menguraikan unsur-unsur visual dan prinsip desain dalam karya. |
| Interpretasi | Tahap menafsirkan makna atau pesan yang terkandung dalam karya seni. |
| Evaluasi | Tahap menentukan kualitas karya seni berdasarkan kriteria tertentu. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kritik Seni Rupa" mata pelajaran Seni Budaya Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Kritik Seni Rupa yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Seni Budaya Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Karya Seni Rupa ModernModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Tari Kreasi dan Manajemen PergelaranBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKritik TariBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTeater ModernBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Seni Budaya lain yang sudah tersedia
Apresiasi dan Analisis Karya Seni RupaSeni Budaya Kelas XI MAEksplorasi dan Penciptaan Karya Seni RupaSeni Budaya Kelas XI MAJenis-Jenis Karya Seni RupaSeni Budaya Kelas XI MAPameran dan Presentasi Karya Seni RupaSeni Budaya Kelas XI MALihat semua Modul Ajar Seni Budaya Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Seni Budaya kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kritik Seni Rupa pada Seni Budaya MA, Fase F, elemen Berpikir dan Bekerja Artistik.
Modul Kritik Seni Rupa ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kritik Seni Rupa untuk Seni Budaya kelas XI.
Apakah modul ajar Seni Budaya materi Kritik Seni Rupa ini gratis?
Ya. Modul Kritik Seni Rupa untuk kelas XI MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kritik Seni Rupa ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Seni Budaya kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Seni Budaya kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kritik Seni Rupa ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kritik Seni Rupa dapat Anda sesuaikan dengan murid Seni Budaya kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Seni Budaya kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kritik Seni Rupa ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XI MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kritik Seni Rupa tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kritik Seni Rupa untuk Seni Budaya kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kritik Seni Rupa ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Seni Budaya kelas XI MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kritik Seni Rupa beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Seni Budaya kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Seni Budaya ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Kritik Seni Rupa yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Seni Budaya SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.