Modul Ajar & RPP SKI Kelas X
Substansi Dakwah Rasulullah
Modul ajar (RPP) SKI MA kelas X materi Substansi Dakwah Rasulullah lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai SK Dirjen Pendis No. 9941/2025, Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Substansi Dakwah Rasulullah yang Anda cari? Materi SKI Kelas X lainnya:
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | SKI |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Substansi Dakwah Rasulullah |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami kondisi masyarakat Arab pra-Islam dan awal mula kenabian Muhammad SAW.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak Beragama
Peserta didik mengembangkan kesadaran untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam berdakwah, menunjukkan kesabaran dan kebijaksanaan. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
Peserta didik menganalisis strategi dakwah Rasulullah, mengevaluasi relevansinya dengan konteks kekinian, dan menyusun argumentasi yang kuat. - kolaborasi — elemen: Kerja Sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan mempresentasikan simulasi strategi dakwah yang efektif dan inovatif.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | SK Dirjen Pendis No. 9941/2025, Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab |
| Elemen / Domain | Sejarah Kebudayaan Islam |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis substansi, strategi, dan dampak dakwah Rasulullah pada periode Makkah dan Madinah, serta mengambil ibrah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas fakta-fakta historis tentang ajaran pokok yang disampaikan Rasulullah SAW dalam dakwahnya di Makkah dan Madinah. |
| Konseptual | Konsep inti yang dipelajari adalah tauhid, risalah, akhlak mulia, dan ukhuwah Islamiyah sebagai substansi utama dakwah Rasulullah. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah dan tahapan dakwah Rasulullah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman tentang substansi dakwah Rasulullah dapat membentuk karakter dan cara mereka berinteraksi dengan sesama. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi ajaran pokok dakwah Rasulullah SAW pada periode Makkah dengan benar.
- Menganalisis karakteristik dakwah Rasulullah SAW pada periode Makkah dan Madinah secara komparatif.
- Menyimpulkan nilai-nilai universal dari substansi dakwah Rasulullah SAW yang relevan dengan kehidupan masa kini.
- Merancang simulasi strategi dakwah yang efektif berdasarkan substansi dakwah Rasulullah SAW.
- Mempresentasikan hasil rancangan simulasi strategi dakwah dengan argumentasi yang kuat.
- Menunjukkan sikap teladan dalam berdakwah sesuai esensi ajaran Rasulullah SAW.
Pemahaman bermakna: Memahami substansi dakwah Rasulullah SAW bukan hanya tentang menghafal fakta sejarah, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai universal Islam untuk membangun masyarakat yang beradab dan berakhlak mulia.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa ajaran tauhid menjadi inti dakwah Rasulullah SAW pada periode awal, dan bagaimana relevansinya dengan tantangan keimanan di era modern?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menyusun naskah presentasi, berargumentasi, dan berkomunikasi secara efektif dalam simulasi dakwah. Sosiologi: Analisis kondisi sosial masyarakat Arab pra-Islam dan respons masyarakat terhadap dakwah, serta relevansinya dengan dinamika sosial kontemporer. Pendidikan Pancasila: Menghubungkan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan keadilan dalam dakwah Rasulullah dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang bagaimana nilai-nilai dakwah Rasulullah dapat diterapkan dalam keluarga dan lingkungan tempat tinggal. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok yang dinamis dan presentasi yang interaktif, serta memanfaatkan area luar kelas untuk simulasi dakwah jika memungkinkan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform presentasi (misalnya Canva, PowerPoint), sumber belajar daring (artikel, video ceramah), dan media sosial untuk berbagi ide proyek dakwah secara positif. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi ajaran pokok dakwah Rasulullah SAW pada periode Makkah dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Kata Nabi: Guru menyebutkan satu kata kunci terkait dakwah (misal: tauhid), peserta didik menebak kaitannya dengan Rasulullah. Dilakukan secara cepat dan bergantian. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi tentang kondisi pra-Islam, dan menyampaikan tujuan pembelajaran serta pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai sumber (buku, artikel, video) untuk mengidentifikasi ajaran pokok dakwah Rasulullah di Makkah, seperti tauhid, akhlak, dan risalah, serta mengaitkannya dengan kehidupan sosial masyarakat saat itu. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok membuat peta pikiran atau infografis sederhana yang merangkum ajaran pokok dakwah Makkah dan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru memberikan penguatan tentang pentingnya ajaran tauhid dan akhlak dalam membangun fondasi keimanan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan ajaran pokok dakwah Makkah, melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini, guru memberikan apresiasi, dan memberikan tugas membaca untuk pertemuan selanjutnya, diakhiri doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis karakteristik dakwah Rasulullah SAW pada periode Makkah dan Madinah secara komparatif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Rantai Kata Hikmah: Peserta didik melanjutkan kata sebelumnya dengan kata lain yang relevan dengan dakwah, membentuk rantai kalimat yang bermakna. Misal: 'Dakwah... itu... sabar... dan... bijaksana...'. Guru menyapa, memimpin doa, presensi, melakukan apersepsi tentang ajaran pokok dakwah Makkah, dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu membandingkan karakteristik dakwah di dua periode. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik menganalisis studi kasus atau narasi singkat tentang tantangan dakwah di Makkah dan Madinah, kemudian mengidentifikasi perbedaan strategi dan karakteristik dakwah di masing-masing periode. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik mengisi tabel komparasi yang membandingkan karakteristik dakwah (misalnya: metode, prioritas ajaran, respons masyarakat) antara periode Makkah dan Madinah, lengkap dengan dalil atau contoh peristiwa. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Kelompok mempresentasikan hasil perbandingan mereka, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelas untuk menemukan benang merah serta implikasi perbedaan karakteristik dakwah tersebut. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru membimbing peserta didik menyimpulkan perbandingan karakteristik dakwah, memberikan umpan balik konstruktif, mengapresiasi semangat belajar, dan memberikan pengantar materi untuk pertemuan berikutnya, ditutup doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (Tahap Perencanaan) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menyimpulkan nilai-nilai universal dari substansi dakwah Rasulullah SAW yang relevan dengan kehidupan masa kini. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Teka-teki Tokoh Islam: Guru menyebutkan ciri-ciri singkat seorang sahabat Nabi yang berperan dalam dakwah, peserta didik menebak namanya. Misal: 'Sahabat yang selalu membenarkan Rasulullah...' (Abu Bakar). Guru menyambut, berdoa, presensi, mengulas kembali perbandingan dakwah Makkah-Madinah, dan menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi nilai universal dan memulai proyek simulasi dakwah. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara mandiri menelaah berbagai sumber untuk mengidentifikasi nilai-nilai universal dalam substansi dakwah Rasulullah seperti keadilan, persatuan, toleransi, dan kasih sayang, serta mencari contoh penerapannya di masa kini. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok memulai proyek 'Simulasi Dakwah Kontemporer' dengan merumuskan masalah dakwah yang relevan di lingkungan mereka, dan menyusun kerangka ide simulasi yang akan mereka kembangkan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok memaparkan nilai-nilai universal yang ditemukan dan ide awal proyek mereka, kelompok lain memberikan masukan, dan guru memberikan arahan serta bimbingan awal untuk pengembangan proyek. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan nilai-nilai universal dakwah, memberikan apresiasi atas kreativitas ide proyek, mengingatkan untuk terus berkolaborasi, dan menutup dengan doa serta motivasi. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis ajaran pokok dan karakteristik dakwah Rasulullah SAW pada periode Makkah dan Madinah.
Alat & bahan: Buku paket SKI, alat tulis, kertas flipchart/papan tulis mini, spidol/pena
Langkah kerja:
- Bentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
- Baca dan diskusikan materi tentang substansi dakwah Rasulullah di Makkah dan Madinah dari berbagai sumber.
- Identifikasi ajaran pokok dan karakteristik dakwah pada masing-masing periode.
- Isi tabel komparasi yang disediakan dengan hasil diskusi kelompok Anda.
- Siapkan presentasi singkat tentang temuan kelompok Anda.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang kondisi masyarakat Arab sebelum kedatangan Islam?
- Menurutmu, apa inti ajaran yang pertama kali disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW?
- Mengapa dakwah pada awalnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi?
- Sebutkan satu contoh perilaku baik yang diajarkan oleh Rasulullah SAW!
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kualitas peta pikiran/infografis, serta keterlibatan dalam penyusunan dan presentasi proyek simulasi dakwah.
Sumatif (akhir): Asesmen sumatif berupa tes tertulis (pilihan ganda dan esai) untuk mengukur pemahaman konsep dan nilai-nilai dakwah Rasulullah, serta penilaian proyek simulasi dakwah.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ajaran pokok dakwah Rasulullah SAW pada periode Makkah dengan benar. | Ajaran pokok dakwah Makkah (tauhid, akhlak, risalah). | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Menganalisis karakteristik dakwah Rasulullah SAW pada periode Makkah dan Madinah secara komparatif. | Karakteristik dakwah Makkah dan Madinah. | 3 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menyimpulkan nilai-nilai universal dari substansi dakwah Rasulullah SAW yang relevan dengan kehidupan masa kini. | Nilai-nilai universal dakwah dan adaptasinya. | 3 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 4 | Merancang dan mempresentasikan simulasi strategi dakwah yang efektif berdasarkan substansi dakwah Rasulullah SAW. | Proyek simulasi dakwah kontemporer. | 9 JP | kolaborasi, kreativitas, komunikasi |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mempelajari substansi dakwah Rasulullah SAW untuk menumbuhkan kecintaan mendalam pada Allah dan Rasul-Nya, serta meneladani akhlak mulianya. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong peserta didik untuk mencari, menganalisis, dan menyimpulkan nilai-nilai dakwah dari berbagai sumber, sebagai wujud cinta ilmu yang mendalam. |
| 3. Cinta Lingkungan | Mengajarkan pentingnya dakwah untuk menciptakan lingkungan sosial yang harmonis, adil, dan berakhlak mulia, sesuai ajaran Rasulullah SAW. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menumbuhkan kesadaran untuk berdakwah dengan hikmah dan kasih sayang, serta membangun persaudaraan sesama manusia tanpa memandang perbedaan. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menginspirasi peserta didik untuk menjadi agen perubahan positif di tanah air, mengamalkan nilai-nilai Islam dalam membangun bangsa dan negara. |
Dakwah Rasulullah SAW adalah fondasi peradaban Islam. Memahami substansinya bukan hanya mempelajari sejarah, tetapi juga menggali nilai-nilai luhur yang relevan hingga kini. Modul ini akan membimbing Anda menelusuri pesan-pesan utama yang dibawa Rasulullah, baik di Makkah maupun Madinah, dan menginspirasi kita untuk menjadi agen kebaikan di zaman modern.
1. Latar Belakang Masyarakat Arab Pra-Islam
Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Arab dikenal dengan sebutan 'Jahiliyah' (kebodohan), bukan karena tidak adanya ilmu pengetahuan, melainkan karena kebodohan moral dan spiritual. Mereka menyembah berhala, melakukan praktik perbudakan, diskriminasi perempuan, dan sering terlibat peperangan antar suku. Kondisi ini menjadi latar belakang penting bagi substansi dakwah Rasulullah yang membawa misi perubahan fundamental.
2. Substansi Dakwah Rasulullah di Makkah: Fondasi Tauhid
Dakwah Rasulullah di Makkah berlangsung selama ±13 tahun dan fokus utamanya adalah penanaman akidah tauhid, yaitu mengesakan Allah SWT (لا إله إلا الله - Lā ilāha illallāh, 'Tiada Tuhan selain Allah'). Ini adalah inti dari semua ajaran Islam. Selain itu, Rasulullah juga mengajarkan tentang hari kiamat, risalah kenabiannya, dan akhlak mulia seperti kejujuran, kesabaran, serta kasih sayang. Metode dakwah pada periode ini umumnya sembunyi-sembunyi dan kemudian terang-terangan dengan penuh kesabaran menghadapi penolakan.
3. Substansi Dakwah Rasulullah di Madinah: Pembentukan Masyarakat
Setelah hijrah ke Madinah, dakwah Rasulullah memasuki fase pembentukan masyarakat Islam (ummah). Substansi dakwahnya meluas mencakup syariat Islam seperti salat, puasa, zakat, haji, serta hukum-hukum sosial, ekonomi, dan politik. Rasulullah juga membangun persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) antara Muhajirin dan Ansar, menegakkan keadilan, dan menjalin hubungan dengan komunitas non-Muslim melalui Piagam Madinah. Fokusnya adalah membangun tatanan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
4. Karakteristik dan Metode Dakwah Rasulullah
Karakteristik dakwah Rasulullah selalu konsisten dengan prinsip 'bil-hikmah wal-mau'izhatil hasanah wal-mujadalah billati hiya ahsan' (dengan hikmah, nasihat yang baik, dan berdebat dengan cara yang lebih baik) sebagaimana firman Allah dalam Surah An-Nahl ayat 125. Beliau juga menunjukkan keteladanan (uswah hasanah), kesabaran yang luar biasa, dan kasih sayang kepada seluruh umat manusia. Metode dakwahnya adaptif, disesuaikan dengan kondisi dan objek dakwah.
5. Tantangan dan Respons Dakwah Rasulullah
Dakwah Rasulullah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penolakan, ejekan, boikot, hingga kekerasan fisik di Makkah. Di Madinah, tantangan berupa intrik politik, perang, dan upaya memecah belah umat. Respons Rasulullah terhadap tantangan ini selalu dengan ketabahan, strategi yang matang, dan tawakal kepada Allah. Beliau tidak pernah menyerah dan selalu mencari solusi terbaik untuk menyebarkan risalah Islam.
6. Nilai-Nilai Universal Dakwah Rasulullah
Substansi dakwah Rasulullah mengandung nilai-nilai universal yang relevan sepanjang masa, seperti tauhid sebagai pondasi keimanan, akhlak mulia sebagai cerminan pribadi Muslim, keadilan sosial, persatuan umat, toleransi antarumat beragama, dan pentingnya ilmu pengetahuan. Nilai-nilai ini menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan dan berinteraksi dengan masyarakat global.
7. Relevansi Dakwah Rasulullah di Era Kontemporer
Di era modern, substansi dakwah Rasulullah tetap relevan untuk menghadapi tantangan seperti radikalisme, individualisme, materialisme, dan krisis moral. Konsep tauhid mengajarkan kita untuk tidak bergantung pada selain Allah; akhlak mulia menjadi benteng dari perilaku negatif; ukhuwah Islamiyah mendorong persatuan; dan strategi dakwah dengan hikmah sangat diperlukan dalam menyebarkan kebenaran di tengah keberagaman informasi.
Rangkuman: Substansi dakwah Rasulullah SAW berpusat pada tauhid dan akhlak mulia di Makkah, kemudian meluas ke syariat dan pembentukan masyarakat di Madinah. Metode dakwahnya adaptif, penuh hikmah, dan keteladanan. Nilai-nilai universal dari dakwah ini seperti keadilan, persatuan, dan toleransi, tetap relevan sebagai pedoman hidup Muslim di era kontemporer untuk menghadapi berbagai tantangan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Tauhid | Konsep mengesakan Allah SWT, inti ajaran Islam. |
| Risalah | Pesan atau ajaran yang disampaikan oleh Nabi atau Rasul dari Allah SWT. |
| Ukhuwah Islamiyah | Persaudaraan sesama umat Islam. |
| Jahiliyah | Masa kebodohan moral dan spiritual masyarakat Arab pra-Islam. |
| Hikmah | Kebijaksanaan dalam bertindak dan berkata. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Substansi Dakwah Rasulullah" mata pelajaran SKI Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Peta Materi SKI Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Peradaban Arab Pra-IslamModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDakwah Nabi Periode Makkah dan MadinahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKhulafaur RasyidinModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDinasti Umayyah di DamaskusModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap unduh
2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar SKI Substansi Dakwah Rasulullah ini gratis?
Ya. Modul Substansi Dakwah Rasulullah untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul SKI kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar SKI kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Substansi Dakwah Rasulullah ini mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025, Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab, pada Fase E untuk kelas X MA.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Substansi Dakwah Rasulullah untuk SKI kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Substansi Dakwah Rasulullah ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh SKI kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar SKI kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Substansi Dakwah Rasulullah pada SKI MA, Fase E, elemen Sejarah Kebudayaan Islam.
Bisakah modul Substansi Dakwah Rasulullah ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Substansi Dakwah Rasulullah dapat Anda sesuaikan dengan murid SKI kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.