Modul Ajar & RPP SKI Kelas XII
Kerajaan Islam di Nusantara
Modul ajar (RPP) SKI MA kelas XII materi Kerajaan Islam di Nusantara lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai SK Dirjen Pendis No. 9941/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Kerajaan Islam di Nusantara yang Anda cari? Materi SKI Kelas XII lainnya:
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | SKI |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Kerajaan Islam di Nusantara |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang sejarah masuknya Islam ke Indonesia dan beberapa tokoh awal penyebarannya.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak beragama
Peserta didik menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya Islam Nusantara sebagai bagian dari syiar Islam dan rahmatan lil 'alamin. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis informasi dari berbagai sumber tentang peran ulama dan tokoh dalam penyebaran Islam di Nusantara. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
Peserta didik merancang dan membuat infografis/peta interaktif tentang jalur dakwah dan peninggalan kerajaan Islam di Nusantara.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 |
| Elemen / Domain | Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik menganalisis secara komprehensif perkembangan peradaban Islam di berbagai belahan dunia, termasuk di Nusantara, menelusuri jejak-jejak kejayaan, faktor-faktor kemunduran, serta mengambil hikmah dan inspirasi untuk membangun masa depan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas fakta-fakta sejarah berdirinya, perkembangan, dan peninggalan kerajaan-kerajaan Islam seperti Samudera Pasai, Demak, Mataram Islam, Ternate, dan Goa-Tallo. |
| Konseptual | Konsep intinya meliputi jalur dakwah Islam, peran ulama dan pedagang, sinkretisme budaya, serta sistem pemerintahan dan ekonomi kerajaan Islam di Nusantara. |
| Prosedural | Peserta didik belajar menganalisis sumber sejarah primer dan sekunder, mengidentifikasi pola penyebaran Islam, dan membandingkan karakteristik antar kerajaan Islam. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya belajar dari sejarah untuk memahami identitas bangsa dan merancang strategi pelestarian warisan budaya Islam. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi jalur dan strategi dakwah Islam di Nusantara dengan tepat.
- Menganalisis karakteristik dan peran penting kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara dalam penyebaran Islam dan pengembangan budaya.
- Menjelaskan kontribusi ulama dan tokoh dalam membangun peradaban Islam di Nusantara melalui berbagai bidang.
- Menganalisis peninggalan sejarah dan kebudayaan Islam dari kerajaan-kerajaan Nusantara sebagai bukti kejayaan peradaban.
- Merancang dan mempresentasikan infografis/peta interaktif yang menggambarkan jalur dakwah dan peninggalan kerajaan Islam di Nusantara.
- Menyajikan hikmah dan nilai-nilai luhur dari sejarah kerajaan Islam di Nusantara untuk kehidupan masa kini.
Pemahaman bermakna: Memahami sejarah kerajaan Islam di Nusantara bukan hanya tentang menghafal nama dan tahun, tetapi juga menelusuri jejak peradaban Islam yang kaya, menghargai kearifan lokal, dan mengambil inspirasi untuk membangun masa depan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana Islam, yang datang dari jauh, bisa begitu mengakar dan membentuk peradaban besar di berbagai pelosok Nusantara?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menyusun laporan, presentasi, dan narasi sejarah yang efektif dan persuasif. Seni Budaya: Menganalisis bentuk-bentuk arsitektur, seni ukir, dan kaligrafi sebagai peninggalan budaya Islam di Nusantara. Geografi: Memetakan jalur perdagangan dan penyebaran Islam, serta memahami pengaruh kondisi geografis terhadap perkembangan kerajaan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/komunitas dapat diajak berbagi cerita atau membawa peninggalan keluarga yang terkait dengan sejarah Islam lokal untuk memperkaya perspektif peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar fleksibel untuk kerja kelompok, dilengkapi akses internet yang stabil, serta penggunaan papan tulis interaktif atau proyektor untuk presentasi proyek. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan aplikasi seperti Canva/Prezi untuk membuat infografis/presentasi dan Google Maps/ArcGIS Online untuk peta interaktif peninggalan kerajaan Islam. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jalur dan strategi dakwah Islam di Nusantara dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Tokoh: Guru menampilkan siluet tokoh ulama/raja Nusantara. Peserta didik menebak nama dan perannya, menambah semangat belajar. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, mengecek kehadiran, melakukan apersepsi tentang masuknya Islam ke Nusantara, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu peserta didik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai sumber (buku, artikel, video) untuk menemukan informasi tentang jalur (perdagangan, perkawinan, pendidikan) dan strategi dakwah Islam di Nusantara, mengaitkannya dengan kondisi geografis dan sosial masyarakat kala itu. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok membuat mind map atau diagram alir yang menggambarkan jalur dan strategi dakwah Islam, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung keberhasilan dakwah di wilayah tertentu. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, kemudian guru memberikan penguatan dan meluruskan konsep yang kurang tepat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi, melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan rencana tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya dengan suasana yang menyenangkan dan memotivasi. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis karakteristik dan peran penting kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara dalam penyebaran Islam dan pengembangan budaya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Rantai Kata: Guru menyebut satu nama kerajaan Islam, peserta didik berikutnya menyebut karakteristiknya, lalu kerajaan lain, dst. untuk melatih fokus. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, memeriksa kesiapan belajar, meninjau kembali materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memotivasi peserta didik dengan kisah singkat kejayaan kerajaan Islam. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing menganalisis satu atau dua kerajaan Islam (misal: Samudera Pasai, Demak, Mataram Islam, Ternate, Goa-Tallo) untuk mengidentifikasi karakteristik khas, peran politik, ekonomi, sosial, dan budaya dalam penyebaran Islam. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Kelompok menyusun laporan singkat atau presentasi interaktif (misalnya menggunakan Canva atau Prezi) yang membandingkan karakteristik dan peran penting kerajaan yang dianalisis, menyoroti persamaan dan perbedaannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisisnya, kelompok lain memberikan pertanyaan kritis tentang peran kerajaan tersebut, dan guru memfasilitasi diskusi mendalam serta memberikan umpan balik konstruktif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru membimbing peserta didik merangkum poin-poin penting tentang peran kerajaan Islam, memberikan apresiasi atas kerja keras, menanyakan kesan belajar, dan memberikan tugas singkat untuk persiapan pertemuan selanjutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Inquiry Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menjelaskan kontribusi ulama dan tokoh dalam membangun peradaban Islam di Nusantara melalui berbagai bidang. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Siapa Aku?: Guru membacakan ciri-ciri seorang ulama/tokoh, peserta didik menebak namanya. Melatih ingatan dan pengetahuan tokoh. Guru memulai dengan salam, doa, presensi, mengaitkan materi sebelumnya dengan peran individu, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan menstimulasi peserta didik dengan pertanyaan tentang tokoh-tokoh Islam yang mereka kenal. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara mandiri atau berpasangan melakukan riset singkat tentang kontribusi ulama dan tokoh (misal: Walisongo, Syekh Nuruddin Ar-Raniri, Hamzah Fansuri, Sultan Agung) dalam bidang pendidikan, kesenian, sastra, hukum, dan pemerintahan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik membuat profil singkat atau poster digital tentang salah satu ulama/tokoh pilihan, menyoroti inovasi dan dampaknya terhadap masyarakat Nusantara pada masanya, serta relevansinya dengan kehidupan modern. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Beberapa peserta didik membagikan hasil risetnya di depan kelas, menjelaskan kontribusi tokoh pilihannya, dan guru mengulas kembali peran strategis para ulama dalam mengintegrasikan Islam dengan budaya lokal. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan hikmah dari perjuangan para ulama, memberikan penguatan motivasi untuk meneladani semangat mereka, dan mengakhiri pelajaran dengan doa dan harapan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis karakteristik dan peninggalan kerajaan Islam di Nusantara serta peran tokoh dalam penyebarannya.
Alat & bahan: Buku paket SKI, artikel jurnal, gawai/laptop, internet, kertas plano, spidol
Langkah kerja:
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
- Pilih satu kerajaan Islam di Nusantara (misal: Samudera Pasai, Demak, Mataram Islam, Ternate, Goa-Tallo) untuk didalami.
- Kumpulkan informasi dari berbagai sumber tentang: latar belakang berdirinya, raja-raja yang memerintah, karakteristik utama, jalur dakwah, peran tokoh ulama, serta peninggalan sejarah dan budayanya.
- Analisis data yang terkumpul dan catat poin-poin penting dalam tabel yang disediakan.
- Siapkan presentasi singkat (5-7 menit) untuk membagikan hasil analisis kelompok Anda.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan dua kerajaan Islam yang pernah berdiri di Nusantara!
- Bagaimana Islam bisa masuk ke Indonesia menurut pemahamanmu?
- Siapa saja tokoh penyebar Islam yang kamu ketahui di Nusantara?
- Menurutmu, mengapa Islam bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Nusantara?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi awal proyek, dan penyusunan laporan atau infografis.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek infografis/peta interaktif dan presentasi final kelompok, serta tes tertulis esai untuk mengukur pemahaman konseptual.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jalur dan strategi dakwah Islam di Nusantara dengan tepat. | Jalur dan strategi dakwah Islam di Nusantara. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis karakteristik dan peran penting kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara dalam penyebaran Islam dan pengembangan budaya. | Karakteristik dan peran kerajaan Islam: Samudera Pasai, Demak, Mataram Islam, Ternate, Goa-Tallo. | 6 JP | penalaran kritis, kreativitas |
| 3 | Menjelaskan kontribusi ulama dan tokoh dalam membangun peradaban Islam di Nusantara melalui berbagai bidang. | Kontribusi ulama dan tokoh (Walisongo, Syekh Nuruddin Ar-Raniri, Hamzah Fansuri, Sultan Agung). | 4 JP | penalaran kritis, keimanan dan ketakwaan |
| 4 | Merancang dan mempresentasikan infografis/peta interaktif yang menggambarkan jalur dakwah dan peninggalan kerajaan Islam di Nusantara. | Peninggalan sejarah dan kebudayaan Islam dari kerajaan-kerajaan Nusantara; proyek infografis/peta interaktif. | 6 JP | kreativitas, kolaborasi |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengagumi kekuasaan Allah SWT yang telah menggerakkan hati para penyebar Islam untuk membawa cahaya kebenaran ke Nusantara, membentuk peradaban yang mulia. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat menggali pengetahuan tentang sejarah kerajaan Islam di Nusantara sebagai bukti kekayaan intelektual dan budaya yang patut dipelajari dan dilestarikan. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menghargai warisan budaya dan lingkungan fisik berupa peninggalan kerajaan Islam sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa yang harus dijaga kelestariannya. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Meneladani semangat toleransi dan kebersamaan para tokoh penyebar Islam yang mampu merangkul berbagai suku dan budaya, menciptakan harmoni di Nusantara. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mencintai tanah air dengan memahami akar sejarah keislaman yang membentuk karakter bangsa, serta berkontribusi menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. |
Sejarah peradaban Islam di Nusantara adalah mozaik indah yang membentuk identitas bangsa Indonesia. Modul ini akan mengajak kita menelusuri jejak-jejak kejayaan kerajaan-kerajaan Islam, memahami bagaimana Islam menyebar, dan bagaimana ia berinteraksi dengan budaya lokal, melahirkan peradaban yang unik dan kaya nilai. Mari kita gali inspirasi dari masa lalu untuk membangun masa depan.
1. Jalur dan Strategi Dakwah Islam di Nusantara
Islam masuk ke Nusantara melalui berbagai jalur, terutama perdagangan maritim yang menghubungkan Timur Tengah, India, dan Asia Tenggara. Para pedagang Muslim tidak hanya membawa komoditas, tetapi juga nilai-nilai agama. Selain itu, pernikahan antara pedagang Muslim dengan penduduk lokal, pendidikan melalui pesantren dan surau, serta kesenian (seperti wayang yang digunakan Walisongo) menjadi strategi dakwah yang efektif. Pendirian pusat-pusat studi Islam dan peran ulama sebagai penasihat raja juga mempercepat penyebaran Islam. Strategi dakwah ini sangat adaptif dan persuasif, tidak melalui paksaan, sehingga Islam diterima secara damai dan berangsur-angsur.
2. Kerajaan Samudera Pasai: Gerbang Islam di Nusantara
Samudera Pasai, yang berdiri sekitar abad ke-13 di Aceh, dikenal sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara. Perannya sangat vital sebagai pusat perdagangan dan penyebaran Islam di Selat Malaka. Kerajaan ini menjadi tempat persinggahan ulama dan pedagang dari berbagai penjuru dunia Islam, yang kemudian menyebarkan ajaran Islam ke wilayah lain di Nusantara. Peninggalannya meliputi makam raja-raja, mata uang dirham, serta naskah-naskah kuno yang menunjukkan kemajuan intelektual dan peradaban Islam di awal masuknya ke Indonesia.
3. Kesultanan Demak: Pusat Islam di Jawa
Kesultanan Demak (abad ke-15) merupakan kerajaan Islam pertama dan terbesar di Pulau Jawa, didirikan oleh Raden Patah. Demak berperan penting dalam penyebaran Islam di Jawa dan wilayah timur Nusantara melalui ekspansi politik dan dakwah Walisongo. Masjid Agung Demak adalah salah satu peninggalan utamanya yang mencerminkan akulturasi budaya. Demak juga dikenal sebagai pusat kekuatan maritim dan perdagangan, serta tempat lahirnya banyak ulama besar yang menyebarkan ajaran Islam dengan kearifan lokal, seperti Sunan Kalijaga yang menggunakan media seni dan budaya.
4. Kesultanan Mataram Islam: Pewaris Peradaban Jawa-Islam
Kesultanan Mataram Islam (abad ke-16 hingga ke-18) adalah kerajaan Islam yang berpusat di Jawa Tengah, meneruskan tradisi kebudayaan Jawa yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam. Sultan Agung Hanyokrokusumo adalah salah satu raja terbesar yang berhasil menyatukan sebagian besar Jawa dan mengembangkan kebudayaan Jawa-Islam seperti kalender Jawa, seni tari, dan sastra. Masjid-masjid dan keraton-keraton Mataram Islam menjadi simbol kemegahan dan akulturasi budaya yang harmonis, menunjukkan bagaimana Islam dapat berintegrasi tanpa menghilangkan identitas lokal.
5. Kesultanan Ternate dan Tidore: Islam di Maluku
Kesultanan Ternate dan Tidore (abad ke-13) adalah dua kerajaan maritim Islam yang sangat berpengaruh di wilayah Maluku, dikenal sebagai penghasil rempah-rempah. Kedua kesultanan ini menjadi pusat perdagangan rempah internasional dan berperan besar dalam penyebaran Islam di Indonesia bagian timur, termasuk Sulawesi, Papua, dan Filipina Selatan. Masjid kuno dan benteng-benteng peninggalan mereka menjadi saksi bisu kejayaan Islam di timur Nusantara, menghadapi persaingan dengan bangsa Eropa dalam memperebutkan rempah-rempah.
6. Kesultanan Goa-Tallo: Islam di Sulawesi Selatan
Kesultanan Goa-Tallo (abad ke-16) adalah kerajaan Islam terkemuka di Sulawesi Selatan, didirikan oleh Raja Gowa Daeng Manrabia (Sultan Alauddin) dan Raja Tallo Karaeng Matoaya (Sultan Abdullah Awalul Islam). Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan dan penyebaran Islam di wilayah timur Indonesia. Peninggalan Goa-Tallo mencakup Benteng Somba Opu dan makam raja-raja yang menunjukkan seni arsitektur Islam lokal. Peran ulama seperti Dato' Ribandang sangat vital dalam mengislamkan raja dan masyarakat Makassar, yang kemudian dikenal sebagai masyarakat yang gigih mempertahankan Islam.
7. Peran Ulama dan Tokoh dalam Pengembangan Peradaban Islam
Ulama dan tokoh memiliki peran sentral dalam mengembangkan peradaban Islam di Nusantara. Mereka tidak hanya menyebarkan ajaran agama, tetapi juga menjadi intelektual, pendidik, seniman, dan penasihat raja. Walisongo di Jawa, Syekh Burhanuddin di Sumatera, atau Dato' Ribandang di Sulawesi adalah contoh nyata bagaimana ulama membangun lembaga pendidikan (pesantren), mengembangkan kesenian (wayang, tari), menyusun karya sastra (hikayat, syair), serta berperan dalam pemerintahan dan hukum Islam. Kontribusi mereka membentuk identitas keislaman yang khas Nusantara, damai, dan toleran.
8. Peninggalan Sejarah dan Kebudayaan Islam Nusantara
Peninggalan sejarah kerajaan Islam di Nusantara sangat beragam, meliputi masjid-masjid kuno dengan arsitektur unik (misal: Masjid Agung Demak, Masjid Raya Baiturrahman), keraton-keraton (misal: Keraton Yogyakarta, Keraton Kasepuhan Cirebon), makam-makam raja dan ulama (misal: Makam Sunan Ampel, Makam Sultan Malikussaleh), naskah-naskah kuno (kitab, hikayat), seni kaligrafi, seni ukir, hingga tradisi dan upacara adat yang bernuansa Islam (misal: Sekaten, Grebeg Maulud). Peninggalan ini adalah bukti nyata kejayaan peradaban Islam yang kaya dan harmonis dengan budaya lokal.
Rangkuman: Kerajaan Islam di Nusantara merupakan tonggak penting dalam sejarah bangsa Indonesia, menunjukkan bagaimana Islam menyebar secara damai dan beradaptasi dengan budaya lokal. Dari Samudera Pasai hingga Goa-Tallo, setiap kerajaan memiliki peran unik dalam membentuk peradaban Islam yang kaya akan nilai-nilai toleransi, kearifan lokal, dan semangat keilmuan. Warisan budaya dan spiritual ini menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk menjaga kebhinekaan dan membangun masa depan berlandaskan Islam.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Akulturasi | Perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang saling memengaruhi tanpa menghilangkan unsur asli. |
| Dirham | Mata uang perak yang digunakan pada masa kerajaan Islam. |
| Sinkretisme | Proses perpaduan berbagai aliran atau paham keagamaan menjadi satu. |
| Walisongo | Sembilan tokoh penyebar agama Islam di Jawa pada abad ke-15 dan ke-16. |
| Rahmatan lil 'alamin | Frasa dalam Islam yang berarti rahmat bagi seluruh alam semesta. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kerajaan Islam di Nusantara" mata pelajaran SKI Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Peta Materi SKI Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Gerakan Pembaharuan dalam IslamModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMasuknya Islam ke NusantaraModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Gerakan Pembaruan Islam (Tajdid)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTokoh Pembaru Dunia IslamBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIslam di Indonesia Masa ModernBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisOrganisasi Islam di IndonesiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri SKI di kelas lain
Kemunduran dan Kebangkitan Dunia IslamSKI Kelas XI MAKemunduran Dunia IslamSKI Kelas XI MALihat semua Modul Ajar SKI Kelas XII →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar SKI Kerajaan Islam di Nusantara ini gratis?
Ya. Modul Kerajaan Islam di Nusantara untuk kelas XII MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul SKI kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar SKI kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kerajaan Islam di Nusantara ini mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025, pada Fase F untuk kelas XII MA.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kerajaan Islam di Nusantara untuk SKI kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kerajaan Islam di Nusantara ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh SKI kelas XII MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar SKI kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kerajaan Islam di Nusantara pada SKI MA, Fase F, elemen Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).
Bisakah modul Kerajaan Islam di Nusantara ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kerajaan Islam di Nusantara dapat Anda sesuaikan dengan murid SKI kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.