Modul Ajar & RPP SKI Kelas XII
Peran Organisasi Islam di Indonesia
Modul ajar (RPP) SKI MA kelas XII materi Peran Organisasi Islam di Indonesia lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai SK Dirjen Pendis No. 9941/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Peran Organisasi Islam di Indonesia yang Anda cari? Materi SKI Kelas XII lainnya:
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | SKI |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Peran Organisasi Islam di Indonesia |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami sejarah masuknya Islam ke Indonesia dan perkembangan awal kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak mulia
Peserta didik menunjukkan sikap toleransi dan moderasi beragama dalam menyikapi keragaman pandangan organisasi Islam di Indonesia. - kewargaan — elemen: berpartisipasi dalam masyarakat global
Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menghargai kontribusi organisasi Islam dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis informasi dari berbagai sumber mengenai peran organisasi Islam untuk menarik kesimpulan yang rasional.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 |
| Elemen / Domain | Sejarah Kebudayaan Islam |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi perkembangan Islam di Indonesia pada masa kontemporer, termasuk peran berbagai organisasi Islam dalam membentuk identitas kebangsaan dan keagamaan, serta mengaitkannya dengan tantangan masa kini. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas fakta-fakta tentang organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, dan peran konkret mereka dalam sejarah Indonesia. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah peran strategis organisasi Islam sebagai agen perubahan sosial, pendidikan, dakwah, dan politik dalam konteks kebangsaan. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi, menganalisis, dan mempresentasikan data tentang kontribusi organisasi Islam melalui studi kasus dan proyek. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman tentang sejarah organisasi Islam membantu mereka memahami dinamika sosial-keagamaan dan kebangsaan saat ini. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi latar belakang berdirinya organisasi Islam di Indonesia dengan tepat.
- Menganalisis peran organisasi Islam (NU, Muhammadiyah, Persis, dll.) dalam bidang pendidikan, sosial, dakwah, dan politik di Indonesia secara komprehensif.
- Mengevaluasi kontribusi organisasi Islam dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa Indonesia.
- Merancang proyek presentasi digital tentang peran salah satu organisasi Islam di Indonesia dengan kreatif.
- Mempresentasikan hasil proyek tentang peran organisasi Islam dengan percaya diri dan argumentatif.
Pemahaman bermakna: Memahami peran organisasi Islam di Indonesia tidak hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai keislaman diterjemahkan menjadi aksi nyata yang membentuk identitas bangsa dan memecahkan masalah sosial hingga kini.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana organisasi-organisasi Islam yang lahir di awal abad ke-20 mampu menyatukan umat dan bangsa Indonesia di tengah keberagaman dan tantangan penjajahan?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sejarah Indonesia: Kaitan peran organisasi Islam dengan peristiwa penting perjuangan kemerdekaan dan pembentukan negara. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Diskusi tentang nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan partisipasi warga negara yang diajarkan oleh organisasi Islam. Sosiologi: Analisis peran organisasi Islam sebagai agen sosialisasi dan perubahan sosial dalam masyarakat Indonesia. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang pengetahuan mereka mengenai organisasi Islam di lingkungan sekitar atau pengalaman berpartisipasi di dalamnya. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang nyaman dengan akses internet, perpustakaan sekolah, atau bahkan kunjungan virtual ke museum atau pusat arsip organisasi Islam dapat dimanfaatkan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform presentasi digital interaktif (Canva, Prezi), mesin pencari ilmiah, dan video dokumenter dari sumber terpercaya untuk riset dan penyajian proyek. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi latar belakang berdirinya organisasi Islam di Indonesia dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Tokoh: Guru menampilkan gambar tokoh pendiri organisasi Islam (misal: KH. Hasyim Asy'ari, KH. Ahmad Dahlan). Peserta didik menebak nama dan organisasinya. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa yang kalian ketahui tentang organisasi Islam di Indonesia?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk menumbuhkan kesadaran belajar. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik mengeksplorasi berbagai sumber (artikel, video singkat) untuk menemukan informasi tentang latar belakang berdirinya beberapa organisasi Islam di Indonesia, mengaitkan dengan kondisi sosial-politik saat itu. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan temuan mereka dan membuat peta pikiran (mind map) yang menghubungkan latar belakang dengan tujuan awal pendirian organisasi, kemudian membandingkan temuan antar kelompok. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan peta pikiran mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya memahami konteks sejarah sebagai dasar memahami peran organisasi Islam. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya. Ditutup dengan doa dan motivasi. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis peran organisasi Islam (NU, Muhammadiyah, Persis, dll.) dalam bidang pendidikan, sosial, dakwah, dan politik di Indonesia secara komprehensif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Benang Merah: Guru membagikan potongan kartu berisi nama organisasi dan perannya. Peserta didik mencari pasangannya dan menjelaskan singkat kaitannya. Guru mengucapkan salam, doa, presensi, dan mengaitkan materi sebelumnya dengan peran organisasi Islam saat ini. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengarahkan pada masalah nyata peran organisasi dalam masyarakat. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diberikan studi kasus singkat atau artikel tentang kontribusi nyata organisasi Islam di berbagai bidang (pendidikan, kesehatan, ekonomi) dan mengidentifikasi bagaimana organisasi tersebut menyelesaikan masalah sosial. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik menganalisis studi kasus tersebut, mengidentifikasi peran spesifik organisasi dalam bidang-bidang tersebut, dan menyusun laporan singkat yang berisi temuan dan argumentasi mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan analisis mereka. Guru memfasilitasi diskusi kritis tentang persamaan dan perbedaan peran antar organisasi, serta relevansinya dengan tantangan kontemporer. Guru memberikan penguatan dan klarifikasi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan peran multidimensional organisasi Islam, memberikan apresiasi, dan memberikan tugas awal untuk proyek (memilih organisasi dan mulai mencari data). Ditutup dengan doa dan motivasi. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mengevaluasi kontribusi organisasi Islam dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa Indonesia. Merancang proyek presentasi digital tentang peran salah satu organisasi Islam di Indonesia dengan kreatif. Mempresentasikan hasil proyek tentang peran organisasi Islam dengan percaya diri dan argumentatif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Teka-teki Silang Tokoh: Guru memberikan teka-teki silang singkat berisi nama-nama tokoh dan organisasi Islam, untuk memancing ingatan dan fokus. Guru mengucapkan salam, doa, presensi, dan mengingatkan kembali pentingnya peran organisasi Islam. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yakni finalisasi dan presentasi proyek, untuk membangun kesadaran akan tahapan akhir belajar. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara individu atau kelompok melanjutkan penyusunan proyek presentasi digital (misal: infografis, video pendek, atau slide interaktif) tentang peran salah satu organisasi Islam yang telah dipilih, dengan fokus pada kontribusi kemerdekaan dan pembangunan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mempresentasikan proyek digital mereka di depan kelas. Setiap presentasi diikuti dengan sesi tanya jawab dan diskusi, di mana peserta didik lain memberikan tanggapan atau pertanyaan kritis. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru dan peserta didik bersama-sama memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi. Guru memberikan penguatan akhir tentang pentingnya peran organisasi Islam dalam membentuk Indonesia dan relevansinya bagi masa depan. Guru juga memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan seluruh materi, melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran, memberikan apresiasi atas semua usaha, dan menginformasikan tindak lanjut. Ditutup dengan doa dan harapan agar nilai-nilai yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis peran dan kontribusi organisasi Islam tertentu dalam bidang sosial, pendidikan, dakwah, dan politik di Indonesia.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, akses internet/buku referensi
Langkah kerja:
- Pilih satu organisasi Islam (misal: NU, Muhammadiyah, Persis, PUI, Al-Washliyah) yang ingin Anda teliti.
- Cari informasi mengenai latar belakang berdirinya, tokoh pendiri, serta peran utamanya dalam bidang pendidikan, sosial, dakwah, dan politik.
- Identifikasi minimal dua kontribusi signifikan organisasi tersebut terhadap perjuangan kemerdekaan atau pembangunan bangsa Indonesia.
- Tuliskan temuan Anda dalam tabel yang disediakan.
- Sajikan kesimpulan singkat mengenai relevansi peran organisasi tersebut bagi Indonesia saat ini.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan beberapa organisasi Islam yang kalian ketahui di Indonesia!
- Menurut kalian, apa peran utama organisasi-organisasi tersebut?
- Apakah ada organisasi Islam yang aktif di daerah tempat tinggal kalian?
- Bagaimana keterkaitan antara organisasi Islam dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan penyelesaian LKPD, serta penilaian formatif terhadap draf proyek digital.
Sumatif (akhir): Penilaian sumatif berupa presentasi proyek digital tentang peran organisasi Islam dan tes tertulis esai.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi latar belakang berdirinya organisasi Islam di Indonesia dengan tepat. | Latar belakang berdirinya organisasi Islam di Indonesia (NU, Muhammadiyah, Persis, dll.) | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis peran organisasi Islam dalam bidang pendidikan, sosial, dakwah, dan politik. | Peran dan kontribusi organisasi Islam (NU, Muhammadiyah, Persis, dll.) dalam berbagai bidang. | 2 JP | kewargaan, penalaran kritis |
| 3 | Mengevaluasi kontribusi organisasi Islam dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa Indonesia. | Kontribusi organisasi Islam terhadap kemerdekaan dan pembangunan bangsa. | 2 JP | kewargaan, keimanan dan ketakwaan |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menyadari bahwa perjuangan organisasi Islam adalah wujud nyata dari ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dalam menegakkan keadilan. |
| 2. Cinta Ilmu | Termotivasi untuk terus belajar dan meneliti sejarah serta peran organisasi Islam sebagai bentuk pengembangan ilmu pengetahuan. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menghargai keberagaman pandangan dan kontribusi organisasi Islam dalam membangun masyarakat yang harmonis dan lestari. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh organisasi Islam yang berjuang demi kesejahteraan umat dan kemaslahatan bersama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Memahami bahwa peran organisasi Islam merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa Indonesia tercinta. |
Organisasi Islam di Indonesia memiliki peran sentral dalam membentuk identitas kebangsaan dan keagamaan. Sejak awal abad ke-20, mereka tidak hanya bergerak di bidang dakwah, tetapi juga aktif dalam pendidikan, sosial, dan politik, menjadi pilar penting perjuangan kemerdekaan serta pembangunan bangsa. Memahami peran mereka adalah kunci memahami dinamika Indonesia modern.
1. Latar Belakang Berdirinya Organisasi Islam
Berdirinya organisasi Islam di Indonesia pada awal abad ke-20 dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, antara lain: (1) Respon terhadap kolonialisme Belanda yang merugikan umat Islam dan bangsa Indonesia. (2) Kebangkitan nasionalisme dan kesadaran akan pentingnya persatuan. (3) Perkembangan pemikiran Islam modern yang dibawa oleh tokoh-tokoh pembaharu. (4) Kebutuhan akan pendidikan yang relevan dan merata bagi umat. (5) Upaya menjaga kemurnian ajaran Islam dari pengaruh bid'ah dan khurafat. Faktor-faktor ini mendorong para ulama dan cendekiawan Muslim untuk membentuk wadah perjuangan kolektif.
2. Peran Nahdlatul Ulama (NU)
Nahdlatul Ulama (NU), didirikan oleh KH. Hasyim Asy'ari pada tahun 1926, merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama'ah. NU berperan besar dalam bidang pendidikan melalui pesantren-pesantrennya, menjaga tradisi keislaman Nusantara, serta aktif dalam dakwah kultural. Dalam bidang politik, NU berperan signifikan dalam perjuangan kemerdekaan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan konsep 'hubbul wathan minal iman' (cinta tanah air sebagian dari iman). Secara sosial, NU memiliki lembaga-lembaga yang bergerak di bidang kesehatan dan kesejahteraan umat.
3. Peran Muhammadiyah
Muhammadiyah, didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912, berfokus pada pemurnian ajaran Islam dan modernisasi umat. Organisasi ini sangat menonjol dalam bidang pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah modern dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, serta rumah sakit dan panti asuhan. Dalam bidang dakwah, Muhammadiyah menyebarkan Islam melalui metode yang rasional dan progresif. Kontribusi sosialnya terlihat dari berbagai amal usaha yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Secara politik, Muhammadiyah berperan aktif dalam menyuarakan kepentingan umat dan bangsa melalui berbagai platform.
4. Peran Persatuan Islam (Persis)
Persatuan Islam (Persis) didirikan di Bandung pada tahun 1923 oleh Ahmad Hassan dan M. Natsir, memiliki ciri khas penekanan pada pemurnian akidah dan syariat Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah secara murni. Persis aktif dalam bidang pendidikan melalui madrasah dan pesantren, serta dakwah melalui debat dan tulisan-tulisan yang tajam. Organisasi ini berperan penting dalam mencerdaskan umat melalui literasi keagamaan dan penegasan identitas keislaman yang kuat. Dalam konteks kebangsaan, Persis turut serta dalam perjuangan kemerdekaan dengan menyuarakan pentingnya persatuan umat dan kemandirian bangsa.
5. Peran Organisasi Islam Lainnya
Selain NU, Muhammadiyah, dan Persis, banyak organisasi Islam lain yang juga memiliki peran penting, seperti Jami'atul Khair (fokus pendidikan), Al-Irsyad (pemurnian ajaran Islam), dan PUI (Persatuan Umat Islam) yang berfokus pada pendidikan dan sosial. Organisasi-organisasi ini, meskipun dengan corak dan fokus yang berbeda, secara kolektif telah memberikan kontribusi besar dalam membangun kesadaran keagamaan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperjuangkan hak-hak umat, serta berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan Indonesia. Semangat kolaborasi dan persatuan menjadi kunci keberhasilan mereka.
6. Kontribusi Organisasi Islam terhadap Kemerdekaan dan Pembangunan
Organisasi Islam berperan vital dalam perjuangan kemerdekaan melalui mobilisasi massa, penyebaran semangat nasionalisme berbasis Islam, dan partisipasi aktif dalam badan-badan perjuangan. Setelah kemerdekaan, peran mereka bergeser ke pembangunan bangsa, terutama dalam bidang pendidikan untuk mencerdaskan rakyat, kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup, dan ekonomi untuk kesejahteraan umat. Mereka juga menjadi penjaga nilai-nilai moral dan etika bangsa, serta turut serta dalam menjaga persatuan dan kesatuan melalui pendekatan moderasi beragama dan toleransi dalam bingkai Pancasila.
Rangkuman: Organisasi Islam di Indonesia, seperti NU, Muhammadiyah, dan Persis, muncul sebagai respons terhadap kolonialisme dan kebutuhan modernisasi umat. Mereka memainkan peran krusial dalam pendidikan, sosial, dakwah, dan politik. Kontribusi mereka sangat besar dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa, membentuk identitas keislaman yang selaras dengan keindonesiaan, serta terus menjadi pilar penting dalam menjaga keberagaman dan kemajuan negara hingga saat ini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Ahlussunnah wal Jama'ah | Golongan yang mengikuti sunah Nabi Muhammad ﷺ dan ijmak para sahabat. |
| Hubbul Wathan minal Iman | Cinta tanah air sebagian dari iman (ungkapan populer di kalangan NU). |
| Amal Usaha | Kegiatan atau lembaga yang didirikan oleh organisasi untuk kepentingan sosial, pendidikan, atau ekonomi. |
| Modernisasi | Proses perubahan dari cara-cara tradisional ke arah yang lebih maju dan sesuai perkembangan zaman. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Peran Organisasi Islam di Indonesia" mata pelajaran SKI Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Peta Materi SKI Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Gerakan Pembaharuan dalam IslamModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMasuknya Islam ke NusantaraModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKerajaan Islam di NusantaraModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Gerakan Pembaruan Islam (Tajdid)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTokoh Pembaru Dunia IslamBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIslam di Indonesia Masa ModernBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisOrganisasi Islam di IndonesiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri SKI di kelas lain
Kemunduran dan Kebangkitan Dunia IslamSKI Kelas XI MAKemunduran Dunia IslamSKI Kelas XI MALihat semua Modul Ajar SKI Kelas XII →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar SKI Peran Organisasi Islam di Indonesia ini gratis?
Ya. Modul Peran Organisasi Islam di Indonesia untuk kelas XII MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul SKI kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar SKI kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Peran Organisasi Islam di Indonesia ini mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025, pada Fase F untuk kelas XII MA.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Peran Organisasi Islam di Indonesia untuk SKI kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Peran Organisasi Islam di Indonesia ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh SKI kelas XII MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar SKI kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Peran Organisasi Islam di Indonesia pada SKI MA, Fase F, elemen Sejarah Kebudayaan Islam.
Bisakah modul Peran Organisasi Islam di Indonesia ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Peran Organisasi Islam di Indonesia dapat Anda sesuaikan dengan murid SKI kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.