MIKelas IIFase A📘 Bab 3Semester 1

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas II
Berhati-hati di Mana Saja

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

📽️ Modul ini sekalian jadi PPT-nyaSlide dari isi modul ini · satu .pptx per pertemuan

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Berhati-hati di mana saja adalah sikap penting untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain. Kita harus bisa mengenali situasi berbahaya, memahami pentingnya waspada, dan menyampaikan pesan keselamatan menggunakan kalimat perintah yang santun. Memahami perbedaan penggunaan 'di' sebagai kata depan dan awalan juga membantu kita berkomunikasi dengan lebih baik. Dengan berhati-hati, kita bisa hidup lebih aman dan nyaman, serta menjalankan ajaran agama untuk saling menjaga.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Berhati-hati di Mana Saja
Bahasa Indonesia · Kelas II · Fase A
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Berhati-hati di Mana Saja
Bahasa Indonesia · Fase A · Kelas II · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasA / II
Materi PokokBerhati-hati di Mana Saja
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar dalam menyimak, berbicara, membaca, dan menulis kata atau kalimat sederhana.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
  2. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  3. Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami informasi dan pesan dari teks lisan dan tulis, serta dapat mengungkapkan gagasan dan pengalaman dengan bahasa yang santun dan efektif dalam berbagai konteks.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMelihat rambu lalu lintas atau tanda peringatan di tempat umum adalah contoh nyata berhati-hati.
KonseptualKonsep intinya adalah pentingnya sikap waspada dan mengikuti aturan keselamatan di berbagai tempat untuk mencegah bahaya.
ProseduralMateri ini mengajarkan langkah-langkah mengenali bahaya, memahami kalimat perintah, dan merespons situasi dengan tepat.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari mengapa penting untuk selalu berpikir tentang keselamatan diri dan orang lain di mana pun mereka berada.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenyadari bahwa menjaga keselamatan diri dan orang lain adalah bentuk syukur atas nikmat Allah dan mengikuti ajaran Rasul-Nya untuk saling melindungi.
2. Cinta IlmuBersemangat untuk mempelajari cara mengenali bahaya, memahami aturan keselamatan, dan menggunakan bahasa yang tepat untuk menyampaikan pesan hati-hati.
3. Cinta LingkunganBerpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan sekolah agar tidak ada bahaya yang mengancam diri sendiri dan teman-teman.
4. Cinta Diri dan SesamaMenunjukkan kepedulian dengan mengingatkan teman secara santun saat melihat situasi berbahaya, serta menjaga diri agar tidak membahayakan orang lain.
5. Cinta Tanah AirMemahami bahwa menjaga keselamatan di tempat umum adalah bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara yang baik untuk menciptakan lingkungan yang tertib dan aman.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui tayangan video tentang keselamatan, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga situasi berbahaya di lingkungan sekitar dengan tepat.
  2. Dengan menyimak cerita pengalaman, peserta didik dapat merinci dua alasan pentingnya bersikap hati-hati di tempat umum secara runtut.
  3. Setelah mengamati contoh, peserta didik dapat menggunakan kata depan 'di' dan awalan 'di-' dalam kalimat perintah dengan benar.
  4. Melalui kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat menyusun tiga kalimat perintah untuk menjaga keselamatan di sekolah secara santun.
  5. Dengan praktik bermain peran, peserta didik dapat memerankan situasi yang memerlukan sikap hati-hati di tempat umum dengan ekspresi yang sesuai.
Halaman 2 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Berhati-hati di mana saja bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang melindungi orang lain dan menjaga lingkungan tetap aman, seperti yang diajarkan dalam ajaran agama.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus selalu berhati-hati di mana pun kita berada?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Agama Islam: Kaitan dengan nilai menjaga diri dan sesama sebagai bentuk ibadah, serta pentingnya bersyukur atas kesehatan dan keselamatan.
Pendidikan Pancasila: Kaitan dengan nilai gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan sekolah dan masyarakat, serta kepatuhan terhadap aturan demi keselamatan bersama.
Seni Budaya: Kaitan dengan membuat poster peringatan sederhana atau menggambar situasi yang memerlukan kehati-hatian.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi tentang pentingnya mengajarkan anak-anak untuk berhati-hati di rumah dan lingkungan sekitar, serta mempraktikkan penggunaan kalimat perintah yang santun.
Lingkungan PembelajaranLingkungan kelas dan sekolah yang bersih, rapi, dan memiliki tanda peringatan sederhana di area berbahaya (misalnya: 'Hati-hati, lantai licin') dapat mendukung pembelajaran.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video edukasi pendek tentang keselamatan anak atau aplikasi sederhana untuk membuat poster digital berisi kalimat perintah dapat digunakan sebagai media pembelajaran.
Halaman 3 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui tayangan video tentang keselamatan, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga situasi berbahaya di lingkungan sekitar dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan melakukan presensi.
  2. Guru bertanya kepada peserta didik, 'Siapa yang pernah melihat tanda peringatan atau rambu lalu lintas di jalan? Apa artinya?' untuk mengaitkan dengan pengalaman mereka.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi situasi berbahaya dan pentingnya berhati-hati, serta menanyakan pertanyaan pemantik 'Mengapa kita harus selalu berhati-hati di mana pun kita berada?' agar peserta didik sadar tujuan dan proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video pendek tentang berbagai situasi berbahaya di lingkungan sekitar (misalnya: menyeberang jalan tanpa melihat, bermain di dekat api, berlari di tangga) dan meminta peserta didik mengamati dengan saksama.
  2. Guru memfasilitasi diskusi singkat mengenai bahaya-bahaya yang terlihat dalam video, meminta peserta didik menyebutkan apa saja yang bisa terjadi jika tidak berhati-hati.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang) dan setiap kelompok menerima lembar kerja bergambar situasi berbahaya.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok diminta untuk mengidentifikasi minimal tiga bahaya dari gambar yang diberikan dan menuliskan mengapa situasi tersebut berbahaya di LKPD.
  3. Peserta didik juga diminta untuk menuliskan satu cara untuk menghindari bahaya tersebut di LKPD.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi bahaya dan cara menghindarinya di depan kelas.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi setiap kelompok, mengoreksi jika ada kesalahpahaman, dan mengajak peserta didik lain untuk bertanya atau menambahkan.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya kehati-hatian sebagai bentuk menjaga diri dan orang lain, sesuai ajaran agama.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali bahaya-bahaya yang telah diidentifikasi dan pentingnya bersikap hati-hati.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua peserta didik atas partisipasi aktif mereka, menciptakan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas untuk mengamati satu situasi yang memerlukan kehati-hatian di rumah dan mendiskusikannya di pertemuan berikutnya, kemudian menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Setelah mengamati contoh, peserta didik dapat menggunakan kata depan 'di' dan awalan 'di-' dalam kalimat perintah dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru meminta beberapa peserta didik untuk menceritakan hasil pengamatan mereka tentang situasi yang memerlukan kehati-hatian di rumah, mengaitkan dengan materi sebelumnya.
  3. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar tentang cara menyampaikan pesan hati-hati menggunakan kalimat perintah dan penggunaan 'di' yang benar, serta bertanya 'Bagaimana cara kita memberi tahu teman agar berhati-hati tanpa membuat mereka takut?' untuk menumbuhkan kesadaran belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan beberapa contoh kalimat perintah yang menggunakan kata 'di' sebagai kata depan (misalnya: 'letakkan buku di meja') dan 'di-' sebagai awalan (misalnya: 'dibuang sampah pada tempatnya'), lalu meminta peserta didik mengidentifikasi perbedaannya.
  2. Guru menjelaskan perbedaan penggunaan kata depan 'di' (terpisah, menunjukkan tempat) dan awalan 'di-' (menyatu, membentuk kata kerja pasif) dengan contoh yang jelas dan relevan dengan keselamatan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi kembali dalam kelompok yang sama seperti pertemuan sebelumnya.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menerima kartu situasi (misalnya: 'teman bermain di dekat genangan air', 'ada teman yang membuang sampah sembarangan') dan diminta untuk menyusun kalimat perintah yang santun untuk mengatasi situasi tersebut.
  3. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menuliskan dua kalimat perintah di LKPD, satu menggunakan kata depan 'di' dan satu lagi menggunakan awalan 'di-', lalu menukarkan hasil karyanya dengan kelompok lain untuk saling mengoreksi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru mengumpulkan beberapa contoh kalimat dari peserta didik dan membahasnya bersama di kelas, memberikan koreksi dan penguatan tentang penggunaan 'di' yang tepat serta kesantunan dalam kalimat perintah.
  2. Guru mengajak peserta didik untuk bermain peran singkat, memerankan situasi yang memerlukan kalimat perintah hati-hati dan bagaimana meresponsnya, memberikan umpan balik positif.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali pentingnya menggunakan bahasa yang tepat dan santun saat memberi peringatan atau perintah untuk keselamatan.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan partisipasi peserta didik dalam menyusun kalimat dan bermain peran, menciptakan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan pesan agar selalu berhati-hati dan menggunakan bahasa yang baik dalam kehidupan sehari-hari, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi bahaya dan menyusun kalimat perintah untuk menjaga keselamatan.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.

Info singkat: Berhati-hati adalah sikap penting yang harus kita miliki di mana saja, baik di rumah, sekolah, maupun tempat umum. Dengan berhati-hati, kita bisa menjaga diri dan teman-teman dari bahaya.

Alat & bahan: Pensil, penghapus, krayon/pensil warna

Langkah kerja:

  1. Amati gambar situasi di bawah ini dengan saksama.
  2. Lingkari minimal 3 bahaya yang kamu temukan pada gambar.
  3. Tuliskan mengapa situasi tersebut berbahaya di kolom 'Mengapa Berbahaya?'.
  4. Tuliskan satu cara untuk menghindari bahaya tersebut di kolom 'Cara Menghindari Bahaya'.
  5. Susunlah dua kalimat perintah untuk menjaga keselamatan, satu menggunakan kata depan 'di' dan satu lagi menggunakan awalan 'di-'. Tuliskan di kolom 'Kalimat Perintah'.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu lakukan jika melihat teman bermain di tempat yang berbahaya?
  2. Sebutkan satu tempat di sekolah yang menurutmu perlu hati-hati saat melewatinya!
  3. Apakah kamu tahu perbedaan tulisan 'di rumah' dan 'dibuang'?
  4. Mengapa kita tidak boleh berlari di koridor sekolah?

Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok, presentasi, dan bermain peran untuk menilai kemampuan mengidentifikasi bahaya, menyusun kalimat perintah, dan berinteraksi.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil LKPD dan unjuk kerja bermain peran tentang situasi hati-hati.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi minimal tiga situasi berbahaya di lingkungan sekitarSituasi berbahaya di lingkungan sekitar2 JPpenalaran kritis
2Merespons situasi yang memerlukan sikap hati-hatiPentingnya bersikap hati-hati dan kalimat perintah2 JPkomunikasi
3Menggunakan kata depan 'di' dan awalan 'di-' dalam kalimat perintahPenggunaan 'di' sebagai kata depan dan awalan2 JPpenalaran kritis
4Menyusun kalimat perintah untuk menjaga keselamatanKalimat perintah yang santun2 JPkomunikasi
Halaman 8 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Berhati-hati adalah sikap penting yang harus kita miliki di mana saja, baik di rumah, sekolah, maupun tempat umum. Dengan berhati-hati, kita bisa menjaga diri dan teman-teman dari bahaya. Materi ini akan mengajakmu belajar mengenali berbagai situasi yang memerlukan kehati-hatian dan bagaimana cara menyampaikan pesan keselamatan dengan baik.

1. Mengenali Bahaya di Sekitar Kita
Lingkungan sekitar kita penuh dengan hal-hal menarik, tetapi ada juga beberapa tempat atau situasi yang bisa berbahaya jika kita tidak berhati-hati. Misalnya, bermain di dekat jalan raya tanpa pengawasan, berlari di tangga, atau menyentuh benda tajam. Mengenali bahaya adalah langkah pertama untuk menjaga keselamatan diri. Kita harus selalu waspada dan memperhatikan sekeliling agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Jika melihat sesuatu yang berbahaya, segera beritahu orang dewasa di dekatmu.

2. Pentingnya Bersikap Hati-hati
Bersikap hati-hati bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Ketika kita berhati-hati, kita juga turut menjaga keselamatan teman-teman dan keluarga. Misalnya, tidak membuang sampah sembarangan agar tidak ada yang terpeleset, atau tidak berlari di koridor agar tidak menabrak orang lain. Sikap hati-hati juga diajarkan dalam agama kita, sebagai bentuk syukur atas nikmat kesehatan dan keselamatan yang Allah berikan. Dengan berhati-hati, kita bisa beraktivitas dengan tenang dan nyaman.

3. Kalimat Perintah untuk Keselamatan
Untuk menjaga keselamatan, kadang kita perlu memberi tahu atau mengingatkan orang lain. Kita bisa menggunakan kalimat perintah yang santun. Kalimat perintah biasanya berisi ajakan atau larangan, dan diakhiri dengan tanda seru (!). Contohnya, 'Hati-hati saat menyeberang jalan!' atau 'Buanglah sampah pada tempatnya!'. Penting untuk menggunakan kata-kata yang baik dan tidak membuat orang lain merasa takut atau marah saat kita memberi perintah. Tujuan kita adalah agar semua orang aman dan nyaman.

4. Perbedaan 'di' sebagai Kata Depan dan Awalan
Dalam Bahasa Indonesia, kata 'di' bisa memiliki dua fungsi berbeda. Pertama, sebagai kata depan yang menunjukkan tempat, penulisannya dipisah dari kata berikutnya, contoh: 'di sekolah', 'di rumah', 'di meja'. Kedua, 'di-' sebagai awalan yang membentuk kata kerja pasif, penulisannya digabung dengan kata kerja, contoh: 'dibuang', 'dimakan', 'ditulis'. Memahami perbedaan ini penting agar kita bisa menulis kalimat perintah yang benar dan mudah dipahami, terutama saat membuat peringatan keselamatan.

Rangkuman: Berhati-hati di mana saja adalah sikap penting untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain. Kita harus bisa mengenali situasi berbahaya, memahami pentingnya waspada, dan menyampaikan pesan keselamatan menggunakan kalimat perintah yang santun. Memahami perbedaan penggunaan 'di' sebagai kata depan dan awalan juga membantu kita berkomunikasi dengan lebih baik. Dengan berhati-hati, kita bisa hidup lebih aman dan nyaman, serta menjalankan ajaran agama untuk saling menjaga.

Halaman 9 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
WaspadaSikap hati-hati dan siaga terhadap kemungkinan bahaya.
Kalimat perintahKalimat yang berisi perintah, ajakan, atau larangan, biasanya diakhiri tanda seru.
Kata depanKata yang diletakkan di depan kata benda atau kata kerja untuk menunjukkan hubungan tertentu, seperti tempat ('di').
AwalanImbuhan yang diletakkan di awal kata dasar untuk mengubah makna atau jenis kata ('di-' untuk kata kerja pasif).
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Berhati-hati di Mana Saja" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas II ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Berhati-hati di Mana Saja ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIPeta Konsep
Berhati-hati di Mana SajaMengenali Bahaya di Sekitar KitaPentingnya Bersikap Hati-hatiKalimat Perintah untuk KeselamatanPerbedaan 'di' sebagai Kata Depan dan Awalan
Dari sub-bab Berhati-hati di Mana SajaHalaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS + analisis butir soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Berhati-hati di Mana Saja yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 2 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas II dan kelas 2 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Berhati-hati di Mana Saja pada Bahasa Indonesia MI, Fase A, elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis.

Modul Berhati-hati di Mana Saja ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas II MI di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Berhati-hati di Mana Saja ini gratis?

Ya. Modul Berhati-hati di Mana Saja untuk kelas II MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Berhati-hati di Mana Saja ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas II ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas II langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Berhati-hati di Mana Saja ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Berhati-hati di Mana Saja dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas II di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas II ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Berhati-hati di Mana Saja ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase A untuk kelas II MI. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Berhati-hati di Mana Saja tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Berhati-hati di Mana Saja untuk Bahasa Indonesia kelas II di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Berhati-hati di Mana Saja ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas II MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Berhati-hati di Mana Saja beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas II berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk MI negeri, swasta, maupun SD?

Ya. Kop, logo, dan nama MI Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SD, pilih jenjang SD saat mengisi borang: materi Berhati-hati di Mana Saja yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia SD ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia MISemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.