Modul Ajar & RPP Matematika Kelas II
Bilangan sampai 100
Modul ajar (RPP) Matematika MI kelas II materi Bilangan sampai 100 lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Bilangan sampai 100 yang Anda cari? Materi Matematika Kelas II lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | A / II |
| Materi Pokok | Bilangan sampai 100 |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal bilangan cacah sampai 20 dan dapat menghitung benda sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Bilangan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100 dengan melakukan estimasi, membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan, serta melakukan penjumlahan dan pengurangan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Bilangan 1 sampai 100 kita temui di mana-mana, misalnya nomor rumah, harga barang, atau jumlah buku. |
| Konseptual | Sistem bilangan cacah sampai 100 memiliki nilai tempat satuan dan puluhan yang penting untuk memahami nilainya. |
| Prosedural | Membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, dan menjumlahkan/mengurangkan bilangan sampai 100 dilakukan dengan memperhatikan nilai tempat. |
| Metakognitif | Memahami bilangan sampai 100 membantu kita berpikir logis dan teliti dalam memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan angka. |
Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik dapat membaca dan menulis bilangan cacah sampai 100 dengan tepat.
- Peserta didik dapat menentukan nilai tempat (satuan dan puluhan) pada bilangan cacah sampai 100.
- Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 100.
- Peserta didik dapat melakukan penjumlahan bilangan cacah sampai 100 dengan teknik tanpa menyimpan.
- Peserta didik dapat menyelesaikan masalah sederhana yang melibatkan bilangan cacah sampai 100.
Pemahaman bermakna: Memahami bilangan sampai 100 bukan hanya menghafal angka, tetapi juga memahami nilai, urutan, dan bagaimana menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari untuk menghitung dan membandingkan.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian melihat banyak benda, lalu ingin tahu berapa jumlahnya? Bagaimana cara kita menghitung benda yang banyak sekali?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menggunakan bilangan dalam kalimat deskriptif atau cerita sederhana. Pendidikan Agama Islam: Menghitung jumlah rakaat shalat atau jumlah tasbih, mengaitkan dengan kebesaran Allah yang menciptakan segala sesuatu dalam jumlah tertentu. Seni Budaya: Membuat karya seni mozaik dengan jumlah benda tertentu, atau menghitung jumlah bahan yang digunakan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mengidentifikasi bilangan di sekitar rumah (misalnya nomor rumah, tanggal kalender) dan berlatih berhitung sederhana bersama anak. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas ditata dengan area belajar yang nyaman, dilengkapi poster bilangan 1-100, dan sudut matematika dengan benda-benda konkret untuk berhitung. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi atau game edukasi sederhana di tablet/komputer untuk berlatih membaca, menulis, dan menjumlahkan bilangan sampai 100 secara interaktif. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Peserta didik dapat membaca dan menulis bilangan cacah sampai 100 dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dengan salam dan memimpin doa, memeriksa kehadiran, kemudian mengajak peserta didik menyanyikan lagu 'Satu-Satu Aku Sayang Ibu' sambil menghitung. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar tentang bilangan yang lebih banyak lagi, sampai 100, dan bertanya, 'Kira-kira, untuk apa kita perlu tahu bilangan sampai 100?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati kumpulan benda (misalnya stik es krim atau kancing) yang jumlahnya berbeda-beda, lalu mencoba menghitungnya secara berkelompok. Guru memfasilitasi diskusi tentang bagaimana cara menghitung benda yang banyak dengan mudah, mengaitkannya dengan konsep pengelompokan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menerima kartu bilangan yang berbeda dan diminta untuk mengambil sejumlah benda sesuai angka pada kartu tersebut, kemudian menuliskannya di papan tulis. Mereka berlatih membaca dan menulis bilangan yang berbeda secara bergantian. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil hitungan dan tulisan bilangan mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya ketelitian dalam membaca dan menulis bilangan. Peserta didik diajak merefleksikan 'Apa yang paling mudah dan paling sulit saat menghitung dan menulis bilangan tadi?' |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan tentang cara membaca dan menulis bilangan sampai 100. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif semua peserta didik dan memberikan tugas ringan di rumah untuk menghitung benda di sekitar mereka. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Peserta didik dapat menentukan nilai tempat (satuan dan puluhan) pada bilangan cacah sampai 100 dan membandingkan serta mengurutkan bilangan cacah sampai 100. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru memulai dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, lalu mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya dengan permainan tebak angka. Guru menunjukkan dua tumpukan kancing, satu tumpukan 23 dan satu lagi 32, lalu bertanya, 'Mana yang lebih banyak? Kenapa bisa berbeda padahal angkanya sama?' Ini memicu keingintahuan tentang nilai tempat. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk mengidentifikasi nilai tempat (puluhan dan satuan) dari berbagai bilangan menggunakan media balok Dienes atau kartu nilai tempat. Guru membimbing mereka memahami bahwa posisi angka menentukan nilainya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok diberikan lembar kerja berisi beberapa pasangan bilangan. Mereka diminta untuk membandingkan bilangan tersebut menggunakan simbol <, >, atau =. Kemudian, mereka menyusun kartu bilangan secara berurutan dari yang terkecil hingga terbesar dan sebaliknya. Penjumlahan menggunakan garis bilangan juga dijelaskan dan peserta didik mengerjakan tugas di buku tulis masing-masing. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Kelompok mempresentasikan hasil perbandingan dan urutan bilangan mereka. Guru memberikan penguatan tentang strategi membandingkan bilangan dengan melihat nilai puluhan terlebih dahulu. Peserta didik diajak untuk berbagi, 'Apa yang kalian pelajari hari ini tentang angka yang punya rumah berbeda?' |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan pentingnya nilai tempat dalam membandingkan dan mengurutkan bilangan. Guru memberikan pujian atas kerja sama dan semangat belajar mereka, lalu memberikan tantangan untuk mencari contoh bilangan yang sering diurutkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ditutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Peserta didik dapat melakukan penjumlahan bilangan cacah sampai 100 dengan teknik tanpa menyimpan dan menyelesaikan masalah sederhana yang melibatkan bilangan cacah sampai 100. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dengan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru menampilkan gambar toko mainan dengan daftar harga beberapa mainan, lalu bertanya, 'Jika kalian ingin membeli dua mainan ini, bagaimana cara menghitung total harganya?' Ini mengaitkan materi penjumlahan dengan kehidupan nyata. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan cara melakukan penjumlahan bilangan dua angka tanpa menyimpan, menggunakan media konkret seperti stik es krim atau koin untuk memvisualisasikan proses penggabungan satuan dan puluhan. Guru membimbing mereka memahami langkah-langkahnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok merancang 'Toko Mainan Mini' mereka sendiri. Mereka menentukan harga untuk 5-7 mainan (dalam bilangan sampai 100). Kemudian, mereka membuat 3-4 soal cerita penjumlahan sederhana yang berkaitan dengan pembelian mainan di toko mereka, lalu menyelesaikannya. Mereka juga mempraktikkan penjumlahan menggunakan garis bilangan di buku tulis. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan 'Toko Mainan Mini' dan soal cerita penjumlahan yang mereka buat. Kelompok lain mencoba menjawab soal tersebut dan memberikan umpan balik. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya penjumlahan dalam transaksi jual beli dan memotivasi peserta didik untuk terus berlatih. Peserta didik merefleksikan, 'Apa manfaat belajar penjumlahan untuk kehidupan kita sehari-hari?' |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan berbagai cara melakukan penjumlahan bilangan sampai 100 dan manfaatnya. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras semua kelompok. Guru menutup pelajaran dengan pesan untuk selalu bersyukur atas karunia akal dan ilmu, serta doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi nilai tempat, membandingkan, dan mengurutkan bilangan cacah sampai 100.
Alat & bahan: Kartu angka 0-9, balok Dienes atau stik es krim, lembar kerja, pensil.
Langkah kerja:
- Ambil 2 kartu angka dan bentuk sebuah bilangan dua angka. (Contoh: 3 dan 5 menjadi 35).
- Tuliskan bilangan tersebut dan tentukan mana yang puluhan dan mana yang satuan.
- Ambil 2 kartu angka lain dan bentuk bilangan kedua. Tuliskan.
- Bandingkan kedua bilangan tersebut menggunakan simbol <, >, atau =.
- Susun 5 kartu bilangan yang berbeda dari yang terkecil sampai terbesar.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Berapa jumlah jarimu?
- Hitunglah jumlah pensil di meja ini!
- Angka berapa ini: 15?
- Angka berapa setelah 20?
Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian hasil LKPD tentang nilai tempat dan perbandingan bilangan.
Sumatif (akhir): Tes tertulis untuk membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, dan menjumlahkan bilangan sampai 100.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Peserta didik dapat membaca dan menulis bilangan cacah sampai 100 dengan tepat. | Membaca dan menulis bilangan. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Peserta didik dapat menentukan nilai tempat, membandingkan, dan mengurutkan bilangan cacah sampai 100. | Nilai tempat, membandingkan, dan mengurutkan bilangan. | 2 JP | penalaran kritis, kreativitas |
| 3 | Peserta didik dapat melakukan penjumlahan bilangan cacah sampai 100 dan menyelesaikan masalah sederhana. | Penjumlahan bilangan sampai 100 dan soal cerita. | 2 JP | penalaran kritis, keimanan dan ketakwaan |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengenal keteraturan bilangan adalah salah satu cara untuk mensyukuri kebesaran Allah yang menciptakan alam semesta dengan perhitungan yang sempurna, dan belajar dengan sungguh-sungguh adalah bentuk cinta kepada-Nya. |
| 2. Cinta Ilmu | Memiliki keinginan kuat untuk terus belajar dan memahami bilangan sampai 100 agar dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi anak yang cerdas. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menggunakan benda-benda di sekitar seperti biji-bijian atau stik es krim untuk belajar berhitung, serta menjaga kerapian alat belajar dan lingkungan kelas. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Bekerja sama dengan teman dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas berhitung, saling membantu, dan menghargai pendapat satu sama lain tanpa membeda-bedakan. |
| 5. Cinta Tanah Air | Memahami bahwa bilangan digunakan dalam berbagai aspek kehidupan di Indonesia, seperti menghitung jumlah penduduk atau harga barang, yang menunjukkan rasa cinta pada kemajuan bangsa. |
Mari kita belajar tentang bilangan sampai 100! Bilangan ini sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari, dari menghitung jumlah teman di kelas, menghitung harga jajanan, sampai melihat nomor rumah. Dengan memahami bilangan sampai 100, kita akan lebih mudah berhitung dan menyelesaikan berbagai masalah.
1. Mengenal Bilangan 1 sampai 100
Bilangan adalah cara kita menghitung dan menyatakan jumlah sesuatu. Bilangan 1 sampai 100 adalah bilangan cacah yang kita gunakan setiap hari. Contohnya, jika kamu punya 10 pensil, itu adalah bilangan 10. Jika temanmu punya 25 permen, itu adalah bilangan 25. Setiap bilangan punya nama dan cara menuliskannya. Kita bisa menghitung benda satu per satu, atau mengelompokkannya agar lebih mudah. Misalnya, kita bisa mengelompokkan 10 stik es krim menjadi satu ikatan agar lebih mudah menghitung jumlah yang banyak.
2. Membaca dan Menulis Bilangan
Membaca bilangan berarti menyebutkan nama angka tersebut dengan benar. Misalnya, angka '23' dibaca 'dua puluh tiga'. Menulis bilangan berarti mengubah nama angka menjadi simbol angka. Misalnya, 'empat puluh lima' ditulis '45'. Penting sekali untuk teliti saat membaca dan menulis agar tidak tertukar. Latihlah membaca angka pada kalender, jam, atau harga barang di toko. Semakin sering berlatih, kamu akan semakin lancar dalam membaca dan menulis bilangan sampai 100.
3. Nilai Tempat: Puluhan dan Satuan
Setiap angka dalam bilangan dua digit memiliki 'rumah' atau nilai tempat. Angka paling kanan adalah 'satuan', dan angka di kirinya adalah 'puluhan'. Misalnya, pada bilangan 37, angka 7 menempati tempat satuan (nilainya 7), dan angka 3 menempati tempat puluhan (nilainya 30). Memahami nilai tempat sangat penting agar kita tidak keliru dalam memahami nilai bilangan. Angka 23 berbeda dengan 32, karena nilai tempat angkanya berbeda.
4. Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan
Kita bisa membandingkan dua bilangan untuk mengetahui mana yang lebih besar, lebih kecil, atau sama. Kita menggunakan tanda '<' (lebih kecil), '>' (lebih besar), dan '=' (sama dengan). Cara membandingkannya adalah dengan melihat angka pada nilai tempat puluhan terlebih dahulu. Jika puluhannya sama, baru kita lihat satuannya. Mengurutkan bilangan berarti menyusun bilangan dari yang terkecil sampai terbesar, atau sebaliknya. Ini membantu kita melihat pola dan hubungan antar bilangan.
5. Penjumlahan Bilangan sampai 100
Penjumlahan adalah proses menggabungkan dua kelompok bilangan atau lebih. Untuk menjumlahkan bilangan sampai 100, terutama yang dua angka, kita bisa menjumlahkan satuannya terlebih dahulu, lalu menjumlahkan puluhannya. Misalnya, 25 + 32. Kita jumlahkan satuannya (5 + 2 = 7), lalu puluhannya (20 + 30 = 50). Jadi, 25 + 32 = 57. Kita juga bisa menggunakan garis bilangan untuk membantu penjumlahan, dengan melompat maju sesuai bilangan yang ditambahkan. Ini membantu kita menghitung dengan lebih mudah.
Rangkuman: Bilangan sampai 100 adalah bilangan cacah yang penting untuk kehidupan sehari-hari. Kita harus bisa membaca dan menuliskannya dengan benar, serta memahami nilai tempat puluhan dan satuan. Dengan begitu, kita bisa membandingkan, mengurutkan, dan menjumlahkan bilangan dengan tepat. Berlatih terus akan membuat kita semakin mahir menggunakan bilangan dalam berbagai situasi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Bilangan Cacah | Bilangan yang dimulai dari nol (0, 1, 2, 3, ...) dan seterusnya. |
| Nilai Tempat | Nilai suatu angka dalam bilangan berdasarkan posisinya, seperti satuan dan puluhan. |
| Puluhan | Nilai tempat untuk angka yang menunjukkan kelompok sepuluh. |
| Satuan | Nilai tempat untuk angka yang menunjukkan jumlah satu per satu. |
| Penjumlahan | Proses menggabungkan dua bilangan atau lebih untuk mendapatkan total. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Bilangan sampai 100" mata pelajaran Matematika Kelas II ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Peta Materi Matematika Kelas II Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 5 siap unduh
Semester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Pembagian DasarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengukuran Panjang (cm dan m)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisWaktu dan DurasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPecahan Sederhana (Setengah dan Seperempat)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Matematika di kelas lain
Bilangan sampai 20Matematika Kelas I MIPenjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100.000Matematika Kelas V MIBilangan Cacah Sampai 10.000Matematika Kelas IV MIBilangan sampai 1.000Matematika Kelas III MILihat semua Modul Ajar Matematika Kelas II →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Matematika Bilangan sampai 100 ini gratis?
Ya. Modul Bilangan sampai 100 untuk kelas II MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas II langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Matematika kelas II ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Bilangan sampai 100 ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase A untuk kelas II MI.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Bilangan sampai 100 untuk Matematika kelas II di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Bilangan sampai 100 ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Matematika kelas II MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Matematika kelas 2 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas II dan kelas 2 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Bilangan sampai 100 pada Matematika MI, Fase A, elemen Bilangan.
Bisakah modul Bilangan sampai 100 ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Bilangan sampai 100 dapat Anda sesuaikan dengan murid Matematika kelas II di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.