Modul Ajar & RPP Matematika Kelas III
Perkalian dan Pembagian
Modul ajar (RPP) Matematika MI kelas III materi Perkalian dan Pembagian, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun. Untuk mengunduh berkasnya Anda perlu email atau akun Google dan nomor WhatsApp aktif.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Perkalian dan Pembagian yang Anda cari? Materi Matematika Kelas III lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | B / III |
| Materi Pokok | Perkalian dan Pembagian |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (8 JP: Pertemuan 1 3 JP · Pertemuan 2 2 JP · Pertemuan 3 3 JP) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Bilangan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000, melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan sampai 1.000, serta perkalian dan pembagian sampai 100. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Perkalian adalah penjumlahan berulang, sedangkan pembagian adalah pengurangan berulang atau pengelompokan. |
| Konseptual | Konsep perkalian dan pembagian saling terkait sebagai operasi invers, membantu dalam menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan jumlah benda atau kelompok. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah menghitung perkalian bilangan satu angka dengan dua angka dan pembagian bilangan dua angka dengan satu angka. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memahami konsep dasar perkalian dan pembagian untuk memecahkan masalah matematika yang lebih kompleks di masa depan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik dapat menjelaskan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang dengan benda konkret.
- Peserta didik dapat menghitung hasil perkalian bilangan satu angka dengan dua angka sampai 100 dengan strategi yang tepat.
- Peserta didik dapat menjelaskan konsep pembagian sebagai pengurangan berulang atau pengelompokan dengan benda konkret.
- Peserta didik dapat menghitung hasil pembagian bilangan dua angka dengan satu angka sampai 100 dengan strategi yang tepat.
- Peserta didik dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan perkalian dan pembagian dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman bermakna: Memahami perkalian dan pembagian membantu kita menghitung barang yang banyak dengan cepat, membagi rata sesuatu kepada teman, serta lebih teliti dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian menghitung jumlah roda dari 5 mobil atau membagi rata 12 kue untuk 4 teman?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menyusun dan memahami soal cerita perkalian dan pembagian, serta menjelaskan strategi penyelesaiannya secara lisan dan tulisan. PAI (Aqidah Akhlak): Membiasakan sikap jujur dan adil saat melakukan pembagian barang, serta bersyukur atas rezeki yang diperoleh dengan menghitungnya. Seni Budaya dan Prakarya: Membuat alat peraga sederhana atau hiasan untuk 'toko' dalam proyek pasar kecil. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mempraktikkan perkalian dan pembagian sederhana di rumah, misalnya saat menghitung belanjaan atau membagi makanan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata agar mudah untuk kerja kelompok dan penempatan benda-benda konkret, serta memanfaatkan area luar kelas untuk aktivitas kelompok yang lebih dinamis jika memungkinkan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi atau game edukasi interaktif sederhana di tablet/komputer untuk latihan perkalian dan pembagian yang menyenangkan, atau video animasi pendek tentang konsep dasar. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Peserta didik dapat menjelaskan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang dengan benda konkret dan menghitung hasil perkalian bilangan satu angka dengan dua angka sampai 100 dengan strategi yang tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa peserta didik dengan senyum dan salam, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan mengingatkan pentingnya belajar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami perkalian dan manfaatnya, lalu melontarkan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara cepat menghitung jumlah permen jika ada 4 toples dan setiap toples berisi 5 permen?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diajak mengamati ilustrasi benda konkret (misalnya, kumpulan kelereng atau stik es krim) dan diajak berpikir bagaimana cara menghitung totalnya jika ada beberapa kelompok dengan jumlah yang sama. Mereka diajak menemukan bahwa penjumlahan berulang adalah cara untuk menghitungnya, yang kemudian diperkenalkan sebagai 'perkalian'. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik menggunakan benda konkret (misalnya, kelereng) untuk mempraktikkan perkalian. Mereka diberikan kartu soal bergambar (misalnya, 3 piring berisi 4 kue) dan diminta untuk menunjukkan konsep penjumlahan berulang serta menuliskan bentuk perkaliannya. Guru membimbing dan memberikan umpan balik. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, menjelaskan cara mereka menemukan jawaban. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru menguatkan pemahaman konsep perkalian dan menunjukkan strategi perkalian yang efektif, seperti menggunakan tabel perkalian atau sifat komutatif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan konsep perkalian. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan kerja sama yang baik. Guru memberikan sedikit tebak-tebakan perkalian ringan sebagai tantangan dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Peserta didik dapat menjelaskan konsep pembagian sebagai pengurangan berulang atau pengelompokan dengan benda konkret dan menghitung hasil pembagian bilangan dua angka dengan satu angka sampai 100 dengan strategi yang tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas sedikit materi perkalian dari pertemuan sebelumnya dengan pertanyaan singkat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami pembagian dan memecahkan masalah terkait. Pertanyaan pemantik: 'Jika kamu punya 15 biskuit dan ingin membaginya rata kepada 3 teman, berapa biskuit yang didapat setiap teman?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diajak memahami konsep pembagian melalui cerita atau masalah sehari-hari yang melibatkan pembagian barang secara adil atau pengelompokan. Mereka diajak berpikir tentang bagaimana cara membagi rata atau mengelompokkan benda, yang kemudian diperkenalkan sebagai 'pembagian'. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan LKPD yang berisi masalah pembagian kontekstual. Mereka menggunakan benda konkret (misalnya, kancing atau balok kecil) untuk memodelkan proses pembagian sebagai pengurangan berulang atau pengelompokan. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan memastikan setiap anggota kelompok berpartisipasi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa kelompok terpilih membagikan strategi dan hasil penyelesaian masalah mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang berbagai cara menyelesaikan pembagian dan mengaitkannya dengan konsep perkalian sebagai operasi kebalikan. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya pemahaman konsep pembagian. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik merangkum konsep pembagian dan hubungannya dengan perkalian. Guru mengapresiasi semangat belajar dan kerja sama peserta didik, serta memberikan motivasi untuk terus berlatih. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Peserta didik dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan perkalian dan pembagian dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali konsep perkalian dan pembagian dengan permainan 'Benar atau Salah' singkat. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat 'Proyek Pasar Kecil' untuk menerapkan perkalian dan pembagian. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita menggunakan perkalian dan pembagian saat berbelanja atau menjual sesuatu?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diajak memahami skenario 'Proyek Pasar Kecil' di mana mereka akan berperan sebagai penjual dan pembeli. Mereka perlu menghitung total harga barang (perkalian) dan menentukan berapa banyak barang yang bisa dibeli dengan uang tertentu (pembagian). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Peserta didik secara berkelompok merancang 'toko' kecil dengan 'barang dagangan' (benda nyata atau gambar) dan daftar harga. Mereka membuat soal cerita perkalian dan pembagian berdasarkan barang dagangan mereka. Kemudian, mereka 'bermain peran' sebagai penjual dan pembeli, saling menyelesaikan soal yang dibuat kelompok lain. Guru memfasilitasi dan mengamati proses. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan 'toko' dan 'soal cerita' yang mereka buat, serta menjelaskan bagaimana mereka menyelesaikan soal dari kelompok lain. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan mengaitkan aktivitas proyek dengan pemahaman konsep perkalian dan pembagian dalam konteks nyata. Guru menekankan pentingnya ketelitian dalam berhitung. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran perkalian dan pembagian melalui pengalaman 'Proyek Pasar Kecil'. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas, kerja sama, dan kemampuan mereka menerapkan konsep. Guru memberikan motivasi untuk terus belajar dan menerapkan matematika dalam kehidupan. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam yang menggembirakan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat menyelesaikan masalah perkalian dan pembagian menggunakan benda konkret.
Alat & bahan: Kelereng/kancing, kartu soal, pensil, buku
Langkah kerja:
- Ambil 3 kantong plastik. Setiap kantong berisi 4 kelereng.
- Hitunglah berapa total kelereng seluruhnya. Tuliskan dalam bentuk penjumlahan berulang dan perkalian.
- Sekarang, ambil 18 kancing. Bagikan kancing tersebut kepada 3 temanmu secara rata.
- Berapa kancing yang didapat setiap teman? Tuliskan dalam bentuk pengurangan berulang dan pembagian.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Berapa hasil dari 2 + 2 + 2?
- Jika kamu punya 10 pensil dan memberikannya 3 kepada teman, berapa pensilmu sekarang?
- Sebutkan benda di sekitarmu yang jumlahnya lebih dari 5.
Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian hasil kerja LKPD.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan esai yang mencakup perkalian dan pembagian.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang. | Konsep perkalian, penjumlahan berulang. | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menghitung hasil perkalian bilangan satu angka dengan dua angka sampai 100. | Strategi perkalian (tabel, berulang). | 3 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menjelaskan konsep pembagian sebagai pengurangan berulang atau pengelompokan. | Konsep pembagian, pengurangan berulang, pengelompokan. | 2 JP | penalaran kritis |
| 4 | Menyelesaikan masalah kontekstual perkalian dan pembagian. | Penerapan perkalian dan pembagian dalam soal cerita. | 3 JP | kolaborasi, keimanan dan ketakwaan |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Meyakini bahwa ilmu matematika yang dipelajari adalah bagian dari karunia Allah SWT dan menggunakannya untuk kebaikan. |
| 2. Cinta Ilmu | Menunjukkan semangat tinggi dan rasa ingin tahu dalam mempelajari konsep perkalian dan pembagian sebagai fondasi ilmu matematika. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menerapkan konsep pembagian untuk berbagi sumber daya secara adil dan bijaksana dalam menjaga kelestarian lingkungan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Bekerja sama dengan teman dalam kelompok untuk menyelesaikan soal, saling membantu dan menghargai pendapat sesama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menggunakan kemampuan perkalian dan pembagian untuk berhitung dalam aktivitas sehari-hari yang mendukung kemajuan bangsa, seperti berbelanja di pasar lokal. |
Anak-anak hebat, tahukah kalian bahwa matematika itu sangat seru dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari? Coba bayangkan, bagaimana cara menghitung jumlah jari dari 10 temanmu dengan cepat? Atau, bagaimana cara membagi kue ulang tahun agar semua temanmu mendapatkan bagian yang sama? Nah, di modul ini kita akan belajar tentang perkalian dan pembagian, dua operasi hitung yang akan sangat membantu kalian!
1. Mengenal Perkalian: Penjumlahan Berulang
Perkalian adalah cara singkat untuk melakukan penjumlahan berulang. Misalnya, jika ada 3 kotak pensil, dan setiap kotak berisi 5 pensil, maka total pensil adalah 5 + 5 + 5 = 15. Dalam perkalian, ini bisa ditulis 3 x 5 = 15. Angka 3 menunjukkan banyaknya kelompok, dan angka 5 menunjukkan jumlah benda di setiap kelompok. Hasilnya adalah total seluruh benda. Perkalian juga punya sifat komutatif, artinya 3 x 5 sama dengan 5 x 3.
2. Cara Menghitung Perkalian
Untuk menghitung perkalian, kita bisa menggunakan beberapa cara. Pertama, dengan penjumlahan berulang seperti contoh di atas. Kedua, dengan menghafal tabel perkalian. Ketiga, untuk bilangan yang lebih besar, kita bisa menggunakan perkalian bersusun. Misalnya, 2 x 13. Kita bisa menghitung 2 x 3 = 6, lalu 2 x 10 = 20, jadi 6 + 20 = 26. Atau dengan bersusun, kalikan satuan dulu, lalu puluhan. Berlatih terus akan membuat kalian semakin mahir.
3. Mengenal Pembagian: Pengurangan Berulang atau Pengelompokan
Pembagian adalah kebalikan dari perkalian. Pembagian bisa diartikan sebagai pengurangan berulang sampai habis, atau membagi suatu jumlah benda ke dalam beberapa kelompok sama rata. Contoh: Jika punya 12 kue dan ingin dibagi rata ke 3 teman, maka setiap teman akan mendapat 4 kue. Ini bisa ditulis 12 : 3 = 4. Kita juga bisa memikirkan, 'Angka berapa jika dikalikan 3 hasilnya 12?' Jawabannya adalah 4.
4. Cara Menghitung Pembagian
Ada beberapa cara untuk menghitung pembagian. Pertama, dengan pengurangan berulang. Misalnya, 10 : 2 = ... Kita kurangkan 10 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 = 0. Ada 5 kali pengurangan, jadi hasilnya 5. Kedua, dengan mengelompokkan benda. Ketiga, dengan mengingat kembali perkalian (misalnya 10 : 2 = ... karena 2 x 5 = 10). Untuk bilangan yang lebih besar, kita bisa menggunakan pembagian bersusun atau porogapit.
5. Perkalian dan Pembagian dalam Kehidupan Sehari-hari
Perkalian dan pembagian sangat berguna dalam kehidupan kita. Saat membeli beberapa barang yang sama, kita pakai perkalian untuk menghitung total harganya. Saat membagi makanan atau mainan kepada teman-teman, kita pakai pembagian agar adil. Saat mengatur barang di lemari atau menghitung jumlah siswa di kelas, perkalian dan pembagian juga sering digunakan. Dengan menguasai ini, kalian akan semakin pintar dan teliti!
Rangkuman: Perkalian adalah penjumlahan berulang, sedangkan pembagian adalah pengurangan berulang atau pengelompokan. Keduanya saling berhubungan sebagai operasi yang berlawanan. Memahami perkalian dan pembagian sangat penting untuk menyelesaikan berbagai masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah benda, membagi sesuatu secara adil, atau mengatur kelompok. Berlatihlah terus agar semakin mahir!
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Perkalian | Penjumlahan berulang suatu bilangan. |
| Pembagian | Pengurangan berulang atau proses membagi rata. |
| Faktor | Bilangan yang dikalikan. |
| Hasil kali | Hasil dari operasi perkalian. |
| Hasil bagi | Hasil dari operasi pembagian. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Perkalian dan Pembagian" mata pelajaran Matematika Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Peta Materi Matematika Kelas III Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 4 siap unduh
Bilangan sampai 1.000Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Bilangan sampai 10.000Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSudutBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisDiagram Gambar (Piktogram)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisUang dan Kegiatan Jual BeliBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Matematika di kelas lain
Bilangan Cacah BesarMatematika Kelas IV MIBilangan Cacah Sampai 10.000Matematika Kelas IV MIBilangan BulatMatematika Kelas VI MIBilangan sampai 100Matematika Kelas II MILihat semua Modul Ajar Matematika Kelas III →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Matematika kelas 3 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas III dan kelas 3 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Perkalian dan Pembagian pada Matematika MI, Fase B, elemen Bilangan.
Modul Perkalian dan Pembagian ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Matematika kelas III MI di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Matematika materi Perkalian dan Pembagian ini gratis?
Ya. Modul Perkalian dan Pembagian untuk kelas III MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Perkalian dan Pembagian ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Matematika kelas III ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Perkalian dan Pembagian ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Perkalian dan Pembagian dapat Anda sesuaikan dengan murid Matematika kelas III di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Matematika kelas III ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Perkalian dan Pembagian ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase B untuk kelas III MI. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Perkalian dan Pembagian tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Perkalian dan Pembagian untuk Matematika kelas III di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Perkalian dan Pembagian ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Matematika kelas III MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Perkalian dan Pembagian beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Matematika kelas III berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Matematika ini cocok untuk MI negeri, swasta, maupun SD?
Ya. Kop, logo, dan nama MI Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SD, pilih jenjang SD saat mengisi borang: materi Perkalian dan Pembagian yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Matematika SD ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.