Modul Ajar & RPP IPA Kelas VII
Suhu dan Kalor
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Suhu dan Kalor |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktikum |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang indra perasa dan perbedaan benda dingin/panas dalam kehidupan sehari-hari. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak kepada alam
Peserta didik menunjukkan sikap syukur atas ciptaan Allah berupa fenomena suhu dan kalor dalam kehidupan sehari-hari. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik mampu menganalisis berbagai fenomena terkait suhu dan kalor serta menyimpulkan konsepnya secara logis. - kolaborasi — elemen: Kerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan melaksanakan percobaan sederhana tentang perpindahan kalor.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Sains |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan fenomena alam serta menerapkan konsep-konsep dasar fisika, kimia, dan biologi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk memahami konsep suhu dan kalor. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Suhu tubuh manusia yang normal adalah 37 derajat Celcius dan air mendidih pada suhu 100 derajat Celcius. |
| Konseptual | Suhu adalah ukuran derajat panas atau dingin suatu benda, sedangkan kalor adalah bentuk energi yang berpindah akibat perbedaan suhu. |
| Prosedural | Peserta didik akan melakukan percobaan untuk mengukur suhu menggunakan termometer dan mengamati perpindahan kalor melalui konduksi, konveksi, dan radiasi. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bahwa pemahaman tentang suhu dan kalor membantu mereka menjelaskan banyak fenomena sehari-hari dan mengambil keputusan yang lebih baik. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengekspresikan rasa syukur atas keindahan dan keteraturan alam semesta melalui pemahaman fenomena suhu dan kalor sebagai ciptaan Allah SWT. |
| 2. Cinta Ilmu | Meningkatkan semangat belajar dan rasa ingin tahu melalui eksperimen dan eksplorasi konsep suhu dan kalor secara ilmiah. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menumbuhkan kesadaran untuk menghemat energi dan menjaga keseimbangan suhu lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap alam. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menyadari pentingnya menjaga suhu tubuh yang sehat dan memahami dampak suhu ekstrem terhadap diri dan sesama manusia. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mengaplikasikan pengetahuan suhu dan kalor untuk inovasi sederhana yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati video fenomena suhu, peserta didik dapat menjelaskan pengertian suhu dan kalor dengan bahasa sendiri secara tepat.
- Melalui kegiatan praktikum, peserta didik dapat mengukur suhu benda menggunakan termometer dengan benar.
- Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi) beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari secara akurat.
- Setelah melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat membandingkan laju perpindahan kalor pada berbagai bahan konduktor dan isolator dengan runtut.
- Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengaplikasikan konsep suhu dan kalor untuk memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan solusi yang logis.
Pemahaman bermakna: Memahami konsep suhu dan kalor membantu kita menjelaskan berbagai fenomena alam dan teknologi, seperti mengapa es mencair atau bagaimana termos dapat menjaga suhu minuman.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita merasa panas saat berdiri di dekat api unggun, padahal kita tidak menyentuhnya?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Praktikum |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam: Mengaitkan fenomena suhu dan kalor sebagai tanda kebesaran Allah SWT dalam penciptaan alam semesta (Q.S. Al-Anbiya: 33). Bahasa Indonesia: Peserta didik menyusun laporan praktikum dan mempresentasikan hasil diskusi dengan menggunakan tata bahasa yang baik dan benar. Matematika: Peserta didik melakukan konversi satuan suhu dan membaca skala termometer yang melibatkan angka dan perhitungan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk berdiskusi dengan anak tentang fenomena suhu dan kalor di rumah, seperti saat memasak atau menggunakan peralatan elektronik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas dan laboratorium yang bersih, aman, dan nyaman dengan sirkulasi udara yang baik mendukung kegiatan praktikum dan diskusi kelompok. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video edukasi, simulasi interaktif tentang perpindahan kalor, dan sumber belajar online lainnya untuk memperkaya pemahaman materi. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati video fenomena suhu, peserta didik dapat menjelaskan pengertian suhu dan kalor dengan bahasa sendiri secara tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Suara Benda: Guru memutarkan rekaman suara benda yang berhubungan dengan suhu (misal: air mendidih, es mencair) dan peserta didik menebaknya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning + Praktikum |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui kegiatan praktikum, peserta didik dapat mengukur suhu benda menggunakan termometer dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Angka Termometer: Guru menunjukkan gambar termometer dengan skala yang berbeda-beda dan peserta didik secara cepat menebak angka suhunya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan suhu dan kalor serta jenis-jenis perpindahan kalor melalui percobaan sederhana.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Suhu dan kalor adalah dua konsep fundamental dalam ilmu fisika yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.
Alat & bahan: Termometer, gelas kimia, air panas, air dingin, es batu, batang logam, lilin, korek api, pewarna makanan, lampu pijar
Langkah kerja:
- Termometer pada gambar menunjukkan suhu 30 °C. Jika suhunya naik 5 °C, berapa suhunya sekarang? Tandai pada termometer.
Gambar 1. Termometer - Amati termometer dan diskusikan fungsinya dalam mengukur suhu berbagai benda.
- Ukur suhu air dingin, air biasa, dan air hangat menggunakan termometer, lalu catat hasilnya pada tabel.
- Lakukan percobaan konduksi dengan memanaskan ujung batang logam menggunakan lilin dan amati apa yang terjadi pada ujung lainnya.
- Lakukan percobaan konveksi dengan meneteskan pewarna makanan ke dalam air yang dipanaskan dan amati gerakannya.
- Lakukan percobaan radiasi dengan mendekatkan tangan ke lampu pijar yang menyala dan rasakan perbedaannya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu rasakan saat memegang es batu?
- Bagaimana cara kamu mengetahui suatu benda itu panas atau dingin?
- Pernahkah kamu melihat alat pengukur suhu? Apa namanya?
- Menurutmu, mengapa air bisa mendidih?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat praktikum dan diskusi, serta penilaian produk LKPD dan poster/mind map.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep suhu dan kalor serta perpindahan kalor.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian suhu dan kalor | Konsep suhu dan kalor | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengukur suhu menggunakan termometer | Termometer dan skala suhu | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Mengidentifikasi jenis-jenis perpindahan kalor | Konduksi, Konveksi, Radiasi | 2 JP | Kolaborasi |
Suhu dan kalor adalah dua konsep fundamental dalam ilmu fisika yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dari secangkir kopi panas hingga cuaca yang berubah, keduanya memainkan peran penting dalam menjelaskan bagaimana energi berinteraksi dengan materi. Memahami suhu dan kalor akan membuka wawasan kita tentang banyak fenomena alam di sekitar kita.
1. Apa itu Suhu?
Suhu adalah ukuran derajat panas atau dingin suatu benda. Suhu tidak dapat diukur menggunakan indra perasa karena indra kita hanya merasakan perbedaan relatif. Untuk mengukur suhu secara akurat, kita menggunakan alat yang disebut termometer. Satuan suhu yang umum digunakan adalah Celcius (°C), Fahrenheit (°F), Reamur (°R), dan Kelvin (K). Suhu benda berkaitan dengan energi kinetik rata-rata partikel penyusun benda tersebut; semakin tinggi suhunya, semakin cepat gerakan partikelnya.
2. Apa itu Kalor?
Kalor adalah bentuk energi yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu lebih rendah. Kalor akan terus berpindah hingga tercapai kesetimbangan termal, yaitu ketika kedua benda memiliki suhu yang sama. Satuan kalor dalam Sistem Internasional (SI) adalah Joule (J), meskipun kalori (kal) juga sering digunakan. Hubungan antara Joule dan kalori adalah 1 kalori = 4,18 Joule. Kalor dapat mengubah suhu benda atau mengubah wujud benda, seperti es yang meleleh menjadi air.
3. Jenis-jenis Termometer
Termometer bekerja berdasarkan prinsip pemuaian zat. Ada berbagai jenis termometer, antara lain termometer raksa/alkohol untuk mengukur suhu umum, termometer klinis untuk mengukur suhu tubuh, termometer dinding, dan termometer digital yang menggunakan sensor elektronik. Setiap jenis termometer memiliki rentang ukur dan ketelitian yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan pengukurannya. Penting untuk memilih termometer yang sesuai dengan objek yang akan diukur suhunya.
4. Perpindahan Kalor secara Konduksi
Konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat perantara tanpa disertai perpindahan partikel zat tersebut. Umumnya terjadi pada benda padat, terutama logam. Partikel-partikel yang bergetar karena panas akan menumbuk partikel di sebelahnya, sehingga energi panas merambat. Contoh konduksi adalah ketika sendok logam menjadi panas saat dimasukkan ke dalam air panas. Bahan yang baik menghantarkan panas disebut konduktor (misalnya besi, tembaga), sedangkan yang buruk disebut isolator (misalnya kayu, plastik, udara).
5. Perpindahan Kalor secara Konveksi
Konveksi adalah perpindahan kalor melalui zat perantara yang disertai dengan perpindahan partikel zat tersebut. Konveksi umumnya terjadi pada fluida (zat cair dan gas). Ketika fluida dipanaskan, bagian yang panas akan memuai, menjadi lebih ringan, dan bergerak naik, sementara bagian yang dingin akan bergerak turun menggantikannya, membentuk aliran. Contoh konveksi adalah terjadinya angin laut, air mendidih dalam panci, atau sistem pemanas ruangan.
6. Perpindahan Kalor secara Radiasi
Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara. Kalor dipancarkan dalam bentuk gelombang elektromagnetik (inframerah). Semua benda memancarkan radiasi, tetapi benda yang lebih panas akan memancarkan radiasi lebih banyak. Contoh radiasi adalah panas matahari yang sampai ke bumi, atau panas yang kita rasakan saat berada di dekat api unggun atau lampu pijar. Permukaan gelap dan kusam adalah penyerap dan pemancar radiasi yang baik.
Rangkuman: Suhu adalah ukuran derajat panas atau dingin benda, diukur dengan termometer, sedangkan kalor adalah energi yang berpindah akibat perbedaan suhu. Kalor berpindah melalui tiga cara: konduksi (tanpa perpindahan zat), konveksi (dengan perpindahan zat, pada fluida), dan radiasi (tanpa zat perantara). Pemahaman ini penting untuk menjelaskan banyak fenomena alam dan teknologi di sekitar kita.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Suhu | Ukuran derajat panas atau dingin suatu benda. |
| Kalor | Energi panas yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke rendah. |
| Termometer | Alat untuk mengukur suhu. |
| Konduksi | Perpindahan kalor tanpa perpindahan partikel zat perantara. |
| Konveksi | Perpindahan kalor disertai perpindahan partikel zat perantara (fluida). |
| Radiasi | Perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Suhu dan Kalor" mata pelajaran IPA Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Suhu dan Kalor yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPA Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Hakikat Ilmu Sains dan Metode IlmiahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopZat dan PerubahannyaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSuhu, Kalor, dan PemuaianModul siap unduh · Word + PDF ber-kopGerak dan GayaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap unduh
Karakteristik dan Klasifikasi Makhluk HidupModul siap unduh · Word + PDF ber-kopEkologi dan Pelestarian LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBumi dan Tata SuryaModul siap unduh · Word + PDF ber-kop📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Suhu dan Kalor masuk ASAS IPA Kelas VII Semester 1. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal IPA Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPA kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Suhu dan Kalor pada IPA MTs, Fase D, elemen Pemahaman Sains.
Modul Suhu dan Kalor ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi IPA kelas VII MTs di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar IPA materi Suhu dan Kalor ini gratis?
Ya. Modul Suhu dan Kalor untuk kelas VII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Suhu dan Kalor ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Suhu dan Kalor ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Suhu dan Kalor dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPA kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Suhu dan Kalor ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Suhu dan Kalor tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Suhu dan Kalor untuk IPA kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Suhu dan Kalor ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas VII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Suhu dan Kalor beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul IPA ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Suhu dan Kalor yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.