MTsKelas VIIFase DSemester 1

Modul Ajar & RPP IPA Kelas VII
Suhu dan Kalor

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

📽️ Modul ini sekalian jadi PPT-nyaSlide dari isi modul ini · satu .pptx per pertemuan

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Suhu adalah ukuran derajat panas atau dingin benda, diukur dengan termometer, sedangkan kalor adalah energi yang berpindah akibat perbedaan suhu. Kalor berpindah melalui tiga cara: konduksi (tanpa perpindahan zat), konveksi (dengan perpindahan zat, pada fluida), dan radiasi (tanpa zat perantara). Pemahaman ini penting untuk menjelaskan banyak fenomena alam dan teknologi di sekitar kita.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Suhu dan Kalor
IPA · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
MODUL AJAR
Suhu dan Kalor
IPA · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranIPA
Fase / KelasD / VII
Materi PokokSuhu dan Kalor
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + Praktikum
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang indra perasa dan perbedaan benda dingin/panas dalam kehidupan sehari-hari.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak kepada alam
    Peserta didik menunjukkan sikap syukur atas ciptaan Allah berupa fenomena suhu dan kalor dalam kehidupan sehari-hari.
  2. penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Peserta didik mampu menganalisis berbagai fenomena terkait suhu dan kalor serta menyimpulkan konsepnya secara logis.
  3. kolaborasi — elemen: Kerja sama
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan melaksanakan percobaan sederhana tentang perpindahan kalor.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPemahaman Sains
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan fenomena alam serta menerapkan konsep-konsep dasar fisika, kimia, dan biologi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk memahami konsep suhu dan kalor.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualSuhu tubuh manusia yang normal adalah 37 derajat Celcius dan air mendidih pada suhu 100 derajat Celcius.
KonseptualSuhu adalah ukuran derajat panas atau dingin suatu benda, sedangkan kalor adalah bentuk energi yang berpindah akibat perbedaan suhu.
ProseduralPeserta didik akan melakukan percobaan untuk mengukur suhu menggunakan termometer dan mengamati perpindahan kalor melalui konduksi, konveksi, dan radiasi.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bahwa pemahaman tentang suhu dan kalor membantu mereka menjelaskan banyak fenomena sehari-hari dan mengambil keputusan yang lebih baik.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMengekspresikan rasa syukur atas keindahan dan keteraturan alam semesta melalui pemahaman fenomena suhu dan kalor sebagai ciptaan Allah SWT.
2. Cinta IlmuMeningkatkan semangat belajar dan rasa ingin tahu melalui eksperimen dan eksplorasi konsep suhu dan kalor secara ilmiah.
3. Cinta LingkunganMenumbuhkan kesadaran untuk menghemat energi dan menjaga keseimbangan suhu lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap alam.
4. Cinta Diri dan SesamaMenyadari pentingnya menjaga suhu tubuh yang sehat dan memahami dampak suhu ekstrem terhadap diri dan sesama manusia.
5. Cinta Tanah AirMengaplikasikan pengetahuan suhu dan kalor untuk inovasi sederhana yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Setelah mengamati video fenomena suhu, peserta didik dapat menjelaskan pengertian suhu dan kalor dengan bahasa sendiri secara tepat.
  2. Melalui kegiatan praktikum, peserta didik dapat mengukur suhu benda menggunakan termometer dengan benar.
  3. Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi) beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari secara akurat.
  4. Setelah melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat membandingkan laju perpindahan kalor pada berbagai bahan konduktor dan isolator dengan runtut.
  5. Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengaplikasikan konsep suhu dan kalor untuk memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan solusi yang logis.
Halaman 2 · Suhu dan Kalor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami konsep suhu dan kalor membantu kita menjelaskan berbagai fenomena alam dan teknologi, seperti mengapa es mencair atau bagaimana termos dapat menjaga suhu minuman.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita merasa panas saat berdiri di dekat api unggun, padahal kita tidak menyentuhnya?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + Praktikum
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Agama Islam: Mengaitkan fenomena suhu dan kalor sebagai tanda kebesaran Allah SWT dalam penciptaan alam semesta (Q.S. Al-Anbiya: 33).
Bahasa Indonesia: Peserta didik menyusun laporan praktikum dan mempresentasikan hasil diskusi dengan menggunakan tata bahasa yang baik dan benar.
Matematika: Peserta didik melakukan konversi satuan suhu dan membaca skala termometer yang melibatkan angka dan perhitungan.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk berdiskusi dengan anak tentang fenomena suhu dan kalor di rumah, seperti saat memasak atau menggunakan peralatan elektronik.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas dan laboratorium yang bersih, aman, dan nyaman dengan sirkulasi udara yang baik mendukung kegiatan praktikum dan diskusi kelompok.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video edukasi, simulasi interaktif tentang perpindahan kalor, dan sumber belajar online lainnya untuk memperkaya pemahaman materi.
Halaman 3 · Suhu dan Kalor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.1  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Setelah mengamati video fenomena suhu, peserta didik dapat menjelaskan pengertian suhu dan kalor dengan bahasa sendiri secara tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Suara Benda: Guru memutarkan rekaman suara benda yang berhubungan dengan suhu (misal: air mendidih, es mencair) dan peserta didik menebaknya.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru menampilkan gambar orang yang sedang kedinginan dan kepanasan, lalu bertanya 'Apa yang kalian rasakan pada kedua gambar ini?' untuk mengaitkan dengan pengalaman peserta didik.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan memantik rasa ingin tahu dengan pertanyaan 'Apakah panas dan dingin itu sama dengan suhu? Apa bedanya?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang fenomena suhu dan kalor di kehidupan sehari-hari (misalnya, air mendidih, es mencair, termometer) lalu bertanya 'Apa yang kalian amati dari video ini? Apa yang membuat suatu benda terasa panas atau dingin?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan diberikan LKPD untuk mencatat hasil pengamatan dan diskusi awal.
  3. Guru memfasilitasi diskusi kelompok untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan terkait video dan konsep suhu/kalor.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Peserta didik membaca literatur singkat (bahan ajar) tentang pengertian suhu dan kalor.
  2. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk membedakan antara suhu dan kalor berdasarkan informasi yang diperoleh.
  3. Setiap kelompok diminta untuk menuliskan minimal tiga contoh fenomena suhu dan kalor yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan contoh-contoh fenomena suhu dan kalor di depan kelas.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, sementara guru memberikan umpan balik konstruktif.
  3. Guru menguatkan pemahaman peserta didik tentang konsep suhu dan kalor serta perbedaan di antara keduanya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik membuat simpulan mengenai pengertian suhu dan kalor.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini.
  3. Guru memberikan informasi tentang materi pertemuan selanjutnya dan menutup pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Suhu dan Kalor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.2  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning + Praktikum
Tujuan Pertemuan 2Melalui kegiatan praktikum, peserta didik dapat mengukur suhu benda menggunakan termometer dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Angka Termometer: Guru menunjukkan gambar termometer dengan skala yang berbeda-beda dan peserta didik secara cepat menebak angka suhunya.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengulang kembali sedikit materi suhu dan kalor dari pertemuan sebelumnya, lalu bertanya 'Bagaimana cara kita mengetahui suhu suatu benda secara akurat?' untuk mengaitkan dengan materi hari ini.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengukur suhu menggunakan termometer, dan menjelaskan langkah-langkah praktikum yang akan dilakukan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menunjukkan berbagai jenis termometer (digital, klinis, lab) dan bertanya 'Apa fungsi alat ini? Bagaimana cara kerjanya?'
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan terkait cara kerja termometer dan cara mengukur suhu dengan benar.
  3. Guru membagikan LKPD praktikum pengukuran suhu dan menjelaskan prosedur keselamatan kerja.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengumpulan data: Peserta didik melakukan percobaan pengukuran suhu air dingin, air biasa, dan air hangat menggunakan termometer yang telah disediakan.
  2. Peserta didik mencatat hasil pengukuran suhu pada tabel yang tersedia di LKPD.
  3. Pengolahan data: Peserta didik membandingkan hasil pengukuran suhu dari berbagai jenis air dan mendiskusikan perbedaan yang ditemukan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Pembuktian: Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan kesimpulan mengenai cara mengukur suhu dengan termometer serta pentingnya ketelitian.
  2. Menarik kesimpulan: Guru memberikan umpan balik dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya penggunaan termometer sebagai alat ukur suhu yang akurat.
  3. Guru membahas satuan-satuan suhu yang berbeda (Celcius, Fahrenheit, Reamur, Kelvin) dan cara konversinya secara singkat.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan langkah-langkah pengukuran suhu yang benar dan fungsi termometer.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama kelompok dan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan alat praktikum.
  3. Guru memberikan tugas rumah terkait konversi satuan suhu dan menutup pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Suhu dan Kalor — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKEksplorasi Suhu dan Perpindahan Kalor
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan suhu dan kalor serta jenis-jenis perpindahan kalor melalui percobaan sederhana.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Suhu dan kalor adalah dua konsep fundamental dalam ilmu fisika yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Alat & bahan: Termometer, gelas kimia, air panas, air dingin, es batu, batang logam, lilin, korek api, pewarna makanan, lampu pijar

Langkah kerja:

  1. Termometer pada gambar menunjukkan suhu 30 °C. Jika suhunya naik 5 °C, berapa suhunya sekarang? Tandai pada termometer.
    -1001020304050°C
    Gambar 1. Termometer
  2. Amati termometer dan diskusikan fungsinya dalam mengukur suhu berbagai benda.
  3. Ukur suhu air dingin, air biasa, dan air hangat menggunakan termometer, lalu catat hasilnya pada tabel.
  4. Lakukan percobaan konduksi dengan memanaskan ujung batang logam menggunakan lilin dan amati apa yang terjadi pada ujung lainnya.
  5. Lakukan percobaan konveksi dengan meneteskan pewarna makanan ke dalam air yang dipanaskan dan amati gerakannya.
  6. Lakukan percobaan radiasi dengan mendekatkan tangan ke lampu pijar yang menyala dan rasakan perbedaannya.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Suhu dan Kalor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu rasakan saat memegang es batu?
  2. Bagaimana cara kamu mengetahui suatu benda itu panas atau dingin?
  3. Pernahkah kamu melihat alat pengukur suhu? Apa namanya?
  4. Menurutmu, mengapa air bisa mendidih?

Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat praktikum dan diskusi, serta penilaian produk LKPD dan poster/mind map.

Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep suhu dan kalor serta perpindahan kalor.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Suhu dan Kalor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan pengertian suhu dan kalorKonsep suhu dan kalor2 JPPenalaran Kritis
2Mengukur suhu menggunakan termometerTermometer dan skala suhu2 JPPenalaran Kritis
3Mengidentifikasi jenis-jenis perpindahan kalorKonduksi, Konveksi, Radiasi2 JPKolaborasi
Halaman 8 · Suhu dan Kalor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
BAHAN AJAR

Suhu dan kalor adalah dua konsep fundamental dalam ilmu fisika yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dari secangkir kopi panas hingga cuaca yang berubah, keduanya memainkan peran penting dalam menjelaskan bagaimana energi berinteraksi dengan materi. Memahami suhu dan kalor akan membuka wawasan kita tentang banyak fenomena alam di sekitar kita.

1. Apa itu Suhu?
Suhu adalah ukuran derajat panas atau dingin suatu benda. Suhu tidak dapat diukur menggunakan indra perasa karena indra kita hanya merasakan perbedaan relatif. Untuk mengukur suhu secara akurat, kita menggunakan alat yang disebut termometer. Satuan suhu yang umum digunakan adalah Celcius (°C), Fahrenheit (°F), Reamur (°R), dan Kelvin (K). Suhu benda berkaitan dengan energi kinetik rata-rata partikel penyusun benda tersebut; semakin tinggi suhunya, semakin cepat gerakan partikelnya.

2. Apa itu Kalor?
Kalor adalah bentuk energi yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu lebih rendah. Kalor akan terus berpindah hingga tercapai kesetimbangan termal, yaitu ketika kedua benda memiliki suhu yang sama. Satuan kalor dalam Sistem Internasional (SI) adalah Joule (J), meskipun kalori (kal) juga sering digunakan. Hubungan antara Joule dan kalori adalah 1 kalori = 4,18 Joule. Kalor dapat mengubah suhu benda atau mengubah wujud benda, seperti es yang meleleh menjadi air.

3. Jenis-jenis Termometer
Termometer bekerja berdasarkan prinsip pemuaian zat. Ada berbagai jenis termometer, antara lain termometer raksa/alkohol untuk mengukur suhu umum, termometer klinis untuk mengukur suhu tubuh, termometer dinding, dan termometer digital yang menggunakan sensor elektronik. Setiap jenis termometer memiliki rentang ukur dan ketelitian yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan pengukurannya. Penting untuk memilih termometer yang sesuai dengan objek yang akan diukur suhunya.

4. Perpindahan Kalor secara Konduksi
Konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat perantara tanpa disertai perpindahan partikel zat tersebut. Umumnya terjadi pada benda padat, terutama logam. Partikel-partikel yang bergetar karena panas akan menumbuk partikel di sebelahnya, sehingga energi panas merambat. Contoh konduksi adalah ketika sendok logam menjadi panas saat dimasukkan ke dalam air panas. Bahan yang baik menghantarkan panas disebut konduktor (misalnya besi, tembaga), sedangkan yang buruk disebut isolator (misalnya kayu, plastik, udara).

5. Perpindahan Kalor secara Konveksi
Konveksi adalah perpindahan kalor melalui zat perantara yang disertai dengan perpindahan partikel zat tersebut. Konveksi umumnya terjadi pada fluida (zat cair dan gas). Ketika fluida dipanaskan, bagian yang panas akan memuai, menjadi lebih ringan, dan bergerak naik, sementara bagian yang dingin akan bergerak turun menggantikannya, membentuk aliran. Contoh konveksi adalah terjadinya angin laut, air mendidih dalam panci, atau sistem pemanas ruangan.

6. Perpindahan Kalor secara Radiasi
Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara. Kalor dipancarkan dalam bentuk gelombang elektromagnetik (inframerah). Semua benda memancarkan radiasi, tetapi benda yang lebih panas akan memancarkan radiasi lebih banyak. Contoh radiasi adalah panas matahari yang sampai ke bumi, atau panas yang kita rasakan saat berada di dekat api unggun atau lampu pijar. Permukaan gelap dan kusam adalah penyerap dan pemancar radiasi yang baik.

Rangkuman: Suhu adalah ukuran derajat panas atau dingin benda, diukur dengan termometer, sedangkan kalor adalah energi yang berpindah akibat perbedaan suhu. Kalor berpindah melalui tiga cara: konduksi (tanpa perpindahan zat), konveksi (dengan perpindahan zat, pada fluida), dan radiasi (tanpa zat perantara). Pemahaman ini penting untuk menjelaskan banyak fenomena alam dan teknologi di sekitar kita.

Halaman 9 · Suhu dan Kalor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
GLOSARIUM
IstilahArti
SuhuUkuran derajat panas atau dingin suatu benda.
KalorEnergi panas yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke rendah.
TermometerAlat untuk mengukur suhu.
KonduksiPerpindahan kalor tanpa perpindahan partikel zat perantara.
KonveksiPerpindahan kalor disertai perpindahan partikel zat perantara (fluida).
RadiasiPerpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Suhu dan Kalor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
PENGESAHAN

Modul ajar "Suhu dan Kalor" mata pelajaran IPA Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Suhu dan Kalor — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Suhu dan Kalor ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIIPeta Konsep
Suhu dan KalorApa itu Suhu?Apa itu Kalor?Jenis-jenis TermometerPerpindahan Kalor secara KonduksiPerpindahan Kalor secara Konveksi
Dari sub-bab Suhu dan KalorHalaman 12
Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS + analisis butir soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Suhu dan Kalor yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

📝 Butuh soal ujiannya juga?

Materi Suhu dan Kalor masuk ASAS IPA Kelas VII Semester 1. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.

Mesin Soal IPA Kelas VII →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar IPA kelas 7 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Suhu dan Kalor pada IPA MTs, Fase D, elemen Pemahaman Sains.

Modul Suhu dan Kalor ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi IPA kelas VII MTs di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar IPA materi Suhu dan Kalor ini gratis?

Ya. Modul Suhu dan Kalor untuk kelas VII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Suhu dan Kalor ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Suhu dan Kalor ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Suhu dan Kalor dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar IPA kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Suhu dan Kalor ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Suhu dan Kalor tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Suhu dan Kalor untuk IPA kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Suhu dan Kalor ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas VII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Suhu dan Kalor beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul IPA ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?

Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Suhu dan Kalor yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar IPA MTsSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.