Modul Ajar & RPP Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX
Perkembangan Islam di Nusantara
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah Kebudayaan Islam |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Perkembangan Islam di Nusantara |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik mengetahui secara umum keberadaan agama Islam di Indonesia dan beberapa peninggalan sejarahnya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025 |
| Elemen / Domain | Sejarah Kebudayaan Islam |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis secara kritis proses masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara, serta mengambil hikmah dari nilai-nilai perjuangan tokoh dan kearifan lokal dalam menyebarkan ajaran Islam. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Islam masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan, dakwah, dan perkawinan, meninggalkan jejak berupa kesultanan, masjid kuno, dan tradisi lokal. |
| Konseptual | Konsep utama adalah akulturasi budaya, toleransi, dan strategi dakwah yang adaptif sehingga Islam dapat diterima secara luas di Nusantara. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi jalur masuk Islam, menganalisis peran tokoh penyebar, dan mengaitkan peninggalan sejarah dengan proses Islamisasi. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman sejarah dapat membentuk sikap toleransi dan menghargai keberagaman budaya di Indonesia. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mempelajari sejarah masuknya Islam ke Nusantara sebagai bukti kebesaran Allah SWT dan sunah Rasulullah SAW dalam menyebarkan kebaikan. |
| 2. Cinta Ilmu | Menggali informasi dari berbagai sumber tentang teori dan strategi penyebaran Islam, serta menganalisis bukti-bukti sejarah dengan kritis. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menghargai peninggalan kebudayaan Islam yang merupakan hasil akulturasi, serta menjaga kelestarian situs-situs sejarah Islam di lingkungan sekitar. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Meneladani sikap toleransi dan kearifan para penyebar Islam dalam berinteraksi dengan masyarakat multikultural, serta menghargai perbedaan. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan sejarah dan budaya Islam di Indonesia, sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan peta jalur perdagangan, peserta didik dapat mengidentifikasi teori masuknya Islam ke Nusantara dengan tepat.
- Dengan menyimak penjelasan guru dan bahan ajar, peserta didik dapat menguraikan peran Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Jawa secara runtut.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis strategi dakwah yang digunakan para penyebar Islam di Nusantara dengan minimal tiga contoh.
- Dengan menelaah teks sejarah, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai peninggalan kebudayaan Islam di Nusantara dengan benar.
Pemahaman bermakna: Memahami proses akulturasi dan toleransi dalam penyebaran Islam di Nusantara akan menumbuhkan penghargaan terhadap warisan budaya dan nilai-nilai kebhinekaan dalam diri peserta didik.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana Islam yang berasal dari Timur Tengah bisa diterima dengan damai dan menjadi agama mayoritas di Nusantara yang memiliki beragam budaya?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis teks sejarah dan menyajikan informasi secara lisan dan tulisan. Seni Budaya: Mengidentifikasi dan mengapresiasi bentuk-bentuk akulturasi budaya dalam peninggalan Islam di Nusantara. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Memahami konteks geografis dan sosiologis penyebaran Islam di Nusantara. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak berdiskusi dengan anak tentang sejarah Islam di daerah mereka atau mengunjungi situs bersejarah Islam terdekat. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta memanfaatkan perpustakaan sekolah untuk mencari sumber referensi tambahan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan internet untuk mencari informasi tambahan tentang tokoh dan peninggalan Islam di Nusantara, serta membuat infografis digital sederhana. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan peta jalur perdagangan, peserta didik dapat mengidentifikasi teori masuknya Islam ke Nusantara dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan menyimak penjelasan guru dan bahan ajar, peserta didik dapat menguraikan peran Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Jawa secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi jalur masuk Islam, peran tokoh, dan peninggalan kebudayaan Islam di Nusantara.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Perkembangan Islam di Nusantara merupakan babak penting dalam sejarah Indonesia. Islam tidak masuk melalui penaklukan militer, melainkan melalui jalur damai yang penuh kearifan.
Alat & bahan: Peta Indonesia, alat tulis, kertas HVS
Langkah kerja:
- Lengkapi saluran islamisasi di Nusantara berikut, lalu berikan satu contoh untuk setiap saluran.
Saluran islamisasi Perdagangan Perkawinan Tasawuf Politik Gambar 1. Peta pikiran - Amati peta jalur perdagangan kuno di Nusantara (Gambar) dan tandai tiga jalur utama yang diperkirakan dilewati pedagang muslim.
- Identifikasi minimal dua kesultanan Islam awal di Nusantara dan tuliskan lokasi serta tahun berdirinya pada tabel di bawah.
- Pilih dua tokoh Wali Songo, lalu catat nama, metode dakwah, dan peninggalan yang terkait dengan mereka.
- Sebutkan minimal tiga contoh peninggalan kebudayaan Islam di Nusantara yang merupakan hasil akulturasi dengan budaya lokal.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apakah kamu tahu kapan Islam mulai masuk ke Nusantara?
- Sebutkan satu nama tokoh penyebar Islam yang kamu ketahui!
- Apakah ada peninggalan Islam di daerah tempat tinggalmu?
Formatif (proses): Penilaian observasi selama diskusi kelompok dan presentasi poster/mind map.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi teori masuknya Islam ke Nusantara | Teori masuknya Islam (Arab, Persia, Gujarat), jalur perdagangan | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menguraikan peran Wali Songo | Peran dan strategi dakwah Wali Songo | 2 JP | kewargaan |
| 3 | Menganalisis strategi dakwah dan peninggalan Islam | Akulturasi budaya, peninggalan kebudayaan Islam | 2 JP | kreativitas |
Perkembangan Islam di Nusantara merupakan babak penting dalam sejarah Indonesia. Islam tidak masuk melalui penaklukan militer, melainkan melalui jalur damai yang penuh kearifan. Proses ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pedagang, ulama, hingga tokoh-tokoh lokal yang berperan sebagai penyebar agama. Akulturasi budaya menjadi kunci utama keberhasilan dakwah Islam di tanah air.
1. Teori Masuknya Islam ke Nusantara
Ada beberapa teori mengenai masuknya Islam ke Nusantara. Teori Gujarat menyebut Islam dibawa pedagang dari Gujarat (India) pada abad ke-13, dibuktikan dengan makam Sultan Malik al-Saleh. Teori Persia menyatakan Islam masuk dari Persia (Iran) pada abad ke-13, dengan bukti adanya tradisi Tabot di Bengkulu. Sementara Teori Arab (Mekkah) menyatakan Islam datang langsung dari Arab sejak abad ke-7, dibuktikan dengan keberadaan perkampungan muslim di Barus, Sumatera Utara. Ketiga teori ini saling melengkapi dan menunjukkan beragamnya jalur penyebaran Islam.
2. Jalur dan Strategi Penyebaran Islam
Penyebaran Islam di Nusantara dilakukan melalui beberapa jalur, yaitu perdagangan, perkawinan, pendidikan, kesenian, dan tasawuf. Para pedagang muslim yang singgah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara menyebarkan Islam sambil berdagang. Kemudian, mereka banyak yang menikah dengan penduduk lokal. Melalui lembaga pendidikan seperti pesantren, ajaran Islam disebarkan secara terstruktur. Seni pertunjukan seperti wayang, gamelan, dan sastra juga menjadi media dakwah yang efektif, serta ajaran tasawuf yang menenangkan hati.
3. Peran Wali Songo dalam Islamisasi Jawa
Wali Songo adalah sembilan tokoh ulama yang sangat berperan dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa pada abad ke-15 dan ke-16. Mereka menggunakan berbagai strategi dakwah yang adaptif dengan budaya lokal, seperti Sunan Kalijaga dengan media wayang, Sunan Muria dengan menyatu bersama masyarakat nelayan dan petani, serta Sunan Kudus yang menghargai tradisi lokal Hindu-Buddha. Mereka mendirikan pesantren, masjid, dan mengubah tradisi lama menjadi bernafaskan Islam, seperti perayaan sekaten.
4. Peninggalan Kebudayaan Islam di Nusantara
Peninggalan kebudayaan Islam di Nusantara sangat beragam dan menunjukkan adanya akulturasi antara Islam dengan budaya lokal. Contohnya adalah masjid-masjid kuno dengan arsitektur perpaduan Hindu-Jawa seperti Masjid Demak dan Masjid Kudus. Selain itu, ada juga kaligrafi, nisan makam bercorak Islam, seni sastra seperti hikayat dan babad, serta tradisi-tradisi lokal yang diislamkan seperti upacara Grebeg Maulud. Peninggalan ini menjadi bukti kuat toleransi dan kearifan para penyebar Islam.
Rangkuman: Islam masuk ke Nusantara melalui jalur damai seperti perdagangan, perkawinan, pendidikan, kesenian, dan tasawuf. Para penyebar Islam, termasuk Wali Songo, menggunakan strategi dakwah yang adaptif dan menghargai budaya lokal. Hal ini menghasilkan akulturasi budaya yang kaya, meninggalkan banyak peninggalan seperti masjid kuno, seni sastra, dan tradisi lokal yang bernafaskan Islam, menunjukkan toleransi dan kearifan dalam penyebaran agama.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Akulturasi | Perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang saling memengaruhi tanpa menghilangkan unsur asli |
| Dakwah | Kegiatan menyeru, mengajak, dan memanggil manusia untuk beriman dan taat kepada Allah SWT |
| Wali Songo | Sembilan tokoh penyebar Islam yang sangat berpengaruh di Pulau Jawa |
| Tasawuf | Ajaran atau cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Perkembangan Islam di Nusantara" mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Perkembangan Islam di Nusantara yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Semester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Masuknya Islam ke NusantaraBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisWalisongo dan Metode DakwahnyaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPesantren dan Tradisi Islam NusantaraBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Sejarah Kebudayaan Islam lain yang sudah tersedia
Perkembangan Islam di Indonesia (Peran Walisongo)Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX MTsPeradaban Islam Masa Dinasti AbbasiyahSejarah Kebudayaan Islam Kelas VIII MTsDakwah Nabi Muhammad SAW Periode MadinahSejarah Kebudayaan Islam Kelas VII MTsDakwah Nabi Muhammad SAW Periode MakkahSejarah Kebudayaan Islam Kelas VII MTsLihat semua Modul Ajar Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah Kebudayaan Islam kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Perkembangan Islam di Nusantara pada Sejarah Kebudayaan Islam MTs, Fase D, elemen Sejarah Kebudayaan Islam.
Modul Perkembangan Islam di Nusantara ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Sejarah Kebudayaan Islam kelas IX MTs di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Sejarah Kebudayaan Islam materi Perkembangan Islam di Nusantara ini gratis?
Ya. Modul Perkembangan Islam di Nusantara untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Perkembangan Islam di Nusantara ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah Kebudayaan Islam kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah Kebudayaan Islam kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Perkembangan Islam di Nusantara ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Perkembangan Islam di Nusantara dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah Kebudayaan Islam kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah Kebudayaan Islam kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Perkembangan Islam di Nusantara ini mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Perkembangan Islam di Nusantara tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Perkembangan Islam di Nusantara untuk Sejarah Kebudayaan Islam kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Perkembangan Islam di Nusantara ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah Kebudayaan Islam kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Perkembangan Islam di Nusantara beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah Kebudayaan Islam kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah Kebudayaan Islam ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Perkembangan Islam di Nusantara yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.