Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas III
Aku Patuh Aturan
Modul ajar (RPP) Bahasa Indonesia SD kelas III materi Aku Patuh Aturan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Aku Patuh Aturan yang Anda cari? Materi Bahasa Indonesia Kelas III lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | B / III |
| Materi Pokok | Aku Patuh Aturan |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik sudah mengenal beberapa aturan sederhana di rumah dan sekolah, serta dapat membedakan perilaku baik dan buruk.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kewargaan — elemen: Memahami Hak dan Kewajiban
Peserta didik memahami hak dan kewajiban mereka sebagai anggota keluarga dan warga sekolah melalui pemenuhan aturan. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
Peserta didik menganalisis konsekuensi dari mematuhi atau melanggar aturan di lingkungan sekitar mereka. - kolaborasi — elemen: Bekerja Sama dengan Berbagai Pihak
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun poster aturan dan menerapkannya di kelas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menyampaikan pesan tentang aturan di lingkungan sekitar, membaca dan memahami teks sederhana tentang pentingnya aturan, serta menuliskan ide dan pengalaman terkait kepatuhan aturan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Aturan lalu lintas, aturan jam belajar, aturan di sekolah adalah contoh nyata yang harus dipatuhi. |
| Konseptual | Aturan adalah tata tertib yang dibuat untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama. |
| Prosedural | Langkah-langkah dalam memahami, mengikuti, dan menerapkan aturan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. |
| Metakognitif | Kesadaran akan pentingnya aturan bagi diri sendiri dan orang lain serta dampaknya terhadap lingkungan sosial. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi contoh aturan di lingkungan rumah dan sekolah.
- Menjelaskan pentingnya mematuhi aturan untuk keselamatan dan kenyamanan bersama.
- Menganalisis dampak jika tidak mematuhi aturan di rumah dan sekolah.
- Menyusun daftar aturan yang harus dipatuhi di lingkungan sekolah.
- Membuat poster ajakan untuk mematuhi aturan di sekolah dengan kalimat yang menarik.
Pemahaman bermakna: Mematuhi aturan bukan hanya kewajiban, tetapi juga kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua orang, serta melatih tanggung jawab diri.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus mematuhi aturan, meskipun kadang terasa tidak menyenangkan?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Pentingnya aturan sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila seperti keadilan dan persatuan. Seni Rupa: Mendesain poster ajakan mematuhi aturan dengan kreativitas dalam memilih warna, bentuk, dan tata letak. Matematika: Menghitung jumlah aturan yang berhasil diidentifikasi atau jumlah pelanggaran aturan dalam seminggu (untuk data sederhana). |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung penerapan aturan di rumah dan berkomunikasi dengan sekolah jika ada kesulitan terkait kepatuhan anak. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang bersih dan tertata, mading sekolah untuk memajang poster karya peserta didik, serta area bermain yang aman dan teratur. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pencarian gambar contoh aturan atau ilustrasi untuk poster melalui tablet atau komputer jika tersedia, atau menonton video pendek tentang konsekuensi melanggar aturan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi contoh aturan di lingkungan rumah dan sekolah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tepuk Aturan: Guru memimpin tepuk dengan instruksi 'Tepuk aturan! Patuh! Disiplin! Hebat!' untuk membangun semangat dan fokus pada tema. Guru menyapa dan mengajak berdoa, mengecek kehadiran, kemudian bertanya 'Siapa yang tahu apa itu aturan?' untuk mengaitkan materi dengan pengalaman peserta didik. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan mencari tahu berbagai aturan di sekitar kita. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati beberapa gambar situasi (misalnya, menyeberang jalan, antre, membuang sampah) dan mendiskusikan apa yang seharusnya dilakukan berdasarkan aturan yang ada di gambar tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik mencatat aturan-aturan yang mereka temukan di rumah dan di sekolah, kemudian membandingkan daftar aturan tersebut dan mengelompokkannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya tentang daftar aturan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang beragam jenis aturan dan mengapa aturan itu ada. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Bersama-sama, peserta didik merangkum aturan-aturan yang sudah ditemukan. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tugas untuk mengamati satu aturan di rumah yang paling sering dilanggar. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan pentingnya mematuhi aturan untuk keselamatan dan kenyamanan bersama. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Permainan 'Ikuti Kata': Guru mengucapkan instruksi dan peserta didik hanya melakukan jika ada kata 'ikut' di depannya (misalnya 'ikut pegang hidung', tapi jika 'pegang telinga' tidak dilakukan) untuk melatih fokus dan kepatuhan. Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru memulai dengan pertanyaan 'Apa yang terjadi jika kita tidak mematuhi aturan?' untuk mengaitkan dengan materi pertemuan sebelumnya dan memancing rasa ingin tahu. Guru menyampaikan tujuan: kita akan memahami pentingnya aturan dan akibat melanggarnya. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik membaca cerita pendek tentang seorang anak yang melanggar aturan dan menghadapi konsekuensinya, lalu mendiskusikan pesan moral dari cerita tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik menganalisis kasus-kasus pelanggaran aturan di sekolah (misalnya, terlambat, tidak memakai seragam lengkap, tidak piket) dan mendiskusikan dampak negatifnya bagi diri sendiri dan orang lain. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan analisis mereka tentang dampak pelanggaran aturan. Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang pentingnya aturan untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan bersama. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik secara individu menuliskan satu kalimat tentang mengapa mereka harus mematuhi aturan. Guru memberikan pujian dan semangat untuk selalu patuh aturan, serta menginformasikan kegiatan proyek di pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Membuat poster ajakan untuk mematuhi aturan di sekolah dengan kalimat yang menarik. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tantangan 'Diam Seribu Bahasa': Peserta didik diminta untuk tidak berbicara selama 1 menit dan merasakan tantangan mematuhi aturan diam, lalu mendiskusikan rasanya, untuk mengawali fokus pada aturan. Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengingatkan kembali pentingnya aturan dan menyampaikan bahwa hari ini peserta didik akan membuat karya berupa poster ajakan patuh aturan untuk sekolah. Guru memastikan semua memahami tujuan dan langkah proyek. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru merumuskan aturan-aturan penting di sekolah yang sering dilupakan dan perlu diingatkan kembali melalui poster. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik merancang dan membuat poster ajakan mematuhi aturan sekolah menggunakan kertas, spidol, dan gambar-gambar menarik, dengan kalimat yang singkat dan jelas. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan poster mereka di depan kelas, menjelaskan pesan yang ingin disampaikan. Kelompok lain memberikan masukan positif. Poster terbaik akan dipajang di mading sekolah. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang pentingnya aturan dan dampak positif kepatuhan. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan kerja keras peserta didik, serta mengajak untuk terus menerapkan aturan dalam kehidupan sehari-hari. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi, menganalisis, dan menyusun aturan serta dampaknya.
Alat & bahan: Lembar kerja, pensil, penghapus, pensil warna/spidol, gunting, lem
Langkah kerja:
- Amati gambar-gambar situasi yang diberikan guru.
- Diskusikan dalam kelompok, aturan apa yang berlaku pada setiap gambar.
- Tuliskan dampak positif jika aturan dipatuhi dan dampak negatif jika dilanggar.
- Pilih satu aturan di sekolah yang menurut kelompokmu paling penting.
- Buatlah kalimat ajakan untuk mematuhi aturan tersebut.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan satu aturan yang kamu tahu di rumah!
- Mengapa kita harus antre saat membeli makanan?
- Apa yang terjadi jika semua orang membuang sampah sembarangan?
- Pernahkah kamu melihat teman melanggar aturan di sekolah?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kemampuan mereka mengidentifikasi aturan serta dampaknya.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil karya poster ajakan mematuhi aturan berdasarkan kreativitas, kejelasan pesan, dan kesesuaian dengan tema.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi contoh aturan di lingkungan rumah dan sekolah. | Aturan di rumah dan sekolah | 2 JP | kewargaan |
| 2 | Menjelaskan pentingnya mematuhi aturan dan menganalisis dampaknya. | Pentingnya aturan dan konsekuensi pelanggaran | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menyusun daftar aturan dan membuat poster ajakan patuh aturan. | Penyusunan aturan dan kampanye kepatuhan | 2 JP | kolaborasi, kreativitas |
Selamat datang di pembelajaran tentang 'Aku Patuh Aturan'! Di dunia ini, ada banyak aturan yang dibuat agar hidup kita tertib, aman, dan nyaman. Aturan membantu kita tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Mari kita belajar bersama mengapa aturan itu penting dan bagaimana kita bisa menjadi anak yang patuh aturan di mana pun kita berada.
1. Apa Itu Aturan?
Aturan adalah tata tertib atau petunjuk yang dibuat untuk mengatur perilaku kita. Aturan ada di mana-mana, mulai dari rumah, sekolah, jalan raya, sampai tempat umum lainnya. Aturan dibuat agar semua orang bisa hidup rukun dan tidak saling merugikan. Contohnya, aturan tidak membuang sampah sembarangan agar lingkungan tetap bersih dan sehat. Aturan bisa berupa larangan atau anjuran untuk melakukan sesuatu. Memahami aturan adalah langkah pertama untuk menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab.
2. Aturan di Rumahku
Di rumah, orang tua kita biasanya membuat aturan agar suasana rumah nyaman dan tertib. Contoh aturan di rumah antara lain: merapikan tempat tidur setelah bangun, membantu orang tua membersihkan rumah, tidak bermain gadget terlalu lama, atau tidur tepat waktu. Aturan ini membantu kita menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Jika kita mematuhi aturan di rumah, orang tua akan senang dan rumah menjadi tempat yang harmonis untuk seluruh keluarga.
3. Aturan di Sekolahku
Sekolah juga punya aturan agar proses belajar mengajar berjalan lancar dan semua siswa merasa aman. Contoh aturan di sekolah adalah: datang tepat waktu, memakai seragam lengkap, tidak berisik di kelas, menjaga kebersihan, atau menghormati guru dan teman. Aturan ini penting agar kita bisa belajar dengan tenang dan nyaman, serta bergaul dengan baik dengan teman-teman. Dengan mematuhi aturan sekolah, kita ikut menciptakan lingkungan belajar yang positif.
4. Mengapa Harus Patuh Aturan?
Mematuhi aturan itu sangat penting. Pertama, aturan melindungi kita dari bahaya, seperti aturan menyeberang jalan di zebra cross. Kedua, aturan menciptakan ketertiban dan kenyamanan, bayangkan jika tidak ada aturan antre, pasti akan kacau. Ketiga, mematuhi aturan melatih kita menjadi orang yang disiplin dan bertanggung jawab. Keempat, dengan patuh aturan, kita menghargai hak orang lain dan menciptakan lingkungan sosial yang harmonis. Jadi, patuh aturan adalah kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain.
5. Dampak Jika Tidak Mematuhi Aturan
Jika kita tidak mematuhi aturan, akan ada banyak dampak negatif. Misalnya, jika kita tidak memakai helm saat naik motor, kita bisa celaka. Jika kita tidak mengerjakan PR, kita tidak akan paham pelajaran. Jika kita membuang sampah sembarangan, lingkungan jadi kotor dan bisa banjir. Melanggar aturan juga bisa merugikan orang lain dan membuat suasana tidak nyaman. Oleh karena itu, kita harus selalu berpikir tentang konsekuensi dari setiap tindakan kita dan berusaha untuk selalu patuh pada aturan yang ada.
6. Cara Membiasakan Diri Patuh Aturan
Membiasakan diri patuh aturan memang butuh latihan. Mulailah dari aturan-aturan kecil yang ada di sekitar kita. Pahami mengapa aturan itu dibuat. Ingatlah dampak positif jika kita patuh dan dampak negatif jika kita melanggar. Ajak teman-teman untuk saling mengingatkan dan mendukung dalam mematuhi aturan. Dengan kebiasaan yang baik, kita akan tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi semua orang. Jangan takut untuk mengingatkan jika ada yang lupa aturan, lakukan dengan sopan dan ramah.
Rangkuman: Aturan adalah tata tertib yang ada di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan. Mematuhi aturan sangat penting karena melindungi kita, melatih disiplin, dan menghargai hak orang lain. Melanggar aturan dapat menyebabkan dampak negatif bagi diri sendiri dan orang lain. Mari kita biasakan diri untuk selalu patuh aturan demi kebaikan bersama.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Aturan | Tata tertib atau petunjuk yang dibuat untuk mengatur perilaku. |
| Disiplin | Kepatuhan pada aturan atau tata tertib. |
| Konsekuensi | Akibat atau dampak dari suatu tindakan. |
| Tanggung jawab | Kewajiban menanggung segala sesuatu yang telah dilakukan. |
| Harmonis | Selaras, serasi, rukun. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Aku Patuh Aturan" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Bahasa Indonesia Kelas III Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Paragraf SederhanaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeks PetunjukBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisCerita RakyatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPuisi AnakBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Ide Pokok ParagrafBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKata Baku dan Tidak BakuBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenulis RingkasanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBercerita di Depan KelasBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Bahasa Indonesia di kelas lain
Kawan SeiringBahasa Indonesia Kelas III SDTeks eksposisiBahasa Indonesia Kelas III SDAku Sudah BesarBahasa Indonesia Kelas IV SDAKU TUMBUH BESARBahasa Indonesia Kelas IV SDLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas III →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Aku Patuh Aturan ini gratis?
Ya. Modul Aku Patuh Aturan untuk kelas III SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas III ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Aku Patuh Aturan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase B untuk kelas III SD.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Aku Patuh Aturan untuk Bahasa Indonesia kelas III di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Aku Patuh Aturan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas III SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 3 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas III dan kelas 3 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Aku Patuh Aturan pada Bahasa Indonesia SD, Fase B, elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis.
Bisakah modul Aku Patuh Aturan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Aku Patuh Aturan dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas III di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.