SDKelas IIIFase BSemester 1

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas III
Cerita Rakyat

Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Cerita rakyat adalah warisan budaya lisan yang kaya nilai, mengandung tokoh, latar, alur, dan pesan moral yang penting. Berbagai jenisnya seperti legenda, mite, dan dongeng, mengajarkan kita kearifan lokal serta nilai-nilai luhur. Memahami dan menceritakan kembali cerita rakyat adalah cara kita melestarikan kekayaan budaya bangsa.

Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Cerita Rakyat
Bahasa Indonesia · Kelas III · Fase B
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Cerita Rakyat
Bahasa Indonesia · Fase B · Kelas III · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasB / III
Materi PokokCerita Rakyat
Alokasi Waktu3 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar dalam mendengarkan cerita dan memahami alur sederhana dari teks bacaan pendek.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. kewargaan — elemen: Mengenal dan menghargai budaya
    Peserta didik mengenali keberagaman cerita rakyat Indonesia sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dihargai.
  2. penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi
    Peserta didik menganalisis unsur-unsur cerita rakyat dan mengevaluasi pesan moral yang terkandung di dalamnya.
  3. kolaborasi — elemen: Bekerja sama
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menganalisis cerita dan menyajikannya kembali dengan kreatif.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMembaca dan Memirsa
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami informasi dan pesan dari berbagai jenis teks lisan, tulis, dan visual, termasuk cerita rakyat, serta dapat menanggapi dan mengekspresikan pemahaman mereka secara sederhana.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualCerita rakyat adalah kisah-kisah tradisional yang diwariskan secara turun-temurun di suatu daerah, seperti Malin Kundang atau Sangkuriang.
KonseptualKonsep inti cerita rakyat meliputi unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, pesan moral) dan ekstrinsik (nilai budaya, sejarah).
ProseduralPeserta didik akan belajar cara mengidentifikasi unsur-unsur cerita rakyat, menganalisis pesan moral, dan menceritakan kembali dengan bahasa sendiri.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bahwa memahami cerita rakyat membantu mereka menghargai budaya dan nilai-nilai luhur serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui kegiatan menyimak, peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh, latar, dan alur cerita rakyat yang didengarkan dengan tepat.
  2. Dengan membaca teks cerita rakyat, peserta didik dapat menemukan pesan moral yang terkandung dalam cerita secara mandiri.
  3. Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menceritakan kembali isi cerita rakyat dengan kalimat sendiri secara runtut.
  4. Melalui kegiatan praktik, peserta didik dapat menyajikan kembali cerita rakyat dalam bentuk drama pendek dengan percaya diri.
  5. Dengan membandingkan beberapa cerita rakyat, peserta didik dapat mengidentifikasi persamaan dan perbedaan unsur-unsur cerita dengan cermat.
Halaman 2 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami cerita rakyat membantu kita mengenal dan menghargai kekayaan budaya bangsa, serta mengambil pelajaran berharga untuk kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian mendengar cerita tentang seorang anak durhaka atau seorang putri cantik yang berubah menjadi danau?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Mengidentifikasi pakaian adat atau alat musik tradisional yang mungkin disebutkan dalam cerita rakyat.
Ilmu Pengetahuan Sosial: Mengenal letak geografis daerah asal cerita rakyat dan karakteristik masyarakatnya.
Pendidikan Karakter: Memahami nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kerja keras, dan kasih sayang yang terkandung dalam cerita.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau anggota keluarga dapat membantu peserta didik menemukan cerita rakyat dari daerah asal mereka dan menceritakannya di rumah.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan sudut baca yang berisi buku-buku cerita rakyat bergambar.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video animasi cerita rakyat dari YouTube atau platform edukasi untuk stimulus awal dan presentasi hasil kerja kelompok menggunakan aplikasi sederhana.
Halaman 3 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 105 menit · awal 20 · inti 65 · penutup 20
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui kegiatan menyimak, peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh, latar, dan alur cerita rakyat yang didengarkan dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menitIce breaking: Tebak Kata Ajaib: Guru menyebutkan satu kata kunci dari cerita rakyat (misal: 'batu'), peserta didik menebak judul cerita atau tokoh yang berkaitan. Dilakukan cepat dan bergiliran.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru bertanya, "Siapa yang pernah diceritakan dongeng oleh orang tua atau kakek neneknya? Dongeng apa yang paling berkesan?" (Apersepsi)
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi unsur-unsur cerita rakyat dan pertanyaan pemantik, "Mengapa cerita rakyat penting bagi kita?"
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video animasi cerita rakyat 'Malin Kundang' dan meminta peserta didik menyimak dengan saksama.
  2. Guru bertanya, "Apa yang kalian rasakan setelah menonton cerita ini? Siapa saja tokohnya? Dimana kejadiannya? Bagaimana akhir ceritanya?"
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menerima LKPD 'Petualangan Malin Kundang' yang berisi panduan untuk mengidentifikasi tokoh, latar, dan alur cerita dari video yang telah ditonton.
  3. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengisi LKPD, mencari informasi tentang unsur-unsur cerita.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka tentang tokoh, latar, dan alur cerita Malin Kundang di depan kelas.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok dan mengarahkan diskusi untuk menyempurnakan pemahaman.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang konsep tokoh, latar, dan alur dalam cerita rakyat.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan unsur-unsur penting dalam cerita rakyat.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka melakukan refleksi singkat: "Apa yang paling menarik dari cerita rakyat hari ini?"
  3. Guru memberikan tugas untuk mencari cerita rakyat lain di daerah sekitar rumah dan menutup pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 105 menit · awal 20 · inti 65 · penutup 20
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan membaca teks cerita rakyat, peserta didik dapat menemukan pesan moral yang terkandung dalam cerita secara mandiri.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menitIce breaking: Tunjuk Tokoh: Guru menyebutkan sifat (misal: 'penyayang'), peserta didik menunjuk gambar tokoh dari cerita rakyat yang memiliki sifat itu (jika ada gambar di kelas) atau menyebutkan namanya. Dilakukan dengan cepat.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang unsur-unsur cerita rakyat dan bertanya, "Apa itu tokoh? Apa itu latar?"
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menemukan pesan moral dalam cerita rakyat dan pertanyaan pemantik, "Mengapa pesan moral itu penting bagi kita?"
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru membagikan teks cerita rakyat 'Si Kancil dan Buaya' kepada setiap peserta didik.
  2. Guru meminta peserta didik membaca teks cerita tersebut secara mandiri dan cermat.
  3. Guru bertanya, "Apa yang dilakukan Kancil? Bagaimana perasaan Buaya?"
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi kembali ke dalam kelompok kecil yang sama seperti pertemuan sebelumnya.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menerima LKPD 'Pesan Bijak Si Kancil' yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk menganalisis sifat tokoh, konflik, dan pesan moral yang terkandung dalam cerita 'Si Kancil dan Buaya'.
  3. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menemukan pesan moral dan menuliskan alasannya.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan pesan moral yang mereka temukan dan menjelaskan mengapa pesan tersebut penting.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik dan memfasilitasi diskusi kelas untuk membandingkan pesan moral yang ditemukan antar kelompok.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya pesan moral dalam cerita rakyat dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pesan-pesan moral yang dapat diambil dari cerita 'Si Kancil dan Buaya'.
  2. Guru memberikan apresiasi dan mengajak peserta didik merefleksi: "Pesan moral apa yang akan kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari?"
  3. Guru memberikan penguatan bahwa nilai-nilai baik dalam cerita rakyat dapat menjadi pedoman dan menutup pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 105 menit · awal 20 · inti 65 · penutup 20
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 3Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menceritakan kembali isi cerita rakyat dengan kalimat sendiri secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menitIce breaking: Rantai Kata Cerita: Guru memulai dengan satu kata dari cerita rakyat (misal: 'hutan'), peserta didik berikutnya menyambung dengan kata yang relevan dengan cerita itu. Lanjut sampai membentuk rantai kata.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali cerita 'Malin Kundang' dan 'Si Kancil' dengan bertanya, "Siapa yang masih ingat alur ceritanya?"
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menceritakan kembali cerita rakyat dan pertanyaan pemantik, "Bagaimana cara kita agar cerita rakyat tetap hidup dan dikenal banyak orang?"
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan kembali cuplikan video cerita 'Malin Kundang' atau 'Si Kancil' sebagai stimulus.
  2. Guru meminta peserta didik untuk mengingat kembali detail-detail penting dalam cerita tersebut.
  3. Guru bertanya, "Apa bagian paling seru dari cerita ini? Bagaimana kalian akan menceritakannya kepada teman?"
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik kembali bekerja dalam kelompok kecil yang sama.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menerima LKPD 'Juru Kisah Cilik' yang meminta mereka untuk menuliskan kembali alur cerita rakyat 'Malin Kundang' atau 'Si Kancil' (pilih salah satu) dengan kata-kata sendiri secara runtut.
  3. Peserta didik berdiskusi dan berkolaborasi untuk menyusun narasi cerita kembali.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok secara bergiliran menceritakan kembali cerita rakyat yang telah mereka susun di depan kelas dengan intonasi dan ekspresi yang menarik.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik positif tentang cara bercerita dan kelengkapan alur.
  3. Guru menguatkan pentingnya kemampuan bercerita yang runtut dan ekspresif dalam melestarikan cerita rakyat.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan langkah-langkah menceritakan kembali cerita rakyat secara runtut.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas usaha dan kreativitas mereka, serta mengajak refleksi: "Apa tantangan saat menceritakan kembali cerita rakyat?"
  3. Guru memberikan motivasi untuk terus membaca dan berbagi cerita rakyat, lalu menutup pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · AYO MEMBACA!Petualangan Kisah RakyatNama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur cerita rakyat (tokoh, latar, alur, pesan moral) dengan tepat.

Alat & bahan: Teks cerita rakyat, alat tulis, lembar kerja, pensil warna

Langkah kerja:

  1. Amati gambar di bawah ini, lalu tuliskan apa yang kalian lihat dan bayangkan tentang cerita rakyat.
    Cerita RakyatTokohLatarAlurPesan Moral
    Gambar 1. Peta pikiran
  2. Bacalah teks cerita rakyat 'Malin Kundang' yang diberikan guru dengan cermat di dalam kelompok.
  3. Diskusikan dengan teman kelompokmu untuk mengidentifikasi tokoh utama, tokoh pendukung, latar tempat, latar waktu, dan alur cerita (awal, konflik, penyelesaian).
  4. Tuliskan pesan moral atau pelajaran baik yang bisa diambil dari cerita 'Malin Kundang' pada kolom yang tersedia.
  5. Siapkan hasil diskusi kelompokmu untuk dipresentasikan di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa itu dongeng?
  2. Siapa tokoh favoritmu dalam dongeng?
  3. Pernahkah kamu mendengar cerita tentang Malin Kundang?
  4. Menurutmu, mengapa orang tua sering menceritakan dongeng kepada anak-anaknya?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian performa presentasi menceritakan kembali cerita rakyat dan jawaban esai tentang pesan moral.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi unsur-unsur cerita rakyat (tokoh, latar, alur).Unsur intrinsik cerita rakyat.3 JPpenalaran kritis
2Menemukan pesan moral dalam cerita rakyat.Pesan moral dan nilai-nilai luhur.3 JPkewargaan
3Menceritakan kembali cerita rakyat dengan kalimat sendiri secara runtut.Keterampilan bercerita dan alur narasi.3 JPkolaborasi
Halaman 9 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Cerita rakyat adalah warisan budaya tak ternilai dari nenek moyang kita. Kisah-kisah ini bukan hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang membentuk karakter bangsa. Mari kita telusuri dunia cerita rakyat yang penuh keajaiban dan pelajaran hidup.

1. Pengertian Cerita Rakyat
Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Cerita ini biasanya disampaikan secara lisan dan tidak diketahui siapa pengarang aslinya. Setiap daerah di Indonesia memiliki cerita rakyatnya sendiri yang unik dan menarik, seperti legenda, mite, atau dongeng.

2. Ciri-ciri Cerita Rakyat
Cerita rakyat memiliki beberapa ciri khas. Pertama, penyebarannya secara lisan dari mulut ke mulut. Kedua, tidak diketahui siapa penulis aslinya (anonim). Ketiga, bersifat tradisional dan menggunakan bahasa daerah. Keempat, mengandung nilai-nilai moral dan pelajaran hidup. Kelima, seringkali menceritakan tentang kejadian luar biasa atau tokoh-tokoh sakti.

3. Unsur-unsur Cerita Rakyat
Untuk memahami cerita rakyat, kita perlu mengenal unsur-unsurnya. Tokoh adalah pelaku dalam cerita, bisa manusia, hewan, atau makhluk lain. Latar adalah tempat dan waktu kejadian cerita. Alur adalah urutan kejadian dalam cerita, mulai dari awal, muncul masalah, puncak masalah, hingga penyelesaian. Tema adalah ide pokok atau gagasan utama cerita. Pesan moral adalah pelajaran atau amanat yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca.

4. Jenis-jenis Cerita Rakyat
Cerita rakyat memiliki berbagai jenis. Legenda adalah cerita tentang asal-usul suatu tempat atau benda, contohnya 'Danau Toba'. Mite adalah cerita tentang dewa-dewi atau makhluk gaib, contohnya 'Nyi Roro Kidul'. Dongeng adalah cerita fiksi yang mengandung nilai moral dan biasanya berakhir bahagia, contohnya 'Si Kancil'. Fabel adalah dongeng dengan tokoh binatang yang berperilaku seperti manusia.

5. Pesan Moral dalam Cerita Rakyat
Setiap cerita rakyat mengandung pesan moral atau amanat yang dapat kita pelajari. Pesan moral ini bisa berupa nasihat untuk berbuat baik, jujur, patuh kepada orang tua, tidak sombong, atau tolong-menolong. Dengan memahami pesan moral, kita bisa mengambil pelajaran berharga untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi pribadi yang lebih baik.

6. Cara Menceritakan Kembali Cerita Rakyat
Menceritakan kembali cerita rakyat adalah cara melestarikan budaya kita. Langkahnya adalah: pertama, pahami dulu isi cerita, tokoh, latar, dan alurnya. Kedua, tentukan pesan moralnya. Ketiga, susun kembali cerita dengan kata-kata sendiri secara runtut dari awal hingga akhir. Keempat, gunakan ekspresi wajah dan intonasi suara yang menarik agar pendengar tidak bosan. Berlatihlah agar semakin lancar.

Rangkuman: Cerita rakyat adalah warisan budaya lisan yang kaya nilai, mengandung tokoh, latar, alur, dan pesan moral yang penting. Berbagai jenisnya seperti legenda, mite, dan dongeng, mengajarkan kita kearifan lokal serta nilai-nilai luhur. Memahami dan menceritakan kembali cerita rakyat adalah cara kita melestarikan kekayaan budaya bangsa.

Halaman 10 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Cerita RakyatKisah tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
TokohPelaku dalam sebuah cerita.
LatarTempat dan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita.
AlurUrutan kejadian dalam cerita.
Pesan MoralPelajaran atau amanat yang terkandung dalam cerita.
LegendaCerita rakyat tentang asal-usul suatu tempat atau benda.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Cerita Rakyat" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 13–18

Modul Cerita Rakyat ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIIPeta Konsep
Cerita RakyatPengertian Cerita RakyatCiri-ciri Cerita RakyatUnsur-unsur Cerita RakyatJenis-jenis Cerita RakyatPesan Moral dalam Cerita Rakyat
Dari sub-bab Cerita RakyatHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIIProfil Lulusan
KewargaanPenalaran kritisKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Cerita Rakyat yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 3 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas III dan kelas 3 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Cerita Rakyat pada Bahasa Indonesia SD, Fase B, elemen Membaca dan Memirsa.

Modul Cerita Rakyat ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas III SD di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Cerita Rakyat ini gratis?

Ya. Modul Cerita Rakyat untuk kelas III SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Cerita Rakyat ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas III ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas III langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Cerita Rakyat ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Cerita Rakyat dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas III di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas III ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Cerita Rakyat ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase B untuk kelas III SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Cerita Rakyat tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Cerita Rakyat untuk Bahasa Indonesia kelas III di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Cerita Rakyat ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas III SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Cerita Rakyat beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas III berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?

Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Cerita Rakyat yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia MI ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia SDSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.