Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas VI
Selamatkan Bumi
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Selamatkan Bumi |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik sudah memiliki pengetahuan dasar tentang isu-isu lingkungan seperti sampah dan polusi di sekitar mereka. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kewargaan — elemen: Berpartisipasi aktif dalam lingkungan sosial
Peserta didik mengambil peran aktif dalam kegiatan proyek pelestarian lingkungan di sekolah dan komunitas sekitar. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis berbagai informasi tentang masalah lingkungan dan mengevaluasi solusi yang ditawarkan. - kolaborasi — elemen: Kerja sama tim
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merencanakan, melaksanakan, dan menyajikan proyek penyelamatan bumi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks (narasi, deskripsi, eksposisi, persuasi) dengan struktur yang runtut, pilihan kata yang tepat, dan kaidah kebahasaan yang benar untuk menyampaikan gagasan dan informasi secara efektif. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas fakta-fakta tentang perubahan iklim, kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia, dan upaya pelestarian alam. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup melalui tindakan nyata dan tanggung jawab kolektif. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam merencanakan dan melaksanakan kampanye atau proyek pelestarian lingkungan sederhana. |
| Metakognitif | Materi ini mendorong kesadaran peserta didik tentang peran mereka sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian bumi untuk masa depan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan gambar dan diskusi, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah lingkungan yang terjadi di sekitar mereka dengan tepat.
- Setelah membaca teks informasi, peserta didik dapat menjelaskan penyebab dan dampak kerusakan lingkungan secara runtut.
- Melalui kerja kelompok, peserta didik dapat menulis teks persuasi untuk kampanye penyelamatan lingkungan dengan kaidah kebahasaan yang benar.
- Setelah melaksanakan proyek, peserta didik dapat menyajikan hasil proyek penyelamatan lingkungan secara kreatif dan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Menyelamatkan Bumi adalah tanggung jawab bersama; tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan hidup di masa depan.
Pertanyaan pemantik: "Apa yang terjadi jika kita terus-menerus membuang sampah sembarangan dan tidak peduli pada lingkungan sekitar?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Peserta didik memahami konsep ekosistem, daur ulang, dan dampak pencemaran terhadap makhluk hidup. Seni Budaya dan Prakarya (SBdP): Peserta didik menerapkan kreativitas dalam mendesain poster atau media kampanye visual lainnya. Pendidikan Pancasila: Peserta didik mengembangkan sikap tanggung jawab sosial dan peduli lingkungan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat mendukung dengan menyediakan bahan-bahan daur ulang dari rumah atau membantu mencari informasi terkait isu lingkungan di komunitas. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai objek pengamatan masalah lingkungan dan tempat pelaksanaan kampanye proyek sederhana. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video edukasi tentang lingkungan dan aplikasi presentasi sederhana untuk menyajikan hasil proyek penyelamatan bumi. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan gambar dan diskusi, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah lingkungan yang terjadi di sekitar mereka dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Tebak Kata Lingkungan: Guru menyebutkan ciri-ciri suatu benda atau aktivitas terkait lingkungan, peserta didik menebaknya. Contoh: 'Benda ini terbuat dari plastik dan mencemari laut.' (Jawaban: Sampah plastik).
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah membaca teks informasi, peserta didik dapat menjelaskan penyebab dan dampak kerusakan lingkungan secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Rantai Kata Lingkungan: Satu peserta didik menyebut satu kata terkait lingkungan, peserta didik berikutnya menyebut kata lain yang berhubungan dengan kata sebelumnya. Contoh: 'Hutan' -> 'Pohon' -> 'Oksigen'.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 30 menit
Tujuan: Kamu akan mengidentifikasi masalah lingkungan di sekitarmu dan merencanakan langkah penyelamatan.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.
Info singkat: Bumi adalah rumah bagi kita semua. Namun, seringkali kita lupa bahwa rumah ini perlu dijaga dan dirawat.
Alat & bahan: Pensil, kertas, spidol warna, gambar 1
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Amati lingkungan yang kotor dan diskusikan dengan teman kelompokmu apa saja masalah yang terlihat.
- Tuliskan minimal tiga masalah lingkungan yang kamu temukan pada gambar dan berikan contoh nyata jika ada di lingkunganmu.
- Diskusikan penyebab dan dampak dari masalah lingkungan yang kamu pilih untuk proyekmu.
- Rencanakan langkah-langkah proyek penyelamatan lingkungan yang akan kamu lakukan, termasuk tujuan, target, dan kegiatan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang lingkungan sehat?
- Sebutkan contoh kegiatan yang bisa merusak lingkungan!
- Menurutmu, mengapa kita perlu menjaga kebersihan lingkungan?
- Pernahkah kamu melihat sampah berserakan di sekitar sekolah?
Formatif (proses): Penilaian performa kelompok selama diskusi, perencanaan proyek, dan partisipasi aktif dalam setiap kegiatan.
Sumatif (akhir): Penilaian produk proyek (poster/kampanye) dan presentasi hasil proyek penyelamatan lingkungan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi masalah lingkungan yang terjadi di sekitar. | Masalah lingkungan dan dampaknya. | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan penyebab dan dampak kerusakan lingkungan. | Penyebab dan dampak kerusakan lingkungan. | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Merencanakan dan menyajikan proyek pelestarian lingkungan. | Perencanaan dan pelaksanaan proyek penyelamatan bumi. | 3 JP | kolaborasi, kewargaan |
Bumi adalah rumah bagi kita semua. Namun, seringkali kita lupa bahwa rumah ini perlu dijaga dan dirawat. Kerusakan lingkungan yang terjadi di mana-mana adalah tanda bahwa Bumi sedang sakit. Melalui modul ini, kita akan belajar bersama bagaimana cara menyelamatkan Bumi kita, mulai dari mengenal masalah hingga bertindak nyata.
1. Mengenal Masalah Lingkungan
Masalah lingkungan adalah segala sesuatu yang menyebabkan kerusakan pada alam dan mengganggu kehidupan makhluk hidup. Contoh masalah lingkungan yang sering kita temui adalah penumpukan sampah, pencemaran air dan udara, penebangan hutan secara liar, serta penggunaan energi yang berlebihan. Sampah plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, mencemari tanah dan laut. Pencemaran udara dari asap kendaraan dan pabrik dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Penebangan hutan liar menghilangkan habitat hewan dan menyebabkan tanah longsor. Semua masalah ini saling berkaitan dan membutuhkan perhatian serius dari kita semua.
2. Penyebab Kerusakan Lingkungan
Kerusakan lingkungan sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Polusi terjadi karena buangan limbah industri dan rumah tangga yang tidak diolah dengan baik, serta emisi gas buang kendaraan bermotor. Penebangan hutan untuk lahan pertanian atau pemukiman tanpa reboisasi menyebabkan hilangnya paru-paru dunia. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida berlebihan di pertanian juga mencemari tanah dan air. Kebiasaan membuang sampah sembarangan juga menjadi salah satu penyebab utama lingkungan kotor dan tercemar. Kurangnya kesadaran dan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan juga berkontribusi pada masalah ini.
3. Dampak Kerusakan Lingkungan
Kerusakan lingkungan memiliki dampak yang sangat luas bagi kehidupan. Pemanasan global akibat efek rumah kaca menyebabkan perubahan iklim ekstrem, seperti banjir, kekeringan, dan badai. Kenaikan permukaan air laut mengancam pulau-pulau kecil dan kota-kota pesisir. Hilangnya hutan menyebabkan kepunahan berbagai jenis tumbuhan dan hewan, mengganggu keseimbangan ekosistem. Pencemaran air dan udara berdampak buruk pada kesehatan manusia, menyebabkan berbagai penyakit. Selain itu, kerusakan lingkungan juga dapat memicu bencana alam dan krisis pangan, mengancam keberlangsungan hidup di Bumi.
4. Upaya Pelestarian Lingkungan
Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk melestarikan lingkungan, mulai dari tindakan sederhana hingga proyek besar. Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sangat penting: mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan mendaur ulang sampah. Menanam pohon, menghemat energi dan air, serta menggunakan transportasi umum juga merupakan langkah-langkah kecil yang berdampak besar. Selain itu, kita juga bisa berpartisipasi dalam kampanye lingkungan, membersihkan lingkungan sekitar, atau mengedukasi orang lain tentang pentingnya menjaga Bumi. Setiap tindakan positif, sekecil apa pun, akan sangat berarti.
5. Menulis Teks Persuasi untuk Kampanye Lingkungan
Teks persuasi adalah jenis teks yang bertujuan untuk mengajak atau meyakinkan pembaca agar melakukan atau mempercayai sesuatu. Dalam kampanye lingkungan, teks persuasi sangat efektif untuk mengajak orang lain peduli dan bertindak. Struktur teks persuasi umumnya terdiri dari pengenalan isu, argumen pendukung, dan ajakan atau rekomendasi. Gunakan kalimat yang lugas, jelas, dan menggunakan kata-kata ajakan seperti 'Ayo!', 'Mari kita!', atau 'Mulailah dari sekarang!'. Sertakan fakta atau data yang mendukung argumen agar pesan lebih kuat. Pastikan juga menggunakan tanda baca dan ejaan yang benar agar mudah dipahami.
6. Proyek Penyelamatan Bumi di Sekolah
Proyek penyelamatan bumi di sekolah adalah kegiatan nyata yang dilakukan peserta didik untuk mengatasi masalah lingkungan di lingkungan sekolah. Contoh proyek yang bisa dilakukan adalah membuat bank sampah, menanam tanaman di kebun sekolah, membuat poster ajakan hemat air atau listrik, atau mengadakan kampanye kebersihan. Tahapan proyek meliputi perencanaan (menentukan masalah, tujuan, dan kegiatan), pelaksanaan (mengerjakan sesuai rencana), dan pelaporan/penyajian hasil. Proyek ini tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga melatih kerja sama, kreativitas, dan tanggung jawab sosial peserta didik.
Rangkuman: Menyelamatkan Bumi adalah tugas kita bersama. Kita telah belajar tentang berbagai masalah lingkungan, penyebab, dan dampaknya yang serius. Dengan menerapkan 3R, menanam pohon, menghemat energi, dan berpartisipasi dalam kampanye, kita bisa berkontribusi menjaga kelestarian alam. Melalui proyek penyelamatan bumi di sekolah dan menulis teks persuasi, kita dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi banyak orang untuk peduli terhadap rumah kita, Bumi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Polusi | Pencemaran lingkungan oleh zat berbahaya. |
| Reboisasi | Penanaman kembali hutan yang gundul. |
| Ekosistem | Komunitas makhluk hidup dan lingkungan fisiknya yang saling berinteraksi. |
| Persuasi | Ajakan atau bujukan untuk melakukan sesuatu. |
| Daur ulang | Proses mengubah sampah menjadi bahan baru. |
| Pemanasan global | Peningkatan suhu rata-rata atmosfer bumi dan lautan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Selamatkan Bumi" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Selamatkan Bumi yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas VI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 2 siap unduh
Anak-Anak yang Mengubah DuniaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopNusantara Berjuta CeritaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 2 siap unduh
Temukan Minat, Tunjukkan BakatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDari Hobi Menjadi ProfesiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Aku Cinta IndonesiaBahasa Indonesia Kelas VI SDBab 3 Temukan Minat, Tunjukkan Bakat "Wawancara"Bahasa Indonesia Kelas VI SDBAB 4 Jeda untuk IklimBahasa Indonesia Kelas VI SDBangga Menjadi Anak IndonesiaBahasa Indonesia Kelas VI SDLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas VI →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Selamatkan Bumi masuk ujian semester Bahasa Indonesia Kelas VI. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal Bahasa Indonesia Kelas VI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 6 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VI dan kelas 6 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Selamatkan Bumi pada Bahasa Indonesia SD, Fase C, elemen Menulis.
Modul Selamatkan Bumi ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Selamatkan Bumi untuk Bahasa Indonesia kelas VI.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Selamatkan Bumi ini gratis?
Ya. Modul Selamatkan Bumi untuk kelas VI SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Selamatkan Bumi ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas VI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Selamatkan Bumi ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Selamatkan Bumi dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Selamatkan Bumi ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase C untuk kelas VI SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Selamatkan Bumi tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Selamatkan Bumi untuk Bahasa Indonesia kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Selamatkan Bumi ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas VI SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Selamatkan Bumi beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas VI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Selamatkan Bumi yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia MI ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.