Modul Ajar & RPP PJOK Kelas VI
Senam Lantai dan Ketangkasan
Modul ajar (RPP) PJOK SD kelas VI materi Senam Lantai dan Ketangkasan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Senam Lantai dan Ketangkasan yang Anda cari? Materi PJOK Kelas VI lainnya:
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | PJOK |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Senam Lantai dan Ketangkasan |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning, Project-Based Learning, dan Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif serta beberapa bentuk latihan keseimbangan sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Kesehatan, Kemandirian, Kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menganalisis dan mempraktikkan keterampilan gerak dasar dan keterampilan gerak spesifik dalam berbagai aktivitas jasmani dan olahraga. |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik dapat menganalisis dan mempraktikkan keterampilan gerak dasar serta keterampilan gerak spesifik senam lantai dan ketangkasan dengan menunjukkan sikap sportif, kerja sama, dan tanggung jawab. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Senam lantai dan ketangkasan melibatkan berbagai gerakan seperti guling depan, guling belakang, sikap lilin, dan melompat peti yang sering kita lihat dalam pertunjukan akrobatik atau perlombaan. |
| Konseptual | Konsep inti dalam senam lantai dan ketangkasan adalah penguasaan keseimbangan, kekuatan, kelenturan, dan koordinasi tubuh untuk melakukan rangkaian gerak secara aman dan efektif. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah sistematis untuk melakukan gerakan senam lantai dan ketangkasan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga pendaratan yang benar. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana memahami kemampuan tubuhnya sendiri, mengevaluasi keberhasilan gerakannya, dan merencanakan strategi untuk meningkatkan performa senamnya. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi berbagai bentuk gerak dasar senam lantai dan ketangkasan.
- Menjelaskan prosedur melakukan gerak guling depan dan guling belakang dengan benar.
- Mempraktikkan gerak guling depan dan guling belakang dengan koordinasi yang baik.
- Menjelaskan prosedur melakukan gerak sikap lilin dan melompat peti dengan benar.
- Mempraktikkan gerak sikap lilin dan melompat peti dengan keseimbangan dan kekuatan yang baik.
- Menganalisis kesalahan gerakan senam lantai dan ketangkasan yang dilakukan teman.
Pemahaman bermakna: Memahami prinsip-prinsip dasar senam lantai dan ketangkasan tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga membangun kepercayaan diri, disiplin, dan kemampuan memecahkan masalah saat menghadapi tantangan gerakan baru.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian melihat seseorang melakukan gerakan akrobatik yang menakjubkan? Bagaimana mereka bisa melakukannya tanpa terjatuh?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning, Project-Based Learning, dan Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam: Memahami prinsip gaya gravitasi dan keseimbangan saat melakukan gerakan senam lantai. Matematika: Menghitung sudut kemiringan tubuh atau jarak lompatan dalam gerakan ketangkasan. Bahasa Indonesia: Menggunakan kosakata yang tepat untuk mendeskripsikan gerakan senam dan menyusun laporan hasil praktik. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendorong anak berlatih gerakan dasar di rumah dengan pengawasan, serta memastikan lingkungan yang aman untuk beraktivitas fisik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Penggunaan matras senam yang bersih dan cukup tebal, area praktik yang luas dan bebas hambatan di lapangan sekolah atau aula, serta akses ke video tutorial yang aman secara digital. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial senam lantai yang aman dan sesuai usia dari platform edukasi terpercaya untuk membantu peserta didik memahami visualisasi gerakan dan teknik yang benar. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi berbagai bentuk gerak dasar senam lantai dan ketangkasan dan menjelaskan prosedur melakukan gerak guling depan dan guling belakang dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman mereka melihat atau mencoba gerakan senam. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi dan memahami guling depan dan belakang, serta menjelaskan pertanyaan pemantik: 'Apa saja bagian tubuh yang paling penting saat melakukan gerakan senam lantai?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diajak mengamati video atau gambar contoh gerakan senam lantai (guling depan dan guling belakang) dan mengidentifikasi bagian tubuh yang terlibat serta kemungkinan risiko jika tidak dilakukan dengan benar. Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil tentang prinsip keselamatan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik mencoba melakukan simulasi gerakan guling depan dan guling belakang tanpa alat, fokus pada urutan gerakan dan posisi tubuh yang aman. Guru memberikan bimbingan dan koreksi awal. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dan simulasi gerakannya. Guru memberikan umpan balik, menguatkan pemahaman tentang teknik dasar, dan menekankan pentingnya pemanasan serta bantuan teman. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting tentang guling depan dan guling belakang. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar dan mengingatkan untuk berlatih di rumah dengan pengawasan. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mempraktikkan gerak guling depan dan guling belakang dengan koordinasi yang baik dan menjelaskan prosedur melakukan gerak sikap lilin dan melompat peti dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, memimpin doa, presensi, dan mengulas kembali materi guling depan dan guling belakang. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mempraktikkan gerakan tersebut dan mulai memahami sikap lilin serta melompat peti. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara menjaga keseimbangan tubuh agar tidak jatuh saat melakukan gerakan senam?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati demonstrasi langsung dari guru atau teman yang sudah menguasai gerakan guling depan dan guling belakang dengan matras. Mereka juga mengamati video atau gambar gerakan sikap lilin dan melompat peti, fokus pada persiapan dan akhir gerakan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berpasangan atau berkelompok melakukan praktik guling depan dan guling belakang di atas matras dengan pengawasan guru dan saling membantu. Kemudian, mereka mulai mencoba gerak sikap lilin dan melompat peti dengan bantuan teman dan guru, fokus pada langkah-langkah prosedural yang benar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap pasangan atau kelompok saling memberikan masukan tentang praktik gerakan yang dilakukan. Guru memberikan umpan balik konstruktif, mengoreksi kesalahan umum, dan memberikan tips untuk meningkatkan keseimbangan dan kekuatan pada gerakan sikap lilin dan melompat peti. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik merangkum tantangan dan keberhasilan dalam praktik hari ini. Guru memberikan motivasi dan apresiasi atas usaha keras mereka, serta menugaskan untuk mencari tahu lebih banyak tentang variasi gerakan senam lantai. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Praktik dan Penilaian |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mempraktikkan gerak sikap lilin dan melompat peti dengan keseimbangan dan kekuatan yang baik dan menganalisis kesalahan gerakan senam lantai dan ketangkasan yang dilakukan teman. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, memimpin doa, presensi, dan mengajak peserta didik melakukan pemanasan dinamis yang relevan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mempraktikkan secara mandiri sikap lilin dan melompat peti, serta melakukan analisis gerakan. Pertanyaan pemantik: 'Apa yang harus dilakukan jika merasa takut saat akan mencoba gerakan melompat peti?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara individu atau berpasangan mengulang kembali gerakan guling depan, guling belakang, sikap lilin, dan melompat peti yang telah dipelajari. Mereka fokus pada detail teknik dan keselamatan, mengingat kembali tahapan yang benar. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik melakukan praktik mandiri atau berpasangan untuk gerakan sikap lilin dan melompat peti, dengan guru sebagai fasilitator dan pemberi bantuan jika diperlukan. Mereka juga diminta mengamati dan menganalisis gerakan teman, mencatat kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa peserta didik mendemonstrasikan gerakan terbaik mereka. Peserta didik lain memberikan analisis dan umpan balik berdasarkan pengamatan mereka. Guru memberikan penilaian formatif dan sumatif, serta penguatan tentang pentingnya latihan rutin dan sikap sportif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan keberanian mereka. Bersama-sama menyimpulkan pelajaran dan manfaat senam lantai. Guru mengingatkan untuk selalu menjaga kebugaran fisik. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi dan menganalisis langkah-langkah serta kesalahan umum dalam gerakan senam lantai dan ketangkasan.
Alat & bahan: Lembar kerja, pensil, video/gambar gerakan senam lantai, matras (untuk praktik).
Langkah kerja:
- Amati video atau demonstrasi gerakan guling depan, guling belakang, sikap lilin, dan melompat peti.
- Identifikasi langkah-langkah utama dari setiap gerakan dan catat pada tabel yang tersedia.
- Saat praktik, amati gerakan temanmu dan berikan tanda centang pada kolom 'Sudah Benar' atau 'Perlu Perbaikan'.
- Tuliskan saran perbaikan untuk gerakan yang perlu ditingkatkan.
- Diskusikan hasil pengamatanmu dengan teman kelompok dan guru.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apakah kamu pernah melihat atau mencoba gerakan senam lantai?
- Apa yang kamu ketahui tentang guling depan?
- Menurutmu, apa saja yang perlu diperhatikan agar tidak cidera saat berolahraga?
- Bisakah kamu menirukan gerakan keseimbangan sederhana?
Formatif (proses): Observasi guru selama praktik untuk menilai partisipasi, kerja sama, dan penguasaan teknik dasar gerakan.
Sumatif (akhir): Penilaian unjuk kerja (praktik) gerakan guling depan, guling belakang, sikap lilin, dan melompat peti dengan rubrik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi dan menjelaskan guling depan dan belakang | Konsep guling depan dan belakang, prosedur | 2 JP | Kesehatan, Kemandirian |
| 2 | Mempraktikkan guling depan dan belakang serta menjelaskan sikap lilin dan melompat peti | Praktik guling, konsep sikap lilin dan melompat peti | 2 JP | Kesehatan, Kolaborasi |
| 3 | Mempraktikkan sikap lilin dan melompat peti serta menganalisis kesalahan | Praktik sikap lilin dan melompat peti, analisis gerakan | 2 JP | Kesehatan, Kemandirian |
Senam lantai dan ketangkasan adalah bagian penting dari pendidikan jasmani yang membantu mengembangkan kekuatan, kelenturan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh. Materi ini akan membimbing kalian untuk memahami dan mempraktikkan berbagai gerakan dasar senam lantai dan ketangkasan dengan aman dan benar, sehingga kalian dapat merasakan manfaatnya untuk kesehatan dan kebugaran tubuh.
1. Pengertian Senam Lantai dan Ketangkasan
Senam lantai adalah salah satu cabang olahraga senam yang dilakukan di atas matras atau lantai tanpa menggunakan alat bantu, melainkan mengandalkan kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan tubuh. Gerakannya meliputi guling depan, guling belakang, sikap lilin, dan lain-lain. Sedangkan senam ketangkasan melibatkan gerakan melompat, meloncat, dan mendarat yang memerlukan keberanian, kecepatan, dan ketepatan.
2. Manfaat Senam Lantai dan Ketangkasan
Melakukan senam lantai dan ketangkasan secara rutin memiliki banyak manfaat. Di antaranya adalah meningkatkan kekuatan otot, terutama otot perut dan lengan, melatih kelenturan tubuh sehingga tidak mudah cedera, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi gerak, serta membangun kepercayaan diri dan keberanian untuk mencoba hal baru. Ini juga membantu menjaga kesehatan tulang dan sendi.
3. Guling Depan (Forward Roll)
Guling depan adalah gerakan menggulingkan badan ke depan dengan posisi awal jongkok atau berdiri, tangan menumpu di matras, dagu menyentuh dada, dan punggung dibulatkan. Dorong badan ke depan, gulingkan dari tengkuk, punggung, pinggang, hingga berdiri jongkok kembali. Penting untuk memastikan kepala tidak menahan beban terlalu berat dan punggung tetap bulat untuk menghindari cedera.
4. Guling Belakang (Backward Roll)
Guling belakang adalah gerakan menggulingkan badan ke belakang. Posisi awal jongkok, punggung dibulatkan, dan dorong badan ke belakang. Kedua tangan ditekuk dan telapak tangan menumpu di samping telinga untuk membantu menolak saat punggung menyentuh matras. Usahakan panggul menyentuh matras terlebih dahulu, lalu punggung, dan diakhiri dengan berdiri jongkok kembali.
5. Sikap Lilin (Candle Stand)
Sikap lilin adalah gerakan senam lantai untuk melatih keseimbangan dan kekuatan otot perut. Posisi awal berbaring telentang, kedua tangan lurus di samping badan. Angkat kedua kaki lurus ke atas, diikuti dengan mengangkat pinggul dengan bantuan kedua tangan menopang pinggul. Pertahankan posisi tubuh lurus menyerupai lilin menyala, dengan berat badan bertumpu pada pundak dan siku.
6. Melompat Peti (Vaulting)
Melompat peti adalah gerakan ketangkasan yang memerlukan kekuatan kaki, keberanian, dan koordinasi. Dimulai dengan awalan lari, tolakan kedua kaki di papan tolakan, lalu kedua tangan menumpu di atas peti. Dorong badan ke atas melewati peti, lalu mendarat dengan kedua kaki secara bersamaan. Pastikan mendarat dengan lutut sedikit ditekuk untuk meredam benturan.
7. Prinsip Keselamatan dalam Senam Lantai
Keselamatan adalah prioritas utama dalam senam lantai. Selalu lakukan pemanasan sebelum memulai latihan dan pendinginan setelahnya. Gunakan matras yang sesuai dan pastikan lingkungan latihan aman dari benda tajam atau licin. Lakukan gerakan sesuai prosedur, mintalah bantuan guru atau teman jika merasa ragu, dan jangan memaksakan diri jika merasa sakit atau tidak nyaman.
8. Analisis Gerakan dan Perbaikan
Menganalisis gerakan berarti mengamati dan mengevaluasi apakah gerakan sudah dilakukan dengan benar atau ada kesalahan. Misalnya, jika guling depan tidak mulus, mungkin punggung kurang bulat atau dorongan kurang kuat. Dengan mengidentifikasi kesalahan, kita bisa mencari cara untuk memperbaikinya, seperti melatih kekuatan otot atau memperbaiki posisi tubuh. Ini adalah kunci untuk terus berkembang.
Rangkuman: Senam lantai dan ketangkasan adalah aktivitas fisik yang mengembangkan kekuatan, kelenturan, keseimbangan, dan koordinasi. Gerakan dasarnya meliputi guling depan, guling belakang, sikap lilin, dan melompat peti. Penting untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan pemanasan, penggunaan alat yang tepat, dan mengikuti prosedur yang benar. Latihan rutin dan analisis gerakan akan membantu meningkatkan keterampilan dan kebugaran tubuh secara menyeluruh.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Senam Lantai | Cabang olahraga senam yang dilakukan di atas matras tanpa alat, mengandalkan kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan tubuh. |
| Senam Ketangkasan | Gerakan senam yang melibatkan lompatan dan pendaratan, membutuhkan keberanian, kecepatan, dan ketepatan. |
| Guling Depan | Gerakan menggulingkan badan ke depan dengan posisi tengkuk, punggung, dan pinggang menyentuh matras secara berurutan. |
| Guling Belakang | Gerakan menggulingkan badan ke belakang, dimulai dari panggul, punggung, dan diakhiri dengan tangan menolak di samping telinga. |
| Sikap Lilin | Gerakan mengangkat kedua kaki lurus ke atas dengan pinggul ditopang tangan, bertumpu pada pundak dan siku. |
| Melompat Peti | Gerakan melompati peti dengan awalan lari, tolakan, tumpuan tangan, dan pendaratan yang terkontrol. |
| Matras | Alas tebal yang digunakan dalam senam untuk mengurangi benturan dan melindungi tubuh. |
| Koordinasi | Kemampuan tubuh untuk menyelaraskan berbagai gerakan otot secara bersamaan dan efektif. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Senam Lantai dan Ketangkasan" mata pelajaran PJOK Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi PJOK Kelas VI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap
Permainan Bola Besar LanjutanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPermainan Bola Kecil LanjutanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAtletik LanjutanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap0 dari 3 siap
Latihan Kebugaran TerprogramBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBERIKUTNYAPencak Silat DasarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKesehatan Reproduksi SederhanaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri PJOK di kelas lain
pencak silatPJOK Kelas VI SD"Permainan Bola Kecil Dalam Permainan Tradisional Bola Kasti"PJOK Kelas V SDAktivitas pola gerak dasar Lokomotor, Non Lokomotor, dan Manipulatif Melalui Aktivitas invPJOK Kelas V SDAtletik (Lari Cepat, Lompat Jauh)PJOK Kelas V SDLihat semua Modul Ajar PJOK Kelas VI →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar PJOK Senam Lantai dan Ketangkasan ini gratis?
Ya. Modul Senam Lantai dan Ketangkasan untuk kelas VI SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar PJOK kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Senam Lantai dan Ketangkasan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, pada Fase C untuk kelas VI SD.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Senam Lantai dan Ketangkasan untuk PJOK kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Senam Lantai dan Ketangkasan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Senam Lantai dan Ketangkasan dapat Anda sesuaikan dengan murid PJOK kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.